CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal ANALISIS KETERCAPAIAN PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN KOMPUTER (PERKANTORAN) DI LPK TEKNOS CIRUAS. KABUPATEN SERANG Mochamad Ganiadi1. Dewi Mulyaningsih2. Detya Rachman3. Syifa Nurul Azky4. Talitha Karimah5. Huswatun Hasanah N. F 6 Sultan Ageng Tirtayasa University. Indonesia Corresponding e-mail: ganiadi@untirta. Copyright A 2025 The Author This is an open access article Under the Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License DOI: 10. 53866/jimi. Abstract This study aims to analyze the achievement of the implementation of the Office Computer Training Program at LPK Teknos Ciruas. Serang Regency. The research used a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the training program is generally effective in improving participants' skills, particularly in the use of Microsoft Word. Excel, and PowerPoint. Most participants also rated the training materials as highly relevant to workplace However, the implementation of the program faced several challenges, such as attendance fluctuations, software-related technical issues, limited practice time, and varying learning speeds among participants. The main supporting factors for the success of the training include the instructors' competence and the availability of adequate facilities. This study concludes that the training program at LPK Teknos Ciruas has a positive impact on enhancing participants' competencies and their readiness for the workforce, but continuous evaluation and development are needed to ensure more inclusive, adaptive, and job-market-oriented training. Keywords: computer training, job skills. LPK Teknos Ciruas, training effectiveness, skill improvement Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian pelaksanaan Program Pelatihan Komputer (Perkantora. di LPK Teknos Ciruas. Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan ini secara umum efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta, khususnya dalam penggunaan Microsoft Word. Excel, dan PowerPoint. Materi pelatihan juga dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja oleh sebagian besar peserta. Namun, pelaksanaan program tidak lepas dari tantangan, seperti fluktuasi kehadiran, kendala teknis perangkat lunak, keterbatasan waktu praktik, dan perbedaan kemampuan belajar antar peserta. Faktor pendukung utama keberhasilan pelatihan meliputi kompetensi instruktur dan kesiapan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pelatihan di LPK Teknos Ciruas memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta dan kesiapan kerja mereka, namun evaluasi dan pengembangan berkelanjutan tetap diperlukan guna memastikan pelatihan yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang dinamis. Kata Kunci: pelatihan komputer, keterampilan kerja. LPK Teknos Ciruas, efektivitas pelatihan, peningkatan Hlm | 781 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Pendahuluan Setiap orang memiliki hak untuk memperoleh pendidikan. Hak ini adalah hak mendasar yang harus dipenuhi oleh negara terhadap warganya. Dalam pandangan agama, pendidikan adalah jalan yang memungkinkan seseorang mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pernyataan ini bukan sekadar slogan tanpa arti, melainkan menunjukkan bahwa pendidikan adalah alat penting yang mampu membuka semua aspek kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Pendidikan nonformal lebih menitikberatkan pada pengembangan keterampilan dan keahlian khusus, yang sering kali tidak dapat dipenuhi oleh pendidikan format Berbagai kursus keterampilan yang diselenggarakan masyarakat, seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), muncul sebagai respons terhadap tuntutan zaman. LPK adalah lembaga pendidikan nonformal yang bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, serta sikap yang dapat membantu masyarakat untuk berkembang secara pribadi, bekerja berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. LPK berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah dinamika masyarakat modern. Menurut Wiwin Herwina . , pelatihan adalah proses pembelajaran jangka pendek yang diselenggarakan secara sistematis dan terorganisir, di mana individu non-manajerial belajar keahlian dan pengetahuan teknis untuk tujuan tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, pelatihan dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari guna mencapai tujuan tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), keterampilan didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan tugas. Melalui pelatihan keterampilan seseorang dapat mengasah kemampuan yang dimilikinya sehingga menjadi lebih kreatif, inovatif dan beretika dalam menjalani hidup. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam dunia kerja, menuntut keterampilan khusus dalam penggunaan perangkat lunak perkantoran. Penguasaan komputer perkantoran menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kerja agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Namun, tidak semua individu memiliki akses yang memadai terhadap pelatihan yang berkualitas. LPK Teknos Ciruas. Kabupaten Serang, merupakan salah satu lembaga yang menyelenggarakan Program Pelatihan Komputer (Perkantora. guna meningkatkan keterampilan peserta. Program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan operasional perangkat lunak perkantoran yang sesuai dengan standar industri. Namun, untuk memastikan efektivitas program ini, diperlukan analisis ketercapaian pelaksanaannya agar dapat diidentifikasi sejauh mana keberhasilannya dalam meningkatkan kompetensi peserta serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil Keberhasilan suatu program pelatihan sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti kurikulum yang relevan, kompetensi instruktur, fasilitas pendukung, serta motivasi peserta. Dalam konteks Program Pelatihan Komputer (Perkantora. di LPK Teknos Ciruas, belum ada kajian komprehensif yang mengukur ketercapaian pelaksanaan program ini. Selain itu, masih perlu diidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas pelatihan ini dalam meningkatkan kompetensi peserta. Penelitian ini juga bertujuan untuk Menganalisis ketercapaian pelaksanaan Program Pelatihan Komputer (Perkantora. di LPK Teknos Ciruas berdasarkan aspek efektivitas, efisiensi, dan dampak terhadap peserta. Mengukur peningkatan kompetensi peserta dalam penguasaan keterampilan komputer perkantoran setelah mengikuti pelatihan. Serta untuk Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi program pelatihan ini. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami efektivitas program pelatihan komputer . dalam meningkatkan keterampilan dan daya saing peserta di dunia kerja. LPK Teknoss sebagai lembaga pelatihan kerja memiliki peran strategis dalam memberikan keterampilan praktis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan peluang kerja atau meningkatkan kemampuan di bidang teknologi perkantoran. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat berbagai tantangan, seperti tingkat partisipasi peserta yang beragam, keterbatasan fasilitas, serta efektivitas metode pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi Hlm | 782 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi sejauh mana program pelatihan ini berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan peserta serta dampaknya terhadap kesiapan mereka dalam dunia kerja. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam (Safrudin et al. , 2. Metode penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang bertujuan menghasilkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata, baik lisan maupun tertulis, yang diperoleh dari individu atau perilaku yang diamati. Sugiyono juga mengemukakan metode ini digunakan untuk meneliti suatu fenomena dalam kondisi alamiah, berbeda dengan metode eksperimen, di mana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan Penelitian ini fokus pada analisis ketercapaian pelaksanaan program pelatihan komputer . di LPK Teknoss Ciruas. Kabupaten Serang, sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja yang berkontribusi dalam peningkatan keterampilan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana ketercapaian pelaksanaan program pelatihan komputer . di LPK Teknoss Ciruas dalam meningkatkan