AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis AuDOI: https://doi. org/10. 37366/ekomabis. e-ISSN 2716-0238Ay Volume 5 Issue 02 Ae Jul 2024Ay Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan dan Digital Payment Terhadap Kinerja UMKM Makanan & Minuman di Kota Padang The Influence of Financial Literacy. Financial Inclusion, and Digital Payment, on The Performance of Food & Beverage MSMEs in Padang City Submit: 22 May 2024 Review: 28 May 2024 Accepted: 13 Jun 2024 Publish: 17 Jul 2024 Gita Mai Rani1*). Rika Desiyanti2 Abstrak Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literasi keuangan, inklusi keuangan, dan digital payment mempengaruhi kinerja usaha kecil dan menengah (UMKM) makanan dan minuman di Kota Padang. Dalam analisis ini menggunakan sampel sebesar 87 partisipan. Pendekatan validitas yang dipakai yaitu confirmatory factor analysis (CFA), sementara analisis regresi berganda dengan menggunakan STATA 12 dipakai untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dari hasil temuan ini menunjukan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan tidak mendukung hipotesis, sementara itu digital Payment memberikan pengaruh positif terhadap kinerja UMKM makanan dan minuman di Kota Padang. Penelitian ini menyoroti perlunya perhatian khusus dalam pengembangan dan pemanfaatan strategi pengetahuan finansial layanan keuangan yang lebih efektif untuk UMKM agar dapat mencapai dampak positif yang besar terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini juga memberikan wawasan berharga bagi pelaku UMKM dan pihak terkait untuk meningkatkan digital payment sebagai upaya peningkatan produktivitas UMKM. Kata Kunci: Kinerja UMKM. Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan. Digital Payment. UMKM Abstract The purpose of this research is to determine the effects of digital payments, financial inclusion, and financial literacy on the performance of food and beverage micro, small, and medium-sized enterprises (MSME. in Padang City. A sample of 87 responders was employed in this Within this research, the hypothesis is tested through multiple regression analysis using STATA 12, and the validity method is confirmatory factor analysis (CFA). The findings of 1 AuUniversitas Bung HattaAy. gitamairani35@gmail. 2 AuUniversitas Bung HattAya. rikadesiyanti@bunghatta. *) Correspondence AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 161 AuPengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital PaymentAAy the research show that while the performance of Padang CityAos food and beverage MSMEs is positively impacted by digital payment, financial literacy and financial inclusion do not support the This study emphasizes the necessity of giving greater consideration to creating and implementing more efficient financial inclusion and literacy initiatives for MSMEs in order for them to have. Keywords: MSME Performance. Financial Literacy. Financial Inclusion. Digital Payment. MSMEs Kode JEL: -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Pendahuluan Salah satu model usaha yang bisa dilakukan seluruh lapisan masyarakat saat sekarang ialah bisnis dengan skala industri kecil hingga menengah yang biasa dikenal dengan UMKM. Sumatera Barat dikenal sebagai satu dari sejumlah besar provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah UMKM terhitung cukup tinggi. Sedangkan kabupaten yang memiliki UMKM terbanyak di Sumatera Barat adalah kabupaten Kota Padang (LAKIP. Selain itu, bisnis UMKM yang sangat diminati dan digeluti oleh para pebisnis adalah UMKM dengan jenis kuliner saji. Namun perkembangan UMKM makanan dan minuman di setiap kecamatan di Kota Padang cenderung mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena adanya masalah internal seperti kualitas dari pelaku UMKM yang belum bisa mengelolah usahanya, serta kurangnya permodalan, masalah teknologi, dan manajemen UMKMnya (Budiarto et al. , 2. Menurut Kristiningsih dan Trimarjono . , dimana cara untuk mengukur pertumbuhan suatu bisnis adalah dengan melihat kesuksesan dari bisnis yang terlihat dari hasil kinerja usahanya. Kinerja suatu UMKM sangat berpengaruh terhadap