JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA, 10. , 2025 KARAKTERISTIK SIMPLISIA STANDAR DAUN TEH (Camellia sinensis L. DAN UJI KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER Standard Characteristics of Tea Leaf (Camellia sinensis L. ) Simplicia and Secondary Metabolite Content Analysis Resva Meinisasti1*. Krisyanella1. Pittri Andriani Sagita1. Mardhah Sastri Utami2 Prodi Di Farmasi. Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Bengkulu. Indonesia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Indonesia *E-mail: resva@poltekkesbengkulu. Diterima: September 2025 Direvisi: Oktober 2025 Disetujui: Oktober 2025 Abstrak Salah satu program pemerintah dalam bidang farmasi adalah penyediaan bahan baku obat melalui pengembangan sumber daya mandiri. Teh (Camellia sinensis L. ) merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku karena kandungan komponen bioaktifnya. Untuk memastikan mutu dan kestabilan produk, diperlukan proses standarisasi bahan baku melalui pemeriksaan parameter spesifik dan non spesifik pada simplisia daun teh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik simplisia daun teh (Camellia sinensis L. berdasarkan evaluasi kedua parameter tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang meliputi pengambilan sampel, determinasi tanaman, pembuatan simplisia, serta penetapan parameter spesifik dan non spesifik. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan bahwa serbuk simplisia daun teh memiliki sifat organoleptik berupa serbuk halus berwarna coklat kehitaman, bertekstur agak kasar, memiliki rasa sepat, dan beraroma khas. Pengamatan mikroskopik menunjukkan keberadaan rambut penutup serta jaringan kolenkim sebagai fragmen pengenal. Nilai kadar sari larut etanol diperoleh sebesar 12,08% dan kadar sari larut air sebesar 13,74%. Hasil uji parameter non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 9,69%, susut pengeringan 9,9%, kadar abu tidak larut asam 0,33%, dan kadar abu total 6,35%. Uji kandungan metabolit sekunder mengindikasikan bahwa simplisia daun teh positif mengandung saponin dan tanin, serta negatif terhadap alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid/steroid. Temuan ini dapat menjadi dasar standarisasi awal simplisia daun teh sebagai bahan baku obat. Kata kunci: Karakteristik. Skrining Fitokimia. Daun Teh (Camellia sinensis L. Abstract One of the government initiatives in the pharmaceutical sector is the provision of drug raw materials through independent development efforts. Tea (Camellia sinensis L. ) is one of the medicinal plants with potential as a raw material due to its bioactive components. To ensure product quality and extract stability, raw material standardization is required through the evaluation of specific and non-specific parameters of tea leaf simplicia. This study aims to determine the characteristics of tea leaf (Camellia sinensis L. ) simplicia based on these parameters. This research employed an experimental design, including sample collection, plant determination, simplicia preparation, and assessment of specific and non-specific parameters. The results of the specific parameter evaluation showed that the tea leaf simplicia powder exhibited organoleptic characteristics of a fine, slightly coarse, dark brown powder with an astringent taste and characteristic odor. Microscopic analysis revealed diagnostic features, including covering trichomes and collenchyma tissue. The ethanol-soluble extractive value was 12. 08%, while the water-soluble extractive value was 13. The non-specific parameter evaluation showed a moisture content of 9. 