Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 DOI: https://doi. org/ 10. 55606/jurrimipa. Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Billah Afrianti1. Dini Indah Syahfitri2. Fitriya Handayani3. Nayla4. Rifda5. Ummi Nur Affini Dwi Jayanti6 1,2,3,4,5,6Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: billahafrianti@uinsu. id1, diniindahsyahfitri@uinsu. id2, fitriyahandayanii@uinsu. nayla@uinsu. id4, rifda@uinsu. id5, ummiafinni@uinsu. Abstract. This research was motivated by the need to assess the effectiveness of lesson plans prepared by class XI biology teachers with reference to the 2013 curriculum. This evaluation aims to understand to what extent the quality of lesson plans includes the expected competencies and to what extent these lesson plans can support an effective learning process. In addition, this study also wanted to evaluate the correlation between the contents of lesson plans and student learning outcomes, with the aim of identifying the extent to which the implementation of lesson plans based on Curriculum 13 had an impact on the level of understanding and academic achievement of students. This research uses a qualitative This research was conducted at SMA Negeri 1 Aek Songsongan with the research subject being a biology teacher. Data collected by interview technique. Data analysis techniques through data collection, data reduction, data display, and data conclusions. The results showed that the lesson plans based on the 2013 Curriculum have a significant correlation with student learning outcomes in Biology subject so that an organized and structured lesson plan helps enable more focused and efficient learning and encourages the use of innovative and participatory learning methods that involve students more actively. Keywords: Evaluation. Learning Outcomes. Lesson Plans2013 Curriculum. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh perlunya menilai efektivitas RPP yang disusun oleh guru bidang studi biologi kelas XI dengan mengacu pada kurikulum 2013. Evaluasi ini bertujuan untuk memahami sejauh mana kualitas RPP dalam mencakup kompetensi yang diharapkan dan sejauh mana RPP tersebut dapat mendukung proses pembelajaran yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengevaluasi korelasi antara isi RPP dengan hasil belajar siswa, dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana implementasi RPP berbasis Kurikulum 13 berdampak pada tingkat pemahaman dan prestasi akademik siswa. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Songsongan dengan subjek penelitian yaitu guru biologi. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Teknik analisis data melalui koleksi data, reduksi data, display data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian diperoleh bahwa RPP berbasis Kurikulum 2013 memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi sehingga perencanaan pembelajaran yang terorganisir dan terstruktur membantu memungkinkan pembelajaran yang lebih terarah dan efisien serta mendorong penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan partisipatif yang melibatkan siswa secara lebih aktif. Kata kunci: Evaluasi. Hasil Belajar. Kurikulum 2013. RPP. Received Mei 07, 2023. Revised Juni 22, 2023. Accepted Juli 21, 2023 *Billah Afrianti, billahafrianti@email. Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa LATAR BELAKANG Kurikulum yang baru diluncurkan di Indonesia pada tahun 2013 menekankan peningkatan kemampuan siswa dalam tiga domain: afektif . , kognitif . , dan psikomotorik . merupakan kurikulum 2013. Menurut Anshori . kurikulum 2013 menekankan pada kompetensi tertentu yang harus dicapai. Sikap spiritual (KI-. , sikap sosial (KI-. , pengetahuan (KI-. , dan keterampilan (KI-. adalah kompetensi yang dimaksud. Kurikulum ini dibuat pada tahun 2013, dan institusi pendidikan mulai menerapkannya pada Dalam kurikulum 2013, penyederhanaan dan tematik integratif adalah prinsip RPP, atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, digunakan untuk mengajar biologi di sekolah, terutama di tingkat SMA kelas XI. RPP berfungsi sebagai pegangan bagi pengajar untuk menjalankan pembelajaran di kelas. RPP mengandung Standar Kompetensi/Kompetensi Inti yang mengatur tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian (Abdullah et al. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik untuk pendidikan menengah harus berbeda dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kurikulum sebelumnya (KTSP). Dalam RPP kurikulum 2013. KI-1 hingga KI-4 memiliki kegiatan inti yang menggunakan pendekatan saintifik . engamati, menanyakan, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan berkomunikas. (Astanti et al. , 2. Biologi dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang paling penting di sekolah karena memberikan siswa berbagai pengalaman belajar yang membantu mereka memahami konsep dan proses sains. Mengamati, membuat hipotesis, menggunakan alat dan bahan dengan benar dan aman sambil mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolongkan dan menafsirkan data, dan mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi yang relevan untuk menguji ide atau memecahkan masalah sehari-hari (Yanti, 2. Meskipun RPP adalah alat penting untuk membuat rencana pembelajaran, evaluasi rutin perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan RPP sebagai panduan pembelajaran dan apakah RPP sudah cukup membantu peserta didik mencapai kompetensi Selain dilakukan evaluasi terhadap RPP, perlu juga dilakukan evaluasi korelasi antara implementasi RPP berbasis Kurikulum 2013 dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Tujuan korelasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana isi dan pendekatan JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 pembelajaran dalam RPP berkorelasi dengan tingkat pemahaman dan pencapaian hasil belajar Evaluasi ini dapat membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran dan menemukan ruang untuk perbaikan di masa depan. Hal ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh Imana & Aprilia . dengan hasil yaitu kesesuaian komponen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA (Biolog. di SMP Muhammadiyah Se-Kecamatan Kalasan yang telah memenuhi komponen Permendikbud termasuk dalam kategori baik dengan persentase 91,04%, dan ketercukupan komponen pendekatan ilmiah pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA (Biolog. di SMP Muhammadiyah Se-Kecamatan Kalasan termasuk dalam kategori baik dengan persentase 88,21%. Selaras dengan hal itu, didukung juga penelitian terdahulu oleh Makaborang . bahwa perencanaan dan pelaksanaan kurikulum kelas 13 bidang studi biologi berdasarkan peraturan yang ditetapkan dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah bahwa materi dan bahan ajar harus disusun secara berurutan, analitis, berhubungan dengan kondisi, dan aktual. Selain itu, evaluasi kinerja guru biologi harus didasarkan pada standar yang berpedoman pada komponen perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Sehingga, dari latar belakang di atas penulis tertarik merealisasikan penelitian dengan judul AuEvaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar SiswaAy. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan informasi dan temuan yang bermanfaat bagi guru Biologi kelas XI dan pihak-pihak terkait tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran. Penemuan-penemuan ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat RPP yang lebih baik, menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang efektif, dan menetapkan kebijakan yang berbasis bukti yang meningkatkan hasil belajar siswa Biologi. KAJIAN TEORITIS Evaluasi Salah satu elemen yang tak kalah penting dari proses pembelajaran adalah evaluasi. Evaluasi proses pembelajaran menjadi sangat penting ketika dianggap sebagai proses perubahan tingkah laku siswa. Proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk menentukan seberapa baik siswa mencapai tujuan pembelajaran disebut evaluasi (Magdalena et al. , 2. Sistem evaluasi yang baik dapat menunjukkan kualitas pembelajaran, yang akan membantu pendidik membuat strategi pembelajaran. Selain itu, sistem evaluasi yang baik dapat mendorong peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Menurut Suardipa & Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Primayana . dengan menggunakan indikator utama untuk keberhasilan atau kegiatan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, evaluasi dan penilaian pada dasarnya bertujuan untuk menentukan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, evaluasi dan penilaian berfungsi sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan proses belajar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Harahap & Nazliah, 2. merupakan rencana pembelajaran mengacu pada Kompetensi Dasar (KD) tertentu yang ada dalam kurikulum atau silabus. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibuat untuk membantu guru dalam mengajar sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih baik sesuai dengan KD yang telah ditetapkan. Perencanaan pembelajaran, juga dikenal sebagai RPP, adalah komponen penting dalam memandu guru dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai guru dengan memenuhi kebutuhan belajar siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berjalan sesuai harapan jika tidak ada persiapan yang matang. Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. KBK dan KTSP, dan dirancang untuk meningkatkan hasil belajar dan pembelajaran. Tujuan kurikulum ini adalah untuk menciptakan moral, budi pekerti, dan akhlak mulia peserta didik secara integral, terpadu, dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi yang sudah ditetapkan untuk lulusan di tingkat satuan pendidikan (Asmah et al. , 2. Kurikulum 2013 menempatkan penekanan kuat pada pembelajaran yang berpusat pada siswa dan beralih dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang melengkapi pendidikan mereka (Tiwery & Rachmadiarti, 2. Hasil Belajar Hasil belajar adalah ukuran keberhasilan dari pendekatan pembelajaran yang digunakan Hasil belajar siswa memungkinkan guru untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pendekatan tersebut (Mahariyanti & Hadi, 2. Banyak factor yang mempengaruhi hasil belajar menurut (Putri et al. , 2. , antara lain faktor eksternal mencakup faktor fisik seperti lingkungan sekolah, kondisi sarana dan prasarana beajar, materi pelajaran, dan proses belajar mengajar, serta faktor psikologi seperti disiplin, bakat, minat intelektual, dan kecerdasan emosional dan keinginan untuk berprestasi. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 METODE PENELITIAN p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khususnya yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Prastowo. Melalui jenis penelitian ini bisa diperoleh data-data yang mendalam tentang RPP dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Songsongan. Subjek penelitian ini guru biologi. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara. Analisis dalam penelitian ini dilakukan sejak sebelum dilapangan, setelah di lapangan, dan setelah selesai Teknik analisis data melalui koleksi data, reduksi data, display data, dan kesimpulan data. Triangulasi untuk menguji keobyaktifan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode untuk mengecek data dari narasumber dengan hasil wawancara dan studi dokumen. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Dari wawancara yang dilaksanakan dengan guru biologi yaitu ibu Rahmawati diketahui bahwa sekolah SMA Negeri 1 Aek Songsongan menggunakan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 yang digunakan menggunakan penilaian dari aspek pengetahuan, keterampilan, sikap dan Sedangkan kurikulum merdeka mengutamakan kegiatan intrakurikuler dan Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuMenurut pendapat saya kalau pada Kurikulum 2013 penilaian nya itu berdasarkan aspek pengetahuan berdasarkan kemampuan dari siswa tersebut, aspek keterampilan, aspek sikap, dan aspek perilaku dari para murid itu juga menjadi penilaian menurut saya. Sedangkan Kurikulum Merdeka mengutamakan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang mengarahkan murid tersebut harus aktif disekolah dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disekolah seperti mengikuti Pramuka contoh nya disini itu merupakan kegiatan yang wajib yang berarti semua muridnya diwajibkan mengikuti program ekstrakurikuler pramukaAy. Kesadaran dan upaya yang serupa dalam merancang kegiatan pembelajaran yang efektif dan menarik bagi siswa sudah dimiliki oleh para guru. Penggunaan metode dan media pembelajaran yang tepat, serta melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa AuMenurut saya sudah sesuai ketika saya merancangkan kegiatan pembelajaran yang Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru harus merencanakan kegiatan pembelajaran dengan benar. Pembelajaran yang efektif dapat membantu siswa belajar atau menerima informasi. Semua subjek penelitian memiliki perencanaan dan strategi yang berbeda untuk guru. Ini berarti guru harus memahami materi dengan benar, membuat metode yang tepat, menyesuaikan media yang ada dengan materi, dan membuat media pembelajaran yang sesuai. Mereka juga harus mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam penyampaian materi. Mereka juga harus mendorong siswa untuk merasakan, melihat, dan mendengar secara langsung apa yang diajarkan. Media dan sumber belajar yang saya pilih sesuai dengan topik yang akan diajarkan. Ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pembelajaran, meningkatkan ketepatan, mempertimbangkan apakah bahan ajar dan target pembelajaran sesuai, dan mendukung dalam memfokuskan kegiatan belajar mengajar. Guru dapat mendorong siswa untuk pergi ke luar sekolah, seperti pantai, untuk melihat bagianbagian tumbuhan laut dan ciri-cirinya. Ini dapat meningkatkan motivasi siswa dan membantu mereka memahami materi. Dalam hal ini, sumber belajar dan media tidak hanya digunakan di dalam sekolah tetapi juga di luar sekolah. Ay Strategi pembelajaran yang berfokus pada interaksi aktif antara guru dan siswa, serta upaya untuk menarik minat siswa dalam proses pembelajaran telah diimplementasikan. Pendekatan yang terstruktur dan inovatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di mata pelajaran Biologi kelas XI. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuPersiapan yang saya lakukan adalah Kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup merupakan tiga kegiatan utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Pada kegiatan ini, siswa diberi kebebasan untuk berpikir secara mandiri dan mengemukakan berbagai ide dengan cara yang mudah dipahami. Dalam proses belajar mengajar, pendidik harus memimpin dan mengarahkan siswa untuk menggunakan pemikiran kritis, kritis, dan kreatif untuk menyelesaikan masalah. Mereka juga diminta untuk berpartisipasi secara aktif dan kreatif dalam pencarian literatur dari berbagai sumber, termasuk dari sekolah, internet, masyarakat, dan lingkungan sekitar mereka. Guru memulai proses belajar mengajar dengan benar merupakan indikator pertama. Guru sebagai subjek penelitian memulai pelajaran dengan salam pembuka, doa, dan apersepsi, yang merupakan kegiatan pembuka utama. Kegiatan pertama adalah memperhatikan. untuk menyamakan persepsi siswa tentang pelajaran yang akan diajarkan, kemudian menghubungkan bahan ajar yang akan disampaikan dengan bahan ajar yang telah diajarkan sebelumnya, atau untuk mengaitkan bahan ajar JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 dengan pengalaman guru atau orang lain. Siswa menjadi lebih tertarik dengan kegiatan ini dan lebih tertarik pada materi yang diajarkan. Jadi, berikut adalah strategi yang saya gunakan: . Pendidik selalu menanyakan kesiapan siswa untuk berpartisipasi dalam pembelajaran dan menciptakan suasana kelas yang memuaskan. Memeriksa bahan ajar yang sudah dipelajari apakah terkait dengan bahan ajar yang akan disampaikan. Memberikan informasi tentang pembelajaran yang akan dilaksanakan. Memberikan apersepsi untuk menumbuhkan rasa keingintahuan siswa. untuk meningkatkan minat dan kesadaran siswa. Ay Efektivitas pembelajaran telah berhasil dicapai dengan memahami kebutuhan siswa dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dan hasil wawancara ini memberikan pandangan positif tentang upaya subjek penelitian dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan mendukung perkembangan pengetahuan siswa di era teknologi ini. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuMenurut saya selama saya mengajar sudah efektif karna terlihat banyak murid yang memahami isi materi yang saya jelaskan dan sekarang juga zamannya teknologi ya, jadi murid dapat mengakses lebih luas tentang ilmu pengetahuan yang dapat mereka ketahuiAy Faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di mata pelajaran Biologi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kurangnya pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan bagi pendidik, rendahnya sumber daya pendidik, serta minimnya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memberikan pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif kepada pendidik, serta perbaikan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum 2013 di mata pelajaran Biologi. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuKesulitan di pembagian kelas karna guru biologi disini hanya saya sendiri dan sarana dan prasarananya juga belum lengkap seperti disini tidak mempunyai laboratorium khusus, dan disini laboratoriumnya menggunakan kelas yang kelas tersebut juga dipakai untuk pembelajaran materi. Dengan banyaknya siswa dalam satu kelas, guru tidak memiliki kemampuan untuk mengklasifikasikan kurikulum 2013, dan mereka tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk melaksanakannya. Akibatnya, guru membutuhkan pelatihan tambahan. Kurangnya pelatihan berkesinambungan menyebabkan guru tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurikulum 2013, dan kurangnya sumber daya menyebabkan kesulitan bagi guru untuk menggunakan komputer dalam proses penilaian dan rendahnya jumlah siswa yang Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum, diperlukan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Ay Konsep pembelajaran dalam kurikulum 2013 menekankan pada pengembangan peserta didik menjadi individu yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, afektif, dan mampu berkontribusi pada masyarakat, bangsa, negara, dan peradaban dunia. Kurikulum ini menggunakan pendekatan tematik integratif dari kelas 10 hingga kelas 12, yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep dasar secara parsial, tetapi juga mengalami pembelajaran yang bermakna dan utuh melalui tema-tema yang diangkat. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuKonsep pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013 bertujuan untuk membangun siswa menjadi individu dan warga negara yang beriman, produktif, inovatif, kreatif, dan afektif. Mereka diharapkan dapat berkontribusi pada kehidupan masyarakat, bangsa, negara, dan dunia melalui sinergi pengetahuan yang mereka pelajari. Dari kelas 10Ae 12, kurikulum 2013 sekolah ini akan menerapkan pendekatan integratif tematik. Pembelajaran tematik integratif adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Ini dilakukan dalam dua cara: pertama, dalam proses pembelajaran, integrasi sikap, keterampilan, dan pengetahuan kedua, integrasi berbagai konsep dasar sehingga siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial. Oleh karena itu, pembelajarannya memberikan makna yang konsisten kepada siswa, seperti yang ditunjukkan oleh berbagai tema yang tersedia. Perencanaan pembelajaran tematik membutuhkan keterampilan dan keterampilan yang baik dari seorang pendidik. Ini dilakukan karena prinsip-prinsip pembelajaran tematik itu sendiri sangat kompleks dan menuntut tingkat kreativitas yang tinggi untuk menyusun kegiatan belajar untuk siswa. Pembelajaran tematik secara konseptual didefinisikan sebagai pembelajaran terpadu yang menggunakan tema tertentu untuk menghubungkan beberapa mata pelajaran yang sudah ada untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi semua siswa. Ay Ada beberapa kekurangan dalam fasilitas dan sarana pembelajaran, seperti ketiadaan laboratorium, namun keberadaan bahan ajar telah tercukupi dengan adanya buku paket dan LKS yang digunakan oleh siswa selama proses pembelajaran. Meskipun tidak memiliki laboratorium khusus, guru telah mengatasi kendala ini dengan menggunakan sumber belajar alternatif yang tersedia. Penggunaan buku paket dan LKS sebagai bahan ajar menjadi solusi untuk memfasilitasi pembelajaran Biologi di tengah keterbatasan sarana. Hal ini menunjukkan bahwa pendidik telah berupaya menggunakan sumber daya yang ada untuk memberikan JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 pengalaman belajar yang baik bagi siswa. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuBelum tercukupi dan masih banyak kekurangannya seperti tidak adanya laboratorium disni tetapi kalau untuk bahan ajar sudah karena disini ada buku paket dan ada LKS juga yang digunakan murid dalam pembelajaran berlangsung. Ay Adanya kekeliruan pemahaman guru tentang konsep mastery learning dalam konteks Kurikulum 2013. Banyak guru yang salah mengartikan mastery learning sebagai menuntaskan seluruh materi pembelajaran, mengesampingkan pemahaman siswa yang sebenarnya diharapkan oleh Kurikulum 2013. Akibatnya, beban pelajaran menjadi berat bagi siswa dan orang tua merasa terbebani. Selain itu, pengaturan jam belajar per minggu mengakibatkan kegiatan pembelajaran menjadi padat, karena siswa harus memahami pelajaran dari berbagai mata pelajaran seperti IPS. IPA, dan Matematika dalam waktu singkat. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuGuru menganggap konsep mastery learning dengan cara yang salah. Mayoritas guru terus berpikir bahwa mastery learning adalah menyelesaikan semua materi pembelajaran, sehingga mengesampingkan pemahaman siswa. Namun, kurikulum 2013 dirancang untuk memastikan bahwa siswa memahami semua materi. Akibatnya, orang tua dan siswa mengeluh tentang beban pelajaran yang begitu besar. Siswa harus memahami mata pelajaran IPS. IPA, dan matematika untuk satu tes, terutama selama ujian. Penggunaan satuan minggu . er mingg. dalam pengaturan jam belajar tidak memberikan satuan pendidikan kesempatan yang cukup untuk mengatur pelaksanaan materi dan membuat kalender pendidikan. Akibatnya, kegiatan belajar menjadi lebih padat. Perangkat pembelajaran memiliki terlalu banyak komponen yang menyulitkan guru untuk mempertimbangkan dan mempersiapkan. Contoh kesulitan: sosialisasi tidak sampai langsung ke tingkat gugus, pemilihan instruktur dilakukan secara sentralistik sehingga tidak sesuai kebutuhan, dan pelatihan masih dilakukan secara konvensional dengan ceramah yang cenderung teoretis. Ay Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun telah sesuai dengan komponen inti dari pembelajaran, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Ketiga komponen inti tersebut menjadi fokus utama dalam menyusun RPP dan dianggap sebagai elemen yang paling penting. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa AuSaya pikir sudah sesuai bahwa ada tiga komponen utama: tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran . , dan penilaian pembelajaran . Komponen lainnya adalah pelengkap. Dalam RPP, kegiatan belajar dan asesmen ditulis dengan baik dan mengacu pada kurikulum dan kebutuhan belajar siswa. Ay Cara yang digunakan oleh pendidik untuk memadukan unsur-unsur dari kurikulum 2013 ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yakni identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi yang menjadi bagian penting yang disusun dalam RPP. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuAdanya identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar adalah semua elemen yang dimasukkan ke dalam RPP yang dibuat berdasarkan kurikulum Menyusun semua kompetensi dasar yang dapat digunakan dalam satu pertemuan atau lebih adalah cara pertama untuk membuat RPP. RPP kedua dapat dibuat dengan memuat penjelasan yang singkat, padat, dan jelas, dan dapat dibaca oleh siapa saja yang mengajar, termasuk siapa saja yang dapat melakukan apa yang ditunjukkan secara tahap demi tahap dalam RPP. RPP ketiga dapat dibuat dengan memberikan penjelasan yang tepat tentang memperkuat struktur organisasi pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dijelaskan dalam standar isi dan silabus. Menyusun indikator yang mencakup tiga komponen utamaAikognitif, afektif, dan psikomotorikAiadalah metode keempat untuk membuat RPP keempat. Meskipun demikian, ini tidak harus berlaku untuk semua. Dalam kelima cara membuat RPP, harus ada penonton, tingkah laku, kondisi, dan tingkat keberhasilan. Dengan kata lain. RPP harus mengandung penonton, tingkah laku, kondisi, dan tingkat keberhasilan. Keenam. RPP harus berfokus pada produk yang akan dibuat siswa. Misalnya, membuat jurnal dan mengerjakan berbagai tugas. Salah satu cara untuk membuat RPP ketujuh adalah dengan memasukkan kegiatan yang terstruktur sehingga kelas tidak berantakan. Tujuan pembelajaran adalah suatu pernyataan yang jelas yang menunjukkan kemampuan atau keterampilan yang ingin dicapai siswa selama aktivitas pembelajaran. Ay Ada beberapa hambatan dalam menyusun RPP, termasuk penentuan alokasi waktu, perumusan indikator pencapaian kompetensi, pemilihan metode pembelajaran, merumuskan indikator dari setiap pembelajaran, keterbatasan fasilitas, dan keterbatasan waktu. Untuk hambatan-hambatan kemampuan dan kreativitas guru dalam menyusun RPP yang efektif, sesuai dengan kebutuhan JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 siswa, dan mengoptimalkan fasilitas yang ada di sekolah. Selain itu, pendidik juga perlu mendapatkan dukungan dan perhatian yang memadai dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif sehingga dapat lebih fokus dalam merancang pembelajaran yang berkualitas. Hal ini diketahui dari jawaban wawancara oleh ibu Rahmawati sebagai guru biologi, yaitu: AuMembuat RPP memiliki beberapa tantangan. Saya merasa bingung dan kesulitan menentukan alokasi waktu yang tepat untuk pelajaran. Saya juga kesulitan membuat indikator 6 pencapaian kompetensi dan menentukan metode pembelajaran pada RPP. Saya juga merasa bingung dalam merumuskan indikator untuk setiap siswa. Saya juga merasa kesulitan menentukan dan memadukan tujuan pembelajaran. Salah satu hambatan lain adalah bahwa meskipun guru telah membuat RPP yang tepat untuk