J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 PEMURIDAN MATE TERHADAP PERUBAHAN KARAKTER ANAK MUDA Hannah Kenanga Eunike . keunike@yahoo. Abstract Christian Transformation showed by their character. Most of young people character transformation influenced by others too as such as families, education, friends, and media. Mate discipleship made by Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Gajahmada Semarang Church tried to help young people transfom their character to be Christlikeness. This research used quantitative research with a type of correlation descriptive research with the subject were young people which numbered 28 people as population. The collecting data through questionnaires showed the application of Mate discipleship modul was at very influence category, character transfomation was at influence category, and Mate discipleship influence to character transfomation in young people Beth-El Tabernakel Kristus Alfa Omega Gajahmada Semarang Church was at average category. PENDAHULUAN Brewster mengutip perkataan Budijanto dari tulisannya yang berjudul The Ecclesia of Jesus Christ, mengatakan bahwa: AuEkklesia (Gerej. hanya punya satu misi-menjadikan bangsa-bangsa murid-Nya. Dalam Amanat Agung. Yesus tidak hanya memerintahkan Ekklesia untuk Auterlibat dalam memuridkan bangsa-bangsa dan juga memelihara orang miskinAy. Aumemuridkan bangsa-bangsa dan memelihara ciptaan Allah,Ay atau memuridkan bangsabangsa dan sibuk melayani di alun-alun. Ay Ini karena memuridkan bangsa-bangsa mencakup semua aspek itu. Ay1 Gereja memiliki misi utama yaitu untuk memuridkan, tidak hanya untuk kalangan tertentu saja namun semua kalangan termasuk orang-orang yang telah percaya kepada Kristus itu perlu untuk dimuridkan. Barna menuliskan bahwa alasan gereja memuridkan ialah karena gereja terbentuk bukan semata-mata oleh anggota jemaat, melainkan oleh murid-murid sejati pria, wanita, pemuda dan pemudi yang berkomitmen kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta bertumbuh setiap hari dalam pengetahuan, kasih, dan pelayanannya kepada Kristus. Gereja akan ditopang oleh usaha yang berkelanjutan dari para pemimpin awam dan Dan Brewster. Child. Church & Mission (Malaysia: Compassion International, 2. , 138. Page | 19 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 profesional bayaran hanya akan menfasilitasi pelayanan kaum awam, bukannya memulai dan memimpin usaha-usaha tersebut. 2 Gereja seharusnya berusaha mempersiapkan jemaat-jemaat kepada misi utama Yesus di dunia ini yaitu memuridkan. Hutabarat mengatakan: AuKetika Anda menyadari pentingnya pemuridan untuk kemajuan pribadi Anda dan pertumbuhan gereja Anda, hal itu akan menjadi suatu motivasi yang kuat untuk memulai dan mempelajari lebih dalam lagi. Belajarlah, baik secara formal . engikuti seminar, pengajara. , maupun tidak formal . embaca buku-buku tentang pemuridan dan mentoring, bertanya, mengirim email, dsb. ), dari orang-orang yang telah berhasil melakukannyaAy. Pemuridan digunakan untuk menunjukkan transformasi berdasarkan iman dan orang lain akan melihat sehingga dapat mengubah pandangan dunia tentang Yesus. Tranformasi iman seorang Kristen yang ditunjukkan dengan perubahan karakter dapat memenangkan jiwa orang-orang yang belum percaya kepada Yesus akan perlu diperhatikan bahwa perubahan karakter seseorang dipengaruhi oleh berbagai macam hal, terutama pada kalangan anak-anak muda. Perubahan karakter anak-anak muda umumnya dipengaruhi oleh keluarga, pendidikan, teman sebaya, dan media massa. Keluarga menjadi tempat pertama dalam proses perubahan karakter karena keluarga menjadi tempat pertama seseorang meniru dan jika keluarga gagal melakukan pendidikan karakter kepada anak-anaknya, selanjutnya akan sulit bagi lembaga-lembaga lain . ermasuk sekola. untuk memperbaikinya. Pencarian jati diri juga suatu masalah utama pada kalangan anak-anak muda karena adanya perubahanperubahan sosial, fisiologi dan psikologis di dalam diri yang dapat memengaruhi perubahan karakter diri. Dalam prosesnya, mereka banyak menghabiskan waktu di luar rumah, seperti sekolah, bimbingan belajar, dan waktu bermain bersama teman-teman sebaya. Tentu saja dalam hal ini pendidikan yang didapatkan serta teman sebaya dapat menjadi pendukung dalam pembentukan maupun perubahan karakter dari anak-anak muda. Media massa menjadi salah satu faktor perubahan karakter yang terjadi pada anak-anak muda. Di satu sisi, anak muda tersebut diajarkan