Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. Volume 14 Nomor 1. Inpress Juni 2025 ISSN : 2301-7295 e-ISSN : 2657-2494 PERNIKAHAN WANITA HAMIL KARENA ZINA MENURUT KMPILASI HUKUM ISLAM (STUDY KASUS DIKECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI) Murni MaAorufah. Mahfudz Fahrazi Program Studi Magister Ilmu Hukum. Program Pascasarjana Universitas Islam Kediri. Indonesia Email: murnimaarufah@gmail. ABSTRAK Isntitusi perkawinan merupakan sraan aynag syah bagi manusia untuk memenuhi fitrah nya baik itu terkait dengan pemenuhan kebutuhan biologis menrussakan keturunan maupun mmperoleh status dalam pranata sosial hal ini semakin meneguhkan bahwa manusia sebagi makhluq paling mulia dan beradap ,oleh karena itu dalam hukum islam terdapat bergabagai ketentuan perkawinan sebagai refleksi dan tujuanya. Pernikahan wanita hamil karena zina yang terjadi secara repetitif menunjukan persoalan hukum dan persoalan sosial tersendiri yang dsapat mengan cam tujuan dan keluhuran pernikahan ,pesroalan ini merefleksikan gejala pergeseran nilai yang kontradiktif terhadap pembinaan hukum,pada ratikel ini penulis akan membahas persepsi m asyrakat mojoroto terhadap persoalan wanita hamil karena zina menurut kompilasi hukum islam serta upaya penanggulangan kasus,penusil disini menggunakan methode deskriptif kialitatif,penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konkrit terhadap pandangan hukum,dampak dan upaya penanggulangan kasus perkawinan wanita hamil karena zina dikecamatn mojoroto. Kata kunci : hamil zina, perkawinan ,kompilasi hukum islam ABSTRACT The institution of marriage is a legitimate means for humans to fulfill their nature, whether related to fulfilling biological needs, destroying offspring or obtaining status in social institutions, this further confirms that humans are the noblest and most civilized creatures, therefore in Islamic law there are various provisions for marriage as a reflection and purpose. Marriage of pregnant women due to adultery that occurs repeatedly shows separate legal and social problems that can threaten the goals and nobility of marriage, this issue reflects symptoms of a shift in contradictory values towards legal development, in this article the author will discuss the perceptions of the Mojoroto people on women's issues pregnant due to adultery according to the compilation of Islamic law and efforts to deal with cases, the authors here use a liaitative descriptive method, the writing of this article aims to examine in a concrete way the legal view, the impact and efforts to overcome cases of marriage of pregnant women due to adultery in Mojoroto sub-district. Keywords :meried by accident ,compilation islamic law,mariage PENDAHULUAN Persoalan ini tidak hanya terkait dengan jumlah kasus pernikahan hamil karena zina yang terjadi, namun pada aspek sosiologis hal ini menjadi memprihatinkan dengan kenyataan bahwa masih saja terjadi repitisi kasus yang sama tanpa adanya upaya penanggulangan yang maksimal. Repetisi kasus pernikahan wanita hamil karena zina bahkan diiringi dengan adanya sikap yang permisif secara kultural. Sikap ini direfleksikan dengan kasus pernikahan wanita hami karena zina yang terjadi sebagian besar dirayakan . sebagai pernikahan diselenggarakan normal, sehingga kesan risih, malu atau aib menjadi sebuah pemakluman. Distorsi pernikahan wanita hami karena zina menjadi fakta sosial yang merepresentasikan persepsi masyarakat kontradiktif terhadap upaya penanggulangan persoalan pernikahan wanita hami karena zina. Pernikahan wanita hamil karena zina sebagai bagian dari persoalan hukum telah menjadi diskursus di kalangan ulama fikih sehingga dalam persoalan ini terdapat berbagai pandangan. As SyafiAoi membolehkan dan menganggap sah pernikahannya. Abu Hanifah juga berpendapat demikian, namun dengan menambahkan persyaratan kebolehan wanita hamil dinikahkan tetapi tidak boleh berhubungan sebelum ia melahirkan. Sedangkan pendapat sebaliknya diberikan oleh Maliki dan Ahmad Ibn Hambal yang Mengharamkan pelaksanaan nikah tersebut. Murni MaAorufah. Mahfudz