Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 (June 2. 224 Ae 220 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Reflection on Easter During the Pandemic As The Church Today Erlin Mayastuti . Fanni Margareta . )*Magister Pendidikan Agama Kristen STT KADESI Yogyakarta, vaniaemayastuti@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Erlin Mayastuti and Fanni Margareta. AuReflection on Easter During the Pandemic As The Church Today,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 2 (June 1, 2. : 1, accessed June 9, 2022, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/30. American Psychological Association 7th edition (Mayastuti & Margareta, 2022, p. Received: 14 June 2021 Accepted: 17 January 2022 Published: 01 June 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Abstract Pesakh events are related to situations and phenomena that occur in the context of the Old Testament. The condition of the nation of Israel contributed to God's salvation for His people from the land of slavery in Egypt. In modern civilization, can the meaning of Easter understood by Christians in the New Testament perspective be able to answer the needs of God's people against phenomenological threats? This certainly needs to be studied both from a scientific point of view, especially medical and theological, how the meaning of Easter represents the fulfillment of God's promises in the form of His care for His people from threats to life and the future. This certainly needs to be studied both from a scientific point of view, especially medical and theological, how the meaning of Easter represents the fulfillment of God's promises in the form of His care for His people from threats to life and the future. The church needs to state that the people need God in overcoming the problems that arise due to the Covid-19 pandemic. In building the faith strength of the congregation, it is very important to emphasize that God can change a situation and condition according to the plans and goals set for His people. The church does not only represent the purpose of God's providence, but how the efforts made can prevent God's people from having different views on the situation by trying to unite perceptions that are intact, not divided, being in love so that they remain in an atmosphere of peace of God's care. Keywords: Fulfillment of God's Promise. Reconciliation. Abstrak Peristiwa Paskah berkaitan dengan situasi dan fenomena yang terjadi dalam konteks Perjanjian Lama. Situasi dan kondisi bangsa Israel memiliki kontribusi terhadap penyelamatan Allah bagi umat-Nya dari tanah perbudakan di Mesir. Dalam peradaban modern apakah makna Paskah yang dipahami oleh orang Kristen dalam perspektif Perjanjian Baru dapat menjawab kebutuhan umat Tuhan terhadap ancaman yang bersifat fenomenologis. Hal ini tentu perlu dikaji baik dari sudut pandang ilmiah khususnya medis maupun teologis bagaimana makna Paskah merepresentasikan penggenapan janji Tuhan dalam bentuk pemeliharaan-Nya bagi umat-Nya dari ancaman terhadap kehidupan dan masa depan. Gereja perlu menyatakan bahwa umat membutuhkan Tuhan dalam mengatasi masalah yang timbul akibat pandemi Covid 19. Di dalam membangun kekuatan iman jemaat amatlah penting menekankan bahwa Tuhan dapat mengubahkan suatu sitsuasi dan kondisi sesuai dengan rencana dan tujuan yang ditetapkan bagi umat-Nya. Gereja tidak hanya merepresentasikan maksud pemeliharaan Tuhan tetapi bagaimana upaya yang dilakukan dapat menghindarkan umat Tuhan dari perbedaan pandangan terhadap situasi yang terjadi dengan upaya menyatukan persepsi yang utuh, tidak terpecah, berada dalam kasih sehingga tetap dalam suasana damai dalam pemeliharaan Tuhan. Kata Kunci: Penggenapan Janji Tuhan. Rekonsiliasi. PENDAHULUAN Perayaan Paskah membawa arti penting bagi semua orang Kristen dan juga merupakan hari raya terbesar selain hari raya Natal. Perayaan Paskah ini sendiri dirayakan sebagai sebuah momen untuk merenungkan tujuan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Paskah yang disebut Pascha (Yunani. Lati. atau Hari Minggu Kebangkitan adalah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta sebuah festival dan hari libur yang merayakan kebangkitan Yesus dari antara orang mati setelah penyaliban oleh orang Romawi Kalvari di 30 Masehi. Festival ini dirayakan secara meriah dan dengan sukacita terbesar. Paskah memiliki makna mendalam tentang besarnya kasih Tuhan, kemenangan, pengampunan