tentang kebaikan saat di sekolah maupun di rumah, kemudian di sisi yang lain mereka menyaksikan suguhan informasi melalui media elektronik maupun media cetak tentang perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan. Situasi ini mendesak anak-anak muda dapat menyaring kembali apa yang mereka dapatkan untuk dapat diterapkan George Barna. Menumbuhkan Murid-Murid Sejati (Jakarta: Metanoia Publishing, 2. , 6. Herdy N. Hutabara. Mentoring & Pemuridan (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2. , 75. Kompasiana. AuKarakter Remaja Penentu Masa Depan BangsaAy . Page | 20 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 di dalam kehidupan mereka sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka dapatkan sebelumnya. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, diduga perubahan karakter di kalangan anakanak muda GBT KAO juga dipengaruhi oleh keluarga, pendidikan, teman sebaya, dan media Hal ini terlihat dari hasil wawancara kepada beberapa orang dan juga dari hasil pengamatan, oleh sebab itu untuk menghadapi karakter anak-anak muda yang dipengaruhi oleh hal-hal tersebut, para pemimpin komisi pemuda di GBT KAO Gajahmada Semarang bertekad membantu perubahan karakter anak-anak muda di tempat tersebut untuk menjadi serupa dengan Kristus dengan menerapkan kelompok sel di kalangan anak-anak muda dengan menambahkan konsep Mentoring One on One yang disempurnakan sesuai dengan kebutuhan anak-anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang yang berubah nama menjadi AuPemuridan MateAy. Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, seberapa besar penerapan modul pemuridan Mate di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang? Kedua, seberapa besar perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang? Ketiga, seberapa besar pengaruh modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang? METODOLOGI Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. 5 Penelitian ini termasuk kepada penelitian deskriptif korelasional yang berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status subjek penelitian pada saat ini dengan tujuan untuk menentukan ada tidaknya hubungan, dan seberapa jauh suatu hubungan ada antara dua variabel . ang dapat diuku. atau lebih. 6 Populasi yang diambil di dalam penelitian ini berjumlah 28 orang. Sugiyono. Metode Penelitian Tindakan Komprehensif (Bandung: Alfabeta, 2. ,12. MA Sumanto. Pembahasan Terpadu Statistika Dan Metodologi Riset (Yogyakarta: Andi, 2. , 13. Page | 21 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 populasi ini berdasarkan perhitungan orang-orang yang saat ini sedang menjadi mentee. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik penyebaran kuesioner terhadap sumber data. Pengumpulan data melalui angket atas dua variabel, variabel modul pemuridan Mate (X) dan variabel perubahan karakter (Y). Adapun skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert dengan 5 skala untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. PEMBAHASAN Pemuridan Pemuridan diketahui oleh banyak orang bermula dari adanya keberadaan Yesus di masa Perjanjian Baru. Hal ini didukung dengan pernyataan Wilkins tentang kesulitannya untuk menemukan istilah Perjanjian Lama yang sama dengan pemahaman AumuridAy dalam 7 Istilah AumuridAy seperti dalam Perjanjian Baru memang tidak terdapat dalam Perjanjian Lama, namun konsep pembelajaran seperti AumuridAy ada di dalam Perjanjian Lama. Kitab-kitab Perjanjian Lama banyak mengungkapkan tentang hal mengetahui, mengajar dan mempelajari, seperti dalam 1 Tawarikh 25:8 dan Yesaya 8:16. Pengertian Pemuridan Gallaty menuliskan, pemuridan di dalam kekristenan bukan sebuah kelas kuliah, bukan seminar, bukan gelar, bukan progam, bukan altar 40 hari, bukan proses yang instan, bukan membuat orang Kristen super, bukan pendalaman Alkitab 12 minggu, bukan pilihan bagi orang Kristen namun pemuridan adalah sebuah gaya hidup yang dilakukan oleh pengikut Kristus. 9 Gallaty menegaskan bahwa pemuridan adalah memperlengkapi orang percaya dengan Firman Allah melalui relasi bertanggung jawab yang dimampukan oleh Roh Kudus untuk menghasilkan pengikut Kristus yang setia. 