JURNAL INOVATOR Jurnal Program Studi Teknik Mesin POLITEKNIK JAMBI Jurnal Inovator. Vol. No. 21Ae24 homepage: w. id/index/inovator Peningkatan Unjuk Kerja Sepeda Motor Sistem Transmisi CVT Dengan Variasi Kedalaman Clutch Housing Knurling Gede Dyo Ardika Yasa a. I Gede Wiratmaja a,*. Gede Widayana a Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Universitas Pendidikan Ganesha. Jalan Udayana. Singaraja. Bali. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima 3 April 2025 Diterima setelah direvisi 9 Juni 2025 Disetujui 9 Juni 2025 Kata kunci: Knurling Clutch Housing CVT Torsi Daya konsumsi bahan bakar Abstract- This research was conducted to analyze the effect of knurling depth variation on the performance of motorcycles with a continuously variable transmission (CVT) system. The main issue is the decrease in vehicle performance due to a long service life, particularly with regard to torque, power, and fuel consumption. In this study, the independent variable is the depth of the clutch housing knurling, which varies from 0 mm . 6 mm. The dependent variables are torque, power, and fuel consumption. This study was conducted on a motorcycle with a CVT transmission system using an experimental method. Torque and power were tested using a dynamometer, and fuel consumption was measured using a volume and time method. The results showed that variations in knurling depth significantly increased engine torque and power and improved fuel efficiency. The 0. 6 mm knurling depth variation provided the optimal results for improving vehicle performance compared to the other variations. This finding is expected to provide a practical solution for improving the performance of aging motorcycles with CVT transmission systems. Intisari- Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kedalaman knurling pada clutch housing terhadap unjuk kerja sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmissio. Permasalahan utama yang diangkat adalah penurunan performa kendaraan akibat usia pakai yang panjang, khususnya dalam hal torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kedalaman knurling clutch housing yang divariasikan menjadi 0 mm . ondisi standa. , 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Variabel terikatnya meliputi torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan pada sepeda motor dengan sistem transmisi CVT menggunakan metode eksperimen dimana pengujian torsi dan daya menggunakan dynotest, serta konsumsi bahan bakar menggunakan metode pengukuran volume dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kedalaman knurling berpengaruh signifikan terhadap peningkatan torsi dan daya mesin, serta konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Variasi kedalaman knurling 0,6 mm memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan perfomansi kendaraan dibandingkan variasi lainnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif solusi praktis dalam meningkatkan kembali performa sepeda motor dengan sistem transmisi CVT yang telah mengalami penurunan perfomansi seiring dengan bertambahnya usia pakai. Pendahuluan Kemajuan dunia industri otomotif telah menghasilkan berbagai inovasi baru, terutama di sektor kendaraan. Perkembangan teknologi canggih dalam industri ini diciptakan agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengendara saat mengoperasikan kendaraan mereka. Salah satu inovasi teknologi yang signifikan dalam kendaraan terletak pada sistem transmisinya . Sepeda motor yang menggunakan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. adalah salah satu jenis kendaraan yang terus diproduksi oleh pabrikan karena kemudahan dalam penggunaannya sehingga banyak diminati oleh masyarakat. Sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. yang digunakan membuat kendaraan menjadi lebih praktis jika dibandingkan dengan kendaraan dengan system transmisi manual. Hal ini dikarenakan pengemudi tidak perlu lagi * Corresponding Author: E-mail:wiratmaja@undiksha. id (I Gede Wiratmaj. mengganti presneling secara manual, karena perubahan transmisi terjadi secara otomatis sesuai dengan kecepatan kendaraan . Namun, penggunaan kendaraan yang