dan pengharapan. Kebangkitan Yesus sebagai Anak Allah yang berkuasa dan yang akan menghakimi dunia dalam kebenaran. Berkaitan dalam peristiwa Paskah dalam Perjanjian Lama yang merupakan peristiwa mengenai pembebasan bagi Bangsa Israel dari penjajahan Mesir yang dilakukan sebagai peristiwa Ilahi. Didalam Kejadian 3 : 15 AuAku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunanya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnyaAy. Kejadian 3:15 Ini sendiri merupakan sebuah bayangan akan keselamatan yang sudah dijanjikan oleh Tuhan untuk keselamatan dunia. Diawali dari sebuah janji Tuhan bagi Adam kala itu sebagai seorang ciptaan Tuhan yang merupakan sebuah simbol keberadaan manusia secara utuh tanpa melihat suku,agama dan ras. Dimana Pahlawan yang membawa keselamatan ini akan meremukkan kepada Iblis dan iblis sendiri akan meremukkan tumitnya. Pada kenyataannya. Paskah yang dijalankan memasuki era yang berbeda di tengah situasi pandemic saat ini. Ada sebuah benang merah mengenai keselamatan yang dijanjikan Tuhan bila ditarik dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru secara khusus bagi umat Kristen yang saat ini percaya padaNya dimasa pandemi saat ini. Pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia membuat tidak sedikit orang Kristen goyah dengan iman dan pengharapan mereka. Didalam tulisannya Donald Guthrie . 2, p. ,AyMakna utama kebangkitan ialah kontribusi yang diberikanNya bagi pengertian kita mengenai pribadi dan pekerjaan KristusAy. Pembebasan disini dapat berupa pembebasan dari perbudakan pada hedonism dan hawa nafsu, adanya pemulihan relasi, dan harapan baru dalam memiliki kasih mula-mula. Jika melihat ke belakang sebelum covid 19 muncul, umat Kristen terhipnotis dengan kesibukan dalam kegiatan yang dikerjakan setiap hari tidak terkecuali kegiatan pelayanan Gereja yang menjadi semakin menjauhkan hubungan pribadi dengan Tuhan. Pelayanan yang dilakukan pun fokus pada kegiatan dan bukan pada siapa yang disembah. Ditambah lagi setiap Hari Raya yang diperingati dirayakan secara mewah dan jauh dari kesederhanaan yang menyebabkan makna kematian dan penderitaan melalui penyaliban mengalami penurunan makna semula. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Tujuan dari artikel ini sendiri adalah Tahun ini menjadi momen untuk mereflesikan diri dan menata kembali berbagai aspek kehidupan, serta kesempatan untuk memiliki pola pikir dan pola hidup yang beradaptasi dengan pola baru. Penelitian ini merupakan penelitian yang memberikan sebuah penekanan yang ada didalam kejadian 3:15 yang memiliki sebuah konsep keselamatan bahwa janji ini merupakan sebuah janji keselamatan yang sudah Tuhan janjikan untuk pertama kalinya dan terkhusus bagi kita para pengikut Tuhan Yesus Kristus pada saat ini. Ditengah pandemi yang melanda dunia saat ini, janji keselamatan itu tetap ada dan bisa memiliki dampak bagi setiap orang percaya dan dapat menjawab kebutuhan umat Tuhan terhadap ancaman yang bersifat fenomologi ini . METODE Penelitian ini akan membahas dengan menggunakan pendekatan teologis bahwa pemeliharaan Tuhan sampai saat ini merupakan sebuah janji Tuhan yang digenapi dan sebagai gereja memerlukan Tuhan dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan akibat dari pandemi covid 19. Disini diperlukan sebuah kesatuan yang utuh dan tetap berada dalam suasana yang penuh damai dalam pemeliharaan Tuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode eksegesis yang mana itu dipandang relevan dengan menyajikan ayat-ayat dari Kejadian 3:15. Menemukan serta memahami pesan yang disampaikan oleh seorang penulis merupakan sebuah eksegesis (Smith, 2016, p. HASIL PENELITIAN Paskah merupakan salah satu bagian terpenting dalam karya mengenai keselamatan yang Bapa sampaikan pertama kali kepada Adam dan Hawa sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dimana mereka melakukan sebuah pelanggaran tetapi karena kasihNya maka Dia menjanjikan seorang penyelamat yang akan menyelamatkan. Begitu juga Bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesirpun mengalami hal ini, sebagai bukti penggenapan janjijanji Tuhan. Bahwa umatNya ini dipelihara dan dilepaskan dari perbudakan di Mesir. Penggenapan akan janji seorang penyelamat dinyatakan diPerjanjian Baru dengan lahirnya Kristus bagi kita semua. Disini bisa dilihat ada sebuah benang merah antara PL dan PB sampai saat ini, kalau kita perhatikan siklus mengenai penyelamatan dan penyertaan Tuhan bagi umatNya itu terus berlangsung. Terlebih Disaat pandemi covid 19 inilah janji penyertaanNya sungguh nyata. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Analisis Kejadian 3:15 Sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa hubungan manusia dengan Tuhan begitu intim dan harmonis. Lasor . 1, p. sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa, semuanya berada dalam keadaan harmonis dan intim, tetapi sekarang timbul rasa malu atas ketelanjangan mereka . Mata mereka melihat dan terbuka bahwa diri mereka telanjang dan pada ayat ini dikatakan bahwa ada usaha dari manusia untuk membuat sebuah ayaman dari pohon ara untuk menutupi ketelanjangan mereka. Ayat 8 berbicara mengenai bagaimana manusia lari bersembunyi dari hadapan TUHAN ditengah-tengah pohon-pohon dalam taman. Meskipun TUHAN tahu keberadaan Adam maupun Hawa. TUHAN tetap terus mengajak mereka berbicara dengan mengatakan pada ayat 9 AuAdimanakah engkau ?Ay. Tetapi yang dilakukan Adam maupun Hawa adalah mereka lari dan bersembunyi. Bukannya menghampiri dan mengatakan mengenai apa yang telah mereka lakukan. Sesungguhnya TUHAN mengajak Adam dan Hawa berbicara adalah mengajak mereka agar mereka dapat berbicara apa yang sudah mereka lakukan karena hubungan yang harmonis tentunya adalah hubungan yang tidak didasari oleh ketakutan, terlebih takut oleh karena melakukan sebuah pelanggaran. Ayat 11-13 menunjukkan bagaimana Adam dan Hawa sejak kejatuhan mereka didalam dosa karena pelanggaran mereka berusaha saling menyalahkan satu dengan yang lain. Adam menyalahkan Hawa. Hawa menyalahkan ular. Ayat 14 membahas bagaimana TUHAN memberikan sebuah hukuman kepada ular dan dalam hal ini ular adalah analogi dari setan. TIdak ada kompromi saat TUHAN memberikan hukuman kepada setan, berbeda saat TUHAN mengetahui bahwa Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa. TUHAN mengajak mereka berbicara dan memanggil Adam dan Hawa. Tindakan TUHAN inilah merupakan sebuah inisiatif dari TUHAN untuk dapat menemukan manusia dan memprakarsai TUHAN dalam hal keselamatan. Tindakan Kasih ini merupakan sebuah bentuk dari TUHAN sungguh-sungguh memperhatikan manusia dan mengasihi mereka. Manusia sudah jatuh kedalam dosa tetapi kasih TUHAN tidak dapat TUHAN sendiri yang memiliki sebuah prakarsa melakukan sebuah inisiatif keselamatan itu. Ada sebuah janji dalam Kejadian 3:15 yang dilakukan TUHAN secara sepihak (Marantika, 2002, p. Meskipun manusia tetap mengalami penghukuman akibat dari dosa . andingkan ayat 16-. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Ayat 21 menyatakan bahwa TUHAN mengasihi manusia dan memiliki sebuah inisiatif yakni membuatkan mereka sebuah pakaian lalu mengenakannya itu adalah bukti TUHAN mengasihi dan peduli kepada mereka. Ada sebuah pengorbanan dari TUHAN untuk manusia yakni bagaimana TUHAN melakukan sebuah pengorbanan dari binatang untuk dibuat menjadi sebuah pakaian yang terbuat dari kulit binatang tersebut. Keluarnya Bangsa Israel dari Tanah Mesir Kitab Keluaran ini sangat penting ditinjau dari sudut pandang orang Kristen maupun bagi orang Yahudi sendiri karena didalamnya itu terdapat berbagai riwayat mengenai peristiwa yang didasarkan pada sebuah keyakinan mengenai hukum Tuhan maupun bagaimana kita diatur mengenai sikap orang percaya, ada ketetapan yang berhubungan dengan perayaan seperti Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi maupun sebuah pengudusan anak sulung. Ketetapan ini terdapat didalam Keluaran 12:1-28, 43-51. 13:1-16 (Peterson, 2006, p. Secara historis sendiri Paskah memang dirayakan oleh orang-orang Yahudi sejak 1300 SM. Orang Samaria masih merayakan perayaan Paskah ini sendiri di gunung Gerizim sesuai upacara Paskah yang dilakukan oleh Bangsa Israel Utara kuno. Kisah mengenai Paskah ini sendiri terekam dalam Kitab Keluaran. Didalam Kitab Keluaran secara harafiah berarti AukeluarAy atau Aujalan keluarAy menegaskan bagaimana Tuhan memilih Musa untuk memimpin sebuah bangsa pilihan yakni Bangsa Israel untuk keluar dari perbudakan Mesir. Dalam bahasa Ibrani sendiri arti kata Keluaran berarti Auinilah nama-namaAy yang diambil dari dua kata pertamanya, ini diambil dari Kejadian 46:8 yang mana memuat daftar beberapa nama leluhur Israel. Ini menandakan bahwa Kitab Keluaran melanjutkan cerita tentang umat Tuhan yang sudah dimulai dalam kitab Kejadian. Atas perintah dari Tuhan maka orang Israel mengadakan perayaan paskah yang pertama, dengan darah anak domba dibubuhkan pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah mereka supaya anak sulung mereka terlindung . :1-. (Green, 2012, p. Apabila kita memperhatikan maka pada Keluaran12:1-3 maka paskah itu sendiri merupakan sebuah inisiatif dari Tuhan sendiri. Inisiatif dari Tuhan agar umat Israel merayakan Paskah setelah mereka dibebaskan dari tanah Mesir. Paskah itu sendiri mengandung arti berlalu atau tidak diganggu, berasal dari kata bahasa Ibrani AupasachAy oleh karena pada waktu itu malaikat Tuhan yang membunuh anak-anak sulung itu melewati Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta rumah-rumah orang Israel (Baker, 2016, p. Paskah itu sendiri merupakan hari raya yang ditentukan oleh Tuhan sendiri, dimana perayaan ini merupakan sebuah perayaan untuk merayakan Bangsa Israel dibebaskan atau keluar dari tanah Mesir dan untuk mengingat bagaimana Tuhan telah melakukan banyak hal untuk bangsa Israel. Sebagai sebuah peringatan tahun tentang apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita. Dalam Haper Collins Bible Dictionary menunjukkan bagaimana Bangsa Israel ditebus oleh Tuhan karena perasaan cinta yang luar biasa dalam diri Tuhan, yang diwujudkan dalam tindakan penyelamatanNya kepada Sehingga kekuatan pesannya masih bisa dan masih relevan hingga tiga ribu tahun masa didepannya (Achtemeier, 1996, p. Sebelum peristiwa anak sulung orang-orang Mesir mati. Bangsa Mesir mengalami tulah yang sangat hebat. Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peristiwa yang bagi siapapun yang hidup pada saat itu dapat merasakan kegentaran dalam hidup dan melihat kedasyatan Allah Bapa dalam membela umatNya. Pandemi covid 19 yang saat ini sedang melanda seluruh dunia banyak yang menganggap fenomena ini sebagai sebuah bencana yang terjadi karena TUHAN sedang mendidik orang-orang yang dikasihiNya. Bisa dikatakan bahwa pandemi ini merupakan sesuatu yang menyebabkan . kesusahan, kerugian atau penderitaan. bahaya (KBBI). Bukan hanya pada bangsa Mesir tetapi juga bagi Bangsa Israel yang tidak setia pada TUHAN. Bila merenungkan kembali tulah Ae tulah yang terjadi pada Bangsa Mesir maka akan didapatkan beberapa hal yang terjadi yakni tulah-tulah itu terjadi akibat dari melakukan sebuah perbuatan yang melanggar larangan (KBBI). Bangsa Mesir saat itu dikenal sebagai sebuah bangsa yang banyak menyembah dewa-dewa. Dewa-dewa yang mereka percaya ada diseluruh aspek kehidupan mereka. Dewa-dewi bangsa Mesir ini diwujudkan dalam bentukbentuk yang dapat menggambarkan peranan mereka (Dyasmara, 2019. Sehingga seperti dewa Ra yang tubuh manusia tatapi memiliki burung elang yang ada diatas kepalanya karena dianggap sebagai dewa matahari. Alkitab sendiri mencatat bahwa sesembahan orang Mesir yang berupa dewa-dewi tidak ada artinya, dipermalukan dan mencelikkan mata orang-orang Bangsa Mesir bahwa apa yang mereka sembah itu tidak membawa pada sebuah keselamatan dari sebuah tulah Allah sesembahan Bangsa Israel. Bahwa Ia lebih besar daripada sesembahan dewa-dewa mereka. Tetapi TUHAN Israel tetap menyatakan keberadaanNya ditengah-tengah Bangsa Israel yakni Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta dalam peristiwa matinya anak sulung Firaun sampai dengan budaknya dan anak sulung ternaknya (Kejadian 11:4-. Setiap peristiwa tulah ataupun bencana yang menimpa setiap sendi kehidupan manusia bukan hanya dianggap sebagai sebuah hukuman TUHAN atas manusia yang memberontak, akan tetapi sebuah proses TUHAN agar manusia dapat mengambil pembelajarn dari setiap peristiwa tersebut dan kembali kepada TUHAN. Penyertaan TUHAN yang terjadi pada Bangsa Israel pada tulah pertama sampai dengan tulah yang kesepuluh membawa sebuah pelajaran agar dapat setia dan taat dalam setiap perintah-perintah TUHAn dalam kehidupannya sebagai umatNya. Makna Paskah di Era Pandemi Pengertian Pandemi Perayaan Paskah bagi umat TUHAN saat ini dimasa pandemic covid 19 menjadi sebuah perayaan untuk menginstropesksi diri. Menjadi sebuah alat untuk merefleksikan karya keselamatan yang sudah TUHAN Yesus Kristus lakukan bagi kita umat yang dikasihi dan mengasihiNya. Ada hal yang bisa diambil dari peristiwa pandemi covid-19 saat ini, dimana TUHAN mengajarkan kepada kita sebagai umat pilihanNya yang hidup saat ini untuk percaya akan kedaulatan TUHAN atas hidupnya. Sehingga setiap orang Kristen yang percaya dapat memahami dan mengerti akan hal ini dimana TUHAN mengajarkan setiap umatNya untuk dapat mengintrospeksi dirinya