Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 Hal. ISSN 2775-5134 Smart Cooperative: Pelatihan Implementasi Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Koperasi Reny Aziatul Pebriani1*. Tien Yustini2. Rafika Sari3. Nur Kholis4 1,2,3, 4 Fakultas Ekonomi. Universitas Indo Global Mandiri. Indonesia e-mail: 1renyaziatul@uigm. id, 2tien_yustini@uigm. id, 3rafikasari@uigm. kholis@uigm. Abstrak Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan koperasi di Indonesia umumnya masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakefisienan, ketidakakuratan data, dan kurangnya transparansi dalam pencatatan transaksi serta laporan keuangan. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan implementasi aplikasi digital berbasis Smart Cooperative. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan aplikasi meningkat secara signifikan. Hal ini terlihat dari rata-rata peningkatan pemahaman peserta mencapai 53%, khususnya dalam aspek pencatatan transaksi digital, pembuatan laporan keuangan otomatis, dan manajemen keanggotaan koperasi. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan data dan privasi dalam pengelolaan koperasi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan koperasi dapat mengelola administrasi dan keuangan secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Kegiatan PKM ini menjadi langkah awal yang perlu didukung dengan pendampingan lanjutan agar koperasi mampu beradaptasi secara optimal di era digital. Kata Kunci: Aplikasi Koperasi. Koperasi. Digitalisasi. Pengabdian Masyarakat. Smart Cooperative. Abstract Cooperatives are one of the important pillars in strengthening the community's economy. However, cooperative management in Indonesia is generally still carried out manually, so it has the potential to cause inefficiencies, data inaccuracies, and lack of transparency in recording transactions and financial statements. To answer these challenges, this Community Service (PKM) activity aims to increase the capacity of cooperative administrators through Smart Cooperative-based digital application implementation training. The methods used in this activity include socialization, technical training, hands-on practice, and intensive mentoring. The results of the activity showed that the participants' understanding and skills in using the application increased significantly. This can be seen from the average increase in participants' understanding reaching 53%, especially in the aspects of recording digital transactions, making automated financial reports, and managing cooperative membership. In addition, this training also raises awareness of the importance of data security and privacy in cooperative With this training, it is hoped that cooperatives can manage administration and finances more effectively, efficiently, and accountably. This PKM activity is the first step that needs to be supported with further assistance so that cooperatives are able to adapt optimally in the digital era. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Publikasi oleh LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Keywords: Community Service. Cooperative. Digitalization. Cooperative Application. Smart Cooperative. Pendahuluan Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Koperasi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk saling membantu dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Namun, di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, sebagian besar koperasi di Indonesia masih dikelola secara konvensional, dengan pencatatan keuangan dan administrasi yang dilakukan secara manual (Susanti et al. , 2. Hal ini menyebabkan pengelolaan koperasi menjadi tidak efektif, lambat, dan sering kali tidak akurat, yang pada akhirnya berdampak pada kepercayaan anggota terhadap koperasi. Selain itu, kurangnya transparansi dalam pelaporan keuangan koperasi sering kali menjadi salah satu penyebab munculnya konflik internal yang dapat menghambat kemajuan koperasi. Padahal, saat ini telah banyak tersedia aplikasi digital berbasis teknologi informasi yang dirancang khusus untuk membantu pengelolaan koperasi, mulai dari pencatatan transaksi, manajemen anggota, hingga pembuatan laporan keuangan secara otomatis dan akuntabel. Sayangnya, masih banyak