10 Memperlengkapi orang percaya dengan Firman Allah tidak hanya dilakukan sendirian melainkan membutuhkan relasi. Hutabarat juga memberikan pendapat, pemuridan di dalam kekristenan ialah suatu proses hubungan antara Michael J. Wilkins. Discipleship in the Ancient World and MatthewAos Gospel. Second Edition (Eugene: Wipf & Stock, 2. , 43. Gary J. Bekker. Disciple,AyEvangelical Dictionary of Christian Education (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 207. Robby Gallaty. Rediscovering Discipleship (Surabaya: Literatur Perkantas Jatim, 2. , 26. Ibid. , 149. Page | 22 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 seorang pengikut Kristus yang lebih dewasa serta berpengalaman dan beberapa orang yang baru percaya, lalu ia membagikan kehidupannya . rinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan, keyakinan, komitmen, waktu tenaga, perhatian, serta hal lain yang diperluka. demi menolong orang-orang untuk mengenal Kristus dan mereka yang telah dimuridkan akan memperkenalkan Kristus kepada orang lain juga. Bill Hull menuliskan bahwa pemuridan yang ada di dalam kekristenan adalah daya dorong utama dari amanat yang telah diberikan kepada manusia yang tertulis di dalam Matius 28:18-20 diberikan oleh Yesus dengan beberapa petunjuk praktis bagi gereja untuk menyebarkan berita keselamatan kepada seluruh dunia. Kata kerja AupergiAy yang terdapat di ayat ke-19 bukanlah menjadi pusat dari Matius 28:19-20, melainkan seluruh kata kerja di dalam Matius 28:19-20 yaitu pergilah, baptislah, dan ajarlah, merupakan kata kerja subordinat dari kata kerja utama yaitu perintah untuk membuat murid atau jadikanlah segala suku bangsa murid-Ku. 12 Pemahaman ini memberikan pengertian bahwa Amanat Agung bukan hanya urutan langkah yang logis. Amanat Agung adalah tiga rangkai kata yang berkesinambungan -pergi, membaptis dan mengajar- semua mendukung kata kerja AujadikanAy dengan objek yang sama yaitu AumuridAy. Tujuan Pemuridan Sesuai dengan Amanat Agung yang Yesus berikan, tujuan utama pemuridan ialah menciptakan murid yang serupa dengan Kristus. Menjadi serupa dengan Kristus berarti memiliki kerinduan mengenal Yesus melalui Firman-Nya lebih dalam. Tujuan pemuridan tidak hanya menginginkan adanya kerinduan untuk mengenal Yesus saja namun menjadikan seorang murid yang mau berkorban untuk menjadikan murid bagi Yesus. 13 Berkorban untuk menjadikan murid kembali bagi Yesus ini muncul ketika seseorang mematikan hidupnya dan membiarkan Yesus yang hidup di dalam hidupnya. 14 Rasul Paulus menegaskan dalam Galatia 5 ketika seorang murid mulai mematikan hidupnya, ia mulai mematikan segala keinginan dagingnya dan ia membiarkan hidupnya di dalam kebenaran Kristus yang dipimpin oleh Roh yang berarti belajar meninggalkan segala keinginan duniawiannya. Herdy N. Hutabara. Mentoring & Pemuridan, 75. Bill Hull. Jesus Christ Discplemaker (Grand Rapids: Baker Books. A Divison of Baker Publishing Group, 1. , 23-24. David Platt. Follow Me (Tyndale House Publishers, 2. , 94. Ibid, 91. Page | 23 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 berusaha mengikuti segala perintah Yesus dan menghasilkan buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Pemuridan Mate Mate merupakan bentuk pemuridan personal, dimana setiap pasangan Mate akan membangun persahabatan dan menginvestasikan hidupnya untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. 15 Pemuridan Mate dilakukan oleh dua orang . ria dengan pria dan wanita dengan wanit. yang berguna untuk saling membentuk, membangun, dan menguatkan satu dengan yang lainnya dengan berbagi pengalaman hidup dalam pengaplikasian firman di dalam kehidupan sehari-hari yang umumnya dilakukan oleh kalangan anak muda yaitu yang berumur 12-35 tahun yang sudah mengikuti komunitas sel oleh kalangan anak muda di GBT KAO Gajahmada Semarang. Pemuridan ini dipilih karena para pemimpin menginginkan anak-anak muda dapat membangun masing-masing pribadi secara personal sehingga konsep One on One Discipleship yang aplikatif dan experiental learning memiliki efektivitas daya serap pembelajaran sebesar 60-90% yang apabila dibandingkan dengan ibadah raya/public speaking hanya sebesar 10-30% saja. Modul Pemuridan Mate Salah satu pengertian modul yang dijabarkan oleh KBBI ialah kegiatan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk penilai, mengukur keberhasilan murid dalam penyelesaian pelajaran. Di dalam pemuridan Mate, para pemimpin telah mempersiapkan progam-progam yang harus dipelajari seorang murid yang meliputi prinsip, materi, dan pelaksanaan pemuridan Mate. Berikut uraian dari modul pemuridan Mate: Next Gen Department GBT KAO. Build Up 2 (Semarang: GBT KAO Gajahmada Semarang, 2. , 192. Igen Youth. Modul Mate 2018 (Semarang: GBT KAO Gajahmada Semarang, 2. , 10. Page | 24 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Prinsip Pemuridan Mate Prinsip atau pedoman di dalam pemuridan Mate ialah Making a Friendship . ibangun atas dasar persahabata. Accountability . empertanggungjawabkan hidup kepada Tuhan dan sesam. Take time . ercaya akan sebuah prose. , dan Equal . emua dalam posisi yang sama yaitu sedang disempurnaka. 