69%, drying shrinkage of 9. 9%, acid-insoluble ash content of 0. 33%, and total ash content of 6. Secondary metabolite screening indicated that the tea leaf simplicia tested positive for saponins and tannins, and negative for alkaloids, flavonoids, and triterpenoids/steroids. These findings provide an initial standardization profile for tea leaf simplicia as a potential raw material for pharmaceutical applications. Keywords: Characteristics. Phytochemical Screening. Tea Leaf (Camellia sinensis L. Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder PENDAHULUAN Meinisasti R kromatografi dan spektrometri. Selain itu, studi-studi tersebut menegaskan perlunya komprehensif agar bahan baku teh dapat dimanfaatkan secara andal sebagai bahan baku farmasi. Oleh karena itu, penelitian yang sistematis mengenai karakterisasi simplisia daun teh berdasarkan parameter spesifik dan non-spesifik sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan bahan baku obat yang terstandar (Hanna et al. Tanaman obat semakin banyak dipilih pengobatan karena persepsi efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan obat Untuk memastikan keamanan dan efektivitas pemanfaatan tanaman obat dalam skala luas, diperlukan upaya standardisasi bahan baku yang sistematis dan berbasis Standardisasi tersebut meliputi prosedur identifikasi, evaluasi mutu, dan METODE menghasilkan bahan baku yang stabil dan Penelitian ini menggunakan metode reproducible untuk aplikasi farmasi (Synchez eksperimental, yaitu pendekatan yang et al. , 2. melibatkan pemberian perlakuan tertentu Standarisasi simplisia mensyaratkan untuk mengamati perubahan atau respons pemeriksaan parameter mutu yang terbagi yang dihasilkan. Dalam pelaksanaannya, menjadi parameter non-spesifik dan penelitian mencakup tahapan penyiapan parameter spesifik. Parameter non-spesifik umumnya meliputi kadar air, susut pembuatan ekstrak, formulasi sediaan, serta pengeringan, kadar abu total, dan kadar abu evaluasi terhadap sediaan yang telah yang tidak larut asam. sedangkan parameter dihasilkan (Endah Janitra et al. , 2. spesifik meliputi nilai ekstraktif . larut dalam air dan etano. , identitas Alat dan bahan morfologis . akroskopik dan mikroskopi. Alat yang digunakan pada penelitian serta uji fitokimia untuk metabolit primer dan ini adalah alat-alat gelas, erlemeyer (PyrexA). Pemeriksaan ini diperlukan untuk beaker glass (PyrexA), corong (PyrexA), gelas verifikasi identitas, deteksi adulterasi, dan ukur (PyrexA), corong pisah (PyrexA), tabung penentuan konsistensi mutu antar batch reaksi (PyrexA), kaca arloji, pipet tetes, pipet (Zhao et al. , 2. volume (PyrexA), batang pengaduk, labu Camellia sinensis L. merupakan ukur (PyrexA), krus persolen bertutup, tanaman bernilai farmakologis dan nutrisi timbangan analitik (SartoriusA), mikroskop yang mengandung beragam senyawa bioaktif (Boeco GermanyA), oven (OxoneA), yaitu polifenol . , alkaloid . Waterbath (LabTechA), kertas saring, tanin, serta senyawa volatile yang pengayak mesh 40, desikator (PyrexA), bleder (PhilipsA). Variasi komposisi kimia Bahan yang digunakan pada penelitian daun teh dipengaruhi oleh genotip, ini adalah daun teh (Camellia S. L), air agroklimatik, serta proses pasca-panen dan suling, merkuri (II) klorida (MerckA), bismut ekstraksi, sehingga karakterisasi kimia dan . nitrate (MerckA), asam klorida 37%, analisis kuantitatif komponen bioaktif etanol 70%, kloroform, kloralhidrat, asam merupakan bagian penting dari proses asetat anhidrat (MerckA), asam sulfat standardisasi bahan baku (Hanna et al. 98,asam