JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1199-1205 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DI UPT SDN 16 PASAR SUNGAI TUNU PESISIR SELATAN Susanti Fitri Mayenti1. Elvina2 1Universitas Rokania. Indonesia Email: susantifitrimayentisusantifitr@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 10 September 2025 Final Revised: 15 September 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 25 September 2025 Keywords: Reading Comprehension Reading Interest Elementary School Students Learning Strategies Family Environment ABSTRACT According to constructivism theory, reading is not merely a passive activity of receiving information, but also an active activity in constructing meaning based on students' experiences, knowledge, and cognitive abilities. Thus, students who have good reading comprehension skills will more easily grasp the essence of the reading, identify important information, make inferences, and draw conclusions. This study aims to analyze the reading comprehension skills of elementary school students, the factors that influence them, and the relationship between reading interest and students' reading comprehension. The study was conducted at the UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu using a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation with key informants, namely students, teachers, the principal, and parents. The study shows that students' reading comprehension skills are still relatively low, especially in finding the main idea. Internal factors such as reading interest, vocabulary mastery, and learning strategies, as well as external factors such as teacher teaching methods and family environment, play a major role in shaping students' comprehension. This study provides an indepth understanding of the factors that influence reading comprehension skills at the elementary school level and emphasizes the importance of synergy between families and schools. ABSTRAK Menurut teori konstruktivisme, membaca bukan hanya kegiatan pasif menerima informasi, melainkan juga aktivitas aktif dalam membangun makna berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan kognitif siswa. Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik akan lebih mudah menangkap inti bacaan, mengidentifikasi informasi penting, membuat inferensi, serta menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta hubungan antara minat baca dengan pemahaman membaca siswa. Penelitian dilakukan di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih tergolong rendah, terutama dalam menemukan ide pokok. Faktor internal seperti minat baca, penguasaan kosakata, dan strategi belajar serta faktor eksternal seperti metode pengajaran guru dan lingkungan keluarga berperan besar dalam membentuk pemahaman siswa. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan membaca pemahaman pada tingkat sekolah dasar, serta menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah. Kata kunci: Membaca Pemahaman. Minat Baca. Siswa Sekolah Dasar. Strategi Belajar. Lingkungan Keluarga Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu Pesisir Selatan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada era globalisasi saat ini yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi yang memadai. Salah satu keterampilan dasar yang menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan adalah kemampuan membaca. Membaca tidak hanya sekadar mengenali huruf atau kata, tetapi juga mencakup kemampuan memahami isi bacaan, menafsirkan makna, serta mengaitkan informasi yang diperoleh dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Kemampuan membaca pemahaman menjadi salah satu kompetensi utama yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, karena hampir seluruh bidang studi membutuhkan keterampilan ini untuk menggali informasi, mengembangkan pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Membaca pemahaman merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi antara pembaca, teks, dan konteks. Menurut teori konstruktivisme, membaca bukan hanya kegiatan pasif menerima informasi, melainkan juga aktivitas aktif dalam membangun makna berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan kognitif siswa. Dengan demikian, siswa yang memiliki kemampuan membaca pemahaman yang baik akan lebih mudah menangkap inti bacaan, mengidentifikasi informasi penting, membuat inferensi, serta menarik kesimpulan. Sebaliknya, rendahnya kemampuan membaca pemahaman akan berdampak pada kesulitan dalam memahami konsep pelajaran, rendahnya prestasi akademik, hingga kurangnya keterampilan dalam mengkomunikasikan ide. Kondisi literasi membaca di Indonesia masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA), kemampuan membaca siswa Indonesia masih berada pada kategori rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa dapat membaca