17 Prinsip pemuridan Mate yang dijabarkan sebagai Making a Friendship . ibangun atas dasar persahabata. Berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia yang ingin memiliki teman, diterima, bercerita dan berbagi, para pemimpin menyadari perlunya pemuridan secara personal yang lebih dalam. 18 Para pemimpin meyakini hubungan personal diperlukan agar pemuridan dapat dibangun dengan baik. Hubungan dalam pemuridan pada dasarnya bukan hanya AuguruAy dan AumuridAy saja namun juga sahabat. Keyakinan ini dikuatkan dengan salah satu penuturan pemimpin anak-anak muda di GBT KAO Gajahmada Semarang. AyPemuridan yang sejati bukanlahAua curriculum basedAy tapi lebih kepadaAua relationship basedAy. Accountability . empertanggungjawabkan hidup kepada Tuhan dan sesam. Mempertanggungjawabkan hidup kepada Tuhan dan sesama adalah tindakan nyata dimana seseorang mulai mengalami dirinya mengikuti proses perubahan. Proses perubahan diawali dengan perubahan hati, pengertian lalu disertai dengan tindakan memiliki kehidupan yang mengikuti kehendak Kristus. 19 Perubahan tersebut membuat orang yang mengikuti pemuridan belajar hidup sesuai kehendak Kristus dengan cara mempertanggungjawabkan hidupnya kepada Tuhan dan sesama. Take time . ercaya akan sebuah prose. Pemuridan merupakan sebuah proses perjalanan yang membawa seseorang bertumbuh semakin serupa dengan Kristus dan proses menjadi murid Kristus tidak hanya berjalan sekali atau dua kali saja, melainkan seumur hidup. 20 Pemuridan Mate mengerti Igen Youth. Modul Mate 2018, 2. Ibid. Next Gen Department GBT KAO. Build Up 2, 11-12. Ibid. , 189. Page | 25 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 bahwa setiap orang telah memiliki standar hidup masing-masing sehingga untuk menghasilkan karakter murid Kristus tergantung keputusan dari masing-masing pribadi. Equal . emua dalam posisi yang sama yaitu sedang disempurnaka. Orang benar masih bisa jatuh dalam dosa selama proses pendewasaan hidupnya namun orang benar akan dapat bangkit kembali ke jalan yang benar. Orang benar dapat jatuh dalam dosa namun tidak dapat terus hidup dalam dosa. 21 Pemuridan Mate menerapkan prinsip bahwa semua orang dalam posisi yang sedang disempurnakan. Tujuannya agar dapat menguatkan setiap orang yang mengikuti pemuridan Mate dan tidak saling menghakimi satu dengan lainnya. Materi Pemuridan Mate Di dalam pemuridan Mate setiap pasangan Mate akan membahas lebih mendalam tentang penerapan Firman dalam kehidupan sehari-hari dari khotbah yang diberikan di ibadah-ibadah youth oleh para pembicara setiap minggunya. Materi khotbah mengikuti modul tahunan yang telah dibuat sebelumnya oleh para pemimpin yaitu Next Gen Department. Inspiration Generation menggunakan modul dengan tema AuBuild UpAy dengan visi utama yaitu AuTo be Inspirational Generation to impact the worldAy dengan cara build your personal life . embangun kehidupan pribad. , build your relationship . embangun kehidupan berelas. , dan build your leadership . embangun kehidupan kepemimpina. yang dijelaskan sebagai berikut: Bulid Your Personal Life . embangun kehidupan pribad. Buku AuBuild UpAy menjelaskan dari bab 1-16 yang berisi Build your Vision. Build Character. Build Competency,dan Build Values. Singkatnya isi dari bab-bab tersebut ialah mengenai bagaimana cara seseorang untuk dapat membangun kehidupan pribadinya serupa dengan Kristus karena sebelum dapat menginspirasi orang lain, seseorang harus membangun kehidupan pribadinya terlebih dahulu. Energi terbesar yang dibutuhkan bagi seseorang bukanlah mengubah orang lain tapi mengubah dirinya sendiri terlebih dahulu. Next Gen Department GBT KAO. Build Up (Semarang: GBT KAO Gajahmada Semarang, 2. , 26. Ibid. , 3. Page | 26 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Build Your Relationship . embangun kehidupan berelas. Bab 17-32 di dalam buku AuBuild UpAy yang berisi Filosofi Cinta. Familicious. Temanology, dan Pemuridate menjelaskan tentang kemampuan dalam membangun hubungan untuk mendapatkan semua sumber daya dalam mencapai visi yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Menjadi murid Kritus tidak hanya menutup diri dari dunia luar namun setelah membangun diri, seseorang perlu untuk membangun kemampuan untuk berelasi dengan sesama untuk mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam dinamika berelasi. Build Your Leadership . embangun kehidupan kepemimpina. Dijelaskan dari bab 33-48 yang berisi Leaderspiration. Leaderspiration 2. Influence,dan Influence 2. 