nitrat, besi . klorida, kalium iodida, amil alcohol (MerckA),serbuk Sejumlah penelitian telah melaporkan magnesium (MerckA), dan aquades. protokol farmakognostik dan fitokimia untuk daun C. sinensis, termasuk penetapan nilai Prosedur kerja ekstraktif, kadar abu, kadar air, serta profil Determinasi Tanaman metabolit sekunder menggunakan teknik Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Meinisasti R sebelum disaring. Filtrat sebanyak 20 mL Pemeriksaan sampel dilaksanakan di kemudian diuapkan dalam cawan porselen Laboratorium Biologi FMIPA, di atas penangas air hingga kering, lalu Universitas Bengkulu. Sampel yang residunya dipanaskan dalam oven pada dianalisis terdiri atas bagian tanaman teh suhu 105AC sampai diperoleh bobot (Camellia sinensis L. ), meliputi daun, dan konstan (Priyadi et al. , 2. Uji Kadar Senyawa Larut dalam Penyiapan Simplisia Etanol Daun teh yang dikumpulkan dilakukan Sebanyak 5 gram serbuk simplisia sortasi basah kemudian dicuci di bawah direndam dalam 100 mL etanol 70% air mengalir, ditiriskan. Dilakukan proses selama 24 jam menggunakan Erlenmeyer, perajangan dan dikeringkan lalu setelah dengan pengocokan selama 6 jam pertama simplisa kering dilakukan sortasi kering. dan perendaman lanjutan selama 18 jam Selanjutnya sebelum disaring. Filtrat sebanyak 20 mL kemudian diayak dengan ayak mesh no. kemudian diuapkan hingga kering dalam (Elmitra et al. , 2. Ekstraksi Daun Teh (Camellia sinensis dipanaskan dalam oven pada suhu 105AC hingga diperoleh bobot tetap (Priyadi et Simplisia kering teh (Camellia sinensis L. , 2. Uji Pemeriksan Non-Spesifik maserasi dengan pelarut etanol 70% . Uji Kadar Air selama 24 jam dalam Erlenmeyer, dengan Sebanyak 1 gram serbuk simplisia pengocokan berkala selama enam jam dimasukkan ke dalam krus porselen yang Setelah dibiarkan selama 18 jam, telah dipanaskan sebelumnya. Sampel campuran disaring. Filtrat sebanyak 20 ml kemudian dipanaskan dalam oven pada kemudian diuapkan hingga kering dalam suhu 105AC selama 30 menit, didinginkan cawan porselen yang telah ditara. Sisa dalam desikator, dan ditimbang hingga filtrat selanjutnya dipanaskan dalam oven mencapai bobot konstan, setelah itu kadar pada suhu 105AC hingga mencapai bobot air dihitung (Ramdani et al. , 2. konstan (Elmitra & Andespa, 2. Uji Kadar Abu Uji Parameter Spesifik Sebanyak 2 gram serbuk simplisia . Uji Organoleptik dimasukkan ke dalam krus platina atau Uji organoleptik dilakukan dengan silikat yang telah dipanaskan pada suhu mengamati karakteristik fisik simplisia 600AC selama 3 jam dan ditara. Sampel daun teh menggunakan pancaindra, kemudian dipijarkan secara perlahan meliputi penilaian terhadap bentuk, hingga seluruh arang habis, didinginkan, warna, aroma, dan rasa (Meinisasti et al. dan ditimbang. Apabila sisa arang belum hilang, ditambahkan air panas, diaduk, . Uji Mikroskopis dan disaring menggunakan kertas saring Pemeriksaan mikroskopis dilakukan bebas abu. Kertas saring beserta residunya dengan menggunakan mikroskop untuk kemudian dipijarkan dalam krus yang mengamati fragmen pengenal yang Filtrat dimasukkan kembali ke menjadi ciri diagnostik simplisia dalam krus, diuapkan, dan dipijarkan (Ramdani et al. , 2. hingga mencapai bobot tetap sebelum . Uji Kadar Senyawa Larut dalam Air Sebanyak 5 gram simplisia direndam menentukan kadar abu total (Ramdani et , 2. engandung 2,5 mL kloroform dan 97,5 . Kadar Abu Tidak Larut Asam mL air sulin. selama 24 jam, dengan Abu yang diperoleh dari penetapan kadar pengocokan pada 6 jam pertama dan abu direaksikan dengan 25 mL asam sulfat perendaman lanjutan selama 18 