Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x IJCCS. Vol. No. July x, pp. ANALISIS TRADISI BUKHOREN SEBAGAI PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW: PERSPEKIF ZIKIR DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL-FITHORH JEJERAN (Analysis of the Bukhoren Tradition as a Celebration of the Prophet Muhammad's Birthday: The Perspective of Zikir and Islamic Educational Values at the Al-Fithorh Jejeran Islamic Boarding Schoo. Zuhaili Zulfa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta email: zed. kecil@gmail. Abstract This study aims to examine the implementation of the Bukhoren activities and the meanings embedded in this tradition. The method used is qualitative-descriptive research, which allows the researcher to deeply explore data related to the practices and values present in Bukhoren activities. The findings reveal that Bukhoren, as part of the religious traditions of the community, holds profound significance in various dimensions of Muslim life. This tradition reflects the love for Prophet Muhammad . eace be upon hi. through practices such as zikir . emembrance of Alla. , the recitation of the Shahih Al-Bukhari text, prayers, and salawat, which form part of the celebration of the Prophet MuhammadAos . eace be upon hi. Besides serving as a means of worship and spiritual reinforcement. Bukhoren also plays an educational role in preserving Islamic teachings and fostering Islamic brotherhood within the community. The conclusion of this study emphasizes that the Bukhoren tradition not only sustains religious values but also serves as a tool to build social solidarity and perpetuate Islamic cultural heritage across generations. Thus. Bukhoren is not merely a religious ritual but also a medium for Muslims to draw closer to Allah and emulate the noble character of Prophet Muhammad . eace be upon hi. Keywords: Bukhoren Traditions. Zikir and Salawat. Celebration of the Prophet's Birthday. Reading Sahih Al-Bukhari Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Bukhoren dan makna yang terkandung dalam tradisi tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk menggali data secara mendalam mengenai praktik dan nilai-nilai yang ada dalam kegiatan Bukhoren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Bukhoren, sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat, memiliki makna yang mendalam dalam berbagai dimensi kehidupan umat Islam. Tradisi ini mencerminkan kecintaan kepada Rasulullah Saw. melalui praktik zikir, pembacaan kitab Shahih Al-Bukhari, doa, dan salawat yang menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Selain berfungsi sebagai sarana ibadah dan penguatan spiritual. Bukhoren juga memiliki peran edukatif dalam melestarikan ajaran Islam serta mempererat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Bukhoren tidak hanya mempertahankan nilainilai keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk membangun solidaritas sosial dan meneruskan warisan budaya Islam secara turun-temurun. Dengan demikian. Bukhoren bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah media pengingat bagi umat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meneladani akhlak Rasulullah Saw. Kata kunci: Tradisi Bukhoren. Zikir dan salawat. Perayaan Maulid Nabi. Pembacaan Shahih Al-Bukhari. PENDAHULUAN Mencintai Rasulullah Saw. adalah salah satu bentuk buah dari keimanan seorang muslim setelah ia mengucapkan dua kalimat syahadah. Bentuk kecintaan ini antara lain termanifestasi dalam mempelajari kisah kehidupannya . irah nabawiyya. dari mulai kelahirannya sampai dengan wafatnya. Salah satu bahasan dalam kisah kehidupan beliau adalah Maulid Nabi Saw. Istilah Maulid Nabi itu merujuk pada waktu dan tempat kelahiran beliau. Tepatnya tanggal 12 Rabiulawwal, di kota Mekkah. Nabi Muhammad Saw. Sebagai bentuk rasa cinta, seiring berjalanya waktu, tanggal tersebut diperingati sebagai Maulid Nabi Muhammad Saw. Maulid Nabi Muhammad Saw. adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw. yang perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awwal dalam penanggalan Hijriyah2. Dengan kondisi dan budaya masyarakat setempat yang berbeda-beda, perayaan ini diselenggarakan dengan berbagai cara, seperti, pembecaan kitab DibaAo. Barjanzi, khitanan massal, pengajian, dan lain-lain di tempat, seperti surai, langgar, musala, masjid, dan pondok pesantren3. Masyarakat Indonesia merayakan Maulid Nabi dengan berbagai perayaan yang unik, dan umumnya berakar pada adat istiadat daerah setempat. Masyarakat Madura memiliki tradisi Muludhen. Masyarakat Minang memiliki tradisi Bungo Lado. Masyarakat Kudus memiliki tradisi Kirab Ampyang,4 dan lain sebagainya. Lahirnya ragam tradisi tersebut tidak terlepas dari faktor sosial, baik keagamaan maupun ekonomi5. Pondok pesantren Al-Fithroh yang terletak di dusun Jejeran, kelurahan Wonokromo, kecamatan Pleret, kabupaten Bantul. Yogyakarta, juga memiliki tradisi yang masih eksis sampai sekarang, yang dinamakan Bukhoren, sebagai bentuk perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. METODE Penulis memfokuskan penelitian ini pada rumusan masalah. bagaimana kegiatan Bukhoren dilaksanakan? Apa makna yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan Bukhoren AEEO II O II EOOA. and A I IOA:A ACN EO EIOOA,. A IEAAUA II O IIAUAOOA AEO EEA EA, al-abah al-tAsiah wa-al-arban (Bayrt. Dimashq: . A EAE EIA uA 2023 ,UA) EAEA, 59. Musohihul Hasan. AuNilaiAanilai Pendidikan Islam Dalam Maulid Nabi Muhammad SAW,Ay Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman 1, no. 1 (March 1, 2. : 211, https://doi. org/10. 