0, seorang pemimpin memiliki sebuah pengaruh yang besar dimanapun mereka berada karena pemimpin berbicara tentang pengaruh dalam banyak aspek. Banyak orang berpikir karena dirinya bukanlah seorang pemimpin karena secara struktural tidak tertulis di dalam suatu gereja atau tempat lainnya, akan tetapi pemuridan Mate mengajarkan setiap orang adalah pemimpin. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari buku karangan John C. Maxwell berjudul 360 Degree Leadership. AuSetiap orang dapat memimpin dari posisi manapun dia berada. Ay24 Pelaksanaan Pemuridan Mate Pelaksanaan pemuridan Mate dimulai dengan komitmen seseorang yang telah berumur 12-35 tahun yang beribadah di Gereja Beth-El Taberanakel Kristus Alfa Omega bergabung dalam Fellas Group terlebih dahulu dengan menghubungi Igen admin atau mengunjungi website w. Setelah bergabung. Fellas Leader akan melakukan proses pemasangan Mate. Pasangan Mate akan dipilih berdasarkan jenis kelamin yang sama, jarak dari tempat tinggal pasangan Mate, dan kedekatan agar pasangan Mate dapat nyaman bercerita dengan pasangannya. Setiap pasangan Mate yang telah dipasangkan akan diberikan waktu untuk melakukan percobaan yang dilakukan selama 3 bulan. 25 Bila mengalami ketidakcocokan diijinkan untuk berganti pasangan dengan alasan yang jelas dan juga dengan persetujuan Fellas Leader. Ibid. , 3. Ibid. , 177. Igen Youth. Modul Mate 2018, 12-16. Page | 27 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Pemuridan Mate menetapkan aturan kepada setiap pasangan Mate untuk bertemu secara tatap muka. Pertemuan pasangan Mate kegiatannya dapat dilakukan secara fleksibel dalam hal tempat maupun waktu karena hanya terdiri dari dua orang saja namun tetap diharapkan memilih tempat yang cukup tenang agar proses pemuridan dapat berjalan dengan Pertemuan tatap muka ini dilakukan minimal dua minggu sekali dengan jadwal yang disepakati bersama dan durasi minimal satu jam setiap pertemuan. Setelah melakukan pertemuan, salah satu dari pasangan Mate memberikan laporan dengan berupa foto dan informasi pelaksanaan di grup Mate yang telah di buat di Whatsapp. Membangun hubungan persahabatan yang baik tidak hanya terjadi dalam suatu pertemuan saja oleh sebab itu walaupun sudah mengadakan pertemuan secara tatap muka, pasangan Mate perlu membangun persahabatan lewat melalui media sosial. Pemuridan Mate mengambil waktu selama 1 tahun untuk pelaksanaannya. Setelah waktu setahun tersebut para murid diharapkan mulai mencari calon pasangan Mate lainnya untuk dimuridkan. Apabila waktu setahun tersebut berlalu dan ternyata murid tersebut belum bisa memuridkan orang lain, ia akan tetap menjadi murid. Jika hal tersebut terjadi ada dua kemungkinan yang akan dilakukan oleh Fellas Leader yaitu menganti pasangan Mate tersebut atau tetap memasangkan orang tersebut dengan pasangan Mate yang lama, namun hal ini harus dipertimbangkan kembali. Perubahan karakter tidaklah terbatas hanya dari sebuah laporan. Hal yang menarik dari pelaksanaan pemuridan Mate ini adalah tidak adanya laporan secara tertulis yang menujukkan bahwa orang yang mengikuti pemuridan ini mengalami perubahan karakter. Alasannya bukan karena pemuridan ini tidak memerhatikan perubahan karakter setiap orang akan tetapi karena pemuridan ini ingin melatih secara langsung murid-murid untuk dapat mengukur perubahan karakter mereka sendiri dengan bantuan mentor yang ada. Mengukur perubahan karakter tidak tertulis secara angka maupun saja namun pemuridan ini ingin masing-masing murid mengukur perubahan karakternya melalui pengalaman-pengalaman yang diceritakan kepada mentor dan juga pengenalannya akan Firman Tuhan sehingga masing-masing murid mengetahui apakah dirinya sudah mulai mengalami perubahan karakter atau tidak. Page | 28 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Perubahan Karakter Pengertian Perubahan Pengembangan karakter dapat dilakukan oleh seorang pemimpin kepada anggotanya, hal ini dapat mulai dengan terlebih dahulu menanamkan konsep karakter secara teoritis. Perubahan seseorang dimulai dari pertobatan yang dialaminya lebih dahulu. Kata bertobat di Matius 3:2 berasal dari kata Yunani metanoia yang berarti perubahan pikiran. Perubahan dari cara berpikir dunia kepada cara berpikir Kristus. 