F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIFIN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI MENGGUNAKAN PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG DI KELAS VII SMP NU SIMO Uswatun Hasanah1*. Zaenal Arifin2. Arezqi Tunggal Asmana3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum Jl. Airlangga No 3 Sukodadi Lamongan. Indonesia Email: uswatunhasanah. 2019@mhs. ari3f_t3a@yahoo. com2, arezqitunggal@unisda. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri di kelas VII SMP. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian prettest dan posttest control group design. Subjek penelitian ini sebanyak 52 siswa yang terdiri dari 26 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling pada kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis dan selanjutnya di analisis dengan uji ttest. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri memiliki rata-rata 6,92. Kata Kunci: Model Pembelajaran ARIFIN. Pemhaman Konsep Geometri. Teka-Teki Silang. ABSTRACT The aim of this research is to determine the significant differences between the conceptual understanding abilities of students taught using the ARIFIN Learning Model using the Crossword Game and the conceptual understanding abilities of students taught using conventional learning on the topic of Geometry in class VII SMP. The method used was quasiexperimental with a pretest research design and posttest control group design. The subjects of this research were 52 students consisting of 26 experimental class students and 26 control class students who were obtained using a sampling technique, namely simple random sampling in class VII. The data collection technique used was a written test and then analyzed using a ttest. It can be concluded that there is a significant difference between the conceptual understanding ability of students taught using the ARIFIN Learning Model using the Crossword Game and the conceptual understanding ability of students taught using conventional learning on the Geometry topic has an average of 6. Kata Kunci: Model Pembelajaran ARIFIN. Pemhaman Konsep Geometri. Teka-Teki Silang. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 PENDAHULUAN Tujuan pembelajaran matematika Tahun menurut Permendikbud Nomer 22 2016 yaitu tujuan pembelajaran matematika adalah memahami konsep matemtaika, mendeskripsikan bagaimana keterkaitan antar konsep matemtika dan menerapkan konsep atau logaritma secara efisien, luwes, akurat, dan tepat memecahkan masalah. Munculnya Auteori pembelajaran konstruktivismeAy dipelopori oleh Vygotsky, mengawali revolusi dalam psikologi pendidikan. Ide utama teori ini adalah bahwa siswa harus secara mandiri menemukan pengetahuan. Dari proses pembelajaran, strategi pengajaran Aupengajaran berpusat kepada siswaAy menurut kontruktivisme . tudent-centered instructio. Menurut teori ini, guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa untuk membangun pengetahuan secara mandiri, dan bukan berceramah atau mendominasi kegiatan di kelas (Slavin dalam Arifin, 2018:. Pembelajaran dapat mengaktifkan siswa, baik dalam kerjasama dan menentukan konsep hingga mencapai pemahaman yang diinginkan agar hasil belajar yang diharapkan dapat dengan dengan maksimal. Model pembelajaran koopratif yang dipilih ARIFIN. Strategi AuARIFINAy pembelajaran matematika dapat dikelola berdasarkan rangkaian aktivitas yang terdiri dari enam tahap menurut urutannya, meliputi : . , . Aksi . , . Refleksi Interaksi (Interactio. , . Formalisasi . , . Interkoneksi . , diakhiri tahap . Narasi . Tahap action . sebagai jawaban atas pertanyaan pertama, tahap reflection dan formalization, sebagai jawaban atas pertanyaan kedua, tahap interaction sebagai jawaban atas pertanyaan ketiga dan keempat. Sedangkan tahap interconnection dan narration sebagai aktivitas yang menunjang kelengkapan dari keempat tahap sebelumnya. Konsep matematika adalah segala sesuatu yang berwujud pengertian pengertian, ciri khusus, hakikat dan isi dari . alam materi matematika Budiono Gusniwati, 2015:. Sejalan dengan pendapat tersebut, menurut Winkel F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 . alam Rahmawat, 2015:. konsep dapat diartikan sebagai suatu sistem satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri ciri yang sama. Menurut Gusniwati . 