jam Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Meinisasti R munculnya warna hijau kehitaman atau encer P dan dipanaskan hingga mendidih biru tua pada campuran (Krisyanella et al. selama 5 menit. Bagian yang tidak larut dalam asam kemudian disaring, dicuci . Uji Fenol dengan air panas, dan dipijarkan hingga Uji mencapai bobot tetap. Selanjutnya, residu mencampurkan 5 mL Filtrat A dengan larutan FeClCE 10%. Terbentuknya warna menghitung kadar abu tidak larut asam biru kehitaman atau hijau kehitaman (Priyadi et al. , 2. menunjukkan bahwa sampel mengandung . Penetapan Susut Pengeringan polifenol (Krisyanella et al. , 2. Sebanyak 1 gram serbuk simplisia . Uji Alkaloid ditempatkan pada krus porselen yang telah Sebanyak 2 g sampel dicampur dengan 5 dikeringkan dalam oven pada suhu 105AC menggunakan mortar. Setelah itu, selama 30 menit. Sampel didinginkan ditambahkan 25 mL kloroform dan dalam desikator dan ditimbang hingga campuran kembali digerus hingga mencapai bobot konstan, setelah itu nilai Campuran kemudian disaring susut pengeringan dihitung (Musdalipah dan filtrat yang dihasilkan digunakan et al. , 2. sebagai larutan uji . arutan A). Larutan A Skreening Fitokimia Daun Teh diekstraksi dua kali menggunakan larutan (Camellia sinensis L. HCl 10% sehingga diperoleh larutan B. Uji Flavonoid Untuk uji awal, larutan A diteteskan pada Sebanyak 1 g simplisia direbus dengan kertas saring dan diberi pereaksi 100 mL air panas selama 15 menit. Dragendorff. munculnya warna merah kemudian disaring untuk memperoleh jingga menandakan adanya alkaloid. filtrat A. Sebanyak 5 mL filtrat A Selanjutnya, 5 mL larutan B diuji dalam ditambahkan serbuk magnesium, diikuti dengan penambahan 2 mL larutan Dragendorff Mayer. Sampel alkoholAeasam klorida . Setelah itu dinyatakan positif mengandung alkaloid ditambahkan amil alkohol, dikocok kuat, apabila terbentuk endapan merah bata dan dibiarkan hingga terbentuk dua dengan Dragendorff dan endapan putih Keberadaan dengan Mayer (Krisyanella et al. , 2. ditunjukkan oleh munculnya warna . Triterpenoid merah, kuning, atau jingga pada lapisan Sebanyak 5 g serbuk simplisia diekstraksi amil alkohol (Krisyanella et al. , 2. dengan 100 mL etanol, kemudian . Uji Saponin dipanaskan di atas waterbath hingga Uji saponin dilakukan dengan mengambil sebagian pelarut menguap. Setelah itu, 10 mL Filtrat A . asil dari uji flavonoi. larutan disaring, lalu diambil 2 mL filtrat ke dalam tabung reaksi, kemudian dan diuapkan dalam cawan porselen. Sisa dikocok secara vertikal selama sekitar 10 penguapan tersebut dilarutkan kembali detik dan dibiarkan selama 10 menit. Hasil menggunakan 0,5 mL kloroform, dinyatakan positif mengandung saponin kemudian ditambahkan 0,5 mL asam apabila muncul busa stabil setinggi A1 cm asetat anhidrat serta 2 mL asam sulfat yang bertahan minimal 10 menit serta Munculnya cincin berwarna coklat tidak menghilang setelah penambahan atau ungu menandakan keberadaan HCl 2N (Krisyanella et al. , 2. senyawa triterpenoid (Gede Eka Prayoga . Uji Tanin et al. , 2. Uji tanin dilakukan dengan menambahkan 5 mL Filtrat A ke dalam tabung reaksi, kemudian dicampur dengan larutan FeClCE HASIL DAN PEMBAHASAN Kehadiran tanin ditunjukkan oleh Telah dilakukan identifikasi tanaman di Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Labolatorium FMIPA Biologi Universitas Bengkulu. Setelah dilakukkan pemeriksaan labolatorium hasil identifikasi menyatakan bahwa tanaman daun teh berasal dari keluarga Theaceae Spesies Camellia sinenis (L. ) Kunteze yang disahakan dengan surat hasil identifikasi. Meinisasti R Hasil