Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. PelatihanKader KaderKesehatan KesehatanGigi GigiDan DanGizi GiziSeimbang Seimbang Pelatihan di Desa Karyamekar Kec. Cilawu Garut Dalam Mencegah Terjadinya Stanting di Desa Karyamekar Kec. Cilawu Garut Dalam Mencegah Terjadinya Stanting Received: 02 Desember 2025 Revised: 10 Desember 2025 Accepted: 24 Desember 2025 Denden Ridwan Chaerudin1*. Titi Nurhayati2. Umi Mahmudah3 Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Bandung, 2Prodi Kebidanan Bogor Poltekkes Kemenkes Bandung. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Bandung Email korespondensi: dendenchaerudin@gmail. ABSTRAK Stunting atau kekurangan gizi terjadi karena tubuh kekurangan zat gizi dari makanan dalam waktu lama. ABSTRAK gizi terjadi dari makanan Gizi GiziStunting yang baik gigi yang zat agar tubuh dan dapat gigi yang sehat penting bisa menyerap nutrisi dengan Penyakit gigi dan dan berhubungan Penyakit dan mulut gizi seseorang Karies yang parah status bisa membuat menjadi kurang. Angka Karies gigi yangGarut bisa membuat gizi dari Angka di Kabupaten di Kabupaten 23%, asupan lebih tinggi rata-rata Laporan PuskesmasGarut Bojongloa lebih tinggi dari rata-rata Laporan Puskesmas Bojongloa Desember 2022 mencatat 82 balita Desember 2022 mencatat 82 balita 38 balita bergizi buruk. Kegiatan ini tujuan Kegiatan pengetahuan dan keterampilan kader tentang kesehatan gigi dan gizi seimbang melalui program desa mitra,kader gigi dan gizi seimbang program ibu mitra. Sebanyak agar mereka agar mereka kader dari 10 posyandu Sebanyak 22 kader 10 posyandu 01Ae11 ikut serta. Nilai rata-rata 01Ae11 ikut serta. Nilaidari rata-rata 86% setelah 86% setelah Baik keterampilan . %). Luaran kegiatan ini videoBaik . %). YouTube. Luaran HAKI, dan ini video YouTube. HAKI, dan artikel publikasi Kata Kata ABSTRACT Stunting, or malnutrition, occurs when the body lacks essential nutrients from food over a long period. Proper nutrition helps maintain dental health, and healthy teeth are essential for optimal nutrient absorption. Oral diseases can affect a person's nutritional status and are associated with stunting, as severe dental caries can reduce nutrient In Garut Regency, the stunting rate reaches 23%, higher than the national average of 21%. According to the Bojongloa Health Center report in December 2022, 82 children experienced stunting, and 38 children were classified as severely malnourished. This program aims to improve the knowledge and skills of community health cadres regarding dental health and balanced nutrition through a village development program, enabling them to provide counseling to the community, especially pregnant women. A total of 22 cadres from 10 integrated health posts . , representing RW 01Ae11, participated. The average score before training was 65%, which increased to 86% after training, with cadresAo counseling skills rated as Good . %). The outputs of this community service activity include a YouTube video, intellectual property rights (HAKI), and published articles . Keywords: cadre. training, dental healt. PENDAHULUAN Tingginya angka stunting yang berdampak besar pada masa depan anak memerlukan perhatian dan penanganan serius dari seluruh lapisan masyarakat. Tingkat stunting di Kabupaten Garut saat ini mencapai 23%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 21%. Berdasarkan Laporan Kinerja Puskesmas Bojongloa. Kecamatan Cilawu. Kabupaten Garut tahun 2022, target pelayanan kesehatan gigi bagi ibu hamil belum tercapai sama sekali . %), termasuk jumlah ibu hamil yang seharusnya menjalani pemeriksaan kesehatan gigi juga tidak tercapai . %). Selain itu, terdapat keterbatasan sumber daya manusia di bidang kesehatan, dengan hanya satu tenaga Terapis Gigi dan Mulut yang P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Denden Ridwan Chaerudin. Titi Nurhayati. Umi Mahmudah Masalah yang ditemukan di lapangan adalah ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan di Kecamatan Karya Mekar. Kecamatan Cilawu. Kabupaten Garut, masih belum memadai untuk melayani 627 jiwa masyarakat. Pada tahun 2022. Kabupaten Garut tercatat memiliki prevalensi balita stunting tertinggi di Jawa Barat, yaitu 35,3% menurut SSGI. Di Kecamatan Karya Mekar. Kecamatan Cilawu, yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Bojongloa, masih ditemukan 82 balita mengalami stunting dan 38 balita dalam kondisi gizi buruk Pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut bekerja sama dengan Pemerintah Desa Karyamekar. Kecamatan Cilawu. Kabupaten Garut, telah dilaksanakan sejak Juni 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan para kader, serta mendapat respon positif dari pemerintah setempat dan masyarakat, khususnya ibu hamil. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan secara menyeluruh selama 7 bulan. Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan kader tentang kesehatan gigi dan gizi seimbang serta meningkatkan keterampilan mereka dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, selama pendampingan di lapangan. Pemilihan kader sebagai peserta program pengabdian masyarakat dilakukan dengan beberapa pertimbangan tertentu. Pertama, kader memegang peran penting sebagai perwakilan pemerintah untuk menjangkau masyarakat, serta bertindak sebagai fasilitator dan pelopor dalam pencegahan stunting, penyakit gigi, dan gizi burukKedua, kader membantu pemerintah dalam memantau dan mengevaluasi program terkait kasus stunting di masyarakat. Ketiga, kader berperan mengawasi ibu hamil yang berisiko mengalami stunting pada anak di masa depan. Berdasarkan peran dan alasan tersebut, pemahaman serta pengetahuan kader perlu ditingkatkan Kemampuan komunikasi kader juga harus ditingkatkan agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat sasaran dapat diterima dan dipahami dengan baik (Febriani dkk. , 2021. Yuliarti & Parlindungan, 2. Komunikasi yang efektif dari kader kepada masyarakat sasaran merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendorong perubahan perilaku, sehingga upaya menjaga kesehatan anggota masyarakat dapat berlangsung lebih baik dan cepat (Febriani et al. , 2021. Yuliarti & Parlindungan, 2. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mengadakan pelatihan bagi kader mengenai kesehatan gigi dan gizi seimbang di Desa Karyamekar sebagai langkah pencegahan stunting. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama bulan Juni hingga September Kegiatan diawali dengan perencanaan, pengurusan perizinan, rapat koordinasi, pembuatan media, pembentukan kader, persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan secara tatap muka, pendampingan kader, evaluasi, dan pembuatan laporan sebagaimana tergambar pada gambar 1. Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pengbadian Masyarakat Pembuatan Media Pembentukan kader Pelaksanaan pelatihan Pendampingan kader Evaluasi dan P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. Perencanaan Kegiatan Perencanaan kegiatan mulai dilakukan pada bulan Juni 2025. Perencanaan kegiatan tidak hanya dirumuskan oleh ketua pengabdian masyarakat, namun juga berkoordinasi dengan tim pengabdian masyarakat, pihak jurusan, dan pemerintahan terkait lainnya. Terdapat beberapa hal penting yang dihasilkan dari kegiatan perencanaan, diantaranya adalah konsep pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. alur perizinan yang harus dilakukan. perencanaan anggaran dana. hasil dan luaran yang ingin dicapai. Perencanaan kegiatan penting dilakukan untuk menyusun kegiatan dan capaian apa saja yang perlu diraih oleh tim sebagai tolak ukur keberhasilan program (Maduretno & Fajri, 2019. McKenzie. Neiger, & Thackeray. Sudaryono. Rahardja, & Lutfiani, 2. Pengurusan Perizinan Proses perizinan diakukan mulai dari tingkat jurusan. Direktorat. Puskesmas Bojongloa, hinggaPemerintah Desa Karyamekar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat telah disetujui dan mendapat dukungan dari pihak terkait, termasuk penyediaan sarana dan Prasarana selama kegiatan berlangsung. kemudahan pengurusan perizinan. dan penugasan beberapa mahasiswa untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Puskesmas Bojong Loa memberikan dukungan dengan melibatkan bidan desa dan tenaga kesehatan gigi dan mulut untuk memfasilitasi pengumpulan kader kesehatan gigi dari berbagai posyandu serta koordinasi Sementara itu. Pemerintah Desa Karyamekar menyediakan fasilitas pelatihan, termasuk ruangan, sound system, mikrofon. LCD proyektor, dan perlengkapan lainnya. Persiapan Kegiatan Persiapan pelaksanaan kegiatan meliputi rapat koordinasi, pembuatan modul pelatihan, penyediaan media pembelajaran seperti leaflet dan lembar balik, serta persiapan konsumsi, transportasi, dan kebutuhan logistik lainnya. Kegiatan ini dilakukan selama bulan Juli 2025 Pelatihan Tatap Muka Pelatihan kader kesehatan gigi dan mulut secara tatap muka dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2025, di Aula Desa Karyamekar. Peserta terdiri dari dua kader dari setiap posyandu, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 22 orang kader. Selain itu, hadir juga tamu undangan seperti perwakilan Puskesmas, ibu penggerak PKK, penanggung jawab kader, bidan desa, serta Sekretaris Desa Karyamekar. Kecamatan Cilawu, yang sekaligus membuka kegiatan pelatihan tersebut. Metode yang diterapkan dalam pelatihan meliputi ceramah, tanya jawab, dan praktik langsung menggunakan media model gigi serta lembar balik yang telah disiapkan oleh tim pengabdian masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pemeliharaan kesehatan gigi dan gizi seimbang, dengan beberapa topik diberikan secara berulang agar peserta lebih memahami dan terbiasa dengan materi tersebut. Evaluasi Kegiatan evaluasi adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis terhadap pelaksanaan atau hasil suatu program, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas program di masa mendatang (Guyadeen & Seasons, 2016. McKenzie et al. , 2022. Mertens & Wilson, 2. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan kegiatan, kendala yang dihadapi, serta menilai peningkatan P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Denden Ridwan Chaerudin. Titi Nurhayati. Umi Mahmudah pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan penyuluhan. Evaluasi peningkatan pengetahuan kader dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan peningkatan keterampilan kader dalam menyuluh dinilai menggunakan lembar ceklis. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk perbaikan kegiatan di masa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, berjalan dengan lancar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, kelebihan kegiatan, serta hambatan yang ditemui selama pelaksanaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan program di masa depan dan menjadi referensi bagi pihak lain yang ingin menyelenggarakan kegiatan serupa. Modul pelatihan kader kesehatan gigi dan gizi seimbang disusun oleh tim pengabdian masyarakat selama sekitar satu bulan untuk dibagikan kepada kader saat Materi dipilih agar kader dapat memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat, terutama ibu hamil, secara efektif. Selain modul, media lain seperti leaflet, model rahang, lembar balik, dan poster juga diberikan. Gambar 2. Media Pembelajaran Ketika pelatihan tatap muka, panitia yang terdiri dari enam orang secara aktif mendampingi kader untuk mengisi presensi, pre-test, dan post-test. Upaya pedampingan tersebut cukup efektif dilakukan, ditunjukkan dengan 100% peserta pelatihan mengisi pre-test dan post-test sehingga data dapat digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader. Gambar 3. Foto Bersama Panitia dan Kader Gambar 4. Pemberian Materi Pelatihan 22 . ua puluh du. kader terpilih menjadi kader kesehatan gigi. Kader berasal dari 10 Posyandu dan 11 RW desa Karyamekar, dimana masing-masing Posyandu diwakili oleh dua orang kader. Pengukuran peningkatan pengetahuan dilakukan ketika kegiatan pelatihan secara tatap muka menggunakan instrument berupa pre-test dan post-test. Terdapat 22 . ua puluh su. atau 100% dari jumlah seluruh kader yang dapat dinilai peningkatan pengetahuannya berdasarkan nilai pre-test dan post-test. Angka tersebut sudah lebih dari cukup untuk digunakan sebagai sampling untuk menggambarkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan gigi di Desa Karyamekar Kec. Cilawu. Tabel 1 Hasil Nilai Pre dan Post Test Penyuluhan Kader Di Desa Karyamekar Kec. Cilawu Kab. Garut P-ISSN 2829-5838 | E-ISSN 2829-2669 Jurnal Abdikemas Vol. 7 Nomor 2. Desember 2025 DOI: 10. 36086/abdikemas. PenyuluhanJumlah Kader Sebelum Setelah Tabel 2 Hasil Nilai Rata-rata Keterampilan Kader dalam Menyuluh Di Desa Karyamekar Kec. Cilawu Kab. Garut Jumla Kreteri Kader Baik . %) Cukup Kurang 19. %)3 Hasil dari pelatihan kader menunjukkan bahwa sebanyak 22 kader . %) kader yang mengisi pre-test dan post-test mengalam peningkatan pengetahuan, dimana sebelum diberikan penyuluhan 65% dari jumlah kader dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Dan setelahnya naik menjadi 86% . apat dilihat dalam tabel . Peningkatan pengetahuan peserta kader setelah mendapatkan pelatihan tersebut selaras dengan hasil studi terdahulu yang menyatakan bahwa kegiatan pelatihan dinilai efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta (Pratama. Puspitosari, 2021. Qodir, 2. Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap keterampilan dalam menyuluhan, rata- rata tertinggi dalam kategori baik sebanyak 19 Orang . %) dari 22 orang yang melakukan penyuluhan. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat di Desa Karyamekar sudah terlaksana. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembentukan kader kesehatan gigi, pelatihan kader, pendampingan kader pada saat memberikan penyuluhan pada ibu hamil. Berdasarkan evaluasi pada pengetahuan kader didapatkan hasil ada peningkatan pengetahuan kader tentang kesehatan gigi dan gizi seimbang dengan kreteria baik . %), dan hasil evaluasi terhadap keterampilan dalam menyuluh kader pada ibu hamil dengan kreteria baik. Agar Kader-kader kesehatan gigi dan mulut lebih terampil dalam memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya ibu hamil maka kegiatan ini harus tetap dilakukan disetiap kegiatan DAFTAR PUSTAKA