proses pembelajaran di kelas, mereka kadang-kadang terhalang oleh fasilitas di sekolah. Akibatnya, rancangan proses pembelajaran harus disesuaikan dengan fasilitas di sekolah. serta keterbatasan waktu Kita tahu bahwa guru memiliki banyak tanggung jawab selain menyiapkan RPP dan mengajar. Ada banyak tanggung jawab tambahan seperti administrasi, penelitian, dan hal lainnya. Jadi, dengan waktu yang terbatas, guru harus mempersiapkan RPP dengan baik. Ay Pembahasan Menurut pendekatan kurikulum 2013, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang lebih luas dan berfokus pada pengembangan kompetensi siswa (Bisri, 2. Pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang didasarkan pada kurikulum 2013 menjadi komponen penting dalam mempengaruhi hasil belajar siswa Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang dapat menyusun RPP dengan baik dengan mempertimbangkan elemen penting seperti tujuan pembelajaran, materi ajar yang relevan, metode pembelajaran yang sesuai, dan penilaian pembelajaran yang efektif cenderung memiliki hasil belajar siswa yang lebih baik pada mata pelajaran Biologi. Dalam RPP, perencanaan pembelajaran yang terorganisir dan terstruktur membantu memungkinkan pembelajaran yang lebih terarah dan efisien (Sufiani et al. , 2. Dengan menetapkan indikator pencapaian yang jelas untuk setiap kompetensi dasar dan alokasi waktu yang tepat untuk setiap kompetensi, guru dapat lebih akurat menilai pemahaman dan prestasi siswa (Naryatmo & Wati, 2. Selain itu. RPP berbasis kurikulum 2013 mendorong penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan partisipatif yang melibatkan siswa secara lebih aktif. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penerapan metode yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa dapat meningkatkan minat dan keinginan siswa untuk belajar biologi Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa (Lince, 2. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang menghalangi pelaksanaan RPP berbasis kurikulum 2013. Untuk membuat indikator pencapaian kompetensi yang sesuai dan menentukan alokasi waktu yang tepat, beberapa guru menghadapi masalah. Sekolah memiliki fasilitas yang terbatas, yang menghalangi pembelajaran yang efektif sesuai RPP. Oleh karena itu, pendidik harus diberi pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan untuk membuat RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013 untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi. Pembelajaran memerlukan fasilitas yang memadai (Sahid & Rachlan, 2. Pendekatan pembelajaran yang inovatif dan partisipatif juga dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran (Al Mustaqim, 2. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih komprehensif dan berfokus pada pengembangan kompetensi siswa, penerapan RPP berbasis Kurikulum 2013 sangat penting. Hasil belajar siswa Biologi diharapkan meningkat secara signifikan dengan perencanaan pembelajaran yang baik, penggunaan metode pembelajaran yang tepat, dan ketersediaan fasilitas yang memadai. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya mengenai evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI berbasis Kurikulum 2013 dan korelasi terhadap hasil belajar siswa, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Implementasi RPP yang berbasis Kurikulum 2013 memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi. Guru yang dapat menyusun RPP dengan baik dengan mempertimbangkan elemen penting seperti tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan penilaian pembelajaran cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik dari siswanya. Dalam RPP, perencanaan pembelajaran yang terorganisir dan terstruktur membantu memungkinkan pembelajaran yang lebih terarah dan efisien. Penetapan indikator pencapaian kompetensi yang jelas dan alokasi waktu yang tepat membantu guru menilai pemahaman dan prestasi siswa secara lebih akurat. RPP berbasis kurikulum 2013 mendorong penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan partisipatif yang melibatkan siswa secara lebih aktif. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penerapan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa dapat meningkatkan minat dan keinginan siswa untuk belajar biologi. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 Ada beberapa masalah yang perlu diperbaiki meskipun penerapan RPP berbasis Kurikulum 2013 menunjukkan korelasi positif dengan prestasi belajar siswa. Pembelajaran tidak selalu berjalan lancar. Ini disebabkan oleh masalah seperti menentukan alokasi waktu yang tepat, membuat indikator pencapaian kompetensi yang sesuai, dan kekurangan fasilitas di Peneliti juga menyarankan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa Biologi, guru harus mendapatkan pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan untuk membuat RPP yang sesuai dengan Kurikulum 2013. Selain itu, peningkatan fasilitas sekolah harus menjadi prioritas utama. Pendekatan pembelajaran yang inovatif dan partisipatif dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI, yang didasarkan pada Kurikulum 2013, dan bagaimana mereka berkorelasi dengan hasil belajar siswa, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam Kurikulum 2013. Jika RPP berbasis Kurikulum 2013 diimplementasikan dengan baik, ada kemungkinan bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi dapat ditingkatkan. Evaluasi RPP Guru Biologi Kelas XI Berbasis Kurikulum 13 dan Korelasi Terhadap Hasil Belajar Siswa DAFTAR REFERENSI Abdullah. Maimunah. , & Roza. Analisis Kelengkapan RPP Matematika pada Guru SMAN 5 Tapung. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10. , 391Ae400. Al Mustaqim. Peran Pendidikan Profesi Guru untuk Meningkatkan Profesionalitas dan Kualitas Pembelajaran di Indonesia. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1. , 168Ae Anshori. Integrasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Kurikulum 2013 Kelas Rendah di Madrasah Ibtidiyah. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 8. , 37Ae50. Asmah. Adiansyah. , & Nurmi. Analisis Kesulitan Guru Biologi SMA Negeri 10 Bone Dalam Penerapan Kurikulum 2013 Di Masa Pandemi Covid-19. Journal On Education, 5. , 13550Ae13557. Astanti. Banowati. , & Hariyanto. Implementasi Kurikulum 2013 Pada Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri Se-Kabupaten Sragen Tahun 2017. Edu Geography, 8. , 10Ae17. Bisri. Komponen-komponen dan model pengembangan kurikulum. Prosiding Nasional, 3, 99-110. Harahap. , & Nazliah. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Biologi Kurikulum 2013 Kelas X Semester 1 Tahun Ajaran 2016/2017 di MAS Islamiyah Gunting Saga Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Dan Biologi, 2. , 194Ae200. Imana. , & Aprilia. Evaluasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran IPA (Biolog. Berbasis Scientific Approach Kelas Vi di SMP Muhammadiyah Se-Kecamatan Kalasan. VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 11. , 122Ae131. Lince. Implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan motivasi belajar pada sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai, 1, 38Ae49. Magdalena. Fauzi. , & Putri. Pentingnya Evaluasi dalam Pembelajaran dan Akibat Memanipulasinya. BINTANG, 2. , 244Ae257. Mahariyanti. Ermila. , & Hadi. Samsul. Efektivitas Penggunaan Blended Learning dengan Platform Quipper School terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Biologi Kelas XI MIPA di SMAN 2 Selong. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 6. , 911Ae920. Makaborang. Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Biologi di SMA Negeri. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 6. , 130Ae145. Naryatmo. , & Wati. Analisis Rencana Pembelajaran Berdasarkan Penilaian Berbasis Kelas. GERAM, 10. , 126Ae133. Prastowo. Metodologi Penelitian Kualitatif. Ar-Ruz Media. Putri. Lufri. , & Helendra. Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Biologi Selama Pembelajaran Daring pada Siswa XI Sekolah Menengah Atas. Journal for Lesson and Learning Studies, 4. , 338Ae342. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 181-195 Sahid. , & Rachlan. Pengelolaan Fasilitas Pembelajaran Guru dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 3. , 24Ae39. Suardipa. , & Primayana. Peran Desain Evaluasi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Widyacarya: Jurnal Pendidikan. Agama Dan Budaya, 4. , 88Ae100. Tiwery. , & Rachmadiarti. Analisis Buku Ajar Biologi SMA Kelas X yang digunakan di Sekolah untuk Melatihkan Berpikir Kritis Siswa. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEd. , 12. , 414Ae431. Yanti. Penggunaan Model Pembelajaran Langsung (Direct Instructio. Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 15 Kota Takengon Tahun Pelajaran 2018-2019. BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi Dan Kependidikan, 7. , 115Ae120.