Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 21-26 SOSIALISASI PECEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DAN PEMBAGIAN BUBUK ABATE PADA MASYARAKAT RT 21 KELURAHAN BANDARA SAMARINDA Muhammad Fahmi Aminuddin1. Zulfa Zahra Salsabila2. Siti Raudah3. Khoirul Anam4 Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis Program Studi Di Analis Kesehatan Email: mfahmi@itkeswhs. id1, zulfa@itkeswhs. id2, sitiraudah@itkeswhs. ABSTRAK Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit yang masih endemic diIndonesia. Penyebaran penyakit ini cenderung meningkat setiap tahunnya dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran penyakit DBD di Asia Tenggara dengan mengadakan berbagai kegiatan salah satunya kegiatan peringatan ASEAN Dangue. Tujuan kegiatan sosialisasi dan pembagian ABATE ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman epidemi DBD kepada masyarakat agar dapat berperan aktif di lingkungan mereka dalam melakukan pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan penyakit DBD. Metode dari kegiatan ini adalah sosialisasi awam. Sosialisasi ini dinilai cukup berhasil dilihat dari antusiasme warga yang bertanya tentang penyakit DBD. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sanga bermanfaat dalam meningkatan pengetahuan dan peran serta masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Kata Kunci: Sosialisasi DBD. Pencegahan DBD. Bubuk ABATE Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a public health issue that is still prevalent in Indonesia. Every year, the spread of this disease increases, resulting in outbreaks. Various activities commemorating the ASEAN Dengue carry out the government's efforts to prevent the spread of dengue fever in Southeast Asia. The goal of socialization and ABATE distribution was provided the community with knowledge and understanding of DHF epidemiology so that they can play an active role in preventing, controlling, and eradicating dengue disease in their environment. This activity's method is public outreach. This socialization was deemed a success based on the enthusiasm of the residents who inquired about the DHF disease. This socialization activity can be said to be beneficial in terms of increasing knowledge and the role of the community in preventing dengue fever. Keywords: socialization. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). ABATE PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan merupakan hal yang perlu menjadi perhatian khusus terutama di Kota Samarinda. Banjir yang sering terjadi ketika musim hujan akibat banyak selokan tersumbat dan muncul genangan dibeberapa titik di Kota Samarinda. Curah hujan secara tidak langsung mempengaruhi siklus kehidupan vektor tetapi tidak langsung berpengaruh pada meningkatnya kepadatan nyamuk. Suhu dan kelembaban udara akan mempengaruhi akivitas dan metabolisme nyamuk sehingga berpengaruh terhadap kepadatan nyamuk. Beberapa penyakit sering muncul ketika masa peralihan Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. musim, salahsatu ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat adalah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) (Purnama, 2. Penyakit DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh Flafiridae flavivirus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus. Virus dangue merupakan bagian dari Flaviridae yang digolongkan menjadi empat serotipe yaitu serotipe dangue-1, dangue-2, dangue3 dan dangue-4. Virus dangue serotipe-3 merupakan jenis serotipe yang sering menyebabkan gejala klinis parah hingga kematian (Anggraini, 2. Virus dangue dapat menyerang semua usia dan memiliki masa inkubasi 4-7 hari selama berada di siklus darah. Gejala yang sering dialami penderita DBD antara lain: dangue hemorragic fiver, perdarahan parah, kebocoran diluar pembuluh darah, dan syok sindrom (Apriyani, 2. DBD menjadi masalah kesehatan masyarakat dan merupakan penyakit endemik di beberapa provinsi di Indonesia. Penyebaran penyakit ini cenderung meningkat setiap tahunnya dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Kasus DBD di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 761 kasus dengan 917 kasus berujung Tahun 2019 kasus DBD di Kalimantan timur mencapai 6. 