Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Vol. No. February 2026 pp. E-ISSN: 2541-4224. P-ISSN: 2541-4216 DOI: http://dx. org/10. 28926/briliant. Pengaruh Entrepreneurial education dan E-commerce Understanding Terhadap Entrepreneurial intention Melalui Penggunaan Media Sosial Elok Rosyida Proposalia. Tuwoso. Widiyanti. 1Pendidikan Kejuruan. Sekolah Pascasarjana. Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang 65145 Jawa Timur. Indonesia 2,3Universitas Negeri Malang. Jl. Semarang 5 Malang 65145 Jawa Timur. Indonesia Email: 1elok. 2305518@students. id, 2tuwoso. ft@um. ft@um. Tersedia Online di http://w. php/briliant Sejarah Artikel Diterima 17 Desember 2024 Direvisi 6 Januari 2025 Disetujui 22 Januari 2025 Dipublikasikan 22 Februari 2026 Keywords: E-commerce understanding, entrepreneurial intention, social media use, entrepreneurial education Abstract: The purpose of this study is to look at how entrepreneurship education and students' awareness of e-commerce affect entrepreneurial inclinations through the usage of social media. In this study, there are two independent factors, entrepreneurial education (X. and e-commerce understanding (X. , one dependent variable, entrepreneurial intention (Y), and a mediating variable, social media use (Z). This study employs a descriptive design with quantitative research methodologies. Respondents for this study were Fashion Department students at SMKN 1 Sooko Mojokerto and SMKN Jatirejo who had taken entrepreneurial courses. The study included 237 students who completed a questionnaire and were analyzed using structural equality modeling (SEM). The results of this study indicate that entrepreneurial education has a positive and significant effect on social media usage, e-commerce understanding does not have a positive and significant effect on social media usage, entrepreneurial education has a positive and significant effect on entrepreneurial intention, social media usage has a positive and significant effect on entrepreneurial intention, e-commerce understanding. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana entrepreneurial education dan kesadaran siswa tentang e-commerce mempengaruhi kecenderungan berwirausaha melalui penggunaan E-commerce understanding, entrepreneurial intention, media sosial. Dalam penelitian ini terdapat dua faktor independen, penggunaan media social, entrepreneurial education (X. dan e-commerce understanding (X. , entrepreneurial education satu variabel dependen, entrepreneurial intention (Y), dan satu variabel mediasi, penggunaan media sosial (Z). Penelitian ini Corresponding Author: menggunakan desain deskriptif dengan metodologi penelitian Name: Responden untuk penelitian ini adalah siswa Jurusan Tata Elok Rosyida Proposalia Busana di SMKN 1 Sooko Mojokerto dan SMKN Jatirejo yang telah Email: mengambil mata pelajaran kewirausahaan. Penelitian ini melibatkan 2305518@students. 237 siswa yang mengisi kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa entrepreneurial education berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial, e-commerce understanding tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial, entrepreneurial education berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha, penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha, e-commerce understanding. Kata Kunci: 56 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 PENDAHULUAN Kewirausahaan saat ini disebut sebagai aktivitas atau tren yang sedang populer secara global dan tidak terkecuali di Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya wirausahawan pemula di Indonesia yang terjun ke dunia bisnis, menawarkan berbagai macam produk/jasa. Kewirausahaan merupakan komponen yang sangat penting bagi suatu negara yang berfokus pada kompetisi di pasar global berdasarkan pada pengetahuan dan pendidikan, hal ini disebabkan karena wirausaha umumnya dianggap sebagai cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (Boldureanu et al. , 2. Wirausahawan akan mengalami kegagalan kalau tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan ambisi yang cukup (Agusmiati & Wahyudin, 2. Generasi muda yang memilih sebagai wirausaha masih sangat sedikit. Hal ini terbukti menurut data Badan Pusat Statistik, pada bulan Agustus 2023, persentase pekerja di Indonesia yang memilih sebagai