Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 074 Ae 080 PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI DESA SIPANGKO KECAMATAN ANGKOLA MUARA TAIS Rizki Febriandi Rambe1*. Ayus Diningsih2. Dini Mayasari3. Anwar Syahadat4 Wawan Faiz Siregar5. Putri Salsabila6. Fadhilah Rizky7. MiaAudia8. Maratus Saddah9. Rahma Juni Harahap10. Rizka Nurmahaya11. Rohmatul Utami12 1,5,6,7,8,9,10,11,12Mahasiswa Fakultas Kehatan. Universitas Aufa Royhan. Indonesia 2,3,4Dosen Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Aufa Royhan. Indonesia E-mail korespondensi: rambe6451@gmail. Abstrak: Latar Belakang: ASI sangat penting bagi bayi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan, karena didalam ASI terdapat berbagai macam zat yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sehingga jika produksi ASI kurang maka dapat menimbulkan dampak yang kurang baik. Peningkatan produksi Asi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dalam memanfaatkan daun kelor karena di dalam daun kelor terdapat zat yang dapat meningkatkan produksi ASI. Metode: Metode yang digunakan penyuluhan dengan Langkah yang dilakukan yaitu pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, musyawarah masyarakat desa, dan kegiatan intervensi. Hasil: Berdasarkan prioritas masalah didapatkan prioritas pertama adalah melakukan peningkatan pengetahuan ibu tentang cara meningkatkan produksi ASI yaitu dengan membuat olahan daun kelor. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat yang hadir memberi respon cukup baik dari permulaan penyuluhan sampai akhirnya masyarakat mengerti dan berusaha untuk melakukan seperti apa yang dijelaskan selama proses Kata Kunci: Daun kelor. Produksi ASI. Agar-agar. Abstract: Background: breast milk is essential for infants in an effort to improve their degrees of health, as it contains a variety of substances that play a vital role in the lordship and development of the baby. So if breast-feeding production is less likely to have adverse effects, increased breast-feeding production can be done in various ways, one of which is to make use of kelor leaves because of a substance found in the kelor that increases breastfeeding production. Purpose: to increase society's participation in innovation in kelor leaves in various processed foods as an effort to increase breastfeeding production in the village of sipangko. Method: methods used in counseling with the steps of village approaches, self-awareness surveys, village deliberations, and interventions. Result: on the priority of the problem obtained the first priority is doing increased maternal knowledge of how to increase breast-feeding production by making the kelor leaf processed. Activity indicates the community in attendance responded fairly well from the beginning of the enlightenment until finally the community understood and tried to do what was explained during the refining process. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 074 - 080 Keywords: Moringa leaves. Production of ASI. Jelly Pendahuluan Air Susu Ibu (ASI) merupakan salah satu makanan pokok bayi. Hampir 9 dari 10 ibu pernah memberikan ASI di Indonesia. Namun penelitian IDAI menemukan hanya 49,8% yang memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan sesuai rekomendasi World Health Organization (Fadhila & Ninditya, dalam Oktova,). Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif ini dapat berdampak pada kualitas hidup generasi penerus bangsa dan juga pada perekonomian nasional. Masih rendahnya angka pencapaian ASI eksklusif tentu saja perlu mendapat perhatian karena berkontribusi terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia di masa mendatang serta berdampak pula terhadap tingginya angka kesakitan maupun angka kematian (Endarti and Fitriahadi Pada keadaan fisiologis menyusui, kebutuhan gizi ibu meningkat karena kebutuhan untuk memproduksi ASI. Hasil penelitian Rahayu menyatakan bahwa faktor makanan berpengaruh signifikan terhadap produksi ASI selain faktor psikis dan isapan Tanaman kelor (Moringa oleifer. merupakan bahan makanan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kuliner ibu menyusui, karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI . fek Secara teoritis, senyawa-senyawa yang