Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Original Article The Relationship Between Knowledge and Attitudes About Reproductive Health and the Prevention of Sexually Transmitted Infections Among Adolescents Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Pencegahan Penyakit Infeksi Menular Seksual Pada Remaja Maya Sartika1 1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-MaAoarif Baturaja *Corresponding Author: Maya Sartika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-MaAorif Baturaja Email: Mayabta02@gmail. Keyword: Sexually Transmitted Infections, knowledge adolescents,attitudes Kata Kunci: Infeksi Menular Seksual . Pengetahuan . Remaja. Sikap A The Author. 2025 Abstract The number of cases of STIs . exually transmitted infection. caused by bacteria, viruses, parasites or lice in the genitals and transmitted through sexual intercourse is still relatively high. This is because the public, especially teenagers, do not have adequate understanding of sexually transmitted infections. They have an attitude of curiosity and want to try, but they are not aware of the impact of sexually transmitted infections in the form of health Good knowledge is an important foundation in forming an attitude of avoiding and avoiding free sex. Objective: to be able to increase understanding of reproductive health and prevent the prevention of STIs in teenagers at Baturaja Development Cadre High School. Method: The author uses a descriptive quantitative research method, with a cross-sectional The population in this study was all students who attended Kader Pembangunan Baturaja High School, totaling 82 people, and the sample in this study was 76 respondents who were taken using a purposive sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. Results: After conducting research on 76 respondents, it was found that the results of the Chi Square test obtained a A Value of 0. 000 < . This means that there is a relationship between attitudes about reproductive health and the prevention of STIs in teenagers at Baturaja Development Cadre High School. Conclusion: There is a relationship between knowledge and attitudes about reproductive health and the prevention of STIs in teenagers at Baturaja Development Cadre High School. Abstrak Article Info: Received : August 18, 2025 Revised : September 03, 2025 Accepted : September 17,2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Angka kasus IMS . nfeksi menular seksua. yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau kutu di alat kelamin dan ditularkan melalui hubungan seksual masih tergolong tinggi, hal tersebut dikarenakan pengetahuan masyarakat khususnya Remaja yang tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang infeksi menular seksual memiliki sikap ingin tahu dan ingin mencoba, tetapi mereka tidak menyadari dampak dari infeksi menular seksual yang berupa gangguan kesehatan. Pengetahuan yang baik merupakan landasan penting dalam membentuk sikap menjauhi dan menghindari seks bebas . Tujuan: untuk dapat meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan mencegah pencegahan penyakit IMS pada Remaja di SMA Kader Pembangunan Baturaja. Metode: Penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan pendekatan Cross Sectional Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Ae siswi yang sekolah di SMA Kader Pembangunan Baturaja berjumlah 82 orang, dan sampel pada penelitian ini berjumlah 76 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data ini diperoleh dengan cara wawancara. Hasil: Setelah dilakukan penelitian 76 responden didapatkan bahwa Dari hasil uji Chi Square didapatkan A Value 0,000 < . Artinya terdapat hubungan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja. Kesimpulan: hasil penelitian menujukan Terdapat Hubungan pengetahuan dan Sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada remaja di SMA Kader Pembangunan Baturaja. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 PENDAHULUAN Meningkatnya kasus IMS terhadap remaja perlu dilakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sehingga penularan IMS dapat Pengetahuan dan praktik pada tahap remaja akan menjadi dasar perilaku yang sehat pada tahapan selanjutnya dalam Sehingga. Selama hidup mereka, akan mendapatkan manfaat dari investasi pada program kesehatan reproduksi remaja. Infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan ditularkan dari satu orang ke orang lain. Maupun perempuan, penularan dapat terjadi hanya dengan melakukan hubungan seksual satu kali tanpa kondom dengan penderita penyakit menular seksual . Menurut World Health Organization (WHO) Pada tahun 2020, ada 128 juta kasus Chlamydia trachomatis, 82 juta kasus Neisseria gonore, 156 juta kasus Trichomonas vaginalis, 7,1 juta kasus baru sifilis, dan 473 kasus sifilis kongenital per 000 kelahiran hidup di seluruh dunia. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. IMS yang terverifikasi adalah HIV/AIDS, dengan jumlah pengidap HIV sebanyak 157 dan AIDS sebanyak 189 orang. Bedasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu pada kasus HIV di tahun 2023 sebanyak 12 orang dengan distribusi Kecamatan Semidang Aji satu orang, dua Kecamatan Peninjauan. Kecamatan Lubuk Batang sebanyak 2 orang. Kec Baturaja Barat sebanyak 2 orang dan yang terbanyak Kecamatan Baturaja Timur dengan 5 orang . Jika infeksi menular seksual ini tidak penderitanya karena mereka dapat mengalami masalah kesehatan. Selain itu, infeksi menular seksual juga dapat menyebabkan kerusakan pada alat Ini dapat menyebabkan kemandulan, menyebabkan kebutaan dan pikun karena IMS bisa mengakibatkan gangguan pada syaraf. infeksi menular seksual bisa ditularkan kepada bayi yang sedang berada di dalam kandungan. Hal ini keterbelakangan mental pada bayi . Remaja yang memiliki pengetahuan yang buruk tentang infeksi menular seksual, dapat mendorong mereka untuk mencoba sesuatu tetapi tidak memahami dampak dari infeksi menular seksual. Untuk mencegah masalah ini, orang tua harus memantau anaknya dan membantu mereka menghindari hubungan seksual. Para tenaga kesehatan juga harus aktif melakukan penyuluhan pada remaja tentang infeksi menular seksual dan agar mereka tahu tentang infeksi dan bahayanya . Sikap Sudut seseorang atau penilaian mereka terhadap Sikap tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat dipelajari melalui perilaku . Dalam penelitian tentang sikap remaja putri terhadap IMS, ditemukan bahwa sebanyak 76 dari responden . %) memiliki sikap yang positif. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa responden memberikan respons dan mendorong sikap positif untuk mencegah penularan IMS melalui perilaku seks bebas, yang sering mengarah pada tindakan seksual pranikah . Hasil dari penelitian Puspita dkk tahun Cara pengetahuan remaja tentang IMS adalah melalui penyuluhan dan persuasi. memberikan pesan, sehingga membuka peluang terjadinya perubahan sikap, hal ini https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 dibuktikan dengan penelitian . tingkat pengetahuan seluruh siswa SMA tentang IMS sebelum dilakukan penyuluhan dan sesudah diberikan Penyuluhan meningkat. hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan baik meningkat dari 13 menjadi 48 setelah Terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, menurut hasil uji Wilcoxon, dengan p value = 0,000 < 0,05. Berdasarkan presurvey yang dilakukan peneliti terhadap 10 siswa Sekolah menengah atas Kader Pembangunan Baturaja terdapat 60% siswa mengatakan mereka tidak tahu tentang kesehatan reproduksi, dan 40% mengatakan mereka Pihak sekolah SMA Kader Pembangunan Baturaja telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi masalah kesehatan remaja, seperti skrining reproduksi, dan pencegahan IMS. Oleh karena itu maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional kuantitatif deskriftif. Data untuk kedua variabel dikumpulkan pada waktu yang sama atau satu waktu. Dengan menggunakan distribusi frekuensi dalam ukuran persentase, analisis dilakukan untuk menjelaskan sifat masing-masing variabel yang diteliti. Studi kasus ini menggunakan tahapan wawancara dan lembar observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS pada remaja di SMA Kader Pembangunan Baturaja. Penelitian ini melibatkan semua siswa di SMA Kader Pembangunan Baturaja. Sampel diambil berdasarkan dua kriteria: kriteria insklusi, yang mencakup 76 siswa yang hadir pada saat penelitian, dan kriteria ekslusi, yang mencakup 4 siswa yang tidak hadir pada saat penelitian. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data awal melalui kuesioner dan tanya Variable independen . engetahuan dan sika. dan variable dependen . encegahan penyakit IMS) adalah komponen data yang dikumpulkan. Variable dependen diukur dengan skala ordinal, sedangkan variable independen diukur dengan skala nominal. Di mana skor diklasifikasikan berdasarkan nilai mean dan median yang telah dikenal sebelumnya. Tiga metode . bservasi, wawancara langsung, dan kuesione. digunakan untuk mengumpulkan data. Pengolahan data terjadi setelah data dikumpulkan. Ini termasuk mengubah, memasukkan data ke dalam perangkat lunak komputer, dan membersihkan data. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap. Analisis univariat menjelaskan sifat masing-masing variabel, dan analisis bivariat memeriksa bagaimana variabel independen dan dependen berhubungan satu sama lain dengan menggunakan uji statistik yang sesuai. Penelitian ini telah diizinkan oleh pihak terkait dan mengikuti etika penelitian, seperti mendapatkan persetujuan dari responden melalui persetujuan yang diinformasikan, menjaga kerahasiaan data, dan melindungi hak dan kenyamanan partisipan selama proses penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Telah dilakukan penelitian di SMA Kader Pembangunan Baturaja, dimana perolehan dari penelitian digambarkan dalam bentuk ditribusi frekuensi serta hasil analisis dalam bentuk tabel, dijelaskan sebagai https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Variabel Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Pencegahan Penyakit IMS Kurang Baik Baik Pengetahuan Kurang Baik Baik Sikap Negatif Positif Berdasarkan tabel 1 di ketahui bahwa dari 76 responden di dapatkan jenis kelamin perempuan sebanyak 37 . 7%) lebih kecil dibandingkan dengan responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 39 . Dalam hal pencegahan penyakit Dari 76 responden, siswa yang mencegah penyakit IMS kurang baik sebanyak 26 . 2%), lebih rendah dari 50 . 8%) responden yang mencegah penyakit IMS baik. Jumlah Persentase Berdasarkan pengetahuan didapati dari 76 responden didapatkan bahwa siswa yang pengetahuan kurang baik sebanyak 22 . 9%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang pengetahuan baik sebanyak 54 . 1%) siswa dan berdasarkan sikap diketahui bahwa dari 76 responden didapatkan bahwa sikap siswa negatif sebanyak 26 . ,2%) lebih kecil dibandingkan dengan responden yang bersikap positif sebanyak 50 . ,8 %) Tabel 5. Hubungan pengetahuan dan Sikap Siswa Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Pencegahan Penyakit IMS Pada Remaja Pencegahan Penyakit IMS Jumlah Variabel Pengetahuan Kurang Baik Baik Kurang Baik Baik Dari hasil analisis tabel 5 diketahui untuk pengetahuan hasil uji Chi Square didapatkan A Value 0,000 < . Artinya ada hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja. A Value 0,000 0,000 Dari hasil uji Chi Square sikap didapatkan A Value 0,000 < . Artinya ada hubungan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 PEMBAHASAN Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa dari 76 responden didapatkan bahwa siswa yang pengetahuan kurang baik dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS kurang baik sebanyak 21 . siswa dan siswa yang pengetahuan baik dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS kurang baik sebanyak 5 . siswa sedangkan siswa yang pengetahuan kurang baik dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS baik sebanyak 1 . siswa dan siswa yang pengetahuan baik dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS baik sebanyak 49 . Dari hasil uji Chi Square didapatkan A Value 0,000 < . Artinya terdapat pencegahan penyakit IMS pada Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja. Peningkatan pengetahuan responden salah satu faktornya adalah sumber informasi, karena sumber informasi yang akurat dan dipercaya sangat meningkakan pengetahuannya, dengan adanya informasi yang benar remaja bertindak dengan tepat karena dengan adanya sumber informasi yang benar akan membuat remaja berpengetahuan baik sehingga remaja dapat terhindar dari perilaku seksual. Hal ini didukung oleh teori dalam Puspita. , & Veftisia Informasi yang diperoleh dari sekolah formal dan non-formal dapat memberikan pengetahuan jangka Remaja membutuhkan informasi yang akurat dan relevan jika mereka memiliki informasi yang mereka butuhkan, mereka dapat membuat keputusan dan melakukan tindakan yang tepat . Berdasarkan penelitian Puspita & Veftisi Tahun 2. mununjukan selisih rata rata pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan adalah Hasil uji paired T menunjukkan bahwa nilai p-value 0. 