keterampilan peserta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan program tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan keefektifan metode pembelajaran yang diterapkan dalam program pelatihan guna memastikan kesiapan peserta dalam memasuki dunia kerja. Objek, waktu dan Tempat LPK Teknoss Ciruas dipilih sebagai objek penelitian karena menawarkan program pelatihan yang fokus pada pengembangan kompetensi kerja di bidang perkantoran, yang selaras dengan kebutuhan saat ini. Subjek penelitian meliputi peserta pelatihan, manajer atau pimpinan LPK Teknoss Ciruas, serta instruktur Pemilihan subjek ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai ketercapaian program pelatihan yang dilaksanakan. Adapun rincian informan atau subjek dalam penelitian ini yaitu ibu Nunung sebagai ketua lembaga LPK Teknoss, dan kak Wanah sebagai salah satu instruktur di LPK Teknoss. Subjek dalam penelitian ini ditentukan oleh peneliti berdasarkan data dan informasi yang dibutuhkan, dengan mempertimbangkan bahwa subjek memiliki pemahaman yang cukup untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Penelitian ini terfokus pada beberapa pertanyaan utama yang mengacu pada rumusan masalah yang disampaikan kepada partisipan. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan 2025, dengan lokasi utama di LPK Teknoss. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana program pelatihan di LPK Teknoss Ciruas berperan dalam meningkatkan keterampilan peserta serta memperluas peluang kerja mereka. Penelitian dilakukan di LPK Teknoss Ciruas, yang berlokasi di Komplek Griya Ampera Blok C No. Pelawad. Kecamatan Ciruas. Kabupaten Serang. Banten 42182. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada peran aktif LPK Teknoss Ciruas dalam menyelenggarakan program pelatihan berbasis keterampilan kerja. Selama periode ini, peneliti melakukan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data mengenai efektivitas pelatihan komputer . serta kontribusinya dalam meningkatkan keterampilan dan peluang kerja peserta pelatihan sebagai tujuan dari pelatihan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis untuk pembuatan tugas akhir adalah: Pengamatan(Observas. Observasi, atau yang dikenal sebagai observasi, merupakan kegiatan memperhatikan suatu objek dengan melibatkan seluruh Panca Indra. Dengan demikian, observasi adalah metode pengumpulan data yang memanfaatkan batin manusia dan dilengkapi dengan pencatatan detail terhadap objek yang diteliti (Prawiyogi et al. , 2. Dalam penelitian ini, metode observasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai penjadwalan di LPK Teknoss Ciruas melalui keterlibatan langsung di lapangan. Peneliti mengamati secara langsung berbagai aktivitas yang berlangsung di LPK Teknoss Ciruas. Wawancara (Intervie. Wawancara menurut saroso merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalam Hlm | 783 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal pengumpulan data penelitian kualitatif (Yusra et al. , 2021:. Teknik ini dilakukan melalui interaksi langsung dalam bentuk tanya jawab mengenai berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penjadwalan Penggunaan wawancara memungkinkan peneliti memperoleh data yang beragam dari responden dalam berbagai situasi dan konteks. Metode ini dipilih agar peneliti dapat mengajukan pertanyaan secara langsung kepada partisipan, sehingga memungkinkan peneliti memperoleh jawaban yang lebih mendalam dan rinci atas pertanyaan yang diajukan. Dokumentasi Menurut Fuad & Sapto, dokumentasi merupakan metode yang dilakukan melalui pengumpulan data langsung terhadap objek, kondisi, situasi, proses, atau perilaku tertentu (Ridwan, 2. Dalam hal ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data dengan mengumpulkan berbagai bukti fisik, seperti foto, video, atau dokumen terkait kegiatan pelatihan di LPK Teknoss Ciruas. Dokumentasi ini dilakukan untuk merekam kondisi lingkungan, metode pelatihan, serta interaksi antara instruktur dan peserta secara lebih nyata. Selain itu, dokumentasi juga berfungsi sebagai bukti pendukung untuk memperkuat hasil penelitian dan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai ketercapaian program pelatihan. Teknik Analisis Data . Analisis data kualitatif yang dilakukan pada penelitian ini bersifat induktif, yaitu dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan, kemudian dikembangkan menjadi pola hubungan tertentu atau Proses analisis data dalam penelitian kualitatif berlangsung secara berkelanjutan, dimulai sebelum penelitian dilakukan, selama proses pengumpulan data di lapangan, hingga setelah penelitian selesai. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa teknik analisis data yang digunakan, di antaranya: Reduksi Data Menurut (Rijali, 2. Reduksi data merupakan proses dalam penelitian yang mencakup pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanaan, pengabstrakan, serta pengolahan data mentah yang diperoleh dari catatan tertulis di lapangan. Proses ini berlangsung secara berkesinambungan sepanjang penelitian, bahkan sebelum seluruh data terkumpul. Reduksi data terlihat dalam penyusunan kerangka konsep penelitian, pembahasan kajian permasalahan, serta metode pengumpulan data yang digunakan oleh Data yang berkaitan dengan efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap peserta disusun secara lebih ringkas agar lebih fokus pada tujuan penelitian. Penyajian. Setelah di reduksi data yang diperoleh disajikan dalam bentuk deskripsi deskriptif, tabel, serta bagan yang menggambarkan hubungan antar kategori yang diteliti (Ghazali & Wahyuni, 2. Penyajian data ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai ketercapaian program pelatihan di LPK Teknoss Ciruas. Selain itu, data juga disusun dalam bentuk narasi yang menjelaskan temuan penelitian secara rinci. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola, tren, serta hubungan antar variabel yang muncul selama penelitian. Penarikan kesimpulan . Penyajian data menurut Miles dan Huberman dalam merupakan proses penyusunan informasi yang memberi kemungkinan adanya kesimpulan dalam penelitian kualitatif, penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan dan sejenisnya (Abdussamad, 2. Dengan penyajian data ini akan memudahkan peneliti untuk memahami masalah yang terjadi dan merencanakan tindakan selanjutnya sesuai dengan yang sudah dipahami. Penyajian data yang baik memungkinkan peneliti mengidentifikasi temuan utama, menyiarkan efektivitas suatu program yang relevan. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis mendalam terhadap ketercapaian pelaksanaan program pelatihan komputer . di LPK Teknos Ciruas. Kabupaten Serang, mengungkapkan serangkaian temuan penting yang menggambarkan efektivitas dan tantangan yang dihadapi selama proses pelatihan. Evaluasi ini didasarkan pada data kehadiran peserta, tingkat pemahaman materi yang diukur melalui pre-test dan post-test, tingkat kepuasan peserta Hlm | 784 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal terhadap berbagai aspek pelatihan, persepsi peserta mengenai relevansi materi dengan kebutuhan kerja, serta identifikasi kendala dan tantangan yang muncul selama program berlangsung. Data kehadiran peserta menjadi indikator awal partisipasi aktif dalam program pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi kehadiran di setiap sesi. Meskipun rata-rata kehadiran secara keseluruhan tergolong baik, variasi antar minggu dan materi pelatihan mengindikasikan adanya faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi partisipasi peserta. Misalnya, kehadiran tertinggi pada minggu kedua bisa jadi disebabkan oleh materi yang dianggap lebih menarik atau jadwal yang lebih kondusif bagi sebagian besar peserta. Sebaliknya, penurunan kehadiran pada minggu ketiga mungkin disebabkan oleh faktor eksternal, seperti adanya keperluan pribadi peserta atau tingkat kesulitan materi yang meningkat. Analisis lebih lanjut terhadap pola kehadiran ini dapat memberikan wawasan berharga untuk mengoptimalkan penjadwalan dan penyampaian materi di masa mendatang. pengukuran tingkat pemahaman materi menjadi inti dari evaluasi efektivitas pelatihan. Perbandingan antara skor pre-test dan post-test secara jelas menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Peningkatan yang konsisten pada seluruh materi pelatihan, yaitu