Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember TAFSIR. TAKWIL DAN HERMENEUTIK Fitriyatul Hanifiyah Dosen Tetap PGMI Universitas Islam Jember Hp. 081 336 723 979 Email:fitriyatulhanifiyah@yahoo. Abstrak: Al-QurAan adalah sumber yang pertama dan utama bagi umat Islam. Kebahagiaan mereka bergantung pada pemahaman maknanya, pengetahuan rahasia-rahasianya dan pengamalan apa yang terkandung di dalamnya. Kemampuan setiap orang dalam memahami lafadz dan ungkapan Al-QurAan tidak sama satu sama lainnya. Kalangan awam hanya dapat memahami makna-makna dhahirnya dan pengertian ayatayatnya secara global. Sedangkan kalangan cendikiawan atau terpelajar akan dapat memahami dan menginterpretasikan makna-makna lebih detail dan mendalam serta juga mampu memahami dan mengungkap makna yang tersembunyi di balik teks-teks Al-QurAan. Di samping itu juga, perbedaan terjadi di kalangan intelektual muslim dalam mengungkap, memahami dan menafsirkan teks-teks Al-QurAan yang tidak jarang menimbulkan claim kebenaran . ruth clai. terhadap masing-masing kelompok. Sebagian kelompok mengclaim bahwa penafsiran kelompoknya yang paling benar, begitu pula pada kelompok lainnya sehingga persoalan ini menyebabkan konflik antara beberapa kelompok yang memiliki penafsiran berbeda-beda terhadap makna yang terkandung dalam teks-teks Al-QurAan. Perbedaan penafsiran tersebut merupakan salah satu faktor kemunculan beberapa metodologi atau disiplin keilmuan mengenai cara menafsirkan dan menakwilkan ayat-ayat Al-QurAan yang masih memiliki makna global. Keywod: Tafsir. Takwil dan Hermeneutik Pendahuluan Al-qurAan merupakan kalam Tuhan yang bersifat global dalam menyampaikan pesan-pesannya sehingga dalam memahami makna yang tersirat dalam al-qurAan tersebut membutuhkan pemahaman dan penafsiran yang holistik. Terjadi perbedaan dalam menfsirkan AlqurAan tersebut. Perbedaan penafsiran merupakan salah satu faktor kemunculan beberapa metodologi atau disiplin keilmuan mengenai cara menafsirkan dan menakwilkan ayat-ayat Al-QurAan yang masih memiliki makna global. Terdapat bermacam-macam cara atau metode untuk mengungkap dan memahami makna dan kandungan Al-QurAan. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember baik dari metode tradisional atau klasik hingga muncul metode Metode penafsiran klasik tersebut, lebih dikenal dengan tafsir Al-QurAan dan takwil, sementara metode modern yang muncul belakangan ini adalah metode penafisiran hermeneutik. Oleh karena itu, tulisan disusun untuk menguraikan tentang segala hal yang terkait dengan ketiga metode penafsiran tersebut. Hal ini untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan holistik mengenai cara menafsirkan ayat-ayat Al-QurAan dengan benar, sehingga mampu meminimalisir persoalan perbedaan pendapat tentang kebenaran Di samping itu juga, perbedaan terjadi di kalangan intelektual muslim dalam mengungkap, memahami dan menafsirkan teks-teks AlQurAan yang tidak jarang menimbulkan claim kebenaran . ruth clai. terhadap masing-masing kelompok. Sebagian kelompok mengclaim bahwa penafsiran kelompoknya yang paling benar, begitu pula pada kelompok lainnya sehingga persoalan ini menyebabkan konflik antara beberapa kelompok yang memiliki penafsiran berbeda-beda terhadap makna yang terkandung dalam teks-teks Al-QurAan. Pengertian Tafsir dan Takwil Pengertian Tafsir Tafsir secara bahasa mengikuti wazan AutafAilAy, berasal dari akar kata al-fasr yang berarti menjelaskan, menyingkap, menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Kata at-tafsir dan al-fasr mempunyai arti menjelaskan dan menyingkap yang tertutup. Dalam Lisanul AArab kata Aual-fasrAy berarti menyingkap sesuatu yang tertutup, sedang kata Aat-tafsirAy berarti menyingkapkan maksud suatu lafadz yang musykil dan pelik. 