Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 PENGARUH KUALITAS PRODUK. KUALITAS PELAYANAN. DAN FASILITAS TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KEDAI OMAH DAMAR GRESIK Nazim Hamid M1, yaUyayauyayaoyayaoyay yaeyayaoyayayaya Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Gresik. Indonesia Article Info Article history: Received 2025 Accepted 2025 Published 2025 Abstract Purpose- This study aims to test and prove the effect of product quality, service quality and facilities on customer loyalty for omah damar gresik cafe. Method- This research uses a quantitative approach. The sample used in this study was 79 respondents and data collection was carried out by distributing questionnaires. Finding- The results of this study are product quality and facilities have a positive effect on customer loyalty for omah damar Gresik cafe. while service quality has no effect on customer loyalty for omah damar Gresik cafe. Implication- Product quality has a positive effect on customer loyalty at omah damar Gresik cafe. Facilities have a positive effect on customer loyalty for omah damar Gresik Meanwhile, service quality has no effect on customer loyalty at omah damar Gresik cafe. This study emphasizes that the effect on customer loyalty variables can be influenced by several variables such as product quality and facilities that have a positive impact on customer loyalty. Keywords- Product Quality. Service Quality. Facilities, and Customer Loyalty. Corresponding Author: syafiimochamad87@gmail. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-14 PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis salah satu bisnis yang saat ini sedang marak digandrungi adalah kedai kopi. Dimana kopi merupakan salah satu minuman yang banyak digandrungi oleh warga indonesia. Saat ini kopi sangat mudah ditemukan terutama di Gresik mulai dari warung kopi pinggir jalan, kedai kopi, bahkan sampai restoran mewah dan hotel berbintang menyediakan minuman yang berwarna pekat dan memiliki rasa yang kuat ini. Di era ini ngopi sudah menjadi gaya hidup di masyarakat terutama di Gresik. Minum kopi menjadi tren gaya hidup di Gresik, break sejenak, bersantai dan berbincang ringan dengan teman maupun rekan kerja adalah salah satu cara untuk menghilangkan penat. Kedai kopi merupakan salah satu pilihan tempat yang nyaman untuk berkumpul maupun sekedar menghilangkan penat. Secara tidak langsung adanya aktivitas tersebut mengakibatkan munculnya kebutuhan hidup baru pada Kebutuhan berkumpul dan bersantai dari berbagai rutinitas membuat munculnya gaya hidup baru pada masyarakat. Hal ini dikarenakan miningkatnya produktivitas sehingga menimbulkan kejenuhan. Menurut (Wibowo et al. Di era modern dan progesif ini produktivitas masyarakat baik yang sudah bekerja maupun yang masih pelajar semakin meningkat hingga menimbulkan kejenuhan atau kepenatan. Maka menjadikan kebutuhan untuk bersantai dan berkumpul juga Hal tersebut juga ditandai dengan banyaknya kedai kopi di Gresik yang selalu terlihat ramai. Semakin banyak kedai kopi berpengaruh pada persaingan bisnis yang ada, sehingga kedai kopi dituntut agar bergerak lebih cepat dalam menarik pelanggan. Sebagian pelaku usaha merasa bahwa untuk mendapatkan pelanggan baru membutuhkan biaya yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Sehingga banyak pelaku usaha yang lebih memilih fokus untuk menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan sehingga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan pada bisnis yang dijalankan. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan, salah satunya adalah memperhatikan kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat digambarkan dengan bagaimana sesorang mengammabrkan perasaan mereka baik perasaan senang ataupun perasaan tidak senang yang muncul dari evaluasi penilaian pelanggan setelah mengkonsumsi suatu Sesuai dengan apa yang diutarakan oleh (Kotler and Keller 2. kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa yang dirasakan oleh seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja atau hasil produk yang didapatkan dengan kinerja atau produk yang diharapkan. Kualitas pelayanan dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan, dengan melakukan pelayanan yang baik maka pelanggan akan merasa puas hal ini merupakan faktor yang memicu loyalitas pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat terbentuk melalui kualitas pelayanan yang mana dapat dilihat baik secara visual, keberhasilan pelayanan yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen baik secara fungsi, dan nilai yang diharapkan konsumen, keinginan membantu yang timbul ketika konsumen merasa kesulitan baik dalam memilih produk atau kesulitan lain yang berkaitan dengan produk, dan juga kesigapan karyawan dalam memberikan layanan kepada konsumen. Kualitas produk juga berpengaruh dalam meningkatkan loyalitas. Menurut (Assauri 2. , kualitas produk adalah pernyataan tingkat kemampuan dari suatu Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 merek tertentu dalam melaksanakn fungsi yang diharapkan dan sebagai bahan memenuhi kebutuhan dasar manusia. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pelaku bisnis harus melakukan strategi dalam hal pengukuran. Salah satu cara yang digunakan Kedai Omah Damar adalah dengan menambahkan variasai menu atau variasi jenis makanan yang ditawarkan. Selain kualitas pelayanan dan kualitas produk, fasilitas toko juga menjadi hal yang perlu di pertimbangkan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan. Menurut (Tjiptono 2. fasilitas merupakan sumber daya fisik yang yang harus ada sebelum sutau jasa ditawarkan pada konsumen. Fasilitas merupakan bagian dari variabel pemasaran yang memiliki peranan penting karena untuk mendukung jasa atau produk yang ditawarkan kepada konsumen memerlukan fasilitas yang memadai. Fasilitas yang ditawarkan atau di sediakan oleh kedai Omah Damar berupa ketersediaan peralatan kedai, toilet, tempat parkir, dan beberapa fasilitas lain seperti buku dan WI-FI yang dapat mendukung kenyamanan konsumen saat berada di LANDASAN TEORI Manajemen Pemasaran Pemasaran merupakan rangkaian dari proses analisis, perencanaan implementasi, dan pengendalian dari progam yang telah di rencanakan dengan tujuan menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan target konsumen untuk mencapai tujuan dari (Kotler and Armstrong 2. Kualitas Produk Produk adalah setiap apa saja yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan, baik itu berupa benda fisik, jasa, tempat, organisasi, dan gagasan (Kotler Produk yang ditawarkan oleh kedai omah damar adalah produk makanan dan Kualitas makanan adalah sesuatu yang penting dan menjadi perhatian para pelaku usaha. Kualitas makanan adalah karakteristik mutu makanan yang dapat diterima oleh konsumen. Menurut kivela dalam penelitiaan (Anwar 2. menyatakan bahwa adda beberapa indikator yang dapat menjadi acuan untuk mengukur kualitas sebuah makanan diantaranya prensetation . ajian makanan secara visua. ariasi men. , taste . esegaran dan kerenyahan makana. , temperature . roma dan suhu makana. Kualitas Pelayanan Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh (Tjiptono 2. Kualitas pelayanan adalah suatu cara untuk dapat memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan kemauan sesorang dan ketepatan dalam penyampaian untuk dapat memenuhi apa yang diharapkan seseorang dan memberikan rasa puas pada seseorang. Fasilitas Sedangkan (Sulastiyono 2. fasilitas merupakan segala perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan pada tamu dalam melakukan aktivitas-aktivitasnya, sehingga kebutuhan tamu dapat terpenuhi. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Loyalitas Pelanggan Loyal berarti setia, loyalitas diartikan sebagai suatu kesetiaan, kesetiaan ini sesuatu yang muncul tanpa paksaan melainkan muncul dengan kesadaran seseorang itu sendiri. Menurut (Sudaryono 2. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang mengatakan bahwa dirinya menyukai merek tersebut dan kemudian menggunakannya, dengan kata lain loyalitas merek dapat didefinisikan sebagai pembelian berulang secara terus menerus terhadap produk dengan merek yang sama. Hipotesis H1: Diduga Kualitas Produk (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan kedai omah damar H2:. Diduga Kualitas Pelayanan (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan kedai omah damar H3: Diduga Fasilitas (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan kedai omah damar H4: Diduga Kualitas Produk (X. Kualitas Pelayanan (X. , dan Fasilitas (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap loyalitas pelanggan kedai omah damar METODE PENELITIAN Lokasi dan Jenis Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Kedai Omah Damar Gresik yang berada di Jl. Nyai Ageng Arem-Arem no 22 Kecamatan Gresik. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yang mana dalam penelitian ini menghasilkan data berupa angka yang telah diolah komputer menggunakan Progam Statistical Product and Service Solutions (SPSS) yang kemudian dijabarkan oleh peneliti. Populasi. Sampel. Dan Taknik Sampling Dalam penelitian ini, yang digunakan sebagai populasi adalah pelaanggan kedai omah damar yang berjumlah 370 pelanggan dari bulan Januari Ae Maret 2024. peneliti menggunakan sampel yang representatif. Agar dapat menentukan jumlah sampel dari populasi, peneliti menggunakan rumus slovin. Beradasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus slovin, maka ukuran sampel yang diperoleh oleh peneliti untuk melakukan penelitian yaitu sebanyak 79 responden. Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan batas toleransi kesalahan sebanyak 10%. Jumlah tersebut akan dijadikan ukuran sampel penelitian di kedai omah damar. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yanng dipilih yaitu sampling purposif yaitu jenis pengambilan sample non-probability dimana pebeliti memilih sample berdasarkan kebutuhan peneliti dan sesuai dengan kebutuhan Indikator Penelitian Kualitas Produk : Menurut kivela dalam penelitiaan (Anwar 2. menyatakan bahwa kualitas makanan dapat diukur melalui beberapa indikator, yaitu prensetation . ajian makanan secara visua. ariasi men. , taste . esegaran dan kerenyahan makana. , temperature . roma dan suhu makana. Kualitas Pelayanan : Menurut pasuraman yang dikutip dalam (Tjiptono 2014:. ada lima indikator dalam kualitas layanan terdiri dari Kepercayaan Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 . Daya Tanggap . Jaminan . Empati . , serta Bukti Fisik . Fasilitas : Menurut (Tjiptono 2014:. beberapa indikator dalam variabel fasilitas antara lain: Pertimbangan / Perencanaan Parsial. Perencanaan Ruangan. Perlengkapan. Tata Cahaya dan Warna Loyalitas Pelanggan : Menurut (Frindy and Tiurnari 2. ada enam indikator yang dapat digunakan untuk mengukur loyalitas pelanggan antara lain Pembelian ulang. Kebiasaan mengonsumsi merk. Rasa suka yang besar pada merk. Ketetapan pada merk. Keyakinan bahwa merk tertentu merupakan merk yang terbaik . Perekomendasian merk kepada orang lain. Definisi Operasional Variabel Didalam penelitian ini, operasional variabel memungkinkan suatu alat pengukuran sesuai dengan sifat variabel yang konsepnya didefinisikan. Terdapat empat variabel yang termuat dalam penelitian ini. Kualitas Produk (X. Kulitas Pelayanan (X. Fasilitas (X. sebagai variabel bebas dan loyalitas pelanggan (Y) sebagai variabel terikat. Metode Pengumpulan Data Didalam penelitian ini ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh penrliti dalam proses pengumpulan data, hal ini dilakukan agar peneliti dapat memaparkan data yang telah diperoleh dengan lengkap dan juga jelas atau dapat dipahami. Agar dapat menghasilkan data yang akurat, peneliti menggunakan dua jenis data yaitu data primer yang berupa kuesioner dan wawancara sebagai data sekunder. Uji Analisis Data Uji Validitas Untuk dapat mengetahui data yang diolah valid atau tidak peneliti melakukan uji validitas dengan cara membandingkan nilai dari rhitung dengan rtabel dengan tingkat signifikansi 5% dari degree of freedom . = n-2, di mana n adalah jumlah sampel. Jika rhitung lebih besar dari rtabel dan nilainya positif, maka isu atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali and Ratmono 2018:. Uji Reliabilitas Untuk dapat mengetahui tingat reliabelitas data adalah dengan melakukan uji Menurut Ghozali . apabila nilai Cronbach's Alpha yang dihasilkan lebih besar dari 0,6 maka data tersebut reliabel. Semakin dekat nili Cronbach's Alpha pada angka 1 maka data tersebut semakin tinggi reliabilitas konsistensi Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi klasik merupakan sebuah uji yang dilakukan untuk dapat menilai ada atau tidaknya masalah-masalah asumsi klasik dalam sebuah uji linier. Sebelum melakukan uji regresi, maka terlebih dulu melalui pengujian asumsi klasik. Uji Normalitas Menurut (Gozali 2018:. Uji Kolmogorov-Smirnov (KS) digunakan guna menentukan normalitas data. Jika hasil uji Kolmogorov-Smirnov mendapatkan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 berarti data tersebut berdistribusi normal. Namun apabila skala perbedaan