723 kasus dengan 45 orang diantaranya meninggal dunia (Kemenkes RI, 2019. Dinkes Provinsi Kaltim, 2. Kota Samarinda salahsatu Kota di Kalimantan timur yang masuk daerah endemis DBD. Kasus DBD di Kota Samarinda tahun 2019 sebanyak 213 kasus, tahun 2020 sebanyak 594 kasus, dan tahun 2021 terdapat 1. 281 kasus. Kelurahan Sungai Pinang termasuk 3 kelurahan dengan prevalensi kejadian terbanyak di Kota Samarinda. Tahun 2019 terdapat 161 kasus, tahun 2020 terdapat 67 kasus dan tahun 2021 terdapat 177 kasus di Halaman 21-26 kelurahan Sungai Pinang. Dari data kasus DBD 3 tahun terakhir diatas cenderung Data dari awal tahun 2022 hingga 26 januari 2022 menyebutkan bahwa terjadi 75 kasus DBD pada anakanak dan dewasa dengan mayoritas yang terkena pada usia anak-anak (BPS Kota Samarinda, 2022. Dinkes Kota Samarinda. Upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD di Asia Tenggara dengan mengadakan berbagai kegiatan salah satunya kegiatan ASEAN Dangue dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2022 dengan Tema Wujudkan Indonesia Bebas Dangue dengan 3M Plus. Penatalaksanaan kasus DBD dilaksanakan melalui upaya pencegahan dan pengendalian kasus DBD yang salahsatunya dimulai dari kegiatan Gerakan nyamuk dengan slogan 3M Plus, fogging dan surveilans DBD secara teratur merupakan upaya dalam meningkatkan pencegahan terjadinya kasus DBD. Tujuan kegiatan sosialisasi dan pembagian ABATE ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman epidemi DBD kepada masyarakat Jl. KH. Hasan Basri Gang 03 RT 21 Kelurahan Bandara yang merupakan pemekaran dari Kelurahan Sungai Pinang, supaya dapat berperan aktif di lingkungan mereka dalam melakukan pemberantasan penyakit DBD. METODE Tahapan dalam metode pelaksanaan untuk pengabdian masyarakat ini terdiri dari. Tahapan perumusan masalah Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dengan curah huja yang tinggi dan dengan kesadaran untuk Langkah-langkah pencegahan penyakit tropis seperti DBD dirasakan masih kurang sehingga sosialisasi tentang pencegahan Demam Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Berdarah Dengue serta pembagian bubuk abate Tahapan Pesiapan Tahapn ini dimulai dengan survei komunikasi dengan ketua RT setempat dan juga meminta ijin untuk melakukan kegiatan sosialiasi. Pada tahapan ini juga membicarakan tentang pihak-pihak yang akan terlibat seperti pembawa acara. persiapan materi oleh narasumber, terkait dengan tema dan tujuan yang disusun serta pembuatan leaflet yang akan diberikan kepada Tahapan Publikasi Tahapan ini dilakukan dengan cara melakukan koordinasi dengan ketua RT yang kemudian ketua RT akan berkoordinasi dengan warganya dan memberitahukan tata cara sosialisasi yang akan dilakukan pada hari yang telah ditentukan. Tahapan pelaksanaan Adapun waktu yang telah ditentukan untuk pelaksanaan sosialisasi adalah: Hari/Tanggal : Minggu, 26 Juni 2022 Peserta : Warga Jl. KH. Hasan Basri Gang 03 RT 21 Kelurahan Bandara HASIL Pelaksanaan kegiatan pengabdian mmasyarakat ini dilakukan secara langsung pada hari Minggu, 26 Juni 2022 dimulai dari pukul 16. 30 WITA hingga selesai. Kegiatan sosialisasi diawali dengan cara perkenalan dari seluruh pihak yang hadir baik dari masyarakat maupun pihak program studi teknologi laboratorium medik ITKES Wiyata Husada Samarinda. Tujuan dari perkenalan ini adalah untuk menciptakan suasana yang akrab dan tidak Setelah perkenalan, maka sesi selanjutnya adalah sesi pemaparan tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Halaman 21-26 oleh narasumber. Pada pemaparan ini, narasumber memaparkan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang meliputi penyebab, gejala-gejala yang dapat terjadi apabia terinfeksi penyakit DBD, pemaparan tentang tingginya angka kematian yang disebabkan oleh penyakit DBD sehingga diperlukannya perhatian khusus untuk pencegahan penyakit DBD. Narasumber menjelaskan bagaimana cara pencegahan DBD yang direkomendasikan WHO Kementerian Kesehatan adalah 3M Plus. Adapun rincian 3M tersebut terdiri dari menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat semua tempat penyimpanan air, memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis . aur Sedangkan yang dimaksud dengan plus adalah Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk. Menggunakan obat anti nyamuk. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi. Gotong Royong membersihkan lingkungan. Periksa tempattempat penampungan air. Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup. Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar dan Menanam tanaman pengusir nyamuk. Tujuan dari sesi pemaparan ini adalah untuk menyadarkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kesadaran diri akan lingkungan (Reza, 2021. Rizal, 2. Sesi selanutnya setelah pemaparan, narasumber memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan pertanyaan seputar tentang penyakit, cara pencegahan serta penatalaksanaan awal yang harus dilakukan untuk pencegahan penyakit DBD. Adapun beberapa pertanyaan yang diajukan adalah seperti. Bagaimana menumbuhkan kesadaran diri perorangan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran akan pentingnya menjaga Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 21-26 lingkungan harus ditumbuhkan sejak dini. ABATE salah satu caranya dengan melakukan masyarakat melakukan dokumentasi foto pembiasaan-pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari (Pratiwi, 2. Mengapa kasus Hasil dari kegiatan sosiaslisasi dapa penyakit DBD banyak pada anak-anak. berupa tercapainya tujuan dari kegiatan Karena pada anak-anak system daya pengabdian masyarakat ini dengan judul AuSosialisasi Pecegahan Demam Berdarah cenderung lebih rentan dan sering berada di Dengue Dan Pembagian Bubuk Abate Pada dalam rumah. Sementara, nyamuk DBD Masyarakat Rt 21 Kelurahan Bandara memang nyamuk rumahan yang juga SamarindaAy senang berada di sekitar lingkungan anakpengetahuan mengenai penyebab dan Mengapa orang yang terkena DBD akibar yang timbul Ketika tidak menjaga harus banyak minum. Pada seseorang yang kebersihan lingkungan yang dapat berisiko terinfeksi virus Dengue akan diikuti oleh salah satunya adalah penyebaran penyakit gejala seperti demam, dan muntah yang Demam Berdarah Dengue, penambahan akan membuta kadar dalam air tubuh terus wawasan bagi masyarakat tentang menerus berkurang dan jika hal ini terjadi informasi bahaya dari penyakit DBD terus menerus makan akan terjadinya apabila tidak dilakukan Tindakan yang dehidrasi, sehingga penting bagi seseorang tepat dan cepat. Kemampuan masyarakat tersebut untuk menjada asupan cairan pada sosialisasi dalam memahami materi dalam tubuhnya (Waris, 2013. QonaAoah, yang diberikan juga merupakan point penting sehingga tujuan dapat tercapai Pada sesi terakhir adalah pembagian dalam sosialisasi ini. Pada akhir kegiatan bubuk ABATE, seluruh masyarakat yang sosialisasi narasumber juga meminta saran hadir diberikan bubuk ABATE dan juga dan masukkan dari masyarakat terkait diberikan keterangan penggunaan bubuk kerberlangsungan kegiatan pengabdian ini. ABATE tersebut. Setelah pembagian bubuk DOKUMENTASI KEGIATAN Berikut adalah foto-foto dokumentasi selama sosialisasi berlangsung. Gambar 1. Foto Bersama Dengan Warga RT 21 Kelurahan Bandar Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. Halaman 21-26 Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 3. Pembagian Bubuk ABATE Gambar 4. Leaflet Yang Dibagikan Ke Masyarkat Jurnal Abdimas Medika Volume 3. Nomor 1. Tahun 2022 ISSN 2723-4029 (Ceta. ISSN 2723-696X (Onlin. RENCANA TINDAK LANJUT Diharapkan kegiatan tidak hanya dilakukan sampai sosialisasi saja tetapi juga dapat dilakukan kegiatan selanjutnya DBD pengasapan / Fogging yang dapat dilakukan puskesmas maupun kelurahan, dan perlu dilakukannya identifikasi atau pemeriksaan jentik nyamuk di lingkungan RT 21 Kelurahan Bandara agar dapat dipastikan bahwa lingkungan warga sekitar terbebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini pencegahan yang dapat dilakukan terkait penyakit Demam Berdarah Dengue. Kegiatan berjalan secara lancar dan penuh antusias dari masyarakat. Pengetahuan masyarakat untuk menerapkan 3M Plus dalam rangka pencegahan DBD yang dapat dilakukan mulai dari rumah masyarakat masing-masing. DAFTAR PUSTAKA