sendiri. Bencana covid-19 ini menjadi sebuah momen untuk menginstropeksi diri terhadap kemampuan bertanggungjawab terhadap alam sekitar, penggunaan teknologi secara bijak, sosialisasi dengan menjalin hubungan yang erat dengan lingkungan sekitar bahkan terlebih lagi kepada TUHAN sebagai penciptanya. Hubungan Pandemi dengan Paskah Hampir semua penduduk di dunia menjadi seperti budak teknologi computer di era pandemi ini. Hal ini otomatis mengubah semua kebiasaan yang tidak biasanya. Computer dan internet menjadi symbol dan alat yang mengatur semua hal di dunia. Kita bisa melakukan segala jenis hal di dalam rumah semudah membuka kran air. Pandemic ini membuat keluarga bebas melakukan kegiatan Bersama dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan di Memang kebanyakan orang juga merasakan bahwa internet ini menjadi begitu konsumtif bagi para individunya sehingga justru malah kehilangan hubungan yang akrab karena semua disibukkan dengan gadget. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Intinya kreativitas dan kesadaran untuk terus beradaptasi dengan hal baru adalah kunci di tengah pandemic. Begitu juga dalam menjalankan Paskah. Setiap pengalaman kita dengan manusia lainnya saling berkaitan dengan kondisi pandemic ini. Napas hidup atau sekarat orang di Wuhan cina pun berdampak pada napas hidup orang di Indonesia maupun di Eropa atau juga di Amerika. Kenyataan yang terjadi, semakin merenungkan setiap peristiwa hidup yang terjadi di era ini dan pandemic ini diijinkan hadir di bumi ini adalah adanya pemulihan relasi dan kebebasan sejati sedang diberikan oleh Tuhan. Paskah di era pandemi adalah peristiwa pemberian kebebasan dari dosa dan pemulihan relasi antara manusia dengan Tuhan Sang Pencipta, sesama dan alam semesta. Kenyataan yang terjadi sebelum pandemi berlangsung, bagaimana kesibukan menghilangkan focus dan tujuan hidup manusia terlebih umat Kristiani. Keluarga tidak lagi harmonis, peran orang tua sebagai pendidik yang baik mulai terkikis oleh kesibukan dan berdampak pada generasi muda. Peran orang tua dalam mendidik anak adalah bagian yang sangat penting (Sunarko, 2021, p. Alam semesta menjadi begitu sakit, kacau, hancur jika manusia tidak lagi melakukan tugas utama untuk merawat ciptaanNya. Memahami Paskah di Masa Pandemi Jika dikaitkan dengan Perjanjian Lama dimasa raja Firaun, dimana begitu banyak Avirus atau bakteriA di kehidupan manusia melanda dalam beberapa tahun terakhir seperti kebakaran, pembunuhan, badai, global warming, serangga dalam jumlah banyak, ebola. SARS dan sekarang Covid 19. Ditambah lagi krisis yang diciptakan oleh politikus seperti perang, kelaparan, kematian, imigrasi, dan masih banyak lagi. Apa yang kita renungkan dari semua yang terjadi di dunia ini? Bahkan Sejak Covid 19, banyak dari kita sepertinya kehilangan kebebasan. Suami istri bertemu 24 jam justru membuat mereka merasa semakin tidak bebas dan stress, sehingga meningkat angka perceraian. Sekali lagi apa makna paskah sungguh berkaitan dengan kondisi Makna yang sesungguhnya perlu umat Kristiani pahami benar bahwa kebebasan sejati itu datangnya Ketika ada kepercayaan penuh . kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Keselamatan memberi sukacita dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam rumah tangga, hubungan antar personal. Kebebasan sejati ini merupakan hadiah paling indah yang Allah Bapa berikan dan tahun ini menjadi lebih bermakna karena kita bisa jauh lebih peka dengan pengalaman hidup yang dialami di era pandemi ini. Tidak ada satupun hal yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta bisa mengambil identitas kita sebagai anak Tuhan ataupun kasih Allah, baik karantina atau itu social distancing. Justru ini adalah momen dimana penyertaan Tuhan begitu dapat dirasakan. Bagaimana tidak, ketika kita mengalami sepertinya kehilangan pekerjaan atau pemasukan secara materi namun bisa membantu atau memberi kepada orang lain yang jauh lebih Disinilah setiap manusia perlu untuk bersatu untuk bangkit, sama seperti bangsa Israel yang diperbudak bangkit untuk merasakan kebebasan dan dipulihkan. Manusia juga harus mengajar dan membantu orang dalam mengenal kasih Allah (Sahertian et al. 2021, p. Jadi ini adalah masa kita berefleksi, kita mengambil keputusan bagaimana cara kita memaknai dan memandang Paskah di era ini menggerakkan iman dan harapan kita atau justru kita hanya focus kepada masalah pandeminya. Pilihannya apakah kita tetap mau menjadi