mempunyai efek laktagogum diantaranya adalah sterol (Zakaria et al. Sterol merupakan senyawa golongan steroid. Hasil penelitian Fuglie pada komunitas masyarakat kurang gizi di Senegal. Afrika dengan terapi tepung daun kelor menunjukkan hasil yang signifikan terhadap status gizi individu. Penelitian Tshikaji dalam Jonni menyatakan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi malnutrisi adalah dengan penggunaan kelor sebagai sumber diet tambahan, karena daun kelor memiliki kandungan protein lengkap . engandung 9 asam amino esensia. , kalsium, zat besi, kalium, magnesium, zink dan vitamin A. E serta B yang memiliki peran besar pada sistem imun (Septiani et al. Studi tentang pemberian tepung daun kelor oleh Idohon-dossou secara acak terhadap dua kelompok ibu menyusui yang memiliki bayi 3-4 bulan yang masingmasing diberikan tepung daun kelor dan tablet besi/asam folat . , setelah tiga bulan terapi, rata-rata kadar konsentrasi Hb meningkat secara signifikan baik kelompok perlakuan maupun kontrol, meskipun kadar ferritin plasma tidak signifikan pada kelompok yang mendapat tepung kelor (Zakaria et al. Daun kelor merupakan tanaman yang kaya akan zat gizi makro dan mikro. Kandungan nilai gizi yang tinggi dalam daun kelor dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu menyusui dan balita dalam masa pertumbuhan (Maryatun et al. Banyak sekali manfaat dari daun kelor. Status gizi kurang yang terjadi pada balita wilayah Pustu Linggasari dapat disebabkan salah satunya dari produksi ASI pada ibu menyusui yang kurang. Produksi ASI dapat berlimpah dengan mengkonsumsi daun Kurangnya pengetahuan tentang manfaat daun kelor menyebabkan ibu balita tidak mengetahui dan mengkonsumsi daun kelor. Selain untuk produksi ASI, daun kelor ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 074 - 080 juga mengandung banyak gizi, dapat dikonsumsi oleh balita dengan cara pengolahan yang tepat, serta dapat dikonsumsi oleh keluarga. Agar daun kelor dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk konsumsi sehari-hari, maka daun kelor dapat ditanam di pekarangan rumah (Endarti and Fitriahadi 2. Metode Pelaksanaan Tahap persiapan dari pengabdian masyarakat yaitu survei dan analisis masalah. Tahap pelaksanaan, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di desa sipangko dengan jumlah partisipan sekitar 12 orang, sasaran pendidikan kesehatan yaitu ibu hamil dan ibu balita. Kegiatan diawali dengan pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan terkait manfaat daun kelor. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, ibu hamil dan ibu balita menjadi paham manfaat daun kelor, khususnya untuk peningkatan produksi ASI. Pengetahuan ibu menjadi bertambah dan adanya peningkatan pengetahuan ibu. Kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa adanya keterkaitan dengan beberapa pihak. Dalam hal ini kepada pihak yang mempunyai wewenang. Dimana kegiatan KKN hendak dilakukan, memberi dukungan dalam kegiatan ini dengan memudahkan koordinasi pengadaan kegiatan pembinaan dan penyuluhan tentang "Pemanfaatan Daun Kelor Untuk Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui" dengan partisipasi mitra Kepala desa sipangko beserta jajaran nya dan para ibu ibu PKK. Hasil Jumlah Peserta Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Sipangko Kecamatan Angkola Muara Tais yang diikuti oleh ibu-ibu menyusui. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat bahwa masyarakat berminat untuk membuat agar-agar daun kelor sebagai makanan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI. Sebanyak 10 orang ibu menyusui berminat untuk membuat agar-agar daun kelor sebagai pelancar ASI dan 1 orang kurang berminat. Grafik minat peserta pengabdian dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Minat Tidak minat Gambar 1. Grafik Minat Peserta Pengabdian Berdasarkan Tingkat kepuasan peserta pengabdian kepada masyarakat, 80% masyarakat merasa puas dan 20% menyatakan merasa kurang puas dengan tema pengabdian kepada masyarakat. Grafik tingkat kepuasan dapat dilihat pada ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 074 - 080 grafik dibawah ini : Persentase (%) Tingkat Kepuasan Puas Kurang Puas Tingkat Kepuasan Gambar 2. Grafik Tingkat Kepuasan Peserta pengabdian Diskusi