Microsoft Word. Microsoft Excel, dan Microsoft PowerPoint, mengindikasikan bahwa metode pengajaran dan materi yang disampaikan efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta di bidang aplikasi perkantoran. Besarnya peningkatan skor pada setiap materi juga memberikan gambaran mengenai area mana saja yang memberikan dampak pembelajaran terbesar bagi peserta. Aspek kepuasan peserta merupakan indikator penting dari kualitas layanan dan pelaksanaan program pelatihan secara keseluruhan. Hasil kuesioner kepuasan menunjukkan bahwa mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap berbagai aspek pelatihan, termasuk materi yang disampaikan, kualitas instruktur, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Tingginya tingkat kepuasan terhadap instruktur mengindikasikan kemampuan pengajar dalam menyampaikan materi secara efektif dan interaktif, serta dalam memberikan bimbingan yang dibutuhkan oleh peserta. Kepuasan terhadap fasilitas juga menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang disediakan oleh LPK Teknos Ciruas kondusif bagi proses pembelajaran. Persepsi peserta mengenai relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan kerja menjadi tolok ukur keberhasilan program dalam mempersiapkan peserta untuk dunia kerja atau pengembangan diri. Tingginya persentase peserta yang menilai materi pelatihan sangat relevan menunjukkan bahwa kurikulum pelatihan telah dirancang dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja atau kebutuhan individu peserta dalam meningkatkan keterampilan komputer perkantoran. Hal ini mengindikasikan bahwa program ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan employability atau efektivitas kerja peserta. Meskipun program pelatihan secara umum berjalan dengan baik, identifikasi kendala dan tantangan selama pelaksanaan merupakan langkah penting untuk perbaikan berkelanjutan. Beberapa kendala yang teridentifikasi, seperti masalah teknis pada perangkat lunak, keterbatasan waktu praktik, dan perbedaan kecepatan belajar antar peserta, perlu menjadi perhatian. Frekuensi kemunculan setiap kendala memberikan gambaran mengenai prioritas Misalnya, masalah teknis perangkat lunak yang muncul paling sering perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk menemukan solusi yang efektif, seperti pemeliharaan rutin atau penyediaan dukungan teknis yang lebih responsif. Keterbatasan waktu praktik juga menjadi catatan penting. Meskipun materi telah tersampaikan dengan baik, waktu praktik yang dirasa kurang dapat menghambat peserta dalam menginternalisasi keterampilan yang dipelajari. Pertimbangan untuk menambah alokasi waktu praktik atau memberikan tugas tambahan yang relevan di luar jam pelatihan dapat membantu mengatasi kendala ini. Selain itu, adanya perbedaan kecepatan belajar antar peserta menuntut adanya strategi pengajaran yang lebih diferensiasi, di mana instruktur dapat memberikan perhatian lebih kepada peserta yang membutuhkan bantuan tambahan tanpa mengabaikan peserta yang lebih cepat memahami materi. Secara keseluruhan, analisis ketercapaian program pelatihan komputer . di LPK Teknos Ciruas. Kabupaten Serang menunjukkan hasil yang positif dalam hal kehadiran, pemahaman materi, kepuasan peserta, dan relevansi dengan kebutuhan Namun, identifikasi dan penanganan terhadap kendala-kendala yang muncul selama pelaksanaan program akan semakin meningkatkan kualitas dan efektivitas pelatihan di masa depan. Temuan-temuan ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan program pelatihan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta serta tuntutan dunia kerja. Hlm | 785 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pelatihan komputer . di LPK Teknos Ciruas secara umum berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam penggunaan aplikasi perkantoran Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran orang dewasa . yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman dan relevansi materi dengan kebutuhan peserta (Knowles. Holton, & Swanson, 2. Pendekatan praktik langsung dan simulasi studi kasus yang diterapkan dalam pelatihan ini mendukung prinsip andragogi, di mana peserta belajar dengan