intensif dan usia pakai yang panjang sering kali menimbulkan permasalahan dalam hal penurunan performa sepeda motor yang menggunakan sisem transmisi CVT (Continuously Variabel Transmisio. , terutama pada torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Selain itu juga terdapat permasalahan Dimana terjadi slip pada saat akselerasi awal yang disebabkan oleh kurangnya daya cengkram pada rumah kopling . lutch housin. Hal ini membuat penelitian ini menjadi penting sebagai salah satu usaha untuk mengembalikan performansi kendaraan mendekati kondisi standar. Rumah kopling dalam hal ini berfungsi penting dalam mentransfer tenaga dari mesin ke roda melalui sistem transmisi. Pada sepeda motor dengan menggunakan sistem transmisin CVT (Continuously Variable Transmisio. , rumah kopling bekerja dengan mekanisme sentrifugal, di Jurnal Inovator. Vol. No. 21Ae24 mana gesekan antara kampas kopling dan permukaan rumah kopling menentukan seberapa efisien tenaga dapat diteruskan. Oleh sebab itu, desain rumah kopling . lutch housin. , termasuk kedalaman knurling menjadi bagian yang mempengaruhi perfoma keseluruhan sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. secara Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk meningkatkan unjuk kerja kendaraan dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. antara lain penelitian yang di lakukan untuk meneliti tentang pengaruh penambahan lubang rumah kopling . lutch housin. serta jenis sayatan kampas kopling terhadap performa mesin dan diperoleh hasil kinerja mesin dengan pengujian kopling standar menunjukkan torsi dan daya tertinggi masing-masing sebesar 23,13 Nm dan 9,9 hp. Sementara itu, pada pengujian kampas kopling dengan sayatan garis serta pelubangan rumah kopling, torsi maksimal yang dihasilkan mencapai 25,57 Nm dan daya maksimal 11 hp. Sedangkan pada pengujian kopling dengan sayatan lubang dan pelubangan rumah kopling, kinerja mesin menunjukkan torsi maksimum sebesar 26,25 Nm dan daya maksimum 11,4 dengan demikian pada hasil penelitian jenis kopling dengan sayatan lubang dan pelubangan rumah kopling dianggap paling optimal dalam penelitian ini karena menghasilkan peningkatan torsi sebesar 13,48% dan daya sebesar 15,1%, menjadikannya yang terbaik dibandingkan kedua varian lainnya . Selanjutnya penelitian yang di lakukan dengan memvariasikan berat rumah kopling sentrifugal terhadap torsi dan daya pada sepeda motor bertransmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. dari penelitian ini dapat diperoleh hasil Rumah kopling standar mendapatkan hasil torsi sebesar 7,42 N. m serta daya sebesar 6,87 Hp. Sementara itu, data yang berasal dari spesifikasi pabrik menunjukkan Torsi sebesar 9,01 N. m serta daya mencapai 6,38 Hp, mengakibatkan penurunan torsi sebesar 1,59 N. serta menghasilkan peningkatan daya sebesar 0,49 Hp. Penurunan kinerja kemungkinan diakibatkan oleh penggunaan kendaraan selama 2 tahun. Sehingga mengakibatkan keausan pada komponen mesin maupun CVT (Continuously Variable Transmisio. , sehingga performa kendaraan mengalami penurunan. Pengujian dengan rumah kopling A menghasilkan torsi sebesar 8,14 N. m serta daya mencapai 7,73 Hp. Merujuk pada hasil pengujian, rumah kopling A dan B menunjukkan peningkatan torsi dan daya dibandingkan dengan rumah kopling standar . Berikutnya adalah penelitian mengenai pengaruh variasi rumah kopling dan jenis clutch carrier terhadap daya pada sistem CVT Continuously Variable Transmisio. dengan sepeda motor 110 cc dan di peroleh hasil bahwa perbedaan rumah kopling dan jenis clutch carrier memiliki pengaruh pada daya (H. yang dihasilkan. Kombinasi terbaik didapatkan pada variasi rumah kopling bubut kartel dengan clutch carrier berbahan Kevlar. menghasilkan daya paling tinggi sebesar 8,83 Hp pada putaran mesin 7000 rpm. Sebaliknya, kombinasi rumah kopling standar dengan clutch carrier standar menghasilkan daya terendah, yaitu 8,08 HP di putaran yang sama. clutch carrier kevlar, yang terbuat dari bahan karbon kevlar, memiliki ketahanan tinggi terhadap temperatur, sehingga lebih efektif dalam menghasilkan tenaga. Selain itu. Pemanfaatan rumah kopling yang telah melalui proses bubut kartel