pengurus koperasi yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan aplikasi tersebut. Kurangnya sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan menjadi hambatan utama dalam proses digitalisasi koperasi, terutama koperasi di tingkat desa atau daerah yang jauh dari pusat informasi teknologi. Dalam konteks ini, pelatihan tentang penggunaan aplikasi dapat menjadi solusi yang efektif. Aplikasi sederhana yang dirancang khusus untuk membantu koperasi dalam mengelola dan melaporkan keuangan mereka secara lebih efisien. Melalui pelatihan yang tepat, anggota koperasi dapat belajar cara menggunakan aplikasi dengan baik, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun, merekam, dan melaporkan transaksi keuangan secara akurat (Chalim et al. , 2. Melihat permasalahan tersebut, diperlukan suatu upaya nyata untuk mendorong koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pelatihan penggunaan aplikasi digital koperasi yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengurus koperasi dalam mengimplementasikan aplikasi Smart Cooperative sebagai solusi pengelolaan koperasi yang modern, transparan, dan efektif (Susanti et al. , 2. (Aprilia et al. , 2. Diharapkan, dengan adanya pelatihan ini, pengurus koperasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pencatatan, serta meningkatkan kepercayaan anggota terhadap koperasi melalui pengelolaan yang lebih profesional. Selain itu, penerapan aplikasi digital ini juga dapat mempermudah koperasi dalam membuat laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi, serta meningkatkan daya saing koperasi di era digital. Metode Pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang melibatkan berbagai metode berikut (Pebriani & Sari, 2. Identifikasi Permasalahan (Need Assessmen. Dilakukan observasi dan wawancara dengan pengurus dan anggota koperasi untuk mengetahui kendala dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Survei awal mengenai tingkat pemahaman dan penggunaan teknologi digital dalam http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Perancangan Program Pelatihan Menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan koperasi, seperti manajemen keuangan digital, pencatatan transaksi, dan pelaporan keuangan berbasis aplikasi. Pemilihan aplikasi digital yang sesuai, misalnya software koperasi berbasis cloud atau aplikasi keuangan seperti Jurnal. BukuKas, atau aplikasi koperasi lainnya. Pelaksanaan Pelatihan Workshop dan Training Hands-on: Peserta diberikan materi teori mengenai digitalisasi koperasi dan praktik langsung menggunakan aplikasi yang dipilih. Pendampingan dan Simulasi: Peserta mencoba input data ke dalam aplikasi dan melakukan simulasi pengelolaan koperasi secara digital. Monitoring dan Evaluasi Mengukur pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan keterampilan. Observasi terhadap penerapan aplikasi dalam operasional koperasi setelah pelatihan. Pendampingan lanjutan untuk memastikan koperasi dapat mengadopsi teknologi secara berkelanjutan. Metode Evaluasi Keberhasilan Program Kuesioner dan Feedback: Mengumpulkan pendapat dari peserta mengenai manfaat Analisis Perubahan: Membandingkan efektivitas pengelolaan koperasi sebelum dan sesudah implementasi aplikasi digital. Tindak Lanjut (Follow-Up Progra. : Mengadakan sesi konsultasi jika koperasi masih mengalami kendala dalam penerapan aplikasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melakukan diskusi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak koperasi (Rusi et al. , 2. , (Munandar. Meita. , & Putritanti. Pelaksanaan pengabdian dilakukan di Grand Atyasa Convention Center dengan partisipasi sebanyak 55 orang yang terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 24 Juli 2024. Pelaksanaan pada awalnya peserta pelatihan diberikan pemahaman tentang Keuangan Koperasi dan Pelaporannya, selanjutnya pengenalan terhadap aplikasi sederhanan dengan memanfaatkan Ms. Excle untuk Menyusun laporan keuangn Koperasi yang efektif dan akuntabel, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Rencana kegiatan pengabdian kepada Masyarakat digambarkan sebagai berikut : Tahapan Persiapan Tahapan Pelaksanaan Tahapan Evaluasi Gambar 1. Skema alur Pelaksanaan Abdimas dan Target Penyampaian Materi Dengan menggabungkan berbagai metode tersebut, diharapkan koperasi dapat mencapai tujuan optimalisasi pelaporan keuangan dan meningkatkan efektivitas serta akuntabilitas organisasi mereka secara keseluruhan. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi dalam mengelola koperasi berbasis digital menggunakan http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 aplikasi Smart Cooperative. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta masih menggunakan metode konvensional dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan keanggotaan koperasi, yang sering kali menyebabkan kesalahan pencatatan dan keterlambatan dalam penyusunan laporan Selain itu, pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi dalam koperasi juga masih sangat terbatas, dengan sebagian besar peserta merasa kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi dalam aktivitas operasional koperasi. Setelah pelatihan dilaksanakan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek pemahaman dan keterampilan peserta. Sebagai contoh, sebelum pelatihan, hanya 40% peserta yang memahami pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan koperasi, tetapi setelah pelatihan angka ini meningkat menjadi 90%. Pengenalan terhadap aplikasi koperasi digital juga mengalami peningkatan, di mana pemahaman peserta naik dari 30% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Demikian pula, keterampilan peserta dalam pencatatan transaksi digital meningkat dari 35% menjadi 88%, yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam membekali peserta dengan keterampilan teknis yang lebih baik. Salah satu tantangan utama sebelum pelatihan adalah kesulitan dalam pembuatan laporan keuangan otomatis, di mana hanya 25% peserta yang memahami cara menyusun laporan keuangan dengan sistem digital. Setelah mendapatkan pelatihan dan praktik langsung menggunakan aplikasi, pemahaman dalam aspek ini meningkat pesat hingga mencapai 80%. Selain itu, aspek manajemen keanggotaan berbasis aplikasi juga mengalami lonjakan pemahaman dari 45% menjadi 92%, yang menunjukkan bahwa peserta mulai memahami bagaimana cara mengelola data anggota koperasi secara lebih sistematis dan efisien. Keamanan data dan privasi menjadi aspek yang awalnya paling rendah dipahami, dengan hanya 20% peserta yang menyadari pentingnya perlindungan data koperasi dari ancaman siber. Namun, setelah sesi pelatihan dan simulasi kasus terkait keamanan data, pemahaman dalam aspek ini meningkat hingga 75%, meskipun masih perlu dilakukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan implementasi praktik keamanan data yang baik. Selain pemahaman teoritis, pelatihan ini juga memberikan pengalaman praktik langsung dalam menggunakan aplikasi digital koperasi. Sebelum pelatihan, hanya 30% peserta yang merasa mampu mengoperasikan aplikasi digital secara mandiri, tetapi setelah praktik penggunaan aplikasi secara intensif, angka ini meningkat menjadi 85%. Hal ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengelolaan koperasi, dengan rata-rata peningkatan pemahaman peserta sebesar 53%. Namun, meskipun hasil ini menunjukkan keberhasilan dalam jangka pendek, diperlukan pelatihan lanjutan dan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan aplikasi ini dapat diimplementasikan secara optimal dalam kegiatan koperasi sehari-hari. Dukungan fasilitas teknologi seperti jaringan internet yang memadai juga menjadi faktor penting agar aplikasi koperasi dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, keberlanjutan program ini sangat diperlukan untuk memastikan koperasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam jangka panjang. Pemahaman yang Ditingkatkan tentang Konsep Keuangan, peserta pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang konsep dasar keuangan, seperti pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, dan interpretasi informasi Peningkatan pemahaman ini memberikan dasar yang kuat bagi peserta untuk lebih efektif dalam memproses dan menganalisis data keuangan koperasi. http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Penggunaan Perangkat Lunak Keuangan yang Lebih Efisien, peserta pelatihan dapat menggunakan perangkat lunak keuangan dengan lebih mahir, memudahkan proses pelaporan keuangan. Dengan kemampuan yang ditingkatkan dalam menggunakan