melakukan dan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata. Pembahasan Kehadiran Peserta sebagai Indikator Partisipasi Aktif Fluktuasi kehadiran peserta selama pelatihan mencerminkan dinamika partisipasi yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal. Meskipun kehadiran rata-rata berada dalam kategori baik, terdapat perbedaan antar minggu yang signifikan. Temuan ini menguatkan gagasan bahwa peserta didik dewasa cenderung memilih untuk berpartisipasi secara aktif apabila materi dianggap relevan, waktu pelatihan fleksibel, dan lingkungan mendukung. Hal ini sesuai dengan prinsip dalam teori andragogi oleh Knowles. Holton, & Swanson . , yang menyatakan bahwa pembelajar dewasa memiliki kebutuhan belajar yang dipicu oleh pengalaman dan relevansi langsung dengan kebutuhan mereka. Penelitian oleh Astuti & Sukardi . menegaskan bahwa kehadiran peserta pelatihan dipengaruhi oleh motivasi intrinsik dan persepsi terhadap manfaat program yang diikuti. Maka dari itu, dalam konteks LPK Teknos Ciruas, upaya meningkatkan kehadiran dapat dilakukan dengan mengkomunikasikan secara lebih intens nilai guna pelatihan dan penyesuaian waktu pelaksanaan agar lebih akomodatif terhadap kebutuhan peserta. Peningkatan Pemahaman Materi melalui Pre-test dan Post-test Peningkatan skor yang signifikan pada seluruh materi pelatihan, yaitu Microsoft Word. Excel, dan PowerPoint, menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan secara efektif. Hasil ini mendukung konsep competency-based training yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis melalui pembelajaran aktif dan langsung. Sejalan dengan penelitian Syafrudin dan Rahayu . , pelatihan berbasis praktik memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan keterampilan digital peserta dewasa dibandingkan metode konvensional berbasis ceramah. Temuan ini juga menegaskan pentingnya metode pengajaran yang interaktif dan partisipatif, seperti simulasi, studi kasus, dan tugas praktik. Peningkatan pemahaman yang merata menunjukkan bahwa pendekatan instruksional yang digunakan bersifat inklusif dan dapat diakses oleh peserta dengan latar belakang yang beragam. Tingkat Kepuasan Peserta sebagai Refleksi Kualitas Program Kepuasan peserta terhadap aspek pelatihan seperti instruktur, materi, dan fasilitas sangat tinggi, yang menunjukkan bahwa LPK Teknos Ciruas telah menyelenggarakan program secara Kualitas instruktur yang baik menjadi salah satu faktor dominan dalam keberhasilan program pelatihan, sebagaimana diungkapkan oleh Wulandari dan Sutikno . , bahwa kredibilitas dan kemampuan interpersonal instruktur berperan signifikan dalam membentuk suasana belajar yang kondusif dan produktif. Selain itu, ketersediaan fasilitas yang memadai turut menunjang kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran. Hal ini selaras dengan temuan oleh Nasution & Safitri . , yang menyatakan bahwa lingkungan fisik yang mendukung sangat penting dalam proses pelatihan keterampilan, terutama dalam pelatihan berbasis komputer. Relevansi Materi Pelatihan terhadap Kebutuhan Dunia Kerja Sebagian besar peserta menilai bahwa materi pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan kerja mereka, baik yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum pelatihan telah disusun berdasarkan pendekatan demand-driven, di mana materi difokuskan pada penguasaan aplikasi perkantoran yang secara praktis dibutuhkan dalam dunia kerja modern. Temuan ini memperkuat hasil penelitian dari Lestari & Putra . Hlm | 786 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal yang menyatakan bahwa program pelatihan yang selaras dengan kompetensi industri memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan employability dan daya saing tenaga kerja. Oleh karena itu, relevansi kurikulum pelatihan menjadi aspek krusial yang harus terus dijaga dan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja. Kendala dan Tantangan dalam Pelaksanaan Program Meskipun pelaksanaan program secara umum berjalan lancar, terdapat beberapa kendala yang teridentifikasi, seperti masalah teknis perangkat lunak, keterbatasan waktu praktik, dan variasi kecepatan belajar antar peserta. Masalah