P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau Rahman Renaldi1. Agung Nugroho2. Dian Ramadan Lazuardi3 Universitas PGRI Silampari rahmanrenaldi43@gmail. com1, agungnugroho88@gmail. com2, dianramadan78@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah model pembelajran kooperatif tipe group investigation secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan eksprimen semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. 5 yang terdiri dari 29 siswa. Pengumpulan data menggunakan tes pretes dan postes. pretes kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes 59,83 dengan 20,68% siswa tuntas dan 79,32% siswa tidak tuntas. Kemudian postes setelah treatment menggunakan model pembelajaran group investigation, nilai rata-rata postes 77,41 dengan 89,66% siswa tuntas dan 10,34% tidak tuntas, mengalami peningkatan. Simpulan, bahwa dengan menggunakan model pembelajran kooperatif tipe group investigation secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2023/2024. Kata Kunci: Group Investigation. Karya Ilmiah. Penerapan ABSTRACT This study aims to find out whether the group investigation type cooperative learning model can significantly complete the ability to write scientific paper backgrounds of grade XI students of SMA Negeri 4 Lubuklinggau for the 2023/2024 Academic Year. The type of research used is pseudo-experiments. The population of the study is all students of grade XI of SMA Negeri 4 Lubuklinggau and the sample in this study is class XI. 5 students consisting of 29 students. Data collection uses pretest and postes tests. The pretest of the ability to write the background of scientific papers showed that the average score of the pretest was 59. 83 with 20. 68% of students completing and 79. 32% of students not completing it. Then the postes after treatment using the group investigation learning model, the average score of the postes was 77. 41 with 89. 66% of students completing and 10. 34% not complete, experiencing an increase. The conclusion is that using the group investigation type cooperative learning model can significantly complete the ability to write scientific paper backgrounds of grade XI students of SMA Negeri 4 Lubuklinggau for the 2023/2024 academic year. Keywords: Group Investigation. Scientific Paper. Application PENDAHULUAN Mata pelajaran Bahasa Indonesia dipelajari pada jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, sistematis, analitis, kritis, kreatif dan bekerja sama dalam kelompok. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah memiliki peran, kedudukan dan fungsi yang sangat penting sebagai sarana pengembangan keterampilan berbahasa siswa dalam menggunakan bahasa pada kegiatan sehari-hari. Adapun keterampilan berbahasa yang harus dikembangkan yakni, membaca, menyimak. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 berbicara, dan menulis (Prayani, dkk. , 2022:. Dari keempat keterampilan berbahasa terdapat satu keterampilan yang dianggap paling kompleks yaitu keterampilan menulis. Keterampilan menulis sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam membuat karya tulis ilmiah. Menulis karya ilmiah merupakan salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XI Kurikulum Merdeka semester genap. Sehingga siswa dituntut mampu menguasai kompetensi dasar menulis karya ilmiah. Karya ilmiah adalah karya yang membahas suatu masalah atau topik yang ditulis secara sistematis, menggunakan bahasa baku, mengutip pandangan ahli sebelumnya, analisis data yang logis dan objektif sesuai fakta. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMA Negeri 4 Lubuklinggau pada tanggal 24 januari 2024 dengan seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka kelas XI bernama Ibu Ratnawati. Pd. Dari hasil wawancara dan informasi yang diperoleh bawah nilai siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau, hasil belajar siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM), yang telah ditetapkan sekolah Kesimpulan dari hasil obsevasi siswa kurang aktif, kurang motivasi belajar, dan siswa mengantuk di jam pelajaran disebabkan oleh model pembelajaran yang kurang menarik seperti metode pembelajaran konvensional. Lazuardi & Murti . 8: . untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dibutuhkan sebuah model pembelajaran. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah dalam materi menulis karya ilmiah peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk medapatkan hasil pembelajaran yang maksimal. Model pembelajaran kooperatif tipe group investigation yang diterapkan pada penelitian ini menekankan pada kegiatan peserta didik agar aktif dalam menulis karya ilmiah. Penerapan model group investigation dalam proses pembelajaran siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil. Penerapan strategi ini pada dasarnya menginginkan kerjasama yang baik antar siswa, aktif dalam berdiskusi saling bertukar pikiran dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi secara bersama dalam kelompok sehingga mampu meningkatkan kemampuan manulis karya ilmiah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Marselina . dan Ulfa . menyatakan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah. Dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ini diharapkan proses belajar mengajar siswa menjadi lebih optimal, meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kreativitas siswa dan mampu menuntaskan secara signifkan permasalahan dalam keterampilan menulis karya ilmiah. Berdasarkan pendapat di atas kemampuan menulis karya tulis ilmiah merupakan salah satu tuntutan yang harus dimiliki oleh siswa SMA yang sedang menempuh pendidikan sebagai bekal pada saat ingin memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena pentingnya kemampuan menulis karya tulis ilmiah bagi siswa, maka dilakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Group Investigation terhadap Kemampuan Menulis Karya Tulis Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Berdasarkan pemaparan masalah di atas maka tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui ketuntasan secara signifikan kemampuan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 menulis karya ilmiah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau. METODE Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian eksperimen semu dengan jenis data Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara yakni dengan memberikan tes . retest dan postes. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan beberapa cara yakni sebagai berikut: tahap pertama pretest, tahap kedua treatment atau perlakuan dan tahap ketiga postest. Jenis penelitian eksperimen semu ini digunakan adalah One Grup pretest-posttes desingn. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Waktu penelitian dilakukan pada semester genap pada bulan Febuari sampai april 2023/2024. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas XI. Sampel dalam penelitian dilakukan secra acak atau random dengan cara mengacak kelas untuk dipilih menjadi sampel. Jadi teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling dan sampel dalam penelitian ini siswa kelas XI. 5 yang terdiri dari 29 siswa. Pengambilan sampel oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis menggunakan model pembelajaran group investigation. Model Pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe group investigation yang akan di terapkan pada kelas XI. Teknik pengumpulan data tes tertulis ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui bagaimana kemampuan siwa menulis karya ilmiah. Tes tahap awal . ost-tes. peneliti tidak menggunakan model pembelajaran group investigation. Model pembelajaran group investigation digunakan pada saat diberikan perlakuan . , dimana siswa harus memperhatikan langkah-langkah menulis karya ilmiah. Tes pada penelitian ini ditunjukan kepada kelas sampel, yaitu tes kemampuan siswa dalam menulis karya ilmiah jenis Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data tes. Dalam penelitian ini yang akan dianalisis adalah hasil tes eksperimen. Kegiatan ini sebenarnya digunakan untuk mengetahui perbandingan ataupun perbedaan antara hasil pretest dan posttest sehingga akan diketahui kesignifikasiannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif, dalam bentuk tes tertulis melalui tes menulis latar belakang karya ilmiah. Jumlah keseluruhan skor tes 100. Tes terbagi menjadi 2 yakni, pretes dan postes. Tes yang diberikan kepada siswa dengan kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah. Kemudian guru memberikan penilaian pada hasil kerja siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau, ternyata kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah sebelum menggunakan model pembelajaran group investigation dapat dikatakan rendah. Untuk lebih jelasnya hasil data dapat dilihat pada P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 tabel 1 berikut: Tabel 1 Hasil Belajar Pretes Kemampuan Menulis Latar Belakang Karya Ilmiah Pretes Nilai Keterangan Persentase Frekuensi Tuntas 20,68% Tidak Tuntas 79,32% Jumlah Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai dengan kriteria tidak tuntas adalah 23 orang . ,32%), sedangkan nilai dengan kriteria tuntas adalah 6 orang . ,68%). Dengan perolehan nilai tertinggi yakni 85 dan terendah 35 dengan nilai rata-rata 59,83 dan dapat dikatakan tidak tuntas. Postes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis latar belakang karya ilmiah dengan menggunkan model pembelajaran group investigation atau setelah melakukan kegiatan Postes dilakukan pada pertemuan terakhir. Setelah itu guru memberikan penilaian pada hasil unjuk kerja siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Lubuklinggau, ternyata kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah, siswa setelah menggunakan model pembelajaran group investigation dapat dikatakan dapat meningkatkan secara Untuk mengetahui rekapitulasi penilaian yang telah dilakukan oleh peneliti pada kegiatan postes tersebut, dapat dilihat pada tabel 2 berikut. Tabel 2 Hasil Belajar Postes Kemampuan Menulis Latar Belakang Karya Ilmiah Postes Nilai Keterangan Frekuensi Persentase Tuntas 89,66% Tidak Tuntas 10,34% Jumlah Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai kriteria tidak tuntas adalah 3 orang . ,34%), sedangkan nilai dengan kriteria tuntas adalah 26 orang . ,66%). Dengan perolehan nialai tertinggi yakni 95 dan terendah 55 dengan nilai rata-rata 77,41 maka hal ini dikatakan tuntas secara klasikal. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yang diuji adalah AuKemampuan Menulis Latar Belakang Karya Ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau setelah Menggunakan Model Pembelajaran Group Investigation secara signifikan tuntasAy. Dengan kriteria apabila nilai siswa sama dengan atau lebih dari 70 maka dinyatakan tuntas. Sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dan uji-t. Analisis dengan menggunakan uji kecocokan . hi kuadra. , diketahui kedua data hasil P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 kegiatan pretes dan postes berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas tersebut dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Analisis Uji Normalitas Data Tes Kelas . Kesimpulan Pretes 1,175607588 11,070 Normal Postes 1,4794 11,070 Normal Berdasarkan tabel 3 hasil pretes xhitung lebih kecil dibandingkan dengan xtabel dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil dari analisis pretes berdistribusi Sedangkan hasil postes xhitung lebih kecil dibandingkan dengan xtabel dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil dari analisis pretes berdistribusi normal. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan menganalisis data-data yang diperoleh dari kegiatan pretes dan postes dengan menggunakan rumus uji AutAy yang bertujuan untuk mengdeskripsikan ketuntasan pembelajaran mpembelajaran menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau dengan menggunakan pembelajaran group investigation, maka dilaksanakan uji statistik dengan menggunakan uji AutAy. Berdasarkan hasil penghitungan yang diperoleh ini nilai thitung sebesar 4,88. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel pada taraf signifikansi 5% harga yang diperoleh adalah 1,701. Pada daftar distribusi t dengan dk=n-1 =29-1=28, a = 0,05, maka dapat disimpulkan thitung . > dari ttabel. Hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima Hal ini berarti kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau Tahun pelajaran 2023/2024 setelah menggunakan model pembelajaran group investigation secara signifikan tuntas. Pembahasan Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau belum mencapai ketuntasan. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian di SMA Negeri 4 Lubuklinggau diketahui kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah belum optimal. Dari permasalahan tersebut berarti pembelajaran menulis harus mendapat perhatian lebih karena menulis merupakan kegiatan yang cukup sulit, sehingga siswa kurang berminat dalam menulis. Menulis berarti menuangkan ide dan fikiran kepada orang lain dalam bentuk tulisan melalui media tertentu (Nugroho, 2018:. Untuk mengatasi kesulitan dan kurangnya minat siswa dalam menulis dibutuhkan model pembelajaran yang tepat. Maka dari itu, untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dibutuhkan sebuah model pembelajaran (Lazuardi & Murti, 2018:. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Marselina . dan Ulfa . menyatakan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah. Dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe group investigation proses belajar P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 mengajar siswa menjadi lebih optimal, meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kreativitas siswa dan mampu menuntaskan secara signifkan permasalahan dalam keterampilan menulis karya ilmiah. Dari latar belakang itulah maka peneliti . mengadakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan model pembelajaran group investigation terhadap pembelajaran menulis latar belakang karya ilmiah kegiatan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Pada eksperimen ini langkah-langkah yang digunakan adalah . guru mengadakan tes kemampuan awal . guru memberi treatmen dengan menggunakan model group investigation, . guru mengadakan tes kemampuan akhir . Pretes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis latar belakang karya ilmiah sebelum menggunkan model pembelajaran group investigation. Pada kegiatan ini siswa diminta untuk menulis latar belakang karya ilmiah. Tulisan tersebut disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Pada saat tes kemampuan awal ini siswa diberi kesempatan menulis selama 4 jam pelajaran atau 4 x 45 Selama praktik menulis latar belakang karya ilmiah siswa belstxzr5rfum dapat duduk tenang, siswa tampak kurang bersemangat. Dari hasil penilaian pretes ini hasil tulisan siswa menunjukan siswa belum dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, hal