1 Sebagaimana dalam Al-QurAan yang menjadi rujukan dari pengertian istilah Auat-tafsirAy yaitu tercantum dalam surat Al-Furqan ayat 33: ENEUEUEO ACCaCsEICEEAA aCEa EOaEAA EaA AACAAoECuEIA CAEaA AA AAnAAOEaA aeAEAEAACE Ca MannaAo Khalil Al-Khattan. Mabahis fi AoUlumil QurAoan, (Riyadh: Mansyurat al-AoAsr al-hadits, 1. , terj. Mudzakir (Bogor: Pustaka Litera AntarNusa, 2. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Artinya: AuTidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu . sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannyaAy (Q. Al-Furqan: . Di antara kedua bentuk kata di atas . l-fasr dan at-tafsi. , kata yang paling banyak dipergunakan adalah kata at-tafsir. Ibnu Abbas mengartikan: Aywa ahsana tafsiraAy dalam ayat di atas sebagai lebih baik perinciannya . Sebagian ulama berpendapat, kata AutafsirAy adalah kata kerja yang terbalik, berasal dari kata AusafaraAy yang juga memiliki makna menyingkap . l-kas. , dikatakan: safarat al-marAatu sufura . erempuan itu menyingkap cadar dari wajahny. Pembentukan kata Aual-fasrAy menjadi bentuk AutafAilAy . akni, tafsi. untuk menunjukkan arti taktsir . anyak, sering berbua. 2 Tafsir menurut istilah, sebagaimana didefinisikan Abu Hayyan ialah: ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadz-lafadz Al-QurAan tentang indikatorindikatornya, hukum-hukumnya baik ketika berdiri sendiri atau independen maupun yang berkaitan dengan yang lain, serta tentang makna-maknanya yang berkaitan dengan kondisi struktur lafadz yang Kemudian Abu Hayyan menjelaskan secara rinci unsur-unsur definisi tersebut sebagai berikut: AuIlmuAy adalah kata jenis yang meliputi segala macam ilmu. AuYang membahas cara mengucapkan lafadz-lafadz Al-QurAanAy, mengacu kepada ilmu qirat. AuIndikator-indikatornyaAy adalah pengertianpengertian yang ditunjukkan oleh lafadz-lafadz itu. Ini mengacu pada ilmu bahasa yang diperlukan dalam ilmu tafsir ini. Kata-kata Auhukumhukumnya baik ketika independen maupun berkaitan dengan lainnyaAy, meliputi ilmu Sharaf, ilmu nahwu, ilmu Bayan dan ilmu BadiA. Katakata Aumakna-maknanya yang berkaitan dengan kondisi struktur lafadz yang melengkapinyaAy, meliputi pengertiannya yang hakiki dan majazi. Suatu struktur kalimat terkadang menurut lahirnya menghendaki suatu makna tertentu tetapi terdapat penghalang sehingga susunan kalimat tersebut harus dibawa ke makna yang bukan makna lahir, yaitu majaz. Sedangkan kata-kata Auhal-hal yang melengkapinyaAy, mencakup MannaAo Khalil Al-Khattan. Mabahis fi AoUlumil QurAoan, terj. Aunur rafiq El-Mazni, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember pengetahuan tentang nasakh, asbab an-nuzul, kisah-kisah dan lain Sejarah Perkembangan Ilmu Tafsir Tafsir Al-QurAan telah tumbuh di masa Nabi SAW. , sendiri dan beliau yang menjadi penafsir awal (Al-Mufassirul Awwa. terhadap kitab Allah. Beliau menerangkan maksud-maksud wahyu yang diturunkan Sahabat-sahabat Rasul tidak ada yang berani menafsirkan Al-QurAan pada masa beliau masih hidup karena hanya Rasul Muhammad yang memikul tugas menafsirkan Al-QurAan. Setelah wafatnya Rasulullah SAW. , beberapa sahabat Nabi mulai menafsirkan maksud-maksud dari kandungan Al-QurAan. Terdapat beberapa sahabat yang ahli menafsirkan Al-QurAan, di antara mereka yang terkenal