perkembangan UMKM tersebut. Sehingga tujuan dari UMKM adalah memaksimalkan nilai usaha yang tercermin dalam kinerja UMKM tersebut. Selain itu masih banyak dari pelaku UMKM ini tidak memiliki pandangan atau bahkan tidak memiliki pengetahuan yang luas, sehingga tidak berorientasi kepada jangka panjang terhadap usahanya, karena hal tersebutlah yang membuat upaya untuk meningkatkan kinerja UMKM yang cenderung bersifat konvensional, sehingga para pelaku UMKM seringkali keliru dalam mengukur produktivitas usahanya yang pada akhirnya berdampak pada kinerja UMKM (Yusni et , 2. Maka dari itu masalah tersebut apabila tidak ditangani maka akan berdampak pada kinerja UMKM. Kinerja adalah sebuah hasil yang didapatkan melalui sumber daya keuangan yang ada (Idrus, 2. Selain itu, kinerja adalah indikator kesuksesan maupun keberhasilan suatu bisnis untuk mencapai tujuannya. Menurut Nurhadianthy dan Anis, . kinerja juga mencerminkan suatu keberhasilan dalam mengelolah sutu organisasi, termasuk organisasi sektor publik yang tergambar melalui pencapaian yang telah dieroleh. Mengingat pentingnya kinerja UMKM bagi pertumbuhan usaha yang dapat meningkatkan perekonomian terutama di Kota Padang, jadi ada beberapa hal yang berpotensi bisa berdampak pada kinerja UMKM, diantaranya yakni pengetahuan keuangan, inklusi keuangan, digital payment, lokasi yang strategis dan mudah dijangkau, serta kualitas pelayanan yang diberikan. Para pelaku usaha manapun pasti menginginkan kualitas kinerja yang baik dari waktu ke waktu tak terkecuali para pelaku UMKM yang ada di Kota Padang. Namun untuk bisa menjadikan kinerja UMKM semakin baik maka UMKM harus memiliki pengetahuan tentang keuangan agar bisa mengelolah keuangan dengan baik. Pengetahuan finansial atau yang biasa disebut 162 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuGita Mai Rani. Rika DesiyantiAy dengan literasi keuangan merupakan proses untuk meningkatkan ilmu, keahlian dan kepercayaan bahwa seseorang dapat mengatur uang masuk dan uang keluar agar semakin baik dan efektif (Septiani & Wuryani, 2. UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik maka akan dapat menentukan rencana yang strategis untuk melihat peluang dan risiko, dan mempunyai akses keuangan yang cukup, serta dapat menghadapi ketidakstabilan perubahan iklim bisnis sehingga pengambilan keputusan yang dibuat akan memberikan solusi yang inovatif dan terarah untuk meningkatkan kinerja UMKM (Sanistasya et al. , 2. Pada penelitian terdahulu menggunakan literasi keuangan yang menunjukan, jika pemahaman keuangan memberikan pengaruh positif dan penting terhadap performa usaha mikro, keci, menengah (UMKM) (Dermawan. Tetapi hasil tersebut berbeda dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan Kumalasari dan Haryono . , menjelaskan jika kinerja usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) tidak terpengaruh oleh pemahaman keuangan. Namun bukan hanya literasi keuangan, pelaku UMKM harus mempunyai modal yang cukup yang disediakan oleh layanan jasa keuangan atau inklusi keuangan. Inklusi keuangan atau biasa disebut dengan jasa layanan keuangan merupakan salah satu akses untuk ke berbagai barang, layanan, atau lembaga jasa keuangan yang telah disesuaikan dengan keahlian dan keinginan seseorang dalam usahanya untuk mensejahterakan rakyat (Nasiruddin et al. , 2. Ketersediaan pelayanan dan kebutuhan keuangan dapat membantu pelaku UMKM untuk memenuhi kecukupan permodalan. Penelitian yang menggunakan inklusi keuangan menunjukan jika keterlibatan inklusi keuangan memberikan dampak positif pada kinerja usaha mikro, kecil, menegah (UMKM) (Septiani & Wuryani, 2. Hal yang berbeda ditunjukan oleh penelitian yang menunjukan jika inklusi keuangan tidak memiliki pengaruh bagi kinerja UMKM (Puspitasari & Astrini, 2021. Hilmawati & Kusumaningtias, 2. Selain itu, faktor berikutnya yang juga berpengaruh kepada kinerja UMKM adalah pembayaran digital, dimana ini dianggap sebagai satu diantara sarana transaksi dengan mengoperasikan alat elektronik seperti layanan perbankan melalui SMS, perbankan internet, perbankan seluler, dan dompet digital, dimana aktivitas pembayaran cuma