Fahrazi. Pernikahan Wanita Hamil Karena Zina MenurutA Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. Volume 14 Nomor 1. Inpress Juni 2025 Perbedaan Masyarakat dalam masalah hukum yang demikian ini tentu menjadi persoalan penting dari sudut pandang kepastian hukum. Persepsi tentang sah tidaknya pernikahan wanita hamil karena zina, menikahkan wanita hamil dengan laki-laki yang bukan menghamilinya, hukum berkumpul bagi suami istri dalam pernikahan wanita hami karena zina, serta pandangan dan penerapan pernikahan ulang setelah kelahiran anak yang dihasilkan dari Perzinahan, merupakan persoalan yang beririsan dengan persoalan persepsi masyarakat terhadap aspek hukum dari pernikahan wanita hamil karena zina. Namun terlepas dari hal-hal tersebut, pada sisi perbuatan hukum yang menyebabkan adanya peristiwa pernikahan tersebut,para ulamaAo tidak ada perselisihan dengan kata lain menghilangkan sanksi had bagi pelaku. Berbagai faktor yang melatar belakangi terjadinya pernikahan wanita hamil karena zina di Mojoroto merefleksikan problem sosial di dalamnya. Masalah pendidikan, kualitas keluarga dan lingkungan serta pemahaman tradisi yang tereduksi merupakan hal yang perlu diperhatikan terkait peristiwa pernikahan wanita hamil karena zina yang ada, dan menjadi bagian dari persoalan hukum yang telah menjadi diskursus di kalangan ulama fikih sehingga dalam persoalan ini terdapat berbagai As SyafiAoi membolehkan dan menganggap sah pernikahannya. Abu Hanifah juga berpendapat demikian, namun dengan menambahkan persyaratan kebolehan wanita hamil dinikahkan tetapi tidak boleh berhubungan sebelum ia melahirkan. Sedangkan pendapat sebaliknya diberikan oleh Maliki dan Ahmad Ibn Hambal yang Mengharamkan pelaksanaan nikah tersebut. Perzinahan, merupakan persoalan yang beurusan dengan persoalan persepsi masyarakat terhadap aspek hukum. Namun terlepas dari hal-hal tersebut, pada sisi perbuatan hukum yang menyebabkan adanya peristiwa pernikahan tersebut,para ulamaAo tidak ada perselisihan dengan kata lain 1 Al Jaziri,Abdul Rohman ,Al Fiqh AoAla Madzhabi Al Arbaah juz IV ( beirut . dar al kutub al ilmiyah ,2. 457 - 459 ISSN : 2301-7295 e-ISSN : 2657-2494 menghilangkan sanksi had bagi pelaku. Persoaalan pernikahan wanita hamil karena zina dalam tata hukum formal didindonesia, diakomodir dalam kompilasi hukum islam (KHI) bab Vi passal 53 yang secar aimplisit berbunyi : Seorang waniata hamil diluar nikah ,dapat diakwinkan dengan pria yang . perkawinan dengan wanita hamil tersebut dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya,. dengan dilangsungkanya perkawinan pada saat wanita hamil tidak diperlukan lagi pernikahan ulang setelah anak yang dikandung lahir. 2 Konsepsi zina sebagai tindak pidana dalam persepsi KUHP merupakan kategori delik aduan, yakni perbuatan pelanggaran yang hanya dapat diproses secara hukum jika terdapat aduan atau laporan dari pihak yang merasa dirugikan (KUHP pasal 284 ayat . Konsepsi zina dalam konteks tindakan pelanggaran hukum yang berbeda antara hukum formal dan hukum Islam ini membuka kekosongan hukum yang dapat dijadikan celah untuk terhindar dari justifikasi bahwa suatu perbuatan untuk dapat Dalam hal ini maka timbul paradigma hukum yang permisif. Kepermisifan ini dapat dilihat secara komparatif terhadap sikap negara dalam beberapa hal terkait hukum pernikahan di Indonesia. Misalnya, dalam hal usia pernikahan, syarat nikah bagi mempelai menurut fikih namun ketika terdapat pernikahan yang termasuk ke dalam kategori di bawah umur menurut ketentuan peraturan negara meskipun telah sampai pada usia baligh . elah terpenuhi syarat syaraA. maka diharuskan memohon dispensasi nikah ke Hal tersebut diatur di dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pernikahan pada pasal 7 dengan rumusan sebagai berikut: Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (Sembilan bela. tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 19 . embilan belas ) tahun . Dalam hal 2 Direktorat Jendral Pembinaan Badan Peradilan Agaama ,Direktorat Jendral Pembionaan Kelembagaan Agama Islma Departemen Agama