35309/alinsyiroh. Imam Walid Asrofuddin Ulil Huda and Farikhah Farikhah. AuCinta Rasul Dalam Grebeg Tahu: Studi Tradisi Perayaan Maulid Nabi Di Desa Sumbermulyo. Kabupaten Jombang,Ay Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan 18, no. 2 (December 28, 2. : 152, https://doi. org/10. 37680/adabiya. Husnul Haq. AuBeda Pendapat Ulama soal Peringatan Maulid Nabi,Ay NU Online, accessed November 18, 2024, https://nu. id/fiqih-perbandingan/beda-pendapatulama-soal-peringatan-maulid-nabi-1CJmr. Huda and Farikhah. AuCinta Rasul Dalam Grebeg Tahu,Ay 152. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 37 dilaksankan dan mengetahui apa makna yang dapat diperoleh dari kegiatan Bukhoren. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif, yaitu penelitian yang datanya berupa kata-kata, kalimat-kalimat, yang dilakukan terhadap variabel mandiri tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lainnya. Tujuannya untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau kelompok tertentu atau untuk menentukan frekuensi atau penyebaran suatu gejala6. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan cara terjun lanngsung ke lapangan. melakukan pengamatan, observasi, dan wawancara. Setelah data terkumpul, untuk memperoleh makna kegiatan Bukhoren, dilakukanlah analisis berdasarkan konsep zikir. Sejauh pencarian penulis ditemukan dua penelitian dengan tema yang sama, yaitu: AuCinta Rasul dalam Grebeg Tahu: Studi Tradisi Perrayaan Maulid Nabi di Desa Sumbermulyo. Kabupaten JombangAy oleh Imam Walid Asrofuddin dan Farikhah. Masalah yang diangkat dalam penelitian tersebut adalah Grebeg Tahu yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sumbermulyo. Kecamatan Jogoroto. Kabupaten Jombang. Provinsi Jawa Timur. Indonesia. Dengan cara menanyakan bagaimana latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan bagaimana tradisi baru tersebut berkembang serta bagaimana dampaknya, penulisnya menggunakan metode fenomenologi dan diperkuat dengan pendekatan antropologi, serta teori Penemuan Tradisi Hobsbawm sebagai alat analisis, ditemukan bahwa masyarakat Sumbermulyo memiliki latar belakang sosial budaya sebagai penganut Sunni. Nahdhiyyin. Oleh karena mayoritas masyarakat Sumbermulyo adalah pengusaha UKM industri tahu, maka mereka melahirkan ritual Grebeg Tahu tersebut sebagai perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Tradisi ini memiliki dampak pada aspek sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan. Penelitian berjudul AuTradisi Malamang dalam Prosesi Acara Maulid Nabi Saw. PariamanAy oleh Siska Aprisia. Susas Rita Loravianti, dan Febri Yulika. Penelitian ini mendeskripsikan tradis Malamang dalam prosesi acara Maulid Nabi Saw. Kemudian menarik makna dari: status sosial, harga diri, ekonomi rakyat, dan konflik batin8. Dengan demikian, penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh penelitipeneliti lain, baik tema maupun tempat penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Singkat Pondok Pesantren Al-Fithroh Pondok pesantren Al-Fithroh merupakan pondok pesantren yang beralamat di Jejeran. Wonokromo. Pleret. Bantul. Daerah Istimewah Yogyakarta. Pondok pesantren ini didirikan oleh K. Abdul Muhith Nawawi pada tahun 19709. Pada tahun 2004, pendiri pondok pesantren ini. Abdul Muhith Nawawi, mengembuskan nafas terakhinya10. Sejak akhir itu, kepengasuhan dilanjutkan oleh K. Ahmad Mamsyad yang merupakan putra RifaAoi Abubakar. Pengantar Metodologi Penelitian (Yogyakarta: SUKA-Press, 2. , 6Ae7. Huda and Farikhah. AuCinta Rasul Dalam Grebeg Tahu. Ay Siska Aprisia. Susas Rita Loravianti, dan Febri Yulika. AuTradisi Malamang dalam Prosesi Acara Maulid Nabi Saw. di PariamanAy 3 (April 1, 2. , http://dx. org/10. 26887/bcdk. Jajaran Kepengurusan Pondok Pesantren Al-Fithroh. Buku Pendoman Santri Pondok Pesantren Al-Fithroh 2022-2023 (Yogyakarta: Ponpes Al-Fithroh, 2. Jajaran Kepengurusan Madrasah Diniyyah An-Nawawi. Buku Pedoman Santri Madrasah Diniyyah An-Nawawi (Yogyakarta: Madrasah Diniyyah An-Nawawi, n. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 38 pertama K. Abdul Muhith sampai dengan sekarang. Pondok pesantren Al-Fithroh merupakan lembaga pendidikan non-formal yang berkarakteristik semi modern/tradisional. Guna mewadahi kegiatan belajar mengajar . aAolim wa taAollu. pondok pesantren, maka dikelolalah Madrasah Diniyyah An-Nawawi dengan jadwal bergiliran antara santri putra dan putri. santri putra terjadwal pada malam hari dari jam 20. 