JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X. DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 1 Januari 2026 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress HUBUNGAN ANTARA FILOSOFI MANAJEMEN DAN RANTAI PASOK : PENDEKATAN DESKRIPTIF KUALITATIF DALAM MENGOPTIMALKAN MANAJEMEN OPERASIONAL Rina Masithoh Haryadi*1. Muhardi2 Mahasiswa Doctoral Universitas Islam Bandung. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Bandung. Indonesia 30090325005@unisba. id, 2muhardi@unisba. Received 10 Januari 2026 | Accepted 14 Januari 2026 | Published 21 Januari 2026 * Corespenden Author Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara filosofi manajemen dan praktik manajerial dalam manajemen rantai pasok dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam konteks globalisasi dan persaingan pasar yang semakin kompleks, pengelolaan rantai pasok yang efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan organisasi. Filosofi manajemen, yang mencakup nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip pengelolaan, berperan penting dalam membentuk keputusan strategis dan operasional terkait manajemen rantai pasok. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dengan sepuluh pemilik toko retail di Kalimantan Timur untuk mengidentifikasi bagaimana filosofi manajemen diterjemahkan dalam praktik manajerial yang diterapkan pada rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi manajemen berbasis nilai, kepemimpinan transformasional, manajemen proses, dan manajemen risiko secara signifikan memengaruhi pengelolaan rantai pasok, memperkuat hubungan dengan pemasok, serta meningkatkan efisiensi dan daya saing operasional. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur manajemen rantai pasok dengan memasukkan perspektif filosofis manajemen dan menawarkan wawasan praktis untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Kata kunci: Filosofi manajemen. manajemen rantai pasok. manajemen operasional. deskriptif kualitatif. manajemen risiko. Abstract This study aims to describe the relationship between management philosophy and managerial practices in supply chain management using a qualitative descriptive In the context of globalization and increasingly complex market competition, effective supply chain management is a key to organizational success. Management philosophy, encompassing fundamental values and principles of governance, plays a crucial role in shaping strategic and operational decisions related to supply chain This research uses in-depth interviews with ten retail store owners in East Kalimantan to identify how management philosophy is translated into managerial practices applied in supply chains. The results show that the value-based management philosophy, transformational leadership, process management, and risk management have a significant influence on supply chain management, strengthening relationships with suppliers and improving operational efficiency and competitiveness. These findings 1 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 contribute theoretically to the development of supply chain management literature by incorporating a philosophical perspective of management and offering practical insights for decision-making within organizations. Keywords: Management philosophy. supply chain management. operational management. qualitative descriptive approach. risk management. PENDAHULUAN Manajemen operasional dan manajemen rantai pasok merupakan dua konsep yang tidak terpisahkan dalam konteks organisasi modern yang menghadapi persaingan global dan dinamika pasar yang semakin kompleks. Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management/SCM) mencakup pengelolaan aliran material, informasi, dan sumber daya dari pemasok hingga ke konsumen akhir, dengan tujuan untuk mencapai efisiensi, efektivitas, dan keunggulan kompetitif organisasi (Prabowo & Nasito, 2. Penelitian praktis menunjukkan bahwa efektivitas SCM memiliki dampak langsung terhadap kinerja operasional perusahaan, termasuk kecepatan pemenuhan pesanan, pengurangan biaya, dan peningkatan kepuasan pelanggan (Candra Susanto et al. , n. Di sisi lain, filosofi manajemen merupakan lensa konseptual yang lebih mendasar dalam memahami bagaimana keputusan strategis dan operasional diambil. Filosofi ini mencakup prinsip-prinsip seperti orientasi terhadap nilai, etika, kontinuitas perbaikan, serta hubungan antara pemimpin dan anggota organisasi yang memengaruhi cara kerja sistem manajerial itu sendiri. Literatur filsafat manajemen masih berkembang untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai ini diterapkan dalam praktik organisasi kontemporer. Sebagai contoh, perspektif proses-filosofis diarahkan untuk memahami dinamika kompleks dalam rantai pasok melalui pendekatan yang memfokuskan pada fluiditas dan integrasi proses, bukan semata pada elemen teknis operasi (Candra Susanto et al. , n. Seiring dengan perkembangan teori rantai pasok, terlihat tren penelitian yang semakin menekankan aspek kolaboratif antara aktor dalam jaringan rantai pasok, serta integrasi processes untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing . Hal ini mendorong pertanyaan fundamental tentang bagaimana konsep filosofis dalam manajemen misalnya nilai kolaborasi, kepercayaan, dan orientasi kepada pemangku kepentingan berkontribusi pada penerapan teori-teori rantai pasok di lapangan. Dengan kata lain, adanya hubungan yang lebih mendasar antara filosofi manajemen . onsep nilai dan orientasi organisas. dengan praktik SCM dapat menjadi landasan untuk optimasi manajemen operasional dalam (Azzahra, 2. Studi terkini dalam bidang SCM menunjukkan transformasi signifikan dalam pendekatan teori dan praktiknya. Penelitian bibliometrik terbaru mengidentifikasi tren utama dalam penelitian SCM dari berbagai sektor industri, termasuk pergeseran fokus dari pendekatan fungsional ke pendekatan integratif dan strategis. Temuan ini menunjukkan bahwa SCM sekarang dipandang tidak hanya sebagai fungsi operasional, tetapi juga sebagai alat strategis untuk membangun keunggulan kompetitif melalui kolaborasi antar aktor dalam jaringan dan penggunaan teknologi digital (Anggraini et al. , 2. Selain itu, kajian interdisipliner juga mulai membahas pentingnya aliran informasi dalam SCM untuk memfasilitasi transparansi dan adaptasi terhadap gangguan pasar, yang sekaligus memperkuat kebutuhan akan pendekatan filosofis yang lebih holistik dalam memahami fenomena ini (Pennekamp et al. , 2. Berdasarkan telaah literatur di atas, dapat diidentifikasi beberapa gap penelitian yang memotivasi studi ini: pertama. Studi empiris SCM selama ini lebih banyak membahas dampak praktik SCM terhadap output kinerja operasional dan logistik, tetapi sangat sedikit 2 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 yang menautkannya dengan kerangka filosofis manajemen yang mendasari keputusan dan tindakan tersebut (Anggraini et al. , 2. (Anggraini et al. , 2. Kedua. Walaupun filosofi manajemen merupakan fondasi untuk pendekatan holistik terhadap organisasi, kajian filosofis yang secara eksplisit menghubungkan prinsip-prinsip manajemen dengan teori rantai pasok masih minim,nIni menunjukkan kebutuhan penelitian untuk menjembatani lembaga filosofis dan praktik SCM yang sesungguhnya. Ketiga. Sebagian besar penelitian SCM bersifat kuantitatif atau bibliometrik dan kurang merepresentasikan perspektif pemangku kepentingan tentang bagaimana nilai-nilai filosofis diterjemahkan ke dalam praktik manajerial nyata, yang merupakan fokus dari pendekatan deskriptif kualitatif yang diusulkan oleh penelitian ini. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : pertama, menggambarkan hubungan konseptual antara filosofi manajemen dan praktik manajerial dalam konteks manajemen rantai pasok. Kedua, menganalisis faktor faktor filosofi yang mendukung optimasi manajemen operasional melalui teori SCM. Ketiga, menghasilkan wawasan deskriptif kualitatif yang memperkaya literatur teori SCM dengen perspektif filosofis manajemen. Dengan pendekatan ini, hasil studi diharapkan mampu menawarkan narasi yang lebih mendalam tentang hubungan nilai dan praktik daripada yang tersedia dalam studi kuantitatif terdahulu. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis. Penelitian ini memperkaya literatur SCM dengan memasukkan perspektif filosofis manajemen sebagai variabel konseptual yang penting untuk memahami praktik SCM yang efektif. Ini dapat menjadi referensi baru dalam pengembangan teori SCM yang lebih integratif dan holistik. Secara praktis, temuan penelitian diharapkan dapat membantu pemimpin dan pengambil keputusan di organisasi dalam menyusun strategi operasional yang tidak hanya berfokus pada efisiensi teknis tetapi juga berdasarkan nilai-nilai manajemen yang kuat dan selaras dengan praktik SCM modern. Dengan menggambarkan hubungan antara filosofi manajemen dan SCM, penelitian ini dapat memperkaya kurikulum pendidikan manajemen dan menjadi dasar rekomendasi kebijakan operasional di perusahaan dan institusi terkait dalam menghadapi tantangan globalisasi. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang manajemen rantai pasok . upply chain management. SCM) dan filosofi manajemen masih berkembang dan menunjukkan keterkaitan penting antara kedua konsep ini dalam meningkatkan efisiensi operasional. Artikel ini mengkaji berbagai teori dan penelitian yang relevan yang menjadi landasan logis dalam mengembangkan hipotesis penelitian terkait hubungan antara filosofi manajemen dan teori rantai pasok. Filosofi Manajemen Filosofi manajemen merupakan seperangkat prinsip yang mengatur cara organisasi menjalankan operasionalnya. Prinsip-prinsip ini seringkali berfokus pada nilai-nilai seperti integritas, keberlanjutan, dan etika bisnis. Filosofi manajemen yang berorientasi pada nilai sering kali menjadi landasan untuk keputusan strategis yang berhubungan dengan pengelolaan rantai pasok. Sebagai contoh, value-based management dalam SCM mengutamakan penciptaan nilai yang tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada keberlanjutan dan kepuasan pemangku kepentingan (Ekonomi et al. Dalam penelitian kualitatif, nilai-nilai ini digali melalui wawancara mendalam dan observasi untuk memahami bagaimana filosofi ini diterapkan dalam praktek manajerial sehari-hari. Filosofi manajemen yang mengarah pada etika sosial dan keberlanjutan dapat memperkuat hubungan antara berbagai pihak dalam rantai pasok. Filosofi ini juga berperan 3 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 dalam membentuk bagaimana perusahaan menghadapi tantangan lingkungan dan sosial melalui keputusan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sosial (Ekonomi et al. , 2. Studi kualitatif mengungkapkan bagaimana filosofi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan operasional yang tidak hanya berfokus pada efisiensi ekonomi, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Manajemen Rantai Pasok Manajemen rantai pasok adalah suatu pendekatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengelola aliran barang, informasi, dan sumber daya dari pemasok hingga konsumen akhir. Salah satu teori utama yang sering digunakan dalam SCM adalah Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. Model ini mengintegrasikan proses bisnis utama seperti perencanaan, pengadaan, produksi, pengiriman, dan pengembalian ( (Damar et al. , n. ) . Penggunaan model ini memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja rantai pasok mereka melalui indikator kunci yang melibatkan kualitas, kecepatan, dan biaya (Studi et al. , n. ) . Dalam konteks ini, pengelolaan SCM menjadi sangat penting untuk menciptakan keuntungan kompetitif dan mencapai kinerja operasional yang optimal. Penelitian lain menunjukkan bahwa SCM sangat dipengaruhi oleh faktor kerjasama antar organisasi, di mana keberhasilan rantai pasok sangat tergantung pada sejauh mana komunikasi dan koordinasi antar pihak terlibat berlangsung. Misalnya, interorganizational cooperation atau kerjasama antar organisasi terbukti memiliki dampak besar terhadap kinerja rantai pasok. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya proses teknis yang penting dalam SCM, tetapi juga aspek relasional yang dibentuk oleh interaksi antar aktor dalam jaringan pasokan. Integrasi filosofi Manajemen dan Supply Chain Management Penelitian kualitatif mengungkapkan bahwa integrasi antara filosofi manajemen dan SCM lebih dari sekedar pengelolaan sumber daya dan proses operasional. Filosofi kolaboratif dalam manajemen dapat meningkatkan transparansi dan kerjasama antar pihak dalam rantai pasok. Kolaborasi ini memperkuat interaksi antara pemasok dan pelanggan, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan dan komunikasi yang lebih terbuka. Oleh karena itu, filosofi manajerial yang berfokus pada keberlanjutan dan etika sering kali meningkatkan kualitas hubungan dalam rantai pasok, yang berdampak positif pada kinerja secara keseluruhan. Selain itu, filosofi manajemen yang mendorong inovasi juga terbukti berkontribusi pada peningkatan performa rantai pasok. Inovasi dalam SCM melibatkan pengadopsian teknologi baru, perbaikan proses, dan penciptaan produk baru yang lebih efisien. Inovasi ini biasanya dipengaruhi oleh filosofi manajemen yang menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi. Penelitian kualitatif mengungkapkan bahwa perusahaan yang mengintegrasikan filosofi inovatif dalam manajemen mereka lebih cepat beradaptasi terhadap gangguan pasar dan dapat memanfaatkan peluang baru dalam rantai Filosofi manajemen mempengaruhi cara perusahaan merancang dan mengelola rantai pasok mereka. Sebagai contoh, pendekatan berbasis nilai seperti lean management atau agile practices dapat mempengaruhi efisiensi dan ketahanan rantai pasok. Perusahaan yang