ada 10 orang yaitu Khalifah yang empat. Ibnu MasAud. Ibnu Abbas. Ubay bin Kab. Zaid Ibn Tsabit. Abu Musa Al-AsyAari dan Abdullah Ibn Zubair. Para khalifah yang banyak diterima tafsirnya dan disampaikan kepada masyarakat adalah Ali ibn Abi Thalib. Hal ini mungkin karena khalifah-khalifah sebelumnya lebih dahulu wafat. Para sahabat dalam menafsirkan Al-QurAan senantiasa berpegang teguh pada: . Al-QurAan . Nabi Muhammad SAW . Pemahaman dan Ijtihad. Pada periode ini, tidak ada sedikitpun tafsir yang dibukukan karena pembukuan baru dilakukan pada abad kedua. Di samping itu, tafsir hanya merupakan cabang dari hadits dan belum mempunyai bentuk yang teratur. Sementara di kalangan tabiAin yang nota benenya menjadi murid dari sahabat-sabahat Nabi, juga banyak para pakar dalam bidang tafsir. Dalam menafsirkan, para tabiAin berpegang pada sumber-sumber yang ada pada masa para pendahulunya di samping ijtihad dan pertimbangan nalar mereka sendiri. Menurut Adz-Dzahabi, dalam memahami Al-QurAan, para mufassir dari kalangan tabiAin berpegang pada Al-QurAan, keterangan yang mereka riwayatkan dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah, penafsiran para sahabat dan berijtihad atau menggunakan Ibid. Hlm. Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Ilmu-Ilmu Al-QurAoan, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember pertimbangan nalar sebagaimana yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Tafsir yang dinukil dari Rasulullah dan para sahabat tidak mencakup semua ayat Al-QurAan. Mereka hanya menafsirkan bagianbagian yang sulit difahami bagi orang-orang yang semasa dengan Kemudian kesulitan ini semakin meningkat secara bertahap di saat manusia bertambah jauh dari masa Nabi dan sahabat. Oleh karena itu, para tabiAin yang menekuni bidang tafsir merasa perlu untuk menyempurnakan kekurangan ini. Setelah itu, muncul generasi sesudah tabiAin, generasi ini juga berusaha menyempurnakan tafsir AlQurAan secara terus menerus dengan berdasarkan pada pengetahuan mereka atas bahasa Arab, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa turunya Al-QurAan yang mereka pandang valid dan pada ala-alat pemahaman serta sarana pengkajian lainnya. Ketika penaklukan Islam semakin luas, tokoh-tokoh sahabat terdorong berpindah ke daerah-daerah taklukan. Mereka membawa ilmu masing-masing yang kemudian dari mereka tabiAin dan murid mereka belajar dan menimba ilmu sehingga selanjutnya tumbuh menjadi berbagai madzhab dan perguruan tafsir. Pengertian Takwil Takwil secara etimologi merupakan derivasi dari kata AuaulAy, yang berarti kembali ke asal. Atas dasar ini, maka takwil al-kalam . enakwilan terhadap suatu kalima. dalam istilah mempunyai dua makna: Pertama, takwil kalam dengan pengertian, sesuatu makna yang kepadanya mutakallimin . mengembalikan perkataannya, atau suatu makna yang kepadanya suatu kalam dikembalikan. Kalam tersebut kembali dan merujuk kepada makna hakikinya yang merupakan esensi sebenarnya yang dimaksud. Kalam ada dua macam yaitu insyaA dan ikhbar. Salah satu yang termasuk insyaA adalah amr . alimat perinta. Dengan begitu, takwilul amr ialah esensi perbuatan yang diperintahkan. Misalnya hadits yang diriwayatkan dari Aisyah , ia berkata: AuAdalah Rasulullah membaca di dalam rukuA dan sujudnya subhanallah wa hamdika allahummagfir li. Beliau mentakwilkan MannaAo Khalil Al-Qattan. Op. Cit. Hlm. Ibid. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember . enjalankan perinta. Al-QurAan. Perintah tersebut sebagaimana tercantum dalam firman Allah: maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat. (An-Nasr: . Sedangkan takwilul ikhbar adalah esensi dari apa yang diberitakan itu sendiri yang benar-benar terjadi. Misalnya firman Allah SWT: ENEaEUEO aEAoEaACEAECE acEaEa AoaOEaCca CeACOEA aEAEaE ACeaE EACAAoEACEAAE aCAANEIAEaA AaEACaoECuEIA ECOa EAAEau AEaAC EAAEyCAAe CoeaAuCa EaEAACE CEAEACEEsAEa CeEaEAACE aEAACE A CEaCEEsAEa CAEaA aECsEyEAoACE Ea CnCOACsEAe Ea aoAA aEEAEECAACOAE AAEaEAEEC AEaAC aoCA aE EOaEAA EaA aoEaCc EAAECoECc EaEAAuAA ECOAAu aEAeACA ACAC AaEuAEAyAE CaEOa EAaEuAACEEAeAA AAEAECaEICAA ECOAAu A EaOEEAAe ACAoEA CeEaAuCa AACaECsAE CaOEEaoAE ENEaEUEO CoAAECaOEEACE Artinya: AuDan Sesungguhnya kami telah mendatangkan sebuah Kitab (AlQurAa. kepada mereka yang kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali AutakwilAynya. pada hari AutakwilAynya itu datang, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan . e duni. sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?". Sungguh mereka Telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakanAy. (Q. Al-AAraf: 52-. Dalam ayat ini. Allah menceritakan bahwa Dia telah menjelaskan Al-QurAan secara detail dan mereka tidak menunggu-nunggu kecuali takwilnya yaitu datangnya apa yang diberitakan Al-QurAan, bahwa hal itu akan terjadi seperti hari Kiamat dan tanda-tandanya serta segala apa yang ada di akhirat berupa buku catatan amal . , neraca amal . , surga, neraga dan lain sebagainya. Maka pada saat itu, mereka MannaAo Khalil Al-Qattan. Op. Cit. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember mengatakan. Ausungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberikan syafaat kepada kami, atau dapatkah kami dikembalikan . e duni. sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?Ay. Kedua, takwil kalam dengan pengertian, menafsirkan dan menjelaskan maknanya. Pengertian ini yang dimaksudkan Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsir-nya. Dengan begitu, yang dimaksud denga kata AutakwilAy di sini adalah tafsir. Adapun takwil dalam tradisi mutakhirin adalah mengalihkan makna suatu kata dari makna lahiriahnya kepada makna yang lebih tepat yang mungkin dikandungnya, karena terdapat suatu dalil yang Pengalihan makna itu harus kepada makna yang memungkinkannya terkandung oleh kata yang ditakwilkan, walaupun kemungkinan itu bersifat tidak kuat . Di samping itu, juga harus terdapat dalil yang kuat . yang mendasari pengalihan makna tersebut, karena meninggalkan suatu kemungkinan yang kuat kepada kemungkinan yang kurang kuat tidak dapat dilakukan kecuali dengan dalil. Selain itu, dalil yang dipergunakan untuk melakukan pengalihan makna lahiriah tersebut harus kuat . , dan bila dalilnya marjuh, maka penakwilan tersebut tidak dapat diterima. Pengertian Hermeneutika Asal Usul Hermeneutika. Hermeneutika berasal dari kata Yunani hermeneuine dan hermenia yang masing-masing berarti AumenafsirkanAy dan AupenafsiranAy. 10 Istilah tersebut dalam berbagai bentuknya dapat dibaca dalam sejumlah literatur peninggalan masa Yunani Kuno, seperti Organon karya Aristoteles yang di dalamnya terdapat risalah terkenal Peri hermeneias (Tentang penafsira. Istilah tersebut diasosiasikan kepada Hermes . , seorang utusan dewa dalam mitologi Yunani Kuno yang bertugas menyampaikan dan Ibid. Hlm. Yusuf Qardhawi. Al-MarjaAoiyyah al-AoUlya fil Islam lil QurAoan was Sunnah: dhawabith wa Mahadzir fil Fahmi wat Tafsir, terj. Bahruddin Fanani, (Jakarta: Rabbani Press, 1. Hlm. Sumaryono. Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, 1. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember menerjemahkan pesan Dewata yang masih samar-samar ke dalam bahasa yang bisa dipahami manusia. Menurut Gerhard Ebeling, proses penerjemahan yang dilakukan Hermes tersebut mengandung tiga makna hermeneutis yang mendasar. Pertama, mengungkapkan sesuatu yang sebelumnya masih terdapat dalam pikiran melalui kata-kata . tterance, speakin. sebagai medium Kedua, menjelaskan secara rasional . nterpretation, explanatio. sesuatu yang sebelumnya masih samar-samar sehingga maksud atau maknanya dapat dimengerti. Ketiga, menerjemahkan . suatu bahasa yang asing ke dalam bahasa lain yang lebih dkuasai dan mudah dipahami oleh pembaca. Tiga pengertian mengenai hermeneutika di atas, kemudian dirangkum dalam pengertian AumenafsirkanAy . nterpreting, understandin. Hal ini karena segala hal yang masih membutuhkan pengungkapan secara lisan, penjelasan yang masuk akal dan penerjemahan bahasa, pada dasarnya mengandung proses Aumemberi pemahamanAy atau, dengan kata lain AymenafsirkannyaAy. Dengan kata lain, studi hermeneutik mencoba menganalisis dan menjelaskan teori penafsiran teks . azariyat taAwil al-nusu. dengan mengajukan pendekatan-pendekatan keilmuan yang lain yang dengan sendirinya menguji proses pemahaman, mekanisme penafsiran dan penjelasan teks. 13 Proses komunikasi sang pembawa pesan dan objek yang diberi pesan, sebagaimana perilaku yang dilakukan Hermes di atas, menggambarkan satu bentuk struktur yang satu sama lain saling terkait dan tak terpisahkan . riadic structur. dari seni interpretasi: Tanda . , pesan . atau teks . dari sumber yang Perantara . atau penafsir . Menyampaikan pesan kepada audien. Asumsi yang paling mendasar dari hermeneutika ini sebenarnya telah jelas yaitu adanya pluralitas dalam proses pemahaman manusia. Hilman Latief. Nasr Hamid Abu Zaid Kritik Teks Keagamaan, (Jogjakarta: elSAQpress, 2. Hlm. Ilham B. Saenong. Hermeneutika Pembebasan, (Jakarta: Teraju, 2. Hlm. Lihat Nasr Hamid abu Zaid. Iskaliyat al-QiraAoat wa AoAliyat al-TaAowil, (Beirut: Markaz al-Tsaqafi al-AoArabi, 1. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Pluralitas yang dimaksud sifatnya niscaya, karena pluralitas tersebut bersumber dari keragaman konteks hidup manusia. Sebagai sebuah tawaran metodologi baru bagi pengkajian kitab suci, keberadaan hermeneutika pun tidak dapat dielakkan dari dunia kitab suci Al-QurAan. Hasaan Hanafi dalam tulisannya Religious Dialogue and Revolution menyatakan bahwa hermeneutik tidak sekedar ilmu interpretasi atau teori pemahaman, tetapi juga berarti ilmu yang menjelaskan penerimaan wahyu sejak dari tingkat perkataan sampai ke tingkat dunia. Ilmu tentang proses wahyu dari huruf sampai kenyataan, dari logos sampai praksis dan juga transformasi wahyu dari pikiran Tuhan kepada kehidupan manusia. Pada dasarnya, term khusus yang digunakan untuk menunjuk kegiatan interpretasi dalam wacana keilmuan Islam adalah tafsir. Sementara istilah hermeneutik sendiri dalam sejarah perkembangan hermeneutika modern mulai populer beberapa dekade terakhir, khususnya dengan perkembangan pesat teknologi informasi dan juga the rise of education yang melahirkan banyak muslim kontemporer. Meski demikian, menurut Farid Esack dalam bukunya QurAan: Pruralism and Liberation, praktik hermeneutik sebenarnya telah dilakukan oleh umat Islam sejak lama, khususnya ketika menghadapi Al-QurAan. 