Jurnal Magistra Volume 3 Nomor 2 Juni 2024 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Available online at: https://ejurnal. id/index. php/magistra Penerapan Metode Pembelajaran Think Pair Share dalam Pendidikan Agama Katolik Sergius Lay STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia Alamat: Jl. Nilam No. Ilir. Gunungsitoli Korespondensi penulis: giuslay. zone@stpdianmandala. Abstract. Catholic Religious Education (CRE) plays a vital role in shaping studentsAo character, morality, and However, traditional and monotonous teaching approaches often lead to passive student engagement and low motivation. This article explores the implementation of the Think Pair Share (TPS) method in CRE as an innovative, cooperative, and student-centered learning strategy. Utilizing a literature review method, this study analyzes various scholarly sources related to TPS and Catholic religious education. The findings indicate that the TPS method encourages students to think critically, engage in peer discussions, and confidently share ideas in class, thereby creating an active and inclusive learning environment. Nevertheless, the effectiveness of this method depends greatly on the teacherAos readiness in lesson planning, fostering a supportive classroom atmosphere, and providing constructive feedback. Adaptive and creative teaching strategies are essential to ensure that TPS is effectively and meaningfully applied within the context of CRE in the era of independent Keywords: Catholic Religious Education, cooperative learning, independent learning, student participation. Think Pair Share Abstrak. Pendidikan Agama Katolik (PAK) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas peserta didik. Namun, pendekatan pembelajaran yang monoton seringkali membuat siswa pasif dan kurang termotivasi. Artikel ini mengeksplorasi implementasi metode Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran PAK sebagai strategi inovatif yang bersifat kooperatif, partisipatif, dan berorientasi pada siswa. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait metode TPS dan pembelajaran agama Katolik. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode TPS mendorong siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi dengan teman sebaya, dan berani menyampaikan gagasan di depan kelas, sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan inklusif. Namun, keberhasilan metode ini sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merancang pembelajaran, membangun suasana kelas yang kondusif, serta memberikan umpan balik yang tepat. Diperlukan strategi pengajaran yang adaptif dan kreatif agar penerapan metode TPS dapat berjalan efektif dan relevan dengan konteks Pendidikan Agama Katolik di era merdeka belajar. Kata kunci: Merdeka belajar, pembelajaran kooperatif. Pendidikan Agama Katolik. Think Pair Share LATAR BELAKANG Pendidikan Agama Katolik (PAK) sangat penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Dalam konteks pendidikan, pengendapan nilai dan norma-norma keagamaan menjadi landasan krusial dalam membentuk perspektif serta tindakan sosial peserta didik, khususnya dalam interaksi mereka di lingkungan sekolah (Perdana, 2. Namun, penyampaian materi pelajaran agama seringkali menghadapi tantangan dalam menarik minat dan partisipasi aktif siswa (Arzani, 2. Metode pembelajaran tradisional yang cenderung monoton dapat membuat siswa pasif dan kurang termotivasi untuk melibatkan diri secara lebih mendalam dalam seluruh proses pembelajaran (Donni, 2. Oleh karena itu, inovasi dalam metode pembelajaran dibutuhkan untuk meningkatkan interaksi, kolaborasi, serta pengetahuan peserta didik terhadap materi agama Katolik. Received: Mei 28, 2025. Revised: Mei 15, 2025. Accepted: Juni 29, 2025. Published: Juni 30, 2025 Penerapan Metode Pembelajaran Think Pair Share dalam Pendidikan Agama Katolik Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif sangat penting untuk memberi kepastian tentang pendidikan agama Katolik tetap relevan dan bermakna bagi generasi Berhadapan dengan kelemahan dari metode pembelajaran tradisional yang menempatkan peran guru sebagai pusat dan sumber pengetahuan, maka sekolah melalui para guru yang merupakan pemeran utama dalam seluruh proses pembelajaran di kelas harus memikirkan pembelajaran yang lebih menjawab kebutuhan jaman (Donni, 2. Salah satu metode yang menjanjikan adalah Think Pair Share (TPS), sebuah strategi pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa untuk memikirkan tentang pembelajaran secara individual, berdiskusi dengan teman sebaya, dan berbagi gagasan dengan seluruh kelas (Sumaryati, 2. Metode ini menawarkan pendekatan yang terstruktur untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi, dalam hal pemahaman konsep-konsep teologis dan etika yang cukup sulit/rumit dalam agama Katolik. Penerapan metode TPS dalam pengajaran PAK diharapkan mampu mewujudkan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan fokus pada siswa (Sari et al. , 2. Metode TPS dalam pembelajaran PAK adalah jawaban atas perlunya pendekatan yang lebih aktif dan melibatkan siswa dalam pendidikan agama (Agustina et al. , 2. Selain dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang ajaran-ajaran yang terkait doktrinal Gereja, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial serta kemampuan berpikir kritis mereka (Donni, 2. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode TPS dalam pembelajaran PAK, mengidentifikasi manfaat dan tantangan yang mungkin timbul, serta memberikan rekomendasi praktis untuk pengajaran yang lebih efektif dan bermakna. KAJIAN TEORITIS Metode Think-Pair-Share (TPS) Metode TPS adalah bagian dari strategi pembelajaran kerja sama atau kooperatif yang sederhana namun efektif, terdiri dari tiga tahap utama: berpikir, berpasangan, dan berbagi. Pada tahap pertama, siswa diberi waktu untuk merenungkan problematika atau masalah yang dikemukakan oleh guru secara individual (Astriani & Dhana, 2. Tahap ini memberi siswa peluang untuk mengembangkan pemahaman awal mereka dan merumuskan ide-ide pribadi (Baharuddin & Wahyuni, 2. Siswa berpasangan dengan teman untuk mendiskusikan pemikiran, berbagi perspektif, dan membangun pemahaman melalui dialog. Kemudian, setiap pasangan berbagi kesimpulan dengan kelas, memungkinkan diskusi yang JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. lebih luas. Pembelajaran kooperatif menekankan kerja sama antar siswa untuk suatu pencapaian tujuan pembelajaran yang dilaksanakan secara bersama di kelas (Purba & Rajagukguk, 2. Dalam pembelajaran kooperatif, siswa terlibat aktif, saling membantu, dan mengembangkan keterampilan berpikir (Saman & Hidayati, 2. Pendidikan itu intinya adalah mengembangkan potensi siswa supaya menjadi manusia yang beriman, berakhlak baik, pintar, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab (Sriasih et al. , 2. Pendidikan memainkan peran penting dalam pembangunan suatu bangsa, karena kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh proses pendidikan yang diperoleh (Fariza & Kusuma, 2. Oleh karena itu, inovasi dan revitalisasi metode pembelajaran menjadi imperatif untuk menjawab kompleksitas dan tuntutan pendidikan di era global ini (Hasan. Kolis & Artini, 2. (Kolis & Artini, 2. Pembelajaran Agama Katolik Pendidikan Agama Katolik bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai iman, moral, dan spiritualitas Katolik kepada peserta didik. Selain itu, terdapat juga kegiatan-kegiatan lainnya berupa kegiatan ekstrakurikuler konteks PAK serta dijalankan secara intensif sebagai bagian dari pembinaan-pembinaan kepribadian. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti retret, rekoleksi, ziarah, perayaan sakramen tobat dan ekaristi, kunjungan atau aksi sosial lainnya, juga turut memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan perilaku siswa ke arah yang positif dan lebih baik (Amizera & Destiansari, 2. (Amizera & Destiansari, 2. Materi pembelajaran mencakup ajaran-ajaran dasar Gereja Katolik. Kitab Suci, sakramensakramen, moralitas, dan sejarah Gereja. Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam membimbing siswa agar memiliki pemahaman yang mendalam tentang keyakinan mereka, mengamalkan nilai-nilai Katolik dalam kehidupan sehari-hari, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sekolah Katolik sangat diminati di berbagai kalangan masyarakat, terutama di antara umat Katolik, karena mutu pendidikan yang tinggi dan pengajaran agama yang kuat. Tuntutan untuk memberikan pelayanan pendidikan dengan kualitas tinggi menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh semua guru yang mengabdikan diri mereka dalam sekolah-sekolah Katolik. Karena secara prinsip, sekolah katolik adalah tempat di mana seluruh pribadi melayani dan saling melayani dalam proses pembentukan manusia integral (Elelia, 2. Guru agama memainkan peran yang