Matrik: Jurnal Manajemen. Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Vol. No. Juli 2022, pp. 735O752 ISSN: 2476-9843, accredited by Kemenristekdikti. Decree No: 200/M/KPT/2020 DOI: 10. 30812/matrik. Pemetaan Dimensi Ketahanan Pangan berbasis Web GIS dan Metode TOPSIS Mapping the Dimensions of Food Security based on Web GIS and TOPSIS Methods Rizky Muliani Dwi Ujianti1 . Mega Novita2 . Iffah Muflihati3 Universitas PGRI Semarang. Indonesia Informasi Artikel ABSTRAK Genesis Artikel: Ketahanan pangan di suatu wilayah ditentukan oleh tersedianya pangan yang tepat dan memadai. Dalam memetakan dimensi ketahanan pangan ini diperlukan Web Geografhic Information System (GIS). Penelitian menggunakan mix method kualitatif dan kuantitatif yaitu kombinasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan metode Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), metode pengembangan Web GIS menggunakan metode McCall. Data spasial yang digunakan: batas administrasi Kab. Kendal, titik lokasi kecamatan, jumlah dari beberapa variabel ketahanan pangan. Data non spasial: keterangan penjelasan tentang dimensi ketahanan, dan foto foto kegiatan. Pengumpulan data sekunder bersumber dari instansi pemerintah dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Hasil penelitian dari metode TOPSIS berupa data perangkingan alternatif dimensi ketahanan pangan pada kecamatan dan peta Web GIS sesuai dengan beberapa variabel yaitu prasarana penyedia pangan yaitu rumah makan, penduduk, pengguna air bersih, jumlah tenaga kesehatan, jumlah puskesmas pembantu dan jumlah puskesmas, sedangkan hasil dari metode McCall mendeskripsikan bahwa total kualitas pengembangan WebGIS ini 61,05 yang berada dalam kategori baik. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut berdasarkan variabel ketahanan pangan yang lain ataupun untuk pemetaan daerah lain, sehingga diperoleh penggambaran yang lebih kompleks mengenai potensi dimensi ketahanan pangan pada suatu Diterima, 28 Januari 2022 Direvisi, 18 Mei 2022 Disetujui, 08 Juli 2022 Kata Kunci: Ketahanan Pangan McCall Sistem Informasi Geografi TOPSIS Web SIG ABSTRACT Keywords: Food security Geographic Information System McCall TOPSIS Web GIS Food security in an area is determined by the availability of appropriate and adequate food. In mapping the dimensions of food security, a Web Geographic Information System (GIS) is needed. The research uses a mix of qualitative and quantitative methods, namely a combination of Decision Support Systems (DSS) with the Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method, and the McCall method for Web GIS development. Spatial data used: . administrative boundaries Kendal Regency, . sub-district location points, . sum of several food security variables. Non-spatial data: explanations about the dimensions of resilience, and photos of activities. Secondary data collection was sourced from government agencies and the Central Bureau of Statistics of Kendal Regency. The results of the TOPSIS method in the form of alternative ranking data on the dimensions of food security in the subdistrict and Web GIS maps according to several variables, namely food supply infrastructure, namely restaurants, residents, clean water users, number of health workers, number of supporting health centers and number of health centers, while the results of McCallAos method describes that the total quality of WebGIS development is 61. 05 which is in the good category. This research can be further developed based on other food security variables or for mapping other areas so that a more complex description of the potential dimensions of food security in an area is obtained. This is an open access article under the CC BY-SA license. Penulis Korespondensi: Rizky Muliani Dwi Ujianti. Program Studi Teknologi Pangan. Universitas PGRI Semarang,Indonesia Email: rizkymuliani@upgris. Journal homepage: https://journal. id/index. php/matrik PENDAHULUAN ISSN: 2476-9843 Sektor pangan, kesehatan, energi dan komunikasi sangat penting diperhatikan dalam masa pandemi. Sektor pangan harus diperhatikan, karena penting untuk memenuhi ketahanan pangan masyarakat pada masa pandemi . Produksi pangan dalam negeri memegang peranan yang penting, pandemi ini mempengaruhi produksi, pilihan, pembelian, dan penerapan input pangan secara tepat waktu baik tingkat hulu maupun hilir yang menyebabkan pengaruh di sektor pertanian . , impor kebutuhan domestik juga ikut terkendala pada masa pandemi ini, karena ada beberapa negara yang masih menahan adanya impor tersebut . Ketahanan pangan ditentukan oleh tersedianya jenis pangan yang tepat dan memadai, masyarakat memiliki akses fisik, ekonomi, dan sosial terhadap pangan tersebut, pencapaian kesejahteraan gizi melalui akses ke, air bersih, sanitasi, pemenuhan kebutuhan masyarakat setiap saat, perawatan kesehatan, dan pola makan yang memadai . Kondisi terpenuhinya pangan, pangan yang tersedia, baik dari segi kecukupan, pemerataan, mutu, kemanan, diversifikasi dan cukup terpenuhi, ini merupakan cerminan ketahanan pangan pada suatu negara. Perlunya penelitian mengenai dimensi ketahanan pangan berbasis Web GIS pada saat pandemi ini sangat penting, karena dapat mendukung kestabilan pangan dan ekonomi bagi masyarakat, dan pengguna dapat lebih mudah mengaksesnya pada Web GIS ini. Menurut Food and Agriculture Organization, kriteria dimensi ketahanan pangan yaitu: akses pangan, ketersediaan pangan, penggunaan pangan dan stabilitas pangan. Prinsip-prinsip tentang pengukuran ketahanan pangan dan saran tentang jenis intervensi yang berpotensi memperkuat kemampuan para pemangku kepentingan di bidang pangan dan pembuat kebijakan untuk merespons sistem ketahanan pangan di masa depan berbasis sinergitas . Ketahanan dan sistem keamanan pangan di Indonesia dapat dianalisis dengan penerapan Teknologi Komunikasi dan Informasi, khususnya SIG. SIG ini merupakan ini sistem informasi yang merupakan perpaduan data