15 Bukti dari hal tersebut adalah: Problematika hermeneutik senantiasa dialami dan dikaji, meski tidak ditampilkan secara definitif. Hal ini terbukti dari kajian-kajian mengenai asbabun nuzul dan nasakh mansukh. Perbedaan antara komentar-komentar yang aktual terhadap AlQurAan . dengan aturan, teori atau metode penafsiran telah ada sejak mulai munculnya literatur-literatur tafsir yang disusun dalam bentuk ilmu tafsir. Tafsir tradisional selalu dimasukkan dalam kategori-kategori, misalnya tafsir syiAah, tafsir hukum, tafsir filsafat dan lain-lain. Hal tersebut menunjukkan kesadaran tentang kelompok-kelompok Hassan Hanafi. Dialog Agama dan Revolusi, terj. Pustaka Firdaus, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1. Hlm. Fahruddin Faiz. Hermeneutika Al-QurAoan Tema-Tema Kontroversial, (Yogyakarta: elSAQ Press, 2. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember tertentu, ideologi-ideologi tertentu, periode-periode tertentu maupun horizon-horizon tertentu dari tafsir. Ketiga hal tersebut menunjukkan adanya kesadaran akan historisitas pemahaman yang berimplikasi kepada pluralitas Oleh karena itu, meskipun tidak disebut secara definitif, dapat dikatakan corak hermeneutik yang berasumsi dasar pluralitas pemahaman ini sebenarnya telah memiliki bibit-bibitnya dalam Ulumul QurAan klasik. Terdapat sebagian golongan yang menolak konsep hermeneutik diterapkan dalam menafsirkan atau memahami teks-teks kitab suci AlQurAan karena mereka berpendapat bahwa pendekatan hermeneutik terhadap sebuah teks suci termasuk Al-QurAan, sering dipandang akan melenyapkan sakralitas teks yang dimaksud sebab dengan pendekatan hermeneutik maka segala pemahaman dan pemaknaan terhadap teks yang semula juga dipandang sama-sakralnya dengan teks itu sendiri, kini dianggap sekedar hasil karya manusia biasa yang meruang-waktu serta tidak bersih dari kesalahan. Perbedaan dan Persamaan Tafsir. Takwil dan Hermeneutik Perbedaan Tafsir dan Takwil Para ulama berbeda pendapat tentang perbedaan antara kedua kata tersebut. Berdasarkan uraian di atas mengenai pengertian tafsir dan takwil, maka dapat disimpulkan pendapat para ulama adalah sebagai berikut: Apabila berpendapat, takwil adalah menafsirkan perkataan dan menjelaskan maknanya, maka takwil dan tafsir adalah dua kata yang berdekatan atau sama maknanya. Apabila berpendapat, takwil adalah esensi yang dimaksud dari suatu perkataan, maka takwil dari thalab . adalah esensi perbuatan yang dituntut itu sendiri, dan takwil dari khabar adalah esensi sesuatu yang diberitakan. Atas dasar ini, maka perbedaan antara tafsir dan takwil cukup besar, sebab tafsir merupakan syarah dan penjelasan bagi suatu perkataan dan penjelasan ini berada dalam pikiran dengan cara memahaminya dan dalam lisan dengan ungkapan yang menunjukkannya. Sedangkan takwil Ibid. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember adalah esensi sesuatu yang berada dalam realita . ukan dalam . Tafsir adalah apa yang berhubungan dengan riwayah sedangkan takwil apa yang berhubungan dengan dirayah. Dikatakan pula, tafsir lebih banyak dipergunakan dalam menerangkan lafadz dan mufradat . osa kat. , sedang takwil lebih banyak dipakai dalam menjelaskan makna dan susunan kalimat. Tafsir dan takwil secara umum, dimengerti sebagai penafsiran atau Akan tetapi, takwil lebih merupakan interpretasi dalaman . soteric exeges. yang berkaitan dengan makna batin teks dan penafsiran metaforis terhadap Al-QurAan. Sementara tafsir berkaitan dengan interpretasi eksternal . xoteric exeges. Menurut pendapat Nasr Hamid Abu Zaid, terdapat perbedaan penting di antara kedua istilah tafsir dan