27 Apabila orang percaya mau bertobat maka dia harus mengubah cara berpikir dan tindakannya semakin serupa dengan Kristus. Roma 12:2 AuJanganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimuAAy Kata berubahlah di Roma 12:2 tersebut berasal dari akar kata metamorphoo yang berarti mengalami tranformasi kehidupan. 28 Orang yang bertobat . dan benar- benar hidup dalam Kristus akan mengalami perubahan hidup . dan tidak akan menjadi serupa dengan dunia ini. Kedua kata ini menegaskan sebagai orang yang hidup di dalam Kristus harus mengalami perubahan yang berarti untuk menuju kehidupan yang kudus. Efesus 4:23-24 Ausupaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Ay Kata AudibaharuiAy di dalam teks tersebut tidak dilakukan sekali selesai namun kegiatan ini dilakukan secara berulang-ulang, kegiatan yang berkesinambungan. 29 Perubahan itu harus terjadi secara terus-menerus dari hari ke sehari dan perubahan itu membutuhkan proses yang bertahap. Perubahan juga selalu menghadirkan ketidaknyamanan karena akibat dari perubahan seseorang harus melakukan adjustment . Penyesuaian terhadap hal baru inilah yang mengakibatkan ketidaknyamanan karena ada rasa canggung dan aneh terhadap hal tidak seperti biasanya Kebanyakan orang akan berhenti pada tahap ini, akan tetapi sebagai orang percaya Gidion. AuEFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN YANG MEMBERDAYAKAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN GEREJA DI GEREJA JEMAAT KRISTEN INDONESIA MARANATHA UNGARAN,Ay Shiftkey Vol 8, no. No 1 . : 16Ae 33, http://jurnal. id/index. php/shiftkey/article/view/14. Next Gen Department GBT KAO. Build Up 2, 10. Dan Brewster. Child. Church & Mission, 12. John R. Stoot. Efesus (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 175. Page | 29 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 yang ingin memiliki karakter murid Kristus harus terus melakukannya karena tahap penyesuaian ini akan membawa seseorang kepada perubahan permanen. Karakter Murid Kristus Dallas Willard mengatakan, buah Roh menjadi indikasi dari karakter yang Karakter murid Kristus yang disebutkan oleh Rasul Paulus di dalam Galatia ialah sifat-sifat karakter yang Yesus inginkan bagi murid-murid-Nya yang ditulis di dalam Galatia 5:22-23. Buah Roh itu meliputi kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Kesembilan sifat ini merupakan perluasan dari Hukum yang Terutama dan melukiskan suatu gambaran yang indah tentang Yesus Kristus. Yesus merupakan kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, dan semua buah lainnya yang sempurna yang diwujudkan dalam satu pribadi yaitu buah Roh dan Yesus ingin setiap murid-murid-Nya memilikinya. Wright dalam buku Becoming Like Jesus menjabarkan buah Roh sebagai berikut: Kasih Kasih terhadap sesama juga ditempatkan menjadi hal yang paling utama dari buah Roh lainnya karena kasih terhadap sesama menjadi bukti dari kehidupan . Yoh 3:. , bukti dari iman (Yak 2:14-. , bukti tentang Allah . Yoh 4:7-. dan juga bukti tentang Yesus (Yohanes 13:34-. Kasih menjadi bukti kehidupan, iman. Allah dan juga Yesus ketika seorang murid memiliki kerinduan untuk membawa orang lain kepada Kristus dengan tidak takut akan apapun. Sukacita Kata sukacita dan damai sejahtera yang dijelaskan oleh Rasul Paulus setelah kasih adalah kedua kata yang sering dipasangkan oleh Rasul Paulus di dalam surat-suratnya. Rasul Paulus berbicara tentang sukacita sebanyak 21 kali dan damai sejahtera sebanyak 43 kali. Paulus menekankan di dalam surat-suratnya kedua ciri ini adalah ciri-ciri utama dari Kerajaan Allah (Roma 14:. karena ketika Allah memerintah maka sukacita dan damai sejahtera yang Bobby Harrington & Josh Patrick. Buku Paduan Pembuat Murid (Yogyakarta: Katalis, 2. , 153. David Platt. Follow Me, 172. Page | 30 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 sejati akan lahir. Roma 15:13 juga menjelaskan bahwa sukacita dan damai sejahtera merupakan bagian penting dalam pengharapan Kristen. Damai Sejahtera Di dalam PL, kata damai sejahtera adalah kata shalom yang indah dan memiliki pengertian yang kompleks yaitu kesejahteraan, kebebasan dari rasa takut dan keinginan, dan kebahagian dalam hubungan dengan Allah, orang lain, dan makhluk ciptaan. Yesus dan Rasul