perangkat lunak keuangan, peserta dapat meningkatkan efisiensi dalam penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan data keuangan secara keseluruhan. Penerapan Praktik Terbaik dalam Pelaporan Keuangan, peserta pelatihan mulai menerapkan praktik terbaik dalam pelaporan keuangan, seperti pembuatan laporan keuangan berkala dan analisis varian. Penerapan praktik terbaik ini membantu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan keuangan koperasi, serta memperkuat dasar untuk pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik. Kesadaran Risiko Keuangan dan Strategi Pengelolaannya, peserta pelatihan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang risiko keuangan yang mungkin dihadapi koperasi dan strategi untuk mengelolanya. Dengan meningkatnya kesadaran akan risiko keuangan, koperasi dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan keuangan. Peningkatan Kepatuhan terhadap Standar Pelaporan Keuangan, koperasi memperlihatkan peningkatan dalam kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan yang relevan. Kepatuhan yang lebih baik terhadap standar pelaporan keuangan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan eksternal, seperti anggota, pemberi pinjaman, dan badan pengawas, terhadap integritas dan transparansi koperasi. Perbaikan Proses Pelaporan dan Manajemen Keuangan, koperasi mencatat peningkatan dalam efisiensi dan keakuratan proses pelaporan keuangan serta manajemen keuangan secara keseluruhan. Dengan perbaikan ini, koperasi dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, mengidentifikasi peluang pertumbuhan, dan menghadapi tantangan keuangan dengan lebih baik. Penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pelatihan dan menganalisis dampaknya terhadap koperasi secara keseluruhan (Pelatihan Akuntansi Koperasi _ Diorama School Of Banking. (Mulyanti & Nurdin, 2. (Witjaksono, 2. (Pradana et al. , 2. Dengan demikian, koperasi dapat terus meningkatkan pelatihan dan strategi pengembangan lainnya untuk mencapai efektivitas dan akuntabilitas yang lebih tinggi dalam pelaporan keuangan. Gambar 1 merupakan kegiaatan persiapan pelatihan yang diawali dengan pembahasan mengenai pengenalan dasar akuntansi bagi pemula termasuk istilah-istilah akuntansi yang diperlukan dalam laporan keuangan koperasi yang wajib diketahui oleh para pengurus koperasi, kemudian menjelaskan tentang penjurnalan umum yang ada dikoperasi mengenai kas masuk dan keluar. Pelatihan ini langsung praktek menggunakan aplikasi sederhanan dengan menggunakan Ms. Excle. Gambar 1. Pemaparan tentang Laporan Keangan Koperasi http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 Selanjutnya pembahasan tentang perlunya pengurus koperasi meningkatkan pengetahuan mengenai efektifitas dan akuntabilitas pada keuangan koperasi yang dibutuhkan sehingga laporan keuangan koperasi yang dibuat mencerminkan kondisi keuangan koperasi dan memudahkan dalam mengetahui proyeksi keuangan masa depan. Di akhir pembahasan mengenai materi yang telah diberikan, tim pengabdian memberikan kuisioner mengenai materi pelatihan yang telah diberikan sehingga dapat mengukur seberapa besar manfaat yang telah diberikan dari pelatihan ini. Berikut tabel yang Tabel 1. Pemahaman Materi Peserta Materi Pelatihan Pentingnya Digitalisasi dalam Pengelolaan Koperasi Pengenalan Aplikasi Digital Koperasi Pencatatan Transaksi Digital Pembuatan Laporan Keuangan Otomatis Manajemen Keanggotaan Menggunakan Aplikasi Keamanan Data dan Privasi dalam Aplikasi Koperasi Simulasi Penggunaan Aplikasi Secara Langsung Persentase Pemahaman Sebelum Pelatihan (%) Persentase Pemahaman Sesudah Pelatihan (%) Keterangan Peningkatan (%) Berdasarkan Tabel 1 hasil pengukuran pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada semua materi yang disampaikan. Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta masih memiliki pemahaman yang rendah, khususnya pada materi yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi digital dan keamanan data. Misalnya, pemahaman peserta terhadap pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan koperasi hanya mencapai 40%, dan setelah pelatihan meningkat menjadi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan urgensi penggunaan teknologi dalam manajemen koperasi. Materi lain seperti pengenalan aplikasi digital koperasi juga mengalami peningkatan dari 30% menjadi 85%, sementara pemahaman terkait pencatatan transaksi digital meningkat dari 35% menjadi 88%. Materi yang sebelumnya kurang dipahami, seperti pembuatan laporan keuangan otomatis, meningkat tajam dari 25% menjadi 80%, menandakan adanya ketertarikan dan kebutuhan peserta untuk memahami cara menyusun laporan keuangan secara efektif dan efisien menggunakan aplikasi. Selain itu, pemahaman terkait manajemen keanggotaan melalui aplikasi juga naik dari 45% menjadi 92%, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar pengurus koperasi kini memahami bagaimana mengelola data anggota secara Aspek yang awalnya paling rendah dipahami, yaitu keamanan data dan privasi, meningkat dari 20% menjadi 75%, meskipun persentase ini menunjukkan bahwa peserta masih perlu mendapatkan pendampingan lebih lanjut untuk memahami pentingnya melindungi data Selain itu, pelatihan dengan metode praktik langsung melalui simulasi penggunaan aplikasi terbukti sangat efektif, ditunjukkan dengan peningkatan pemahaman dari 30% menjadi Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan pemahaman peserta mencapai 53%, yang merupakan capaian positif dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. Meski demikian, berdasarkan hasil ini, disarankan untuk dilakukan pelatihan lanjutan terutama terkait materi http://jurnal. id/index. php/abdi-ekbis Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 Mei 2025 ISSN 2775-5134 keamanan data dan pembuatan laporan otomatis, serta perlu disediakan modul pendukung dalam bentuk panduan tertulis atau video tutorial. Dukungan fasilitas teknologi seperti jaringan internet yang memadai juga menjadi hal penting agar aplikasi koperasi dapat dioperasikan secara optimal oleh pengurus koperasi. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi dalam mengelola koperasi secara digital melalui aplikasi "Smart Cooperative". Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam berbagai aspek penting, mulai dari pentingnya digitalisasi, pengenalan aplikasi koperasi, pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan otomatis, hingga manajemen keanggotaan berbasis aplikasi. Selain itu, peserta juga mulai memahami pentingnya keamanan data dan privasi meskipun masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Peningkatan signifikan dalam aspek-aspek tersebut mencerminkan bahwa pelatihan ini efektif dalam memberikan solusi konkret bagi koperasi dalam menghadapi tantangan era digital. Untuk menunjang keberlanjutan manfaat pelatihan ini, disarankan agar dilakukan pendampingan lanjutan secara berkala, terutama dalam aspek teknis seperti pembuatan laporan keuangan otomatis dan pengamanan data koperasi. Selain itu, perlu disusun modul panduan dan video tutorial yang dapat digunakan peserta secara mandiri untuk mengulangi materi dan praktik penggunaan aplikasi. Koperasi juga perlu memastikan tersedianya infrastruktur pendukung, seperti jaringan internet yang stabil, agar aplikasi dapat berjalan dengan optimal. Pelatihan serupa juga dapat diperluas ke koperasi lain, sehingga manfaat digitalisasi pengelolaan koperasi dapat dirasakan lebih luas di masyarakat. Penghargaan Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengabdian Pelatihan Implementasi Aplikasi Digital untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Koperasi. Penghargaan khusus juga kami sampaikan kepada para peserta pelatihan atas partisipasi aktif, antusiasme, dan komitmen mereka dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan anggota koperasi yang telah memberikan dukungan penuh serta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan ini, termasuk tim panitia dan pendukung yang bekerja keras untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Dukungan dan kerjasama dari semua pihak telah memungkinkan pelatihan ini mencapai tujuannya dalam implementasi aplikasi digital untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan koperasi. Semoga hasil dari pelatihan ini dapat terus diaplikasikan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi koperasi. Tidak lupa kepada LPPM Universitas Indo Global Mandiri yang sudah memfasilitasi pelaksanaan program pengabdian ini sehingga dapat berjalan sesuai rencana. Daftar Pustaka