Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 Available at http://jurnal. id/jpterpadu Jurnal Perikanan Terpadu P-ISSN : 2599-154X E-ISSN : 2745-6587 Komposisi dan Keanekaragaman Hasil Tangkapan Trammel net yang Didaratkan di PPI Cikidang Pangandaran Composition and Diversity of Trammel net Catches Landed at PPI Cikidang. Pangandaran Gilar Budi Pratama1*. Faqih Baihaqi1. Lady Ayu Sri Wijayanti1. Ainun Apriliyani Muhyun2 Departemen Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Padjadjaran Program Studi Teknologi Hasil Perikanan. Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar *koresponden : gilar. pratama@unpad. Article Information Submitted Revised Accepted Published Keywords 14/04/2025 24/07/2025 31/07/2025 01/08/2025 CPUE. Catch. Diversity. Pangandaran. Trammel net. Abstract Fishing activities are one of the main economic supports for coastal communities in Pangandaran, especially at the Cikidang Fish Landing Base (PPI Cikidan. Trammel nets are widely used, but the impact on the composition and diversity of the catch is not well understood. This study aims to analyze the dynamics of production. CPUE (Catch per Unit Effor. values, composition, and diversity of trammel net catches from 2019 to 2021. Secondary data from PPI Cikidang were analyzed descriptively and quantitatively, using trend graphs, frequency distribution. CPUE, and the Shannon-Wiener diversity index (H'). The results showed that production and fishing efforts fluctuated seasonally, peaking in mid- to late years. The highest CPUE value occurred in October 2020 at 39. 19 kg/trip, while the lowest value was recorded in April 2021 at 14. 17 kg/trip. The catch composition was dominated by shrimp, particularly Dogol Shrimp (Metapenaeus monocero. , which increased from 50. 61% . 55% . The diversity index showed a decline from 50 . , indicating the dominance of certain species and the potential decline in ecosystem stability. These findings highlight the importance of sustainable management of trammel net fishing gear to prevent negative impacts on marine biodiversity in the area. Pratama. Baihaqi. Wijayanti. , & Mahyun. Komposisi dan keanekaragaman hasil tangkapan Trammel net yang didaratkan di PPI Cikidang Pangandaran. Jurnal Perikanan Terpadu 6. : 119-128 PENDAHULUAN Salah satu penggerak perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Pangandaran adalah aktivitas perikanan tangkap (Nurhayati, 2. salah satunya di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang. Letaknya yang strategis di dekat perairan Samudera Hindia menjadikan pelabuhan ini aktif dalam mendukung kegiatan penangkapan ikan skala kecil (Ginanjar et al. , 2. Berbagai 119 | P a g e Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 jenis alat tangkap digunakan oleh nelayan yang beroperasi di sekitar wilayah ini, yang menghasilkan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi serta menunjang kesejahteraan masyarakat pesisir (Syauqi et al. , 2. Salah satu alat tangkap yang cukup populer digunakan di kawasan ini adalah trammel net, yaitu jaring tiga lapis yang terdiri atas satu lapisan jaring di tengah yang diapit oleh dua lapisan jaring di sisi luar (Subani & Barus 1. Trammel net dikenal efektif dalam menangkap ikan demersal, udang, kepiting, dan rajungan (Rihmi et al. , 2. Trammel net dipasang menghadang ruaya ikan, di mana cara tertangkapnya ikan adalah dengan terjerat maupun terpuntal pada badan jaring (Hufiadi, 2008. Rizal et al. , 2. Penggunaan alat tangkap seperti trammel net dapat menimbulkan kekhawatiran ekologis, terutama terkait selektivitas alat dan potensi penangkapan spesies non-target (Bycatc. Ikan pepetek, tenggiri, dan gulama umum menjadi bycatch dari pengoperasian trammel net (Khaerudin. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui komposisi spesies hasil tangkapan yang didaratkan, termasuk jenis-jenis ikan dominan dan frekuensi tertangkapnya. Komposisi hasil tangkapan dapat memberikan informasi mengenai kondisi stok ikan di perairan, kecenderungan eksploitasi terhadap spesies tertentu, dinamika komunitas ikan dalam jangka waktu tertentu dan produktivitas alat tangkap (Nelwan et al. , 2. Lebih jauh, keanekaragaman spesies hasil tangkapan merupakan indikator penting dalam kajian perikanan berkelanjutan. Keanekaragaman yang tinggi umumnya mencerminkan stabilitas ekosistem dan kesehatan perairan, sedangkan penurunan keanekaragaman bisa menjadi tanda degradasi habitat atau tekanan penangkapan yang berlebihan (Fitriana & Wijayanti, 2021. Pratama et al. , 2. Dengan demikian, analisis keanekaragaman hasil tangkapan tidak hanya bermanfaat dari sisi ekologis, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas dan dampak alat tangkap terhadap sumber daya ikan. Dalam konteks pengelolaan perikanan, informasi mengenai komposisi dan keanekaragaman hasil tangkapan berperan penting dalam perumusan kebijakan yang adaptif, berbasis data, dan sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis komposisi dan keanekaragaman spesies hasil tangkapan trammel net yang didaratkan di PPI Cikidang. Pangandaran. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur komunitas ikan di perairan setempat serta dampak potensial dari penggunaan trammel net terhadap keanekaragaman hayati laut. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan menggunakan data produksi perikanan yang tercatat di PPI Cikidang, mencakup total produksi perikanan trammel net, jumlah trip, nilai produksi, penggunaan alat tangkap, dan kapal perikanan sepanjang tahun 2019 hingga 2021. Selanjutnya, setiap data diolah dan dianalisi secara sistematis untuk memperoleh jawaban atas fokus utama penelitian. Pola perubahan produksi dianalisis melalui pendekatan tren dan ditampilkan menggunakan visualisasi berbentuk grafik garis, sementara distribusi komposisi hasil tangkapan disajikan dalam bentuk diagram batang untuk mempermudah interpretasi. Analisis Catch per Unit Effort (CPUE) Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) digunakan sebagai salah satu indiktor produktivitas Nilai ini diperoleh dengan membandingkan total hasil tangkapan . iasa dalam bentuk kilogram maupun to. terhadap jumlah upaya penangkapan . CPUE mampu memberikan gambaran mengenai kondisi sumber daya ikan (Nurhayati et al. , 2018. Tanjov et al. , 2. apakah 120 | P a g e Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 dalam kondisi eksplorasi berlebih atau tidak, serta menilai efektivitas alat tangkap. Merujuk formula matematis Gulland . CPUE dihitung dengan: yaycEycOyaycn = yaycaycycaEa ycn yayceyceycuycyc ycn Keterangan: CPUEi : Jumlah tangkapan per upaya penangkapan pada tahun ke-i . g/tri. Catchi : Jumlah tangkapan pada tahun ke-i . Efforti : Upaya penangkapan pada tahun ke-i . : ,2,. Analisis Keanekaragaman Hasil Tangkapan Trammel net Keanekaragaman sumber daya ikan yang tertangkap menggunakan trammel net dapat dievaluasi melalui pendekatan kuantitatif. Salah satu metode yang umum digunakan adalah indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Indeks ini mempertimbangkan proporsi setiap