teks . objek dengan data grafis . yang dapat dihubungkan secara geografis di bumi . SIG dapat mengatur, menggabungkan, melakukan analisis dengan hasilnya adalah keluaran yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah-masalah geografi . Penerapan SIG di bidang pertanian misalnya dapat berpotensi meningkatkan lingkungan kerja petani, sehingga meningkatkan profitabilitas, produktivitas dan efisiensi, yang akan memberikan dampak positif pada ketahanan pangan . Penelitian Maria et al. 2021, berjudul Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Karet Menggunakan Metode TOPSIS, membahas metode TOPSIS yang menggunakan prinsip alternatif yang terpilih tidak hanya mempunyai jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak ideal terpanjang dari jarak ideal negatif. Hasil penelitian menunjukkan tujuh kriteria sistem pendukung keputusan yang dirancang dengan memakai aplikasi mobile sehingga dapat digunakan dan bermanfaat bagi petani dan masyarakat . Penelitian Kristiana, 2018, yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Dengan Menggunakan Metode TOPSIS Untuk Pemilihan Lokasi Pendirian Grosir Pulsa, yang membahas mengenai penentuan lokasi terbaik dalam mendirikan cabang grosir yang baru menggunakan metode TOPSIS. Hasilnya menunjukkan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini pada pemilihan tempat untuk pendirian grosir pulsa yang baru yaitu: pendapatan masyarakat, kepadatan penduduk, lokasi yang strategis, tingkat keamanan yang mendukung dan dekat dengan sarana umum . Penelitian yang dilakukan oleh Herlambang et al. 2018, yang berjudul AyImplementation of Profile Matching Methods in a Mobile Based Adolescent Nutritional Assesment SystemsAy, yang membahas tentang penggunaan mobile apps dalam penentuan status gizi remaja. Metode profile matching pada aplikasi mobile digunakan untuk menentukan peringkat status gizi remaja. Hasil penelitian aplikasi berbasis mobile ini dapat digunakan untuk menghitung status gizi remaja dan meginformasikan hasil perangkingan untuk kegiatan assesment status gizi remaja . Penelitian Nalatissifa et al 2020, yang berjudul Sistem Penunjang Keputusan Menggunakan Metode Topsis untuk Menentukan Kelayakan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada Desa Sumbaga, yang membahas tentang penggunaan metode TOPSIS yang membantu penentuan penerima bantuan RTLH, metode waterfall pada penelitian ini digunakan sebagai metode dalam pengembangan software, dan menggunakan TOPSIS untuk penentuan kelayakan bantuan RTLH. Hasilnya menunjukkan bahwa metode TOPSIS dapat digunakan untuk penentuan kelayakan bantuan RTLH di Desa Sumbaga . Penelitian Wibisono et al, 2019, yang berjudul Penerapan Metode TOPSIS Dalam Penentuan Dosen Terbaik, yang membahas tentang penggunaan TOPSIS dalam pemeringkatan dosen terbaik dengan kriteria: prestasi, lama kerja, dan tridharma perguruan tinggi yaitu: pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan untuk penentuan dosen terbaik . Penelitian Anwar et al, 2020, yang berjudul Sistem Informasi Geografis Pemanfaatan Aset Tanah Daerah di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Purbalingga, yang membahas tentang pembuatan SIG berbasis website dan android, dengan metode yang dibagi menjadi beberapa tahapan yakni: tahap analisis situasi, tahap pelaksanaan yang menggunakan framework scrum yang terdiri dari: analisis kebutuhan, product backlog dan proses sprint dan tahap implementasi demonstrasi model atau prototipe sistem dalam lingkungan yang relevan dengan indikator capaian dan tahap dokumentasi. Hasil penelitian yaitu terbentuknya sistem informasi penyewaan aset tanah daerah berbasis website dan android, dengan metode scrum yang digunakan dalam proses pembuatan menghasilkan penyelesaian sistem . Penelitian Pangestu et al, 2020 yang berjudul Evaluasi Usability pada Web GIS Pemantauan Kesehatan Hutan Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS), penelitian ini untuk mengetahui usability dari Web GIS Simantan menggunakan metode SUS. Hasil penelitian ini. Web GIS Simantan diterima dengan baik oleh responden . Penelitian Hernina et al, 2020, dengan judul Analisis Peringkat Lokasi Potensial Taman Kota Depok di Tingkat Kecamatan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan TOPSIS, yang membahas tentang penggunaan metode TOPSIS dan SIG dalam penentuan lokasi potensial taman kota Depok pada tingkat kecamatan, kriteria yang digunakan: luas lokasi taman kota, wilayah potensial RTH, dan akses jalan. Hasil penelitiannya menunjukkan pemberian bobot tertinggi adalah kriteria panjang jalan sebagai solusi ideal positif, dan akan menjamin akses jalan yang semakin baik pada semakin tingginya peringkat lokasi potensial taman pada kecamatan tersebut . Penelitian Imansyah 2020, yang berjudul Pemrosesan Data Buta Aksara Berbasis Web GIS, penelitian ini membahas mengenai penggunaan aplikasi SIG yang pada persebaran data buta aksara berbasis web. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sambas. Aplikasi pada penelitian ini dibuat dengan struktur website HTML, bahasa pemrograman . avascript dan PHP). MySQL sebagai pembuat database, dan juga menggunakan peta dasar Google Map. Hasil penelitiannya: aplikasi SIG yang memetakan persebaran data buta aksara berbasis web menggunakan google map API yang merupakan aplikasi open source terintegrasi dalam website. Aplikasi ini telah memenuhi kebutuhan sistem dan permasalahan penelitian . Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Beberapa penelitian terdahulu yang telah dijabarkan diatas menyebutkan bahwa penggunaan metode Sistem Pendukung Keputusan dan TOPSIS untuk: . pemilihan bibit karet, . pemilihan lokasi pendirian grosir pulsa, . kelayakan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), . penentuan dosen terbaik, . penentuan status gizi remaja, serta tema penelitian GIS yang membahas mengenai: . pemanfaatan aset tanah daerah, . pemantauan kesehatan hutan, lokasi potensial taman kota depok, . pemrosesan data buta aksara. Beberapa penelitian diatas mempunyai kemiripan dalam hal metode yaitu ada yang membahas mengenai TOPSIS dan GIS, namun pada penelitian kami metode yang dilakukan bukan metode studi literatur, melainkan merancang Web GIS dimensi ketahanan pangan. Sehingga, pembeda dengan beberapa peneltian diatas adalah: penelitian ini mengkombinasikan Web GIS untuk pemataan dimensi ketahanan pangan dan metode TOPSIS yang merupakan salah satu dari Multi Criteria Decision Making (MCDM), menurut penelusuran pustaka sebagai contoh diatas, tema penelitian ini belum diteliti yaitu tentang dimensi ketahanan pangannya, sebagai contohnya yang kami teliti adalah: kriteria yang masalah-masalah sosial/kependudukan, pengguna air bersih, kesehatan, serta aspek utama dari dimensi ketahanan pangan itu sendiri yaitu sarana dan prasarana penyedia pangan. Jumlah sarana dan prasarana pangan ini merupakan salah satu aspek kunci dalam dimensi ketahanan pangan, jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan ditabulasikan dalam peta Web GIS (Gambar . , yang menunjukkan berapa jumlah warung makan, restoran pada tiap kecamatan, sehingga penelitian ini akan berguna bagi masyarakat dan instansi terkait ketika mengakses peta Web GIS ini, yang dimana pada penelitian sebelumnya, aspek ini belum diteliti. Tujuan penelitian ini adalah: merancang Web GIS untuk dimensi Ketahanan pangan disertai perangkingan pada tiap kecamatannya, dengan dirancangnya Web GIS dimensi ketahanan pangan dengan metode TOPSIS ini, sehingga kontribusi penelitian ini adalah: dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan misalnya Dinas Ketahanan Pangan ataupun dinas dinas terkait untuk mempermudah pemantauan kondisi dimensi ketahanan pangan di Kabupaten Kendal. Web GIS ini digunakan untuk memudahkan evaluasi dimensi ketahanan pangan, yang mencakup beberapa kriteria yaitu sarana dan prasarana penyedia pangan, kependudukan, air bersih dan kesehatan Organisasi penelitian pada artikel matrik ini adalah: pada Bab 1 (Pendahulua. , pada alinea 1 membahas tentang latar belakang pada penelitian ini tentang pentingnya Web GIS dalam pemetaan dimensi ketahanan pangan, alinea 2 membahas mengenai beberapa penelitian terdaulu yang terkait dengan penelitian ini, alinea 3 membahas tentang pembeda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, alinea 4 membahas mengenai organisasi penulisan yang membahas sub bagian artikel ini dari pendahuluan hingga kesimpulan. Bab 2 (Metode penelitia. , membahas mengenai penjelasan mix method dalam penelitian ini, tahapan metode TOPSIS yang digunakan dalam penelitian ini, tahapan penelitian Web GIS yang terdiri dari: diagram perencanaan Web GIS, metode pengembangan sistem, dan lokasi penelitian. Bab 3 (Hasil dan analisi. , membahas mengenai pengembangan sistem, analisis kebutuhan yang terdiri dari spesifikasi aplikasi dan pengguna, kebutuhan hardware, identifikasi kebutuhan sumber daya manusia, desain user interface . alaman utama beranda, halaman menu profil SIG, contoh halaman pet. , analisis hasil TOPSIS yang membahas mengenai perangkingan di tiap kecamatan, selanjutnya dibahas mengenai analisis dimensi ketahanan pangan dan peta SIG yang menjelaskan tiap variabelnya yaitu: sarana dan prasarana penyedia pangan, penduduk, air bersih, dan kesehatan. Pada Bab 4 membahas mengenai kesimpulan dan saran dari penelitian ini. Dengan demikian, implikasi dari penelitian ini dapat dijabarkan bukan hanya pada studi kasus penelitian saja, namun dapat digunakan untuk penentuan masalah-masalah sosial lain pada wilayah ini. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian menggunakan kombinasi mix method, penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode kualitatif yang diterapkan pada penelitian ini mendeskripsikan realitas yang ada pada wilayah penelitian berupa kompleksitas sosial yang digunakan dalam beberapa alternatif dimensi ketahanan pangan misalnya variabel kependudukan, kesehatan, dan air bersih. Pendekatan kuantitatif dari penelitian ini yaitu menjelaskan hubungan antar variabel tersebut dan menganalisisnya menggunakan metode TOPSIS dan memetakannya kedalam output peta Web GIS. Ada beberapa metode dalam pemecahan masalah multikriteria ini, salah satunya adalah metode TOPSIS. TOPSIS dapat memberi solusi dari sejumlah alternatif dengan cara membandingkan setiap alternatif. TOPSIS merupakan suatu bentuk metode pendukung keputusan yang didasarkan pada konsep bahwa alternatif terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif tetapi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif . Langkah-langkah yang digunakan dalam metode TOPSIS . Merancang sebuah matriks keputusan. Matriks keputusan X mengacu terhadap m alternatif yang akan dievaluasi berdasarkan n Merancang matriks keputusan yang ternormalisasi Persamaan yang digunakan untuk mentransformasikan setiap elemen xij Merancang matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot Penentuan matriks solusi ideal positif dan solusi ideal negatif Menghitung separasi Menghitung kedekatan terhadap solusi ideal positif Merancang rangking alternatif Alternatif diurutkan dari nilai S terbesar ke nilai terkecil. Alternatif dengan nilai S terbesar merupakan solusi terbaik. Beberapa sub kriteria yang digunakan: Faktor jumlah sarana penyedia pangan . umah makan, warung, restoran, dl. yang tersedia (P. , dihitung dengan data jumlah sarana penyedia pangan yang tersedia di tiap kecamatan dengan nilai bobot . Faktor jumlah penduduk (P. merupakan presentase jumlah penduduk pada kecamatan tersebut, dengan nilai bobot . Faktor air bersih (P. merupakan presentase jumlah pelanggan PDAM pada wilayah kecamatan tersebut, dengan nilai bobot . Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 Faktor jumlah tenaga kesehatan (P. merupakan rata-rata jumlah tenaga kesehatan di wilayah kecamatan tersebut, dengan nilai bobot . Faktor jumlah fasilitas kesehatan (P. merupakan rata-rata jumlah fasilitas kesehatan di wilayah kecamatan tersebut, dengan nilai bobot . Tahapan Penelitian Diagram Perencanaan Web GIS Diagram perencanaan Web GIS dimulai dari pencarian data sekunder di Kabupaten Kendal melaui wawancara pemangku kepentingan yakni pendamping program sosial di Kabupaten Kendal. Data spasial diperoleh dari peta yang mengintrepretasikan dan memproyeksikan kejadian-kejadian sesuai dengan tema penelitian di Kabupaten Kendal serta data-data yang didapatkan dari website BPS Kendal. Selanjutnya, dilakukan beberapa proses yakni digitasi-manajemen data GIS-pembuatan database dan memvisualisasikannya kedalam peta SIG. Diagram perencanaan SIG disajikan pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Perencanaan SIG . Metode Pengembangan Sistem Penelitian ini menggunakan Web GIS. Web GIS yaitu sebuah sistem yang dibuat untuk bekerja dengan data yang tergeoreferensi secara spasial . Pengembangan sistem pada penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data spasial peta Kabupaten Kendal, kemudian dilakukan digitasi peta, pengimporan peta dalam format shp dan pemberian simbol dan style, dan selanjutnya jika masih ada kesalahan dilakukan editing, namun jika sudah dirasa benar, maka dilakukan style dan simbol corresponding lalu dilakukan kombinasi data spasial dan non spasial, memasukkannya dalam peta peta digital dan memasukkannya dalam Web GIS. Untuk pengumpulan data non spasial, tahapan pertama yg dilakukan adalah dilakukan grouping data, pembuatan tabulasi data, mengoreksi data dan dilakukan selanjutnya jika masih ada kesalahan dilakukan editing, namun jika sudah dirasa benar, maka dilakukan style dan simbol corresponding lalu dilakukan kombinasi data spasial dan non spasial, memasukkannya dalam peta peta digital dan memasukkannya dalam Web GIS, lalu Web GIS Kabupaten Kendal tersusun. Gambar 2 menyajikan diagram alir metode pengembangan sistem. Gambar 2. Metode Pengembangan Sistem Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Metode Pengukuran Hasil Model Web GIS Untuk mengukur hasil model Web GIS, kami menggunakan metode McCall, metode ini merupakan metode pengukuran software yang dengan kriteria yang lengkap. Beberapa kriteria pada metode McCall ini adalah: . correctness, . reliability, . efficiency, . integrity, dan . Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah ahli IT (Unit Pelaksana Teknis Teknologi dan Informasi di Universitas PGRI Semaran. , sebanyak 28 responden, kuesioner disebar melalui manual dan online. Kuesioner menggunakan skala likert . , yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Skala Likert Skala Penilaian Keterangan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Rentang penilaian untuk bobot setiap faktor kualitas dan bobot untuk setiap metrik dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Bobot Kualitas dan Matrik Skala Penilaian Keterangan Sangat Penting Penting Cukup Penting Tidak Penting Sangat Tidak Penting Setelahnya, dibuat instrument pertanyaan berdasarkan pada teori McCalls. Analisis data kuesioner dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan rumus McCalls . , kemudian presentase dihitung dengan menggunakan rumus . Rentang persentase mengacu pada pembagian persentase lima kategori kualitas menurut Arikunto . Rentang kategori kualitas dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Rentang Kategori Presentasi Faktor Kualitas Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Presentase 81% - 100% 61% - 80% 41% - 60% 21% - 40% <21% Berikut merupakan tahapan untuk penghitungan kualitas dengan metode McCalls, sebagai berikut: Penentuan kriteria untuk pengukuran suatu faktor kualitas Penetuan bobot . dari setiap kriteria faktor kualitas . <= w <= . Penentuan skala nilai yaitu 1 untuk nilai minimum, dan 5 untuk nilai maksimum Nilai dari tiap responden kemudian dimasukkan Menghitung nilai rata-rata, berdasarkan langkah 4 Menghitung nilai total dengan persamaan . F a = w1c1 w2c2 . F a = nilai total dari faktor a wi = bobot untuk kriteria i ci = nilai untuk kriteria i Menghitung persentase (%) nilai faktor kualitas dengan menggunakan persamaan P ercentage = Obtained Value Max Value . Lokasi Penelitian Wilayah penelitian terletak Kabupaten Kendal. Jawa Tengah. Secara astronomis terletak antara 109o 40Ao - 110o 18Ao BT dan 6 40Ao 110o 24Ao LS. Batas wilayahnya, sebelah utara yaitu Laut Jawa, sebelah timurnya adalah kota Semarang, sebelah selatannya merupakan Kab. Temanggung. Topografinya di bagian selatan merupakan daerah pegunungan yang terletak di ketinggian antara 0 579 m dpl. Temperaturnya pada daerah ini pada kisaran 250o C. Pada bagian tengah merupakan wilayah perbukitan, dataran Pada wilayah utara merupakan pantai dengan ketinggian antara 0 s/d 10 m dpl dan suhu berkisar 270o C. Metode deskriptif Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 dengan pendekatan survei dilakukan untuk pengamatan wilayah penelitian. Pengumpulan data sekunder yang bersumber dari BPS Kab. Kendal dan instansi pemerintahan di lingkungan Kabupaten Kendal, dengan data sebagai berikut: sarana dan prasarana penyedia pangan . estoran, rumah makan, warung, dl. , penduduk, pelanggan PDAM . engakses air bersi. , dan variabel kesehatan yang terdiri dari jumlah tenaga kesehatan, puskesmas dan puskesmas pembantu. Gambar 3 menyajikan peta kabupaten Kendal. Gambar 3. Kab. Kendal. Jawa Tengah . HASIL DAN ANALISIS Pengembangan sistem Pengembangan Web GIS . enjelasan dari Gambar . , pada penelitian ini, dilakukan dengan tahapan: Data spasial Pengumpulan data spasial peta Kabupaten Kendal, data spasial yang digunakan disini adalah: . batas administrasi Kab. Kendal, . titik lokasi kecamatan dan jumlah dari beberapa variabel ketahanan pangan yang tersedia, yang disajikan dalam penelitian ini adalah: Jumlah Sarana Penyedia Pangan. Jumlah Penduduk. Air Bersih/Jumlah Pelanggan PDAM. Jumlah Tenaga Kesehatan. Jumlah Fasilitas Kesehatan. Digitasi