bisa digunakan melalui smartphone (Handayani & Soeparan, 2. Dengan menggunakan teknologi digital payment pelaku usaha bisa melacak pembayaran secara real time saat transaksi terjadi, hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan pencatatan keuangan secara akurat dan untuk hasil penjualan dapat langsung disimpan di bank dan mengurangi resiko kehilangan uang serta mengantisipasi menerima pembayaran uang palsu (Tarantang et al. , 2. Sementara itu, penelitian menggunakan digital payment menunjukan bahwa tidak ada pengaruh penggunaan digital payment terhadap kinerja UMKM (Sukayana & Sinarwati, 2. Berdasarkan paparan tersebut menjelaskan jika UMKM memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan perekonomian terutama di Kota Padang. Selain itu, pada penelitian ini dipilih UMKM makanan dan minuman yang ada di Kota Padang sebagai objek penelitian karena UMKM sektor makanan dan minuman ini lebih dekat dengan masyarakat dan paling banyak diminati oleh para pelaku usaha dan sangat menjanjikan. Namun masih banyak terdapat permasalahan pada UMKM makanan dan minuman di Kota Padang seperti kurangnya pengetahuan keuangan. Inklusi Keuangan atau AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 163 AuPengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital PaymentAAy penyediaan modal yang sulit dijangkau oleh pelaku UMKM dan digital payment yang tidak banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau UMKM sehingga hal ini sangat berpengaruh pada kinerja UMKM tersebut. Berdasarkan paparan tersebut, maka penelitian ini akan menggunakan variabel literasi keuangan dan inklusi keuangan yang akan mempengaruhi kinerja UMKM, karena masih terdapat ketidak konsistenan pada penelitian sebelumnya, serta menambah variabel yang masih jarang digunakan dan dikaitkan dengan kinerja UMKM seperti digital payment sehingga menjadikan ini alasan untuk melakukan penelitian dengan judul Ay Pengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital Payment Terhadap Kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota PadangAy, dimana pada penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat terutama bagi pelaku UMKM agar bisa memahami pengetahuan keuangan, inklusi keuangan dan dapat memanfaatkan digital payment untuk meningkatkan kinerja UMKM mereka. Metodologi Pengembangan Model Teori Kontingensi Lawrence dan Lorsch pada tahun 1967 mengusulan sebuah teori yang diberi nama teori kontingensi, yang mana teori ini pernah dipakai oleh Kazt dan Rosenzweig pada tahun Teori ini menjelaskan jika tidak terdapat cara yang efisien agar mencapai kesamaan faktor organisasi dengan lingkungan sehingga organisasi dapat memperoleh prestasi yang baik (Sevana et al. , 2. Teori ini bertujuan untuk menghubungkan gaya kepemimpinan dengan komponen kontingensinya, yaitu situasi ketidakpastian. Oleh karena itu, tujuan dari teori kontingensi merupakan salah satu cara untuk bisa mengetahui bagaimana UMKM agar bisa mencapai kinerja melalui pertimbangan elemen internal dan eksternalnya (Pratono, 2. Menurut konsep kontingensi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya bisa berhasil jika strukturnya cocok dan mampu mengadopsi apa yang dibutuhkan berdasarkan ukuran, teknologi, dan lingkunganya (Pratono, 2. Masalah kinerja bisnis seringkali dihadapi oleh pemilik UMKM. Beberapa faktor yang menghambat peningkatan dan kemajuan kinerja bisnis UMKM termasuk kesulitan dalam menerapkan strategi dan mengadopsi perkembangan Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengujian yang terstruktur dengan menggunakan model kontingensi dalam sistem akuntansi manajemen (Nurhidayah & Badollahi, 2. Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Kinerja Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) Literasi keuangan dalam meningkatkan kinerja UMKM sangat berpengaruh, sehingga jika pelaku UMKM paham tentang bagaimana memanfaatkan keuangan dengan baik maka kinerja UMKM akan semakin baik. Hilmawati dan Kusumaningtias . menunjukan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh terhadap kinerja UMKM di Surabaya. Literasi keuangan sangat membantu kinerja UMKM, sehingga ketika angka pemahaman keuangan meningkat tinggi, itu dapat memberikan dampak positif dan 164 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuGita Mai Rani. Rika DesiyantiAy mempengaruhi kinerja usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Selain itu, penelitian yang menjelaskan jika literasi finansial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, yang berarti orang yang berpendidikan akan lebih mudah untuk mengembangkan bisnis mereka dengan mengoptimalkan praktik bisnis mereka dengan hati-hati (Sari & Widodo, 2022. Martono &Febriyanti, 2. Hipotesis 1: Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Padang Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Usaha Mikro, kecil. Menengah (UMKM) Inklusi keuangan adalah keadaan dimana setiap orang memungkinkan dapat mengakses dalam menggunakan barang dan jasa finansial sesuai dengan kebutuhan (Marginingsih, 2. Penelitian yang menyatakan jika inklusi keuangan memberikan dampak positif dan signifikan pada kinerja UMKM, dimana bertambah meningkatnya inklusi keuangan suatu UMKM, maka kinerja UMKM dapat lebih meningkat pula (Fadilah et al. , 2022 . Novita et al. , 2. Hipotesis 2: Inklusi Keuangan berpengaruh positif terhadap Kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Padang Pengaruh Digital Payment terhadap Kinerja Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) Digital payment adalah metode pembayaran secara daring dimana mengharuskan pemakai menggunakan software jaringan dan akun virtual yang mengubah uang tunai sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai melalui banyak pilihan perangkat komunikasi dan sistem pembayaran tanpa uang tunai (Musthofa et al. , 2. Sementar itu, pembayaran digital juga mempengaruhi kinerja UMKM, yang menjelaskan jika pembayaran digital digunakan jumlah yang banyak atau lebih bermacam-macam maka akan berdampak positif kepada kinerja UMKM (Taufiq & Pabulo, 2. Hipotesis 3: Digital Payment berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Padang Literasi Inklusi Kinerja UMKM Digital Payment Gambar 1. Kerangka Konseptual AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 165 AuPengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital PaymentAAy Table 1. Operasionalisasi Variabel Variabel Kinerja UMKM (Aribawa, 2. Indikator - Pertumbuhan Perusahaan - Pertumbuhan Penjualan - Pertumbuhan Konsumen - Pertumbuhan Keuntungan - Pertumbuhan Jumlah Aset Literasi keuangan - Pengetahuan keuangan terkait manajemen uang (Mendari & Kewal, - Pengetahuan keuangan menilai kinerja secara berkala - Perilaku keuangan dalam memelihara buku harian - Perilaku keuangan dalam budgeting - Perilaku keuangan tentang anggaran belanja bulanan - Sikap keuangan untuk mengurangi risiko keuangan - Sikap terhadap rencana kedepan Inklusi Keuangan - Akses (Soetiono & - Penggunaan Setiawan, 2. - Kualitas - Kesejahteraan Digital Payment - Persepsi kemudahan penggunaan (Suryantoet al. - Persepsi manfaat - Persepsi kredibilitas - Pengaruh social - Niat perilaku Sumber: Rangkuman Teori, 2024 Skala Pengumpulan Data Pada studi ini, subjek yang dipilih adalah pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota padang yang menggunakan sistem pembayaran digital. Sampel yang dipakai untuk penelitian ini adalah sebanyak 87 responden yang berasal dari pelaku UMKM makanan dan minuman yang berada di Kota Padang dengan teknik pengumpulan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan dengan bantuan Google form. Metode dalam temuan ini memakai pemilihan sampel yang disesuaikan dengan kriteria melalui purposive sampling . aitu telah berdiri lebih dari 6 bulan, berpendapatan mulai dari Rp 2. 000, serta menggunakan aplikasi pembayaran Metode Analisis Metode pencatatan data, perhitungan, dan pengertian setiap variabel, serta teknik analisis data diterapkan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif sebagai teknik survey untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini menggunakan uji validitas melalui uji CFA . onfirmatory factor analysi. Sementara itu, reliabilitas diuji menggunakan koefisien alpha cronbach. Pada penentuan hipotesis, regresi linear berganda digunakan, dan analisis dilakukan menggunakan aplikasi STATA 12. 