Paulus menggunakan kata Aodamai sejahteraAo berulang kali setiap hari dalam salam yang biasa mereka ucapkan kepada orang Yahudi lainnya. Allah memanggil manusia untuk hidup dalam damai sejahtera dengan orang lain, dan berusaha menciptakan perdamaian di antara orang Kristen karena Allah terlebih dahulu menciptakan damai sejahtera bagi manusia dengan menebus dosa manusia (Roma 12:18, 1 Kor 7:15, 1 Kor 14:33, 2 Kor 13:11. Ef 4:3. Kolose 3:. Kesabaran Secara literal dua kata yang digunakan dalam bahasa Yunani menunjukkan kesabaran yaitu makrothumia dan hupomyine. Makrothumeo untuk menyatakan kesanggupan dalam menahan penderitaan, lama untuk marah atau tidak mendahulukan murka. Dalam bahasa Inggris yang lebih lama kata itu diterjemahkan sebagai longsuffering atau sabar menderita yang biasanya kata ini dipakai untuk menujukkan kesabaran Allah dalam menghadapi umat-Nya. Kata hupomyine biasanya dipakai untuk menunjukkan sikap hidup manusia dalam menghadapi akhir zaman. 32 Kesabaran sebagai buah Roh berarti kemampuan untuk bertahan dari perlawanan dan penderitaan apapun yang mungkin menimpa diri untuk waktu yang lama, dan untuk menunjukkan kegigihan tanpa adanya keinginan untuk melakukan pembalasan atau balas dendam. Kemurahan Esensi dari murah hati adalah lebih memikirkan orang lain daripada diri sendiri dalam situasi tertentu. Bermurah hati berarti ingin membantu orang lain, memberi semangat, menghibur, melakukan sesuatu untuk melayani atau menguntungkan orang lain. Kemurahan hati bisa diwujudkan melalui perkataan atau melalui senyuman dengan penuh rasa sayang Literatur Perkantas Jawa Timur. Pembinaan Watak (Surabaya, n. ), 54. Page | 31 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 kepada orang lain, akan tetapi kemurahan hati juga dapat ditunjukkan dengan bersedia melakukan sesuatu bagi orang lain sekalipun tidak menyukai hal tersebut. Kebaikan Kebaikan berbicara tentang integritas, tidak ada kecurangan atau tipu muslihat Tidak ada kepura-puraan dalam melakukan segala hal yang baik namun orang melakukan kebaikan karena memang merasa kebaikan itu adalah hal yang benar untuk Matius 5:16 ialah salah satu kalimat yang Yesus ucapkan ketika khotbah di bukit. Inilah permintaan Yesus kepada murid-murid-Nya agar mereka dapat menjadi terang bagi orang lain. Menjadi terang bukan hanya berbicara tentang perkataan tetapi kehidupan yang menarik dipenuhi dengan kebaikan, kemurahan hati, kasih sayang, belas kasihan, dan Wujud sikap dari kebaikan ini akan menarik banyak orang kepada Kristus. Kesetiaan Setia berarti dapat dipercaya dan diandalkan. Orang yang setia adalah orang yang memiliki kejujuran dan integritas. Orang yang setia akan memegang janji mereka dan melakukan apapun yang mereka janjikan. Mereka tidak menipu orang lain. Di sisi yang lain setia berarti mempraktikkan perilaku yang dapat dipercaya untuk periode waktu yang Orang yang setia dapat diandalkan dalam segala hal dan di segala situasi apapun di sepanjang waktu. Kelemahlembutan Lemah lembut, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti baik hati . idak tetapi peramah. Dalam bahasa Inggris, gentleness berarti kelemahlembutan, kehalusan, sedangkan dalam bahasa Yunani, menggunakan kata praus yaitu sifat yang lemah lembut yang mengandung unsur kemarahan pada saat yang tepat. Kata praus mengandung arti Aurendah hatiAy (Mat 5:. , sikap patuh dan tunduk kepada Allah. 33 Sifat lemah lembut adalah sifat lemah lembut yang disertai dengan kemarahan karena patuh dan tunduk kepada Allah. Wright menuliskan, kelemahlembutan adalah kemampuan untuk menghadapi hal-hal seperti permusuhan atau kritik tanpa bersikap agresif. Kelemahlembutan juga tak bisa terpisahkan Ibid, 49. Page | 32 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 dengan adanya kerendahan hati karena tanpa adanya kerendahan hati maka tidak akan bisa muncul kelemahlembutan. Penguasaan diri Galatia 5:19-21 menyebutkan daftar dari sifat-sifat manusia yang tak terkendali dan hal-hal itulah yang menyebabkan manusia berdosa. Fakta tersebut menyatakan bahwa penguasaan diri adalah buah Roh yang penting yang tidak ada padanannya dengan sifat Allah karena Allah tidak perlu mengendalikan diri-Nya, oleh sebab itu penguasaan diri bukanlah sifat Allah. Penguasaan diri memang bukanlah sifat Allah tapi sebagai pengikut Kristus harusnya memiliki unsur buah Roh yang terakhir ini karena inilah yang dibutuhkan oleh setiap pengikut Kristus. Rasul Paulus di dalam Galatia 