RI,Kompilasi Hukumislam di Indonesiaa ,(Jakarta: Tp,1. Murni MaAorufah. Mahfudz Fahrazi. Pernikahan Wanita Hamil Karena Zina MenurutA Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. Volume 14 Nomor 1. Inpress Juni 2025 penyimpangan dalam ayat . pasal ini dapat minta dispensasi kepada Pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita. Fenomena pernikahan wanita hamil karena zina menjadi indikator rendahnya efektifitas fungsi hukum dalam konteks upaya Otce salman dalam bukunya beberapa aspek AoAo . andung Alumi,cet. 2,2008,h. AoAoMasyarakat akan taat dan patuh terhadap hukum, karena dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya, pertama, takut terhadap sanksi yang akan dikenakan, kedua, patuh kepada hukum karena kepentingannya dijamin oleh hukum, ketiga, merasa bahwa hukum yang berlaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada AoAo Sikap atau rendahnya ketidakenakan, dan permisifnya masyarakat berimplikasi terhadap minimnya upaya pernikahan wanita hamil karena zina. Adapun rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana pelaksanaan pernikahan Wanita hamil karena zina di Kecamatan Mojoroto kompilasi hukum islam Bagaimana upaya penanggulangan kasus pernikahan wanita hamil karena zina di Kecamatan Mojoroto METHODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan penulis dalam artikel ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggambarkan penerapan suatu peraturan hukum dalam konteks pelaksanaannya di tengah-tengah masyarakat dengan tujuan untuk menjelaskan secara sistematis, faktual, dan akurat. Penelitian merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu 3 Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Perkawinan 4 Bambang sunggono,Methodolohi Penelitian Hukum (Raja Grafindopersada ,1. hal ,35 ISSN : 2301-7295 e-ISSN : 2657-2494 konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Digunakan metode kualitiatif karena peneliti bermaksud untuk memahami lebih mendalam dan mendeskripsikan terkait objek kajian Dengan demikian, penelitian dalam tesis ini akan menganalisa data data terkait dengan peristiwa pernikahan wanita hamil karena zina yang terjadi di Kecamatan Mojoroto, penangulangannya dalam perspektif sosio kultural masyarakatnya. PEMBAHASAN Keluhuran dan urgensi pernikahan yang merefleksikan hikmah, fungsi, dan tujuannya merupakan prinsip dasar dalam memberikan persepsi terhadap persoalan pernikahan wanita hamil karena zina. Ketentuan pernikahan wanita hamil karena zina yang secara formal telah diatur secara yuridis memberikan kepastian hukum. Namun di sisi yang lain ketentuan yang ada seperti konsideran pasal 53 KHI, secara emperik tidak sepenuhnya dipahami dan digunakan oleh masyarakat sebagai pijakan tindakan ketika terjadi pernikahan wanita hamil karena zina. Selain itu konsepsi zina yang dikategorikan sebagai delik aduan akan mereduksi peran kontrol sosial sebagaimana konsepsi zina dalam perspektif hukum Islam sebagai bagian dari persoalan hukum publik Nalar hukum yang dibentuk berdasarkan hukum Islam ini adalah hak menikah beriring dengan sanksi yang melekat padanya Sekalipun masyarakat terhadap pernikahan wanita hamil karena zina juga tidak sepenuhnya terkait dengan aspek-aspek hukum semata. Persepsi sosio kultural yang berkembang di masyarakat juga berpengaruh terhadap realitas pernikahan wanita hamil karena zina yang terjadi secara repetitif di Kecamatan Mojoroto. Faktor-faktor seharusnya menjadi titik tolak dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kasus pernikahan wanita hamil karena zina, 5 Lexy J Moeloeng ,Methodologi Peelitian Hukum ( Bandung . PT. Remaja Rosdakarya,1. Murni MaAorufah. Mahfudz Fahrazi. Pernikahan Wanita Hamil Karena Zina MenurutA Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. Volume 14 Nomor 1. Inpress Juni 2025 Sekalipun memang dalam kasus-kasus tertentu pernikahan wanita hamil karena zina bisa saja terjadi pada orang dengan tingkat pendidikan yang baik. Hal ini dapat terjadi karena pemenuhan kebutuhan pendidikan formal anak tidak diimbangi dengan pemenuhan pengetahuan agama maupun pola pengasuhan anak yang salah. Terjadinya pernikahan wanita hamil karena zina juga tidak dapat dilepaskan dari pengaruh dari luar seperti lingkungan. Pernikahan wanita hamil karena zina yang repetitif terjadi pada orang-orang terdekat dapat menjadi rujukan prilaku bagi yang Stigma lumrah atau biasa terjadi menjadi pemicu permisifnya lingkungandan telah menjadi rolle mode dikalangan remaja bahkan orang dewasa. Kondisi sosio kultural masyarakat Jawa memberikan corak kehidupan bermasyarakat di Mojoroto. Hal ini termasuk dalam bidang Pernikahan dalam perspektif adat Jawa simbol-simbol mengandung pesan dan makna filosofis memberikan pengaruh dalam menjaga keluhuran pernikahan. Praktek hukum adat yang demikian ini tentu dilandasi tujuan untuk memelihara keluhuran pernikahan. Selain itu, dalam tinjauan norma susila, pernikahan wanita hamil yang sebelumnya telah terjadi pelanggaran norma karena adanya perzinahan seharusnya memberikan beban moral terhadap pelaku dan keluarga, namun pada kenyataannya pernikahan normal lainnya. Sikap yang toleran ini sangat kontradiktif dengan implikasi dari pernikahan wanita hamil karena ina yang terjadi. Upaya penanggulangan baik yang bersifat preventif, kuratif, maupun represif pada kenyataannya tidak membentuk kesadaran hukum yang utuh terhadap pernikahan wanita hamil karena zina. Oleh karena itu, ketika upaya-upaya kuratif maupun represif yang terkendala aturan formal, maka penguatan tindakan preventif menjadi upaya yang tepat dan strategis dalam menanggulangi persoalan pernikahan wanita hamil karena zina. Pembinaan remaja dan keluarga melalui pranata-pranata yang ada melalui ISSN : 2301-7295 e-ISSN : 2657-2494 penguatan tindakan preventif dalam bentuk pembentukan kultur yang positif di masyarakat akan dapat mengantisipasi terjadinya peristiwa pernikahan wanita hamil karena zina. Penguatan tersebut tidak hanya melalui pranata agama namun akan lebih luas dari aspek segmentasi jika dilakukan melalui pranata sosial yaitu dengan membuat kesepakatan atau konsensus oleh masyarakat dalam menyikapi kasus pernikahan wanita hamil karena zina, misalnya dengan memberikan sanksi sosial atau kerja sosial. KESIMPULAN Persepsi Mojoroto terhadap ketentuan hukum terkait pernikahan wanita hamil karena zina banyak dipengaruhi oleh fungsi pranata sosial melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat, hal ini berimplikasi terhadap efektifitas dan pemahaman masyarakat terhadap hukum formal terkait persoalan pernikahan hamil. Pernikahan wanita hamil karena zina yang terjadi di Kecamatan Mojoroto sebagai suatu realitas sosial yang dinilai biasa kemudian mengkonstruksikan paradigma sosiologis masyarakat Kecamatan Mojoroto yang secara masyarakat terhadap kasus wanita hamil karena zina. Upaya penanggulangan terhadap persoalan pernikahan wanita hamil karena zina di kecamatan Mojoroto tidak dapat dilepaskan dari paradima Masyarakat terhadap pernikahan semacam ini. Masyarakat yang peristiwaperniahan wnaita hamil akrena zina baik dari keluarga pelaku maupun msyarakata pada umumnya , menunjukan bahwa pernikahan yang telah dilakukan bukanlah merupakan persoalan yang serius. oleh karena itu dalam kenyataanya persoalan pernikahan wnaita hamil karena zina diKecamatan Mojoroto terjadi,adanya masyarakat terhadap persoalan norma social Kerja sama dari berbagai element serta berbagai pihak di Kecamatan Mojoroto menggambarkan bahwa msyarakat masih mempunyai tanggung jawab yang besara terhadap permaslahan pernikahan Wanita hamil karena zina. berbagai upaya Murni MaAorufah. Mahfudz Fahrazi. Pernikahan Wanita Hamil Karena Zina MenurutA Mizan: Jurnal Ilmu Hukum. Volume 14 Nomor 1. Inpress Juni 2025 ISSN : 2301-7295 e-ISSN : 2657-2494 telah dilakukan diantaranya meliputi upaya preventif, kuratif, maupun represif. Namun upaya-upaya yang ada masih bersifat pragmatis dan insidentil. Persepsi yang dibentuk dari prilaku sosial masyarakat bukan hanya merupakan ekspresi budaya namun dalam penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tersebut merupakan refleksi kesadaran hukum. DAFTAR PUSTAKA