AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 Sosialisasi Peran Pendidikan Lingkungan Dalam Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Siswa/Siswi Sejak Usia Dini Zahra Zamaya1. Raisyah S. Rimosan2. Siti Damayanti3. Marsye M. Runtuwene4. Alda Aghata Iza Zafira5. Rietma Danti Ayuningtyas6. Hidayat Chusnul Chotimah7* 1,2,3,4,5,6,7Fakultas Bisnis dan Humaniora. Ilmu Hubungan Internasional. Universitas Teknologi Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia Email: hidayat. chotimah@staff. (* : coressponding autho. Abtsrak - Pendidikan lingkungan merupakan salah satu upaya yang ditujukan untuk melestarikan lingkungan sekitar agar tidak merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya untuk melestarikan lingkungan tersebut perlu dilakukan sejak dini agar dapat tertanam kesadaran dan kebiasaan akan pentingnya alam bagi manusia serta mengurangi adanya ancaman bagi keamanan manusia yang meliputi tujuh aspek yaitu keamanan ekonomi, pangan, kesehatan, lingkungan, personal, komunitas, dan politik. Untuk mewujudkan hal tersebut maka tim pengabdian Universitas Teknologi Yogyakarta berupaya melakukan sosialisasi kepada siswa-siswi sekolah TK untuk mewujudkan salah satu aspek keamanan manusia khususnya terkait dengan keamanan Kegiatan tersebut telah mendorong antusiasme peserta didik pada tingkat sekolah TK untuk belajar di luar kelas sekaligus melestarikan lingkungan sekitar. Kata Kunci: Pendidikan Lingkungan. Keamanan Manusia. Keamanan Lingkungan. Usia Dini Abstract - Environmental education is one of the efforts aimed at preserving the surrounding environment so as not to harm humans and other living things. Efforts to preserve the environment need to be carried out early on so that awareness and habits of the importance of nature for humans can be instilled and threats to human security can be reduced, which include seven aspects, namely economic, food, health, environmental, personal, community, and political security. To realize this, the Yogyakarta Technology University community service team is trying to conduct socialization with kindergarten students to help them realize one aspect of human security, especially environmental security. This activity has encouraged the enthusiasm of students at the kindergarten level to learn outside the classroom while preserving the surrounding environment. Keywords: Environmental Education. Human Security. Environmental Security. Early Age PENDAHULUAN Lingkungan merupakan salah satu aspek penting yang dibutuhkan bagi manusia maupun makhluk hidup lainnya untuk melangsungkan kehidupannya. Fungsi lingkungan hidup sangat vital sebagai penyangga bagi kehidupan sehingga kualitas dan fungsi lingkungan hidup perlu dilestarikan dan diupgrade agar dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan manusia dari satu generasi ke generasi selanjutnya secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sebagai bentuk pembangunan berkelanjutan (Safitri et al. , 2. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan adanya pendidikan lingkungan sejak usia dini sehigga tertanam kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan pada usia tersebut. Peduli lingkungan pada dasarnya merupakan sebuah sikap dan tindakan yang ditujukan untuk mencegah dan memperbaiki adanya kerusakan lingkungan alam sekitar (Ismail. Pendidikan lingkungan menurut Braus & Wood yang dikutip oleh Safira dan Wati (Safira & Wati, 2. disebutkan sebagai sebuah proses yang memiliki tujuan dalam mengembangkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang seluruh aspek lingkungan termasuk permasalahanpermasalahan yang terkait, serta yang memiliki pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi, ataupun komitmen untuk mewujudkannya dalam bentuk aksi nyata baik secara individu maupun kolektif. Sejatinya