teks, tetapi banyak yang belum mampu memahami secara mendalam isi bacaan Rendahnya tingkat membaca pemahaman disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya minat baca, keterbatasan bahan bacaan yang menarik, strategi pembelajaran yang belum optimal, serta keterampilan guru dalam mengajarkan pemahaman bacaan yang masih perlu ditingkatkan. Analisis terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa sangat penting untuk dilakukan, agar dapat diketahui sejauh mana kompetensi siswa dalam memahami teks bacaan, sekaligus menemukan faktor-faktor yang memengaruhinya. Dengan adanya analisis tersebut, guru maupun pihak sekolah dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, misalnya melalui penggunaan metode pembelajaran berbasis teks, strategi membaca aktif, diskusi kelompok, atau integrasi teknologi dalam kegiatan literasi. Selain itu, analisis ini juga dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang mendukung peningkatan literasi siswa di sekolah. Penelitian mengenai kemampuan membaca pemahaman siswa memiliki relevansi yang besar terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemampuan membaca yang baik akan melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa dengan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu Pesisir Selatan memperhatikan aspek-aspek yang terlibat dalam proses membaca, tingkat pemahaman yang dicapai, serta faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Kemampuan membaca pemahaman merupakan fondasi penting dalam proses belajar siswa. Rendahnya kemampuan membaca siswa di Indonesia telah menjadi perhatian, termasuk di SDN 16 Pasar Sungai Tunu. Berdasarkan observasi dan data evaluasi, siswa mengalami kesulitan memahami ide pokok dan detail bacaan. Penelitian terdahulu (Snow, 2002. Rahim, 2. menunjukkan rendahnya kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Namun, penelitian ini berbeda karena lebih menekankan keterkaitan faktor internal . inat baca, kosakata, strateg. dan faktor eksternal . etode pembelajaran, dukungan keluarg. Tujuan penelitian ini adalah menggali tingkat kemampuan membaca pemahaman siswa serta faktor-faktor yang memengaruhinya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Tabel 1. Informan Penelitian No Informan Jumlah Keterangan Siswa kelas lV 20 orang Subjek utama penelitian Guru Kelas lV 1 orang Memberikan informasi tentang pembelajaran Kepala sekolah 1 orang Penanggung jawab kebijakan sekolah Orang tua 4 orang Perwakilan orang tua siswa untuk wawancara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil wawancara dengan guru, kepala sekolah, orang tua, dan siswa menunjukkan beberapa permasalahan utama terkait kemampuan membaca pemahaman siswa di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu. Informan Guru Kelas lV Kepala Orang Tua Tabel 2. Ringkasan Hasil wawancara Pertanyaan Utama Ringkasan Jawaban Kutipan penting Apa kendala siswa Kosakata terbatas. AuSebagian besar siswa saat membaca? motivasi rendah kurang minat membaca, kosakata terbatas, sulit memahami teks. Ay Bagaimana Fasilitas ada, tapi AuPerlu tambahan buku bacaan bacaan yang sesuai usia kurang menarik Ay Apakah anak Lebih sering main main HP, sulit diarahkan HP, sulit diarahkan AuAnak-anak lebih sering Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu Pesisir Selatan Siswa Apa kesulitan saat Cepat bosan membaca teks? teks panjang bermain HP daripada Ay jika Saya suka membaca kalau bukunya bergambar. Ay Pembahasan Hasil wawancara menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa masih rendah. Faktor internal yang memengaruhi antara lain minat baca yang rendah dan keterbatasan kosakata. Faktor eksternal meliputi metode pembelajaran guru yang cenderung tradisional, kurangnya ketersediaan bahan bacaan yang menarik, serta keterbatasan pendampingan dari orang tua di rumah. Temuan ini sejalan dengan pendapat Guthrie & Wigfield . yang menekankan bahwa motivasi dan penguasaan kosakata sangat berpengaruh terhadap pemahaman Dukungan keluarga juga penting sebagaimana ditegaskan Rahim . , bahwa lingkungan rumah yang mendukung akan membantu menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak. Dengan demikian, peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa membutuhkan strategi pembelajaran yang lebih variatif, penyediaan bahan bacaan yang sesuai usia dan minat anak, serta dukungan intensif dari orang tua di rumah. KESIMPULAN Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu masih tergolong rendah. Faktor internal yang memengaruhi meliputi minat baca, keterbatasan kosakata, serta strategi membaca. Faktor eksternal meliputi metode pembelajaran guru, keterbatasan bahan bacaan, serta dukungan dari lingkungan keluarga. Upaya peningkatan memerlukan strategi pembelajaran yang lebih variatif, penyediaan bahan bacaan yang sesuai, serta dukungan penuh dari orang tua. REFERENSI