00 sampai 15 WIB. Sedangkan, santri putri terjadwal pada sore hari dari jam 00 sampai dengan 17. 00 WIB. Setiap santri putra dan putri memiliki kegiatan masing-masing. mingguan dan bulanan. Adapun kegiatan Bukhoren yang akan menjadi objek penelitian penulis merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun satu kali. Rangkaian Kegiatan Bukhoren Inti dari kegiatan Bukhoren ini adalah pembacaan secara bersama-sama kitab Shahih Al-Bukhori. Namun, ada beberapa rangkaian acara lain yang dilaksanakan dalam kegiatan Bukhoren. Berikut ini pemaparannya: Pembacaan Kitab Mawlid Al-Barzanji oleh Para Santri Kitab Mawlid Al-Barzanji merupakan salah satu kitab sastra11 Arab ditulis oleh JaAofar ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Sayyid Muhammad ibn al Qutb al Arif Sayyid Rasul ibn Abdus Sayyid ibn Abdur Rasul ibn Qalandar ibn Abdus Sayyid ibn Isa ibn al Husain ibn Bayazid ibn al Mursyid Abdul Karim ibn al Qutb al AAozam al Ghauth al Fard al JamiAo Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail al Muhaddith ibn al Imam Musa al Kazim ibn al Imam JaAofar al Sodiq ibn al Imam Muhammad al Baqir ibn al Imam Ali Zainal Abidin al Sajjad ibn al Imam al Syahid al Husain ibn al Imam Amirul Mukminin Ali ibn Abu Talib A. Informasi nasab beliau ini menunjukkan beliau masih termasuk Ahli Bait Nabi Muhammad Saw. Penulis kitab ini dilahirkan di kota Madinah pada tahun 1126 H/1711 M, dan wafat di kota yang sama pada tahun 1177 H/1766 M13. Penamaan AyMaulid Al-BarzanjiAy merupakan nama ringkas dari kitab ini. Awalnya kitab ini ditulis dengan judul AoIqdul Jawabir14, dan ada yang menyatakan namanya adalah Ay AoIqdul Jauhar fy Maulidin Nabiyyil AzharAy15. Seiring berjalannya waktu kitab ini dinamakan Maulid AlBarzanji dengan menisbahkan kepada nama penulisnya yang diambil dari tempat asal keturunan Syaikh JaAofar, yaitu daerah Barzinj. Muhammad Ichsan Fauzi and Wirani Atqia. AuPenanaman Sikap Cinta Terhadap Rasul Dengan Mengamalkan Kitab Al Barzanji Di Desa Kampung Gili,Ay ISLAMIKA 3, no. 2 (July 30, 2. : 172, https://doi. org/10. 36088/islamika. Mirnawati Mirnawati. Amrah Kasim, dan Abd. Rauf Aliah. AuSimbol Mitologi Dalam Karya Sastra Teks Al-Barzanji (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Pasal . ,Ay 2016-12-29 4, no. : 475, https://doi. org/10. 24252/jdi. Mirnawati Mirnawati. Amrah Kasim, dan Abd. Rauf Aliah, 475. Mirnawati Mirnawati. Amrah Kasim, dan Abd. Rauf Aliah, 475. Sunnatullah. AuMaulid Barzanji: Penyusun. Keutamaan, dan Cara Bacanya,Ay NU Online, accessed November 19, 2024, https://nu. id/shalawat-wirid/maulid-barzanjipenyusun-keutamaan-dan-cara-bacanya-gIrO8. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 39 kawasan Arkad. Kuridistan16. Kitab ini ditulis dengan dua gaya, yaitu prosa dan puisi17, dengan sistematika sebagai berikut18: Tabel 1. Sistematika Kitab Maulid Al-Barzanji Pasal i VII XII XIV XVI XVII XVi Isi/Pembahasan Prolog Silsilah Nabi Muhammad Saw. Tanda-tanda Kelahiran Nabi Muhammad Saw. Kelahiran Nabi Muhammad Saw. Keadaan Nabi Muhammad Saw. saat lahir Berbagai Kelahiran Nabi Muhammad Saw. Masa Bayi Nabi Muhammad Saw. Masa Kanak-kanak Nabi Muhammad Saw. Masa Remaja Nabi Muhammad Saw. Pernikahan Nabi Muhammad Saw. dengan Sayyidah Khadijah Peletakan Hajar Aswad oleh Nabi Muhammad Saw. Kerasulan Nabi Muhammad Saw. Dakwah Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad Saw. IsraAoMiAoraj Nabi Muhammad Saw. Menyatakan Kerasulannya kepada Kaum Quraisy Nabi Muhammad Saw. Hijrah ke Madinah Kepribadian Nabi Muhammad Saw. Akhlak Nabi Muhammad Saw. Mirnawati Mirnawati. Amrah Kasim, dan Abd. Rauf Aliah. AuSimbol Mitologi Dalam Karya Sastra Teks Al-Barzanji (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Pasal . ,Ay 475Ae76. Fauzi and Atqia. AuPenanaman Sikap Cinta Terhadap Rasul Dengan Mengamalkan Kitab Al Barzanji Di Desa Kampung Gili,Ay 172. Mirnawati Mirnawati. Amrah Kasim, dan Abd. Rauf Aliah. AuSimbol Mitologi Dalam Karya Sastra Teks Al-Barzanji (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Pasal . ,Ay 476. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 40 XIX Doa/Penutup Pembacaan kitab ini di pondok pesantren Al-Fithroh dinamai dengan AoBarzanjenAo atau AoBerjanjenAo. Pada kegiatan Bukhoren ini, barzanjen dilaksanakan mulai pukul 03. 00 sampai dengan masuk waktu Subuh. Para santri dibangunkan dari tidur sejak sebelum pukul 03. 