166 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuGita Mai Rani. Rika DesiyantiAy Hasil Responden Jumlah responden dalam kuesioner yang disebar pada penelitian ini berjumlah 87 Untuk 87 kuesioner yang disebar tersebut mempunyai data yang lengkap maka data yang diolah adalah sebanyak 87 responden. Berikut ini akan diuraikan profil responden pada Tabel yang terlihat berikut ini: Tabel 1. Demografis Responden Demografis Gender - Perempuan - Pria Lama Usaha - 6 Bulan - 1-3 tahun - Diatas 3 tahun - O2jt - 2-5 jt - 5-7,5 jt - Ou 7,5 jt Sumber: Data primer diolah, 2024 Jumlah Persentase 52,87 47,13 18,39 20,69 60,92 25,29 52,87 14,94 Data responden pada Tabel 1. menunjukan bahwa responden dengan gender Perempuan lebih banyak jika dibandingkan dengan gender pria yaitu 46 responden Perempuan dan 41 responden pria. Sementara itu untuk lama usaha terlihat jika responden yang mendirikan usaha selama lebih dari 3 tahun memiliki jumlah yang cukup banyak dibandingkan yang lain yaitu sebanyak 53 responden. Sedangkan untuk income responden dengan pendapatan 5-7,5 juta adalah responden yang paling banyak yaitu sebesar 46 responden. Analisis Uji validitas dan reliabilitas adalah tahapan pertama yang dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis. Tujuannya adalah agar memahami apakah instrumen dalam penelitian valid. Dalam tahap pengujian validitas tersebut item yang valid dapat dilihat dari nilai muatan faktor, yang mana pada penelitian ini standar muatan faktor loading Ou 0,50 dan masih dapat ditolerir atau dinyatakan valid (Ghozali, 2. Tabel 2. Menunjukan hasil pengujian validitas konstruk pada variabel kinerja UMKM dari total 5 item pernyataan semuanya dinyatakan valid dan memiliki loading faktor Ou 0,05. Selanjutnya temuan pada pengujian validitas konstruk bagi variabel literasi keuangan dari total 7 item pernyataan semuanya dinyatakan valid dan memiliki nilai loading faktor Ou 0,05. Sementra itu pengujian validitas konstruk pada variabel inklusi keuangan (X. , dimana pada variabel inklusi keuangan dari total 7 item pernyataan semuanya dinyatakan valid dan memiliki nilai loading faktor Ou 0,05. Sedangkan pada pengujian validitas konstruk untuk variabel digital payment (X. , menunjukan AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 167 AuPengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital PaymentAAy penemuan pada pengujian validitas konstruk pada variabel digital payment dari total 6 item pernyataan semuanya dikatakan valid dan mempunyai nilai loading faktor Ou 0,05. Tabel 2. Hasil Pengujian Validitas dan Uji Reliabilitas Item pernyataan Kinerja UMKM - Pertumbuhan Perusahaan - Pertumbuhan Penjualan - Pertumbuhan Konsumen - Pertumbuhan Keuntungan - Pertumbuhan Jumlah aset Literasi Keuangan - Pengetahuan keuangan terkait Manajemen uang - Pengetahuan keuangan menilai kinerja secara berkala - Perilaku keuangan dalam memelihara buku harian - Perilaku keuangan dalam - Perilaku keuangan tentang anggaran belanja bulanan - Sikap keuangan untuk mengurangi risiko keuangan - Sikap keuangan terhadap rencana Inklusi Keuangan/Finansial - Kemudahan untuk mengakses layanan jasa keuangan - Kemudahan untuk mengetahui produk layanan keuangan - Penggunaan layanan jasa - Kualitas yang cepat dan tepat - Kualitas modal yang diberikan - Kesejahteraan untuk mengembangkan usaha - Kesejahteraan untuk mengurangi Digital Payment - Persepsi kemudahan penggunaan - Persepsi manfaat - Persepsi manfaat - Persepsi kredibilitas - Pengaruh sosial - Niat perilaku Sumber: Pengolahan data primer, 2024 Loading Cronbach Alpha 0,92 0,95 Valid Reliabel 0,92 Kesimpulan Reliabel Reliabel Reliabel 0,89 Reliabel 168 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuGita Mai Rani. Rika DesiyantiAy Setelah validitas selesai. Langkah berikutnya adalah melakukan pengetesan reliabilitas bagi item pernyataan yang dikatakan reliabel. Sementara itu variabel dikatakan reliabel apabila jawaban pada pernyataan selalu konsisten. Menurut Kasmir . ada beberapa ukuran untuk menilai reliabel suatu variabel, maka dalam