e-ISSN :2722-4295 ______________. Website : https://jurnal. id/index. php/kais/ Email : redaksikais@umj. KAIS Kajian Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta FUNGSI MANAJEMEN ORGANISASI PELAYANAN KEMANUSIAAN DALAM YAYASAN REHABILITASI PECANDU NAPZA AuSAHABAT FOUNDATIONAy Fardhatun Nisa1. Rani Fatmawati2 . Raden Puspita Darmayanti3 Program Studi Kesejahteraan Sosial. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta nisa19@mhs. Abstrak Berjalannya roda organisasi tidak lepas dari fungsi manajemen yang dijalankannya. Hal ini berkaitan dengan banyak unsur, baik program, struktur kepengurusan, dan lain sebagainya. Dengan adanya manajemen yang baik, maka roda organisasi akan berjalan semestinya menuju tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen organisasi yang digunakan biasanya disebut POAC atau Planning (Perencanaa. Organizing . Actuating (Pengaraha. , serta Controling (Pengendalia. Sahabat Foundation sebagai salah satu lembaga pelayanan manusia, menggunakan fungsi ini dalam menjalankan setiap programnya. Dimulai dari perencanaan program karena adanya kebutuhan dari masyarakat sekitar mengenai isu penyalahgunaan NAPZA, pengorganisasian di mana masing-masing petugas memiliki perannya masing-masing, direktur utama memberikan mandat dan pengarahan kepada setiap koordinator mengenai tugas dan program yang dijalankan, serta dilakukan pengendalian dengan adanya pelaporan per periode dari setiap kegiatan yang dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara atau mendengarkan langsung penjelasan dari salah satu staf Sahabat Foundation. Manfaat dari penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana fungsi manajemen yang digunakan Sahabat Foundation selama menjalankan programnya. Kata Kunci: Fungsi Manajemen. POAC. Lembaga Pelayanan Kemanusiaan. Sahabat Foundation. PENDAHULUAN Sahabat Foundation berdiri karena penyalahgunaan NAPZA. Program utama dari lembaga pelayanan manusia ini berfokus pada rehabilitasi terhadap para pecandu NAPZA. Lembaga ini berdiri di tahun 2016 dan mulai bergabung dengan Kemensos di tahun 2018. Atas kerja sama ini, mereka bisa mendapat bantuan dari pemerintah guna menjalankan programprogramnya. Keberhasilan hingga saat ini tidak lepas atas kerja sama para anggota dalam menjalankan programnya guna mewujudkan tujuan lembaga yang telah Lebih jauh lagi, fungsi manajemen sebagai salah satu pondasi dalam membangun sebuah organisasi dapat dijalankan dengan baik. Sebab, dengan menggunakan prinsip fungsi manajemen Fardhatun Nisa. Rani Fatmawati. Raden Puspita Darmayanti: Fungsi Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan dalam Yayasan Rehabilitasi Pecandu NAPZA AuSahabat FoundationAy dengan baik, maka tujuan yang telah direncanakan bisa tercapai. Secara umum, fungsi manajemen terdiri atas elemen POAC . Organizing. Actuating, dan Controllin. Maka dari itu, tujuan dari artikel ini, yaitu manajemen yang dijalankan oleh Sahabat Foundation mengacu pada empat hal Dengan begitu, bisa dinilai apakah fungsi manajemen yang dijalankan sudah mengarah pada tujuan ataukah belum. Manfaat yang bisa diambil dari pembahasan dalam artikel ini adalah implementasi fungsi manajemen yang dilakukan oleh Sahabat Foundation bisa menjadi contoh bagi lembaga pelayanan manusia selainnya dalam menjalankan program-programnya demi mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kemudian, bisa menjadi evaluasi bagi lembaga pelayanan manusia dalam menjalankan fungsi Suksesnya sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya bergantung pada