takwil. tampak bahwa kegiatan al-tafsir selalu membutuhkan mediator yang menjadi perhatian mufassir sehingga dapat sampai pada pengungkapan apa yang Sementara al-takwil adalah kegiatan . yang tidak selalu membutuhkan mediator, tetapi terkadang pada gerak nalar dalam menyingkap AuhakikatAy fenomena. Dengan kata lain, takwil dapat didasarkan pada salah satu bentuk hubungan langsung antara AusubjekAy dengan AuobjekAy, sementara hubungan seperti itu dalam tafsir tidak berupa hubungan langsung, tetapi melalui mediator baik bahasa teks maupun melalui suatu indikator. Dalam dua prasyarat . ahasa dan indikato. tersebut harus terdapat mediator berupa AupenandaAy yang dengannya subjek dapat memahami objek secara sempurna. Persamaan Tafsir dan Hermeneutik Berdasarkan tugas Hermes tersebut, maka hermeneutik mengandung pengertian: Auproses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengertiAy. Berangkat dari pemahaman tersebut, maka dapat diketahui bahwa hermeneutik merupakan pembahasan tentang kaidah . atau metode yang digunakan untuk memaknai MannaAo Khalil Al-Qattan. Op. Cit. Hlm. Farid Esack. QurAoan: Pluralism and Liberation, (Oxford: One World, 1. Hlm. Ilham B. Saenong. Op. Cit. Hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember atau menafsirkan suatu teks . agar didapatkan pemahaman yang benar, kemudian berusaha menyampaikannya kepada audien sesuai tingkat dan daya serap mereka. Jika demikian, hermeneutik secara substansial tidak jauh berbeda dengan ilmu tafsir sebagaimana telah diuraikan di atas. Namun, secara konseptual antara kedua istilah terdapat perbedaan yang mendasar. Tampak dengan jelas bahwa hermenutik mempunyai tujuan yang luhur yaitu ingin menjelaskan kepada umat suatu ajaran sejelasjelasnya dan sejujur-jujurnya dalam bahasa yang dimengerti oleh umat itu sendiri. Dari itu, seorang hermeneut harus memahami secara mendalam dan utuh tentang teks yang akan disampaikannya kepada Artinya, dia harus memahami secara baik tentang segala hal yang bersangkut paut dengan teks tersebut. Tidak hanya kondisi, bentuk dan susunan teks itu saja yang harus dipahaminya, tetapi lebih dari itu, dia harus mendalami watak dan kepribadian si penulis teks, di samping juga harus memahami situasi dan kondisi yang melatarbelakangi lahirnya sebuah teks. Dengan kata lain, semua elemen yang berkaitan dengan suatu teks harus dipahami secara komprehensif. Prinsip-prinsip pokok tersebut yang disebut dalam teori hermeneutik dengan Autriadic structureAy yakni satu struktur yang terdiri atas tiga unsur yang berkaitan dalam proses penafsiran. Ketiga unsur yang dimaksud adalah teks, interpreter dan audien. Ketiga aspek tersebut secara implisit berisi tiga konsep pokok, yakni: . membicarakan hakikat sebuah teks. apakah interpreternya memahami teks dengan . bagaimana suatu penafsiran dapat dibatasi oleh asumsi-asumsi dasar serta kepercayaan atau wawasan para audien. Ketiga unsur pokok yang menjadi pilar utama dalam teori hermeneutik ini tidak jauh berbeda dari yang dipakai ulama tafsir dalam menafsirkan Al-QurAan. Ibnu taimiyah, misalnya, menyatakan bahwa setiap proses penafsiran harus diperhatikan tiga hal: . Siapa yang menyabdakannya. Kepada siapa ia diturunkan. Ditujukan kepada siapa. Nashruddin Baidan. Wawasan Baru Ilmu Tafsir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. Hlm. Ibid. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Perbedaan Tafsir dan Hermeneutik Adapun beberapa perbedaan tafsir dan hermeneutik adalah sebagai berikut: Dalam hermeneutik. Hermes memiliki kewenangan penuh untuk menginterpretasikan dan menyadur risalah yang akan Di samping itu, juga tidak ada kontrol dari dewa tentang risalah yang disampaikan apakah telah sesuai dengan maksud sang dewa atau belum. Sedangkan dalam ilmu tafsir. Nabi Muhammad tidak berwenang mengubah sedikitpun risalah yang akan disampaikan kecuali hanya sebatas menyampaikan apa adanya dan sekedar memperjelas pesan yang masih samar dan belum jelas. Di samping itu, juga selalu di bawah kontrol Allah SWT sehingga Muhammad tidak dapat berbuat sesukanya. Dalam teori hermeneutik terkesan bahwa seorang hermeneut dapat menafsirkan semua teks tanpa kecuali selama dia dapat menguasai ketiga unsur utama tersebut secara baik bahkan digambarkan penguasaanya terhadap diri si pengarang teks . jauh melebihi pengarang mengenal dirinya sendiri. Sementara dalam ilmu tafsir, tidak semua teks . Al-QurAan dapat dipahami maknanya secara jelas. Dalam teori hermeneutik seorang interpreter memahami diri si penulis . lebih baik dari pada penulis mengenal dirinya Teori ini dari sudut pandang hermeneutik sah dan memang harus seperti itu agar supaya didapatkan suatu penafsiran yang benar dan objektif dari sebuah teks. Akan tetapi, teori ini tidak dapat diterapkan dalam kajian tafsir Al-QurAan sebab AlQurAan tidak dibuat oleh manusia (Muhamma. , melainkan diturunkan langsung dari Allah dan tidak pernah ada rekayasa atau modifikasi darinya (Muhamma. Oleh karena itu, tidak masuk akal manusia yang mempunyai banyak sekali keterbatasan akan dapat memahami sebuah wujud totalitas yang tidak terbatas, terlebih lagi memiliki pengetahuan tentang Allah melebihi dari apa yang diketahui Allah tentang diriNya sendiri. Ibid. , hlm. Vol. 1 No. 1 (Maret 2. ISSN: 2502-8383 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar. Prodi PGMI-FAI-Universitas Islam Jember Catatan Akhir Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: Tafsir sebagaimana didefinisikan Abu Hayyan ialah: ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadz-lafadz Al-QurAan tentang indikator-indikatornya, hukum-hukumnya baik ketika berdiri sendiri atau independen maupun yang berkaitan dengan yang lain, serta tentang makna-maknanya yang berkaitan dengan kondisi struktur lafadz yang melengkapinya. Sedangkan takwil dalam tradisi mutakhirin adalah mengalihkan makna suatu kata dari makna lahiriahnya kepada makna yang lebih tepat yang mungkin dikandungnya, karena terdapat suatu dalil yang menyertainya. Sedangkan untuk istilah hermeneutik berasal dari kata Yunani hermeneuine dan hermenia yang masing-masing berarti AumenafsirkanAy dan AupenafsiranAy. Dengan kata lain, studi hermeneutik mencoba menganalisis dan menjelaskan teori penafsiran teks . azariyat taAwil alnusu. dengan mengajukan pendekatan-pendekatan keilmuan yang lain yang dengan sendirinya menguji proses pemahaman, mekanisme penafsiran dan penjelasan teks. Tafsir dan takwil secara umum, dimengerti sebagai penafsiran atau penjelasan. Akan tetapi, takwil lebih merupakan interpretasi dalaman . soteric exeges. yang berkaitan dengan makna batin teks dan penafsiran metaforis terhadap Al-QurAan. Sementara tafsir berkaitan dengan interpretasi eksternal . xoteric Sementara perbedaan tafsir dan hermeneutik adalah jika dalam teori hermeneutik terkesan bahwa seorang hermeneut dapat menafsirkan semua teks tanpa kecuali sedangkan dalam ilmu tafsir, tidak semua teks . Al-QurAan dapat dipahami maknanya secara Daftar Rujukan Ahmad Al-Syirbashi. Sejarah Tafsir Al-QurAan, terj. Tim Pustaka