JURNAL HUKUM AL FUADIY (Hukum Keluarga Isla. Volume. 4 No. Juni 2022 e-ISSN: 2961-7308. p-ISSN: 2964-6480. Hal 13-26 Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat Awaliya Safithri1. Kawakib2. Hasbi Ash Shiddiqi3 Sekolah Tinggi ILmu Syariah Nurul Qarnain Jember Jawa Timur Indonesia1. Sekolah Tinggi ILmu Syariah Syarif Abdurrahman Pontianak Kalimantan Bara Indonesiat2. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain jember Indonesia e-mail: awaliyasafithri13@gmail. com1 wakibfarobi@gmail. Hasbiashshiddqi@gmail. Abtract: The purpose of this study was to determine the religious life of the people of the city of Pontianak and to know the attitude of tolerance between religious communities in the Muslim minority environment in the people of the city of Pontianak and the views of Islamic morality on religious tolerance. Some of the objects in this study are: The living conditions of religious people in Pontianak City. West Kalimantan. Moderate forms of tolerance between religious communities in Pontinak City. West Kalimantan. Attitudes of moderation and tolerance values between religious communities in creating harmony in Pontianak City. West Kalimantan. This study aims to measure the level of understanding of the values of moderation and tolerance between religious communities in creating harmony in Pontianak City. West Kalimantan. The method chosen in this research is quantitative research methods, which can be interpreted as research methods based on the philosophy of positivism, used to examine certain populations or samples, sampling techniques are generally carried out randomly, data collection using research instruments, data analysis is quantitative. The operational definition of the variable in this study is the level of understanding of the population and leaders regarding the attitudes of values of moderation and tolerance between religious communities in creating harmony in Pontianak City. The level of understanding that is measured: First, the attitude of values of moderation and religious tolerance in the field of Aqidah including: not insulting or damaging other religious symbols, such as: holy books, places of worship, and symbols that are religious accessories. Second, the values of moderation and religious tolerance in the field of worship, including: allowing other people to worship in peace. Third, the attitude of values of moderation and religious tolerance in the field of Mu'amalah, including: Be fair in all worldly transactions, such as buying and selling, not discriminating in service when becoming a seller or not buying monopoly to fellow Muslims only when becoming a buyer with the intent to shutting down the efforts of non-Muslims and fourthly, religious moderation in the field of morals, including: being polite, such as if passing non-Muslims, excuse me, if there are non-Muslims who need help on the road, we will help, speak well when talking to non-Muslims Keywords: Moderation. Tolerance. Religious People. Harmony. Pontianak Abstrak: Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kehidupan beragama pada masyarakat kota Pontianak dan ingin mengetahui sikap toleransi antar umat beragama di lingkungan minoritas muslim pada masyarakat kota pontianak dan pandangan Akhlak Islam terhadap toleransi keagamaan. Beberapa objek dalam penelitian ini yaitu: Kondisi kehidupan umat beragama di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Bentuk-bentuk moderasi toleransi antar umat beragama di Kota Pontinak Kalimantan Barat. Sikap nilai moderasi dan toleransi antar umat beragama dalam menciptakan kerukunan di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman nilai-nilai moderasi dan toleransi antar umat beragama dalam menciptakan kerukunan di Kota Pontianak Kalimantan barat. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat Metode yang dipilih dalam penelitian ini digunaka metode penelitian kuantitatif, dapat diartikan sebagai metode penelitian berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sample tertentu, teknik pengambilan sample pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat Definisi operasional variable pada penelitian ini adalah tingkat pemahaman penduduk dan para tokoh mengenai sikap nilai-nilai moderasi dan toleransi antar umat beragama dalam menciptakan kerukunan di Kota Pontianak. Tingkat pemahaman yang diukur: pertama, sikap nilai-nilai moderasi dan tolerasnsi beragama dalam bidang Aqidah diantaranya: tidak menghina atau merusak simbol-simbol agama lain, seperti: kitab suci, tempat ibadah, dan simbol yang bersifat asesoris keagamaan. kedua,sikap nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama dalam bidang ibadah, diantaranya : membiarkan umat lain beribadah dengan ketiga, sikap nilai-nilai moderasi dan toleransi beragama dalam bidang MuAoamalah, diantaranya : Berlaku adil dalam segala transaksi keduniaan, seperti jual beli, tidak membedakan dalam pelayanan ketika menjadi penjual atau tidak monopoli pembelian kepada sesama muslim saja ketika menjadi pembeli dengan maksud untuk mematikan usaha orang non muslim dan keempat, sikap moderasi beragama dalam bidang akhlak, diantaranya : bersikap santun, seperti kalau melewati orang non muslim permisi, jika ada non muslim yang membutuhkan bantuan dijalan kita bantu, berkata dengan baik ketika berbicara dengan non Kata kunci: moderasi, toleransi, umat beragama, kurukunan, pontianak PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki penduduk 016 jiwa. 768 orang adalah penduduk laki-laki. Jumlah ini mengalami naik singnifikan sebesar 0,71 persen dibandingkan 2019, yaitu 134. Kemudian, dari data yang sama, tercatat ada 132. 248 penduduk Jumlah ini juga mengalami kenaikan 0,82 persen dibandingkan 2019, yaitu 131. 425 jiwa. Dari data penduduk Indonesia diatas pada dasarnya merupakan penduduk yang multikultural karena terdiri atas berbagai macam suku bangsa, ras, bahasa, budaya maupun Sedangkan Agama di Indonesia secara resmi diakui pemerintah Indonesia diantaranya: Agama Islam. Katolik. Protestan. Hindu. Budha. Kong Dari agama-agama tersebut, https://nasional. com/read/2020/08/12/152 terjadilah pemahaman dan perbedaan agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Dengan perbedaan tersebut apabila tidak terpelihara dengan baik dapat menimbulkan konflik antara umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri yang mengajarkan kedamaian,hidup saling menghormati, dan saling tolong Faktor penyebab beraneka masyarakat Indonesia tidaklah lepas dari sejarah, dimana Indonesia terletak di jalur perdagangan dunia yang menyebabkan para pedagang yang singgah di berbagai wilayah pesisir di Indonesia mulai menetap, bersosial, bahkan menikah dengan pribumi asli kebudayaannya kepada masyarakat Indonesia yang waktu itu belum beragama dan masih menganut 61351/data-kependudukan-2020-pendudukindonesia-268583016-jiwa?page=all. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. 2 Terutama yang paling berpengaruh adalah ajaran Islam, sehingga di Indonesia menjadi ajaran penganut mayoritas beragama Islam, namun sikap moderasi dan toleransi Pemerintah merencanangkan Autri kerukunan umat beragamaAy, yaitu kerukunan internal umat beragama, kerukunan umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sosial dan juga dengan Tiap-tiap warga negara diberi kebebasan untuk memeluk agama sesuai keyakinan masingmasing, yang penting tetap menjaga kerukunan umat beragama. Maka dari itulah diperlukan masyarakat yang berbeda antar agama yaitu menjaga kerukunan hidup antar umat beragama atau toleransi antara Istilah dikemukakan oleh mantan manteri agama Republik Indonesia tahun 1972. Sebagai sarana pencapaian kehidupan harmonis antara umat beragama yang kearifan dan kebijakan atas nama Pada era globalisasi sekarang ini umat beragama dihadapkan pada tantangan baru yang tidak pernah dialami sebelumnya salah satunya adalah media sosial, sehingga dampak Perbedaan agama adalah fenomena nyata yang ada dalam Oleh karena itu untuk menjunjung tinggi moderasi dan toleransi sangat dibutuhkan dalam Alo Liwirweri. Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural (Yogyakarta: LKIS, 2. , hlm. menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Khususnya di Negara Indonesia yang memiliki masyarakat plural yang bercorak masyarakat yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengetahuan, rasa toleransi antar sesama, terutama dalam segi agama yang akhir-akhir ini kerap terjadi. Agama Islam mengajarkan secara positif mendukung kerukunan hidup beragama. Sikap kerukunan hidup yang tertanam dalam setiap pribadi muslim adalah berdasarkan atas ajaran Al-QurAoan dan sunnah. Antara lain disebutkan dalam QS. AlImran 3: 64. A aaEa eO uaEa O aE aE aI s a aOe s a eOIaIa aOa eO aI aE eIA a a ACa eE eOa a eN aE eE aE A AIaA a Aa Ia eaa au EENa aO a Ia e aEa aaNA a AOeA aO a aO aa a eA AO e aNaOA aOI EE aN o AauaI aaOE eO AaCaOEA a Aa eU a eaU acII A aI aI e aE aIOIA Terjemah Arti: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah . kepada suatu kalimat . yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak . sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri . epada Alla. Ayat tersebut menjelaskan bahwa firman Allah ini mengenai umumnya ahli kitab dari orang Yahudi Nasrani orang-orang sekepercayaan mereka. Sedang yang dimaksud dengan suatu kalimat itu Rukiyati,ddk. Pendidikan Pancasila buku pegangan kuliah. (Yogyakarta : UNY press, 2. Zakiah Dradjat,dkk. Perbandingan Agama 2, (Jakarta:bumi aksara, 1. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. https://ejurnalqarnain. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat ialah bahwa tidak menyembah selain kepada Allah dan tidak menyekutukan kepada-Nya sesuatu pun, berupa arca, berhala, patung, salib atau api. Tetapi mengkhususkan semua ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Hal itu merupakan ajaran yang dibawa oleh semua rasul Allah, sebagaiman firmanNya. Berbicara mengenai toleransi umat beragama, wancana pluralism agama juga menjadi pebincangan Pluralisme agama sendiri berbeda-beda Muslim Indonesia, baik secara sosioligis. Secara sosiologis, pluralism agama adalah suatu kenyataan bahwa kita adalah berbeda-beda, beragama dan plural dalam hal beragama. 6 Oleh karena itu, hubungan antara umat beragama dibeberapa daerah di Indonesia terkadang tidak harmonis. Sebenarnya dalam masalah ini agama bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan terjadinya konflik, akan tetapi adanya beberapa faktor seperti politik, ekonomi, budaya, dll. Konflik-konflik yang terjadi telah meninggalkan luka sejarah yang sangat sulit dilupakan. Watak ajaran Islam, seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran dapat dengan mudah mendukung oleh perbedaan antara suku, ras dan agama seperti yang dipahami dalam QS AlHujurat 49/ 13. A auI aEa eC Ia aEI acII aE sa aOaIa O aO aa eE Ia aE eIA a AOaaO aN EIA o aO o au I a eE a aI aE eI aIa EE aN aeCa O aE eIA a AaOU aO aC aa aE aEa aA AOA U aA aEO UI aA a aAua I EENA 5 H. Salim Bahreisy. Said Bahreisy. Tafsir Ibnu Katsir, (Malaysia: Victory Agewcie 2. 6 Fuad Facrhruddin. Agama dan Pendidikan Artiya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al- Hujurat 49/ . Selain itu, ajaran Islam yang wasathiyyah atau lebih populer dikenal dengan moderasi dan toleransi. Berbicara soal moderasi, banyak ulama yang menguraikan tentang makna moderasi ini, diantaranya ialah Yusuf al-Qaradhawi. Dia adalah seorang tokoh Ikhwan moderat dan sangat kritis terhadap pemikiran Sayyid Quthb, yang dianggap menginspirasi menuduh kelompok lain sebagai thyghyt atau kafir . Dia pun mengungkapkan 30 rambu-rambu moderasi ini, antara lain: . Islam syariAoah perubahan zaman, . dukungan kepada kedamaian dan penghormatan nilai-nilai kemanusiaan, . pengakuan akan pluralitas agama, budaya dan politik, dan . pengakuan terhadap hak-hak minoritas. 