bagaimana mengimplementasikan fungsi manajemennya dalam menjalankan roda Agar mengetahui apakah sebuah organisasi menjalankan manajemennya dengan baik, maka dilihat dari apakah fungsi- fungsi manajemennya sudah diimplementasikan dengan baik ataukah Manajemen dapat digunakan sebagai alat mengatur, mengorganisasi, dan mengarahkan segala aktivitas dalam sebuah lembaga untuk mencapai tujuan. Maka dari itu, perlu manajemen yang efektif untuk mencapai kesuksesan alias tercapainya tujuan dari lembaga. Kemampuan dari manusia sangat terbatas, tetapi kebutuhan tidak terbatas. Hal inilah menjadi penyebab adanya pembagian pekerjaan dan tanggung jawab sehingga terbentuk kerja sama (Jawangga, 2. Menurut (Jawangga, 2. , peran penting dari manajemen di antaranya, adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab ketika adanya pekerjaan yang sulit dikerjakan oleh satu orang. manajemen yang baik dapat membuat lembaga berhasil dalam menjalankan adanya peningkatan daya guna. kelangsungan kegiatan lembaga akan menetapkan tujuan dan visi- misi menghasilkan suatu pencapaian tujuan yang berkelanjutan dan teratur. meningkatkan kinerja. serta mengatur kegiatam lembaga. Banyak ahli yang mempunyai pandangannya berbeda tentang elemenelemen dari fungsi manajemen. Namun, salah satunya ialah dari George Terry yang menyingkatnya menjadi POAC (Planning. Organizing. Actuating. Controlin. Planning. Tahap ini biasanya organisasi mulai untuk memilih visi-misi, menentukan tujuan, dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, dalam tahap planning biasanya sebuah organisasi juga membahas perihal kebijakan, proyek, program, prosedur, sistem, anggaran, serta standar yang dibutuhkan untuk mencapai Maka dari itu, tahap planning merupakan fungsi paling dasar di dalam Dalam planning, hal-hal yang harus diperhatikan di antaranya menentukan tujuan jangka KAIS Kajian Ilmu Sosial Volume 3 No. 2 Bulan November Tahun 2022 panjang dan jangka pendek, membuat prosedur dan standar yang ditetapkan selama menjalankan organisasi, serta meninjau secara periodic perubahanperubahan yang terjadi apakah mendakati tujuan atau justru sebaliknya (George R. Terry, 2. Organizing. Tahap ini organisasi mulai menetapkan peran serta orang-orang yang terlibat sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka. Tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam fungsi ini di antaranya, menentukan kegiatan atau program yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan, mengklasifikasi kegiatankegiatan tersebut agar berjalan secara sistematis, serta menentukan elemenelemen yang akan terlibat sesuai dengan keahliannya masing-masing. Wijayanti dalam (George R. Terry, 2. mengatakan bahwa orgainizing adalah penetapan sumber daya dan kegiatan untuk mencapai tujuan, perancangan, dan pengembangan kelompok, penugasan tanggung jawab, serta pendelegasian tugas dan wewenang. Actuating. Tahap ini merupakan implementasi dalam mewujudkan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya untuk mencapai tujuan dengan melibatkan sumber daya yang telah ditentukan (George R. Terry, 2. Controling. Tahap ini merupakan tahap pengendalian atau mengukur hasil kerja terhadap tujuan yang telah ditentukan. Atau dengan kata lain, tahap ini berfungsi untuk mengetahui apakah yang telah dijalankan sudah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya ataukah belum. Menurut Arifin & Hadi W dalam (George Terry, 2. , hal-hal yang harus diperhatikan dalam fungsi controlling di antaranya, menentukan tolak ukur prestasi kerja, membandingkan hasil