dapat meningkatkan daya cengkeram, memungkinkan transmisi rotasi mesin menuju roda menjadi lebih optimal dan menghasilkan daya yang lebih maksimal . Dari uraian state of the art terlihat bahwa upaya peningkatan performa kendaraan masih berfokus pada penyesuaian penambahan lubang pendinginan, variasi berat rumah kopling . lucht housin. dan variasi rumah kopling . lutch housin. standar dan kartel dan juga clutch carier, namun, pengaruh kedalaman knurling pada rumah kopling terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar belum menjadi perhatian. Dengan demikian penelitian lanjutan ini sangat penting untuk dilakukan dalam usaha mengeksplorasi bagaimana pengaruh dari variasi kedalaman clutch housing knurling terhadap unjuk kerja sepeda motor yang telah memiliki usia pakai yang cukup lama khususnya dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmisio. Dalam penelitian ini akan divariasiakan berbagai variabel yang meliputi variabel bebas, yaitu variasi kedalaman knurling pada clutch housing menjadi tiga variasi. Variasi kedalaman yang digunakan meliputi 0 mm ( tanpa knurling/ kondisi standa. , . ,2 m. , . ,4 m. ,6 m. Secara umum penelitian ini di lakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tersebut terhadap variabel terikat, yaitu torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar kendaraan. Pengujian torsi dan daya akan dilakukan dengan menggunakan alat dynotes, sedangkan untuk pengujian konsumsi bahan bakar akan diukur menggunakan alat fuel flow meter. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan disajikan dalam bentuk tabel, grafik, serta dilengkapi dengan narasi dan analisis deskriptif serta di komparasi dengan penelitian sebelumnya sebagai bentuk validasi dari penelitian ini. Metodologi Penelitian Penelitian ini masuk dalam katagori penelitian deskriptif kuantitatif eksperimental dan bertujuan untuk menguji pengaruh variasi kedalaman knurling pada komponen clutch housing terhadap performa sepeda motor sistem transmisis CVT, khususnya dalam hal torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian eksperimen adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk mengungkap hubungan sebab-akibat antara variabel bebas dan variabel terikat, di mana variabel bebas dikendalikan dan dimanipulasi secara sengaja . Subjek dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Vario 110 cc tahun 2010 yang sudah menggunakan sistem transmisi CVT, sementara objek penelitiannya adalah komponen clutch housing. yang dapat berdiri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh variabel lain . dengan arti kata lain variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi kedalaman knurling yang terdiri dari 0,0 mm, 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm. Sedangkan Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh perlakuan dalam suatu penelitian . dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini meliputi torsi (N. , daya (H. , dan konsumsi bahan bakar . g/ja. Proses pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan berbagai alat seperti mesin bubut, pisau bubut, alat dynotest, stopwatch, thermometer, tachometer digital, dan tabung suntik, serta bahan berupa clutch housing dengan empat variasi knurling dan bahan bakar jenis Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan dokumentasi selama proses pengujian. Pengulangan pengambilan data dilakukan sebanyak 10 kali dan dirata- ratakan. Seluruh data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Dalam penelitian ini, teknik analisis data digunakan untuk memahami pengaruh variasi kedalaman clutch housing knurling terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor dengan sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmissio. dengan perhitungan rata-rata dan penyajian dalam bentuk grafik garis . Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif serta didukung untuk menarik kesimpulan terhadap pengaruh variasi kedalaman knurling terhadap performansi mesin kendaraan. ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 21Ae24 Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Rata Ae rata Torsi Setiap Variasi Putaran Mesin Rata- rata Torsi mesin (N. Putaran 0,0 mm 0,2 mm 0,4 mm Mesin (Standa. (Variasi . (Variasi . (RPM) 13,42 13,65 13,73 14,27 14,53 14,59 12,84 13,00 13,05 11,14 11,21 11,27 8,88 8,91 9,04 1,15 1,66 1,67 0,6 mm (Variasi . 13,40 14,70 13,09 11,36 9,08 2,33 Gambar 2. Grafik Perbandingan Hasil Pengujian Daya Mesin Gambar 1. Grafik Perbandingan Hasil Pengujian Torsi Mesin Berdasarkan data pada Tabel 1 dan ilustrasi pada gambar 1 terlihat bahwa setiap variasi kedalaman knurling clutch housing mempengaruhi torsi mesin disetiap putaran mesin. Rata-rata torsi tertinggi sebesar 14,70 m diperoleh pada variasi 3 . edalaman knurling 0,6 m. Variasi 2 . edalaman knurling 0,4 m. menghasilkan torsi rata-rata sebesar 14,59 m, dan variasi 1 . edalaman knurling 0,2 m. menghasilkan torsi ratarata sebesar 14,53 N. Semua variasi menunjukkan peningkatan torsi dibandingkan dengan kondisi standar yang hanya 14,27 N. m pada putaran mesin 3000 rpm. Hasil perhitungan menunjukan bahwa, clutch housing knurling variasi 3 . edalaman knurling 0,6 m. memberikan peningkatan torsi tertinggi sebesar 3,01% dibanding kondisi standar, diikuti variasi 2 . edalaman knurling 0,4 m. sebesar 2,24%, dan variasi 1 . edalaman knurling 0,2 m. sebesar 1,82%. Peningkatan torsi ini berkaitan dengan mekanisme kerja sistem CVT, sebagaimana pada putaran mesin 3000Ae3500 rpm, rasio pulley besar karena gaya sentrifugal masih rendah, sehingga torsi yang dihasilkan lebih tinggi . Dari pengujian, torsi maksimum tercapai pada putaran mesin 3000 rpm, dan semakin dalam knurling yang digunakan, torsi cenderung meningkat. Hal ini membuktikan bahwa variasi clutch housing CVT berpengaruh terhadap peningkatan performa mesin, khususnya pada peningkatan torsi mesin. Tabel 2. Rata Ae Rata Daya Mesin Setiap Variasi Putaran Mesin Rata- rata Daya mesin (HP) Putaran 0,0 mm 0,2 mm 0,4 mm (Standa. (Variasi . (Variasi . (RPM) 4,69 4,78 4,80 6,09 6,13 6,15 6,27 6,31 6,35 6,21 6,29 6,31 5,63 5,72 5,73 0,78 0,85 1,27 Berdasarkan tabel 2 dan ilustrasi grafik pada gambar 2 terlihat bahwa seluruh variasi kedalaman knurling clutch housing memengaruhi daya mesin pada setiap putaran mesin. Rata-rata daya mesin tertinggi tercapai pada clutch housing knurling variasi 3 . edalaman knurling 0,6 m. sebesar 6,48 HP di putaran mesin 3500 rpm, disusul variasi 2 . edalaman knurling 0,4 m. sebesar 6,35 HP dan variasi 1 . edalaman knurling 0,2 m. sebesar 6,31 HP pada putaran mesin yang sama. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa clutch housing knurling variasi 3 . edalaman knurling 0,6 m. menghasilkan peningkatan daya mesin tertinggi sebesar 3,35% dibandingkan dengan kondisi standar, diikuti oleh variasi 2 . edalaman knurling 0,4 m. sebesar 1,27% dan variasi 1 . edalaman knurling 0,2 m. sebesar 0,63%. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian . sebelumnya yang menyatakan bahwa pada putaran mesin 3000Ae3500 rpm, rasio pulley CVT masih besar karena gaya sentrifugal yang masih rendah, sehingga torsi dan daya mesin akan Peningkatan daya mesin tertinggi terjadi pada 3500 rpm, dan semakin dalam knurling knurling clutch housing yang digunakan, daya mesin cenderung meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa variasi clutch housing CVT berpengaruh terhadap peningkatan performa mesin khususnya daya mesin. Tabel 3. Rata Ae Rata Konsumsi Bahan Bakar Setiap Variasi Putaran Mesin Rata Ae rata Konsumsi Bahan Bakar Persatuan Waktu . g/ja. Putaran 0,0 mm 0,2 mm 0,4 mm 0,6 mm (Standa. (Variasi . (Variasi . (Variasi . (RPM) 157,99 157,93 157,73 157,57 166,78 166,66 166,08 166,06 173,47 173,44 173,39 173,24 185,46 185,36 184,46 184,38 193,57 193,48 193,38 193,37 206,10 205,80 205,71 205,59 0,6 mm (Variasi . 