pendidikan merupakan usaha secara sadar yang dilakukan dalam rangka mewujudkan warisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Artinya, pendidikan dapat menjadikan generasi sekarang dan sebelumnya sebagai sosok panutan bagi pengajaran generasi selanjutnya (Rahman BP et al. , 2. Pendidikan sendiri membutuhkan perhatian dan partisipasi dari semua kalangan. Artinya, tanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan bukan hanya melekat pada siswa dan tenaga pendidiknya saja melainkan juga melibatkan peran serta orang tua siswa, masyarakat, dan pemerintah (Hidayat & Abdillah, 2. Pendidikan di sini juga tidak hanya Zahra Zamaya | https://journal. id/index. php/amma | Page 514 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 terjadi di dalam kelas saja dimana guru menjelaskan kepada siswa lalu siswa menjawab soal yang telah dijelaskan. Interaksi seperti ini tidak sepenuhnya efektif dan kondusif di mana beberapa siswa terutama siswa yang masih berusia dini membutuhkan cara belajar diluar lingkungan kelas. Maka dari itu perlu adanya pendidikan diluar kelas dan melakukan praktik untuk menambah kecerdasan ketrampilan sejak dini. Hal ini dapat merubah cara berfikir siswa sejak dini yang belajar secara praktik karena tidak hanya mengetahui teori saja, namun hal ini membuat siswa semangat belajar karena sistem pembelajaran yang membuat siswa nyaman. Dalam hal ini, pendidikan lingkungan yang juga mengadopsi pembelajaran di luar kelas sangat penting untuk diperkenalkan kepada siswasiswa pada usia dini tersebut. Melihat kondisi yang telah dipaparkan, maka kami. Tim Pengabdian dari Universitas Teknologi Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat dengan tema AuKelestarian LingkunganAy yang mengangkat tema khusus yaitu AuPeran Pendidikan Lingkungan Dalam Membangun Kesadaran Dan Partisipasi Siswa Dalam Menciptakan Pelestarian Lingkungan Sejak DiniAy. Program pengabdian masyarakat ini diakukan untuk membangun semangat belajar para siswa/siswi mulai dari rentang usia 5-6 tahun. Kami melakukan pengabdian masyarakat di TK Puspa Siwi 1 dalam menciptakan keamanan pendidikan melalui konsep keamanan manusia . uman securit. Konsep keamanan manusia menjadi landasan dalam kegiatan pengabdian mengingat bahwa ancaman terhadap keamanan manusia terdiri dari tujuh kategori di mana salah satunya adalah ancaman Sementara bentuk ancaman lainnya mencakup ekonomi, pangan, kesehatan, personal, komunitas, dan politik (Chotimah et al. , 2. Adapun dalam pelaksanaan kegiatan ini, terdapat beberapa tujuan yaitu untuk membangun kesadaran dan partisipasi bagi siswa/siswi di TK Puspa Siwi 1. Pengabdian dengan tema AuKelestarian LingkunganAy ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa/siswi yang berada di TK Puspa Siwi 1 serta memberikan banyak contoh metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Terkait dengan adanya pengabdian ini untuk membangun kesadaran dan partisipasi yang sebelumnya di TK Puspa Siwi 1 tidak tertarik akan adanya pembelajaran diluar kelas maka setelah melakukan pengabdian dengan cara yang menyenangkan siswa/siswi TK Puspa Siwi 1 menjadi lebih semangat dalam melakukan pembelajaran dan berdasarkan dengan adanya pengabdian ini membuat minat bakat siswa tumbuh secara langsung. METODE Pengabdian masyarakat dengan tema kelestarian lingkungan ini dilakukan di TK Puspa Siwi 1. Desa Margoagung . Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pengabdian ini kami memberikan edukasi mengenai dampak kelestarian lingkungan terhadap seorang individu serta kami melakukan praktik penanaman tanaman. Adapun sasaran sebagai pelaksanaan pengabdian kami yaitu anak yang rentan usia 5 sampai dengan 6 tahun. Dalam pengabdian ini kami menggunakan konsep keamanan manusia yang telah kami rancang untuk melaksanakan pengabdian. Keamanan manusia . uman securit. merupakan ancaman bagi manusia yang dapat berasal dari dua faktor utama, yang pertama adalah faktor rasa aman dari ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat bahwa zaman yang serba modern ini banyak masyarakat yang enggan untuk merawat kelestarian lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan konsep pemberdayaan masyarakat dengan keterlibatan setiap pihak di dalamnya. Adapun skema dan jadwal yang kami laksanakan untuk pengabdian terdiri dari beberapa tahapan yaitu Tahap Persiapan yang terdiri dari Observasi lokasi. Surat Menyurat untuk Perijinan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat. Diskusi Bersama Guru TK untuk membuat atau merancang Bentuk Kegiatan Pengabdian yang akan dilaksanakan. Tahap Berikutnya yaitu Tahap Pelaksanaan Kegiatan yang terdiri dari Perkenalan dan Penyusunan Kelompok serta Yel-Yel. Pengenalan Tanaman, dan Perawatan Tanaman. Tahapan yang terakhir yaitu Penutupan yang berupa Evaluasi dari pelaksanaan kegiatan yang sudah berlangsung. Berikut Bagan Tahapan Proses Pelaksanaan Pengabdian yang telah kami lakukan. Zahra Zamaya | https://journal. id/index. php/amma | Page 515 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 Pelaksanaan AObservasi APerijinan APerancangan Kegiatan AEvaluasi Kegiatan APerkenalan. Pembentukan Kelompok. Yel-Yel APengenalan Tanaman APerawatan Tanaman Persiapan Penutup Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam rangka membentuk karakter anak sejak usia dini, pembiasaan sejak usia dini merupakan metode yang dianggap mampu membentuk karakter cinta lingkungan seperti kemampuan merawat alam sekitar ataupun bentuk kepedulian serta tolong menolong kepada sesama dan lingkungan (Mulyatno, 2. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini kami memandang bahwa kita perlu untuk selalu memperbaiki proses pendidikan siswa/siswi pada rentang usia dini termasuk pada usia 5-6 tahun. Ketika pendidikan dimulai sejak dini melalui proses belajar mengajar yang benar maka akan menumbuhkan seorang individu yang berfikir secara kritis dan secara tidak langsung memiliki kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami melibatkan jumlah peserta TK sekitar 18 siswa. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan yaitu: Perkenalan. Membuat Yel-yel dan Pembagian Kelompok Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan doa bersama yang bertujuan agar dilancarkan seluruh rangkaian kegiatan. Setelah doa bersama, kami memandu siswa/siswi untuk membuat yelyel. Yel-yel dilakukan dengan tujuan agar anak-anak mendapatkan semangat untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kemudian siswa/siswi dibagi menjadi 3 Kelompok yang terdiri dari kurang lebih 6 anak dan dipandu oleh tim yang sudah dibagi. Gambar 2. Pembagian Kelompok dan Menyanyikan Yel-Yel Zahra Zamaya | https://journal. id/index. php/amma | Page 516 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 Pengenalan Tanaman Program pengabdian masyarakat yang telah kami lakukan dengan memperkenalkan tanaman Brokoli Hijau. Rombusa. Ruwela dan Asoka yang memiliki manfaat pada lingkungan sekitar. Kemudian kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan menanam tanaman dengan sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat menanam yang juga penting untuk menjaga kelestarian hidup hewan dan tumbuhan. Dalam hal ini, kami menjelaskan bahwa berkat tanaman, ketersediaan sumber makanan bagi hewan dapat terus berlangsung dengan baik. Mulai dari buah-buahan segar hingga berbagai sayuran yang juga bisa dikonsumsi oleh manusia, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin. Selain itu, dengan menanam tanaman kita juga berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasaan global karena tanaman mampu menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen sehingga