kerja dengan membandingkan prestasi dengan langkah yang telah ditetapkan, serta menentukan langkah-langkah bila hasil kerja tidak sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Sementara itu, bergesernya tingkat pelayanan sosial yang awalnya dilakukan oleh keluarga besar, kini menjadi kea\rah Pergeseran ini tentu saja baik karena mengartikan bahwa meningkatknya juga kepedulian masyarakat kepada kesejahteraan sosial, terutama masyarakat yang memerlukan bantuan. Namun, di sisi lain ada efek yang Selain semakin meningkatnya tuntuntan tenaga professional bagi lembaga pelayanan sosial, maka semakin kompleks juga lembaga tersebut. Hal ini bisa disebabkan masih lemahnya keorganisasian dan manarial lembaga dalam pengelolaan. Hingga pada akhirnya, kemampuan dan keahlian dari pelayanan sosial yang diadakan lembaga akan menunjang efektifitas pelayanan yang diberikan kepada kliennya (Raharjo, n. Menurut Hasenfield dalam (Raharjo, ) bahwa jenis pelayanan sosial terbagi menjadi 3 jenis berdasar penggunaan teknologi, di antaranya pemrosesan manusia di mana tujuannya memberikan label sosial sehingga dapat menentukan pemeliharaan manusia bermaksud untuk mempertahankan kesejahteraan klien, tetapi tidak merubah atribut yang dimilikinya. serta perubahan manusia yang bermaksud untuk mengubah atribut dan sikap klien Fardhatun Nisa. Rani Fatmawati. Raden Puspita Darmayanti: Fungsi Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan dalam Yayasan Rehabilitasi Pecandu NAPZA AuSahabat FoundationAy Sehingga, manajemen organisasi pelayanan sosial merupakan serangkaian proses kegiatan dalam bidang sosial dengan menggunakan potensi sumber daya di lingkungan masyarakat dengan efektif dan Menurut Raharjo bahwa fungsi manajemen yang harus ada, yaitu perumusan tujuan. pengorganisasian usahausaha kesejahteraan sosial. komunikasi baik vertical maupun horizontal, formal atau memobilisasi, dan memanfaatkan potensi. evaluasi kegiatan kesejahteraan sosial. METODE Penelitian pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan suatu paradigma penelitian untuk mendeskripsikan peristiwa, perilaku orang atau suatu keadaan pada tempat tertentu secara rinci dan mendalam dalam bentuk narasi (Satori, 2. Alasan peneliti dikarenakan ada hal-hal yang harus digali mengenai manajemen organisasi dalam Yayasan Sakinah Harakah Bakti (Sahabat Foundatio. Sesuai penelitian yang digunakan oleh peneliti, maka penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan bisanya melalui hasil wawancara yang mendalam serta observasi lapangan (Nasution, 1. Wawancara diperoleh dari sumber utama, yaitu Staf Dalam wawancara peneliti menggunakan tape recording agar dapat merekam secara langsung informasi yang didapatkan dan kemudian di transkip sehingga nantinya akan mendukung peneliti dalam analisis data. Mengenai data sekunder, peneliti Maksudnya adalah data sekunder diperoleh dari buku-buku, kajiankajian oleh peneliti terdahulu, arsip majalah, foto, internet yang relevan atau bahkan dokumen resmi yang terkait dengan penelitian ini. Sehingga hasil penelitian ini dapat di katakan ilmiah dan juga terpercaya. Teknik purposive sampling yang di mana informan dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu dan dianggap sebagai orang-orang yang tepat dalam memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Informan penelitian adalah staf petugas Lokasi penelitian dilakukan di Rempoa. Ciputat Timur . Kota Tanggerang Selatan. Proses penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Awal Terbentuk Sahabat Foundation pertama kali