AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 AuKolaborasi Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur: Sosialisasi Bahaya Narkotika. Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga SelatanAy Siti Nurhidayati. Ratnawati. Lina Januriawati. Isfi Sholihah Universitas Hamzanwadi Email: kkn. kalsel67@gmail. ABSTRAK Generasi muda merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, keberlangsungan bangsa menghadapi tantangan serius berupa penyalahgunaan Narkotika. Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Universitas Hamzanwadi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkob. Polres Lombok Timur untuk mengedukasi pelajar di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Sosialisasi bahaya NAPZA di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Sosialisasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis, melibatkan kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur. Satres Narkoba Polres Lombok Timur membawa pengalaman dan otoritas dalam memberikan informasi yang akurat mengenai bahaya NAPZA. Sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan kasus penyalahgunaan NAPZA, mereka memiliki wawasan yang luas mengenai situasi di lapangan, termasuk pola penyebaran NAPZA dan dampaknya terhadap Kata Kunci: KKN. Satres Narkoba. NAFZA. MTs MA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Pendahuluan Generasi muda merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, keberlangsungan bangsa menghadapi tantangan serius berupa penyalahgunaan Narkotika. Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya merusak individu secara fisik dan mental, tetapi juga memberikan dampak sosial yang merugikan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Menghadapi tantangan ini. Universitas Hamzanwadi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkolaborasi dengan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkob. Polres Lombok Timur untuk mengedukasi pelajar di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Penyalahgunaan Narkotika. Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan salah satu ancaman serius terhadap masa depan generasi muda Indonesia. Data menunjukkan bahwa remaja sering kali menjadi target utama peredaran gelap narkoba, dengan lingkungan sekolah sebagai salah satu sasaran potensial. Dalam beberapa dekade terakhir, dampak buruk NAPZA telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, terutama pada kalangan remaja yang berada pada AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 masa pencarian jati diri. Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari pengaruh negatif tersebut, mengingat mereka akan menjadi penerus cita-cita pembangunan Lombok Timur, sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak luput dari tantangan ini. Wilayah tersebut menghadapi berbagai dinamika sosial yang memengaruhi kehidupan generasi muda, termasuk akses terhadap informasi yang memadai tentang bahaya NAPZA. MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan, sebagai institusi pendidikan yang mencetak generasi penerus, menjadi salah satu titik strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Lembaga pendidikan ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, meningkatkan kesadaran mereka terhadap ancaman yang ada, dan memperkuat kemampuan mereka untuk menolak godaan atau tekanan yang mengarah pada penggunaan NAPZA. Program sosialisasi bahaya NAPZA yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi bekerja sama dengan Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkob. Polres Lombok Timur merupakan wujud nyata dari upaya kolaboratif dalam pencegahan masalah ini. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada para siswa tentang berbagai aspek NAPZA, mulai dari definisi, jenis-jenis, hingga dampaknya terhadap kesehatan, psikologi, dan sosial. Sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan. MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter siswa agar terhindar dari jerat narkoba. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui program sosialisasi bahaya NAPZA. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menciptakan generasi yang sadar akan bahaya NAPZA dan mampu menghindari pengaruh negatifnya. Pelajar yang masih dalam tahap pembentukan karakter merupakan sasaran strategis dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Dengan memberikan pengetahuan yang memadai, diharapkan pelajar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing. Artikel ini akan membahas proses kegiatan sosialisasi, hasil, dan dampaknya bagi pelajar di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Metode Pengabdian Sosialisasi bahaya NAPZA di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Sosialisasi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis, melibatkan kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur. Berikut adalah metode yang digunakan: Persiapan Mahasiswa KKN dan Satres Narkoba melakukan koordinasi untuk menyusun materi Materi mencakup definisi NAPZA, jenis-jenis, dampak penggunaan, serta cara pencegahan. Persiapan logistik meliputi alat presentasi, leaflet edukasi, dan media visual. Melakukan survei awal di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan untuk memahami tingkat pengetahuan siswa tentang NAPZA. Pelaksanaan Sosialisasi Pembukaan: Kegiatan dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah, perwakilan mahasiswa KKN, dan perwakilan Satres Narkoba. Materi Utama: Pemaparan materi dilakukan secara interaktif menggunakan slide presentasi dan video edukasi. Materi disampaikan oleh perwakilan Satres Narkoba dengan pendampingan mahasiswa KKN. Diskusi Kelompok: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk berdiskusi mengenai bahaya NAPZA dan cara mereka menghindarinya di kehidupan sehari-hari. Evaluasi dan Penutup Dilakukan sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Mahasiswa KKN membagikan kuesioner untuk mengevaluasi tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah sosialisasi. Penyerahan poster dan leaflet edukasi kepada pihak sekolah untuk melanjutkan upaya pencegahan NAPZA. Hasil Pengabdian dan Pembahasan Pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Lembaga pendidikan, baik formal maupun informal, memiliki peran strategis dalam memberikan informasi dan pembinaan kepada generasi muda. Melalui pendidikan, siswa tidak hanya diberikan pengetahuan akademis, tetapi juga nilai-nilai moral dan keterampilan hidup yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk godaan untuk menyalahgunakan NAPZA. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan, sebagai institusi pendidikan berbasis agama, memiliki pendekatan unik dalam menyampaikan edukasi kepada siswa. Nilainilai keagamaan yang diajarkan di sekolah ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter siswa yang kuat dan berintegritas. Dengan menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dengan edukasi tentang bahaya NAPZA, siswa diharapkan mampu memahami betapa pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang merusak diri sendiri dan melanggar norma agama maupun sosial. Namun, tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi tentang NAPZA tidaklah sederhana. Keterbatasan sumber daya, kurangnya materi pembelajaran yang relevan, serta minimnya akses terhadap narasumber ahli menjadi kendala yang sering dihadapi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti universitas dan aparat kepolisian, menjadi langkah penting untuk mengatasi tantangan ini. Hasil Kegiatan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur memiliki peran yang saling melengkapi dalam program sosialisasi ini. Mahasiswa KKN membawa semangat dan pendekatan yang segar dalam menyampaikan informasi kepada siswa. Mereka memahami dinamika dan karakteristik generasi muda, sehingga mampu berkomunikasi dengan cara yang lebih dekat dan relevan. Di sisi lain. Satres Narkoba Polres Lombok Timur membawa pengalaman dan otoritas dalam memberikan informasi yang akurat mengenai bahaya NAPZA. Sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan kasus penyalahgunaan NAPZA, mereka memiliki wawasan yang luas mengenai situasi di lapangan, termasuk pola penyebaran NAPZA dan dampaknya terhadap Kolaborasi ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan informasi yang komprehensif dan Pendekatan yang interaktif, seperti diskusi kelompok dan tanya jawab, memberikan ruang bagi siswa untuk aktif berpartisipasi dan mengeksplorasi pemahaman mereka tentang NAPZA. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan edukasi satu arah, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Sosialisasi yang dilakukan memperoleh respon positif dari siswa MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Berikut adalah beberapa hasil yang diperoleh: Peningkatan Pengetahuan: Berdasarkan analisis kuesioner, lebih dari 85% siswa AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 memahami definisi, jenis, dan dampak NAPZA setelah sosialisasi. Komitmen Siswa: Sebagian besar siswa menyatakan komitmen untuk menjauhi lingkungan yang berpotensi terpapar NAPZA. Partisipasi Aktif: Siswa antusias mengikuti diskusi dan berkontribusi dalam memberikan ide terkait pencegahan NAPZA di lingkungan sekolah dan rumah. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pembahasan Pada Sabtu, 12 Oktober 2024. MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi, bekerja sama dengan Satres Narkoba Polres Lombok Timur. Hadir sebagai pemateri utama. Lalu Iqbal. Ap. , menyampaikan materi edukatif dan interaktif kepada puluhan pelajar dengan tujuan meningkatkan kesadaran mereka terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Satres Narkoba menunjukkan efektivitas dalam penyampaian pesan kepada siswa. Satres Narkoba, dengan pengalaman di lapangan, mampu memberikan pemahaman yang realistis mengenai bahaya NAPZA. Sementara itu, mahasiswa KKN berperan menjembatani komunikasi dengan siswa melalui pendekatan yang lebih dekat dan informal. Dalam paparannya. Lalu Iqbal menjelaskan jenis-jenis narkotika, dampak penggunaannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh para pelajar. "NAPZA bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan dan harapan. Kalian adalah generasi penerus bangsa, dan tanggung jawab kalian adalah menjaga diri dan lingkungan dari ancaman ini," ujarnya. Salah satu poin menarik dalam sosialisasi ini adalah sesi tanya jawab yang penuh Para siswa dengan semangat mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 bagaimana cara mengenali teman yang terlibat narkoba hingga langkah melaporkan penyalahgunaan narkoba secara anonim. Lalu Iqbal dengan sabar memberikan