spesies dalam keseluruhan hasil tangkapan. Untuk keperluan analisis, jumlah individu dan bobot dari masingmasing jenis ikan dihitung sebagai dasar perhitungan indeks tersebut menggunakan formula ya = Oe Oc ycyycn ln ycyycn. ycyycn = ycn=1 ycuycn ycA Keterangan: HAo : Indeks diversitas pi : Proporsi spesies ni : jumlah bobot spesies N : jumlah bobot semua spesies S : jumlah spesies I : 1, 2, 3. Nilai indeks di bawah 1,0 mencerminkan tingkat keanekaragaman yang rendah, menunjukkan dominasi oleh beberapa spesies saja dan mengindikasikan lingkungan yang cenderung tidak stabil. Jika nilai indeks berada antara 1,0 hingga 3,0, maka keanekaragaman dianggap sedang dengan distribusi spesies yang cukup merata dan kestabilan ekosistem yang relatif baik. Sementara itu, nilai indeks yang melebihi 3,0 menunjukkan tingkat keanekaragaman yang tinggi, komunitas ikan yang lebih kompleks, dan lingkungan perairan yang berada dalam kondisi sehat dengan tekanan eksternal yang rendah. Pemaknaan ini berguna untuk mengevaluasi struktur komunitas serta potensi dampak dari kegiatan penangkapan ikan terhadap keseimbangan HASIL DAN PEMBAHASAN Dinamika Produksi Perikanan dan Upaya Penangkapan pada Trammel net Dinamika hasil tangkapan dan upaya penangkapan trammel net di perairan Pangandaran menunjukkan adanya pola yang bervariasi dari tahun 2019 hingga 2021. Dinamika hasil tangkapan terjadi akibat beberapa faktor, seperti musim yang berkaitan dengan kelimpahan ikan pada waktu tertentu, kondisi perairan laut yang menjadi habitat bagi ikan, hingga intensitas Dinamika tersebut dapat dilihat pada Figure 1. 121 | P a g e Efforts . January March May July September November January March May July September November January March May July September November Catch Productions . Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 Catch Trip Figure 1. Dynamics of fishery production and fishing efforts on trammel net from 2019 to 2021 Data jumlah trip dan bobot hasil tangkapan trammel net yang didaratkan di PPI Cikidang. Pangandaran menunjukkan adanya variasi yang cukup signifikan selama periode tahun 2019 Pada tahun 2019, jumlah trip tertinggi tercatat pada bulan Mei sebanyak 698 trip, sedangkan bobot hasil tangkapan tertinggi terjadi pada bulan Juli sebesar 17. 734,20 kg. Tahun 2020 menunjukkan peningkatan yang menonjol dibanding tahun sebelumnya, terutama pada bulan September yang mencatat jumlah trip tertinggi sebesar 999 trip dan bobot hasil sebesar 066,70 kg, yang merupakan bobot tertinggi dalam periode tiga tahun. Sementara itu, tahun 2021 diawali dengan angka trip dan bobot yang relatif rendah, namun terjadi peningkatan signifikan pada bulan September dan Oktober, dengan bobot hasil masing-masing sebesar 234,80 kg dan 30. 360,02 kg. Secara umum, tren menunjukkan bahwa puncak aktivitas penangkapan umumnya terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun, khususnya pada bulan Juli hingga Oktober. Fluktuasi jumlah trip dan bobot hasil tangkapan per tahun mencerminkan dinamika perikanan trammel net, yang dipengaruhi oleh musim penangkapan, kondisi lingkungan, dan ketersediaan sumber daya ikan. Peningkatan aktivitas pada Juli hingga Oktober mengindikasikan musim ikan atau migrasi spesies target. Namun, tingginya jumlah trip tidak selalu berbanding lurus dengan bobot hasil tangkapan. Misalnya, pada Mei 2019 terdapat 698 trip namun hasilnya lebih rendah dibanding Juli 2019 dengan 585 trip. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan penangkapan bergantung pada ketersediaan ikan, ukuran tangkapan, dan efisiensi alat tangkap. Tahun 2020 tercatat sebagai tahun paling produktif, terutama pada semester kedua, sedangkan 2021 menunjukkan penurunan awal tahun sebelum rebound pada SeptemberAeOktober. Dinamika Nilai CPUE Trammel net Pola fluktuatif juga ditunjukkan dari nilai CPUE perikanan trammel net berdasarkan produksi perikanan di PPI Cikidang. Nilai CPUE dapat digunakan sebagai salah satu indikator dalam menilai efisiensi penangkapan ikan di perairan. Dinamika CPUE tersebut ditampilkan pada Figure 2. 122 | P a g e November September July May March January November September July May March January November September July May March January CPUE . g/tri. Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 Figure 2. Dynamics of CPUE Value of Trammel net from 2019 to 2021 at PPI Cikidang Nilai CPUE tahunan hasil tangkapan trammel net di PPI Cikidang. Pangandaran, mengalami fluktuasi yang cukup mencolok dalam periode 2019 hingga 2021. Pada tahun 2019. CPUE tertinggi tercatat pada bulan September sebesar 33,63 kg/trip, diikuti bulan Agustus . ,98 kg/tri. dan Juli . ,31 kg/tri. Sementara itu. CPUE terendah terjadi pada bulan Mei dengan nilai 18,79 kg/trip. Tahun 2020 memperlihatkan tren peningkatan CPUE pada semester kedua, dengan nilai tertinggi pada bulan Oktober sebesar 39,19 kg/trip yang merupakan nilai tertinggi selama tiga tahun, serta pada bulan September . ,10 kg/tri. dan Agustus . ,69 kg/tri. Sebaliknya, pada tahun 2021, nilai CPUE secara umum menunjukkan penurunan dibanding dua tahun sebelumnya, dengan titik terendah pada bulan April yaitu 14,17 kg/trip. Namun, peningkatan tajam kembali terlihat pada bulan September dan Oktober masing-masing sebesar 37,10 kg/trip dan 34,04 kg/trip. Fluktuasi CPUE tahunan menggambarkan dinamika stok ikan dan efektivitas penangkapan, dipengaruhi oleh migrasi, kondisi perairan, dan intensitas usaha (Elasari et al. CPUE tertinggi pada Agustus hingga Oktober 2019 dan 2020 menunjukkan musim puncak kelimpahan ikan. Kenaikan CPUE tanpa peningkatan trip, seperti pada September hingga Oktober 2020, menandakan tingginya densitas ikan. Sebaliknya, rendahnya CPUE awal 2021 mengindikasikan kemungkinan penurunan stok atau perubahan kondisi lingkungan. Peningkatan intensitas penangkapan dapat menyebabkan penurunan kelimpahan ikan (Listiyani et , 2. Lonjakan kembali pada September hingga Oktober 2021 menegaskan adanya pola tahunan kemunculan ikan. Secara umum. CPUE menjadi indikator penting produktivitas perikanan serta dasar pengelolaan musim penangkapan secara berkelanjutan. Komposisi Hasil Tangkapan Trammel net Komposisi hasil tangkapan trammel net di PPI Cikidang Pangandaran dalam periode 2019Ae 2021 dapat dilihat pada Figure 3. Hasil tangkapan trammel net didominasi oleh kelompok udang, mecakup udang dogol (Metapenaeus monocero. , udang jerbung (Penaeus merguiensi. , udang tiger (Penaeus monodo. , udang krosok (Parapenaeopsis sculptili. , udang dogol hitam (Metapenaeus ensi. , serta udang tepus (Parapenaeopsis hardwicki. Sementara itu, untuk kelompok ikan, jenis yang tercatat dalam hasil tangkapan antara lain adalah tiga waja (Johnius dussumier. , ikan lidah (Cynoglossus lingu. , bawal putih (Pampus argenteu. dan sotong (Sepioteuthis lessonian. 123 | P a g e Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 Other fish White pomfret Tepus shrimp Black dogol shrimp Cuttlefish Tiga waja Krosok shrimp Tonguefish . Tiger shrimp Jerbung shrimp Dogol shrimp 000% 0. 010% 0. 020% 0. 030% 0. 040% 0. 050% 0. 