teknis, seperti komputer yang mengalami gangguan atau perangkat lunak yang tidak berjalan optimal, berpotensi mengganggu kelancaran proses belajar. Menurut studi oleh Ramadhani & Prasetyo . , kendala teknis merupakan salah satu faktor penghambat signifikan dalam pelatihan berbasis TIK, yang dapat diatasi dengan pemeliharaan rutin serta penyediaan tenaga teknis yang siaga. Keterbatasan waktu praktik juga menjadi catatan penting. Waktu yang terlalu singkat menyebabkan peserta belum sepenuhnya menginternalisasi keterampilan yang dipelajari. Dalam pelatihan komputer, praktik intensif sangat dibutuhkan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya. Hal ini sejalan dengan konsep experiential learning oleh Kolb . , yang menekankan bahwa pembelajaran efektif terjadi melalui pengalaman langsung. Perbedaan kecepatan belajar antar peserta juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, diperlukan strategi pengajaran yang diferensiatif, seperti pembelajaran berjenjang atau pemberian tugas mandiri yang dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta. Penelitian oleh Rohmah & Hakim . menunjukkan bahwa pendekatan personalisasi dalam pelatihan dewasa dapat meningkatkan efektivitas dan kepuasan belajar secara signifikan. Kaitan dengan Tujuan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di LPK Teknos Ciruas, bahwa Program Pelatihan Komputer (Perkantora. yang diselenggarakan berhasil meningkatkan kompetensi peserta secara signifikan. Hal ini terbukti dari peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan efektivitas metode pembelajaran dan relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Temuan ini secara langsung menjawab pertanyaan penelitian mengenai sejauh mana pelatihan mampu meningkatkan keterampilan peserta serta mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang belum mengkaji secara mendalam efektivitas pelaksanaan program pelatihan di lembaga tersebut. Selain itu, tingkat kehadiran peserta yang cukup baik dengan fluktuasi pada beberapa sesi mengindikasikan bahwa faktor-faktor seperti relevansi materi dan jadwal pelatihan mempengaruhi partisipasi aktif peserta. Penurunan kehadiran pada sesi tertentu menggarisbawahi perlunya penyesuaian dalam penjadwalan dan metode penyampaian materi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta. Survei kepuasan peserta menunjukkan bahwa materi pelatihan sudah sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, namun terdapat kebutuhan untuk pembaruan materi agar selaras dengan perkembangan teknologi terbaru. Faktor pendukung keberhasilan program seperti kompetensi instruktur dan fasilitas yang memadai juga menjadi temuan penting yang mendukung keberlanjutan program pelatihan. Sebaliknya, keterbatasan waktu pelatihan dan variasi latar belakang peserta menjadi hambatan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas pelatihan ke depan. Temuan ini sejalan dengan pendapat Wiwin Herwina . yang menyatakan bahwa pelatihan merupakan proses pembelajaran jangka pendek yang sistematis untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis individu, sehingga sangat penting bagi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tuntutan pasar kerja modern. Penelitian ini juga mendukung teori bahwa keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi oleh relevansi kurikulum, kompetensi instruktur, serta motivasi peserta (Safrudin et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran empiris mengenai efektivitas Program Pelatihan Komputer (Perkantora. di LPK Teknos Ciruas, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis untuk pengembangan program pelatihan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan daya saing peserta di dunia kerja. Hlm | 787 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Kesimpulan Penelitian ini menganalisis ketercapaian pelaksanaan Program Pelatihan Komputer (Perkantora. di LPK Teknos Ciruas. Kabupaten Serang. Hasilnya menunjukkan bahwa program tersebut secara umum efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta, yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dan tingginya kepuasan terhadap materi, instruktur, serta fasilitas. Pelatihan dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu memperkuat kesiapan peserta memasuki pasar kerja. Meski begitu, terdapat tantangan seperti fluktuasi kehadiran, kendala teknis, keterbatasan waktu praktik, dan perbedaan kemampuan belajar peserta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun program telah berjalan dengan baik, evaluasi dan pengembangan berkelanjutan tetap dibutuhkan agar pelatihan semakin adaptif, inklusif, dan berdampak luas. Bibliografi Abdussamad. Metode Penelitian Kualitatif (P. Rapanna . )). Syakir Media Press. https://doi. org/10. 