jawaban yang tidak hanya informatif tetapi juga membangun kesadaran kolektif di antara peserta. Menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia mencapai 3,2 juta jiwa pada tahun 2023. Statistik ini menjadi pengingat bahwa pencegahan dini, seperti sosialisasi yang dilakukan di MTs dan SMA Darussolihin, adalah langkah strategis untuk menekan angka tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen edukasi tetapi juga pengingat pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam memerangi ancaman Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai sekolah untuk menciptakan generasi yang lebih sadar, peduli, dan berani melawan narkoba. Selain itu, pendekatan diskusi kelompok terbukti efektif dalam membangun kesadaran Siswa merasa lebih nyaman berbagi pandangan dan ide ketika berada dalam kelompok Hasil diskusi menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bimbingan rutin untuk memahami bagaimana cara mengatasi tekanan lingkungan yang berisiko. Dampak Kegiatan Sosialisasi Bagi Siswa MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Kegiatan sosialisasi tentang bahaya Narkotika. Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi bekerja sama dengan Satres Narkoba Polres Lombok Timur memberikan pengaruh yang signifikan bagi siswa di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Dampak ini mencakup aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, serta hubungan sosial siswa dalam upaya menciptakan generasi yang bebas dari ancaman NAPZA. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai dampak yang dirasakan oleh siswa: Peningkatan Pengetahuan tentang NAPZA Salah satu dampak utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman siswa mengenai NAPZA. Materi sosialisasi yang disampaikan secara sistematis, seperti definisi, jenis-jenis, serta bahaya penggunaan NAPZA, memberikan wawasan baru kepada siswa. Sebelum sosialisasi, banyak siswa yang hanya mengetahui istilah narkotika secara umum tanpa memahami jenis-jenisnya, seperti psikotropika atau zat adiktif lainnya. Setelah kegiatan ini, mereka mampu membedakan berbagai jenis NAPZA serta memahami efek buruknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Sebagai contoh, siswa kini lebih menyadari dampak jangka panjang penggunaan NAPZA, seperti gangguan fungsi otak, penurunan produktivitas, hingga risiko kecanduan yang sulit diatasi. Peningkatan pemahaman ini juga terlihat dari hasil evaluasi kuesioner, di mana lebih dari 85% siswa menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan setelah sosialisasi dibandingkan sebelum kegiatan berlangsung. Pembentukan Sikap Anti-NAPZA yang Lebih Kuat Pengetahuan yang diperoleh siswa mendorong terbentuknya sikap tegas untuk menolak pengaruh buruk NAPZA. Dalam diskusi kelompok yang dilakukan selama sosialisasi, siswa diajak untuk berbagi pandangan tentang cara menghindari lingkungan yang rawan terhadap penyalahgunaan NAPZA. Diskusi ini tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, tetapi juga memperkuat tekad mereka dalam menjaga diri dari godaan tersebut. Sikap anti-NAPZA ini ditunjukkan melalui komitmen siswa yang diungkapkan secara langsung dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sebagian besar siswa menyatakan kesiapan untuk menjadi teladan bagi teman-temannya dan mendorong lingkungan yang bebas dari NAPZA. Kegiatan ini juga memotivasi siswa untuk lebih berani melaporkan AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 jika melihat indikasi penyalahgunaan NAPZA di lingkungan mereka. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Penguatan Keterampilan Hidup (Life Skill. Sosialisasi ini juga berdampak pada peningkatan keterampilan hidup siswa. Mereka diajarkan berbagai cara untuk mengenali situasi berisiko yang dapat mengarahkan pada penyalahgunaan NAPZA serta strategi untuk menghindarinya. Beberapa keterampilan yang ditekankan dalam kegiatan ini meliputi: Kemampuan mengambil keputusan: Siswa dilatih untuk membuat keputusan yang tepat saat menghadapi tekanan dari teman sebaya yang mencoba memperkenalkan NAPZA. Keterampilan komunikasi: Melalui diskusi kelompok, siswa belajar menyampaikan pendapat dengan jelas dan meyakinkan, terutama dalam menolak ajakan yang Manajemen stres: Siswa diberikan pemahaman bahwa salah satu alasan seseorang mencoba NAPZA adalah untuk mengatasi stres. Oleh karena itu, mereka diajarkan cara-cara sehat untuk mengelola stres, seperti melalui olahraga, hobi, atau berbicara dengan orang terpercaya. Keterampilan ini memberikan bekal penting bagi siswa untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di Meningkatkan Kesadaran Kolektif di Kalangan Siswa Sosialisasi ini tidak hanya memberikan dampak individu, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif di antara siswa. Kegiatan diskusi kelompok menciptakan ruang bagi siswa untuk saling berbagi pandangan dan membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas NAPZA. Kesadaran kolektif ini tercermin dalam upaya siswa untuk bersama-sama membuat strategi pencegahan, seperti membentuk kelompok penggerak anti-NAPZA di sekolah. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan membantu mengidentifikasi potensi risiko di lingkungan sekolah. Penguatan Hubungan antara Siswa dan Guru Sosialisasi ini juga berkontribusi pada penguatan hubungan antara siswa dan Dengan adanya kegiatan ini, siswa merasa bahwa pihak sekolah peduli terhadap kesejahteraan mereka. Guru yang berperan aktif selama kegiatan turut mendukung AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 siswa dalam memahami materi serta mendorong mereka untuk bertanya atau AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Hubungan yang lebih dekat ini memungkinkan siswa merasa lebih nyaman untuk berbicara tentang masalah mereka, termasuk jika mereka merasa terancam oleh pengaruh NAPZA di luar sekolah. Hal ini menciptakan suasana yang lebih terbuka dan kondusif untuk mendeteksi serta mencegah penyalahgunaan NAPZA sejak dini. Penanaman Nilai-Nilai Moral dan Religius Sebagai sekolah yang berbasis nilai-nilai keagamaan. MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan moralitas kepada siswa. Kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana efektif untuk mengaitkan bahaya NAPZA dengan nilai-nilai agama. Siswa diajarkan bahwa menggunakan NAPZA tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga melanggar ajaran agama yang mengajarkan pentingnya menjaga tubuh sebagai amanah dari Tuhan. Pendekatan religius ini memperkuat tekad siswa untuk menjauhi segala hal yang dapat merusak diri mereka, termasuk NAPZA. Meningkatkan Kesadaran tentang Peran Keluarga Kegiatan ini juga membantu siswa menyadari pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan NAPZA. Materi sosialisasi menekankan bahwa komunikasi yang baik dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya dapat menjadi langkah awal dalam melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan. Siswa didorong untuk lebih terbuka terhadap keluarga mengenai masalah yang mereka hadapi. Dengan demikian, keluarga dapat memberikan dukungan yang diperlukan untuk mencegah siswa terjerumus ke dalam lingkaran penggunaan NAPZA. Dampak Jangka Panjang bagi Karakter Siswa Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terbentuknya karakter siswa yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup. Pendidikan antiNAPZA yang diberikan tidak hanya bermanfaat untuk mencegah penyalahgunaan zat berbahaya, tetapi juga membangun mentalitas siswa agar mampu mengambil keputusan yang baik di berbagai aspek kehidupan. Sebagai pelajar, mereka tidak hanya diharapkan mampu menjaga diri sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menginspirasi teman-teman sebaya untuk menjauhi NAPZA. Karakter ini penting untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Dampak dari sosialisasi bahaya NAPZA yang dilakukan oleh mahasiswa KKN AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Universitas Hamzanwadi dan Satres Narkoba Polres Lombok Timur di MTs dan SMA AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Darussolihin NW Kalijaga Selatan sangatlah signifikan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa, membentuk sikap anti-NAPZA yang kuat, meningkatkan keterampilan hidup, serta memperkuat hubungan sosial di antara siswa, guru, dan keluarga. Dengan bekal ini, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang tangguh, mandiri, dan berkomitmen untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan NAPZA. Dampak positif ini juga dapat terus diperkuat melalui program-program lanjutan yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penutup Sosialisasi bahaya NAPZA di MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi muda yang bebas narkoba. Dengan metode yang variatif dan partisipasi aktif seluruh elemen sekolah, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan sikap positif siswa terhadap ancaman narkoba. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi bekerja sama dengan Satres Narkoba Polres Lombok Timur merupakan langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang bebas dari pengaruh buruk NAPZA. Edukasi yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Harapan dari Program Sosialisasi: Program sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang bahaya NAPZA, siswa diharapkan mampu menjaga diri dari penyalahgunaan NAPZA dan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong pihak sekolah untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka memperkuat upaya pencegahan NAPZA. Melalui edukasi yang berkelanjutan dan pendekatan kolaboratif, diharapkan ancaman penyalahgunaan NAPZA dapat diminimalisir, sehingga generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, produktif, dan berintegritas. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 1. Februari 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Keberlanjutan program ini menjadi kunci untuk menjaga lingkungan sekolah tetap sehat dan aman. Selain itu, perlu adanya dukungan dari semua pihak, termasuk orang tua, komunitas, dan pemerintah, untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba secara menyeluruh. Rekomendasi Program sosialisasi ini dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak instansi terkait seperti organisasi masyarakat. Evaluasi berkala perlu dilakukan untuk memastikan program ini terus relevan dan Pemberdayaan duta anti-narkoba dapat diperkuat melalui pelatihan lanjutan dan kolaborasi dengan komunitas anti-narkoba. Dengan komitmen bersama. MTs dan SMA Darussolihin NW Kalijaga Selatan dapat menjadi pionir dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan bebas narkoba. Daftar Pustaka