5: . pemahaman konsep adalah suatu kemampuan menemukan ide abstrak dalam matematika untuk mengklasifikasikan objek-objek yang biasanya dinyatakan dalam suatu istilah kemudian dituangkan kedalam contoh dan bukan contoh, sehingga seseorang dapat memahami suatu konsep dengan jelas. Metode permainan adalah suatu cara penyajian materi pelajaran berbagai macam bentuk aktivitas permainan untuk menciptakan menyenangkan, serius tetapi santai sehingga siswa akan belajar dengan gembira (Sutikno, 2. Teka-teki silang atau biasa yang disebut dengan TTS dikemukakan Ari wibowo . alam Syofiani, , 2018:. ialah bentuk permainan yang cara memainkannya yaitu mengisi bagian ruang kosong membentuk putih mengunakan huruf atau angka sehingga kemudian akan membentuk sebuah kata yang didasarkan atas petunjuk yang digunakan. Pemahaman konsep matematika dengan menerapkan strategi teka-teki silang lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang pembelajaran konvensional dengan demikian, starategi permainan teka teki silang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa (Edriati, dkk. Penggunaan media teka-teki silang telah dilakukan oleh Zulfajri dan Amalia . Penerapan Model Pembelajaran ARIFIN pada mata pelajaran matematika, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIFIN dengan media teka-teki silang sangat disukai oleh mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan penelusuran penggunaan media teka-teki silang sebelumnya dilakukan karena harus melibatkan angka dalam pembelajaran Melalui uraian masalah tersebut, maka penulis tertarik melaksanakan penelitian secara mendalam. Untuk itu penulis menggangkat judul penelitian yaitu: AuPengaruh Penerapan Model Pembelajaran ARIFIN untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geometri Menggunakan Permainan Teka-Teki Silang di Kelas VII SMP NU SimoAy. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 METODE PENELITIAN Metode Quasi Eksperimental. Rancangan eksperimen dalam penelitian ini adalah the non-equivalent control group design yang digunakan untuk mengetahui perbedaan Model Pembelajaran ARIFIN terhadap pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan media permainan teka-teki silang. Penelitian ini dilakukan pada kelas VII SMP NU Simo salah satu sekolah di Kabupaten Lamongan. Teknik sampel menggunkan Simple Random Sampling yang didapat sampel untuk kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D sebagai kelas kontrol, dengan populasi seluruh siswa kelas VII A dan VII D dan subjek penelitiannya diambil sebanyak 56 orang siswa. Penelitian dilakukan di semester genap tahun ajaran 2022/2023. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen tes dengan bentuk uraian . berjumlah 3 soal. Pemberian hasil skor tes siswa sesuai dengan pedoman penskoran tes kemampuan pemahaman konsep geometri yang diadaptasi dari Dirjen Dikdasmen Nomer 506/C/Kep/PP/2004 . alam Hendria, dkk. ,2017:. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan pada penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Data Pretest Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Statistic Sig. Sig. Eksperimen Kontrol This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan dari kelas kontrol adalah sig. 0,200, sehingga didapatkan 0,200 > 0,05, dan nilai signifikan kelas F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 eksperimen adalah sig. 0,200, sehingga didapakan 0,200 > 0,05. Artinya data dari kelas kontrol maupun eksperimen berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data Posttest Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Kontrol This is a lower bound of the true significance. Eksperimen Sig. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikan dari kelas kontrol adalah sig. 0,200, sehingga didapatkan 0,200 > 0,05, dan nilai signifikan kelas eksperimen adalah sig. 0,190, sehingga didapakan 0,190 > 0,05. Artinya data dari kelas kontrol maupun eksperimen berdistribusi normal. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Pretest Levene Statistic Hasil Based on Mean Sig. Based on Median Based on Median andwith adjusted df Based on trimmed Dari Tabel 1 di atas dapat diketahui bahwanilai sig. 0,383, dimana 0,383 Ou 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa datatersebut memiliki varians yang homogen. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Posttest. Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Hasil Based on Mean Sig. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed Dari Tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa nilai sig. 0,939, dimana 0,939 Ou 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki varians yang Tabel 5. Hasil Uji Linieritas ANOVA Table Sum of Mean Sig. Squares Df Square Y Between Groups (Combine. Linearity Deviation Linearity Within Groups Total Berdasarkan Table 5. diketahui bahwa sig. Deviation From Linearty sebesar 0,187 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ya0 di tolak dan ya1 diterima terdapat hubungan yang linear antara Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan media tekateki silang dengan kemampuan pemahaman konsep geometri siswa. Tabel 6. Hasil Uji Pendent-Smaples T-Test Pretest Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Sig. Sig. Mean Difference Std. Error Differen 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 Hasil Equal Equal Berdasarkan Tabel 6. ig Oeycycaycnycoyceyc. 0,135 > 0,05. Dengan demikian ya0 diterima dan ya1 ditolak yang berarti terdapat tidak ada perbedaan kemampuanpemahaman konsep geometri siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Tabel 7. Hasil Uji Pendent-Smaples T-Test Posttest Independent Samples Test Levene's Testfor Equality of Variances t-test for Equality of Means Sig. Hasil Equal Equal Sig. Mean Difference Std. Error Differen Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan tabel 4. 21 diketahui bahwa nilai signifikan . ig 2 Oe ycycaycnycoyceyc. 0,000 < 0,05. Dengan demikian, ya0 ditolak dan ya1 diterima yang berarti terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep geometri siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari rata-rata hasil belajar siswa pada kelas ekspeimen 76,54 artinya ada peningkatan kemampuan pemhaman konsep siswa setelah pembelajaran menggunakan model F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 pembelajaran ARIFIN. Sedangkan rata-rata siswa kelas kontrol sebesar 53,81 artinya ada juga peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa setelah pembelajaran menggunakan pembelajaran langsung. Berdasarkan rata-rata nilai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran ARIFIN lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP NU Simo, kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan Model Pembelajaran ARIFIN sedangkan kelas VII D sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan Model Pembelajaran ARIFIN dengan menggunakan Permainan Teka- Teki Silang terhadap Pemahaman Konsep Geometri siswa Tahun Ajaran 2022/2023. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam Model Pembelajaran ARIFIN dengan menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan Pembelajaran Konvensional terhadap Pemahaman Konsep Geometri. KESIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebagaimana yang disajikndalam Bab IV setelah dilakasanakan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: . Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswayang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik geometri di kelas VII SMP NU Simo Tahun ajaran 2022-2023 dengan nilai signifikan 0,05. Hal ini disimpulkan berdasarkan nilai rata-ratasiswa dan hasil uji regresi linier, yaknidiperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian, ya0 ditolak ya1 diterima yang berarti terdapat perbedaan dari ModelPembelajaran ARIFIN dengan menggunakan Permainan Teka-Teki Silang. Kemampuan pemahaman konsepsiswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran ARIFIN menggunakanPermainan Teka-Teki Silang lebih baik daripada kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2024 konvensional pada topik geometri di kelas VII SMP NU Simo Tahunajaran 2022-2023 dilihat dari nilai rata-ratasiswa sebesar 6,29. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih disampaikan kepada Allah Swt. , kedua orang tua tercinta, yang selalu mendoAoakan, memotivasi dan memberi semangat, saudara ku, seluruh keluarga besar, dosen pembimbing, para dosen, guru, dan para sahabat yang telah memberikan pengajaran, pengalaman, bantuannya serta semua pihak yang telah ikut berkontribusi dalam penelitan ini sehingga penelitian terlaksana dengan baik dan hasilnya bisa dituangkan dalam skripsi ini. DAFTAR PUSTAKA