didirikan pada tahun 2016 silam, namun baru berhasil terdaftar menjadi Institusi Penerima wajib Lapor di tahun 2018 dan akhirnya tergabung dalam salah satu Kementrian Sosial. Terbentuknya yayasan ini tak lain dilatarbelakangi oleh rasa kepedulian terutama kepada orang-orang KAIS Kajian Ilmu Sosial Volume 3 No. 2 Bulan November Tahun 2022 yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika dan bagaimana para generasi memaksimalkan masa mudanya malah kehidupannya, baik dalam segi sosial, pendidikan maupun kesehatan. Dari rasa kepedulian itulah timbul rasa untuk Yayasan ini fokus kepada pengembalian fungsi sosial dari korban penyalahgunaan NAPZA atau yang biasa disebut rehabilitasi sosial. Budaya Kerja Setiap perusahaan, yayasan dan berbagai lembaga tentu memiliki budaya atau ciri khas yang berlaku didalamnya. Sebagai salah satu yayasan rehabilitasi sosial, budaya kerja tentu dimiliki oleh Sahabat Foundation dimana hal ini menjadi ciri khas yang melekat dalam berjalannya operasional organisasi. Yayasan Sakinah Harakah Bhakti atau Sahabat Foundation sendiri memiliki budaya kerja didalamnya, yaitu kekeluargaan. Sejak dibentuknya mendominasi kinerja dari para pengurus. Dalam kekeluargaan tercermin dari berbagai aspek yayasan, salah satunya yakni dari aspek Asas tercermin melalui bagaimana para staf menjalankan tugasnya. Pada dasarnya, staf yang tergabung di yayasan memiliki tugas yang dinamis atau tidak menjalankan satu peran saja melainkan dituntut untuk memahami dan dapat bekerja di berbagai Konsep AuRollingAy diberlakukan, dimana setiap staf nantinya akan melakukan pengacakan peran sehingga di setiap minggunya mereka tidak hanya menjadi konselor saja, melainkan dapat bekerja di peran-peran lainnya yang dibutuhkan dalam oprasional sehari-hari di yayasan. Pada awalnya, rolling ini merupakan siasat dari pihak yayasan untuk menyikapi adanya kekurangan dalam sumber daya manusia akantetapi tentu hal ini memiliki sisi positif dimana melaluinya para staf dapat menjadi tenaga siap sedia yang tidak hanya menguasai satu bidang saja melainkan berbagai bidang. Tak kekeluargaan saja yang dapat kita lihat dari bagaimana operasional yayasan berjalan, akantetapi didalamnya terdapat berbagai budaya positif, seperti kreatifitas dalam menjalankan berbagai tugas pokok dan fungsi, fleksibilitas dalam berbagai keadaan, kebersamaan dalam berbagai suka dan duka serta budaya saling tolong menolong dalam menyikapi berbagai persoalan dan tantangan. Melihat berbagai sisi positif dari budaya kerja kekeluargaan yang diusung dalam Sahabat Foundation, tentu terdapat sisi negatif pula. Kenyamanan dalam sistem kerja yang memiliki hubungan yang baik antar pengurus tentu menciptakan semangat kerja dan kinerja yang baik namun melalui penuturan staf terlama yang bergabung dengan Sahabat Foundation. Adhi Rama Pratama, sistem kekeluargaan ini sering kali terhambat dengan adanya staf yang keluar secara tiba-tiba dari yayasan dikarenakan tidak ada peraturan spesifik yang mengikat terkait pengunduran diri dan kepegawaian yang berlaku di Sahabat Foundation. Hal ini menyulitkan untuk staf dan pegawai Fardhatun Nisa. Rani Fatmawati. Raden Puspita Darmayanti: Fungsi Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan dalam Yayasan Rehabilitasi Pecandu NAPZA AuSahabat FoundationAy Merespon hal ini, dalam waktu Sahabat Foundation memberlakukan kebijakan terbaru terkait kepegawaian dan SOP yang berlaku dalam Sahabat Foundation. Implementasi Fungsi Manajemen di Sahabat Foundation Tahap Awal Pembentukan Sahabat Foundation Jika