karakteristik spesifik simplisia daun teh (Camellia sinensis L. mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, dan skrining fitokimia. Uji Parameter Spesifik Uji Organoleptik Tabel 1. Uji Organoleptik No. Pengujian Organoleptik Warna Bentuk Rasa Bau Uji organoleptik dilakukan menggunakan pancaindra untuk menilai karakter fisik Simplisia daun teh menunjukkan warna coklat kehitaman yang terbentuk akibat proses pengeringan, di mana klorofil daun mengalami oksidasi. Rasa yang Hasil Pengamatan Coklat Kehitaman Serbuk Agak Sepat Khas dihasilkan bersifat pahit dengan aroma khas. Berdasarkan hasil pengamatan organoleptik tersebut, simplisia daun teh telah menunjukkan karakteristik yang sesuai sebagai bahan baku terstandar. Pengamatan Mikroskopis Gambar 1. Gambar Rambut Penutup Gambar 2. Gambar Jaringan Kolenkim . adar sari laut etano. Pengujian kadar sari Uji Kadar Sari Larut Etanol dan Kadar larut air bertujuan untuk mengetahui Sari Larut Air Pengujian kadar sari larut etanol penetapan jumlah senyawa yang larut dan air bertujuan untuk mengetahui penetapan . adar sari larut ai. Dari pengujian kadar jumlah senyawa yang larut dalam etanol sari larut etanol simplisia daun teh (Camellia Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Meinisasti R Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Sinensis L. ) didapatkan hasil 12,07 % b/b. Sedangkan hasil penetapan kadar sari larut air didaptkan hasil 13,74 % b/b. Berdasarkan hasil penetapan yang didapat kadar sari larut air lebih tinggi dibandingkan Uji Pemeriksan Non-Spesifik Tabel 2. Uji Non-Spesifik Pengujian Kadar air Susut pengeringan Kadar abu total Kadar abu tidak larut asam penetapan kadar sari larut etanol, jadi senyawa kimia yang larut dalam air lebih banyak dibadinngkan senyawa yang larut dalam air. Penetapan kadar air merupakan salah non-spesifik memperkirakan residu air yang masih tersisa setelah proses pengeringan. Persyaratan kadar air dalam simplisia menurut standar monografi umumnya tidak melebihi 10%, karena kadar air di bawah ambang ini dapat mikroorganisme seperti jamur dan kapang, serta meningkatkan stabilitas dan mutu simplisia selama penyimpanan. Dalam penelitian ini, kadar air simplisia daun teh (Camellia sinensis L. ) sebesar 9,69% b/b menunjukkan bahwa sampel berada dalam batas yang disyaratkan (Rizal et al. , 2. Penetapan susut pengeringan bertujuan menetapkan batas maksimum kehilangan massa . eperti air dan senyawa volati. selama pemanasan pengeringan. Nilai susut pengeringan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 9,90% b/b, memberikan indikasi bahwa sebagian besar kehilangan massa masih berada dalam rentang yang diperbolehkan dan sesuai dengan praktek standardisasi simplisia (Zahra et al. , 2. Pengukuran kadar abu total dilakukan untuk mengevaluasi kandungan mineral Tabel 3. Hasil Skrining Fitokimia dalam simplisia, baik yang berasal secara fisiologis dari jaringan tanaman maupun kontaminan eksternal yang mungkin terbawa selama pengolahan. Nilai 6,35% b/b yang diperoleh mencerminkan total mineral yang tersisa setelah pemijaran, dan memberikan gambaran komposisi mineral dalam simplisia teh (Rizal et al. , 2. Penetapan kadar abu yang tidak larut asam dilakukan dengan mendidihkan abu total dalam larutan asam klorida encer untuk mengeluarkan mineral silikat atau pasir yang tidak terlarut. Nilai 0,33% b/b yang diukur mengindikasikan bahwa kontaminasi nonfisiologis dari silikat relatif rendah, memperlihatkan bahwa simplisia yang digunakan cukup bersih dari pengotor tanah (Rizal et al. , 2. Uji Fitokimia Penampisan sekunder pada penelitian