7 Pandangan lain tentang moderasi juga ada yang berpendapat bahwa moderasi ialah Demokrasi, (Cet I. Jakarta: Pustaka Lavabet, 2. , h. http://graduate. id/?p=17325. Diakses pada tanggal 24 November 2020 AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. sikap atau prilaku umat Islam dari pada untuk mensifati Islam. Pandangan ini berdasarkan kepada kata ummatan wasathan yang merujuk pada QS. AlBaqarah: 143 yang berbunyi: U AaO aE aEaEa a a eE Ia aE eI a IU aO aA a A aEca aEOIaOA A aEOA a A aNa aA A aNOU aO aI aa eEIaA a AO aE aEa eO aE eIA a AEA A aOOa aEOIa A a AEIA AO aEA a AEA AeE aC eEaa EaO aEIa aEa eO aN au aEIa eEa aI aII aO a a A e AaI II OaICaEaa aEa O a aCa eO aN o aOuaI EaIA AO U ua aEaOA a a Ea aEA AaO a auO aI aI aE eI o au IA a AEaOIa aNaO EENa aO aI aEIa EENa aEOA AOA aO UIA U A Ea a aA a AEENa aEIA AuDan demikian . Kami telah menjadikan kamu . mat Isla. , umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas . manusia dan agar Rasul (Muhamma. menjadi saksi atas . Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu . melainkan agar Kami mengetahui . upaya nyat. siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh . emindahan kibla. itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. dan Allah tidak akan menyia-nyiakan Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Ay (QS. Al-Baqarah: . Di samping itu. Islam adalah satu dengan sumber dasar yang sama, yakni al-Quran dan Hadits. Jika dalam kenyataannya ada berbagai aliran, mazhab dan orientasi politik yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan dalam pemahaman serta sikap keberagamaan dalam menghadapi realitas yang ada, baik di lingkungan internal maupun di lingkungan external. http://jurnaledukasikemenag. Wahyu Bagja Sulfemi, . Pengaruh Disiplin Ibadah Sholat. Lingkungan Sekolah, dan Intelegensi Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Sikap moderasi dan tolerasni beragama yang merupakan ajaran agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. pada waktu di madinah harus ditanamkan mulai sejak dini, dan yang paling strategis penanaman sikap moderasi beragama ialah di lembaga-lembaga pendidikan dari tingkat SD sampai kepada perguruan tinggi. Pendidikan yang mengkaji lebih banyak dan intens ajaran agama Islam. Pada hakikatnya pembelajaran agama Islam merupakan proses transfer nilai, pengetahuan, keterampilan yang bersifat islami dari generasi ke generasi berikutnya yang mencakup dua hal yaitu. mendidik tingat siswa maupun mahasiswa untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam, kedua mendidik siswa dan mahasiswa untuk mempelajari ajaran Islam berupa pengetahuan tentang ajaran Islam. Selain pentingnya pengetahuan yang wajib ditanam pada masa dini dalam pemikirannya siswa dan mahasisawa di pendidikan tentang moderasi dan tolerasnsi. Penting juga pengetahuan kepada masyarakat dan tokoh agama tentang moderasi dan tolerasni dalam menjaga keutuhan dan kerukunan beragama dan berbangsa bernagara di Indonesia. Berkaitan dengan Moderasi dan toleransi menurut Anik Farida9 sebagai narasumber Bedah Buku Moderasi Beragama pada acara Sinergi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Pangkalpinang. Rabu merupakan bagian dari moderasi. Keagamaan, 16 . , diakses pada tanggal 24 November 2020. https://balitbangdiklat. id/ber ita/toleransi-dan-moderasi-bedakah AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. https://ejurnalqarnain. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat AuToleransi adalah bagian penting dari moderasi beragama. Artinya sebagai suatu cara pandang, sikap, dan perilaku moderasi beragam akan bertoleransi. Ay Selanjutnya Anik mengatakan bahwa toleransi adalah kata sifat yang mengandung sikap menghargai perbedaan, tenggang rasa, berpengalaman orang atau kelompok yang berbeda. AuSedangkan toleransi merupakan kata benda sebagai wujud dari sikap toleran,Ay PEMBAHASAN Dalam dijelaskan teori-teori yang berkenaan dengan fokus penelitian, yaitu: Pengertian Moderasi Secara berasal dari bahasa Inggris moderation yang memiliki arti sikap sedang, sikap tidak berlebihan-lebihan. Kata moderasi dalam bahasa Arab al-wasathiyah. Seacara bahasa al-wasathiyah berasal dari kata wasath. AlAsfahaniy wasath dengan sawaAun yaitu tengah- tengah diantara dua batas, atau dengan keadilan, yang tengah- tengan atau yang standar atau yang biasa-biasa Wasathan juga bermakna menjaga dari bersikap tanpa John M. Echols dan Hassan Shadily. Kamus Inggris Indonesia: An English-Indonesian Dictionary (Jakarta: Gramedia Pustaka,2. Cet. 29, 384. Al-Alamah al-Raghib al-Asfahaniy. Mufradat al-Fadz al-QurAan, (Beirut: Darel Qalam, 2. , hlm. Syauqi Dhoif, al-MuAjam al-Wasith, (Mesir: ZIB, 1. , hlm. meninggalkan garis kebenaran Sedangkan makna yang sama juga terdapat dalam MuAjam al-Wasit yaitu adulan dan khiyaran sederhana dan terpilih. 12 Sedangkan moderasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kecenderungan berada di titik tengah di antara dua buah kutub Ibnu AoAsyur mendefinisikan kata wasath dengan dua makna. Pertama, definisi menurut etimologi, kata wasath berarti sesuatu yang ada di tengah, atau sesuatu yang memiliki dua belah ujung yang ukurannya sebanding. Kedua, definisi menurut terminologi, makna wasath adalah nilai-nilai Islam yang dibangun atas dasar pola pikir yang berlebihan dalam hal tertentu. Dalam Merriam-Webster Dictionary . amus digita. yang dikutip Tholhatul Choir, moderasi diartikan menjauhi perilaku dan ungkapan yang Dalam hal ini, seorang yang moderat adalah seorang yang menjauhi perilaku-perilaku ungkapanungkapan yang ekstrem. Toleransi atau Toleran secara bahasa kata ini berasal dari bahasa latin tolerare yang berarti yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Pengertian toleransi secara luas adalah suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan. Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia,( Jakarta: Grafika, 2. , hlm. Ibnu AoAsyur, at-Tahrir Wa at-Tanwir, (Tunis: ad-Dar Tunisiyyah,1. , hlm. Tholhatul Choir. Ahwan Fanani, dkk. Islam Dalam Berbagai Pembacaan Kontemporer, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hlm. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. dimana menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain. 16 Toleransi juga dapat berarti suatu sikap . baik itu dalam masyarakat ataupun dalam lingkup yang lain. Sikap toleransi dapat menghindari walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang Toleransi adanya keinginan-keinginan 17 Contoh sikap toleransi secara umum antara lain: mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan. Istilah toleransi mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah toleransi beragama, yang merupakan menghargai antar penganut agama lain, seperti: Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama kita. Tidak mencela/menghina agama lain dengan Eko Digdoyo . "Kajian Isu Toleransi Beragama. Budaya, dan Tanggung Jawab Sosial Media". Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. : 46. ISSN 25492683 Atik Catur Budiati . Sosiologi Kontekstual Untuk SMA & MA (PDF). Pusat alasan apapun. serta Tidak melarang ataupun mengganggu umat agama lain agama/kepercayaan masing-masing Oleh disimpulkan bahwa moderasi / wasathiyah adalah sebuah kondisi terpuji yang menjaga seseorang dari kecenderungan menuju dua sikap sikap berlebih- lebihan . dan sikap muqashshir yang mengurang-ngurangi sesuatu yang dibatasi Allah swt. Sifat wasathiyah umat Islam adalah anugerah yang diberikan Allah swt secara khusus. Saat mereka konsisten menjalankan ajaranajaran Allah swt, maka saat itulah mereka menjadi umat terbaik dan Sifat ini