pekerja/ karyawan sejumlah 52,7%, yang memilih sebagai pekerja lepas . sejumlah 9,74%, yang memilih untuk bekerja dengan keluarga sejumlah 13,22%, sedangkan yang memilih sebagai wirausaha sejumlah 24,33%. Faktor-faktor yang mendorong seseorang minat berwirausaha, diantaranya adalah karena pendidikan kewirausahaan . ntrepreneurial educatio. , perkembangan teknologi, serta adanya e-commerce dan jaringan internet yang membuka peluang bisnis internasional (Korani, 2. Belanja online di Indonesia berkembang sejak sekitar tahun 2000-an dan pada masa kini toko online telah tumbuh pesat dan tersebar di berbagai tempat (Gusteti & Juan Colin, 2. Adanya dukungan jejaring media sosial, seperti Facebook. Instagram. Telegram. Tiktok. Twitter dan WhatsApp yang turut mempromosikan kegiatan jual/beli suatu produk. Media sosial menjadi salah satu media berbelanja online yang semakin memudahkan (Islami, 2. Indonesia masuk dalam kategori negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia. Jumlah pengguna internet di Indonesia konsisten mengalami peningkatan sejak tahun 2003 dan terus bertambah setiap tahunnya (Danuri & Suharnawi, 2. Menurut survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia dari waktu ke waktu selalu bertambah jumlahnya. Jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 20222023 mengalami peningkatan sebesar 1,17% menjadi 215 juta jiwa, dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 210 juta jiwa. Perkembangan teknologi internet serta pertumbuhan jumlah pengguna internet, maka dapat menjadi kesempatan pasar yang menjanjikan bagi para pelaku bisnis yang memanfaatkan internet (Seftila et al. , 2. Kondisi ini memudahkan mereka dalam melakukan promosi dan menjalankan perdagangan melalui e-commerce. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa zaman akan terus membaik di masa sekarang, khususnya kemajuan Langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan mengurangi pengangguran, yaitu dengan menjadikan generasi muda memiliki niat, minat untuk memulai usaha, serta mengutamakan pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia (Rizqi et al. Entrepreneurial education itu harus memiliki pendekatan pengajaran yang tepat untuk memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman langsung dengan bisnis dan praktik (Wardana et , 2. Oleh karena itu, siswa harus dilatih untuk meningkatkan semua pengetahuan mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan survey BKK (Bursa Kerja Khusu. Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Mojokerto yang terdapat Jurusan Tata Busana, berdasarkan tracer study alumninya menyatakan bahwa 10% alumninya melanjutkan kuliah, 30% alumni bekerja, 25% berwirausaha dan 35% sisanya masih mencari pekerjaan, belum teridentifikasi dan lain-lain. Sedangkan berdasarkan hasil pra-survei, terungkap bahwa 60% siswa SMK di Kabupaten Mojokerto Jurusan Tata Busana memiliki minat untuk berwirausaha. Meskipun demikian, para siswa masih merasa kebingungan tentang bagaimana cara memulai langkah pertama dalam dunia bisnis. Dengan demikian, urgensi penelitian ini terletak pada fakta bahwa saat ini minat siswa terhadap kewirausahaan masih rendah. Banyak tamatan SMK cenderung memilih untuk mencari pekerjaan daripada memulai usaha. Adanya akses internet dan meningkatnya jumlah e-commerce BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 yang tersedia memberikan kemudahan bagi banyak orang untuk menjadi wirausahawan, terutama dengan bekal pendidikan kewirausahaan yang telah dipelajari. METODE Jenis penelitian ini adalah eksplanasi . xplanatory researc. dengan pendekatan Populasi penelitian yakni siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Mojokerto, yaitu SMKN 1 Sooko dan SMKN Jatirejo. Kriteria pengambilan populasi ini adalah SMK yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto yang memiliki akreditasi A, kompetensi keahlian dan SMK PK bidang busana, serta Mojokerto sebagai kota pengembang batik corak Majapahit AuTeratai SuryaAy. Sampel pada penelitian ini sebanyak 237 responden yang telah mendapatkan Entrepreneurial education yaitu mata pelajaran kewirausahaan, yaitu siswa aktif di SMKN 1 Sooko dan SMKN Jatirejo dimulai dari kelas 11 dan 12 Jurusan Tata Busana. Gambar 1. Desain Penelitian Gambar 1 menunjukkan desain penelitian yang memuat keterkaitan antara variabel dalam penelitian ini. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua variabel independen (X), satu variabel dependen (Y), serta satu variabel mediasi (Z). Pada desain penelitian juga dapat diamati hipotesis penelitian dan relasi hubungannya antar variabel. Data utama penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dengan responden sejumlah 237 Kuesioner menggunakan skala Likert dengan rentang penilaian dari 1 hingga 4. Teknik analisis data yakni menggunakan uji validitas konvergen dan uji reliabilitas. Teknik analisis penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis bagaimana pendidikan kewirausahaan memengaruhi keinginan untuk Langkah-langkahnya mencakup evaluasi model struktural . nner mode. , evaluasi model pengukuran . uter mode. , analisis tingkat kesesuaian model . oodness of fi. , serta pengujian hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Konvergen (Convergent validit. dan Uji Reliabilitas (Composite Reliabilit. Menurut Creswell, . dan Chin, . penelitian dikatakan valid apabila data yang diperoleh dan dikumpulkan oleh peneliti memiliki kesamaan dengan data yang sesungguhnya di Uji validitas menggunakan uji Convergent validity . aliditas konverge. ika nilai factor loading () > 0,70 atau outer loading > 0,07 maka item valid dan sebaliknya, uji validitas juga bisa menggunakan uji discriminant validity . ilai antar variabel cross-loading harus lebih besar (>) 0. dan nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih besar (>) 0,50. 58 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Tabel 1 menunjukkan hasil uji validitas konvergen (Convergent validit. pada analisis data penelitian. Tabel 1 terdiri dari loading factor . uter loading. untuk tiap konstruk indikator, yang mana nilai outer loadings lebih besar (>)0,70, sedangkan nilai AVE atau nilai rata-rata varian ekstra harus lebih besar dari (>)0,5. Uji Composite Reliability (CR) pada SEM-PLS dapat dilihat dari nilai CR dan CronbachAos Alpha (). Tabel 1 dibawah ini menunjukkan hasil nilai dalam uji validitas semua variabel, baik Convergent validity maupun discriminant validity. Tabel 1. Hasil Uji Validitas (Convergent validit. Validitas Discriminant dan Uji Reliabilitas (Composite Reliabilit. CronbachAos Alpha () CR . AVE Entrepreneurial education 0,955 0,956 0,960 0,669 E-commerce Understanding 0,945 0,947 0,954 0,797 Penggunaan Media Sosial 0,907 0,910 0,929 0,686 Entrepreneurial intention 0,940 0,942 0,951 0,708 Untuk menguji reliabilitas pada penelitian ini digunakan composite reliability dengan melihat nilai CR . dan Alpha Cronbach (). Menurut Hair et al. , variabel dianggap reliabel jika nilai reliabilitas komposit atau rho-c (CR) lebih besar dari (>)0. 70 dan nilai Alpha Cronbach () lebih besar dari (>)0. 70 karena nilai Alpha Cronbach () lebih dari (>)0. 70 dan nilai composite reliability atau rho-c (CR) lebih dari (>)0. Gambar 2 menunjukkan alternative jalur path analisis SEM PLS secara keseluruhan. Setelah dianalisis jawaban dari seluruh responden, seluruhnya mendapatkan nilai loading factor lebih dari (>)0,70, dan nilai AVE lebih dari (>)0,5. Oleh karena itu, dapat disimpulkan pada variabel X1 . ntrepreneurial education/EE), variabel X2 . -commerce understanding/EU), variabel Z . enggunaan media sosial/PMS) dan variabel Y . ntrepreneurial intention/EI) telah memenuhi Convergent validity . aliditas konverge. Gambar 2. Alternative Path Analysis SEM PLS Algorithm Discriminant Validity Tabel 2 menunjukkan hasil uji validitas Fornell-Larscher, ditunjukkan dalam Tabel 2, maka variabel X1 . ntrepreneurial education/ EE), variabel X2 . -commerce understanding/ EU), variabel Y . ntrepreneurial intention/ EI) dan variabel Z . enggunaan media sosial/ PMS) memiliki nilai cross-loading untuk masing-masing variabel lebih dari (>)0,70 menunjukkan bahwa variabel ini memenuhi syarat untuk uji validitas diskriminatif dan dinyatakan valid. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Tabel 2. Hasil Uji Validitas (Discriminant Validity Fornell-Larsche. Fornell-Larcker Criterion E-commerce Understanding (X. 0,835 Entrepreneurial education (X. 0,933 0,818 Entrepreneurial intention (Y) 0,852 0,924 0,842 Penggunaan Media Sosial (Z) 0,906 0,953 0,945 0,828 R-Squared Test Tabel 3 menunjukkan hasil uji bahwa nilai R-Square (R. variabel entrepreneurial intention (Y) sebesar 0,902 menunjukkan kekuatan akurasi dengan level prediksi yang kuat, sementara nilai R-Square (R. variabel penggunaan media sosial (Z) sebesar 0,909 menunjukkan kekuatan akurasi dengan level prediksi yang kuat. Tabel 3. Hasil Uji R-Squared Variabel R2 adjusted Entrepreneurial intention (Y) 0,903 0,902 Penggunaan Media Sosial (Z) 0,910 0,909 Level Prediksi Kuat Kuat F-Squared Test Tabel 4 menunjukkan hasil uji bahwa nilai F-Square masing-masing pengaruh variabel laten predictor (Variabel laten Eksoge. terhadap model struktural. Berdasar tabel diatas, pada penelitian ini diketahui nilai F-Square entrepreneurial education/EE terhadap entrepreneurial intention/EI sebesar 0,102 menunjukkan pengaruh menengah, sedangkan entrepreneurial education/EE terhadap penggunaan media sosial mempunyai nilai F-Square sebesar 0,983 menunjukkan pengaruh yang sangat besar. Tabel 4. Hasil Uji F-Squared Variabel E-commerce understanding (EU) -> Entrepreneurial Intention (EI) E-commerce understanding (EU) -> Penggunaan Media Sosial (PMS) Entrepreneurial education (EE) -> Entrepreneurial Intention (EI) Entrepreneurial education (EE) -> Penggunaan Media Sosial (PMS) Penggunaan Media Sosial (PMS) -> Entrepreneurial Intention (EI) 0,041 0,026 0,102 0,983 0,504 Hasil Pengaruh kecil Pengaruh kecil Pengaruh menengah Pengaruh sangat besar Pengaruh besar Goodness of Fit Tabel 5 menunjukkan hasil evaluasi memenuhi goodness of fit model pengukuran . Model pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap baik atau memenuhi goodness of fit. Seluruh variabel yang meliputi independen, dependen, dan mediasi memiliki goodness of fit yang baik. Tabel 5. Hasil Uji F-Squared VARIABEL AVE (X. Entrepreneurial education 0,945 0,947 0,697 (X. E-commerce Understanding 0,955 0,956 0,669 (Z) Penggunaan Media Sosial 0,940 0,942 0,708 0,907 0,910 0,686 (Y) Entrepreneurial intention EVALUASI Baik/Fit Baik/Fit Baik/Fit Baik/Fit Gambar 3 menunjukkan hasil resampling bootstrap dan analisis SEM PLS untuk memproses data penelitian ini. Hasil resampling bootstrap bertujuan untuk memperkirakan distribusi statistik, memperluas ruang sampel, dan memperkirakan ketidakpastian dalam parameter model. Data penelitian ini sudah diproses dengan menggunakan resampling bootstrap. 60 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Gambar 3. Hasil Resampling Bootstrap Pengaruh Entrepreneurial education (X. terhadap Penggunaan Media Sosial (Z) Entrepreneurial education (X. berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial (Z). Hal ini membuktikan bahwa siswa yang mendapatkan pendidikan kewirausahaan lebih cenderung memanfaatkan media sosial sebagai alat strategis dalam bisnis Media sosial membantu siswa mempromosikan produk, menjangkau pelanggan potensial, dan memperluas jaringan bisnis. Temuan ini mendukung teori yang menyatakan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak hanya membentuk keterampilan teknis tetapi juga memfasilitasi adopsi teknologi dalam konteks bisnis modern. Hal ini didukung oleh Sari & Maya, . yang mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial merupakan kegiatan usaha dagang yang digunakan untuk forum diskusi bersama konsumen, identifikasi kebutuhan konsumen, kegiatan pemasaran dan iklan, melakukan komunikasi personal dengan konsumen, memberikan respon serta mendukung pengambilan Rahayu & Laela, . mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh yang positif terhadap pendidikan kewirausahaan. Suratno et al. , . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa media sosial memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. Kesimpulannya, semakin tinggi penggunaan media sosial yang dilakukan, maka dapat menaikkan perilaku yang baik dalam berwirausaha. Pengaruh E-commerce Understanding (X. terhadap Penggunaan Media Sosial (Z) E-commerce understanding (X. tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan media sosial (Z). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa memahami ecommerce, faktor tersebut kurang untuk mendorong mereka memanfaatkan media sosial secara optimal untuk keperluan bisnis. Ada beberapa hambatan, seperti kurangnya pelatihan praktis atau akses terhadap sumber daya digital, yang memengaruhi penggunaan media sosial dalam konteks Hasil ini mengindikasikan bahwa siswa yang memahami konsep e-commerce lebih mampu mengoptimalkan media sosial untuk menjalankan strategi pemasaran digital. Penggunaan media sosial memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi tren pasar, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan menciptakan kampanye pemasaran yang lebih efektif. Integrasi antara ecommerce dan media sosial ini menjadi peluang besar dalam menaikkan daya saing usaha di era Kehadiran media sosial memfasilitasi saluran komunikasi dua arah antara bisnis dan pelanggan, memungkinkan adanya umpan balik dan keterlibatan secara real-time, yang penting BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 untuk membangun kepercayaan dan loyalitas (Adam & Alhassan, 2. Zaman sekarang telah beralih ke belanja online, sehingga integrasi e-commerce dan media sosial menjadi semakin Dunia usaha telah beradaptasi dengan menerapkan kampanye promosi melalui saluran media sosial, yang terbukti efektif dalam menarik pelanggan selama krisis ekonomi (Liu et al. Kemampuan untuk melibatkan pelanggan melalui konten interaktif, seperti live streaming dan iklan yang dipersonalisasi, meningkatkan pengalaman berbelanja secara keseluruhan dan mendorong pembelian impulsif (Hasan, 2020. Wei et al. , 2. Pengaruh Entrepreneurial education (X. terhadap Entrepreneurial intention (Y) Entrepreneurial education (X. berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap entrepreneurial intention (Y). Pendidikan ini memberikan siswa keterampilan dan motivasi untuk memulai bisnis mereka sendiri. Dengan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik, siswa lebih percaya diri untuk mengambil risiko dan mengelola usaha. Temuan ini mendukung konsep bahwa pendidikan kewirausahaan adalah fondasi utama dalam membangun jiwa kewirausahaan, terutama di kalangan generasi muda. Pendidikan kewirausahaan memegang peranan penting dalam membentuk sikap siswa terhadap kewirausahaan. Atribut perilaku yang direncanakan, seperti sikap dan kontrol perilaku yang dirasakan, dipengaruhi secara signifikan oleh pendidikan kewirausahaan (Mshenga et al. Kerangka pendidikan ini mendorong siswa untuk mengembangkan sikap positif terhadap kewirausahaan, yang penting untuk menumbuhkan niat berwirausaha. Pengetahuan kewirausahaan yang diperoleh dari pendidikan menjadikan individu untuk mampu mengembangkan peluang bisnisnya menjadi bermanfaat bagi diri serta masyarakat yang menjadi konsumennya (Isma, 2. Pengaruh Penggunaan Media Sosial (Z) terhadap Entrepreneurial intention (Y) Penggunaan media sosial (Z) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap entrepreneurial intention (Y). Media sosial juga berfungsi sebagai alat pemasaran tetapi juga sebagai sarana eksplorasi ide bisnis dan pengujian pasar. Siswa yang aktif menggunakan media sosial lebih mampu memahami kebutuhan pelanggan, merancang produk yang sesuai, dan membangun merek yang kompetitif. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi jembatan efektif antara ide bisnis dan realisasi usaha. Kemampuan untuk terhubung dengan individu yang memiliki kesamaan berpikir serta calon kolaborator melalui media sosial semakin memperkuat efek ini, karena hal ini menciptakan komunitas suportif yang mendorong aspirasi kewirausahaan (Misiak-Kwit et al. , 2. Media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha (Suratno et al. , 2. Semakin tinggi penggunaan media sosial yang dilakukan akan meningkatkan perilaku yang baik dalam berwirausaha online. Pengaruh E-commerce Understanding (X. terhadap Entrepreneurial intention (Y) E-commerce understanding (X. tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap entrepreneurial intention (Y). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswa memiliki pemahaman yang baik tentang e-commerce, faktor tersebut tidak secara langsung mendorong mereka untuk memiliki niat berwirausaha. Beberapa faktor lain yang cenderung dominan dalam mempengaruhi minat berwirausaha, seperti dukungan praktis atau motivasi intrinsik. Siswa yang memiliki pemahaman yang baik tentang e-commerce lebih cenderung terinspirasi untuk memulai bisnis berbasis digital. E-commerce menawarkan kemudahan operasional dan akses pasar yang luas, sehingga menarik minat siswa untuk menjadikannya sebagai platform utama dalam Dengan bekal ini, siswa dapat memanfaatkan peluang di pasar global secara lebih Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki pemahaman yang kuat tentang ecommerce lebih siap untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang bisnis di pasar digital (Farani et al. , 2017. Hamdani & Sari, 2. Pemahaman komprehensif tentang e-commerce 62 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 membekali pengusaha dengan alat yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar digital. Afiat & Rijal, . menekankan bahwa e-commerce memberikan banyak keuntungan, seperti aksesibilitas global dan efisiensi operasional, yang sangat penting bagi keberhasilan kewirausahaan. Pengusaha yang memahami konsep-konsep ini mempunyai posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan strategi e-commerce, yang dapat meningkatkan peluang pasar dan niat yang lebih tinggi untuk terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Pengaruh Entrepreneurial education (X. terhadap Entrepreneurial intention (Y) melalui Penggunaan Media Sosial (Z) Penggunaan media sosial (Z) memiliki peran yang signifikan dalam memperkuat pengaruh entrepreneurial education (X. terhadap entrepreneurial intention (Y). Artinya, meskipun pendidikan kewirausahaan secara langsung mempengaruhi niat berwirausaha, efek tersebut menjadi lebih kuat ketika siswa memanfaatkan media sosial. Media sosial memberikan platform bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dari pendidikan Mereka dapat menggunakannya untuk promosi, membangun jaringan, dan menjalankan strategi pemasaran. Dengan kata lain, media sosial menjembatani kesenjangan antara teori kewirausahaan yang diajarkan di sekolah dengan penerapannya dalam dunia nyata, sehingga mendorong motivasi dan keyakinan siswa untuk benar-benar memulai usaha. Jaringan sosial, termasuk yang dibentuk melalui media sosial, berperan penting dalam identifikasi peluang dan pengembangan kewirausahaan (Khan et al. , 2. Dengan mempromosikan media sosial sebagai alat pendidikan, pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan sikap siswa terhadap kewirausahaan, sehingga membuat mereka lebih cenderung terlibat dalam kegiatan kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif terhadap persepsi siswa terhadap norma-norma sosial, yang pada gilirannya mempengaruhi niat berwirausaha mereka. Integrasi media sosial ke dalam kerangka pendidikan ini memungkinkan siswa untuk terlibat dengan konten dan komunitas kewirausahaan, sehingga memperkuat sikap positif mereka terhadap kewirausahaan (Sarwar et al. , 2. Pengaruh E-commerce Understanding (X. terhadap Entrepreneurial intention (Y) melalui Penggunaan Media Sosial (Z) Penggunaan media sosial (Z) memiliki peran yang signifikan dalam memediasi pengaruh e-commerce understanding (X. terhadap entrepreneurial intention (Y). Artinya, meskipun pemahaman e-commerce secara langsung tidak signifikan terhadap niat berwirausaha, media sosial menjadi faktor penghubung yang penting. Dengan media sosial, siswa dapat menerapkan pengetahuan e-commerce mereka untuk menjangkau pelanggan, menjalankan strategi pemasaran digital, dan menguji ide bisnis mereka. Media sosial berfungsi sebagai alat yang memperkuat dampak pemahaman e-commerce, sehingga meningkatkan motivasi siswa untuk memulai usaha. Dengan memanfaatkan media sosial, siswa yang memahami e-commerce dapat mengembangkan strategi pemasaran digital yang inovatif dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan. Media sosial berfungsi sebagai katalisator yang mempercepat transformasi ide bisnis menjadi usaha Pemahaman yang kuat tentang e-commerce membekali calon wirausaha dengan kompetensi yang diperlukan untuk menavigasi pasar digital secara efektif. E-commerce memberikan manfaat besar, seperti aksesibilitas global dan efisiensi operasional, yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing kewirausahaan (Afiat & Rijal, 2. Ketika wirausahawan memahami keunggulan-keunggulan ini, mereka akan lebih mungkin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk terlibat dalam aktivitas wirausaha, sehingga meningkatkan niat berwirausaha mereka. Pendidikan kewirausahaan membentuk pengetahuan kewirausahaan siswa dan berpengaruh positif terhadap niat berwirausaha mereka (Hutasuhut, 2. Integrasi pemahaman e-commerce ke dalam pendidikan kewirausahaan dapat memberikan landasan yang kuat bagi calon wirausaha. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 SIMPULAN Entrepreneurial education di SMKN Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap niat berwirausaha semakin kuat dengan adanya peran media sosial. Hal ini berarti siswa yang mengikuti pendidikan kewirausahaan dan memanfaatkan media sosial dapat lebih efektif menerapkan pengetahuan mereka ke dalam praktik Media sosial membantu siswa mempromosikan produk, memperluas jaringan, dan menguji ide bisnis, sehingga meningkatkan motivasi dan keyakinan untuk memulai usaha. Entrepreneurial education (X. , variabel ini secara langsung memberikan pengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha. Siswa yang terpapar pendidikan kewirausahaan memiliki keterampilan teknis, kepercayaan diri, dan motivasi untuk memulai bisnis. Media sosial memperkuat dampak ini dengan menyediakan alat untuk menerapkan pengetahuan ke dalam konteks nyata. Pemahaman e-commerce tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha, melalui media sosial pengaruhnya menjadi lebih bermakna. Media sosial memfasilitasi aplikasi pengetahuan e-commerce, seperti membangun merek, mempromosikan produk, dan menjalankan strategi pemasaran digital, yang dapat memotivasi siswa untuk memulai Media sosial memainkan peran signifikan sebagai mediator. Ini membantu siswa menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di kelas dan praktik dalam membangun Media sosial memungkinkan siswa menguji ide bisnis mereka, membangun jaringan, dan meningkatkan visibilitas produk atau layanan mereka. Kombinasi dari pendidikan kewirausahaan, pemahaman e-commerce, dan penggunaan media sosial menciptakan sinergi yang kuat untuk mendorong siswa menjadi wirausahawan yang kompetitif dan inovatif. Dengan mengoptimalkan integrasi ini. SMKN di Kabupaten Mojokerto dapat menciptakan lingkungan yang mendukung generasi muda untuk lebih siap menghadapi tantangan di dunia bisnis digital. Rekomendasi untuk peningkatan kualitas pendidikan kewirausahan melalui pendekatan yang lebih aplikatif, seperti pengenalan langsung kepada dunia bisnis melalui praktik lapangan, seminar, atau workshop. Optimalisasi pemahaman siswa tentang e-commerce dan media sosial melalui pelatihan khusus mengenai e-commerce dan pemanfaatan platform digital untuk Peningkatan kesiapan siswa dalam dunia kewirausahaan melalui kerjasama antara sekolah dan industri, khususnya di bidang e-commerce dan kewirausahaan digital. Penelitian selanjutnya dapat melakukan kajian dengan fokus penelitian pada faktor-faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan Entrepreneurial education. E-commerce Understanding dan Penggunaan Media Sosial dalam meningkatkan Entrepreneurial intention siswa di SMKN 1 Sooko dan SMKN Jatirejo, dengan harapan meneruskan dan melengkapi penelitian ini. DAFTAR RUJUKAN Adam. , & Alhassan. The Role of Social Media in the Diffusion of EGovernment and E-Commerce. Information Resources Management Journal, 34. , 63Ae https://doi. org/10. 4018/IRMJ. Afiat. , & Rijal. Analysis of the Use of E-commerce in Improving Entrepreneurial Business Competitiveness. Jurnal Minfo Polgan, 12. , 468Ae479. https://doi. org/10. 33395/jmp. Agusmiati. , & Wahyudin. Pengaruh Lingkungan Keluarga. Pengetahuan Kewirausahaan. Kepribadian. Dan Motivasi, terhadap Minat Berwirausaha dengan Self Efficacy sebagai Variabel Moderating. Economic Education Analysis Journal, 7. , 878Ae https://doi. org/10. 15294/eeaj. Boldureanu. Ionescu. Bercu. -M. Bedrule-GrigoruuE. , & Boldureanu. Entrepreneurship Education through Successful Entrepreneurial Models in Higher Education Institutions. Sustainability, 12. , 1267. https://doi. org/10. 3390/su12031267 Chin. Partial Least Squares for IS Researchers: An Overview and Presentation of Recent Advances Using the PLS Approach. ICIS. Creswell. Editorial: Mapping the Field of Mixed Methods Research. Journal of 64 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Mixed Methods Research, 3. , 95Ae108. https://doi. org/10. 1177/1558689808330883 Danuri. , & Suharnawi. Trend Cyber Crime dan Teknologi Informasi di Indonesia. Informasi Komputer Akuntansi Dan Manajemen, 13. Farani. Karimi. , & Motaghed. The role of entrepreneurial knowledge as a competence in shaping Iranian studentsAo career intentions to start a new digital business. European Journal Training Development, 41. , 83Ae100. https://doi. org/10. 