mengaitkan dengan teori George Terry, tahap ini merupakan tahap Tahap ini merupakan sebuah proses dimana organisasi menyusun kerangka atau perencanaan dalam upaya mencapai sebuah tujuan. Berawal dari rasa kepedulian, yayasan yang terbentuk pada tahun 2016 ini baru bergabung dengan Kementrian Sosial RI bagian Deputi Rehabilitasi Sosial pada tahun 2018. Pencapaian ini tentu melewati berbagai pertimbangan dan perencanaan yang Pada tahap awal perencanaan dilakukan oleh para petinggi yayasan yang tak lain merupakan sebuah keluarga. Perencanaan dimulai dengan menetapkan struktur jabatan, visi dan misi serta arah gerak organisasi, hingga dihasilkannya sebuah program rehabilitasi dan lainnya. Namun terdapat hal yang disayangkan dimana kepengurusan dibawah naungan Kementrian SosialRI berjalan cukup rumit hingga akhirnya Sahabat Foundation pun memutuskan untuk bergabung dengan BNN Provinsi dalam waktu dekat. Pembagian Peran Kepengurusan Sahabat Foundation Setelah tahap pembentukan dan selanjutnya yaitu tahap organizing. Pada tahap ini terjadi berbagai proses struktur jabatan, pengaturan tim atau divisi, menetapkan timeline berbagai tugas, serta pengelompokkan para tenanga kerja. Setelah selanjutnya tentu menetapkan berbagai tim yang akan menopang jalannya yayasan. Namun terdapat hal unik dalam cara pengorganisasian di Sahabat Foundation dimana peran tidak dikelompokan dalam sebuah divisi. Seperti yang telah dijelaskan dalam bagian budaya kerja. Yayasan Sakinah Harakah Bhakti atau yang akrab disebut dengan Yayasan Foundation memiliki konsep AurollingAy untuk para stafnya, dimana masing-masing staf berkesempatan untuk melakukan pelayanan dan pengerjaan tugas yang bergantian, tidak hanya mengerjakan satu peran saja akantetapi berbagai peran. Rolling biasanya dilakukan setiap minggu dimana nantinya para petugas membuat catatan perkembangan para klien penerima layanan. Terdapat rapat rutin yang diadakan oleh para staf untuk berkoordinasi terkait masing-masing klien dan mencari solusi jika terdapat permasalahan yang dihadapi oleh masingmasing staf dalam menangani klien. Jika masalah tidak dapat diselesaikan dalam tingkat staf, maka akan dibicarakan di rapat bulanan bersama dengan koordinator staf. Perencanaan Pembuatan Program dan Penerimaan Klien Dari sisi program yang diusung, assessment menjadi gerak utama dalam merancang berbagai layanan rehabilitasi. Dalam tahap ini, pengidentifikasian akan kebutuhan para pecandu serta mencari KAIS Kajian Ilmu Sosial Volume 3 No. 2 Bulan November Tahun 2022 bagaimana solusi yang dapat ditawarkan menjadi hal utama. Terdapat beberapa program yang ditawarkan oleh Sahabat Foundation rehabilitasi klien pecandu NAPZA, diantaranya yaitu: Program Rawat Inap Layanan ini berlangsung selama 6 12 bulan. Layanan yang ada dalam program ini diantaranya, yaitu orientasi, edukasi, konseling individual, konseling kelompok, vokasional, rujukan dan krisis intervensi. Program Rawat Jalan Layanan ini berlangsung selama 1 Ae 3 bulan. Layanan yang ada dalam program ini diantaranya, yaitu konseling individual, edukasi, life skill, konseling kelompok, konseling keluarga, rujukan dan kunjungan Kegiatan ini dijalankan oleh klien dirumah masing- masing yang kemudian dipantau oleh staf Sahabat Foundation. Program Training Dasar Konselor Adiksi / On Job Training Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Yayasan Sakinah Harakah Bhakti (Sahabat Foundatio. Program merupakan program sekolah adiksi yang mengusung pembelajaran tentang programprogram pemulihan, monitoring dan evaluasi