KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. PENGARUH PENGUNGKAPAN ISLAMIC SOCIAL RESPONSIBILITY (ISR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF KEUANGAN ISLAM PADA BANK UMUM SYARIAH INDONESIA TAHUN 2020-2024 Atikah Ayu Lestari1. Tulus Suryanto2. Ahmad Hazas Syarif3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Indonesia atikahayulst@gmail. com1, tulus@radenintan. id2, hazassyarif@radenintan. ABSTRAK Salah satu cara menilai nilai sebuah perusahaan adalah dengan mengamati harga Harga saham mencerminkan bagaimana para investor menilai perusahaan Laporan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) harus sesuai prinsip syariah agar dianggap sah dalam kerangka akuntabilitas keuangan Islam. Oleh sebab itu, pelaporan tanggung jawab sosial sesuai syariah memerlukan kerangka khusus. Islamic Social Reporting (ISR) digunakan sebagai standar untuk menilai bagaimana perusahaan berbasis Islam menjalankan program tanggung jawab sosialnya. Teknik kuantitatif dalam riset ini menggunakan data sekunder. Sampel terdiri dari delapan bank syariah komersial pada periode 2020 hingga 2024. Uji regresi yang dipakai adalah regresi linier sederhana. Berdasarkan data, nilai t kritis pada taraf signifikansi 5% adalah 2,026, sedangkan variabel ISR memiliki nilai t sebesar 0,129. Nilai signifikansi yang >0,05 . ,898 > 0,. dan nilai t, 0,05, residual dianggap berdistribusi normal. Hasil dari uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov disajikan berikut ini. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data Kolmorgorov-Smirnov Sumber : data output spss 24 Tabel uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov membandingkan nilai probabilitas, atau Asymp. Sig. -taile. , dengan batas kritis 0,05. Hasil uji normalitas menunjukkan tingkat signifikansi 0,200 (>0,. Temuan ini mengindikasikan data berdistribusi normal Uji Multikolinieritas AUUji multikolinearitas ditujukan agar melihat model regresi dan mengindikasi adanya korelasi hubungan antara variabel bebas. Cara menentukan uji multikolinearitas berdasarkan hasil nilai VIF, dengan ketetapan nilai VIF <10 maka data tidak terjadi gejala multikolinearitas sedangkan jika nilai VIF >10 maka dapat dikatakan data terjadi gejala Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Model Nilai Perusahaan Tolerance 1,000 VIF 1,000 Sumber : data output spss 24 Tabel 1 menunjukkan seluruh variabel bebas memiliki nilai toleransi >10% kemudian semua variabel mediasi memiliki nilai VIF <10. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan variabel bebas tidak saling berkorelasi. Dengan demikian, model regresi bebas dari masalah multikolinearitas antar variabel bebas. Uji Heteroskedastisitas Saat menguji model regresi untuk heteroskedastisitas, yang dicari adalah bukti ketidakkonsistenan varians residual sepanjang periode pengamatan. Homoskedastisitas menggambarkan kondisi di mana residual serta variansnya tetap stabil dari satu pengamatan ke pengamatan lain. heteroskedastisitas terjadi jika keduanya berubah. Homoskedastisitas, yaitu ketiadaan heteroskedastisitas, menjadi ciri khas model regresi yang berkualitas tinggi. Salah satu cara mendeteksi heteroskedastisitas adalah dengan mengamati pola scatterplot. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Sumber: Output SPSS 24 Berdasarkan uji scatterplot, model ini tidak menunjukkan adanya heteroskedastisitas karena grafik memperlihatkan pola tersebar tanpa struktur yang jelas. Uji Autokorlasi Tujuan uji autokorelasi ialah mengetahui apakah komponen error dalam model regresi linier pada waktu t berkorelasi dengan waktu t-1 . eriode sebelumny. Jika terdapat korelasi tersebut, maka masalah autokorelasi terjadi. Untuk menilai autokorelasi digunakan statistik Durbin-Watson sesuai standar yang berlaku: AU Nilai DW dibawah -2 menunjukkan autokorelasi positif . AU Nilai DW diantara -2 sampai 2 menunjukkan tidak ada autokorelasi. AU Nilai DW diatas 2 menunjukkan autokorelasi negatif. Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Model Durbin-Watson 1,712 Sumber : Output SPSS 24 Berdasarkan hasil uji autokorelasi memperlihatkan nilai durbin Watson yaitu 1,712 artinya berada di antara -2 sampai 2 menunjukkan tidak terjadi gejala autokorelasi. Hasil Regresi Linear Sederhana Untuk menguji hipotesis pengaruh Islamic Social Reporting terhadap nilai perusahaan pada entitas yang tercatat di Indeks Saham Syariah Indonesia, data riset ini dianalisis menggunakan SPSS versi 24. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Tabel 5 Hasil Uji Regresi Linear Sederhana Sumber : data output spss 24 Tabel 4. 4 bisa diberikan persamaan variabel ialah: Y = 2,175 0,705X AU Nilai konstanta 2,175 berarti menunjukkan jika variabel Islamic Social Reporting sama dengan nol, maka nilai perusahaan bank umum syariah adalah 2,175. AU Nilai koefisien b = 0,750 X mengemukakan penambahan 1% nilai Islamic Social Reporting maka nilai perusahaan akan bertambah 0,75%. Uji Koefisien Determinasi AUKoefisien determinasi memperlihatkan seberapa besar variasi kinerja keuangan perusahaan dapat dijelaskan oleh variabel akuntansi hijau. Dengan kata lain, fungsinya agar mengukur sejauh mana variabel bebas mampu menerangkan variabel terikat. Tabel 6 memperlihatkan nilai R-kuadrat teradjust yang merepresentasikan koefisien determinasi Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber : data output spss 24 AUTabel 6 memperlihatkan pengaruh Islamic Social Reporting terhadap laba perusahaan sebesar 2,6% . ilai R-kuadrat teradjust 0,. Faktor lain yang memengaruhi sisa 97,4% . % dikurangi 2,6%) tidak termasuk dalam analisis ini. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Uji Hipotesis . AUBank umum syariah menggunakan uji t, yaitu uji hipotesis parsial, untuk mengetahui pengaruh Islamic Social Reporting terhadap nilai perusahaan. Setelah nilai t-hitung diperoleh, kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel untuk melaksanakan uji t. Hubungan signifikan antara Islamic Social Reporting . ariabel beba. dengan variabel terikat . ilai perusahaa. terjadi jika t-hitung lebih besar dari t-tabel. Sebaliknya, jika t-hitung lebih kecil dari t-tabel, dapat disimpulkan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. TtabelAU = t . /2. n Ae k Ae . = t . ,05/2 . 40 - 2-. = 2,026 Tabel 7 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model (Constan. S Error Beta Sig. ISR Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber: Output SPSS 24 Berdasarkan tabel 7 dapat dijelaskan pengujian dengan uji . dari variabel Islamic Social Reporting Nilai thitung untuk variabel X sebesar 0,129 dan nilai pada distribusi 5% sebesar 2,026 maka thitung 0,129 < ttabel 2,026 dan juga nilai signifikan lebih besar dari 0,05 . ,898>0,. Artinya Islamic Social Reporting tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. AU Pembahasan Pengaruh Islamic Social Reporting Terhadap Nilai Perusahaan Perspektif Keuangan Islam Pada Bank Umum Syariah Hasil uji t menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara Islamic Social Reporting (ISR) dengan nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan nilai perusahaan bank umum syariah tidak berkorelasi dengan tingkat pengungkapan ISR. Investor lebih mengutamakan keuntungan dibandingkan prinsip-prinsip yang tercantum dalam laporan ISR. Para pemegang saham lebih fokus pada posisi ekonomi pasar serta peristiwa terkini daripada menelaah laporan ISR. ISR memperlihatkan upaya serius bank umum syariah dalam menjaga keberlanjutan jangka panjang, sehingga dampak pengungkapan ISR memerlukan waktu untuk terlihat. Investor yang mempertimbangkan bank umum syariah sebaiknya mengutamakan pengungkapan ISR sesuai teori legitimasi. Hal ini karena ISR memuat informasi sosiologis penting yang relevan bagi lembaga keuangan syariah. Perusahaan wajib menggunakan serta mengungkapkan laporan sosial syariah sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. Aturan yang berlaku menetapkan sanksi jika terjadi pelanggaran. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Dalam riset ini, seluruh bank umum syariah diwajibkan melaporkan ISR dengan tingkat yang bervariasi. Namun, beberapa item ISR kurang terungkap dalam laporan keuangan, menandakan pengungkapan belum lengkap. Misalnya, pada aspek keuangan dan investasi, sebagian besar bank tidak memberikan informasi terkait upaya menghindari riba dan gharar. Persentase maupun analisis mendalam mengenai hal tersebut tidak tercantum dalam laporan keberlanjutan. Selain itu, hanya sedikit lembaga keuangan yang menyajikan pengungkapan terkait qard hasan dan wakaf. Tidak ada satupun bank yang melaporkan langkah antikorupsi, praktik monopoli, penimbunan, atau manipulasi materi dalam aspek tata kelola perusahaan. Mengingat berbagai skandal publik terkait dugaan penyalahgunaan manajemen demi keuntungan pribadi, hal ini menjadi perhatian serius. BCA Syariah mencatat pengungkapan ISR tertinggi dengan 95,65% item terungkap dalam laporan keberlanjutan. Bank Muamalat melaporkan 80,43% item ISR pada 2022. Panin Dubai Syariah 84,78% pada 2023, kemudian Bank Jabar Banten Syariah 86,05%. Pelaporan tanggung jawab sosial syariah (ISR) menekankan pentingnya penyampaian informasi yang sesuai prinsip syariah dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya finansial. Tujuannya memastikan perusahaan bersikap transparan serta bertanggung jawab sosial kepada Allah SWT. ISR memperluas cakupan pelaporan sosial konvensional dengan memasukkan nilai-nilai spiritual. Dalam ISR, perusahaan wajib mengungkapkan tidak hanya hasil finansial tetapi juga aktivitas sosial yang sesuai syariah, termasuk distribusi zakat, infaq, sadaqah, serta wakaf. Kepatuhan terhadap syariah serta penghindaran riba, gharar, dan maisir menjadi fokus utama ISR. Kesejahteraan sosial kemudian keberlanjutan lingkungan juga menjadi sasaran ISR. Bagian penting dari tanggung jawab sosial syariah adalah peran lembaga keuangan Islam yang mengelola dana sosial seperti wakaf dan zakat serta menyediakan produk dan jasa keuangan sesuai syariah. Sejalan dengan riset sebelumnya oleh (Yuwono et al. , 2. analisis ini mengonfirmasi profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan ISR tidak. (Refani & Dewi, 2. juga menyimpulkan ISR tidak berdampak signifikan pada nilai bisnis. Namun, (Adisaputra & Kurnia, 2. menemukan ISR meningkatkan nilai perusahaan secara positif pada bank umum syariah di Indonesia, meskipun temuan terkini bertentangan dengan hasil tersebut. AU KESIMPULAN AUBukti yang menunjukkan pengaruh Islamic Social Reporting (ISR) terhadap nilai perusahaan sangat minim. Dengan demikian, nilai perusahaan bank umum syariah tampak tidak terkait dengan tingkat pengungkapan ISR. Investor cenderung mengutamakan keuntungan finansial dibandingkan prinsip moral serta spiritual yang termuat dalam ISR. Dari sudut pandang keuangan Islam. ISR menekankan pentingnya mengungkapkan tidak hanya aspek finansial tetapi juga sosial serta spiritual sesuai aturan syariah. Tanggung jawab sosial perusahaan kepada Allah SWT serta masyarakat luas hanya dapat terpenuhi melalui keterbukaan, akuntabilitas, kemudian transparansi. ISR memperluas pelaporan sosial konvensional dengan memasukkan nilai-nilai spiritual serta prinsip Islam. Selain hasil keuangan, sistem ini mengharuskan perusahaan mengungkapkan inisiatif tanggung jawab sosial yang sesuai syariah, termasuk distribusi zakat, infaq, sadaqah, serta wakaf. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. REFERENSI