http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Review Sunlight. Vitamin D, and Depressive Disorders: A Literature Review Naila Cantika Salsabila1. Rudi Saputra1. Siti Khairiah2. Muhammad Khairul Nuryanto3. Meiliati Aminyoto3,4. Syaiful Fadilah2 Abstrak Gangguan depresi diartikan sebagai gangguan emosi dan psikologis yang mengakibatkan kesedihan dan kehilangan minat terus-menerus. Sebesar 6,1% orang di Indonesia mengalami depresi, tetapi hanya 9% di antaranya yang mendapat pengobatan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Terjadi penurunan neurotransmiter di otak pada orang yang mengalami gangguan depresi, yaitu pada serotonin, norepinefrin, dan dopamin. Mengekspos kulit ke sinar matahari adalah cara terbaik dalam pembentukan vitamin D. Sekitar 90% dari kebutuhan vitamin D manusia dipenuhi oleh paparan sinar matahari. Pembentukan vitamin D3 di kulit distimulasi oleh ultraviolet B. Vitamin D dalam bentuk 25(OH)D memiliki sifat fungsional dalam pembentukan hormon seks, baik pada perempuan . strogen dan progestero. maupun laki-laki . Vitamin D juga termasuk dalam kelompok hormon steroid dan mampu melewati sawar darah otak yang berperan dalam regulasi dan modulasi sistem neurotransmitter. Reseptor vitamin D juga terdapat secara luas diseluruh otak dan merangsang pembentukan serotonin dan dopamin. Paparan sinar matahari yang adekuat dapat meningkatkan kadar vitamin D pada manusia. Peningkatan ini merangsang produksi neurotransmitter pada otak yang terlibat dalam gangguan depresi. Kata kunci: Gangguan Depresi. Paparan Sinar Matahari. Vitamin D Abstract Depression disorder is a mood and psychological disorder that causes constant sadness and loss of interest. Sixtyone percent of people in Indonesia experience depression, but only 9% receive treatment, according to the 2018 National Basic Health Research. There is a decrease in neurotransmitters in the brain on someone with depression, such as serotonin, norepinephrine, and dopamine. Exposing the skin to sunlight is the best way to produce vitamin D. About 90% of vitamin D requirements are met from sunlight exposure. The synthesis of vitamin D3 in the skin is stimulated by ultraviolet B. Vitamin D in the form of 25(OH)D has functional properties in the formation of sex hormones, both in women . strogen and progesteron. and men . Vitamin D is also considered a steroid hormone and can cross the blood-brain barrier, thus having roles in regulating neurotransmitter systems. Vitamin D receptors are also widely distributed throughout the brain and stimulate the production of serotonin and dopamine. Adequate sunlight exposure can increase vitamin D levels in humans. This increment stimulates the production of brain neurotransmitters involved in depression disorders. Keywords: Depression Disorder. Sunlight Exposure. Vitamin D Submitted: 26 October 2022 Revised: 7 July 2022 Affiliasi penulis : 1 Program Studi Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman, 2 Departemen Kesehatan Jiwa. Fakultas Kedokteran. Universitas Lambung Mangkurat, 3 Laboratorium Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman, 4 Kelompok Staf Medik Gizi Klinik Rumah Sakit Umum Abdoel Wahab Sjahranie Korespondensi : AuNaila Cantika SalsabilaAy nailacantikas@gmail. Telp: 6281250057305 PENDAHULUAN Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi dan penting. Menurut Chand dan Arif . , gangguan depresi diartikan sebagai gangguan emosi kehilangan minat secara terus-menerus. Depresi, di sisi lain, dianggap adalah masalah kepercayaan dan keimanan seseorang saja, bukan psikologis. Hal ini menganggapnya sebagai gangguan jiwa, sehingga tidak memerlukan bantuan ahli di bidangnya . Padahal, depresi bisa sangat Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 30 December 2024 berbahaya jika tidak segera ditangani. Gangguan depresi adalah diagnosis yang paling sering berhubungan dengan kasus bunuh diri . Selain adanya kemungkinan bunuh diri, depresi juga dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh, sehingga membuat tubuh rentan terhadap infeksi . Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 menunjukkan sebanyak 6,1% orang di Indonesia mengalami depresi. Dari jumlah itu, hanya 9% penderita depresi yang mendapatkan pengobatan secara medis. Selain itu, untuk prevalensi gangguan mental pada usia Ou 15 signifikan antara tahun 2013 . %) dengan 2018 . ,8%). Kebanyakan gangguan depresi dimulai pada fase remaja sekitar usia 15-24 tahun dengan prevalensi 6,2% . Jumlah orang yang mengalami gangguan depresi berbanding lurus dengan peningkatan usia. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 yaitu semakin tinggi usia, maka semakin tinggi prevalensi depresi. Puncaknya terjadi pada usia 75 tahun atau lebih dengan prevalensi sebesar 8,9% . Studi lain oleh Pilevarzadeh, et al. menunjukkan prevalensi depresi secara global sebesar 32,2%. Seseorang dengan gangguan depresi mengalami penurunan neurotransmitter pada Neurotransmitter menyebabkan depresi adalah serotonin, norepinefrin, dan dopamin . , . Serotonin dan dopamin dapat meningkat dengan adanya paparan sinar matahari . , . Berdasarkan data Global Health Estimates oleh World Health Organization (WHO) mengungkapkan sebanyak 322 juta orang di dunia hidup dengan gangguan depresi. Sebagian besar dari kasus tersebut berada di WHO South East Asia Region sebesar 27%. Angka ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan WHO Region of the Americas sebesar 15%. WHO European Region 12%, bahkan WHO African Region hanya 9% . Dari data tersebut menunjukkan bahwa perbedaan iklim berkaitan dengan prevalensi gangguan depresi yang mungkin disebabkan oleh intensitas paparan sinar matahari yang Vitamin D telah banyak digunakan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin ini juga digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan memperkuat kerja sistem imun tubuh . , . Bahkan, vitamin D terlibat dalam sintesis neurotransmitter yang berperan pada munculnya gangguan depresi. Kekurangan vitamin D dapat terjadi pada semua tingkat usia, baik pada usia muda maupun tua. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, sinar matahari memiliki peran terbesar dalam pembentukannya, sedangkan hanya sejumlah kecil vitamin D yang didapat dari makanan yang dikonsumsi . Vitamin D yang bersumber dari makanan hanya dapat memenuhi 10% dari kebutuhan Makanan yang kaya vitamin D terdapat pada berbagai jenis ikan dan produk olahannya, susu dan produk olahannya, kuning telur, dan jamur, serta hati. Sinar matahari dapat memenuhi kebutuhan vitamin D manusia kurang lebih 90% yang didapatkan saat berjemur secara langsung di bawah matahari . , . Artikel ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara paparan sinar matahari, vitamin D, dan gangguan depresi. Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman METODE Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah literature review dengan alat pencarian literatur, baik internasioal maupun Kami melakukan pencarian pada database Google Schoolar. PubMed. Garuda (Garda Rujukan Digita. Sage Journals, dan Indonesian Scientific Journal Database. Pencarian dilakukan menggunakan kata AudepresiAy. Augangguan depresiAy. Aupaparan sinar matahariAy. Auvitamin DAy. Auvitamin D2Ay. AuergocalciferolAy. Auvitamin D3Ay. AucholecalciferolAy. AuserotoninAy, dan AudopaminAy. Kami mengompilasi artikel-artikel yang dianggap relevan. PEMBAHASAN Neurotransmitter pada Gangguan Depresi Menurut Dirgayunita . , depresi diartikan sebagai gangguan emosi yang mengarah pada rasa sedih berkepanjangan. Gejala umum gangguan depresi adalah kesedihan, kekosongan, atau rasa mudah tersinggung yang disertai dengan perubahan fisik dan kognitif yang secara signifikan mengganggu kinerja individu . Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fifth Edition (DSM-. yang disusun oleh American Psychiatric Association . , depresi dapat diklasifikasikan ke dalam 8 kelompok, yaitu disregulasi mood yang mengganggu, gangguan disforia pramenstruasi, gangguan depresi karena kondisi medis lain, gangguan depresi persisten . , gangguan depresi spesifik lainnya, dan gangguan depresi tidak spesifik, serta gangguan depresi terinduksi substansi/obat,. Depresi adalah gangguan umum yang terjadi hampir diseluruh dunia. Diperkirakan sekitar 3,8% dari populasi dunia mengalami depresi, termasuk di antaranya 5% pada orang dewasa dan 5,7% orang lanjut usia . Pengobatan terhadap orang dengan gangguan mental telah diketahui, tetapi lebih dari 75% orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mestinya . Kekurangan sumber daya dari penyedia pelayanan kesehatan yang terlatih dan adanya stigma sosial berkaitan erat dengan kesalahan diagnosis dan perawatan pasien gangguan mental. Dihampir semua Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 penegakkan diagnosis pada gangguan Orang yang tidak mengalami antidepresan, sedangkan orang yang mengalami gangguan depresi, malah tidak mendapat antidepresan . Jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gangguan depresi . , . Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan depresi sebesar dua kali lipat . , . Perubahan suasana hati dan tekanan yang berat dapat terjadi beriringan dengan perubahan hormonal. Namun, gangguan depresi tidak bisa terjadi jika hanya dipengaruhi oleh perubahan hormonal saja. Faktor biologis lainnya, gen, dan keadaan pribadi, serta pengalaman kehidupan juga berhubungan peningkatan risiko terjadinya gangguan depresi. Hal ini Ada kemungkinan bahwa perubahan siklus dari hormon-hormon seks wanita, seperti estrogen, progesteron, dan hormon lainnya dapat mengganggu fungsi neurotransmitter otak, yakni serotonin sebagai pengatur perasaan . , . Status memengaruhi tingginya kejadian gangguan depresi pada perempuan . Depresi sangat berkaitan erat dengan penurunan neurotransmitter serotonin dan Serotonin atau 5-hidroksitriptamin . -HT), adalah neurotransmitter monoamin. Serotonin dapat berperan dalam banyak aspek perilaku seperti dalam memori, perhatian, penghargaan, dan kemarahan. Zat ini juga berperan dalam tidur, karena merangsang bagian otak yang mengontrol tidur dan terjaga. Ketika serotonin berada pada tingkat normal, maka orang tersebut merasa lebih fokus, stabil secara emosional, lebih bahagia, dan lebih tenang. Dopamin (DA) dikaitkan dengan penghargaan dan Dopamin berhubungan dengan perasaan senang, seperti kepuasan yang mungkin dirasakan seseorang saat mencapai suatu tujuan. Hal ini juga terlibat dalam perasaan motivasi, tidur, perhatian, dan memori, serta berperan penting dalam gerakan tubuh . , . Pembentukan Vitamin D dari Sinar Matahari Vitamin D adalah pro-hormon yang termasuk dalam kelompok vitamin larut dalam lemak. Terdapat dua bentuk Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman bioekivalen vitamin D, yakni vitamin D2 . Vitamin D2 diperoleh dari tumbuhan dan suplemen oral, sedangkan vitamin D3 diperoleh terutama dari paparan kulit terhadap radiasi ultraviolet B (UVB) di bawah sinar matahari, konsumsi sumber makanan seperti minyak ikan dan berbagai makanan yang diperkaya vitamin D . usu, jus, margarin, yogurt, sereal, dan kedela. , dan suplemen oral . Vitamin D dapat meningkatkan kerja sistem imun dengan mengaktivasi sel dendritik dan meningkatkan kerja makrofag . , . Mengekspos kulit ke sinar matahari adalah cara terbaik untuk membentuk vitamin Sinar UVB dari sinar matahari dapat menstimulasi pembentukan vitamin D3 di UVB (A = 290-315 n. diserap melalui kulit hingga ke lapisan epidermis dan mengaktifkan previtamin D yang terdapat di bawah kulit . Aktivasi ini terjadi melalui 7-dehidrokolesterol -DHC, provitamin D. di kulit untuk membentuk previtamin D3. Previtamin D3 yang terbentuk ini secara spontan dikonversi menjadi vitamin D3. Setelah itu, vitamin D3 dimetabolisme dalam bentuk 25-hidroksilasi di hepar. Metabolisme di hepar menghasilkan 25hidroksivitamin D3 . (OH)D. Kemudian, 25(OH)D3 dimetabolisme di ginjal oleh enzim 25-hidroksivitamin D-1-hidroksilase (CYP27B. dalam bentuk 1--hidroksilasi 1,25dihidroksivitamin D3 . ,25(OH)2D. Ae. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI), waktu terbaik untuk berjemur adalah dari matahari terbit sampai jam 9 pagi dan dari jam 3 sore sampai matahari terbenam di sore hari selama 10-15 menit . Namun, penelitian lain merekomendasikan paparan sinar matahari pada wajah, lengan, dan tangan dua hingga tiga kali per minggu untuk mencapai Minimal Erythemal Dose (MED) sebesar 1 MED. Iradiasi dengan 3 atau 4 MED UVB pada area tubuh yang kecil menyebabkan edema yang jelas . , . Selain itu, ada juga yang merekomendasikan untuk berjemur hanya pada jam 9 pagi selama 5 menit, kemudian ditingkatkan secara bertahap maksimum 15 menit dengan frekuensi dua sampai tiga kali seminggu . Berjemur pada jam 10 pagi