telah menjadikan umat Islam sebagai umat moderat. dalam segala urusan, baik urusan agama atau urusan sosial di dunia. Dijelaskan dalam al-QurAoan pada surah al-Baqarah ayat 143 yang dimaksud dengan ummatan wasathan ialah umat yang adil terpilih. Dapat Islam merupakan umat yang paling baik agamanya, paling baik akhlaknya seeta paling utamanya. Umat Islam dianugrahkan oleh Allah SWT dengan ilmu, kelembutan budi pekerti, keadilan, dan kebaikan yang tidak diberikan kepada umat lain. Oleh karena itu, umat Islam menjadi ummatan wasathan yang sempurna dan adil yang menjadi saksi bagi Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-219-1. Afrizal dan Mukhlis. AuKonsep Wasathiyah Dalam Al-QurAan: (Studi Komparatif Antara Tafsir At-Tahrir Wa At-Tanwir Dan Aisar At-Tafsi. Ay. Jurnal An-Nur. Vol. No. 2 Tahun AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. https://ejurnalqarnain. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat seluruh manusia di hari kiamat nanti. Pada tataran praksisnya, wujud moderat atau jalan tengah dalam Islam dapat diklasifikasikan menjadi empat wilayah pembahasan, yaitu: 1. Moderat dalam persoalan Aoaqidah. Moderat dalam persoalan ibadah. Moderat dalam persoalan perangai dan budi Moderat dalam persoalan tasyriA . embentukan syaria. Dari teori-teori di atas dapat dipahami bahwa moderasi beragama bijaksana dalam kehidupan beragama yang meliputi aspek aqidah, ibadah, muAoamalah, persoalan penentuan hukum syaraAo. Menurut Afrizal Nur dan Mukhlis, keagamaan seorang muslim moderat memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Tawassuth . engambil tenga. , yaitu pemahaman dan pengamalan yang tidak ifrath . erlebih-lebihan . engurangi ajaran agam. Tawazun . , yaitu pemahaman dan pengamalan agama secara seimbang yang meliputi semua aspek kehidupan, baik duniawi maupun ukhrawi, tegas dalam menyatakan prinsip yang dapat membedakan antara inhiraf . enyimpangan,) . IAtidal . urus dan tega. , yaitu menempatkan sesuatu tempatnya dan melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban secara Ibid, hlm. Tasamuh . , yaitu mengakui dan menghormati perbedaan, baik dalam aspek keagamaan dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Musawah . , yaitu tidak bersikap diskriminatif pada yang keyakinan, tradisi dan asal usul Syura . , yaitu setiap persoalan diselesaikan dengan jalan menempatkan kemaslahatan di atas Ishlah . , mengutamakan prinsip reformatif untuk mencapai keadaan lebih baik yang mengakomodasi perubahan dan kemajuan zaman dengan berpijak pada kemaslahatan umum . ashlahah Aamma. dengan tetap almuhafazhah Aoala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah . elestarikan tradisi lama yang masih relevan, dan menerapkan halhal baru yang lebih releva. Aulawiyah . endahulukan yang mengidentifikasi hal ihwal yang lebih penting harus diutamakan kepentingannya lebih rendah. Tathawwur wa Ibtikar . inamis dan inovati. , yaitu selalu terbuka untuk melakukan perubahan-perubahan hal baru untuk kemaslahatan dan kemajuan umat manusia. Tahadhdhur . , yaitu menjunjung tinggi akhlak mulia, karakter, identitas, dan integritas Abu Yasid. Membangun Islam Tengah, (Yogyakarta: Pustaka Pesantren, 2. , hlm. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. sebagai khairu ummah dalam Moderasi beragama menjadi sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat yang plural baik dari suku, ras, budaya dan khususnya plural dalam segi keyakinan atau agama. Kerukunan Antar Agama Pengertian kerukunan antar umat beragama adalah suatu kondisi sosial ketika semua golongan agama bisa hidup bersama tanpa menguarangi hak dasar masing-masing untuk melaksanakan kewajiban agamanya. Masing-masing pemeluk agama yang baik haruslah hidup rukun dan damai. Karena itu kerukunan antar umat beragama tidak mungkin akan lahir dari sikap fanatisme buta dan sikap tidak peduli atas hak keberagaman dan perasaan orang