budak seperti bangsa Israel Ketika kita dibebaskan dari segala Auketidakbebasan kesibukan hiruk pikuk duniaAy sehingga kita lupa atau kehilangan makna hidup yang sejati, atau justru kita merasa kebebasan kita dirampas? Itu pilihan kita. Di momen Paskah era pandemic ini justru kita perlu bercermin dan melihat kondisi kita sedang terpenjara atau terbebas dari perbudakan dosa? Paskah kita Imani menjadi pembebasan dari segala kesibukan yang memenjarakan iman kita karena tadinya relasi kita dengan Allah semakin jauh, dan mempengaruhi iman kita dan sedang dikembalikan pada tujuan awal Yesus hadir di dunia. Memiliki percaya penuh, pengenalan penuh akan Kasih Kristus, menghidupi karya Keselamatan membuat kita terbebas dari belenggu kelaliman dan hal fana. Paskah Bersama keluarga di rumah bisa dibentuk dalam berbagai kegiatan yang dapat membuat persatuan semakin erat, merenungkan kebesaran kasih Allah dengan. Jika dunia hanya mempertontonkan tentang kematian karena covid 19, kita sebagai umat Kristiani memiliki perspektif berbeda. Sesuai dalam Firman Tuhan yang kita pegang, bahwa setiap manusia akan berhadapan dengan kematian, namun ada harapan setelah kematian. Jika kita hanya focus pada peningkatan jumlah kematian, kita akan kehilangan rasa syukur dan focus kita terhadap Tuhan. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta Mendisiplinkan Kerohanian Disiplin Rohani Pandemi covid 19 ini membawa pada sebuah kedisiplinan rohani meskipun menurut Alfius Areng Mutak dalam buku Flora Slosson Wuellner dikatakan bahwa kata disiplin itu sendiri kurang disukai terutama dalam penyebutan untuk hal-hal yang rohani. Karena menurutnya kata disiplin itu sendiri memiliki sebuah konotasi yang berupa rutinitas dan tidak sesuai untuk hal yang berkaitan dengan spiritualitas (Wuellner, 2015, p. Tetapi menurut KBBI kata disiplin yang berarti ketaatan dan mendisiplinkan adalah membuat berdisiplin atau mengusahakan supaya mentaati. Jadi disiplin rohani itu sendiri berarti sebuah usaha untuk mempraktekkan dengan membangun sebuah relasi secara pribadi dengan TUHAN. Kedisiplinna rohani didapat saat memiliki relasi yang dekat dengan TUHAN da ada sebuah usaha dari pribadinya untuk mau meneladani gaya hidup dari Kristus, dengan cara membaca Firman TUHAN, berdoa, beribadah, penatalayanan. Meskipun pandemi covid menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi umatNya untuk dapat mendisplinkan dirinya dalam meneladani gaya hidup Kristus. Amanat agung TUHAN Yesus Kristus meminta sebagai gereja yang berarti umat yang dipanggil TUHAN dari dosa menuju keterangnya yang ajaib , mendapat mandat untuk dapat menyebarkan kabar sukacita ini keseluruh bumi agar semua bangsa menjadi umatNya. Pandemi yang menuntut kita untuk tetap bekerja dirumah dan bisa menjalankan mandate ini. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat terkhusus di era pandemi ini, maka keberadaan media social menjadi sebuah jawaban yang baik dalam penyebaran akan misi Gereja. Segala bentuk kegiatan Gereja akan dilakukan secara online dan oleh sebab itu media social menjadi alat yang tepat dalam mengkomunikasikan antar gereja dengan umat. Begitu juga peribadatan ditayangkan di layar sehingga semua orang yang menggunakan gadget bisa menontonnya dan hal ini membuka jalan lebih lebar dalam penjangkauan misi karya IPTEK terus berkembang dari tahun ke tahun mengikuti perkembangan jaman dan tentunya penggunaannya menjadi unggul di era pandemi ini. Pada momen ini platform media social seperti youtube. Instagram, facebook, dan yang lainnya menjadi jalan keluar dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di Gereja. Secara Teologis. Alkitab memaparkan bahwa ada komunikasi antara Allah dengan umatNya dan hal ini direfleksikan sebagai relasi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta iman yang nyata dalam kehidupan umat Kristen. Media social merupakan sarana komunikasi yang paling dibutuhkan terkhusus dalam perkembangan Gereja berfungsi untuk memfasilitasi pertumbuhan iman jemaat. Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan media telah terbukti mengambil bagian yang sangat strategis dalam segala kegiatan Ibadah dan warta Gereja. Penggunaan sarana ini dapat berfungsi untuk memberikan pemahaman dan panggilan orang Kristen dalam konteks masyarakat majemuk. Informasi cepat dan praktis sehingga memudahkan penyebaran akan misi Gereja. Persekutuan, pelayanan, kesaksian, penyembahan, seminar, kursus, ibadah, renungan harian, artikel dalam diakses hanya melalui handphone dan hal ini dapat memberikan manfaat baru bagi pembangunan komunikasi dan komunitas yang lebih luas. Media social dapat bermanfaat sebagai sarana berkoinonia, membangung antusias jemaat dalam beribadah, membangun komunikasi persaudaraan dalam kasih Kristus baik secara personal maupun komunal bahkan global. Selain itu penjangkauan lebih luas lagi dari penggunaan teknologi ini adalah adanya upaya bekerjasama dengan gereja maupun Lembaga Kristen lainnya untuk mencapai Misi Gereja. Perayaan Paskah di era pandemi ini jauh berbeda dari yang biasa dilaksanakan oleh seluruh umat Kristiani di seluruh dunia, bahkan di Indonesia. Paskah kali ini dilakukan dari rumah dikarenakan wabah Covid 19. Setiap ibadah Paskah mengalami perubahan signifikan, tidak lagi tatap muka melainkan dilakukan secara online. Tentunya Paskah 2020 di awal pandemi menjadi Paskah perdana membutuhkan penyesuaian yang signifikan karena seluruh Hamba Tuhan atau Pemimpin Gereja. Jemaat secara global. Situasi multidampak atas pandemi membuat seluruh Pemimpin Gereja dan umat Kristiani mendapat peneguhan melalui banyak pengalaman iman. Kepercayaan kepada Tuhan Yesus sungguh teruji di keadaan seperti ini. Makna akan keselamatan, pengorbanan dalam penderitaan yang mencekam hingga pengampunan Yesus Mengasihi TUHAN dan Sesama 1 Yoh 4:20 mengatakan: AuJikalau seseorang berkata,AyAku mengasihi Allah, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barnagsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnyaAy. TUHAN adalah sumber kasih, setiap manusia jikalau menyerahkan dirinya kepada TUHAN sebagai sumber kasih itu maka dirinya akan dengan mudah mengatakan bahwa dirinya mengasihi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta TUHAN. Karena TUHAN menjadi sebuah tujuan dalam hidupnya. Oleh karena itu Rasul Yohanes mengatakan bahwa bukti dari manusia mengasihi TUHAN adalah dirinya mengasihi Bukti TUHAN mengasihi umatNYa pada saat ini adalah dengan puncak karya keselamatanNya dengan wafat dikayu salib. TUHAN mengasihi kita terlebih dahulu maka hendaknya kita saling mengasihi . Yoh 4 :. Hal ini dipertegas oleh Rasul Paulus dalam . Kor 13:. Audemikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu, iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasihAy. Pemerintah sebagai otoritas tertingi yang sudah ditetapkan oleh TUHAN, sehingga kita harus tunduk dibawahnya, tidak ada perlawanan seperti yang Rasul Paulus katakana di (Roma 13:1-. Otoritas yang dimiliki oleh pemerintah adalah otoritas yang berasal dari TUHAN dan ini sangat sesuai dengan beberapa pandangan orang Israel yang melihat bahwa sebuah kekuasaan dari seorang raja merupakan kekuasaan dari TUHAN. Dia dipilih TUHAN untuk menjadi pemimpin atas hidup mereka Dalam (Roma 13:3-. AySebab pemerintah-pemerintah bukanlah ancaman bagi perbuatan yang baik, tetapi bagi yang jahat. Dan , maukah kamu untuk tidak takut pada otoritas?Lakukanlah yang baik, dank au akan mendapat pujian daripadanya, karena dia adalah pelayan Elohim bagimu demi kebaikan. Tetapi jika kamu melakukan yang jahat, takutlah, karena bukan tanpa sebab dia menyandang pedang. karena dia adalah pelayan Elohim yang menghukum orang yang melakukan yang jahat kedalam murkaAy. Untuk itulah maka bagi setiap orang yang tidak melakukan sebuah kejahatan tidak perlu takut dengan Disaat pandemi covid 19 saat ini, hendaknya menjadi sebuah refleksi bagi kita bahwa pemerintah kita saat ini membuat sebuah kebijakan Ae kebijakan dalam mengatur ruang gerak penduduknya lewat Perbelakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) darurat untuk kebaikan Pemerintah berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik dalam hal melayani agar penduduknya dapat terhindar dari virus covid 19 yang semakin lama semakin mengganas. Sebagai timbal baliknya adalah bentuk umat TUHAN mengasihi TUHAN dengan mau tunduk dan taat pada otoritasnya ini dengan patuh dan tidak melanggar protokol kesehatan . selama PPKM maupun usaha dari pemerintah dalam menekan angka Ae angkanya. AuHukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hokum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum iniAy (Markus 12:. Mengasihi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta sesama, maka Josh Mc Dowell menjelaskan bahwa jika seseorang mengasihi sesama manusia dengan kasih sejati, orang itu tidak akan membunuhnya atau mencuri barang miliknya, bahkan