peta, digitasi peta pada penelitian ini dilakukan dengan pengubahan data data raster ke dalam bentuk data vektor, sesuai dengan pengelompokan yang dibuat Pengimporan peta dalam format shp Pemberian simbol dan style Jika masih ada kesalahan dilakukan editing Jika sudah dirasa benar, maka dilakukan style dan simbol corresponding Dilakukan kombinasi data spasial dan non spasial Memasukkannya dalam peta peta digital dan memasukkannya dalam Web GIS. Data non spasial pengumpulan data spasial peta Kabupaten Kendal, data non spasial yang digunakan disini adalah: keterangan penjelasan tentang dimensi ketahanan pangan Kab. Kendal. Foto foto kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan yang berhubungan dengan sosial dan dimensi ketahanan pangan Kab. Kendal yang dimasukkan ke dalam menu Galeri Kegiatan, yang disajikan pada Gambar 4. Gambar 4. Galeri Kegiatan di Kab. Kendal Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Dilakukan grouping data untuk memisahkan data berdasarkan kriteria Pembuatan tabular data, yaitu proses pengelompokkan atau pengklasifikasian data penelitian, yaitu dengan memasukkan data deskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis yang diterangkan dalam penelitian ini Mengoreksi data jika masih ada kesalahan dilakukan editing, namun jika sudah dirasa benar, maka dilakukan style dan simbol Dilakukan kombinasi data spasial dan non spasial Memasukkannya dalam peta peta digital Memasukkannya dalam web gis, kemudian web gis kabupaten kendal tersusun. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan Web GIS adalah: spesifikasi pengguna, identifikasi kebutuhan sumber daya manusia, spesifikasi aplikasi, kebutuhan hardware, dan lingkungan operasi . , yang dijelaskan dalam beberapa hal berikut: Spesifikasi Aplikasi Sistem Informasi Geografis ini, akan memiliki beberapa fungsi yaitu: Tampilan peta di wilayah Kab. Kendal Tampilan titik-titik koordinat peta yaitu latitude dan longitude Adanya tombol-tombol navigasi yang berfungsi untuk mengolah tampilan peta yaitu zoom, zoom in, zoom out, full extent identify dan show label Tampilan data atribut kecamatan, ini meliputi nama kecamatan dan id kecamatan. Tampilan data atribut yaitu: id rumah makan, penduduk, pelanggan PDAM, tenaga kesehatan, puskesmas pembantu dan puskesmas di Kabupaten Kendal Penyediaan menu tambah, edit dan hapus untuk mengolah data atribut rumah makan, penduduk, pelanggan PDAM, tenaga kesehatan, puskesmas pembantu dan puskesmas Penampilan laporan informasi data hasil rumah makan, penduduk, pelanggan PDAM, tenaga kesehatan, puskesmas pembantu dan User friendly Spesifikasi Pengguna Sistem aplikasi ini dapat digunakan membantu instansi pemerintah, swasta, maupun stakeholder yang terkait dengan pangan, guna memetakan dimensi ketahanan pangan pada wilayah Kabupaten Kendal, sehingga dengan bantuan peta SIG ini informasi tersebut dapat ditunjukkan dengan tepat. Lingkungan Operasi SIG Dimensi Ketahanan pangan ini memerlukan lingkungan operasi yaitu: Sistem Operasi Microsoft Windows 7 yang mendukung kinerja SIG dimensi ketahanan pangan yang akan dirancang Pembuatan Web GIS, dengan mengimport database dari data shp ke dalam postgreSql yang digunakan sebagai database dalam mendukung pembuatan Web GIS, kemudian dilakukan konfigurasi dalam file. map dengan bantuan framework pmapper untuk menampilkan peta. Kebutuhan Perangkat Keras (Hardwar. Hardware yang digunakan dalam aplikasi GIS ini, membutuhkan spesifikasi khusus digunakan agar software aplikasi dapat digunakan dengan lancar dan memiliki kinerja yang optimal. Identifikasi Kebutuhan Sumber Daya Manusia Berikut merupakan beberapa bagian jobdesk yang harus dimiliki sehingga penggunaan software ini dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Bagian analisis dan perancangan sistem: diperlukan SDM yang memiliki kemampuan dalam pengoperasian aplikasi database yang berbasis GIS. Programmer GIS: penguasaan rancang bangun program database GIS Operator jaringan: diperlukan penguasaan dalam pengelolaan jaringan server dan client untuk proses online. Operator komputer: diperlukan kemampuan dalam pengoprasian komputer. Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 Desain User Interface Halaman Utama/Beranda Halaman beranda menampilkan Menu Profil SIG. Galeri. Data Kabupaten, berita, serta menu contact. Halaman beranda, menu beranda ini adalah menu yang akan muncul ketika website pertama kali diakses, yang disajikan pada Gambar 5. Gambar 5. Halaman Menu Beranda Gambar 5 merupakan halaman beranda, menu beranda ini adalah menu yang akan muncul ketika website pertama kali diakses. Halaman beranda menampilkan Menu Profil SIG. Galeri. Data Kabupaten, berita, serta menu contact. Halaman Menu Profil SIG Gambar 6. Halaman Menu Profil SIG Halaman menu (Gambar . ini bisa diakses dengan mengklik Menu Profil SIG yang terdapat pada header website. Contoh Halaman Peta Tab menu ini menampilkan informasi geografis dari geografi di wilayah Kabupaten Kendal. Pada tab menu geografi ini terdapat Informasi Geografis yang diteliti misal: penduduk (Gambar . , sosial, serta wilayah, dan untuk melihat sistem informasi sebagai contoh saat mengklik tab menu Penduduk maka akan tampil informasi dalam bentuk peta digital sebagai Gambar 7. Tab Menu Peta Penduduk Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Untuk mengetahui detail informasi tiap-tiap wilayah dapat dilakukan dengan cara hover kursor mouse pada wilayah kecamatan yang dituju, makan secara otomatis pop up informasi akan tampil. Hasil Pengukuran Model Web GIS pengukuran model Web GIS menggunakan metode McCall, disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil pengukuran model Web GIS menggunakan metode McCall Faktor Kualitas Corectness . Reliability . Efficiency . Integrity . Usability . Metrik dan Parameter Completeness Informasi pembelajaran/materi yang ditampilkan di AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy sudah lengkap, jelas