060% 0. Figure 3. Composition of trammel net catch at PPI Cikidang from 2019 to 2021 Berdasarkan Figure 3, terlihat pada tahun 2019 udang dogol menyumbang sebesar 50,61% dari total tangkapan dan terus meningkat menjadi 55,78% pada 2020 serta 60,55% pada 2021. Udang jerbung menempati posisi kedua secara umum, dengan proporsi sebesar 23,64% pada 2019 dan sedikit meningkat menjadi 24,71% di 2020, namun mengalami penurunan signifikan menjadi 14,38% di 2021. Sementara itu, udang tiger menunjukkan tren kenaikan yang mencolok, dari 7,57% pada 2019 menjadi 16,43% pada 2021. Komoditas lain seperti ikan lidah dan sotong mengalami penurunan drastis dalam komposisinya. Ikan lidah menurun dari 7,00% . menjadi hanya 0,63% . , dan sotong dari 2,01% menjadi 0,087%. Jenis-jenis hasil tangkapan minor lainnya seperti udang krosok, tiga waja, dan udang tepus menunjukkan fluktuasi kecil, dengan kecenderungan sebagian besar mengalami penurunan. Dominasi udang dogol selama 2019Ae2021 menunjukkan bahwa spesies ini menjadi target utama trammel net di Pangandaran. Spesies ini memiliki nilai ekonomi tinggi (Lestari et al. , 2. dan nelayan pun menyatakan kelompok udang sebagai sasaran utama. Hasil tangkapan utama yang ditargetkan oleh nelayan umumnya merupakan tangkapan bernilai ekonomis tinggi (Yuliawati et al. , 2. Peningkatan proporsi udang dogol dari 50,6% . menjadi 60,5% . mencerminkan efektivitas dan selektivitas alat tangkap. Trammel net terdiri dari tiga lapis jaring dengan ukuran mata berbeda yang diletakkan di dasar perairan, efektif menangkap biota kecil (Jamal, 2. dan menghindari ikan besar yang kuat berenang. Penurunan drastis tangkapan non-target seperti ikan lidah . ari 7,0% menjadi 0,6%) dan sotong . ari 2,0% menjadi 0,08%) mendukung peningkatan spesifisitas alat tangkap terhadap udang. Hal ini menunjukkan bahwa trammel net semakin selektif, yang menguntungkan dalam konteks pengelolaan sumber daya karena mengurangi bycatch. Namun, penurunan proporsi udang jerbung pada 2021 menjadi 14,4% bisa mengindikasikan tekanan penangkapan atau perubahan Sebaliknya, peningkatan proporsi udang tiger dari 7,6% . menjadi 16,4% . dapat mencerminkan adaptasi nelayan terhadap stok yang tersedia atau kemampuan alat tangkap menangkap jenis ini. Pola ini memperlihatkan karakteristik trammel net yang spesifik namun adaptif, penting untuk mendukung kelestarian stok target dan mengurangi tangkapan sampingan. Keanekaragaman Hasil Tangkapan Trammel net Indeks keanekaragaman (H') digunakan untuk mengukur keragaman spesies dalam hasil tangkapan nelayan, yang mencerminkan kondisi ekosistem serta tingkat dominasi spesies tertentu 124 | P a g e Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 dalam satu alat tangkap. Nilai H' yang tinggi menunjukkan tingginya variasi spesies dan distribusi yang merata, sedangkan nilai rendah mengindikasikan dominasi oleh spesies tertentu. Dalam penelitian ini, analisis H' dilakukan terhadap hasil tangkapan menggunakan alat tangkap trammel net selama periode tiga tahun, yaitu 2019 hingga 2021 (Figure . Diversity index (H') Figure 4. Diversity Index (H') of trammel net catch from 2019 to 2021 at PPI Cikidang Berdasarkan analisis terhadap indeks keanekaragaman (H') hasil tangkapan trammel net dari tahun 2019 hingga 2021, diketahui bahwa terjadi tren penurunan nilai H'. Pada tahun 2019, nilai indeks keanekaragaman tercatat sebesar 1,50, kemudian menurun menjadi 1,28 pada tahun 2020, dan kembali menurun menjadi 1,23 pada tahun 2021. Penurunan ini ditampilkan secara linier dalam grafik, menunjukkan kecenderungan