31219/osf. io/juwxn Amanabella. PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN PERILAKU PESERTA DIDIK KELAS MIN BANDAR LAMPUNG. https://repository. id/7343/1/SKRIPSI MAULINA. Anthonius Wijaya. Nyoman. Wahyuni. Luh. Wulandani. Perhotelan. Bali. Kunci. Efektivitas, :, & Karyawan. Efektivitas Program Pelatihan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di The Westin Resort Nusa Dua Bali (Vol. Astuti. , & Sukardi. Analisis Partisipasi Peserta dalam Program Pelatihan Kerja. Jurnal Pendidikan Nonformal, 9. , 35Ae44. Azizah. Septiani. , & Sudrajat. Augus. Peningkatan Keterampilan Menggunakan Microsoft Office Melalui Metode Praktik Pada Pelatihan Komputer di LPK Teknoss Ciruas. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Non Formal (Vol. Candra. , & Sulandari. Efektivitas Program Pelatihan dalam UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora. Journal Of Public Policy And Management Review, 6. , 145-153. Fadhallah. Wawancara. Unj Press Ghazali. , & Wahyuni. Analisis Perencanaan Program Pengembangan Keterampilan Aplikasi Google Sketchup Di Lkp Multi Sarana Informatika Samarinda. Learning Society: Jurnal CSR. Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2. , 142Ae147. https://jurnal. id/index. php/ls/article/view/1226 Herwina. Wiwin. Pelatihan sebagai proses pembelajaran jangka pendek untuk peningkatan keterampilan teknis. Lestari. , & Putra. Relevansi Pelatihan Kerja terhadap Kesiapan Kerja Peserta. Jurnal Ekonomi dan Ketenagakerjaan, 5. , 76Ae85. Nasution. , & Safitri. Peran Fasilitas dalam Pelatihan Berbasis Teknologi Informasi. Jurnal Inovasi Pelatihan, 4. , 22Ae29. Hlm | 788 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 3, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Prawiyogi. Sadiah. Purwanugraha. , & Elisa. Penggunaan Media Big Book untuk Menumbuhkan Minat Membaca di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 446Ae452. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Ramadhani. , & Prasetyo. Hambatan Pelaksanaan Pelatihan Komputer di Lembaga Nonformal. Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 7. , 91Ae98. Ridwan. Persepsi dan Sikap Sosial dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al Ikhwan Pemalang. 4(Apri. , 1Ae11. Rijali. Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17. , 81. https://doi. org/10. 18592/alhadharah. Rohmah. , & Hakim. Pendekatan Diferensiasi dalam Pelatihan Komputer Bagi Peserta Dewasa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10. , 12Ae21. Sartika. UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN KALIABANG TENGAH VII BEKASI UTARA. https://repository. id/dspace/bitstream/123456789/33654/1/Sartika ( 181201100 0. Watermark. Safrudin. Zulfamanna. Kustati. , & Sepriyanti. Penelitian Kualitatif. Journal Of Social Science Research, 3. , 1Ae15. Syafrudin. , & Rahayu. Pengaruh Metode Praktik terhadap Peningkatan Keterampilan Digital. Jurnal Pendidikan Vokasi dan Teknologi, 9. , 54Ae63. Ulynuha. Nim. Ekonomi. Fakultas. Bisnis. , & Islam. EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN SARASWATI PONOROGO SKRIPSI Oleh. Wulandari. , & Sutikno. Hubungan Kualitas Instruktur dengan Kepuasan Peserta dalam Pelatihan. Jurnal Manajemen Pendidikan Nonformal, 8. , 66Ae74. Wulandari. Efektivitas Program Pelatihan Kerja terhadap Peningkatan Kompetensi Peserta pada Balai Latihan Kerja Kendari. http://ojs. id/index. php/rezpublica Yusra. Zulkarnain. , & Sofino. Pengelolaan Lkp Pada Masa Pendmik Covid-19. Journal Of Lifelong Learning, 4. , 15Ae22. https://doi. org/10. 33369/joll. Hlm | 789 das-institute.