tidak akan berzinah dengannya (Rm 13 :. (Dowell, 2002, p. Orang Yahudi menafsirkan kata sesamanya yang diambil dari Bahasa Yahudi AuplesionAy yang memiliki arti seseorang yang sangat dekat, hanya untuk kalangan mereka sendiri atau hanya sebatas sesama Yahudi. Sedangkan yang TUHAN Yesus maksudkan adalah kasih yang tidak dibatasi, kasih yang merupakan sebuah tindakan konkret sebagai sebuah ekspresi untuk dapat menolong orang-orang yang ada disekeliling kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Kasih disini berbicara bahwa kasih itu tidak dibatasi oleh suku,agama,ras tetapi sebuah ekspresi atas kasih TUHAN Yesus Kristus yang sudah lebih dahulu mengasihi kita didalam seluruh aspek kehidupan kita. Wabah pandemi covid ini membawa sebuah refleksi bagi kita bahwa saat kita mengasihi diri kita, maka kasih itu diwujudkan dalam bentuk ekspresi diri kita terhadap sesama kita. Bentuk dari ukuran kasih yang tertinggi adalah bagaimana kita mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Sebagai bentuk ekspresi ini maka setiap orang tahu bahwa kita adalah murid-muridNya. Bentuk konkrit yang kita dapat lakukan adalah dengan seperti taat dengan menggunakan masker dimasa pandemi covid ini. Masker yang digunakan sekarang menggunakan doble masker yakni masker medis dan masker kain atau bisa menggunakan masker N 95 dan FN 94. Tidak berada dalam kerumunan orang, menjaga jarak /- 1-2 meter, apabila bersin,batuk atau demam dan orang yang sedang dalam pemulihan dapat menggunakan masker dan disarankan isolasi mandiri (KKRI). Saat ini gencar diserukan bahwa maskermu melindungiku, maskerku melindungimu. Mengasihi Keluarga Umat Kristen memperingati Paskah tidak lagi berkumpul di Gedung Gereja namun berada dalam kebersamaan dengan keluarga masing-masing yang artinya mempererat relasi dan cinta kasih. Keluarga hendaknya meminimalisir sikap kasar yang penuh amarah dan hidup dalam kepenuhan kasih (Bayu Prakoso et al. , 2020, p. Paskah menjadi refleksi iman untuk bangkit menumbuhkan kepercayaan yang berpusat pada Kristus Yesus (Luk 24:. Di era pandemi. Paska menjadi momen bagi umat Kristen memiliki harapan nyata dan keberanian iman dalam menyikapi segala perubahan. Kesadaran penuh dan kepedulian Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta terhadap wabah yang terjadi, hubungan Paskah dengan keselamatan, keimanan, relasi dengan Tuhan dan sesama. Gereja atau pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini mengupayakan untuk mengkaji tentang refleksi paskah semasa pandemi dengan tujuan untuk memberikan pemahaman praktis tentang hidup dalam menjalani aktivitas seharihari. Peneliti berharap kiranya penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi para peneliti Penelitian ini masih dapat dikembangkan dengan mengkaji kitab kejadian berdasarkan manuskrip-manuskrip tua untuk menunjukan bahwa teori penciptaan yang tidak sama dengan Alkitab merupakan teori yang salah. KESIMPULAN Adanya pandemi covid 19 saat ini membawa kita pada pemahaman bahwa sesungguhnya TUHAN mengasihi manusia dan sedang memurnikan diri kita untuk kita bisa melihat dan menginstropeksi diri bahwa kita mengasihi TUHAN dengan bergantung sepenuhnya kepada Dia. Menjadikan peristiwa covid ini untuk semakin menumbuhkan percaya kita pada TUHAN dan memiliki sebuah keintiman yang lebih lagi. Segala sesuatu yang terjadi saat ini membawa kita pada hal yang membawa pada sebuah pendewasaan iman percaya kepada Kristus yang diimplementasikan pada sebuah tindakan yang nyata kepada sesama kita. Berbicara mengasihi sesama berarti mempraktekkan hidup yang penuh kasih dengan tidak memandang status, derajat, suku maupun agama. Praktek kasih juga di tunjukkan dalam sebuah tindakan dengan mengasihi keluarga dimana selama ini banyak dari kita tidak begitu peduli dengan pasangan maupun anggota keluarga, disaat pandemi seperti ini membuat kita untuk berkumpul dengan keluarga dan lebih perhatian dengan anggota keluarga kita. Mengenal lebih lagi satu dengan yang lain dan mempraktekkan kasih yang sesungguhnya didalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Erlin Mayastuti. Fanni Margareta BIODATA Erlin Mayastuti adalah guru dan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta. Pada kesempatan ini dia meneliti tentang refleksi paska semasa pandemi bagi Gereja masa kini. Melalui penelitiannya kiranya dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Erlin Mayastuti Surel: vaniaemayastuti@gmail. DAFTAR PUSTAKA