klien pecandu NAPZA. Program-program disebutkan diatas didasari oleh assessment yang dilakukan para staf yang kemudian menjadi penentu untuk menawarkan layanan yang dibutuhkan oleh klien yang Adapun alur layanan yang berlaku dalam penerimaan klien diawali dengan screening calon klien, penerimaan awal, detoksifikasi atau entry unit, assessment dan rencana rawatan, pemberian perawatan . awat inap atau rawat jala. , pelepasan program dan diakhiri dengan program after care atau layanan pasca Aktualisasi Peran dalam Sahabat Foundation Rencana hanya sebatas rencanya yang tak dapat dicapai jika tanpa usaha. Dalam tahap ini, pengimplementasian berbagai rencana dan tugas dilakukan. George Terry melalui teorinya dalam fungsi manajemen menyebut tahap ini dengan tahap actuating. Para pimpinan mulai mengatur para staf. Alur koordinasi didasari oleh struktur yang berlaku dimana dalam lingkup kecil terdapat para staf yang memberikan penanganan kepada klien dan pemberkasan dan logistik bersama staf Selanjutnya bertanggungjawab kepada manajemen program dalam hal pengaktualisasian program yang diterima oleh para klien, apabila terdapat permasalahan yang tidak dapat dituntaskan oleh staf, maka pihak yang berkewajiban untuk memberi solusi dan bimbingan kepada para staf yaitu koordinator program namun jika sebaliknya maka koordinator program hanya menerima laporan kemudian menghimpunnya untuk memberi laporan kepada manager program. Terdapat pelaporan berkala yaitu pelaporan mingguan, bulanan dan tahunan. Controlling Tugas Pokok dan Fungsi dari Masing-masing Peran Fardhatun Nisa. Rani Fatmawati. Raden Puspita Darmayanti: Fungsi Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan dalam Yayasan Rehabilitasi Pecandu NAPZA AuSahabat FoundationAy Tahap controlling merupakan proses yang dilakukan untuk memastikan bahwa alur kerja yang diberlakukan sesuai dengan yang telah direncanakan. Hal ini tentu dilaksanakan pula oleh Sahabat Foundation dimana setelah melakukan pendampingan dan rangkaian layanan rehabilitasi klien, para staf secara berkala melakukan rapat bersama koordinator staf sebagai upaya monitoring dan controlling atas kinerja staf dan progress para klien. Dalam prosesnya, ketua yayasan menjadi penerima laporan yang juga secara berkala melakukan kunjungan dan ikut terjun langsung dalam menangani berbagai kendala yang ada selama opersional yayasan berlangsung. Program Pelatihan Dalam menjalankan perannya, para petugas terlebih dahulu dibekali oleh pelatihan untuk menangani klien mulai dari bagaimana penanganan pra hingga pasca Selain petihan formal untuk pembekalan para staf, terdapat pula on job training namun program pelatihan ini tak hanya dapat diikuti oleh para staf akantetapi dapat pula dikuti oleh masyarakat luar yang memiliki ketertarikan untuk belajar dalam penanganan dan hal-hal terait pelayanan rehabilitasi pecandu NAPZA. Pelatihan yang diberikan terbagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama pelatihan berupa pemberian materi selama sebulan dimana setiap harinya terdapat 1 Ae 2 materi. Pada bulan kedua, pelatihan yang diberikan berupa field training . elatihan lapanga. dimana para penerima latihan diwajibkan untuk turun kelapangan dan melakukan pelayanan langsung kepada para klien di Sahabat Foundation selama Dan tahap terakhir yaitu penyusunan tugas akhir. Tahap ini diberikan pada bulan ketiga dimana peserta pelatihan melakukan observasi terkait pecandu NAPZA dan kemudian melakukan penyusunan laporan sebagai tugas akhir dari pelatihan. Recruitment Relawan Jika memiliki