penelitian ini digunakan ukuran yaitu jika nilai alpha > 0,80 menunjukan atau mensugestikan seluruh item dikatakan reliabel atau dengan kata lain uji memiliki konsisten reliabilitas yang kuat. Berdasarkan pada Table 2. menunjukan hasil cronbachAos alpha untuk setiap variabel yaitu variabel kinerja UMKM, literasi keuangan, inklusi keuangan, dan digital payment sudah memiliki konsisten reliabilitas yang kuat sehingga nilai alpha sudah lebih besar dari 0,80. Tahap selanjutnya setelah melakukan uji validitas dan reliabilitas adalah uji hipotesis melalui uji regresi linear berganda. Dengan demikian didapatkan temuan dari uji hipotesis sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Keterangan Koefisien Regresi Sig Alpha Hasil Literasi Keuangan 0,988 0,05 H1 Ditolak Inklusi Keuangan 0,417 0,05 H2 Ditolak Digital Payment 0,004 0,05 H3 Diterima _Consta 0,000 0,05 Prob > F 0,0190 Adj R-Squared 0,0803 Sumber: Data primer diolah, 2024 Gambar 2. Temuan Pengujian Regresi Linear Berganda Hasil olah data seperti yang ditunjukan pada Tabel 3 dapat digunakan untuk memberi jawaban atas hipotesis penelitian. Nilai coefisien dan nilai P-values menunjukan hasil uji hipotesis dari penelitian. Hipotesis diterima jika nilai P-values < 0,05 (Yurindera. Berdasarkan Tabel 3, maka diperoleh hasil uji hipotesis menggunakan Teknik analisis regresi linear berganda yaitu sebagai berikut: Berdasarkan coef: 0,0013727 dan nilai signifikansi P>|T. ,988, variabel literasi keuangan menunjukan pengaruh positif. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa tidak ada bukti yang memadai untuk memperlihatkan jika literasi keuangan mempengaruhi secara positif kinerja UMKM Dengan demikian, hipotesis pertama ditolak. Hasilnya sejalan dengan temuan yang dilakukan Naufal dan Purwanto, . yang menjelaskan jika literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Selanjutnya variabel inklusi keuangan yang memiliki pengaruh negatif dengan coef: 0,0678131 dan nilai signifikansi P>|T| 0,417 dimana lebih besar dari 0,05. Dengan demikian tidak cukup bukti untuk menyimpulkan jika inklusi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM, sehingga pada hipotesis kedua ditolak. Temuan ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh (Leatemia, 2. dan Riskin et al. , 2. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 169 AuPengaruh Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan, dan Digital PaymentAAy Pada variabel digital payment dilihat bahwa variabel digital payment mempunyai pengaruh dengan coef: 0,3441337 dan nilai signifikansi P>|T| 0,004. Ini berarti dapat dijelaskan jika digital payment memiliki pengaruh positif terhadap kinerja UMKM, maka hipotesis ketiga diterima. Selain itu temuan ini mendukung dan seraha dengan temuan yang telah dilakukan sebelumnya oleh (Kwabena et al. , 2. Pembahasan Pengaruh Literasi keuangan terhadap Kinerja Usaha Mikro. Kecil. Menegah (UMKM) Makanan dan Minuman di Kota Padang Literasi keuangan tidak memiliki dampak terhadap kinerja UMKM Makanan dan Minuman. Baik buruknya literasi keuangan dari pelaku UMKM tidak berdampak pada baik buruknya kinerja UMKM. Analisis tersebut sama dengan temuan penelitian Kumalasari dan Haryono, . , yang menjelaskan jika literasi keuangan tidak berpengaruh pada kinerja UMKM. Selain itu pemilik UMKM yang enggan memanfaatkan dasar pemahaman keuangan, sehingga mereka tidak mengetahui bahwa sebenarnya literasi keuangan memberikan keuntungan melalui berbagai macam barang keuangan secara keseluruhan. Selanjutnya pengetahuan keuangan yang dimiliki pelaku UMKM terkait manajemen uang dan dalam menilai kinerjanya secara berkala masih buruk, serta perilaku keuangan dalam memelihara buku harian atau catatan uang masuk dan keluar tidak dilakukan oleh pelaku UMKM. Sementara itu, penelitian yang sama yang dilakukan oleh Fitria dan Soejono . dimana hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Sehingga pada penelitian ini menjelaskan bahwa pelaku atau pemilik UMKM tidak harus berada dalam posisi yang tidak menguntungkan meskipun mereka buta akan finansial, sejauh masih ada individu yang melek secara finansial dapat membantu