ini dapat dilihat dari segi hasil tulisan siswa. Masih banyak siswa yang menggunakan bahasa tidak baku, penggunaan huruf kapital, tanda titik, koma tidak tepat. Selain itu banyak siswa yang tidak lancar dalam menulis latar belakang, kalimat yang digunakan tidak efektif, hal ini tampak dari informasi pada latar belakang yang masih minim serta siswa belum dapat membedakan antara tujuan dan latar belakang. Berdasarkan hasil penilaian pretes diperoleh nilai rata-rata siswa 59,83 dan dikatakan tuntas. Setelah diadakan pretes, kemudian langkah selanjutnya adalah siswa diberi treatmen dengan menggunakan model pembelajaran group investigation pada pembelajaran menulis karya Pada rencana pelaksanaan treatmen pembelajaran yang telah disusun, siswa dibentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen, dari kegiatan ini menunjukan adanya perubahan sikap yang positif terhadap proses pembelajaran menulis. Hal ini ditandai dengan perilaku siswa yang terlihat lebih aktif, bersemangat dalam berdiskusi kelompok, dan mengerjakan tugas yang diberi oleh guru. Namun beberapa siswa masih tampak kebingungan dalam menuangkan ide-ide mereka terkait bagaimana untuk memulai menulis latar belakang. Guru kemudian mendatangi satu persatu kelompok tersebut untuk membimbing dan memotivasi siswa agar siswa dapat menulis ide-idenya setelah memahami konsep menulis latar belakang karya ilmiah yang telah dibuat. Sedikit demi sedikit siswa pun mulai paham dan dapat menuangkan idenya ke dalam lembar kerja kelompok. Sehingga pada akhirnya penggunaan model group investigation dalam pembelajaran menulis latar belakang karya ilmiah dapat berjalan dengan baik. Setelah siswa diberikan treatmen dengan menggunakan model pembelajaran group investigation siswa diberikan tes akhir . Dari penilaian hasil tes akhir kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah mengalami peningkatan yakni dengan nilai rata rata 77,41 dan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 dapat dikatakan tuntas. Peningkatan nilai tersebut dapat dilihat dari . kelengkapan untuk menulis latar belakang karya ilmiah merupakan point penting dalam menulis latar belakang karya ilmiah misalnya dalam menulis latar belakang atau dasar pemikiran siswa sudah mengalami peningkatan yakni siswa sudah mampu memaparkan latar belakang dalam kohesi dan koherensi antara kalimat maupun paragraf, . Penggunaan kalimat efektif sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, konjungsi yang banyak digunakan sudah berkurang. Kesalahan penulisan kata yang terjadi ada tes menulis latar belakang karya ilmiah sebelumya sudah diperbaiki. Kata yang seharusnya dirangkai ataupun dipisah, sudah ditulis seharusnya. Penulisan huruf kapital dan huruf kecil juga sudah tepat. Penyingkatan kata sudak tidak dijumpai. Kesalahan penulisan tanda baca titik dan koma sudah semakin berkurang. Dari hasil belajar ini dapat diartikan siswa sudah mampu menulis latar belakang karya ilmiah setelah menggunakan model group investigation sesuai dengan aspek-aspek pada pedoman penilaian dan tujuan pembelajaran tercapai. Peningkatan hasil belajar yang diperoleh merupakan keunggulan dari model pembelajaran group investigation yakni sebelum siswa menulis latar belakang karya ilmiah, siswa menentukan topik terlebih dahulu berupa permasalahan yang akan diangkat kemudian dari permasalahan tersebut dikembangkan menjadi sebuah latar belakang karya ilmiah. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Marselina . dan Ulfa . dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ini diharapkan proses belajar mengajar siswa menjadi lebih optimal, meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan minat belajar siswa, meningkatkan kreativitas siswa dan mampu menuntaskan secara signifkan permasalahan dalam keterampilan menulis karya ilmiah. Peneliti menemukan bahwa model pembelajaran kooperatif group investigation siswa dapat aktif dalam meengikuti proses pembelajaran karena bertukar pendapat dan bekerjasama dalam diskusi dalam kelompok sehingga siswa dapat menguasai materi serta dapat menuntaskan secara signifikan kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah. SIMPULAN Hasil dari penelitian dan pembahasan diketahui bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai rata-rata protes sesudah dilakukannya penerapan model investigation mencapai nilai rata-rata 77,41 dengan demikian nilai rata-rata hasil dari postes lebih tinggi dari nilai KKM yaitu 77,41 > 70. Selain dari itu, hasil pengujian hipotesis uji AutAydengan diketahui nilai thitung . > dari ttabel. Hal ini menunjukan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenaranya. Hal ini berarti kemampuan latar belakang karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Lubuklinggau Tahun pelajaran 2023/2024 setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation secara signifikan tuntas. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Jurnal Language education and literature Vol. 5 No. 1, 2025 Page:29-36 DAFTAR PUSTAKA