membantu mengurangi efek rumah kaca. Gambar 3. Kegiatan Menanam Tanaman bersama siswa TK Perawatan Tanaman Salah satu aktivitas yang kami ajarkan untuk merawat tanaman yang paling mudah adalah dengan menyiram tanaman tersebut. Menyiram tanaman adalah salah satu aspek penting dalam merawat tanaman agar tetap sehat dan subur. Namaun, sebelum menyiram tanaman, hal yang perlu dilakukan adalah memeriksa tanah, lalu tusuk jari kedalam tanah sedalam beberapa sentimeter. Jika tanah terasa kering maka tanaman perlu disiram secara menyeluruh sampai air mengalir keluar dari lubang polybag. Kami juga menyampaikan kepada peserta didik tentang hal-hal yang perlu dihindari ketika menyiram tanaman yaitu hindari menyiram daun karena dapat menyebabkan penyakit jamur, dan gunakan air yang berkualitas serta sesuaikan frekuensi penyiraman. Frekuensi penyiraman tergantung pada jenis tanaman, kondisi, dan iklim. Tanaman yang ditanam di polybag biasanya membutuhkan penyiraman lebih sering daripada tanaman yang ditanam di tanah. Tidak lupa kami juga menyampaikan kepada para peserta didik tentang manfaat dari menyiram tanaman yaitu agar tanaman tetap sehat dan subur. Dalam hal ini, air merupakan komponen penting bagi proses fotosintesis yang dilakukan tanaman untuk menghasilkan makanan. Air juga membantu mengangkut nutrisi ke seluruh bagian tanaman dan menjaga sel-sel tanaman agar tetap terhidrasi. Zahra Zamaya | https://journal. id/index. php/amma | Page 517 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 Gambar 4. Menyiram Tanaman Bersama Siswa-Siswi TK Penutup Kegiatan terakhir dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di sekolah ini yaitu melakukan evaluasi dengan menanyakan kekurangan ataupun tantangan yang dilakukan siswa-siswi TK untuk menanam tanaman buah dan sayuran serta pengalaman-pengelaman mereka di rumah apakah pernah ikut membantu orang tuanya menanam tanaman atau tidak. Gambar 5. Evaluasi Kegiatan Pengabdian KESIMPULAN Pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, namun perlu adanya pendidikan diluar kelas. Proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan oleh seorang guru yang menjelaskan kepada muridnya, namun murid harus mempunyai pemikiran yang kritis. Lingkungan sebagai tempat hidup yang menopang berbagai aktivitas makhluk hidup perlu dijaga dan dirawat. Jangan sampai ketidaktahuan anak-anak sejak dini justru mengantarkan pada ancaman kerusakan lingkungan ke depannya. Secara tidak langsung permasalahan ini membentuk ancaman terhadap keamanan manusia yang tanpa disadari berasal dari ulah manusia itu sendiri. Seperti halnya ketika seorang individu yang lahir dari kecil hingga dewasa tidak dibekali untuk merawat lingkungan sekitar, maka lama kelamaan kelestarian lingkungan sekitar akan menurun akibat perkembangan Kurangnya pendidikan sejak dini terkait kelestarian lingkungan sangat berpengaruh terhadap Zahra Zamaya | https://journal. id/index. php/amma | Page 518 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3. No. 7 Agustus . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 514-519 suatu negara. Ketika kemanan manusia mulai menjadi ancaman suatu negara, maka secara khusus hal ini akan berdampak pada keamanan global. Dengan demikian peningkatan pendidikan diluar kelas ini dapat dimulai dari hal kecil yaitu mengenalkan kepada siswa/siswi mulai dari sejak dini untuk melindungi lingkungan sekitar dengan cara merawat tenaman. Sebagaimana yang telah penulis lakukan kegiatan pengabdian di TK Puspa Siwi 1 berhasil untuk membentuk karakter siswa/siswi TK Puspa Siwi 1 untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Dapat dilihat ketika kegiatan pengabdian berakhir siswa/siswi TK Puspa Siwi 1 mereka secara mandiri memiliki antusias untuk mengetahui lebih dalam mengenai manfaat tanaman yang mereka tanam. REFERENCES