lain. Tetapi dalam hal ini tidak diartikan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama memberi ruang untuk mencampurkan unsur-unsur tertentu dari agama yang berbeda , sebab hal tersebut akan merusak nilai agama itu sendiri. Kerukunan beragama itu sendiri juga bisa diartikan dengan toleransi antar umat beragama. Dalam toleransi itu sendiri pada dasarnya masyarakat harus bersikap lapang dada dan menerima perbedaan antar umat beragama. Selain itu menghormati satu sama lainnya misalnya dalam hal beribadah, antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya tidak saling mengganggu. Afrizal Nur dan Mukhlis. AuKonsep Wasathiyah . , hlm. Kerukunan hubungan yang harmonis dalam bermasyarakat yang saling menguatkan yang di ikat oleh sikap pengendalian hidup dalam wujud: Saling kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. Saling hormat menghormati dan agama, antar berbagai golongan agama dan umatumat beragama dengan pemerintah yang sama-sama bertanggung jawab membangun bangsa dan Negara. Saling tenggang rasa dan toleransi dengan tidak memaksa agama kepada orang lain. Dengan demikian kerukunan antar umat beragama merupakan salah satu tongkat utama dalam memelihara hubungan suasana yang baik, damai, tidak bertengkar, tidak gerak, bersatu hati dan bersepakat antar umat beragama yang berbeda-beda agama untuk hidup rukun. Sebagaimana yang Dijelaskan Dalam pasal 1 angaka . peraturan bersama Mentri Agama dan Mentri Dalam No. 9 dan 8 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas Kepala Daerah/Wakil Daerah dalam kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadat. Dari pemahaman kerukunan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling mengerti, saling menghargai satu sama lain tanpa terjadinya benturan dan konflik agama. Wahyuddin dkk. Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinngi,(Jakarta PT. Gramedia Widiasarana Indonesia,2. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. https://ejurnalqarnain. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat Maka pemerintah berupaya untuk mewujudkan agama agama kerukunan hidup beragama dapat berjalan secara harmonis, sehingga bangsa ini dapat melangsungkan kehidupannya dengan Adapun kerukunan kehidupan beragama itu diantaranya ialah:23 Untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan keberagamaan masing-masing pemeluk agama. Untuk mewujudkan stabilitas bernegara Negara yang aman dan tentram dan mengikuti nilai-nilai Pancasila Menunjang dan mensukseskan Memelihara dan mempererat rasa Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa toleransi adalah suatu sikap yang memberi kebebasan kepada orang lain tanpa ada unsur paksaan dan memberikan kebenaran atas perbedaan tersebut sebagai pengakuan hak-hak asasi manusia. Jelas bahwa toleransi terjadi dan berlaku terhadap perbedaan prinsip, dan menghormati perbedaan atau Dengan pelaksanaanya hanya pada aspekaspek yang detail dan teknis bukan dalam persoalan yang prinsipil. Al-QurAoan menjelaskan bahwa sikap toleransi dapat memudahkan dan mendukung etika perbedaan. Dalam firman Allah SWT didalam surah Alhujurat . Ayat 13. o aO o au I a eE a aI aE eI aIa EE aN aeCa O aE eIA a AaOU aO aCaa aE aEa aA AOA U aA aEO UI aA a aAuaI EENA Artiya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al- Hujurat 49/ . Dari pemaparan latar belakang di atas, maka menjadi sangat penting untuk diadakan suatu penelitian tentang nilai atau sikap moderasi dan tolerasni antar ummat beragama dalam menjaga keutuhan di Kota Pontianak Kalimantan Barat. Karena Kalimantan barat memiliki penduduk 5. Menganut berbagai macam agama sebagaimna table di bawah ini:24 AGAMA Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghuchu Aliran Kepercayaan LAKI-LAKI 327,35 628,532 1,585 168,901 7,032 PEREMP 302,892 581,102 1,348 154,976 6,204 JUMLAH 630,242 2,933 323,877 13,236 1,632 A auI aEa eC Ia aEI a cII aE sa aOaI a O aO a a eE Ia aE eIA a AO a O aN EIA Drs. Jirhaduddin M. AG. Perbandingan Agama (Yogyakarta. Pustaka Pelajar,2. 193- 194 https://dukcapil. id/statistik AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. Dari data penduduk masyarakat Kalimantan barat diatas, jika di dilihat maka Kalimantan barat mayoritas penduduknya 70% beragama Islam. sedangkan etnis paling dominan di Kalimantan Barat, yaitu Dayak . 91%), kemudian ada suku Melayu . 50%). Etnis Dayak merupakan etnis di daerah pedalaman, sedangkan etnis Melayu mayoritas di kawasan pesisir. Etnis terbesar ketiga yaitu etnis Jawa . 66%) yang memiliki basis pemukiman di daerah-daerah Di urutan keempat yaitu Etnis Tionghoa . ,17%) yang banyak seperti Singkawang dan Pontianak. Berikutnya di urutan kelima yaitu etnis Madura . ,27%) yang memiliki di Pontianak dan Kubu Raya. Etnis terbesar keenam hingga sepuluh yaitu Bugis . ,13%). Sunda . ,13%). ,60%), Daya ,52%) dan Banjar . ,33%) dan suku-suku lainnya . ,33%). 25Sebagaimana tabel berikut ini. https://id. org/wiki/Kalimantan _Barat#::text=Sosial Kemasyarakatan,Suku% Suku Bangsa Jumlah Konsentrasi Dayak 49,91% Melayu 16,50% Jawa 8,66% Tionghoa 8,17% Madura 6,27% Bugis 3,13% Sunda 1,13% Batak 0,60% Daya 0,52% Banjar 0,33% Suku-suku Total 1,33% 100,00% Oleh karena itu peneliti ingin lebih memfokuskan penelitiannya di kota Pontianak yang mana di kota Pontianak penduduknya 670. 859 dan didominasi berbagai suku ras dan Agama dan Kota Pontianak adalah tempat stategis dalam kehidupan baik dari segi pendidikan, ekonomi, dll. Selain itu kota Pontianak memiliki enam kecamatan sebagaimana table di bawah ini: Kota Pontianak suatu daerah yang terdapat Kalimantan barat yang memiliki enam Kecamatan. Penduduk kota Pontianak menganut Enam kepercayaan, yaitu agama Islam. Kristen. Katolik. Hindu. Buda, dan 20Bangsa,Melayu mayoritas di kawasa n pesisir. AL FUADIY Vol. 4 No. https://ejurnalqarnain. https://ejurnalqarnain. Implementasi Nilai-Nilai Moderasi dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Menciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Pontianak Kalimantan Barat Di sana terdapat masjid dan juga gereja yang letaknya tidak berjauhan bahkan berdampingan. Meskipun masyarakat kota pontianak namun mereka dalam kehidupan keseharian dapat menjaga kerukunan satu sama lain. Hal itu dapat terlihat ketika ada tetangga mereka yang beragama lain mengalami musibah. Ketika masyarakat yang menganut agama Islam merayakan hari raya Islam, maka sebagian yang meenganut agama Kristen tetap menghormati bahkan ikut merayakannya meskipun bukan hari raya agamanya. Dalam kegiatan masyarakat antara pemeluk agama Islam dan Kristen tetap menjadi satu kelompok, mereka tidak mempermasalahkan mengenai keyakinan ketika dalam Sehingga masyarakat kota pontianak terlihat harmonis meskipun masyarakatnya menganut kepercayaan yang berbeda. KESIMPULAN moderasi / wasathiyah adalah sebuah kondisi terpuji yang menjaga seseorang dari kecenderungan menuju dua sikap ekstrem. sikap berlebihlebihan . dan sikap muqashshir yang mengurang-ngurangi sesuatu yang dibatasi Allah swt. Sifat umat Islam anugerah yang diberikan Allah swt secara khusus. Saat mereka konsisten menjalankan ajaran-ajaran Allah swt, maka saat itulah mereka menjadi umat terbaik dan terpilih. Sifat ini telah menjadikan umat Islam sebagai umat moderat dalam segala urusan, baik urusan agama atau urusan sosial di dunia. Kota pontianak merupakan mengaplikasikan sikap moderasi dan toleransi dalam kehidupan beragama, terbukti dengan banyaknya agama yang dianut masyarakat, gesekan antar pemeluk agama bisa diminimalisir. Sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi tercermin dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang berjalan harmonis. Penghormatan terhadapa keyakinan ummat beragama menjadi suatu keniscayaan bagi masyarkat pontianak yang multi entis dan agama. DAFTAR PUSTAKA