00 agar dapat mempersiapkan diri. Kemudian, para santri berkumpul di aula. Barzanjen dimulai dengan membaca surah Al-Fatihah yang . dikirimkan kepada Nabi Muhammad Saw. serta penulis kitab Mawlid Al-Barzanji yang dipimpin oleh santri senior. Kemudian para santri bersamasama membaca salawat dan pujian kepada Nabi Muhammad Saw. , serta menyimak perjalanannya . irah nabaw. Kegiatan Barzanjen ditutup dengan membaca doa penutup, kemudian dilanjutkan dengan makan-makan bersama . Setelah itu, dilanjutkan dengan jamaah salat Subuh. Pembacaan AuShalawat JawaAy Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah Pembacaan Shalawat Jawa oleh grup paduan suara yang terdiri dari bapak-bapak yang berusia sekitar di atas 40 tahun, yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan AuSesepuhAy19. Au. Shalawat Jawa. Ay20, demikianlah penulis dapat setelah melakukan wawancara dengan salah satu santri. Shalawat ini memiliki perbedaan dengan Shalawat Jawa lainnya yang umum dikenal masyarakat, seperti Sholawat Jawa Kuno Puji-pujian Tombo Ati. Sholawat Jawa Kuno Syi'ir Tanpa Waton. Sholawat Jawa Kuno Pitakonan Kubur21, dan lain sebagainya. Shalawat yang disenandungkan dalam Kegiatan Bukhoren ini, selain berisi unsur pokok shalawat, yaitu shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. keluarga, dan para sahabatnya, juga berisi syair-syair berbahasa Jawa yang mengandung unsur pelajaran-pelajaran Islam, seperti akidah dan Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08. 00 WIB. Dengan mengamati rangkaian kegiatan Bukhoren dan kondisi di lapangan, tujuan rangkaian kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk mengisi waktu yang senggang dengan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad Saw. dan penyampaian pesan-pesan ajaran Islam dan menunggu kehadiran para hadirin. Pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji oleh Pengasuh dan Para Hadirin Sekitar pukul 09. 00 WIB rangakaian kegiatan Pembacaan Shalawat Jawa selesai. Setelah itu, dilanjutkan dengan Pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji. Substansi rangkaian kegiatan ini tidak berbeda jauh dengan rangkaian kegiatan yang sama, yang dilakukan oleh para santri. Yang Merujuk ke Wikikamus . ttps://id. org/wiki/sesepu. , sesepuh adalah orang yang tertua dalam masyarakat. orang yang dutuakan atau dijadikan pemimpin karena banyak pengalaman dalam suatu organisasi dsb. Munan Zuhri, n. Komaruddin Bagja. AuSholawat Jawa Kuno. Lengkap dengan Arab dan Latinnya,Ay iNews. ID. November 9, 2024, https://w. id/lifestyle/muslim/sholawatjawa-kuno-lengkap-dengan-arab-dan-latinnya/all. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 41 membedakan adalah rangkaian kegiatan ini dipimpim langsung oleh pengasuh pondok pesantren dengan diikuti oleh hadirin yang hadiri dalam kegiatan Bukhoren. Pembacaan Kitab Shahih Al-Bukhari secara bersama-sama Sebelum penulis menguraikan rangkaian kegiatan ini, penulis akan sedikit mengulas tentang kitab Shahih Al-Bukhari. Sekilas tentang Kitab Shahih Al-Bukhari Shahih Al-Bukhori adalah nama salah satu karya dan juga salah satu kitab hadits yang ditulis oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Al-Mughirah bin Bardizbah al-JuAofi al-Bukhari. Beliau lahir di Bukkhara. Uzbekistan. Asia Tengah, pada tahun 194 H/810 M, dan wafat pada tahun 256 H/870 M. Shahih Al-Bukhori merupakan judul singkat dari nama asli kitab ini, yakni al-JamiAo al-Shahih al-Musnad al-Mukhtashar min Hadits Rasulillahi wa Sunanih wa Ayyamih22. Kitab ini disusun selama 16 Hadist yang termuat dalam kitab ini ada 7. 000 lebih, dengan perbedaan para ulama dalam perhitungannya23. Apabila kitab ini dicetak, maka akan menghasilkan sembilan jilid dengan klasifikasi sebagai berikut24: Tabel 2. Sistematika Kitab Shahih Al-Bukhari Jilid i Tema Kitab Permulaan Wahyu Kitab Iman Kitab Ilmu Kitab Wudhu Kitab Mandi Kitab Haid Kitab Tayammum Kitab Shalat Kitab Waktu-Waktu Shalat Kitab Adzan Kitab Shalat Jumat Kitab Haji Kitab Puasa Kitab Shalat Tarawih Kitab Jual Beli Kitab Salam (Tempah. Pemesana. Kitab Syuf 'ah (Penyewaa. Khoirul Mudawinun NisaAo. AuHADIS DI KALANGAN SUNNI (SHAHIH BUKHORI) DAN SYIAoAH (AL-KAFI Al- KULAINI),Ay 2017-07-31 3, no. : 43Ae45. Khoirul Mudawinun NisaAo, 46. Khoirul Mudawinun NisaAo, 46Ae48. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 42 VII Vi Kitab Ijarah (Upa. Kitab Wakalah (Perwakila. Kitab tentang Berladang dan Bercocok Tanam Kitab Distribusi Air (Pengaira. Kitab Masalah Hutang Kitab dalam Perselisihan Kitab Barang Temuan Kitab tentang Perbuatanperbuatan Zalim Kitab tentang Perseroan Kitab Pegadaian Kitab Pembebasan Budak Kitab Hibah Keutamaannya Kitab Persaksian Kitab Perdamaian Kitab Persyaratan Kitab Wasiat Kitab Jihad dan Ekpedisi Kitab Permulaan Makhluk Kitab Manaqib Kitab Berbagai Keutamaan Sahabat-sahabat Nabi Saw. Kitab Perang Kitab Tafsir Kitab Nikah Kitab Thalaq Kitab Nafkah Kitab Makanan Kitab Akikah Kitab Sembelihansembelihan. Berburu, dan Membacakan Basmalah atas Hewan Buruan Kitab Korban-korban Kitab Minuman Kitab Musibah Sakit Kitab Pengobatan Kitab Mengenai Pakaian Kitab Adab Kitab Memohon Izin Kitab Doa-doa Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 43 Kitab Kalimat-kalimat yang Melunakan Hati Kitab Ketentuan Allah Kitab Sumpah dan Nazar Kitab Kafarat Sumpah Kitab Hukum Waris Kitab Pidana dan Apa yang Harus Dihindari darinya Kitab Menjelaskan Orang-orang yang Diperangi, terdiri dari Orang-orang Kafir dan Orang-orang yang harus Diperangi dari Orang-orang Murtad sehingga Mereka Meninggal Dunia