MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 RESPON PEROKOK AKTIF TENTANG PESAN BAHAYA MEROKOK DALAM KEMASAN ROKOK YANG DILAKUKAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT MOJOKERTO FAKULTAS TEKNIK Dwiharini Puspitaningsih . Nur Rahmawati Febrianti A. Program Sudi S1 Keperawatan STIKES Majapahit Mojokerto ABSTRACT Most smokers do adolescents in which teens are aged 18-25 years where at that age as a productive age, giving photographs on cigarette packages is expected to make consumers think repeatedly before deciding to smoke. this study aimed to determine the Active Smoker Response About the Dangerous Message of Smoking in Cigarette Packaging Conducted on Students Colloge. This study used a descriptive method, and purposive sampling technique with 28 respondents Students of the Faculty of Engineering Majapahit Islamic University Mojokerto, which are observed according to inclusion criteria, and respondent responses more deeply by observation used a respoon questionnaire, distributing questionnaires online used the Google Form which is done in one time only. The results of this studied is the affective response research are in the first place,which is means altought the respondentAos knowledge about the dangerous of smoking message image on cigarette packs and the respondentAos emotions towards the sentence and the message about the dangers of smoking is quite good, this is not a benchmark for respondentAos to leave the smoking habit or reduce the habits of smoke. Keywords: Student Collage. Smoker. Dangerous Message Packing. PENDAHULUAN Perilaku merokok dapat berasal dari mencoba yang kemudian kecanduan karena adanya bahan nikotin didalam rokok. Perokok kebanyakan di lakukan golongan remaja yang mana MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 remaja tersebut berusia 18-25 tahun dimana pada usia tersebut sebagai usia produktif di Indonesia 67%, maka kelompok usia produktif akan terpapar asap yang beresiko terjadi kanker paruparu. Permasalahan tersebut jika tidak segera di atasi akan berdampak hilangnya generasi pada usia produktif yang mati siasia akibat kanker paru-paru. Permasalahan tersebut jika tidak segera diatasi akan bertambak hilangnya generasi padausia produktif yang mati sia-sia akibat kanker. Salah satu bentuk perlindungan terhadap kepentingan konsumen di beberapa Negara yang akhirnya merembet sampai ke Indonesia. Yaitu imbauan dalam iklan mengenai bahaya merokok yang juga terdapat pada bungkus-bungkus rokok yang berbunyi AuMerokok dapat menyababkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin:Ay. Imbauan tersebut di latar belakangkan tingginya prosentase perokok pada masyarakat sehingga pemerintah berinisiatif melakukan pemberitahuan kepada para konsumen produk rokok. Fakta menunjukkan bahwa hingga kahir tahun 2009 indonesia masih menduduki peringkat ke 3 sebagai salah satu Negara pengkonsumsi perokok terbesar setelah cina dan india, seolah olah iklan yang banyak bermunculan di televise tidak bisa mengurangi jumlah perokok di Indonesia . epartemen kesehatan RI ) ( Aditama Y. Pada penelitian ini peneliti memilih Universitas Islam Majapahit Mojokerto di fakultas teknik karena Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penellilti di Universitas Islam Mojokerto didapatkan mayoritas mahasiswanya berjenis kelamin laki laki dan sebagian besar adalah perokok aktif, selain itu factor lingkungan atau pertemanan menjadi salah satu penyebab mahasiswa menjadi ketergantungan oleh rokok Tujuan dari penelitian ini adalah respon perokok aktif tentang pesan bahaya merokok dalam kemasan rokok. MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, hal ini dikarena peneliti ingin mengetahui respon responden lebih dalam dengan observasi menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 mahasiswa fakultas teknik universitas islam majapahit mojokerto. Penelitian dilaksanakan di universitas islam majapahit mojokerto fakultas teknik pada bulan februari-juli Teknik sampling yang digunakan adalah purposive Menggunakan kuesioner respon sebagai obeservasi terhadap respon mahasiswa. Yang akan di olah data secara manual untuk mengetahui frekuensi data. Data yang di dapat akan direpresentasikan dalam bentuk diskriptif HASIL PENELITIAN Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Usia frekuensi . Persentase(%) 17 - 24 tahun > 24 tahun Total Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang berusia 17 24 tahun yaitu sebanyak 25 . ,3%) responden. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Semester. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Semester Semester frekuensi . Persentase(%) Semester 4 Semester 6 Semester 8 Total MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 Berdasarkan tabel 2 diatas menunjukkan bahwa hamper seluruh responden dari semester 8 yaitu sebanyak 14 %) responden Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Mulai Merokok Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Mulai Merokok Mulai Persentase Frekuensi . Merokok (%) SMP SMA Kuliah Total Berdasarkan pada tabel 3 diatas menunjukkan bahwa seetengah responden masing masing memulai kebiasaan merokok saat SMP dan yaitu sebanyak 13 . ,4%) Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Riwayat Keluarga Perokok Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Riwayat Keluarga Perokok Riwayat Frekuensi Keluarga Persentase(%) . Perokok Ada Tidak Ada Total Berdasarkan pada tabel 4 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki riwayat keluarga perokok yaitu sebanyak 21 . ,0%) responden MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 Analisis Skor dan mean Respon Mahasiswa Perokok Aktif Tabel 5. Analisis Skor dan mean Respon Mahasiswa Perokok Aktif Total Std. Min Max Skor Mean Rank Deviation Respon 10,13839 10,21638 Konatif 25. hasil analisis skor dan Mean Respon Mahasiswa perokok aktif terhadap pesan bahaya merokok menunjukan hasil yang berbanding terbalik dari penelitian sebelumnya. Disini terdapat hasil bahwa ranking berdasarkan total dan mean setiap respon menunjukan respon konatif berada di urutan pertama, respon afektif pada urutan ke dua, dan respon kognitif pada urutan ke tiga. Sehingga dapat disimpulkan walaupun pengetahuan responden tentang gambar pesan bahaya merokok pada kemasan rokok dan emosi responden terhadap kalimat dan gambar pesan bahaya merokok cukup baik, tetapi hal tersebut tidak menjadi tolak ukur responden untuk meninggalkan kebiasaan merokok atau mengurangi kebiasaan merokok PEMBAHASAN Hasil Respon kognitif yaitu respon yang berkaitan erat dengan pengetahuan keterampilan dan informasi seseorang mengenai sesuatu. Pada hasil Analisis Skor Respon kognitif responden perokok aktif yang terdiri dari 15 pernyataan kognitif dengan total skor 1057 dan mean 37,75. menunjukan nilai tertinggi dengan skor 81 pada pernyataan no 14 yaitu AuSaya tidak setuju dengan pesan bahaya merokok yang dikeluarkan oleh pemerintahAy. Kemudian nilai terendah dengan skor 53 pada MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 pernyataan no 11 yaitu AuBenar bahwa merokok dekat anak kecil membahayakan bagi mereka . eperti yang tertera pada kemasaan roko. Ay Respon Afektif yaitu respon yang berhubungan dengan emosi, sikap dan menilai seseorang terhadap sesuatu. hasil analisis skor respon Afektif responden perokok aktif yang terdiri dari 15 pernyataan yaitu nomor 16 sampai 30, 1 pernyataan negative dengan total skor 1241 dan mean 44,32, menunjukan nilai tertinggi dengan skor 93 pada pernyataan no 21 yaitu AuSaya merasa terganggu dengan adanya gambar bahaya merokok pada kedua sisi kemasan rokokAy . Kemudian nilai terendah dengan skor 66 pada pernyataan no 26 yaitu AuSetelah mengetahui merokok dekat untuk kecil berbahaya saya merasa bersalah jika merokok dekat dengan anak kecilAy Respon Konatif respon yang berhubungan dengan perilaku nyata yang dapat diamati yang meliputi tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku. menurut hasil analisis skor Respon Konatif responden perokok aktif yang terdiri dari 15 pernyataan yaitu nomor 31 sampai 45, 5 pernyataan negatif dengan total skor 1200 dan mean 42,85, menunjukan nilai tertinggi dengan skor 91 pada pernyataan no 32 yaitu AuKalimat lugas . o the poi. yang terletak pada kemasan rokok membuat saya berhenti merokokAy . Kemudian nilai terendah dengan skor 60 pada pernyataan no 41 yaitu AuSaya mengetahui merokok dekat anak kecil membahayakan bagi mereka, saya tidak lagi merokok dekat anakanakAy Kemudian hasil Analisis skor respon dan mean berdasarkan urutan didapatkan pertama respon afektif dengan skor 1241 dan mean 44,32. Kemudian tingkat kedua respon Konatif dengan skor 1200 dan mean 42,85 Selanjutnya tingkat terakhir respon kognitif dengan skor 1057 dan mean 37,75. Yang artinya walaupun pengetahuan responden tentang gambar pesan bahaya merokok pada kemasan rokok dan emosi responden terhadap kalimat dan gambar pesan bahaya merokok cukup baik, tetapi hal tersebut tidak menjadi tolak ukur responden untuk MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 meninggalkan kebiasaan merokok atau mengurangi kebiasaan Menurut Halim Danusantoso . dalam bukunya Rokok dan Perokok menyatakan Perokok aktif yaitu mereka yang secara aktif membakar dan memnghisap rokok kemudian menghembuskan asapnya keluar sehingga terhisap oleh mereka yang tidak merokok. Salah satu factor penyebab perilaku merokok menurut Sismanto . yaitu Pengaruh Orang Tua. Seseorang cenderung memeiliki hasrat merokok ketika mereka melihat kedua orang tua yang sering kali tidak harmonis, lalu perilaku merokok juga dapat disebabkan karena perilaku kasar dari orang tua yang berupa hukuman fisik, teori tersebut signifikan dengan hasil frekuensi data pada kategori riwayat keluarga perokok aktif yang didapatkan hamper keseluruhan responden atau sebanyak 49 . ,1%) mengatakan memiliki keluarga yang mejadi perokok Sehingga menurut peneliti dapat di ambil kesimpulan bahwa selain respon yang ditunjukan oleh responden ada pengaruh keluarga atau orang tua sangat kuat terhadap anak laki lakinya meniru gaya hidup orang tuanya sebagai perokok aktif, ketika orang tua tidak berhenti melaukan gaya hidup sebagai perokok aktif maka begitu pula yang akan dilakukan anak, hal ini tentu berbahaya utuk keluraga lain yang ada dilingkungan rumah Selain pengaruh orang tua, lingkungan atau pertemanan menjadi salah satu factor juga dalam mempengaruhi seseorang menjadi perokok aktif. Seperti yang dikemukakan oleh Sismanto . Setelah lingkungan keluarga, lingkungan selanjutnya yang berperan penting dalam membentuk kepribadian seseorang adalah lingkungan social, dalam hal ini terutama lingkungan pergaulan. Teori ini signifikan dengan hasil frekuensi data sejak kapan responden memiliki kebiasaan merokok, pada data tersebut menunjukan hasil 13 . ,4%) responden mengatakan memulai kebiasaan merokok sejak sekolah SMP. Yang artinya masing masing responden sadar dan mengetahui sejak kapan mereka memulai kebiasaan merokok. Peneliti melakukan wawancara MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 singkat kepada 7 responden yang memulai kebiasaan merokok saat kuliah, mereka mengatakan tidak ada riwayat keluarga yang perokok aktif tetapi mereka terbiasa dengan lingkungan dan tema yang merokok untuk mengatasi stress karena tugas atau hanya untuk mengisi waktu beristirahat, sehingga mereka merasakan keinginan untuk mencoba merokok dan kebiasaan tersebut terus sampai sekarang. Penelitian yang dilakukan peneliti ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rifka Oktavia . dengan judul Respon Perokok Aktif Terhadap Pesan Bahaya Merokok Pada Kemasan Rokok di Uin Syarif Hidayatullah, didapatkan hasil pesan bahaya merokok pada kemasan rokok dapat menambah pengetahuan responden, dapat membuat responden terganggu dan takut namun belum mampu membuat responden berhenti PENUTUP Dari hasil penelitian didapatkan Ada Respon Perokok Aktif Tentang Pesan Bahaya Merokok Dalam Kemasan Rokok Yang Dilakukan Pada Mahasiswa Universitas Islam Majapahit Mojokerto Fakltas Teknik Tahun 2020, dan respon konatif menjadi respon terkuat. yang artinya. Sebagian besar responden merespon pesan bahaya merokok pada kemasan rokok melalu DAFTAR PUSTAKA Agus Sujanto. Psikologi Umum. Jakarta: PT. Rineka Cipta Bimo Walgito. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset Danusantoso. Halim. Rokok Dan Perokok. Jakarta : Arcan Efendi. Ferry & Makhfud. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika MEDICA MAJAPAHIT Vol 13. No. September 2021 Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi , cet. Bandung: Remaja Rosdakarya. Joewana,S. Gangguan mental dan perilaku akibatpenggunaan zat psikoaktif , and policy Penerbit Nuku Kedokteran Nursalam, . Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:Jakarta: Salemba Medika Rahmat fajar. Bahaya merokok. Jakarta: Sarana Bangun Pustaka.