ini difokuskan pada senyawa metabolit sekunder yang secara teori memiliki aktivitas antioksidan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa ekstrak daun teh mengandung flavonoid, saponin, dan tanin (Tabel . Skrining Fitokimia Alkaloid Pemeriksaan Mayer Pemeriksaan Deagendrof Flavonoid Saponin Tanin Steroid Mean 9,69 % 9,9 % 6,35 % 0,33 % Hasil Pengamatan Warna Orange Bening . Warna Orange Bening (-) Warna Coklat Kekuningan ( ) Buih permanen ( ) Hijau kehitaman ( ) Tidak ada cincin violet (-) Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Meinisasti R Hasil uji flavonoid pada simplisia daun teh Dengan demikian, aktivitas antioksidan tanin terjadi warna coklat kekuningan, hasil dari uji berasal dari kombinasi donasi hidrogen dan tanin pada simplisia daun teh terjadi warna kemampuan chelat logam, yang secara hijau kehitaman, hasil dari uji saponin dari sinergis mengurangi stres oksidatif (Gulcin, simplisia daun teh terjadi tinggi busa setinggi 3 cm dengan rentang tinggi busa 1-10 cm Uji saponin pada serbuk simplisia menunjukan simplisia daun teh positif menghasilkan busa stabil selama minimal 10 mengandung flavonoid,tanin, dan saponin menit dan tidak menghilang meskipun Flavonoid merupakan senyawa polifenol ditambahkan HCl 2 N, yang mengkonfirmasi yang memiliki banyak gugus AiOH, keberadaan saponin dalam sampel. Senyawa sehingga bersifat sangat polar dan mudah saponin diketahui mampu membentuk busa membentuk ikatan hidrogen dengan pelarut karena struktur glikosidanya yang bersifat polar seperti etanol. Hal ini menjadikan amfifilik dan membentuk misel saat dikocok etanol sebagai pelarut yang efektif dalam dengan air. Dalam pengujian tanin, mengekstraksi flavonoid karena kesamaan penambahan HCl 2 N dikombinasikan polaritas antara pelarut dan senyawa target dengan reagen besi. klorida menghasilkan (Youl et al. , 2. warna gelap . isalnya hijau kehitama. Dalam uji flavonoid menggunakan yang menandakan pembentukan kompleks reagen Willstytter, ekstrak dicampurkan antara ion FeAA dan gugus fenolik tanin. dengan magnesium dan asam klorida pekat. Warna kompleks ini merupakan indikasi Penambahan HCl pekat memfasilitasi positif adanya tanin dalam simplisia daun teh, hidrolisis flavonoid glikosida (O-glikosid. yang mendukung hasil skrining fitokimia menjadi aglikon bebas, melalui pemecahan (Mentari et al. , 2. ikatan gula. Reduksi oleh magnesium dalam kondisi asam menghasilkan garam flavylium KESIMPULAN yang berwarna jingga hingga merah pada Berdasarkan penelitian karakteristik kelas flavonol, flavanon, flavanonol, dan simplisia daun teh (Camellia sinensis L. ) dan xanton (Youl et al. , 2. Flavonoid uji kandungan metabolit sekunder diperoleh menunjukkan aktivitas antioksidan melalui hasil kadar sari larut air 13,75% Pada beberapa mekanisme, antara lain: . penetapan kadar sari larut etanol diperoleh penurunan pembentukan species oksigen 12,08 %. Penetapan kadar air diperoleh 9,69 reaktif (ROS), . penetralan ROS yang %. Penetapan susut pengeringan diperoleh sudah terbentuk, dan . pengaturan sistem 9,91%. Penetapan kadar abu total diperoleh antioksidan endogen dengan mengaktifkan 6,35%. Penetapan kadar abu tidak larut asam enzim fase II dan membentuk ikatan chelat diperoleh 0,33%. Pada hasil pemeriksaan dengan ion logam, sehingga mencegah stres kandungan metabolit sekunder pada oksidatif (Hu et al. , 2. simplisia daun teh menunjukan adanya Tanin termasuk senyawa polifenol senyawa flavonoid, saponin, tannin. dengan banyak gugus hidroksil (AeOH) yang memungkinkan donasi atom hidrogen ke SARAN radikal bebas, sehingga menghasilkan molekul yang lebih stabil dan non-radikal. Penelitian lanjutan untuk menguji profil Struktur aromatik dengan tingkat hidroksilasi tinggi meningkatkan kemampuan tanin untuk menyumbangkan atom H dan menskaveng simplisia daun teh berdasarkan parameter Selain itu, tanin juga dapat mengikat yang telah distandarkan. ion logam transisi . isalnya FeAA), yang membantu menghambat reaksi peroksidasi melalui mekanisme pengkelatan logam. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 Karakteristik Simplisia Standar Daun Teh (Camellia Sinensis L. ) Dan Uji Kandungan Metabolit Sekunder Meinisasti R https://doi. org/10. 1371/Journal. Pone. Hu. Luo. Yang. , & Cheng. Penulis menyampaikan apresiasi kepada . Botanical Flavonoids: Efficacy. Poltekkes Kemenkes Bengkulu atas fasilitas Absorption. Metabolism and Advanced dan dukungan yang diberikan sehingga Pharmaceutical Technology penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Improving Bioavailability. Molecules 2025. Vol. Page 1184, 30. , 1184. DAFTAR PUSTAKA https://doi. org/10. 3390/MOLECULES3 Elmitra. , & Andespa. Formulasi Krisyanella. Bestari. Irnameria, dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan . Susilo. , & Meinisasti. Krim Body Scrub Ekstrak Etanol Daun . Pengaruh Tingkat Kematangan Katuk (Sauropus Androgynus L. Daun Terhadap Potensi Antioksidan Dengan Metode Dpph. Jurnal Akademi Dari Ekstrak Etanol Daun Kersen Farmasi Prayoga, 8. , 13Ae20. (Muntingia calabura L) Menggunakan http://jurnal. Metoda DPPH ,2-diphenyl-1Elmitra. Yenti. , & Chandra. JAFP (Jurnal Akademi Formulasi Sediaan Gel Serum Dari Farmasi Prayog. , 10. , 1Ae10. Ekstrak Etanol Kulit Batang Menteng https://doi. org/10. 56350/JAFP. V10I1. (Baccaurea Sebagai Meinisasti. Krisyanella. , & Utami. Antioksidan. Jurnal Akademi Farmasi . Uji SPF Krim Tabir Surya Prayoga, 7. , 1Ae20. dengan Penambahan Bahan Alam https://doi. org/10. 56350/jafp. Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea Endah Janitra. Yeni Kustanti. Aini. arabica L. JAFP (Jurnal Akademi Octary. Fajarini. Arifin. Farmasi Prayog. , 10. , 20Ae25. Rahmi Putri. Maf. Sofiani. , & https://doi. org/10. 56350/JAFP. V10I1. Yunitri. Metode Penelitian Eksperimental. Jurnal Kesehatan. Mentari. Dinata. Hairunisa. , & 67Ae79. Kustiawan, . https://doi. org/https://doi. org/10. Phytochemical Screening. Total Phenolic And Total Flavonoid Content Gede Eka Prayoga. Ayu Nocianitri. , & Of Water And Ethanol Extract Of Nyoman Puspawati. Eleutherine americana (L. ) Merr. Jurnal Identifikasi Senyawa Fitokimia Dan Ilmu Kesehatan, 12. Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kasar Musdalipah. Yodha. Setiawan. Daun Pepe (Gymnema Reticulatum Br. Muh. Tee. Reymon. Pada Berbagai Jenis Pelarut. JAFP Wulaisfan. Arnas. Muh. Siregar. (Jurnal Akademi Farmasi Prayog. , . Nurhikma. , & Fauziah. , 111Ae121. Standarisasi Ekstrak Rimpang Gulcin, . Antioxidants: a Wundu Watu (Alpinia monopleur. dan comprehensive review. Archives of Aktivitasnya sebagai Antiinflamasi Toxicology, 99. , 1893Ae1997. Secara In Vitro. Jurnal Mandala https://doi. org/10. 1007/S00204-025Pharmacon Indonesia, 9. , 501Ae513. 03997-2/FIGURES/49 https://doi. org/10. 35311/jmpi. Hanna. Al-Atmani. AlRashidi. Priyadi. Rahman Harun. Sartika , & El. Shafee. Camellia Daulay. , & Ridwanto. sinensis methanolic leaves extract: Perbandingan Phytochemical analysis and anticancer maserasi dan sokletasi terhadap kadar activity against human liver cancer fenolik total ekstrak etanol daun sirih Plos One, 19. , e0309795. Jurnal Akademi Farmasi Prayoga. Vol 10 No 2, 2025 UCAPAN TERIMA KASIH