signifikan lebih kecil dari Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Uji Multikolienaritas Nilai toleransi dibatasi hingga 0,1, dan VIF dibatasi hingga 10. Jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 atau VIF lebih besar dari 10, maka terjadi Sebaliknya jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 atau VIF lebih kecil dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas (Gozali 2018:. Uji Autokorelasi Singgih Gempur . untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya autokerelasi dapat dilakunan dengan cara uji Durbin Watson (DW tes. Uji Heteroskedastisitas Tes glejser dijalankan menggunakan meregresi variabel independen bersama nilai residual absolut (ABS_RES). Apabila angka signifikansi antara variabel bebas dan residu mutlak lebih besar dari 0,05, maka tak ada varians yang heterogen (Gozali 2. Uji Linieritas Jika nilai (Deviation for Lineart. signifikansi lebih besaar dari 0,05. dapat disimpulkan dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear. Jika nilai (Deviation for Lineart. signifikansi lebih kecil dari 0,05. dapat disimpulkan dua variabel dikatakan tidak mempunyai hubungan yang linear (Duwi 2018, 95Ae. Uji Hipotesis Uji t Uji t . merupakan sebuah pengujian yang digunakan agar dapat mengetahui seberapa penting dampak dari variabel independen terhadap variabel dependen. Uji f Uji F (Simulta. merupakan sebuah pengujian yang berpengaruh dalam membuktikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dapat digunakan untuk menentukan apakah Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan. Dan Fasilitas berpengaruh pada Loyalitas Pelanggan. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi dapat dikonfirmasikan dengan nilai Adjusted R Square. Hal ini membuktikan seberapa baik variabel independen mampu mendeskripsikan variabel independen. Nilai kepastiannya ialah 0 sampai 1. Semakin tinggi koefisien determinasi yang disesuaikan, semakin baik model regresi yang dipakai. Hal ini dikarenakan variabel bebas juga lebih mampu mendeskripsikan variabel terikat. Namun, semakin kecil nilai koefisien determinasi, semakin kecil kemampuan variabel independen guna mendeskripsikan variabel dependen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Untuk dapat mengetahui data yang diolah valid atau tidak peneliti melakukan uji validitas dengan cara membandingkan nilai dari rhitung dengan rtabel dengan tingkat signifikansi 5% dari degree of freedom . = n-2, di mana n adalah jumlah Jika rhitung lebih besar dari rtabel dan nilainya positif, maka isu atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali and Ratmono 2018:. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Tabel 1 Hasil Uji Validitas Sumber : data diolah peneliti Uji Reliabilitas Untuk dapat mengetahui tingat reliabilitas data adalah dengan melakukan uji apabila nilai Cronbach's Alpha yang dihasilkan lebih besar dari 0,6 maka data tersebut reliabel. Semakin dekat nilai Cronbach's Alpha pada angka 1 maka data tersebut semakin tinggi reliabilitas konsistensi internalnya. Setelah peneliti melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan program Progam Statistical Product and Service Solutions SPSS terhadap variabel-variabel penelitian yang digunakan (Ghozali, 2. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan tabel hasil pengujian reliabilitas munujukkan bahwa variabel Kualita Produk (X. Kualitas Pelayanan (X. Fasilitas (X. , dan Loyalitas Pelanggan (Y) memiliki nilai CroncbachAos Alpha lebih dari 0,6 sehingga semua instrument atau item pertanyaan dapat dikatakan reliabel. Uji Normalitas Table 3 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sumber : Data diolah peneliti Berdasarkan hasil dari Uji Normalitas dengan menggunakan SPSS, di dapatkan nilai Asymp Sig. Sebesar 0,71 lebih besar dari 0,05, sesuai dari pengambilan keputusan Kolmogrov-smirnov maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Uji Heteroskedastisitas Tabel 4 Hasil Uji Heteroskedastitas Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan tabel di atas. Variabel bebas yang terdiri dari variabel Kualitas Produk memiliki nilai signifikasi sebesar 0,445 lebih besar dari 0,05, variabel Kualitas Pelayanan memiliki signifikasi sebesar 0,054 lebih besar dari 0,05. Variabel Fasilitas memiliki signifikasi sebessar 0,204 lebih besar dari 0,05. Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi masing-masing variabel Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan, dan Fasilitas lebih besar dari 0,05 hal ini menunjukkan model atau seluruh instrumen variabel dinyatakan tidak terjadi atau bebas dari heteroskedastitas. Uji Multikolinieritas Tabel 5 Hasil Uji Multikolinieritas Sumber : data diolah peneliti Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Berdasarkan tabel di atas coefficient diketahui bahwa nilai VIF dari variable independent yang terdiri dari Variabel Kualitas Produk memiliki nilai VIF sebesar 1,597 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance sebesar 0,626 lebih besar dari 0,1. Variabel Kualitas Pelayanan memiliki nilai VIF sebesar 1,735 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance sebesar 0,576 lebih besar dari 0,1. Variabel Fasilitas memiliki nilai VIF sebesar 1,546 lebih kecil dari 10 dan nilai tolerance sebesar 0,647 lebih besar dari 0,1 maka dapat disimpulkan hasil dari penelitian ini bebas dari multikolinearitas. Uji Autokorelasi Table 6 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan hasil dari tabel di atas, dapaat diketahu nilai DW sebesar 1,768. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel signifikansi DW dengan jumlah sampel 79 . dan jumlah variabel independen 3 . = . , maka diperoleh nilai dU sebesar 1,714 . Nilai DW sebesar 1,768 lebih besar dari batas atas . U) yakni 1,7141 dan kurang dari . -dU) atau 4 Ae 1,7141 = 2,2859 Jadi tidak terdapat autokolerasi Uji Linieritas X1 terhadap Y Tabel 7 Hasil Uji Linieritas Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Sumber : data diolah peneliti Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Berdasarkan tabel 7 hasil yang diperoleh dari uji linieritas diketahui bahwa nilai dari deviation from linearity sebesar 0,584 lebih besar dari 0,05, hal ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara Variabel Kualitas Produk dengan Variabel Loyalitas Pelanggan. X2 terhadap Y Tabel 8 Hasil Uji Linieritas Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Sumber: data diolah Peneliti Berdasarkan tabel 8 uji linieritas memproleh nilai deviation from linearity sebesar 0,561 lebih besar dari 0,05, hal ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara Variabel Kualitas Layanan dengan Variabel Loyalitas Pelanggan. X3 terhadap Y Tabel 9 Hasil Uji Linieritas Fasilitas Terhadap Loyalitas Pelanggan Sumber : data diolah peneliti Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Berdasarkan tabel 9 uji linieritas memperoleh nilai deviation from linearity sebesar 0,1301 lebih besar dari 0,05, hal ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara Variabel Fasilitas dengan Variabel Loyalitas Pelanggan. Analisis Regresi Berganda Tabel 10 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Sumber : data diolah peneliti Berdasarkan tabel di atas maka model regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut : Y = 2,616 0,352X1 Ae 0,014 X2 0,490 X2 e Persamaan regresi linier berganda di atas dapat di simpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta mempunyai nilai positif sebesar 2,616. Hal ini menunjukkan bahwa jika semua variabel independen yang meliputi Kualitas Produk (X. Kualitas Layana (X. Dan Fasilitas (X. bernilai 0 atau tidak memiliki perubahan, maka nilai Loyalitas Pelanggan adalah 2,616 Nilai koefisien regresi untuk variabel Kualitas Produk (X. memiliki nilai positif sebesar 0,352. Hal ini menunjukkan jika Kualitas Produk mengalami kenaikan 1 maka Loyalitas Pelanggan akan naik sebesar 0,352 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Nilai koefisien regresi pada variabel Kualitas Layanan (X. yaitu sebesar (-0,. Nilai ini menujukkan pengaruh negatif . erlawan ara. atara variabel Kualitas Layanan dan variabel Loyalitas Pelanggan. Hal ini menunjukkan jika variabel Kualita Layanan mengalami kenaikan 1 maka sebaliknya variabel Loyalitas Pelanggan akan mengalami penurunan dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. Nilai koefisien regresi pada variabel Fasilitas (X. yaitu sebesar 0,490. Hal ini menunjukkan jika variabel Fasilitas mengalami kenaikan 1 maka Loyalitas Pelanggan akan naik sebesar 0,352 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Uji t Tabel 11 Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 2,616 4,268 ,352 ,163 -,014 ,149 Model (Constan. Kualitas Produk (X. Kualitas Pelayanan (X. Fasilitas (X. ,490 ,141 Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan (Y) Sumber : data diolah peneliti Standardize Coefficients Beta ,258 -,011 ,613 2,157 -,091 Sig. ,542 ,034 ,927 ,410 3,485 ,001 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan beberapa hasil hipotesis yaitu: H1 = Variabel Kualitas Produk memiliki nilai t hitung 2,157 lebih besar dari 1,664 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas produk berpengaruh terhadap variabel Loyalitas Pelanggan. H2 = Variabel Kualitas Layanan memiliki nilai t hitung -0,091 lebih kecil dari 1,664, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kualitas Layanan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap variabel Loyalitas Pelanggan. H3 = Variabel Fasilitas memiliki nilai t hitung 3,485 lebih besar dari 1,664, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Fasilitas memiliki dampak yang signifikan terhadap variabel Loyalitas Pelanggan. Uji F Tabel 12 Hasil Uji F Sumber : data diolah peneliti Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan beberapa hasil hipotesis yaitu: H4 = Adanya pengaruh dari variabel Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan, dan Fasilitas terhadap Loyalitas Pelanggan Kedai Omah Damar Gresik dengan nilai F hitung sebesar 12,324 lebih besar dari Ftabel 2,720. Artinya, secara simultan variabel Kuaalitas Produk. Kualitas Pelayanan. Dan Fasilitas berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan Kedai Omah Damar Gresik. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 13 Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Sumber : data diolah peneliti Pada tabel di atas menunjukkan nilai Adjusted R Square nilai R sebesar 0,303 atau 30,3%, artinya variabel Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan, dan Fasilitas dapat menjelaskan sebesar 30,3% Loyalitas Pelanggan. Sedangkan sisanya . % 30,3% = 69,7% ) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Produk dan Fasilitas memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Pelanggan Kedai Omah Damar Gresik, yang berarti bahwa peningkatan pada kedua aspek tersebut dapat mendorong pelanggan untuk tetap setia. Sebaliknya, variabel Kualitas Pelayanan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial, sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait aspek pelayanan yang Meskipun demikian, secara simultan, ketiga variabel: Kualitas Produk. Kualitas Pelayanan, dan Fasilitas secara bersama-sama terbukti berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan, menandakan bahwa kombinasi dari ketiganya tetap penting dalam membangun dan mempertahankan loyalitas konsumen di Kedai Omah Damar Gresik. BIBLIOGRAFI Agustina. Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PercetakanAneka Jaya Pematangsiantar. Ay Maker: Jurnal Manajemen, 5. , . 38Ae49. Basrah. , dan samsul. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Ke14. Jilid 2. Erlangga. Jakarta Adaptif: Jurnal Manajemen & Bisnis - Vol. No. : Juni P-ISSN: x-x. E-ISSN: x-x. Halaman 1-15 Burhan. , & Rosyihuddin. Peran Kepuasan Memediasi Pengaruh Brand Image terhadap Loyalitas Konsumen pada Bank BRI Cabang Gresik. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management, 6. , 529-542. Ghozali, i. , & ratmono, d. Analisis multivariat dan ekonometrika dengan Badan penerbit universitas diponegoro. Kotler. Philip dan Gary Armstrong. Principles Of Marketing. Edisi 17, (New Jersey:Prentice-Hall Published, 2. Kotler. & Keller. , 2016. Marketing Managemen. 15th Edition, ed. :PearsonEducation. Inc. Latief. Analisis Pengaruh Produk. Harga. Lokasi dan Promosi terhadap MinatBeli Konsumen pada Warung Wedang Jahe (Studi Kasus Warung Sido Mampir di Kota Langs. Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 7. , 90Ae 99. https://doi. org/10. 33059/jmk. Maulidi, a. Teknik belajar statistik 2. AlimAos puplishing. Memah et al, 2015. Pengaruh Harga. Lokasi. Kualitas Bangunan dan Promosi TerhadapMinat Beli Perumahan Taman Safira Bondowoso Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d . disi kedu. Alfabeta. Suliyanto, 2011. Ekonometrika Terapan : Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. Yogyakarta. Sunyoto, d. Metodologi penelitian akuntansi. Pt refika aditama. Sujarweni. Wiratna, 2019. Sistem Akutansi. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. Wahyono, t. Sistem informasi: konsep dasar, analisis desain dan Graha ilmu.