sangat penting dalam membimbing siswa untuk memahami dan menghayati ajaran agama, tetapi juga terutama dalam hal pelaksanaan tugas-tugas utama seorang pendidikan seperti fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa. Spiritualitas guru agama Katolik dalam pelayanan kehidupan Penerapan Metode Pembelajaran Think Pair Share dalam Pendidikan Agama Katolik menggereja adalah menghidupi Roh Kudus (Acin & Sutami, 2. Guru agama harus memiliki pemahaman mendalam tentang teologi, pedagogi, dan psikologi perkembangan anak agar dapat mengajar secara efektif dan relevan. Kompetensi guru Pendidikan Agama Katolik meliputi pengembangan jati diri kenabian guru agama Katolik di era milenial. Selain itu, penting bagi guru agama untuk bisa mewujudkan suasana belajar yang inklusif, aman, dan suportif bagi semua murid (Maulana, 2. METODE PENELITIAN Dalam konteks ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Studi literatur melibatkan pengumpulan, analisis, dan sintesis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan penerapan metode TPS (Lubis, 2. , dalam pembelajaran Agama Katolik. Studi literatur ini menggunakan berbagai sumber, seperti artikel jurnal ilmiah, buku teks, makalah konferensi, laporan penelitian, dan publikasi lainnya, yang membahas metode TPS, pembelajaran kooperatif (Surani, 2. , pendidikan Agama Katolik, dan strategi pengajaran yang efektif. Dengan studi literatur ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian, menemukan hal-hal yang belum terjawab, dan menyusun kerangka konseptual untuk penelitian selanjutnya. Data utama yang digunakan mencakup buku-buku yang berkaitan erat dengan objek penelitian, data dari internet, jurnal, tulisan yang belum diterbitkan, serta sumber-sumber lain yang relevan dengan topik penelitian (Surani, 2. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif, dengan tujuan untuk memahami secara mendalam konsep, prinsip, serta penerapan metode TPS dalam pembelajaran Agama Katolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan tinjauan yang komprehensif tentang bagaimana metode TPS dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, serta mengidentifikasi potensi manfaat dan tantangan yang mungkin timbul. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi metode TPS dalam kegiatan / proses pembelajaran Agama Katolik, menawarkan berbagai manfaat yang signifikan. Pertama, metode ini mendorong siswa untuk berpikir secara aktif dan mendalam tentang materi pembelajaran (Saputro, 2. Kedua, diskusi yang melibatkan teman sebaya serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk saling berinteraksi dan belajar dia antara mereka, bersharing tentang perspektif, dan mengklarifikasi pemahaman mereka. Ketiga, berbagi gagasan dengan seluruh kelas mempromosikan partisipasi aktif dan membangun rasa percaya diri siswa. Pendidikan JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. karakter memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian dan moral anak, dengan menanamkan nilai-nilai agama agar tercipta insan yang religius. Gereja juga berperan penting dalam pembentukan karakter remaja (Sriasih et al. , 2. Gereja tidak hanya membiarkan sekolah-sekolah Katolik menjalankan program pendidikan mereka sendiri, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada umatnya di lingkungan sekolah, terutama para siswa, untuk pengembangan karakter dan kepribadian mereka (Gea, 2. Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi metode TPS dalam pembelajaran Agama Katolik juga menghadapi beberapa tantangan. Pertama, metode ini membutuhkan persiapan yang matang dari guru, termasuk merancang pertanyaan atau masalah yang sesuai atau cocok dan menantang. Kedua, guru perlu memfasilitasi lingkungan / ruangan kelas yang nyaman untuk semua serta dapat saling berbagi pelbagai ide dan gagasan tanpa ada ruang untuk saling menghakimi antara satu dengan yang lainnya. Ketiga, tidak semua siswa mungkin merasa nyaman berpartisipasi dalam diskusi kelompok, sehingga guru perlu mengembangkan strategi untuk mendorong partisipasi yang inklusif. Salah satu metode pembelajaran yang bisa diterapkan adalah Problem Based Learning. Model pembelajaran ini memakai masalah nyata supaya siswa belajar berpikir kritis dan memecahkan masalah. Mereka juga akan mendapatkan pengetahuan dan konsep penting dari materi pelajaran (Boiliu et al. , 2. Dengan demikian, implementasi metode TPS dalam pembelajaran Agama Katolik memerlukan perencanaan yang cermat, pelaksanaan yang terampil, dan evaluasi yang berkelanjutan untuk memastikan efektivitasnya. Implementasi metode TPS yang efektif sangat bergantung pada kapasitas guru dalam memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik yang membangun. Guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung, di mana setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif. Penerapan metode pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik serta mewujudkan suasana belajar yang kondusif menjadi esensial (Sriasih et al. , 2. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan karakteristik individu siswa, seperti gaya belajar, tingkat pemahaman, dan minat, untuk menyesuaikan strategi pembelajaran yang sesuai. Dalam konteks pembelajaran agama, guru dapat memanfaatkan metode TPS untuk membahas isu-isu moral dan etika yang kompleks, menganalisis teks-teks suci, atau merenungkan pengalaman-pengalaman spiritual. Penggunaan media yang tepat dalam pembelajaran Agama Katolik juga sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa. Dengan demikian, implementasi metode TPS dalam pembelajaran Agama Katolik dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan pemahaman siswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan Penerapan Metode Pembelajaran Think Pair Share dalam Pendidikan Agama Katolik mempromosikan nilai-nilai keagamaan yang tetap dan sesuai dalam kehidupan harian (Sriasih et al. , 2. Implementasi Think-Pair-Share dalam Pembelajaran Agama Katolik Pertanyaan yang perlu untuk dijawab adalah bagaimana implementasi metode pembelajaran ini dalam kegiatan atau proses pembelajaran pendidikan agama Katolik di kelas? Oleh karena itu, langkah-langkahnya sebagai berikut: pertama, guru menyampaikan materi pelajaran, kemudian guru memberikan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran kepada siswa (Sriasih et al. , 2. Kedua, setelah itu siswa diajak untuk berpikir secara individu tentang pertanyaan atau masalah yang diberikan. Ketiga, siswa berpasangan dengan teman sebangkunya untuk berdiskusi tentang jawaban atau solusi dari pertanyaan atau masalah yang telah dipikirkan secara individu. Keempat, siswa berbagi jawaban atau solusi mereka dengan seluruh kelas. Kelima. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan memberikan umpan balik. Penerapan metode TPS dalam pembelajaran Agama Katolik dapat diperkaya dengan mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang variatif, seperti analisis studi kasus, simulasi role-playing, atau pelaksanaan proyek kolaboratif. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat ditarik simpulan bahwa metode TPS berpotensi besar dalam meningkatkan mutu pembelajaran Agama Katolik. Akan tetapi, penerapan metode ini harus dilaksanakan dengan saksama dan terencana, serta memperhatikan konteks dan kebutuhan peserta didik. Lebih lanjut, untuk mengoptimalkan dampak positif metode TPS, pendidik perlu secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan dalam memfasilitasi diskusi, mewujudkan suasana belajar yang inklusif, dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan keunikan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, metode TPS dapat menjadi wahana yang efektif guna mencapai tujuan pembelajaran Agama Katolik, yakni membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi (Maulidia & (Sriasih et al. , 2. Pendidikan memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi serta mengembangkan potensi dan karakteristik unik peserta didik, membimbing mereka menuju perkembangan yang konstruktif. Tujuan Pendidikan Agama Katolik adalah mengembangkan kemampuan siswa secara komprehensif, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan tujuan membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025 e-ISSN : 3026-6572. dan p-ISSN : 3026-6580. Hal. Dalam proses transformasi tersebut, guru agama Katolik memegang peranan penting dan utama dalam mewujudkan perubahan kualitas yang diharapkan dari program merdeka belajar di tingkat sekolah (Sriasih et al. , 2. Seorang guru agama Katolik harus benarbenar memahami tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar. Guru memerdekakan proses pembelajaran di mana guru dapat membuat siswa berpikir merdeka, berkreasi merdeka, berimajinasi merdeka, dan berekspresi merdeka (Bahar & Sundi, 2. Guru perlu memiliki keyakinan yang kuat bahwa kurikulum merdeka belajar akan menghasilkan peningkatan yang signifikan pada siswa dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya. Aspek penting dari kurikulum ini adalah fleksibilitas dalam memilih metode dari proses pembelajaran yang kurang lebih tepat dan cocok dengan karakteristik serta kebutuhan unik dari setiap siswa yang ada (Sriasih et al. , 2. Dalam konteks ini, metode TPS dapat menjadi pilihan yang relevan dan efektif. DAFTAR REFERENSI Acin. , & Sutami. Spiritualitas Guru Agama Katolik dalam Pelayanan Hidup Menggereja di Wilayah Perbatasan Kabupaten Sanggau. Vocat: Jurnal Pendidikan Katolik, 1. , 86Ae94. Agustina. Sumartini. Sujana. Nurjani. , & Setianingrum. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Peningkatan Kemampuan Pemecahan Matematika Siswa. Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education, 1. , 315Ae326. Amizera. , & Destiansari. Penerapan Pembelajaran Biologi Lintas Minat dengan Pembuatan Model Sel 3D terhadap Pencapaian KKM Peserta Didik XI IPS di SMA LTI IGM Palembang. Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi dan Pembelajarannya, 7. , 37Ae42. Arzani. Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Shalat Wajib Di Kelas i MI MaraqittaAolimat Anyar Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 5. , 146. Astriani. , & Dhana. Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Journal of Didactic Mathematics, 1. , 16Ae21. Bahar. , & Sundi. Merdeka Belajar untuk Kembalikan Pendidikan pada Khittahnya. Prosiding Samasta. Baharuddin, & Wahyuni. Teori Belajar dan Pembelajaran. Ar-Ruzz Media. Boiliu. Boiliu. , & Rantung. Teori Belajar Humanistik Sebagai Landasan dalam Teknologi Pendidikan Agama Kristen. Educakatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4. , 1767Ae1774. Penerapan Metode Pembelajaran Think Pair Share dalam Pendidikan Agama Katolik Donni. Penguatan Pendidikan Iman dalam Jemaat: Tantangan dan Pendekatannya di Gereja Kontemporer. Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 3. , 265Ae270. Elelia. Pendidikan Agama Katolik Di Sekolah Katolik Mayoritas Agama Budha. Vocat: Jurnal Pendidikan Katolik, 2. , 13Ae16. Gea. Pendidikan Iman Katolik Anak dalam Keluarga Kawin Campur Beda Gereja di Dekanat Nias Keuskupan Sibolga. Jurnal Dharmas Education, 4. Hasan. Prinsip Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Berbangsa. Jurnal Mubtadiin, 7. , 111Ae123. https://journal. an-nur. id/index. php/mubtadii Kolis. , & Artini. Studi Komparatif: Teori Edward Lee Thorndike dan Imam Al Ghazali dalam Implementasi di Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. https://doi. org/https://dx. org/10. 32665/abata. Lubis. Studi Literatur: Peran Guru pada Era Pendidikan 4. EDUKA Jurnal Pendidikan. Hukum dan Bisnis, 5. , 51Ae57. Maulana. Persepsi Keluarga Petani mengenai Pendidikan Formal: Studi Kasus pada Keluarga Petani Kelurahan Sukamenak Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Purba. , & Rajagukguk. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (Tp. Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa. Kognitif: Jurnal Riset Hots Pendidikan Matematika, 4. , 68Ae85. Saman. , & Hidayati. Pola Asuh Orang Tua Milenial dalam Mendidik Anak Generasi Alpha di Era Transformasi Digital. Jurnal Basicedu, 7. , 984Ae992. https://doi. org/https://doi. org/10. 31004/basicedu. Saputro. Strategi Pembelajaran. Bahan Sajian Program Pendidikan Mengajar. Universitas Negeri Malang. Sari. Habibi. , & Putri. Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe thinkpairs-share dalam pembelajaran matematika terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dan pengembangan karakter siswa sma kota sungai penuh. Edumatika: Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1. , 7Ae21. Sriasih. Mutawakkil. Sili. Saputro. Herlina. Distrik. Prayogi. Perdana. Panggabean. Noge. Tegu. Kaka. Ngantung, . Munawaroh. Khamid. Irhamudin. Maulidia. Prafitasari. Jauhar. A Rohy. Merdeka belajar dan kesiapan profesionalisme guru agama Katolik di Kota Manado. Sulawesi Utara. Jurnal Al-Qiyam, 2. , 18Ae26. Sumaryati. Pendekatan Induktif-Deduktif Disertai Strategi Think-Pair-Square-Share Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Serta Disposisi Matematis Siswa Sma. Infinity Journal, 2. , https://doi. org/10. 22460/infinity. Surani. Studi literatur: Peran teknolog pendidikan dalam pendidikan 4. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 2. , 456Ae469. JURNAL MAGISTRA - VOLUME 3 NOMOR 2 JUNI 2025