dan mudah dicari oleh pengguna Completeness Semua fitur yang terdapat pada AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat berfungsi Consistency AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy memiliki tampilan website yang konsisten. Traceability AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat menyediakan informasi terbaru dan mencantumkan waktu atau tanggal terakhir informasi Traceability AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy menyediakan layanan bantuan online seperti help atau layanan kontak admin Error Tolerance Jika terjadi kesalahan atau error. AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat memberikan pesan pemberitahuan . tentang langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah Error Tolerance AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat berfungsi kembali setelah mengalami kegagalan sistem yang diakibatkan oleh server yang sedang down Accuracy AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat menampilkan informasi dan output dengan benar dan akurat Simplicity AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat digunakan dengan mudah dan tidak membingungkan Excecution Efficiecy AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy dapat menanggapi, memproses dan menampilkan permintaan dari pengguna dengan cepat dan tepat waktu Access Control Proses Login dapat berfungsi dengan benar dan sesuai dengan harapan pengguna Pengguna dapat menggunakan fitur-fitur yang disediakan sesuai hak akses yang diberikan Operability AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy mudah digunakan Training AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy mudah dipelajari . engguna baru dapat dengan mudah mempelajari/ menggunakan AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy Communicativeness AyWeb GIS Ketahanan Pangan Kab. KendalAy memiliki tampilan yang menarik, tertata rapi dan tidak berlebihan . ser friendl. Bobot Nilai Kriteria Bobot x kriteria 5,00 3,50 4,70 3,76 5,00 3,00 5,00 3,00 4,80 2,88 4,40 3,08 4,60 3,22 4,80 3,84 4,80 3,84 4,80 3,84 5,00 3,00 5,00 3,00 5,00 4,00 5,00 3,50 4,60 3,68 Selanjutnya, rerata dan total kualitas model pengembangan dari nilai Fa1 sampai dengan Fa5, disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Correctness (Fa. 5,38 3,77 Rerata Total Kualitas Reliability (Fa. 4,66 3,73 Efficiency (Fa. Integrity (Fa. 3,84 2,69 2,10 61,05 (Kategori Bai. Usability (Fa. 3,73 2,98 Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 Hasil pengukuran dari model Web GIS yang diusulkan, dengan menggunakan metode McCall . ada Tabel 4 dan . , menunjukkan total kualitas 61,05 dengan kategori baik. Perbandingan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yang dijelaskan pada Bab 1 (Pendahulua. adalah, penelitian ini mengintegrasikan Web GIS dimensi ketahanan pangan dengan pengukuran model webGIS menggunakan metode McCall dan TOPSIS sebagai salah satu MCDM untuk perangkingan pada tiap kecamatan, dengan beberapa sub kriteria yaitu: sarana dan prasarana penyedia pangan, kependudukan, penyediaan air bersih, dan kesehatan, yang analisisnya dijelaskan pada bagian berikut: Analisis Hasil TOPSIS Data yang digunakan akan menjadi alternatif dengan menggunakan 5 kriteria, dan selanjutnya akan diolah menjadi sebuah matrik. Alternatif disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Alternatif Kode Kecamatan Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Kode Kecamatan Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken Kriteria dan bobot disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Kriteria dan Bobot Kode Kriteria Kriteria Jumlah Sarana Penyedia Pangan Jumlah Penduduk Air Bersih/Jumlah Pelanggan PDAM Jumlah Tenaga Kesehatan Jumlah Fasilitas Kesehatan Bobot Tahapan selanjutnya dilakukan: penentuan matrik keputusan ternormalisasi, dengan cara memasukan semua kode kecamatan diikuti dengan nilai masing-masing kriteria yang sudah ditentukan (P1 P. , yang disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Matriks Keputusan Kode Kecamatan Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken 0,0000 17,2000 2,8000 4,4000 4,0000 12,4000 26,8000 27,6000 2,5000 11,6000 2,8000 4,4000 18,8000 13,3333 36,0000 10,0000 5,3333 10,8000 16,4000 42,4000 3,2000 5,9300 3,5000 5,1200 5,1900 3,4300 8,0900 6,5000 5,1100 4,9700 3,7300 3,5200 5,1500 3,6000 5,8800 5,2600 4,9000 5,1700 5,9000 5,8700 6,1340 38,1340 13,7380 12,5360 0,0000 0,0000 47,2700 93,6780 64,4840 45,6960 31,7940 14,3800 37,3980 3,8380 43,2780 10,8840 23,9520 66,3640 74,4260 152,3320 6,7172 16,6970 8,4444 10,3636 12,0909 12,4747 35,6970 11,7071 30,1313 17,8485 15,3535 8,6364 49,1313 7,6768 72,9293 16,8889 11,3232 9,4040 15,3535 88,0909 Akar kuadrat dari masing masing kriteria disajikan Tabel 9. Tabel 9. Akar Kuadrat Matrik Keputusan 16,4185 10,0010 27,9341 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 21,3766 5,7975 1,0000 1,4444 1,2222 1,3889 0,8889 0,7778 1,8889 2,3889 1,5556 1,8889 1,2778 1,2778 1,8889 1,0556 2,7222 2,1111 1,6111 1,5000 2,0556 3,6667 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Kemudian angka ini yang digunakan untuk membangun matrik keputusan ternormalisasi, yang disajikan pada Tabel 10. Tabel 10. Matrik Keputusan Ternormalisasi Kode Kecamatan Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken 0,0000 4,1473 1,6733 2,0976 2,0000 3,5214 5,1769 5,2536 1,5811 3,4059 1,6733 2,0976 4,3359 3,6515 6,0000 3,1623 2,3094 3,2863 4,0497 6,5115 1,7889 2,4352 1,8708 2,2627 2,2782 1,8520 2,8443 2,5495 2,2605 2,2293 1,9313 1,8762 2,2694 1,8974 2,4249 2,2935 2,2136 2,2738 2,4290 2,4228 2,4767 6,1753 3,7065 3,5406 0,0000 0,0000 6,8753 9,6787 8,0302 6,7599 5,6386 3,7921 6,1154 1,9591 6,5786 3,2991 4,8941 8,1464 8,6271 12,3423 2,5918 4,0862 2,9059 3,2193 3,4772 3,5320 5,9747 3,4216 5,4892 4,2247 3,9184 2,9388 7,0094 2,7707 8,5399 4,1096 3,3650 3,0666 3,9184 9,3857 1,0000 1,2019 1,1055 1,1785 0,9428 0,8819 1,3744 1,5456 