Majalah Kesehatan Pharmamedika 2013. Vol 5 No. Artikel Penelitian Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Purwoceng (Pimpinella Alpin. Terhadap Sel Kanker Payudara ( MCF-7 Breast Cancer Cell. Dharma Permana1* dan Herman Usman2 Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran. Universitas Yarsi. Jakarta Bagian Kimia Fakultas Kedokteran. Universitas Yarsi. Jakarta Korespondensi : Email : dharma. permana@yarsi. Abstract Background. Purwoceng (Pimpinella alpin. is one of the plants which has a property as a traditional medicine and the roots of this plant has been known as a sexual desire arousing . Epoxypseudoisoeugenol-2-methyl butyrate (EPB), a phenylpropranoid isolated from Pimpinella corymbosa inhibited the proliferation of both MCF-7 and BT-549 cells. Objective. This study aims to investigate of the cytotoxic effect of methanolic extracts from the roots of Pimpinella alpina on MCF-7 cells line in vitro. Methods. The In vitro cytotoxicity of methanolic extracts of the roots of Pimpinella alpina was studied using various concentrations . 1, 1, 10 and 100 g/m. by MTT viability assay. The MTT . ,5-dimethylthiazol-2-y. -2,5diphenylAetetrazolium bromid. salt will be induced to its coloured formazan by the action of mitochondrial The MTT formazan product is dissolved in DMSO and the amount is estimated by measuring absorbance at 550 nm using an ELISA plate reader. The IC50 values . oncentration of a extracts that produces 50% reduction in the absorbance compared with untreated control. are determined from the dose-response curves. Results. The in vitro screening of the methanolic extracts showed strong cytotoxic activity on MCF-7 Breast Cancer The significant decrease in cell viability was observed for 100 g/ml and the IC 50 value is 22. 98 g/ml. Conclusion. The results indicated that methanolic extract of the roots of Pimpinella alpina has a potential cytotoxicity activity on MCF-7 Breast Cancer cells and considered to be a particularly valuable source of cytotoxic substances. Keywords: Purwoceng. Pimpinella alpina. Cytotoxic. MCF-7 cells. MTT assay Pendahuluan Penyakit kanker merupakan termasuk masalah kesehatan didunia dan insiden kanker selalu meningkat pada setiap Negara. Kemoterapi masih digunakan sebagai standar pengobatan dan hampir semua obat obat anti kanker dapat menyebabkan sitotoksik pada sel normal dan juga imunotoksisitas. Sebagian obat anti kanker berasal dari tumbuhan seperti Vincristine (Catharanthus roseu. Taxane ( Taxus bervifoli. dan Etoposide (Podophyllum peltatu. (Grever, 2. Penemuan obat anti kanker yang baru dari tumbuhan sangat diperlukan untuk mendapatkan obat anti kanker yang efektif, efek samping ringan dan biaya pengobatan yang ringan. Purwoceng ( Pimpinella alpina ) merupakan tanaman obat komersial yang Tumbuhan ini merupakan tanaman asli Indonesia dan sudah dibudidayakan oleh Balitro (Darwati, 2. Spesies lain genus Pimpinella dilaporkan kandungan senyawa phenyl propanoids dan essensial oil (Abbas et al, 2006 . Tabanca et al, 2005 dan Maria et al. Senyawa epoxypseudoisoeugenol-2methyl butyrate (EPB), phenylpropranoid dari tumbuhan Pimpinella corymbosa, mempunyai efek AntiKanker terhadap MCF-7 . dan BT-549 . strogen-independen. breast cancer cells (Ma , 2. Ekstrak etanol Pimpinella anisoides menghambat produksi NO . urine monocytic macrophage cell line RAW . dengan IC. value of 72. 7 microg/mL (Conforti, 2. Berdasarkan hal tersebut diatas perlu untuk mengetahui potensi efek sitotoksik tumbuhan Purwoceng terhadap sel Artikel Penelitian Majalah Kesehatan Pharmamedika 2013. Vol 5 No. kanker, dimana dalam penelitian ini digunakan sel kanker Payudara (MCF-7 Breast Cancer (Sigma. USA). Sel di kultur dalam Inkubator pada kondisi 5 % CO2 dan suhu 37 C. Uji Sitotoksik Material dan Metoda Penelitian Pembuatan Ekstrak Metanol Akar tumbuhan Purwoceng (Pimpinella alpin. di didapatkan dari Dataran Tinggi Dieng. Wonosobo. Akar tumbuhan dikeringkan . dan dihaluskan, selanjutnya di ekstraksi dengan cara maserasi direndam dengan metanol ( 3 x 5 L x 3 har. Ekstrak disaring dengan kapas mengunakan Rotary evaporator dan didapatkan ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng sebanyak 103 gram. Kultur Sel Sel Kanker Payudara (MCF-7 