mengadopsi filosofi manajemen berbasis kolaborasi dan efisiensi dalam supply chain mereka, seperti lean manufacturing, cenderung memiliki performa yang lebih baik dalam menghadapi permintaan pasar yang berubah-ubah. Filosofi ini menekankan pengurangan 4 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 pemborosan dan peningkatan kontinuitas aliran barang melalui pengelolaan yang lebih Sebaliknya, perusahaan yang lebih mementingkan filosofi manajemen berbasis hubungan jangka panjang, seperti yang dijelaskan oleh (Menesha & Mwanaumo, 2023. , menunjukkan bahwa penerapan supply chain relationship management yang kuat berkontribusi pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dengan mempererat hubungan dengan pemasok dan pelanggan, perusahaan dapat mencapai integrasi informasi yang lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja rantai pasok (Menesha & Mwanaumo, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena penelitian ini berfokus pada deskripsi mendalam mengenai hubungan antara filosofi manajemen dengan praktek dalam manajemen rantai pasok. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam pada 10 pemilik toko ritel Kalimantan Timur. Wawancara dilakukan untuk menggali lebih dalam terkait hubungan konsep filosofis dalam manajemen dengan praktek manajerial yang diterapkan dalam rantai pasok. Alat analisis yang digunakan adalah analisis tematik yaitu metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif dengan cara mengidentifikasikan tema atau pola dalam data wawancara terkait dengan filosofi manajemen dan praktik rantai pasok. (Nowell et al. Analisis tematik adalah metode analisis data dalam penelitian kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola . dalam data. Tujuan utama dari analisis tematik adalah untuk menggali dan memahami tema-tema yang muncul dari data yang dikumpulkan, seperti wawancara, observasi, atau dokumen. Analisis ini tidak hanya fokus pada deskripsi tetapi juga pada interpretasi yang lebih dalam mengenai pola dan makna dalam data tersebut. Langkah langkah dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis tematik adalah sebagai berikut : Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Mentraskripsikan data wawancara. Membaca transkip secara mendalam untuk memahami isi keseluruhan. Menandai bagian yang relevan dengan tema yang dianalisis. Mengelompokan data berdasarkan tema yang digunakan yaitu filosofi manajemen Mengintresprestasikan temuan dengan memberikan penjelasan mendalam terkait dengan hubungan antara filosofi manajemen dengan praktik rantai pasok. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel ini menggambarkan temuan mengenai hubungan antara filosofi manajemen dan praktik manajerial dalam manajemen rantai pasok berdasarkan wawancara dengan para responden pada 10 pemilik toko ritail. Tabel 1. Hasil Wawancara Hubungan Filosofi Manajemen Dan Praktik Manajerial Rantai Pasok Pada Pemilik Retail Filosofi No Manajemen yang Diterapkan Praktik Manajerial dalam Rantai Pasok Hubungan jangka panjang Manajemen Berbasis dengan pemasok. Nilai kolaborasi lebih erat Pengaruh Filosofi terhadap Praktik Dampak terhadap Efektivitas Rantai Pasok Meningkatkan kelancaran Filosofi mendorong pasokan dan mengurangi hubungan yang lebih stabil ketergantungan pada dan berbasis kepercayaan supplier tunggal 5 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Filosofi No Manajemen yang Diterapkan Vol. Nomor 1 Januari 2026 Praktik Manajerial dalam Rantai Pasok Pengaruh Filosofi terhadap Praktik Dampak terhadap Efektivitas Rantai Pasok Pemimpin mendorong inovasi dan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar Membantu meningkatkan responsivitas terhadap perubahan permintaan Kepemimpinan Transformasional Fleksibilitas dalam pengelolaan permintaan dan distribusi Manajemen Proses Pengoptimalan alur Filosofi ini mengarah pada Mengurangi pemborosan distribusi dan pengendalian efisiensi operasional yang dan meningkatkan waktu lebih baik pengiriman barang Manajemen Risiko Mengidentifikasi potensi gangguan dalam pasokan dan mengambil langkah Penggunaan teknologi Manajemen Berbasis untuk meningkatkan Nilai transparansi rantai pasok Meningkatkan visibilitas Filosofi ini mendorong dan mengurangi kesalahan investasi dalam teknologi dalam pengelolaan untuk mempercepat proses Kepemimpinan Transformasional Pengembangan tim yang adaptif dan responsif terhadap perubahan Filosofi ini mendorong Meningkatkan efisiensi peningkatan kapasitas tim dan keterlibatan staf dalam untuk menangani pengelolaan rantai pasok tantangan rantai pasok Manajemen Proses Standardisasi