mereka dalam pengambilan keputusan bisnis di bidang keuangan tertentu sehingga bisa mengurangi akibat dan konsekuensi akan kesalahan dalam mengelolah keuangan yang berdampak pada kinerja UMKM tersebut. Pengaruh Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Usaha Mikro. Kecil. Menegah (UMKM) Makanan dan Minuman di Kota Padang Inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM Makanan dan Minuman di Kota Padang. Meskipun secara keseluruhan tingkat inklusi keuangan UMKM Makanan dan Minuman di Kota Padang berada pada tingkat tinggi tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi tingkat kinerja UMKM. Layanan jasa keuangan yang cukup sulit untuk diakses oleh masyarakat, serta kualitas yang diberikan tidak sesuai dengan harapan para pelaku UMKM yang menyebabkan inklusi keuangan tidak berpengaruh terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Hilmawati dan Kusumaningtias, . , yang memaparkan bahwa inklusi finansial tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja UMKM. Hal ini juga diperkuat dengan penelitian yang menjelaskan bahwa terdapat kendala pada inklusi keuangan atau layanan jasa keuangan mengenai kemungkinan pelaku UMKM sulit untuk menjangkau akses layanan keuangan agar meningkatkan kinerja UMKM (Jumady et al. , 2. Hal ini juga diperkuat dengan penelitian yang menjelaskan bahwa terdapat kendala pada inklusi keuangan atau layanan jasa keuangan mengenai kemungkinan pelaku UMKM sulit 170 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuGita Mai Rani. Rika DesiyantiAy untuk menjangkau akses layanan keuangan agar meningkatkan kinerja UMKM (Jumady et al. , 2. Pengaruh Digital Payment terhadap Kinerja Usaha Mikro. Kecil. Menegah (UMKM) Makanan dan Minuman di Kota Padang Digital payment berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM makanan dan minuman di Kota Padang, semakin baik penggunaan digital payment oleh pelaku UMKM maka akan semakin baik pula kinerja UMKM. Penggunaan digital payment yang sangat membantu dan mempermudah transaksi selama penjualan. Digital payment memberikan manfaat yaitu dapat meningkatkan kinerja dari UMKM. Temuan tersebut sejalan dengan temuan Asisa et al. yang menjelaskan bahwa fasilitas pembayaran digital dapat berpengaruh secara positif terhadap kinerja usaha. Penelitian yang sama juga menjelaskan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM (Sinaga et al. , 2. Temuan ini didukung dengan penjelasan bahwa mengadopsi sistem pembayaran digital membawa banyak manfaat, termasuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi dalam transaksi. Penggunaan teknologi pembayaran digital membuat pengusaha dapat memverifikasi pembayaran secara langsung saat transaksi berlangsung, memastikan pencatatan keuangan yang akurat, menyimpan pendapatan secara aman di bank, mengurangi resiko kehilangan uang dan penerimaan pembayaran palsu (Daud et al. , 2. Kesimpulan Faktor literasi keuangan tidak mempengaruhi kinerja UMKM, dengan kata lain pengetahuan yang baik tidak mempengaruhi kinerja UMKM. Kinerja UMKM makanan dan minuman di Kota Padang tidak dipengaruhi oleh inklusi keuangan, dengan kata lain baik buruknya inklusi keuangantidak berdampak pada baik buruknya kinerja UMKM. Digital payment memberikan dampak positif pada kinerja UMKM makanan dan minuman di Kota Padang, yang berarti penggunaan pembayaran digital yang baik dan banyak maka akan mempengaruhi kinerja UMKM menjadi lebih baik. Penelitian ini hanya menggunakan variabel literasi keuangan, inklusi keuangan, dan digital payment terhadap kinerja UMKM makanan dan minuman di Kota Padang. Namun sebenarnya masih banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi kinerja UMKM itu sendiri, seperti religiusitas, pengelolaan keuangan, modal dan omzet. Pada penelitian ini hanya menggunakan 87 responden, karena kurangnya waktu dalam melaksanakan penelitian ini. Dalam penelitian ini hanya menggunakan UMKM makan dan minum saja sebagai respondennya, maka disarankan untuk peneliti selanjutnya menambah jumlah respondennya dan dapat menggunakan UMKM jenis lainya seperti UMKM ritel, jasa, kerajinan dan UMKM lainnya sebagai objeknya. Daftar Pustaka