Cell. didapatkan dari National Cancer Institute (USA) , sel di kultur dalam medium pertumbuhan RPMI-1640 (Sigma. USA) dan di suplemen dengan 10% Fetal Calf Serum ( Peasal & Laurel. Germany ), 100 UI/ml penicillin dan 100 AAg/ml Streptomycin Uji sitotoksik ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng terhadap sel MCF-7 dilakukan dengan metoda in vitro MTT assay dimana Mitchondrial . ,5Dimethylthiazol-2-y. -2,5-diphenyltetrazoliumbromid. (MTT) menjadi senyawa Formazan dan senyawa Formazan yang terbentuk di ukur secara Kolorimetri dengan ELISA Plate Reader (Mosmann, 1983 dan Permana, 2. Sel dihitung mengunakan hemocytometer dengan bantuan larutan trypan blue dan selanjutnya sel ditumbuhkan dalam microwell plate 96 sumuran . 0 sel/sumura. selama 24 jam. Uji sitotoksik larutan ekstrak metanol dilakukan dengan konsentrasi 0,1 ug/ml, 1 ug/ml, 10 ug/ml dan 100 ug/ml dalam DMSO perulangan dan sel yang yang tidak ditambahkan ekstrak sebagai kontrol (Gambar Data yang didapatkan ditentukan IC50 mengunakan saintific Software Bioassay Ultra 0 (Cambridge Sof. Gambar 1. Prosedur uji sitotoksik ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng terhadap sel kanker Payudara ( MCF-7 Cells ). Majalah Kesehatan Pharmamedika 2013. Vol 5 No. Hasil Dan Diskusi Artikel Penelitian pada penelitian ini adalah 22,98 ug/ml yang mana memberikan indikasi bahwa ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng mempunyai efek sitotoksik yang kuat terhadap sel MCF-7 (Breast Cancer Cell. Efek sitotoksik ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng berhubungan dengan kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam tumbuhan tersebut. Peningkatan konsentrasi ekstrak akan meningkatkan jumlah kuantitatif kandungan senyawa aktif didalamnya dan hal ini menyebabkan penurunan viabilitas sel MCF-7. Tumbuhan Purwoceng ( Pimpinella alpin. mungkin memiliki kandungan senyawa yang sama dengan species Pimpinella yang lain, dimana senyawa epoxypseudoisoeugenol-2methyl butyrate (EPB), phenylpropranoid dari tumbuhan Pimpinella corymbosa, mempunyai efek Anti kanker terhadap MCF-7 . dan BT-549 . strogen-independen. Breast Cancer Cells (Ma , 2. Uji Cyanidin tes terhadap ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng memberikan indikasi adanya kandungan flavonoid pada ekstrak tersebut (Harbone. Flavonoid kelompok senyawa yang mempunyai aktifitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 ( Yao, 2011 dan Ekstrasi merupakan suatu cara untuk menyari senyawa senyawa ( metabolit sekunder ) yang terdapat dalam tumbuhan. Pengunaan metanol dalam proses ekstraksi untuk lebih mengoptimalkan kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak, dimana metanol dapat melarutkan senyawa non polar, semi polar dan polar yang terdapat pada tumbuhan (Houghton, 1. Uji sitotoksik ekstrak metanol akar tumbuhan Purwoceng terhadap sel MCF-7 dilakukan dengan konsentrasi ekstrak yang bervariasi dan viabilitas sel dibandingkan dengan sel kontrol. Pada penelitian ini terlihat efek sitotoksik secara dinamis dimana kenaikan persentase viabilitas sel MCF-7 (Gambar . Pada konsentrasi ekstrak 0,1 ug/ml dan 1 ug/ml penghambatan pertumbuhan sel (Viabilitas sel 92,42 % dan 87,73 %). Ekstrak dengan konsentrasi 10 ug/ml menurunkan viabilitas sel menjadi 54,12 % dan efek sitotoksik yang sangat kuat terlihat pada konsentrasi ekstrak 100 ug/ml, dimana viabilitas sel menurun dengan signifikan menjadi 3,31 %. Konsentrasi penghambatan 50 % pertumbuhan sel ( IC. Yadegarynia, 2. Viabilitas Sel % Konsentrasi Ekstrak . g/m. Gambar 2. Efek Sitotoksik ekstrak etanol Akar tumbuhan Purwoceng (IC 50= 22,98 ug/m. Artikel Penelitian Majalah Kesehatan Pharmamedika 2013. Vol 5 No. Kesimpulan Ekstrak Purwoceng mempunyai efek sitotoksik yang kuat terhadap sel MCF-7 (Breast Cancer Cell. dengan IC50 = 22,98 ug/ml dan sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan senyawa bioaktif yang mungkin dapat dikembangkan sebagai obat kemoterapi Ucapan Terima Kasih Terima Kasih di ucapkan kepada Proyek Health Professional Education Quality Improvement (HPEQ). Fakultas Kedokteran. Universitas Yarsi Tahun Anggaran 2013 dengan Kontrak Nomor : 141 / HPEQ-YARSI/VI/ 2013 yang telah membiayai penelitian ini. Daftar Pustaka