hingga jam 2 siang berisiko menyebabkan kulit terbakar dan melemahkan kerja sistem imun tubuh . Hal ini dipengaruhi oleh letak Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Indonesia Ultraviolet Index (UVI) tinggi, karena letak lintang dan khatulistiwa yang rendah. UVI di Indonesia dapat mencapai tingkat UVI 10-11 pada siang hari . Tingkat UVI yang lebih tinggi menyebabkan lebih sedikit waktu untuk mencapai kadar vitamin D yang memadai . Vitamin D dan Neurotransmitter pada Gangguan Depresi Vitamin D dalam bentuk 25(OH)D memiliki sifat fungsional dalam pembentukan hormon seks. Pada perempuan, kadar 25(OH)D berbanding lurus dengan kadar progesteron dan estrogen. Penelitian yang dilakukan oleh Hong, et al. menunjukkan adanya peran vitamin D dalam biosintesis Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terapi vitamin D dapat meningkatkan kadar testosteron . Pada jaringan ovarium manusia, 1,25(OH)2D3 merangsang produksi progesteron sebesar 13%, produksi estradiol sebesar 9%, dan produksi estron sebesar 21% . Berdasarkan systematic review yang dilakukan oleh Lerchbaum dan ObermayerPietsch . bahwa pada defisiensi vitamin D terjadi penurunan hormon seks yang mengganggu fertilitas, baik pada perempuan maupun laki-laki. Estrogen, progesteron, dan testosteron termasuk dalam kelompok hormon steroid. Vitamin D dikelompokkan juga sebagai hormon steroid . Hormon steroid diketahui mampu melewati sawar darah otak . lood-brain barrie. , bahkan berpartisipasi dalam regulasi dan modulasi sistem neurotransmitter dan rangsangan saraf . Estrogen serotonin dengan menyintesis serotonin melalui peningkatan kadar enzim triptofan hidroksilase . Selain itu, estrogen juga mampu menghambat degradasi serotonin menghambat ambilan kembali serotonin dari celah sinaptik kembali ke neuron presinaptik . , . Estrogen mampu meningkatkan kadar reseptor serotonin melalui ekspresi gen dan serotonin dengan reseptor 5-HT . , . Efek lain dari estrogen adalah bertindak sebagai inhibitor transmisi GABAergik melalui penghambatan saluran Ca2 tipe-L yang diperlukan untuk pelepasan GABA di terminal prasinaps. Di striatum dan Prefrontal Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Cortex (PFC), penghambatan sinapsis GABAergik transmisi sinaptik neuron glutamatergik dan dopaminergik . Ae. Dalam PFC, metabolit progesteron, allopregnanolon menghambat pelepasan glutamat yang diinduksi dopamin, suatu mekanisme yang mungkin sangat penting dalam menghubungkan efek progesteron dengan penyakit kognisi dan neuropsikiatri . , . Progesteron yang diberikan meningkatkan neurotransmisi serotonergik di Preoptic Area (POA) . Selain itu, progesteron juga dapat berinteraksi dengan sistem dopaminergik . , . Di striatum dan POA, progesteron dapat merangsang pelepasan dopamin hanya jika telah ada paparan awal terhadap estrogen . , . Berdasarkan penelitian yang dilakukan Liu, et al. , vitamin D receptor (VDR)/reseptor vitamin D terdapat secara luas diseluruh otak manusia. VDR terkonsentrasi di substansia nigra yang kaya Menurut penelitian Pertile, et . , suplementasi vitamin D mampu menaikkan kadar dopamin pada tikus dengan kadar vitamin D yang rendah. Penelitian lain oleh Sedhagat, et al. menunjukkan bahwa vitamin D aktif . ,25-(OH)2D. , pengaturan pada sistem dopamin otak. Penelitian yang dilakukan Seyedi, et al. juga mendapatkan hasil yang sama, yaitu adanya peningkatan kadar dopamin setelah pemberian suplemen vitamin D dengan dosis Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Vitamin D juga dapat mengaktifkan sintesis serotonin . Oleh karena itu, vitamin D yang terbentuk dari pajanan kulit pada sinar matahari dapat meningkatkan kadar hormon . strogen, testostero. , baik pada laki-laki maupun Hormon-hormon ini dapat meningkatkan kadar dopamin dan serotonin di otak, sehingga menurunkan gangguan Selain itu, vitamin D yang merupakan hormon steroid juga dapat secara langsung berpengaruh pada gangguan SIMPULAN Paparan sinar matahari yang adekuat dapat meningkatkan kadar vitamin D pada Peningkatan ini merangsang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 7 No 2. Desember 2024. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 produksi serotonin dan dopamin pada otak yang terlibat dalam penurunan gangguan . DAFTAR PUSTAKA