000 lebih besar dari 0,05, sehingga ho ditolak. , artinya ada terhadap pengetahuan remaja dan tentang infeksi menular seksual sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehhatan di SMK Al Ashor Di Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang kurang tepat menjadikan remaja ingin mencoba hal itu karena rasa penasaran yang diakibatkan karena pengetahuan yang kurang dan informasi yang didapat salah atau tidak tepat. Komplikasi yang disebabkan IMS bagi remaja perempuan dan laki- laki, yaitu infeksi alat menurunnya kesuburan . , peradangan alat reproduksi ke organ yang lebih tinggi dapat meningkatkan kecendrungan kehamilan diluar rahim, bagi wanita hamil akan beresiko terjadi keguguran dan penyakit radang panggul. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan akan permasalahan reproduksi pada remaja adalah dengan melakukan edukasi oleh guru dan tenaga Pendidikan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 perkembangan remaja pada masa pubertas dan bahaya penyakit menular Sumber informasi pengetahuan remaja SMA Kader Pembangunan Bangsa didapatkan melalui penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga profesional dan layanan kesehatan serta media sosial seperti jurnal kesehatan, dan situs resmi pemerintah dan lembaga kesehatan sehingga remaja dapat mengetahui segala bentuk informasi yang di dukung oleh lembar kuesioner. Sikap merupakan respon atau penilaian individu terhadap suatu materi. Sikap tidak dapat dilihat secara langsung namun dapat dianalisa terlebih dahulu melalui sebuah perilaku . Berdasarkan Megayanti et al, tahun 2017 mengenai sikap remaja putri tentang IMS, didapatkan hasil bahwa sebanyak 76 responden memiliki sikap yang positif . %). Hal ini dikarenakan responden pengetahuan yang baik sehingga dapat memberikan respon dan menimbulkan sikap positif untuk mengindari perilaku seks bebas yang berisiko pada penularan IMS. Seks bebas sering kali mengarah kepada tindakan seks pranikah. Seks pranikah yang aktif dilakukan sejak remaja dapat meningkat risiko terkena IMS . Hasil diketahui bahwa dari 76 responden didapatkan bahwa sikap siswa negatif dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS kurang baik sebanyak 23 . siswa dan sikap siswa positif dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS kurang baik sebanyak 3 . siswa sedangkan sikap siswa negatif dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS baik sebanyak 3 . siswa dan sikap siswa positif dengan siswa yang pencegahan penyakit IMS baik sebanyak 47 . Dari hasil uji Chi Square didapatkan A Value 0,000 < . Artinya ada hubungan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada Remaja SMA Kader Pembangunan Baturaja. Berdasarkan hasil penelitian hal ini terbukti dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden didapatkan pencegahan yang baik membuat remaja menjauh, menghindari pergaulan bebas, menolak untuk melakukan hubungan seksual dengan pacar atau dengan teman-teman alkohol dan obat-obatan terlarang. Remaja dengan pencegahan penyakit menular seksual yang baik akan mencari informasi dari kegiatan yang positif seperti mengikuti kegiatan keagamaan dalam rangka meningkatkan keimanan bahwa melakukan seks sebelum menikah adalah perbuatan zina. KESIMPULAN Kesimpulan didapatkan hubungan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada remaja di SMA Kader Pembangunan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa siswa/siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas Baturaja sudah memiliki sikap yang positif tentang IMS sebagai https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 2: September 2025 menurunkan angka kasus IMS. SARAN Saran bagi SMA Kader Pembangunan Baturaja diharapkan untuk dapat meningkatkan kesadaran bagi siswa tentang kesehatan reproduksi dengan pencegahan penyakit IMS pada Remaja. Peneliti selanjutnya perlu meneliti terkait tentang perbandingan kasus atau permasalah remaja agar memberikan dampak baik bagi siswa remaja dalam hal pencegahan infeksi menular seksual http://eprints. id/24374/1/b ku ajar Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. DAFTAR PUSTAKA