prosedur operasional dan evaluasi kinerja pemasok Filosofi ini mendukung penerapan proses yang terstandarisasi untuk memudahkan pengelolaan Manajemen Risiko Pengelolaan persediaan secara hati-hati dengan mengantisipasi permintaan Filosofi ini memengaruhi Mengurangi risiko keputusan dalam mengatur kehabisan stok atau level persediaan yang kelebihan stok yang tidak Fokus pada pengembangan Filosofi ini memperkuat Manajemen Berbasis hubungan jangka panjang komitmen terhadap Nilai dengan pelanggan pelanggan dan pemasok Kepemimpinan Transformasional Mengurangi gangguan Filosofi ini menekankan operasional yang pentingnya mitigasi risiko disebabkan oleh faktor di seluruh rantai pasok Mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan konsistensi operasional Meningkatkan loyalitas pelanggan dan stabilitas pasokan jangka panjang Filosofi ini mendukung Mendorong perubahan Meningkatkan fleksibilitas inovasi dan penggunaan dalam rantai pasok melalui dan efisiensi distribusi teknologi dalam distribusi inovasi teknologi pasokan barang Sumber : Data di olah penulis Filosofi Manajemen Berbasis Nilai dan Praktik Manajerial dalam Rantai Pasok Beberapa responden menyatakan bahwa filosofi manajemen berbasis nilai memainkan peran besar dalam membentuk hubungan jangka panjang dengan pemasok dan meningkatkan transparansi dalam rantai pasok. Filosofi ini menekankan pada penciptaan nilai bersama antara perusahaan dan pemasok, yang sesuai dengan temuan (Jain, 2. yang mengungkapkan bahwa keputusan bersama dan kualitas informasi yang tinggi sangat mempengaruhi responsivitas rantai pasok dan kinerja secara keseluruhan. Filosofi ini membantu toko retail untuk mengoptimalkan hubungan dengan pemasok dan meningkatkan efisiensi pasokan. 6 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2026 Kepemimpinan Transformasional dan Fleksibilitas dalam Pengelolaan Rantai Pasok Kepemimpinan transformasional menjadi filosofi yang diadopsi oleh beberapa responden untuk meningkatkan kemampuan tim dalam menghadapi tantangan dan perubahan pasar. Hal ini sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh (Menesha & Mwanaumo, 2. , yang menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dalam permintaan pasar dan ketidakpastian rantai pasok. Pemimpin yang inspiratif dapat mengarahkan perusahaan untuk lebih responsif terhadap dinamika pasar yang cepat berubah. Manajemen Proses dalam Pengelolaan Rantai Pasok Manajemen proses merupakan filosofi yang diterapkan oleh sebagian besar toko retail untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Hal ini tercermin dalam pengoptimalan pengelolaan persediaan dan distribusi barang. Filosofi ini telah terbukti meningkatkan efektivitas operasional dan mengurangi pemborosan, sebagaimana dijelaskan oleh (Ionel, 2. , yang menekankan bahwa penerapan prinsip lean dan manajemen proses dapat mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok. Manajemen Risiko dan Keberlanjutan dalam Rantai Pasok Beberapa responden menyatakan bahwa filosofi manajemen risiko membantu mereka dalam mengantisipasi dan memitigasi gangguan dalam rantai pasok, seperti fluktuasi harga bahan baku atau gangguan pasokan. Ini sejalan dengan hasil penelitian oleh, yang menyatakan bahwa manajemen risiko sangat penting dalam menghadapi ketidakpastian yang dapat mempengaruhi kelancaran rantai pasok. Dampak Filosofi Manajemen terhadap Efektivitas Rantai Pasok Dari hasil wawancara dengan para pemilik toko retail, dapat disimpulkan bahwa filosofi manajemen yang diterapkan secara langsung mempengaruhi keberlanjutan dan efisiensi rantai pasok mereka. Misalnya, penerapan filosofi berbasis nilai dan kepemimpinan transformasional membantu menciptakan hubungan yang lebih erat dengan pemasok, sementara filosofi manajemen risiko memungkinkan mereka untuk lebih siap menghadapi gangguan eksternal. Hasil ini mendukung temuan dari (Sajja, 2. , yang menekankan bahwa praktik manajemen rantai pasok yang efektif dapat meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Filosofi manajemen yang diterapkan dalam toko retail, seperti manajemen berbasis nilai, kepemimpinan transformasional, manajemen proses, dan manajemen risiko, memiliki dampak yang signifikan terhadap praktik manajerial dalam rantai pasok. Setiap filosofi memberikan kontribusi terhadap peningkatan hubungan dengan pemasok, pengelolaan persediaan yang lebih efisien, dan pengelolaan risiko yang lebih baik. Penerapan filosofifilosofi ini memungkinkan toko retail untuk mengoptimalkan operasional rantai pasok mereka dan meningkatkan daya saing dalam pasar yang dinamis. DAFTAR PUSTAKA