1108/EJTD-07-2016-0054 Gusteti. , & Juan Colin. Analysis The Effect of Entrepreneurship Education on ECommerce Entrepreneur Motivation in Information Systems Students. International Journal Management Business (IJMB), 1. , 10Ae16. https://doi. org/10. 46643/ijmb. Hair. Risher. Sarstedt. , & Ringle. When to use and how to report the PLS-SEM. European Business Review, 31. , 2Ae24. https://doi. org/10. 1108/EBR-11-2018-0203 Hamdani. , & Sari. Investigating the Relationship between Entrepreneurial Knowledge and Entrepreneurial Interest: A Survey on E-Commerce Entrepreneur. International Journal of Business. Economics, and Social Development, 4. , 132Ae138. https://doi. org/10. 46336/ijbesd. Hasan. Pendidikan Kewirausahaan: Konsep. Karakteristik, dan Implikasi Dalam Memandirikan Generasi Muda. Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer , 11. , 99Ae111. Hutasuhut. The Roles of Entrepreneurship Knowledge. Self-Efficacy. Family. Education, and Gender on Entrepreneurial Intention. Dinamika Pendidikan, 13. , 90Ae105. https://doi. org/10. 15294/dp. Islami. The effect of digital literacy toward enterpreneur behaviors through studentsAo intention enterpreneurship on Economics Education Study Program at Jember. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243, 012084. https://doi. org/10. 1088/1755-1315/243/1/012084 Isma. Studi Literature: Analisis Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan, 9. , 59Ae67. https://doi. org/10. 47668/pkwu. Khan. Khurshid. Amin. , & Saqib. Learning and Creativity in Virtual Communities: Nurturing Entrepreneurial Intentions of Muslim Women. Management and Labour Studies, 47. , 483Ae501. https://doi. org/10. 1177/0258042X221106601 Korani. Entrepreneurial Self-Efficacy. Socio-Cultural Characteristics and Agricultural StudentAos Entrepreneurial Intention: Application of ResourcesBased View. Journal of Studies in Entrepreneurship and Sustainable Agricultural Development, 10. , 1Ae14. https://doi. org/10. 22069/jead. Liu. Lin. Zhao. , & Zhao. Research on the Effects of Entrepreneurial Education and Entrepreneurial Self-Efficacy on College StudentsAo Entrepreneurial Intention. Frontiers in Psychology, 10. https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Misiak-Kwit. Wiucicka-Fernando. , & Fernando. The Symbiotic Mutualism between Co-Creation and Entrepreneurship. Sustainability, 13. , 6285. https://doi. org/10. 3390/su13116285 Mshenga. Okello. Ayuya. Mwangi. Ouma. , & Mungai. Influence of entrepreneurship education on Egerton UniversityAos graduatesAo intention to start a business. African Crop Science Journal, 28. , 289Ae303. https://doi. org/10. 4314/acsj. Rahayu. , & Laela. Pengaruh Minat Berwirausaha dan Penggunaan Sosial Media terhadap Kewirausahaan Mahasiswa. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 20. , 203. https://doi. org/10. 33370/jpw. Rizqi. Heri Pratikto, & Heny Kusdiyanti. Entrepreneurship Education and BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026 Economic Literacy Mediated by Entrepreneurial Self-Efficacy Affect Entrepreneurial Intention. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 2. https://doi. org/10. 55227/ijhess. Sari. , & Maya. Social Media dan Social Shooper Pengaruhnya Terhadap Motivasi Wirausaha pada Mahasiswa. Prosiding Diskusi Panel Nasional Pendidikan Kewirausahaan, 13. , 160Ae170. https://doi. org/10. 24843/EJMUNUD. Seftila. Saryono. Haris. , & Prabowo. Peningkatan Minat Beli Konsumen Secara Online Dalam Aplikasi E-Commerce. Jurnal Value, 16. , 499Ae511. https://data. co/data/907/top-10-e-commerce-di-indonesia-kuartal-i-2020 Suratno. Narmaditya. , & Wibowo. Family economic education, peer groups and studentsAo entrepreneurial intention: the mediating role of economic literacy. Heliyon, 7. , https://doi. org/10. 1016/j. Wardana. Narmaditya. Wibowo. Mahendra. Wibowo. Harwida, , & Rohman. The impact of entrepreneurship education and studentsAo entrepreneurial mindset: the mediating role of attitude and self-efficacy. Heliyon, 6. , https://doi. org/10. 1016/j. Wei. Wang. Chen. , & Jiang. A study on the impact of entrepreneurship education on college studentsAo employability. Journal of Education. Humanities and Social Sciences, 8, 1032Ae1035. https://doi. org/10. 54097/ehss. 66 BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Volume 11 Nomor 1. Februari 2026