Kitab Diyat Kitab Orang-orang Murtad Orang-orang Menentang Diminta Bertaubat, dan Peperangan terhadap Mereka Kitab Pemaksaan Kitab Helah (Upaya Tersembuny. Kitab Tafsir Mimpi Kitab Fitnah-fitnah Kembali ke rangkaian kegiatan Pembacaan Kitab Shahih Al-Bukhari! Rangkaian kegiatan ini merupakan inti dari kegiatan Bukhoren di pondok pesantren Al-Fithroh. Kitab Shahih Al-Bukhari yang terdiri dari sembilan jilid itu dipecahpecah menjadi beberapa lembar halaman saja. Rata-rata halamannya tidak mencapai 15 halaman. Beberapa lembaran halaman dari kitab Shahih Al-Bukhari ini disebut dengan AuKurasanAy. Kemudian kurasankurasan itu dibagikan kepada para hadirin. Setelah sudah dibagikan semua, pengasuh memimpin jalannya rangakaian kegiatan ini, dan para hadirin membaca teks yang ada di dalam kurasan yang telah Lantaran terbatasnya kurasan kitab Shahih Al-Bukhari tersebut, ada sebagian hadirin tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, bagi para hadirin yang tidak mendapatkannya akan dibagikan masingmasing satu juz Alquran. Kemudian membacanya bersamaan dengan hadirin yang membaca kurasan kitab Shahih Al-Bukhari. Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang juga dipimpin oleh pengasuh atau sesepuh yang lain. MauAoizhah Hasanah MauAoizhah Hasanah terdiri dari dua kata, yaitu MauAoizhah yang berarti: nasihat, bimbingan, pendidikan, dan peringatan, dan kata hasanah Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 44 yang berarti baik . awan dari sayyiAoah . )25. Adapun secara istilah ada beberapa pendapat, antara lain: A Abdullah bin Ahmad An-Nasafi: menurutnya MauAoizha Hasanah adalah perkataan-perkataan yang jelas bagi mereka, bahwa engkau memberikan nasihat dan menghendaki manfaat kepada mereka atau dengan Al-QurAoan. Abdul Hamid Al-Bilali: menurutnya MauAoizhah Hasanah adalah salah satu metode dakwak untuk mengajak ke jalan Allah dengan memberikan nasihat atau membimbing dengan lemah lembut agar mereka mau berbuat baik. A Hasanuddin: menurutnya MauAoizhah Hasanah adalah ungkapan yang mengandung unsur bimbingan, pendidikan, pengajaran, kisah-kisah, berita gembira, peringatan, pesanpesan positif yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Dengan melihat dari aspek bahasa dan pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa MauAoizhah Hasanah adalah suatu bentuk komunikasi dalam menyampaikan ajaran agama dengan bahasa yang baik dan berbobot, sehingga memiliki pengaruh pada lawan bicara . untuk berbuat baik dan menjauhi larangan. Rangkaian kegiatan setelah Pembacaan Kitab Shahih Al-Bukhari secara bersama-sama adalah MauAoizhah Hasanah. Dalam acara-acara keagaman Islam, rangkaian kegiatan ini lazim dilakukan. Biasanya dilaksanakan menjelang acara usai. Demikian juga dalam kegiatan Bukhoren di pondok pesantren Al-Fithroh, rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sebagai penutup kegiatan. Panitia kegiatan Bukhoren biasanya mengundang dai pilihan untuk mengisi rangkaian kegiatan ini. Dai itu diminta untuk berceramah di atas panggung dengan topik pembicaraan yang relevan dengan kegiatan Bukhoren ini. Dai menyampaikan kisah-kisah teladan untuk dapat dipetik makna dari kisah itu oleh para hadirin. Setelah selesai berceramah dai akan memimpin doa. Kemudian, kegiatan Bukhoren selesai. Air Barokah Ada satu hal yang unik dalam kegiatan Bukhoren ini, yaitu adanya AuAir BarokahAy. Para santri dan sebagian hadirin akan meletakan sebotol air di depan panggung acara dari sejak kegiatan ini dimulai sampai dengan akhir Hal ini bertujuan agar mendapatkan berkah dari kegiatan Bukhoren yang berisikan doa-doa, pembacaan salawat dan kitab Shahih AlBukhori dan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pemaknaan Kegiatan Bukhoren Konsep Zikir Muhammad Hizbullah. AuKonsep MauAozhah Hasanah dalam Al-QurAoan (Analisa Tafsir dengan Metode Temati. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2014, hlm. Ahmed Al Khalidi. AuPenerapan Metode Dakwah Mauidzah Al-Hasanah Terhadap Pembinaan Remaja Gampong Uteun Geulinggang Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara,Ay 30-12-2021 8, no. : 124Ae25. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 45 Salah satu nama Alquran adalah AuAl-ZikrAy27. Di antara tuntunan yang diberikan Al-QurAoan adalah tentang anjuran zikir. Ayat-ayat tentang Zikir dan Anjurannya Al-AoAnkabt . :45 A aOaC aaI EA acEO aa aIac EA acEOa a eI NO aaI eEAae aa aO eE aI eIE aa a aOEa a eE aA a AO aEaOeEa Ia Ia e aA a ae aE aI e a eOA aIaa eOIA e a AcEE Oa eEa aI aI A aANA a AcEE a eEa a a aO NA Bacalah (Nabi Muhamma. Kitab (Al-QurAoa. yang telah Sesungguhnya salat itu mencegah dari . keji dan Sungguh, mengingat Allah . itu lebih besar . eutamaannya daripada ibadah yang lai. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Al-Baqarah . :152 e AO a eE ea aE eI aOA n A aE a eO aE eO aOaE a eEAa a eO aIA ee a e aE a eOIA Maka, ingatlah kepada-Ku. Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepadaKu. Al-AAorAf . :205 e AEa a acaU acOa eOAaU acO eaOIa eE aN ae Ia Ia eECa eO aE a eEa aaO aOA AaEAa aE aOaE aE eaIA a AaO eE ea acacEa Aa eO Ia eAA aIIa eE aA aE eOIA Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orangorang yang lengah. Ayat-ayat Al-QurAoan yang menjelaskan tentang zikir dan keutamaannya amat sangat banyak. Hadits-hadits tentang Zikir. Anjuran, dan Keutamaannya Sebagaimana Al-QurAoan yang banyak menjelaskan tentang zikir dan keutamaannya, haditsAiyang merupakan salah satu sumber ajaran IslamAijuga banyak menjelaskan zikir dan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi telah membuat bab tersendiri dalam Riyadhus Shalihin-nya tentang zikir dan 30 Setelah menyebutkan beberapa aya AlQurAoan terkait zikir dan keutamaannya, beliau menyebutkan beberap hadits yang menjelaskan tentang hal yang sama dan juga bacaan-bacaan, waktu, dan faidah dari bacaan itu. Muhammad AoAli As-Shabuni. Al-Tibyan Fi AoUlum Al-QurAoan (Jakarta: Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2. , 11. AuQurAoan Kemenag,Ay November https://quran. id/quran/per-ayat/surah/29?from=45&to=69. AuQurAoan Kemenag,Ay November https://quran. id/quran/per-ayat/surah/7?from=205&to=206. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Riyadhus Shalihin min Kalam Sayyidil Mursalin (Mesir: Al-Darul AoAlamiyyah, 2. , 419Ae27. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 46 An-Nawawi juga menulis kitab dalam tema yang sama, yakni tentang zikir, yang berisikan tentang hadist-hadist tentang Kitab tersebut adalah Al-Adzkar Al-Muntakhabah min Kalam Sayyid Al-Abrar 31. Sistematika pembahasan kitab tersebur sangat apik, yakni: A Memulainya dengan diskusi tentang zikir dalam tinjauan A Menyusun hadits-hadits tentang bacaan zikir, dalam waktu dan tempat, menurut kegiatan umumnya manusia dalam 24 jam, yakni dari sejak bangun tidur. Melihat banyaknya hadits tentang zikir, bacaannya, faidah, dan keutamaanya, penulis hanya akan menyajikan lima hadits. :A AEO NEE EON OEIA- AO aE NEEA a A Ca aE A:aA CaEA- A O NEE INA- AI aO NOA a aAI AaO EIA aA e aIA a AIA a AEaOA a AEEA a :AIIA ca AI uaEaOA a eAEA a a A a aOaAUAIA a AOA a a A aCaOEaAUAIA a AA a a AI aOa a a AA aE aE aIA aAIA 33AEa eO aNA a ACA ANEEA ANA AIA ANEE aO a aA U A IAA. AAEOIA Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra. , ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Aydua kalimat yang ringan pada lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah adalah Aosubhanallah wa bihamdih, subhanallahil AoazhimAy (H. Musli. A AaEA:A AEO NEE EON OEIA- A Ca aE O aE NEEA:aA CaEA- A O NEE INA- AI aO a csA A ONA. aNEE aO a a eI aNA a aA e aIA a :a EEaaE aI auEaO NEEA ca Aa EEaaE aI auEaO NEEa uIac aA a A a e a aEa a AIEIA Diriwayatkan dari Abu Dzarr, ia berkata. AuRasulullah Saw. bersabda:Aoapakah ingin aku beri kabar perihal ucapan yang disukai Allah? Seseungguhnya ucapan yang disukai-Nya adalah AuSubhanallah wa bihamdihAy (H. Musli. 35AEaO E aaE ae OaIa aNA a AcEEA a AcEEA a AOA a AEa eO aN aOA ca AEaIa EIac aA: eA eaI au CaEaA a ca AEac aI Oa e aE aA a ca AAEacOA Dari AoAisyah Ra. , ia berkata. AuNabi Saw. senantiasa berzikir setiap saat. Ay (H. Musli. Pengertian Zikir Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan AuzikirAy, sebagai: puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulangulang, doa atau puji-pujian berlagu . ilakukan pada perayaan Maulid Nab. , dan perbuatan mengucap zikir. Ia merupakan serapan dari bahasa Arab dzikr (A)EA. Kitab ini masyhur di kalangan pesantren dengan nama Al-Adzkar AnNawawiyyah. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Al-Adzkar Al-Muntakhabah min Kalam Sayyid Al-Abrar, 4th ed. (Lebanon: dar Al-Kotob Al-Ilmiyah, 2. , 24. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Riyadhus Shalihin, 419. AuA EIE EIEA- A AE I NEE OINA- A E AO IEI ECOA- 2093a,Ay accessed November 20, 2024, https://shamela. ws/book/1727/6859. AuA EIE EIEA- A E NEE EO AO E EI OONA- A E AO IEI ECOA- 282a,Ay accessed November 20, 2024, https://shamela. ws/book/1727/770. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 47 Kata dzikr merupakan bentuk Mashdar36 . ata dasa. yang terbentuk dari fiAoil . ata kerj. Kata ini berakar kepada huruf-huruf dzal Ae kaf Ae raAo. Kata yang demikian menurut: A Ibnu Faris memiliki arti mengingat sesuatu, atau antonim dari lupa37. A Ibnu Manzhur memiliki arti menjaga sesuatu dengan menyebut dan mengingatnya. A Ibnu Ishaq memiliki arti mengambil pelajaran. Dengan demikian, zikr secara bahasa memiliki arti mengingat sesuatu, menjaga sesuatu dengan menyebut dan mengingatnya, dan mengambil pelajaran. Ini sejalan denganAi bahkan ditambah olehAiIbrahim Musthfa dalam Al-MuAojam AlWashit-nya yang menyatakan bahwa zikr mempunyai arti menjaga atau memelihara, menghadirkan, nama baik, dan menyebut sesuatu dengan lisan setelah melupakannya. Terkait zikr diartikan sebagai menjaga atau memelihara sekilas ia sama dengan kata hifzh. Namun, penekanan pada keduanya berbeda. Hifzh menekankan pada upaya memperoleh pengetahuan dan menyimpannya dalam benak, sedangkan dzikr mengadirkan kembali apa yang tadinya telah berada dalam benak40. Adapun cara menghadirkan pengetahuan itu menggunakan lisan atau lainnya. Dengan demikian tepatlah mengartikan zikr dengan menyebut sesuatu dengan lisan setelah melupakannya, sebagaimana dikatakan oleh Ibrahim Musthafa di atas. Jika ditinjau dari sudut pandang Ilmu Sharf41, kata kerja dzikr termasuk dalam Bab Pertama42. Sedangkan para ulama Muhammad Idris. AuKonsep Zikir dalam Al-QurAoan (Studi atas Penafsiran M. Quraish Shiha. Skripsi. UIN Alauddin Makassar, hlm. Jihhan Amalia. AuKonsep Zikir dalam Kitab Tafsir Jalalain dan Tafsir Al-Mishbah serta Implikasinya pada Kesehatan Mental. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2023, hlm. Muhammad Idris. AuKonsep Zikir dalam Al-QurAoan (Studi atas Penafsiran M. Quraish Shiha. Ay. Skripsi. UIN Alauddin Makassar, hlm. Muhammad Idris. AuKonsep Zikir dalam Al-QurAoan (Studi atas Penafsiran M. Quraish Shiha. Ay. Skripsi. UIN Alauddin Makassar, hlm. Quraish Shihab. Kosakata keagamaan: makna dan penggunaannya (Tangerang Selatan: Lentera Hati, 2. , 38. Musthfa Al-Ghalayini dalam JamiAo Al-Durus Al-AoArabiyyah mendefinisikan Ilmu Sharaf dengan ilmu yang membahas kaidag-kaidah untuk mengetahu bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab. Ulama yang berkecimpung dalam ilmu Sharf membuat rumusan, yaitu membuat bab-bab untuk mengetahui makna suatu kata kerja. Jumlahnya ada enam bab. Berikut ini penjelasannya: Bab i Wazan a a aE Ae Oa aEA a Ae AAEA AOAEA AOAEA a Ae AAEA Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 48 merumuskan, bahwa kata kerja yang masuk dalam bab ini ia adalah kata kerja yang memiliki objek . iAoil mutaAoadd. Dengan demikian, kata kerja zikr dan yang terbentuk darinya termasuk fiAoil mutaAoaddi. Maka ia membutuhkan objek. Dalam hal ini, objek yang akan diingat . engingat apa?). Zikir merupakan salah satu kosa kata keagamaan44 yang diartikan secara khusus . sebagai rangkaian bacaanbacaan tertentu, seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan lain sebagainya, yang dibaca secara berulang-ulang. Adapun secara umum . ia diartikan sebagai seluruh perbuatan positif baik dalam bentuk rintual (Aoibadah mahdha. atau sosial (Aoibadah ghairu mahdha. yang dilakukan dalam rangka mengingat Allah Swt. Hal ini sebagaia mana dikatakan oleh AnNawawi, bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan taat karena Allah, maka ia adalah orang yang berzikir kepadaNya45. Dengan demikian zikir memiliki arti secara khusus . dan secara umum . Zikir merupakan perbuatan yang menjadi konsekwensi dari iman kepada Allah47. Perilaku orang yang beriman kepada Allah Swt. akan selalu mengikuti tuntunan-Nya, baik dalam halhal yang kecil maupun yang besar. Oleh sebab tuntunantuntunan yang diberikan Allah selalu bermuatan positif, dan menjauhi yang negatif, maka perilaku orang yang beriman ini juga akan positif. Kemudian, kepercayaannya bahwa Allah akan membalas perbuatan yang dilakukan hamba-Nya selama hidup di dunia, membawanya meniatkan seluruh aktivitas positif itu karena Allah . Kepercayaan kepada Allah yang memebuahkan ingat . kepada-Nya menjadikan diri seseorang tenteram. Ini dapat dijelaskan dengan ilustrasi seorang pemuda yang hendak melaksanakan ujian di sekolahnya. Ia belajar sungguhsungguh sebelum pelaksanaan itu. Namun saat tiba hari pelaksanaan ujian, ia jatuh sakit sehingga tidak dapat mengikuti Walaupun demikian, ia tetap tenang dan tidak menyesal dan kecewa, sebab apa yang terjadi padanya merupakan takdir AAEA a aE Ae OA aE Ae OAaEA a Ae AAEA AOA aEA Ditinjau dari segi maknanya, kata kerja dalam bahasa Arab terbagi menjadi dua, yaitu: MutaAoaddi . ata kerja yang membutuhkan obje. dan lazim . ata kerja yang tidak membutuhkan obje. Lihat Musthfa Al-Ghalayini dalam JamiAo Al-Durus, hlm. Shihab. Kosakata keagamaan, 38. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Al-Adzkar An-Nawawiyyah, 14. Asri Atuz Zeky & Meli Susanti. AuKonsep Zikir dalam Al-QurAoan dan Relevansinya dengan Bimbingan Dan Konseling IslamiAy 5, no. : 2, https://doi. org/10. 15548/atj. Mutawalli As-SyaAorawi. Khuluqul Muslim Fil QurAoanil Kariim (Kairo: Darut Tawfiqiyyah, n. ), 299. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 49 Allah. Ia ingat dan yakin Allah Maha Bijaksana. Dengan demikian, ada hikmah di balik kejadian yang menimpa Akhirnya, ia menjadi tenteram walaupun tidak mengikuti ujian itu. Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa seseorang yang ingat kepada Allah hatinya tidak akan pernah dirundung kegelisahan dan kesedihan. Allah Swt. a AcEE a aaE a aE ae NA a AEac a eOIa aIIa eO aO a e aI aiOIac CaEa eOa aN eI a aE ae NA a AcEE a e aI aiOIac eECaEa eOA (Yait. orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. (QS. Ar-RaAod . 48 Alquran menyebutkan sekian banyak kata zikr dalam berbagai bentuk. Ia memiliki makna yang berbeda-beda. Antara . Zikir bermakna Alquran . itab suci yang berisi ajaran-ajaran Allah untuk seluruh makhluk-Ny. Ini terdapat pada Alquran surah Al-Hijr, ayat 9. Zikir bermakna sebutan yang baik, kemasyhuran. Ini terdapat pada Alquran surah Al-Zukhruf, ayat 44. Zikir bermakna pelajaran/mengambil pelajaran terhadap suatu peristiwa yang sudah atau sedang Ini terdapat Alquran surah Al-Furqan, ayat . Zikir bermakna senantiasa mengingat Allah. Ini terdapat pada Alquran surah Al-Baqarah, ayat . Walaupun berbeda-beda, namun semua makna ini menjadi sebab, atau merujuk kepada, ketenangan dan ketereman bagi orang-orang yang beriman. Telah penulis kemukakan di atas bahwa kata dzikr adalah kata kerja yang membutuhhkan objek. Allah sebagai salah satu objek zikir, yang kemudian melahirkan frasa dzikrullah. Frasa ini memiliki makna menyebut nama Allah atau mengingat sifatsifat, perbuatan, surga atau neraka, rahmat dan siksa, perintah atau larangan, dan wahyu-wahyu Allah50. Selain Allah sebagai objek zikir. Alquran juga menyebutkan sekian banyak objek lainnya. Misalnya. Alquran surah Al-Anfal, ayat 26 dan surah Ibrahim, ayat 5. Allah menjadikan peristiwaperistiwa yang sangat menonjol kehadiran Allah di sana sebagai objek zikir. Surah Al-Baqarah, ayat 63 dan Al-Ahzab, ayat 34 menjelaskan kitab-kitab Allah yang juga menjadi objek Surah Maryam, ayat 2, 16, 41 Allah menjadikan tokohtokoh yang taat kepada-Nya menjadi objek zikir. Tidak hanya tokoh-tokoh yang taat. Allah juga menjadikan . dari AuQurAoan Kemenag,Ay November https://quran. id/quran/per-ayat/surah/13?from=27&to=43. Mutawalli As-SyaAorawi. Khuluqul Muslim Fil QurAoanil Kariim, 301Ae2. Shihab. Kosakata keagamaan, 38. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 50 tokoh-tokoh yang durhaka kepada-Nya menjadi objek zikir. Dengan demikian sekian banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi objek zikir. Bahkan hal yang terlintas dalam benak, yang masih berupa imajinasi, pun tidak lepas menjadi objek Akhirnya, seluruh aktivitas positif yang dilakukan di mana pun dan kapanpun dapat menjadi zikir jika dilakukan atas dan kerena Allah semata. Imam An-Nawawi berkata, bahwa zikir adalah hadirnya Dengan demikian, aktivitas zikir adalah aktivitas hati . dalam mengingat Allah. Tentu terkadang jiwa lalai. Maka, ia akan menjadi ingat kembali jika diingatkan. Raga . berperan dalam mengingatkan. Dengan demikian, zikir juga dapat dilakukan dengan raga, namun hakikatnya zikir hati. Atas dasar inilah, para ulama membagi zikir menjadi dua, yaitu: zikir lisan . dan hati. Makna Kegiatan Bukhoren Ditinjau dari Konsep Zikir Berdasarkan konsep zikir, kegiatan Bukhoren di pondok pesantren AlFithroh Jejeran memiliki makna yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga dimensi, yaitu spiritual, pendidikan, dan sosial. Secara spiritual, kegiatan ini merupakan implementasi dari zikir dengan lisan. Ini berdasarkan rangkaian acara bacaan selawat, doa bersama, dan membaca Alquran. Makna dari rangkaian ini adalah para hadirin merasa tenang dengan rangkaian acara ini. Selain spiritual, kegiatan Bukhoren juga memiliki makna Ini dapat dibuktikan dengan rangkaian acara Pembacaan Kitab Maulid Al-Barzanji, yang kitab itu memuat kisah perjalanan Nabi Muhammad Saw. Peserta yang mengikuti rangkaian acara ini dapat mengetahui dan menghayati: bagaimana perjuangan Nabi Muhammad Saw. dalam menyiarkan syiar Islam, bagaimana kehidupan Nabi Muhammad Saw. dalam sehari-hari, bagaimana akhlak mulia Makna pendidikan ini juga dapat ditemukan dalam rangkaian acara Mauizhah Hasanah, di mana dai menyampaikan materi-materi yang relevan dengan kegiatan Bukhoren itu. Para hadirin dapat memetik pesan dan kesan yang berarti bagi masing-masing dalam rangkaian kegiatan ini. Dimensi sosial dari kegiatan Bukhoren ini ditemukan pada para hadirin yang hadir. Ini dapat mempekuat pertalian ukhuwah Islamiyyah. KESIMPULAN Kegiatan Bukhoren, sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat, memiliki makna yang mendalam dalam berbagai dimensi kehidupan umat Islam. Tradisi ini mencerminkan kecintaan kepada Rasulullah Saw. melalui praktik zikir, pembacaan kitab Shihab, 39Ae40. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi. Al-Adzkar An-Nawawiyyah, 17. Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, 13. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 02 Nomor 01 Juni 2025 | 51 Shahih Al-Bukhari, doa, dan salawat yang menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. Selain menjadi sarana ibadah dan penguatan spiritual. Bukhoren juga memiliki fungsi edukatif dalam melestarikan ajaran Islam serta mempererat ukhuwah Islamiah di tengah masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi Bukhoren tidak hanya mempertahankan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi alat untuk membangun solidaritas sosial dan meneruskan warisan budaya Islam secara turun-temurun. Dengan demikian. Bukhoren bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sebuah media pengingat bagi umat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan meneladani akhlak Rasulullah Saw. DAFTAR PUSTAKA