berkurangnya keanekaragaman spesies dalam hasil tangkapan dari waktu ke waktu. Keanekaragaman suatu komunitas mencerminkan kekayaan spesies yang ditunjukkan oleh jumlah dan variasi individu dengan perbedaan bentuk, ukuran, serta jumlah spesies yang terdapat di suatu perairan (Satrioajie, 2012. Subani & Barus, 1. Penurunan indeks keanekaragaman (H') selama tiga tahun terakhir menunjukkan dominasi spesies tertentu, terutama udang dogol. Data komposisi hasil tangkapan mengonfirmasi tren ini, seiring menurunnya proporsi spesies lain seperti ikan lidah, sotong, dan tiga waja. Keanekaragaman dipengaruhi oleh kondisi habitat, kualitas perairan, aktivitas manusia, dan faktor fisik lingkungan (Suryono et al. , 2. Semakin rendah kualitas perairan umumnya keanekaragaman juga akan menurun (Madani et al. , 2. Penurunan ini menjadi indikator tekanan terhadap spesies non-target yang sebelumnya tertangkap sebagai bycatch namun kini makin jarang atau menghindari wilayah penangkapan. Jika dibiarkan tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan dalam jangka panjang. KESIMPULAN Hasil analisis menunjukkan bahwa perikanan trammel net di perairan Pangandaran mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun, baik dalam jumlah trip, bobot hasil tangkapan, maupun nilai CPUE. Pola musiman terlihat jelas, dengan peningkatan aktivitas dan hasil tangkapan pada bulan-bulan tertentu, khususnya Agustus hingga Oktober. Udang dogol mendominasi komposisi hasil tangkapan selama tiga tahun terakhir, mencerminkan selektivitas alat tangkap terhadap spesies ini. Sementara itu, penurunan tangkapan non-target dan indeks keanekaragaman spesies mengindikasikan peningkatan spesifisitas alat serta kemungkinan tekanan terhadap populasi nontarget. CPUE terbukti menjadi indikator penting dalam memantau produktivitas dan dinamika sumber daya ikan secara berkelanjutan. 125 | P a g e Jurnal Perikanan Terpadu 6. , 119-128 SARAN Diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap selektivitas trammel net berdasarkan ukuran layak tangkap untuk memastikan bahwa praktik penangkapan yang dilakukan telah sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, direkomendasikan agar dilakukan pengukuran biometrik terhadap hasil tangkapan, yang kemudian dianalisis menggunakan metode kurva selektivitas. Hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan teknis alat tangkap dan batas ukuran tangkapan, guna mencegah eksploitasi dini terhadap stok dan menjaga produktivitas jangka panjang perikanan trammel net di wilayah ini. IMPLIKASI KEBIJAKAN Menurunnya keanekaragaman hasil tangkapan mengindikasikan adanya tekanan terhadap habitat atau gangguan keseimbangan ekosistem perairan, sehingga pemerintah daerah perlu menetapkan zonasi wilayah penangkapan yang mencakup kawasan konservasi atau no-take zone sebagai upaya pemulihan habitat penting dan perlindungan spesies non-target. Agar kebijakan ini dapat diimplementasikan secara efektif, pelibatan aktif masyarakat pesisir dan edukasi berkelanjutan kepada nelayan menjadi kunci utama, terutama dalam membangun pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberagaman hayati dan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan usaha penangkapan mereka sendiri. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pengelola PPI Cikidang yang sudah memberikan akses data produksi perikanan kepada peneliti. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada nelayan trammel net di PPI Cikidang yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA