Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 Ae 064 PENYULUHAN KESEHATAN CARA MENGGOSOK GIGI YANG BENAR PADA ANAK SDN 100611 TAHALAK UJUNG GADING KECAMATAN BATANG ANGKOLA Anisah Siregar1,Lestari Hasibuan2,Ciko Sutami Harahap3,Indah Syahria Tambunan4,Mustika Damini Sitompul5. Yulinda Aswan6 1 Universitas Aufa Royhan/Prodi Kebidanan Program Sarjana 2 Universitas Aufa Royhan/Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana 3 Universitas Aufa Royhan/Prodi Farmasi Program Sarjana 4 Universitas Aufa Royhan/Prodi Keperawatan Program Sarjana 5 Universitas Aufa Royhan/Prodi Kebidanan Program Sarjana 6 Universitas Aufa Royhan/Prodi Kebidanan Program Sarjana E-mail korespondensi: Daminisitompul@gmail. Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berupaya memecahkan berbagai masalah kesehatan yang dihadapi komunitas tertentu, terutama pada anak di SDN 100611 Tahalak Ujung Gading. Menjaga Kebersihan gigi dan mulut merupakan tindakan pencegahan yang paling utama dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Solusi dari program ini adalah penyusunan penyampaian materi serta cara mengatasi masalah kesehatan gigi berlubang yang sering terjadi pada anak sekolah dasar. Bentuk kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dari mahasiswa KKN Universitas Aufa Royhan di desa Tahalak Ujung Gading dengan peserta yaitu anak sekolah dasar di kelas 4 dan kelas 5 yang merupakan responden dalam kegiatan ini. Sementara metode penyuluhan dilakukan oleh Pelaksana PKM secara terus-menerus selama periode program PKM berlangsung dan terprogram. Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini juga diberikan kuis tentang dampak tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut. Luaran dari PKM ini berupa laporan serta publikasi artikel sehingga dapat diakses oleh semua orang yang memerlukan literatur dalam bentuk artikel terkait. Kata Kunci: Kesehatan Gigi. Sekolah Dasar. Penyuluhan Abstract: This Community Service (PKM) seeks to solve various health problems faced by certain communities, especially children at SDN 100611 Tahalak Ujung Gading. Maintaining dental and oral hygiene is the most important preventive measure recommended to prevent infections that can cause cavities. The solution to this program is the preparation of material delivery and how to overcome the problem of dental health cavities that often occur in elementary school children. The form of activity is in the form of health counseling from KKN students from Aufa Royhan University in Tahalak Ujung Gading village with participants being elementary school children in grades 4 and 5 who are respondents in this activity. Meanwhile, the counseling method is carried out by the PKM Implementer continuously during the PKM program period and is programmed. In the implementation of this PKM activity, a quiz was also given about the impact of not maintaining dental and oral health. The output of this PKM is in the form of reports and publication of articles so that it can be accessed by everyone who needs literature in the form of related articles. Keywords: Dental Health. Elementary School. Counseling ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 - 064 Pendahuluan Kesehatan gigi dan mulut sering kali diabaikan oleh beberapa orang, padahal mengunyah makan merupakan proses utama dalam pengolahan makanan agar nutrisi dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Gigi yang sehat berwarna putih tulang, tidak patah, tidak berlubang, memiliki mahkota gigi yang utuh, tidak terdapat plak atau karang gigi dan tidak terasa ngilu saat mengunyah makanan dingin. Gigi berfungsi dengan baik jika terawat dengan baik. Keadaan gigi dan mulut yang tidak terawat bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri sehingga menimbulkan masalah pada gigi, seperti gigi berlubang dan karies gigi (Maelissa & Lilipory, 2. Menjaga Kebersihan gigi dan mulut oleh individu merupakan tindakan pencegahan yang paling utama dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Cara mencegah masalah gigi yang paling efektif dengan menggunakan tekni menggosok gigi setiap hari secara teratur, anak-anak harus diajarkanuntuk melakukan perawatan gigi secara mandiri. Dengan menggosok gigi yang benar sejak usia dini akan mempertahankan kebiasaan hingga dewasa (Khayati et al. Murid sekolah dasar (SD) yang berada pada rentang usia 6-12 tahun menghadapi tantangan kesehatan gigi yang kompleks karena berada pada fase transisi geligi Pada periode ini, gigi sulung mulai tanggal dan digantikan oleh gigi permanen yang baru erupsi, menciptakan kondisi yang rentan terhadap kerusakan gigi. Fenomena ini diperparah oleh kebiasaan konsumsi makanan kariogenik yang tinggi di kalangan anak usia sekolah, yang berkontribusi pada tingginya prevalensi karies gigi di Indonesia (Rosada et al. , 2. Periode gigi bercampur . ixed dentitio. merupakan fase dimana terdapat campuran antara gigi sulung dan gigi permanen dalam rongga mulut secara bersamaan. Fase ini berlangsung dari usia 6-7 tahun hingga 12 tahun, dimana gigi permanen pertama yang biasanya erupsi adalah gigi molar pertama permanen dan gigi insisif sentral permanen bawah. Proses erupsi gigi permanen dimulai dengan tahap praerupsi, dimana gigi telah berkembang dan menciptakan gerakan kecil di dalam rongga mulut karena pertumbuhan akar dan mahkota gigi di dalam tulang rahang. Pada masa erupsi ini, gigi geligi bawah umumnya erupsi lebih awal dibandingkan gigi geligi atas, dan anak perempuan cenderung mengalami erupsi gigi lebih cepat daripada anak laki-laki (Analisa, n. Kegiatan menyikat gigi secara rutin saja belum cukup untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut. Secara umum, dokter menyarankan sikat gigi setelah makan dengan segera untuk menghindari tumpukan sisa makanan dan minuman yang sudah Selanjutnya keteraturan menyikat gigi pada setiap orang berbeda. Ada yang hanya 1 menit saja, ada juga 2,5 menit setiap kali menyikat gigi. Hal tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi gigi dan rongga mulut seseorang. Dengan demikian, periksa gigi ke dokter dalam waktu minimal 6 bulan sekali sangat dianjurkan yang bertujuan untuk mengetahui masalah yang harus ditangani sedini mungking pada gigi (Kaur et al. , 2. Takaran pasta gigi yang dipakai ketika anak menyikat gigi adalah menggunakan seukuran biji kacang polong yang memiliki diameter 6 mm. Kemudian jika anak sedang menyikat gigi harus dengan pengawasan orang tua agar pasta gigi tidak tertelan. Selain dari ukuran, rasa atau varian dari suatu pasta gigi perlu diperhatikan. Pilihan rasa pasta gigi yang dapat membersihkan gigi dan menjaga kesehatan rongga mulut. Selanjutnya, perhatikan keamanan dan komposisi dari suatu pasta gigi. Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan menyikat gigi yaitu frekuensi dalam menyikat gigi (Sukanto, 2. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 - 064 Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi karies pada anak usia 6 tahun yang telah mengalami karies pada gigi tetapnya adalah sekitar 20%, dan angka ini meningkat signifikan menjadi 60% pada usia 8 tahun. Secara umum, masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia cukup tinggi, dengan 57,6% masyarakat mengalami masalah Selain itu, prevalensi karies gigi secara nasional mencapai 88,8%, yang menunjukkan tingginya beban karies di berbagai kelompok usia. Data ini menegaskan perlunya perhatian serius terhadap pencegahan dan penanganan karies gigi sejak usia dini (Kemenkes RI, 2. Prevalensi gigi rusak, berlubang ataupun sakit di Provinsi Sumatera Utara sebesar 43,07%. Sebagian besar peserta didik belum memahami betul mengenai proses terjadinya gigi berlubang. Tingginya masalah kesehatan gigi dan mulut adalah kurangnya pengetahuan tentang cara menjaga serta manfaat manfaat yang diperoleh jika gigi dan mulut tetap sehat. Pengetahuan sangat erat hubungannya dengan Upaya kesehatan gigi perlu di tinjau dari aspek lingkungan, pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan masyarakat adalah melalui penyuluhan. Tujuan penyuluhan yaitu supaya peserta didik dapat mengerti dan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari hari (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan uraian diatas maka penulis memandang perlu diadakannya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan karies dan gigi berlubang dengan cara melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang cara menggosok gigi yang benar dikarenakan masih kurangnya tingkat pengetahuan mengenai cara pencegahannya dan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi. Pentingnya edukasi mengenai cara menggosok gigi dengan benar memiliki tujuan agar para anak SD peka terhadap kesehatan gigi karena jika tidak terkendali mereka bisa mengalami gangguan kesehatan sehingga tema kegiatan ini adalah AuPenyuluhan Kesehatan Cara Menggosok Gigi Yang Benar Pada Anak SDN 100611 Tahalak Ujung Gading Kecamatan Batang AngkolaAy. Metode Pelaksanaan Penyuluhan mengenai cara menggosok gigi dengan baik dan benar dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi tanya jawab. Tahap Persiapan Sebelum kegiatan penyuluhan, pertama-tama dilaksanakan pertemuan dengan pihak sekolah untuk membicarakan tentang teknis kegiatan penyuluhan termasuk perlengkapan yang harus dipersiapkan. Tahap Pelaksanaan Kegiatan ini dimulai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dimulai pukul 00 WIB pada tanggal 28 Mei 2025 di SDN 100611 Tahalak Ujung Gading. TIM melakukan penghitungan jumlah peserta sasaran Penyuluhan yaitu 45 anak SDN 100611, yang semuanya di haruskan melaporkan namanya ke TIM bagian pendaftaran peserta untuk diisikan namanya dalam Absensi Peserta. Kemudian bagian Penyaji materi dalam TIM melakukan persiapan sembari Moderator membuka kegiatan penyuluhan. Materi penyuluhan berisikan tentang cara menggosok gigi dengan baik dan benar yang disajikan dengan metode ceramah didepan kelas menggunakan Media berupa Persentasi PPT Ae Infocus. Setelah penyampaian materi TIM penyaji mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang baik dan benar ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 - 064 menggunakan alat peraga berupa Phantom Gigi. Sikat Gigi. Odol dan Air dalam Gelas. Selanjutnya anak-anak dipersilahkan bertanya mengenai materi yang sudah Tahap Evaluasi Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap peserta penyuluhan dengan mempersilahkan 5 anak untuk mengulangi praktek yang telah di demonstrasikan oleh Tim penyaji dan mereka dapat melakukan teknik menggosok gigi yang baik dan benar seperti yang telah dicontohkan oleh TIM Penyaji. Kemudian TIM Penyuluhan memberikan kuis kepada seluruh peserta terkait materi yang telah disampiakan sebelumnya, dan rata-rata peserta penyuluhan di SDN 100611 Tahalak Ujung Gading tampak bersemangat dan gembira sampai acara ditutup. Hasil Kegiatan penyuluhan menggosok gigi dengan baik dan benar ini telah dilaksanakan 1. dimulai dari jam 09. 00 WIB yaitu pada tanggal 28 Mei 2025 di SDN 100611 Tahalak Ujung Gading. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 anak SD dan 1 orang Dosen. Diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar. Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari Kepala Sekolah dan Guru-Guru SDN 100611 Tahalak Ujung Gading. Dengan dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan atau pemberian edukasi pada anak sekolah dasar yang hadir tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar. Pengetahuan pada anak sekolah akan dengan cepat terserap jika diberikan stimulus seperti dalam kegiatan pengabdian ini. Dalam kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan anak sekolah tentang cara menggosok gigi dengan baik dan benar Gambar 1. Penyampaian materi ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 - 064 Gambar 2. Sesi tanya jawab dan diskusi Gambar 3. Praktik oleh Peserta ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 057 - 064 Gambar 4. Foto bersama dengan semua siswa Diskusi