ketertarikan dalam bidang rehabilitasi pecandu NAPZA. Sahabat Foundation sangat terbuka dan bersedia untuk menerima. Tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi oleh calon relawan, namun diharapkan mereka yang ingin bergabung dengan Sahabat Foundation minimal telah dewasa dan memiliki pengetahuan mengenai program-program rehabilitasi pecandu NAPZA yang ada di Sahabat Foundation. Untuk cara mendaftar menjadi relawan hingga saat ini para peminat dapat mendatangi kantor Sahabat Foundation langsung namun Sahabat Foundation akan membuka pendaftaran secara online melalui website resmi Sahabat Foundation yang pada saat ini masih dalam tahap pengembangan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pembahasan penelitian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Yayasan Sahabat Foundation merupakan salah satu Yayasan Rehabilitasi Sosial yang fokus kepada layanan rehabilitasi pecandu NAPZA dengan mengadopsi model manajemen AuPOACAy, yang merupakan singkatan dari Planning. Organizing. Actuating. Controlling. Keempat elemen ini menjadi KAIS Kajian Ilmu Sosial Volume 3 No. 2 Bulan November Tahun 2022 modal manajemen yang digunakan dalam menjalani roda operasional Sahabat Foundation dimana antar- sesama pengurus Perencanaan dalam setiap hal yang akan diputuskan oleh Sahabat Foundation selalu diawali dengan tahap assessment. Hal ini selalu digunakan baik dalam lingkup besar seperti pertimbangan untuk kepentingan yayasan, pembuatan berbagai program layanan rehabilitasi, hingga alur penanganan rehabilitasi klien. Sistem kekeluargaan yang kental menjadi ciri khas tersendiri dimana tidak ada pembagian kerja berdasarkan divisi, melainkan para staff bekerja sama dan secara bergantian melakukan Aurolling jobdeskAy. Dengan adanya sistem ini para staff staf berkesempatan untuk melakukan pelayanan dan pengerjaan tugas yang bergantian, tidak hanya mengerjakan satu peran saja akantetapi berbagai peran. Setelah melakukan berbagai alur pelayanan rehabilitasi, rapat dan pelaporan secara berkala juga diberlakukan baik dalam lingkup sesama staf, staf dengan koordinator program, hingga manager program dan ketua yayasan. Hal ini juga merupakan bagian dari controlling yang dilakukan oleh yayasan. Namun dibalik sistem kekeluargaan yang berjalan, terdapat kekurangan dimana kebijakan terkait kepegawaian belum dijalankan dengan baik sehingga beberapa kali terdapat staf yang keluar secara tibatiba. Hal ini tentu harus ditindak lanjuti operasional yayasan dapat berjalan dengan Saran Berdasarkan kondisi obyektif terkait pelaksanaan manajemen Yayasan Sakinah Harakah Bhakti atau Sahabat Foundation penulis merasa perlu adanya penegakkan asas profesionalitas disamping asas kekeluargaan yang telah membudaya dalam Sistem Operasional Prosedur (SOP) dan berbagai kebijakan terkait kepegawaian dan managemen yayasan baiknya dikembangkan kembali dan diberlakukan dengan professional sehingga dapat menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien. Standarisasi perlu diterapkan untuk berbagai bidang sehingga kinerja staff dan petugas lebih terukur dan terarah disamping adanya pembekalan bagi mereka yang belum mahir dalam megerjakan tugas dan Begitu pula dengan penerimaan relawan, sehingga tenaga kerja yang tergabung dalam yayasan dapat lebih terpercaya dan tidak ada kondisi buruk yang datang dikemudian hari. Fardhatun Nisa. Rani Fatmawati. Raden Puspita Darmayanti: Fungsi Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan dalam Yayasan Rehabilitasi Pecandu NAPZA AuSahabat FoundationAy DAFTAR PUSTAKA