4,97 6,16 6,48 6,35 5,74 1,91 Gambar 3. Grafik Perbandingan Hasil Pengujian Konsumsi Bahan Bakar ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 21Ae24 Dari tabel 3 dan ilustrasi grafik pada gambar 3 menunjukkan bahwa clutch housing knurling variasi 3 . edalaman knurling 0,6 m. menurunkan konsumsi bahan bakar tertinggi sebesar 0,26 %, diikuti variasi 2 . edalaman knurling 0,4 m. sebesar 0,16 % dan variasi 1 . edalaman knurling 0,2 m. sebesar 0,03% dibandingkan dengan kondisi standar . anpa knurlin. pada putaran mesin 2500 rpm. Penurunan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa peningkatan putaran mesin meningkatkan konsumsi bahan bakar. Namun, knurling yang lebih dalam meningkatkan rasio pulley sekunder, sehingga beban mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar menurun. Meski demikian, penurunan konsumsi bahan bakar masih relatif kecil dibawah 1% dikarenakan variasi kedalaman knurling yang relatif kecil. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa modifikasi clutch housing melalui proses knurling memberikan pengaruh positif terhadap kinerja mesin. Seluruh variasi knurling yang diuji terbukti mampu meningkatkan torsi mesin, dengan hasil paling signifikan ditunjukkan oleh variasi ketiga yang memiliki kedalaman 0,6 mm, menghasilkan peningkatan torsi sebesar 3,01% dibandingkan dengan kondisi standar pada putaran mesin 3000 rpm. Tidak hanya berdampak pada torsi mesin, variasi knurling ini juga mempengaruhi peningkatan daya Kembali, variasi ketiga dengan kedalaman 0,6 mm memberikan hasil terbaik, mencatatkan peningkatan daya hingga 3,35% pada putaran 3500 rpm jika dibandingkan dengan kondisi standar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa modifikasi pada clutch housing memberikan kontribusi terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Penurunan konsumsi bahan bakar tertinggi tercatat sebesar 0,26 % pada kedalaman knurling 0,6 mm, pada putaran mesin 2500 rpm. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses knurling pada clutch housing memiliki potensi untuk meningkatkan performa kendaraan, baik dari sisi daya, torsi, maupun konsumsi bahan bakar. Namun, untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, penelitian lanjutan sangat Salah satu arah pengembangan yang disarankan adalah dengan mengeksplorasi variasi pola knurling guna mencapai kualitas permukaan yang lebih baik serta meningkatkan daya cengkeram tanpa menurunkan kekuatan material. Selain itu, mengingat konsumsi bahan bakar sangat bergantung pada kondisi kerja mesin, disarankan agar pengujian di masa mendatang dilakukan dalam kondisi kendaraan membawa beban, dengan mempertimbangkan parameter seperti jarak tempuh, kecepatan kendaraan, dan volume bahan bakar. Dengan demikian, hasil penelitian dapat lebih representatif dan relevan terhadap kondisi operasional kendaraan yang . Nurhidayah. Pengaruh Penambahan Lubang Rumah Kopling Serta Jenis Sayatan Kampas Kopling Terhadap Performa Mesin. Herman Safar. Basri. Nasir. , & Setiawan. Pengaruh variasi Berat Rumah Kopling Sentrifugal Terhadap Torsi dan Daya Sepeda Motor Honda Beat FI Tahun 2019. JTPVI: Jurnal Teknologi Dan Pendidikan Vokasi Indonesia, 1. , 319Ae324. Pipit Muliyah. Dyah Aminatun. Sukma Septian Nasution. Tommy Hastomo. Setiana Sri Wahyuni Sitepu. Muliyah. Pipit. Journal GEEJ, 7. Abraham. , & Supriyati. Desain Kuasi Eksperimen Dalam Pendidikan: Literatur Review. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8. , 2476Ae2482. Sitompul. Pengaruh Pengetahuan Label Halal Dan Kesadaran Merek Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Melalui Rekomendasi Kelompok Sebagai Variabel Moderating. Shar-E : Jurnal Kajian Ekonomi Hukum Syariah, 7. , 50Ae64. Akbar. Siroj. Win Afgani. , & Weriana. Experimental Reseacrch Dalam Metodologi Pendidikan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(Vol 9 No 2 . : Jurnal Ilmiah Wahana Pendidika. Sofwatillah. Risnita. Jailani. , & Saksitha. Teknik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif dalam Penelitian Ilmiah. Journal Genta Mulia, 15. , 79Ae91. Wismantarayasa. Pengaruh Variasi Panjang Spacer Pada Primary Pulley Terhadap Unjuk Kerja Sepeda Motor Dengan Sistem Transmisi CVT. Sukron Ma Ao mun. Pengaruh Penggantian Pegas Kopling Dan Rumah Kopling Custom Terhadap Unjuk Kerja Mesin. Akselerasi Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Vario 150. 1Ae6. Ucapan terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Ganesha beserta seluruh staf Jurusan Teknologi Industri. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin yang telah memberikan dukungannya dalam pelaksanaan penelitian ini. Referensi