Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENGARUH DEMONSTRASI BENDA KONKRIT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN SIFAT Ae SIFAT BANGUN DATAR KELAS V SDN NO. SAYURMATINGGI Oleh Nurjannah 1* Nurbaiti 2 Monica Theresia 3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: jnur15650@gmail. Received: 13 Januari 2023 Article history: Revised: 27 April 2023 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 13 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nyata tentang . Untuk mengetahui gambaran demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar siswa kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi, . Untuk mengetahui pengaruh demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar siswa kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Metode penelitian adalah kuantitatif, populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi sebanyak 2 kelas yang berjumlah sebanyak 50 orang. Selanjutnya ditetapkan sampel sebanyak 25 orang kelas eksperimen dan 25 orang kelas kontrol. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah angket dan tes. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan dua tahap dimana tahap pertama dengan analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kedua variabel penelitian. Kemudian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh diantara kedua variabel maka digunakan rumus uji-t. Dari hasil belajar matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar siswa adalah diperoleh thitung sebesar 2,515 bila dibandingkan dengan ttabel pada tingkat kepercayaan 0,2 dengan derajat kebebasan dk = N-nr ( 25 2 = . , diperoleh sebesar 1,319 dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel yakni 2,515 > 1,319. Jadi, dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang baik metode demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar siswa materi pokok bahasan sifat-sifat bangun datar di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi Kata Kunci : Metode Demonstrasi. Benda Konkrit. Hasil Belajar Siswa. Abstract This study aims to find out the real picture of . To find out the description of the demonstration of concrete objects on the learning outcomes of mathematics, the subject of the properties of flat shapes for fifth grade students of SDN No. 101118 Sayur Matinggi, . To determine the effect of demonstration of concrete objects on learning outcomes of mathematics, the subject of the properties of flat shapes for fifth grade students of SDN No. 101118 Matinggi Vegetables. The research method is quantitative, the population of this study is all students of Class V SDN No. 101118 Sayur Matinggi as many as 2 classes totaling 50 people. Furthermore, a sample of 25 people in the experimental class and 25 people in the control class was assigned. The instruments used as a data collection tool are questionnaires and tests. Then the research data is processed in two stages where the first stage is descriptive analysis which aims to find out the description of the two research variables. Then to find out whether there is an influence between the two variables, the t-test formula is used. From the results of learning mathematics, the subject of the properties of students' flat shapes is obtained tcount of 2. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. when compared with ttable at a confidence level of 0. 2 with degrees of freedom dk = N-nr . -2 = . , obtained by 1. 319 thus it can be seen that the value of t count > t table is 2,515 > 1. So, it can be concluded that there is a good effect of the method of demonstration of concrete objects on student learning outcomes of the subject matter of the properties of flat shapes in class V SDN No. Matinggi Vegetable Keywords: Demonstration Method. Concrete Objects. Student Learning Outcomes PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu bidang studi yang amat berguna dan banyak memberikan bantuan dalam kehidupan manusia. Apalagi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini, banyak orang mengakui peranan matematika dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang lain. Namun juga perlu disadari bahwa banyak orang yang menganggap matematika itu merupakan suatu pelajaran yang sulit dan sukar dipelajari serta kurang menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari prestasi dan hasil belajar siswa yang masih Rendahnya hasil belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa secara garis besar dapat dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar . pproach to learnin. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri , meliputi dua aspek yaitu aspek fisiologis . ersifat jasmania. dan aspek psikologis . ersifat rohaniah seperti inteligensi, sikap, bakat, minat, motivasi, dan sebagainy. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa, yakni kondisi lingkungan disekitar siswa. Ada dua pendekatan didalam pelaksanaan pelajaran di sekolah, yaitu pendekatan yang mengutamakan hasil belajar dan pendekatan yang menekankan proses belajar, sesungguhnya antara kedua pendekatan tersebut tidak terdapat perbedaan prinsipil, sebab suatu hasil belajar yang baik akan diperoleh melalui proses yang baik, dan sebaliknya proses belajar yang baik akan memberi hasil yang baik pula, dalam pelaksanaan pengajaran yang menekankan proses belajar, guru menciptakan bentuk kegiatan pengajaran yang bervariasi dengan memanfaatkan benda-benda konkrit agar siswa terlibat dalam berbagai pengalaman. Beberapa manfaat yang diambil dari adanya metode dan benda-benda konkrit yang bervariasi adalah pengajaran siswa, bahan pengajaran siswa akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh siswa, tujuan pengajaran dapat tercapai, metode pengajaran tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata guru sehingga siswa tidak bosan, siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengar uraian guru tetapi aktifitas dan lain Berdasarkan observasi di lapangan pada hari Rabu, 24 Maret 2021 data yang diperoleh tentang hasil belajar Matematika siswa Kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hal ini dapat dilihat pada nilai rataAerata ulangan harian siswa, yakni hanya memperoleh dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65. Apabila keadaan demikian terus berlanjut, tentu para siswa yang mendapat nilai dibawah nilai KKM harus tetap melakukan perbaikan, yang jelas akan menghambat siswa dalam menerima pelajaran baru, masalah belajar yang dirasakan oleh siswa bukan semata-mata sulitnya materi pelajaran matematika, tetapi juga disebabkan oleh metode penyampaian guru dalam mengelola pembelajaran matematika kurang tepat dan kurang efektif, guru lebih sering menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu memberi materi melalui ceramah, mencatat kemudian pemberian tugas. Berbagai pengamatan yang telah dilakukan banyak faktor yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa kurang memuaskan, diantaranya metode pembelajaran yang digunakan didalam kelas belum mampu menciptakan kondisi yang optimal demi lancarnya ke berlangsungan pelajara, untuk mencapai hasil belajar yang maksimal salah satunya diperlukan sebuah metode yang baik dan juga disenangi oleh siswa, sehingga mereka merasa tertarik, semangat dalam belajar dan pada Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. akhirnya akan mencapai hasil yang diharapkan. Salah satu metode yang digunakan yaitu metode demonstrasi dengan menggunakan benda-benda konkrit, dimana siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga dapat melihat langsung pelajaran yang diberikan guru melalui demonstrasi tersebut melalu media yang telah di tunjukkan, tentu saja ini tidak akan membuat siswa merasa bosan malah akan menarik perhatian mereka untuk mengikuti pembelajaran. Faktor lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah dalam proses pembelajaran matematika guru hanya memberikan penjelasan-penjelasan yang abstrak tanpa disertai contoh benda-benda yang lebih konkrit kepada siswa sehingga siswa kurang memahami penjelasan yang diberikan oleh guru tersebut karena mereka hanya melihat dari buku atau hanya sekedar membayangkan tentang apa yang dijelaskan oleh guru tanpa melihat dan memperhatikan langsung contoh yang dimaksudkan oleh guru tersebut. Tanpa adanya alat atau benda konkrit yang digunakan dalam proses pembelajaran tentu akan mempengaruhi perhatian dan ketidak aktifan siswa yang nantinya juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Agar siswa lebih mampu memahami pokok bahasan sifat-sifat bangun datar, sebaiknya digunakan benda-benda konkrit dalam proses pembelajaran agar dapat membangkitkan gairah belajar siswa sehingga terpenuhi standar hasil belajar siswa yang diharapkan. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AyPengaruh Demonstrasi Benda Konkrit Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sifat-Sifat Bangun Datar Siswa Kelas V SDN NO. Sayur MatinggiAy. Metode Demostrasi Menurut Sumiati dan Asra . Demontrasi berarti pertunjukan atau peragaan. Roestiyah . Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses. Sabri . Dalam pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dilakukan pertunjukan suatu proses, berkenaan dengan materi pembelajaran. Metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Hal ini dapat dilakukan baik oleh guru maupun orang luar yang diundang ke kelas. Proses yang didemonstrasikan diambil dari obyek yang sebenarnya. Menurut Wina Sanjaya, . metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Martinis Yamin, . Penggunaan metode demonstrasi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemonstrasikan penggunaan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya, keahlian mendemonstrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru dan pelatih yang ditunjuk. Setelah didemonstrasikan, siswa diberi kesempatan melakukan latihan keterampilan seperti yang telah yang diperagakan oleh guru atau pelatih. Dengan demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama pelajaran berlangsung. Pelaksanaan demonstrasi seringkali diikuti dengan eksperimen, yaitu percobaan tentang sesuatu, dalam hal ini setiap siswa melakukan percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih memperjelas hasil belajar, karena setiap siswa melakukan kegiatan percobaan. Metode eksperimen adalah salah satu cara mengajar dimana siswa melakukan sesuatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan di evaluasi oleh guru. Sabri . Metode demonstrasi dan eksperimen dapat dilakukan apabila : Anak mempunyai keterampilan tertentu Untuk memudahkan berbagai penjelasan Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Untuk membantu anak memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh Untuk menghindari verbalisme Menurut Martinis Yamin, . metode demonstrasi dapat dilaksanakan : Manakala kegiatan pembelajaran bersifat formal, magang atau latihan kerja. Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan menggunakan bahasa asing dan prosedur melaksanakan suatu Manakala guru, pelatih dan instruktur bermaksud menyerderhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya. Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan. Untuk menumbuh motivasi siswa tentang latihan/praktik yang kita laksanakan. Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan mendengar ceramah atau membaca didalam buku, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya. Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi atau eksperimen. Bila siswa turut aktif bereksperimen maka ia akan memperoleh pengalaman pengalaman mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosial. Ahmad Sabri . Adapun batas-batas metode demonstrasi antara lain: Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati seksama oleh seksama. Demonstrasi akan menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas dimana para siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu pengalaman pribadi. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan didalam kelompok. Kadang-kadang bila suatu alat dibawa ke dalam kelas kemudian didemonstrasikan, terjadi proses berlainan dengan proses dalam situasi nyata. Manakala setiap orang diminta mendemonstrasikan dapat menyita waktu yang banyak dan membosankan bagi peserta yang lain. Roestiyah . Dalam melaksanakan metode demonstrasi agar dapat berjalan dengan efektif, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu . Guru harus mampu menyusun rumusan tujuan instruksional, agar dapat memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar. Pertimbangkanlah baikAebaik apakah pilihan tekhnik anda mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah anda rumuskan. Amatilah apakah jumlah siswa memberi kesempatan untuk suatu demonstrasi yang berhasil, bila tidak anda harus mengambil kebijaksanaan yang lain. Apakah anda telah meneliti alat-alat dan bahan yang akan digunakan mengenai jumlah, kondisi dan tempatnya. Juga anda perlu mengenal baik-baik, atau mencoba terlebih dahulu agar demonstrasi itu berhasil. Harus sudah menentukan garis besar langkah-langkah yang akan dilakukan. Apakah tersedia waktu yang cukup, sehingga anda dapat memberi keterangan, bila perlu siswa bisa bertanya. Selama demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada siswa untuk mengamati dengan baik dan bertanya. Anda perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi anda itu berhasil dan bila perlu demonstrasi diulang. Roestiyah . Sebagai suatu pembelajaran demonstrasi mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya : Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memerhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan. Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memilki kesempatan untuk membandingkan teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih menyakini kebenaran materi pembelajaran. Roestiyah . Disamping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya : Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah. Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Disamping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Jadi metode demonstrasi merupakan suatu metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan dan menyajikan suatu materi pembelajaran dengan mempertunjukkan suatu proses atau benda tertentu kepada siswa agar proses pembelajaran lebih menarik dan lebih menyenangkan. Benda Konkrit Pada dasarnya anak belajar dari benda/objek konkrit. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda konkrit . sebagai perantara atau visualisasinya. Selanjutnya Erman Suherman, dkk . konsep abstrak yang baru dipahami siswa akan mengendap, melekat dan tahan lama bila siswa belajar melalui perbuatan dan dapat dimengerti siswa, bukan hanya mengingatingat fakta, karena itulah, dalam pembelajaran matematika kita sering menggunakan alat peraga. Dengan menggunakan alat peraga, maka: Proses belajar mengajar termotivasi. Baik siswa maupun guru, dan terutama siswa minatnya akan timbul. Ia akan senang, terangsang, tertarik, dan itu akan bersifat positif terhadap pengajaran Konsep abstrak matematika tersajikan dalam bentuk konkrit dan karena itu akan dapat dipahami dan dimengerti serta dapat ditanamkan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah. Hubungan antara konsep abstrak matematika dengan benda-benda di alam sekitar akan lebih dapat dipahami. Konsep-konsep abstrak yang tersajikan dalam bentuk konkrit yaitu dalam bentuk model matematika yang dapat dipakai sebagai objek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti ide-ide dan relasi baru menjadi bertambah banyak. Erman Suherman, dkk . Alat peraga itu dapat berupa benda riil, gambarnya atau Keuntungan alat peraga benda riil benda-benda itu dapat dipindah-pindahkan . , sedangkan kelemahannya tidak dapat disajikan dalam buku . Dalam membuat alat peraga yang perlu diperhatikan adalah : Tahan lama . ibuat dari bahan-bahan yang cukup kua. Bentuk dan warnanya menarik Sederhana dan mudah di kelola . idak rumi. Ukurannya sesuai . dengan ukuran fisik anak Dapat menyajikan . alam bentuk riil, gambar atau diagra. konsep matematika Sesuai dengan konsep Dapat menunjukkan konsep matematika dengan jelas Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peragan itu supaya merupakan dasar baginya tumbuhnya konsep abstrak Bila kita juga mengharapkan agar siswa belajar aktif . endiri atau kelompo. alat peraga itu supaya dapat dimanipulasikan yaitu, dapat diraba, dipegang, dipindahkan dan diutak-atik, atau dipasangkan dan dicopot, dan lain-lain Bila mungkin dapat berfaedah lipat . Erman Suherman, dkk . Adapun macam-macam alat peraga yang digunakan dalam pembelajan matematika, yaitu : Alat Peraga Kekekalan Luas Alat Peraga Kekekalan Panjang Alat Peraga Kekekalan Volume Alat Peraga Kekekalan Banyak Alat Peraga untuk Percobaan dalam Teori Kemungkinan Alat Peraga untuk Pengukuran dalam Matematika Bangun-Bangun Geometri Alat Peraga untuk Permainan dalam Matematika Alat peraga benda konkrit yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis bangun-bangun Adapun benda-benda konkrit jenis bangun geometri ini nantinya akan membantu dalam menyampaikan materi pembelajaran. Benda-benda konkrit ini dibuat sesuai dengan bahan ajar yang disampaikan oleh guru dan harus dapat menarik perhatian siswa agar terpancing untuk memperhatikan penjelasan dari guru dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar. Jadi benda konkrit merupakan benda rill yang dapat dilihat, dipindah-pindahkan, dimanipulasikan, diraba, dipegang dan lain-lain. Benda konkrit disini digunakan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar. Hasil Belajar Matematika Sulchan Yasin . Hasil adalah sesuatu yang menjadi akibat dari usaha. Sedangkan Abdul R. S dan Muhbib A. W . belajar merupakan kegiatan berproses yang terjadi pada setiap manusia. Pengetahuan, pemahaman, keterampilan sikap, kemampuan berfikir, penghargaan terhadap sesuatu dan minat seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembang disebabkan karena Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Dimyati dan Mudjiono . Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Sedangkan menurut Sudjana, . hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Adapun menurut Kunandar . pendapat kunandar bahwa hasil belajar adalah kemampuan siswa dalam memenuhi suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar. Hasil belajar dalam silabus berfungsi sebagai petunjuk tentang perubahan perilaku yang akan dicapai oleh siswa sehubungan dengan kegiatan belajar yang dilakukan, sesuai dengan kompetensi dasar dan materi standar yang akan dikaji. Hasil belajar bisa berbentuk pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Jadi hasil belajar matematika adalah suatu kemampuan yang diperoleh siswa disekolah setelah ia mempelajari pembelajaran matematika baik berupa pengetahuan, pemahaman maupun pengertian. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pelajaran matematika, guru harus mampu menciptakan suasana yang optimal dan tidak membosankan agar siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Dalam pelajaran matematika salah satu hal yang harus diperhatikan guru dalam mengajarkan suatu materi tertentu adalah pemilihan strategi serta penggunaan benda-benda konkrit. Dalam hal ini, peneliti menganggap bahwa demonstrasi benda konkrit sangat berpengaruh dalam meminimalkan kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyerap pembelajaran yang diberikan oleh guru. Demonstrasi benda konkrit dapat membuat pelajaran menjadi pusat perhatian siswa sehingga nantinya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini siswa diperlihatkan benda- Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. benda nyata sehingga siswa akan tetap mengingat pengalaman belajarnya melalui penglihatannya, pengetahuan yang diperolehnya akan lebih mengendap dan tahan lama bila dibandingkan hanya dengan mendengar, menghafal dan mengingat-ingat fakta saja. Beberapa manfaat yang diambil dari adanya metode dan penggunaan benda-benda konkrit yang bervariasi adalah pengajaran siswa, bahan pengajaran siswa akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh siswa, tujuan pengajaran dapat tercapai, metode pengajaran tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata guru sehingga siswa tidak bosan, siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengar uraian guru tetapi aktifitas dan lain sebagainya. Sehingga dengan menggunakan demonstasi benda konkrit pada pokok bahasan sifat-sifat bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah jenis kuantitatif dan metode yang dipakai oleh peneliti adalah metode eksperimen. Suharsimi Arikunto . Eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat . ubungan klausa. antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Eksperimen adalah kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada hubungannya dengan . Peneliti dengan sengaja dan secara sistematis memasukkan perubahan-perubahan ke dalam gejala-gejala dan kemudian mengamati akibat dari perubahan-perubahan itu. Arikunto . AuPopulasi adalah keseluruhan subjek penelitianAy. Sugiyono, . AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN No. Sayur Matinggi yang terdiri dari 2 kelas, yaitu VA dan VB yang berjumlah 50 orang. sampel keseluruhan adalah 50 orang. Karena semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian ini, maka penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian populasi. Teknik pengumpulan data wawancara, tes dan observasi, angket dan teknik analisa data adalah analida inferensial Untuk mengetahui Ho di terima dan Ha ditolak maka teknik analisis data dengan uji AutAy tes. HASIL ANALISIS Hasil penelitian dan pembahasan ini adalah hasil studi lapangan sesuai dengan masalah yang diteliti, untuk memperoleh data dengan metode demonstrasi benda konkrit sebagai variabel X dan hasil belajar siswa materi sel sebagai variabel Y Hasil dari kedua variabel tersebut didistribusikan sebagai berikut:. Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sifat-Sifat Bangun Datar Sebelum Menerapkan Metode Demonstrasi Benda Konkrit Terhadap di Kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Dari hasil penelitian pada pretes yang dilakukan metode demonstrasi benda konkrit pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tanpa perlakuan dengan mengajukan 10 butir. Untuk lebih jelasnya metode demonstrasi benda konkrit di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi dijelaskan bahwa nilai pretes kelas eksperimen menggunakan metode demonstrasi benda konkrit diperoleh sebesar 44,8 dan kelas kontrol tanpa perlakuan diperoleh sebesar 47,6 dan dapat disimpulkan nilai siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi tersebut masih kategori rendah. Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Sifat-Sifat Bangun Datar Setelah Menerapkan Metode Demonstrasi Benda Konkrit di Kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Dari hasil penelitian pada postes yang dilakukan metode demonstrasi benda konkrit pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tanpa perlakuan dengan mengajukan 10 butir. Untuk lebih jelasnya metode demonstrasi benda konkrit di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi bahwa nilai postes kelas eksperimen menggunakan metode demonstrasi benda konkrit diperoleh sebesar 76,8 dan kelas kontrol tanpa perlakuan diperoleh sebesar 59,6 dan dapat disimpulkan nilai siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi tersebut mengalami perubahan yang baik pada kelas eksperin dibandingkan pada kelas kontrol, oleh karena itu dengan menggunakan metode demonstrasi benda Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. konkrit mampu meningkatkan hasil belajar matematikasi siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi Hasil Angket Dari hasil angket penelitian pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan mengajukan 10 Untuk lebih jelasnya metode demonstrasi benda konkrit dan tanpa perlakuan di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi bahwa hasil kelas eksperimen menggunakan metode demonstrasi benda konkrit diperoleh sebesar 80,8 dan kelas kontrol tanpa perlakuan diperoleh sebesar 57,6 dan dapat disimpulkan angket siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi tersebut masih kategori rendah kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah baik. Penggunaan metode demonstrasi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemonstrasikan penggunaan alat/ melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan sesungguhnya, keahlian mendemonstrasikan tersebut harus dimiliki oleh guru dan pelatih yang Setelah didemonstrasikan, siswa diberi kesempatan melakukan latihan keterampilan seperti yang telah yang diperagakan oleh guru atau pelatih. Dengan demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama pelajaran berlangsung. Pelaksanaan demonstrasi seringkali diikuti dengan eksperimen, yaitu percobaan tentang sesuatu, dalam hal ini setiap siswa melakukan percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih memperjelas hasil belajar, karena setiap siswa melakukan kegiatan percobaan. Metode eksperimen adalah salah satu cara mengajar dimana siswa melakukan sesuatu percobaan tentang suatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan di evaluasi oleh guru. Nilai pretes kelas eksperimen menggunakan metode demonstrasi benda konkrit diperoleh sebesar 44,8 dan kelas kontrol tanpa perlakuan diperoleh sebesar 47,6 dan dapat disimpulkan nilai siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi tersebut masih kategori rendah. Nilai postes kelas eksperimen menggunakan metode demonstrasi benda konkrit diperoleh sebesar 76,8 dan kelas kontrol tanpa perlakuan diperoleh sebesar 59,6 dan dapat disimpulkan nilai siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi tersebut mengalami perubahan yang baik pada kelas eksperin dibandingkan pada kelas kontrol, oleh karena itu dengan menggunakan metode demonstrasi benda konkrit mampu meningkatkan hasil belajar matematikasi siswa di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Melalui hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh thitung sebesar 2,515 bila dibandingkan dengan ttabel pada tingkat kepercayaan 0,2 dengan derajat kebebasan dk = N-nr ( 25 -2 = . , diperoleh sebesar 1,319 dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel yakni 2,515 > 1,319. Jadi, dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang baik metode demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar siswa materi sel di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Oleh karena itu dari hasil perhitungan nilai tersebut di atas, maka hipotesis alternatif yang di tegakkan dalam penelitian ini di terima atau disetujui. Untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dengan penelitian ini sebagai mana yang dirumuskan menggunakan uji t. Tahap ini digunakan untuk melihat korelasi atau pengaruh diantara dua variabel penelitian. Rumusan hipotesis yang dibagun dalam penelitian ini adalah AuTerdapat pengaruh metode demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar siswa materi sel di kelas V SDN No. 101118 Sayur MatinggiAy. Hipotesis di atas adalah hipotesis alternatif. Hipotesis tersebut dapat diterima apabila t hitung > t tabel, dengan dengan derat kebebasaan dk = N-nr ( 25 -2 = . begitu juga sebaliknya apa bila indek korelasi t hitung < t tabel maka hipotesis di tolak. Untuk memperoleh angka indek korelasi dari dua variabel, maka Melalui hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh t hitung sebesar 2,515 bila dibandingkan dengan ttabel pada tingkat kepercayaan 0,2 dengan derajat kebebasan dk = N-nr ( 25 -2 Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. = . , diperoleh sebesar 1,319 dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel yakni 2,515 > 1,319. Jadi, dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang baik metode demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar siswa materi sel di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. Oleh karena itu dari hasil perhitungan nilai tersebut di atas, maka hipotesis alternatif yang di tegakkan dalam penelitian ini di terima atau disetujui. SIMPULAN Dari hasil penelitian yang diperoleh mengenai hasil belajar siswa di kelas V SDN No. Sayur Matinggi adalah sebagai berikut : Gambaran gambaran demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar siswa kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi dapat dilihat dari hasil pretes diperoleh sebesar 44,8 dan setelah perlakuan postes sebesar 76,8. Hasil belajar matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar siswa melalui uji-t adalah diperoleh thitung sebesar 2,515 bila dibandingkan dengan ttabel pada tingkat kepercayaan 0,2 dengan derajat kebebasan dk = N-nr ( 25 -2 = . , diperoleh sebesar 1,319 dengan demikian dapat diketahui bahwa nilai t hitung > t tabel yakni 2,515 > 1,319. Jadi, dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang baik metode demonstrasi benda konkrit terhadap hasil belajar siswa materi pokok bahasan sifat-sifat bangun datar di kelas V SDN No. 101118 Sayur Matinggi. DAFTAR PUSTAKA