5:22-23 menyebutkan tentang penguasaan diri yang berarti seseorang yang berbudi luhur dapat berpikir dan merasakan sesuatu secara mendalam dan memiliki semangat yang nyata namun dapat mengendalikan semua energi tersebut sehingga menghasilkan hasil akhir yang baik bukan merusak atau mementingkan diri sendiri. Penguasaan diri berarti menguasai diri dalam seluruh aspek hidup yang terwujud dalam perkataan, tingkah laku dan pikiran. HASIL PENELITIAN Hipotesis Pertama Hipotesa awal (H. ialah diduga penerapan modul pemuridan Mate di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah sama dengan 70% . urang dari 70%) dan hipotesa alternatif (H. ialah diduga penerapan modul pemuridan Mate di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah sama dengan 70% . ebih dari 70%). Hasil uji hipotesis dapat dilihat sebagai berikut: AA0 = (Nilai Hipotesi. x (Mean Skor Idea. Keterangan: Nilai hipotesis = 70% Mean skor ideal Ibid, 60. Page | 33 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 = 115 AA0 = . %) x 115 =80,5 Selanjutnya dilakukan perhitugan nilai rata-rata empiris . ean skor empiri. , adapun hasilnya seperti di bawah ini: Mean skor empiris = 95, 89 Selanjutnya untuk mengetahui nilai penerapan modul pemuridan Mate di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang dilakukan dengan cara berikut: Harga % Variabel X = Keterangan: Total skor empiris = Skor total data variabel X = 2. Total skor ideal = . kor tertinggi tiap ite. umlah item variabel X) x . umlah responde. = 5 x 23 x 28 = 3. Harga % Variabel X = X 100% = 83,35% Nilai penerapan modul pemuridan Mate yaitu 83,35% dapat diinterpretasikan bahwa penerapan modul pemuridan Mate dikalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah sangat berpengaruh . Page | 34 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 Hipotesis Kedua Hipotesa awal (H. hipotesis kedua ialah diduga perubahan karakter kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang ialah sama dengan 50% . urang dari 50%). Hipotesis alternatif (H. hipotesis kedua ialah diduga perubahan karakter kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang ialah sama dengan 50% . ebih dari 50%). Hasil uji hipotesis dapat dilihat sebagai berikut: AA0 = (Nilai Hipotesi. x (Mean Skor Idea. Keterangan: Nilai hipotesis = 50% Mean skor ideal = 115 AA0 = . %) x 115 = 57,5 Selanjutnya dilakukan perhitugan nilai rata-rata empiris . ean skor empiri. , adapun hasilnya seperti di bawah ini: Mean skor empiris = 88,7 Selanjutnya untuk mengetahui nilai perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang dapat dilakukan dengan cara berikut: Harga % Variabel Y = Keterangan: Total skor empiris = Skor total data variabel Y Page | 35 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) Total skor ideal VOLUME 8 NOMOR 2 = (Skor tertinggi tiap ite. umlah item variabel Y) x . umlah responde. = 5 x 23 x 28 = 3. Harga % Variabel Y = X 100% =77,1% Nilai perubahan karakter yaitu 77,1% dapat diinterpretasikan bahwa perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah berpengaruh . Hipotesis Ketiga Hipotesis awal (H. pada hipotesis ketiga ialah diduga terdapat pengaruh positif dari modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang tidak di kategori sedang. Hipotesis alternatif (H. pada hipotesis ketiga ialah diduga terdapat pengaruh positif dari modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang di kategori Berdasarkan analisis korelasi sederhana . , diperoleh nilai . sebesar 0,484a dan bernilai positif, yang memiliki arti bahwa pengaruh modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah sebesar 0,484a atau termasuk kategori berkorelasi sedang. Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi . diperoleh nilai sebesar 0,234 atau 23,4% yang artinya sumbangan variabel modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang adalah sebesar 23,4%, sedangkan sisanya sebesar 76,6% merupakan pengaruh dari luar penelitian. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan didapati penerapan modul pemuridan Mate ternyata lebih besar dari pada yang diperkirakan yaitu sebesar 83,35% . Perubahan karakter kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang didapati sebesar 77,1% dan pengaruh modul pemuridan Mate terhadap perubahan karakter di kalangan anak muda GBT KAO Gajahmada Semarang terdapat pada kategori sedang. Page | 36 J T S 2019 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 8 NOMOR 2 DAFTAR PUSTAKA