1,2472 1,3744 1,1304 1,1304 1,3744 1,0274 1,6499 1,4530 1,2693 1,2247 1,4337 1,9149 Matrik keputusan terbobot merupakan hasil perhitungan dari matrik ternormalisasi dikalikan dengan bobot masing - masing kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya, yang disajikan pada Tabel 11. Tabel 11. Matrik Keputusan Berbobot Kode Kecamatan Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken 0,0000 124,4186 50,1996 62,9285 60,0000 105,6409 155,3061 157,6071 47,4342 102,1763 50,1996 62,9285 130,0769 109,5445 180,0000 94,8683 69,2820 98,5901 121,4907 195,3458 35,7771 48,7032 37,4166 45,2548 45,5631 37,0405 56,8859 50,9902 45,2106 44,5870 38,6264 37,5233 45,3872 37,9473 48,4974 45,8694 44,2719 45,4753 48,5798 48,4562 74,3007 185,2582 111,1944 106,2186 0,0000 0,0000 206,2595 290,3622 240,9058 202,7964 169,1585 113,7629 183,4617 58,7724 197,3581 98,9727 146,8223 244,3923 258,8115 370,2686 25,9175 40,8619 29,0593 32,1926 34,7720 35,3196 59,7469 34,2156 54,8920 42,2475 39,1836 29,3877 70,0937 27,7070 85,3986 41,0961 33,6500 30,6660 39,1836 93,8568 10,0000 12,0185 11,0554 11,7851 9,4281 8,8192 13,7437 15,4560 12,4722 13,7437 11,3039 11,3039 13,7437 10,2740 16,4992 14,5297 12,6930 12,2474 14,3372 19,1485 Matrik solusi ideal positif didapatkan dari nilai maksimal . masing masing kriteria dari matrik keputusan berbobot, sebaliknya untuk matrik solusi ideal negatif didapatkan dari nilai minimal . masing masing kriteria dari matrik keputusan berbobot, hasilnya disajikan pada Tabel 12. Tabel 12. Matrik Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif 195,3458 0,0000 56,8859 35,7771 370,2686 0,0000 93,8568 25,9175 19,1485 8,8192 Jarak alternatif dengan matrik solusi positif dan negatif adalah perhitungan akar kuadrat dari matrik solusi positif atau negatif dengan matrik ternormalisasi berbobot, yang disajikan pada Tabel 13. Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 Tabel 13. Alternatif Matrik Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif Kode Kecamatan Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken 12,0829 20,2796 15,4572 16,0742 12,2378 13,6682 22,1798 23,4229 20,0229 20,1383 17,5634 15,9658 21,0419 15,6283 22,9729 17,1853 17,5134 20,7695 21,9637 26,9643 S2,8031 4,2480 3,3559 3,5070 2,9493 3,1285 4,7165 4,7380 4,3137 4,2420 3,7805 3,4402 4,5940 3,3624 5,0193 3,7838 3,7485 4,2424 4,5230 5,7076 Nilai reference dari masing masing alternatif didapatkan dari nilai jarak solusi negatif dibagi dengan jumlah nilai jarak solusi positif ditambah nilai jarak solusi negatif masing masing kode Kecamatan Tabel 14. Nilai Reference Alternatif Alternatif Pla Suk Pag Pat Sing Lim Boj Kal KalSel Bran Peg Ngam Gem Ring Wel Row Kang Cep Pat Ken 0,8117 0,8268 0,8216 0,8209 0,8058 0,8137 0,8246 0,8318 0,8227 0,8260 0,8229 0,8227 0,8208 0,8229 0,8207 0,8196 0,8237 0,8304 0,8292 0,8253 Nilai V i yang lebih besar menunjukkan alternatif Ai lebih dipilih. Nilai V i yang terbesar ke terkecil digunakan dalam pemberian ranking, pada Tabel 15 disajikan ranking pada 5 terbaik. Tabel 15. Rangking Nilai V i Rangking Alternatif Kaliwungu Cepiring Patean Sukorejo Brangsong 0,8318 0,8304 0,8292 0,8268 0,8260 Dari perhitungan diatas menggunakan metode TOPSIS, didapatkan 5 rangking tertinggi, hasil dan analisis diatas dapat digunakan dalam pengambilan keputusan terkait dimensi ketahanan pangan dan pengembangan kewilayahan Kab. Kendal kedepannya, seperti juga penelitian lain mengenai SIG rekomendasi objek wisata yang dapat digunakan untuk memudahkan pencarian informasi dan rekomendasi objek wisata untuk pengguna, dan bermanfaat untuk mempromosikan objek wisata yang terdapat di Bali . Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Analisis Dimensi Ketahanan Pangan Sarana dan Prasarana Penyedia Pangan Prasarana dan sarana penyediaan pangan ini misalnya: warung, rumah makan, minimarket, toko, pasar, dan lain-lain dan dibandingkan dengan jumlah rumah tangga pada suatu wilayah tersebut. Jumlah rumah makan yang terdapat di Kab. Kendal yaitu pada tahun 2017 sejumlah 67 rumah makan, tahun 2018 sejumlah 290 rumah makan, tahun 2019 sejumlah 137 rumah makan dan tahun 2020 sejumlah 151 rumah makan . Pada tahun 2020, jumlah rumah makan mengalami penurunan dimungkinkan dengan adanya pandemi COVID-19. Pada era new normal ini, masyarakat masih merasa kurang nyaman jika harus membeli bahan pangan di mall/pasar tradisional. Menurut data yang didapatkan 6% laki-laki dan 3% wanita di Kendal yang merasa nyaman pergi ke mall atau pasar tradisional . Sejak awal pandemi ini, pasar makanan lokal telah mengamati peningkatan permintaan untuk makanan padat nutrisi. Demikian juga, terbatasnya pilihan makanan untuk dibawa pulang karena meluasnya penutupan restoran dapat memberikan peluang yang lebih besar bagi individu dan keluarga untuk membeli, menyiapkan, dan mengonsumsi makanan sehat dengan kepadatan nutrisi yang lebih tinggi di rumah. Pemanfaatan media sosial merupakan salah satu hal yang efektif dalam promosi kesehatan, memberikan dukungan dan pemahaman bagi masyarakat untuk melakukan perilaku bersih dan sehat . Pada Peta SIG ini disajikan aspek sarana dan prasarana penyedia pangan yakni rumah makan, yang disajikan pada Gambar 8. Gambar 8. Peta SIG Rumah Makan Kab. Kendal Penduduk Penduduk terbesar di Kabupaten Kendal ini terletak di Kecamatan Boja sejumlah 82. 443 jiwa atau 8,09% dari total penduduk yang ada di Kab. Kendal. Kepadatan penduduk pada suatu wilayah mempengaruhi terhadap ketahanan pangan pada wilayah tersebut. Kecamatan dengan jumlah penduduk yang paling sedikit di Kec. Plantungan dengan jumlah penduduk 32. 586 jiwa atau 3,20% dari total penduduk di Kab. Kendal. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan pada tahun 2018 dan 2019 . Contoh kegiatan masyarakat dalam menunjang ketahanan pangan yaitu memproduksi pangan berbasis umbi-umbian yang pada wilayah tersebut memiliki potensi umbi-umbian yang bisa dilakukan pengelolaan. Terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT), yang mempunyai beberapa aktivitas terkait ketahanan pangan wilayahnya yaitu: . menanam umbi-umbian misalnya: ubi jalar, talas dan ubi kayu. memproduksi jajanan yang berbahan dasar dari umbi-umbian . menjual hasil olahan tersebut ke lingkungan sekitarnya . Peta SIG Penduduk Kab. Kendal disajikan pada Gambar 9. Gambar 9. Peta SIG Penduduk Kab. Kendal Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 Air Bersih Data jumlah air yang disalurkan di Kabupaten Kendal tahun 2020 pada tipe pelanggan rumah tangga sebagai berikut: Kendal Barat 329 m. Patebon 796. 839 m3 . Pegandon 604. 310 m3 . Kendal Timur 1. 020 m3 dan Brangsong 946. 082 m3 . Di Kabupaten Kendal, akses air bersih berasal dari PDAM Kendal. Selain itu dari sumur gali, sumur artesis maupun sumur pompa milik penduduk. Jika menggunakan sumur, maka jika terjadi kekeringan saat musim kemarau, namun ada bantuan dari pemerintah Kab. Kendal untuk bantuan air ketika kekeringan. Air merupakan sumber energi utama selain listrik. Jumlah pelanggan listrik terus meningkat tiap tahun. Pada tahun 2020 jumlah pelanggan PDAM Tirto Panguripan Kabupaten Kendal sebesar 87. 583 pelanggan . aik 4,92% dari tahun 2. Sebagian besar dari pelanggan tersebut merupakan rumah tangga . ,11%). Gambar 10 menunjukkan peta SIG jumlah pelanggan PDAM menurut Kecamatan di Kabupaten Kendal, 2016-2020. Gambar 10. Peta SIG Pelanggan PDAM Kab. Kendal Kesehatan Tenaga kesehatan di Kabupaten Kendal ini terdiri dari: . dokter umum / spesialis, . dokter gigi, . bidan, . perawat, . tenaga kesehatan masyarakat, . tenaga gizi, . apoteker / asisten apoteker. Jumlah tenaga medis di Kab. Kendal terdiri dari: dokter sejumlah 250 orang, dokter gigi sejumlah 36 orang, perawat sejumlah 1. 107 orang, bidan sejumlah 783 orang, tenaga kefarmasian sejumlah 102 orang, tenaga kesehatan masyarakat sejumlah 56 orang, tenaga kesehatan lingkungan sejumlah 35 orang, tenaga gizi sejumlah 57 orang, dan ahli teknologi laboratorium medik sejumlah 9 orang, dengan kepadatan penduduk sebesar 1. 016 per km2 . Jumlah tenaga kesehatan ini disajikan pada Gambar 11. Gambar 11. Peta SIG Pelanggan PDAM Kab. Kendal Jumlah puskesmas pada tahun 2018 sejumlah 32 puskesmas, tahun 2019 sejumlah 30 puskesmas dan tahun 2020 sejumlah 30 Jumlah puskesmas pembantu tahun 2018 sejumlah 57 puskesmas pembantu, tahun 2019 sejumlah 52 puskesmas pembantu dan tahun 2020 sejumlah 51 puskesmas pembantu . Beberapa faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan puskesmas yaitu: persepsi masyarakat tentang kualitas pelayanan, kesehatan, tingkat pendidikan, dan pendapatan keluarga . Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan dengan biaya yang relatif murah, sehingga adanya aplikasi yang menampilkan puskesmas ini sangat membantu pemerintah, stakeholder dan masyarakat pengguna . Jumlah puskesmas dan puskesmas pembantu di Kab. Kendal yang disajikan pada Gambar 12 dan 13. Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer. Vol. No. Juli 2022: 735 Ae 752 Matrik: Jurnal Managemen,Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Gambar 12. Peta SIG Puskesmas di Kab. Kendal Gambar 13. Peta SIG Puskesmas Pembantu di Kab. Kendal Implikasi Hasil Temuan Penelitian Implikasi dengan dibangunnya WebGIS Dimensi Ketahanan Pangan Kab. Kendal dengan metode perangkingan TOPSIS ini adalah peningkatan ketahanan pangan pada tiap kecamatan dengan pemetaan ini, lebih memudahkan pengguna maupun pihak yang berkepentingan dalam ketahanan pangan, dan metode pengembangan sistem McCall, sehingga penelitian ini melengkapi adanya beberapa penelitian diatas yang mengkombinasikan metode perangkingan TOPSIS dan metode pengembangan sistem Mc. Call. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, adanya Web GIS dimensi ketahanan pangan di Kabupaten Kendal ini telah merancang peta Web GIS sesuai dengan dimensi ketahanan pangan, dengan peta temuan yang dihasilkan yaitu: sarana dan prasarana penyedia pangan . umah makan, warung, restora. , penduduk, pelanggan PDAM . engakses air bersi. , dan variabel kesehatan yang terdiri dari jumlah tenaga kesehatan, puskesmas dan puskesmas pembantu. Dari analisis menggunakan metode TOPSIS diperoleh 5 rangking tertinggi, hal ini bisa digunakan dalam pengambilan keputusan terkait dimensi ketahanan pangan dan pengembangan kewilayahan kedepannya. Hasil temuan dalam pengembangan sistem WebGIS ini adalah mendapatkan skor total kualitas yaitu 61,05 yang masuk kedalam kategori Kontribusi kebaruan penelitian ini adalah pengembangan WebGIS dimensi ketahanan pangan yang dapat diakses dengan mudah melalui website sesuai dengan kebutuhan dan peningkatan ketahanan pangan pada wilayah tersebut. Implikasi hasil penelitian adalah bukan hanya pada dimensi ketahanan pangan saja, namun WebGIS ini dapat pula diakses untuk penyediaan data mengenai data-data sosial yang lain. Saran untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan meneliti status ketahanan pangan pada keseluruhan pada Kabupaten Kendal dan daerah lain. Kontribusi penelitian adalah mengkombinasikan Web GIS dan metode TOPSIS untuk ketahanan pangan, dengan hasil penelitian dengan 5 perangkingan yang terbaik. Pengembangan dari penelitian ini nantinya akan diperluas lagi dengan merancang Web GIS dimensi ketahanan pangan pada daerah lain selain di wilayah penelitian, ataupun dapat pula dirancang sistem penentuan dimensi ketahanan pangan yang terintegrasi dengan sistem informasi resmi dari pemerintah terkait ataupun dengan aplikasi berbasis android agar penggunaannya menjadi lebih mudah dan dapat diakses dari smartphone oleh pengguna yang Pemetaan Dimensi Ketahanan . (Rizky Muliani Dwi Ujiant. ISSN: 2476-9843 UCAPAN TERIMA KASIH Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Riset, dan Teknologi yang mendanai Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) 2021 - Universitas PGRI Semarang, dengan nomor kontrak 17/06138/PG/SP2H/JT/2021. REFERENSI