Diterima : 17 November 2025 Direvisi : 21 Desember 2025 Disetujui : 7 Januari 2026 Diterbitkan : 28 Februari 2026 Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 p-ISSN : 2747-0725 e-ISSN : 2775-7838 PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) PADA SISWA KELAS i-A SD AL FATAH 2 AMBON Ilin Detek*. Suriba Ode Jaliy. Windi La Nati. Wa Ode Rosdianti. Wa Fera. Fuad Fauzi Ilhami. Johanes Pelamonia. Linda Kusumawati Universitas Pattimura. Indonesia E-mail: ilindetek27@gmail. Abstrak: Keterampilan menulis merupakan aspek penting dalam penguasaan bahasa bagi siswa Sekolah Dasar, terutama dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca sebagai penunjang kejelasan dan ketepatan kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 siswa, sedangkan data dikumpulkan melalui tes tertulis berupa soal uraian dan isian, observasi langsung, wawancara dilakukan secara terstruktur kepada guru kelas dan beberapa siswa kelas i, dan dokumentasi berupa modul ajar, foto kegiatan pembelajaran, dan arsip hasil pekerjaan siswa. Model TTW diterapkan melalui tahapan berpikir secara individu . , berdiskusi dalam kelompok . , dan menuliskan hasil pemahaman atau diskusi . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan siswa pada setiap siklus. Pada siklus I tingkat ketuntasan mencapai 48%, meningkat menjadi 64% pada siklus II, dan meningkat secara signifikan menjadi 90% pada siklus i. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca serta mendorong keaktifan belajar siswa kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon. Kata-kata Kunci: Huruf kapital, tanda baca. Think Talk Write (TTW), kemampuan menulis. PTK IMPROVING THE ABILITY TO USE CAPITAL LETTERS AND PUNCTUATION THROUGH THE APPLICATION OF THE COOPERATIVE LEARNING MODEL OF THE THINK TALK WRITE (TTW) TYPE IN CLASS i-A STUDENTS OF AL FATAH 2 ELEMENTARY SCHOOL. AMBON Abstract: Writing skills are an important aspect of language mastery for elementary school students, especially in the use of capital letters and punctuation marks to support clarity and sentence accuracy. This study aims to improve the abilities of thirdgrade students in class A at SD Al Fatah 2 Ambon in using capital letters and punctuation through the implementation of a cooperative learning model of the Think Talk Write (TTW) type. The type of research used is Classroom Action Research (CAR), carried out in three cycles with four stages, namely planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were 29 students, while data were collected through written tests in the form of essay and fill-in-the-blank questions, direct observation, structured interviews with the class teacher and several third-grade students, and documentation in the form of teaching modules, photos of learning activities, and archives of student work. The TTW model is implemented through the stages of individual thinking . , discussing in groups . , and writing down the results of understanding or discussion . The research results showed an improvement in students' abilities in each cycle. In cycle I, the mastery level reached 48%, increased to 64% in cycle II, and significantly rose to 90% in cycle i. In addition, there was an increase in student activity and participation during the learning process. Thus, the application of the Think Talk Write (TTW) cooperative learning model has been proven effective in improving the ability to use capital letters and punctuation, as well as encouraging the active learning of students in class i-A at SD Al Fatah 2 Ambon. Keywords: Digital era. MI teacher, basic education, student behavior, educational sociology PENDAHULUAN Keterampilan aspek penting dalam penguasaan bahasa, khususnya bagi siswa pada tingkat sekolah Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 dasar. Keterampilan menulis tidak hanya melibatkan kemampuan menyusun kata menjadi kalimat, tetapi juga memerlukan pemahaman tata bahasa yang mendalam. Siswa dikenalkan dengan berbagai kaidah tata bahasa di kelas 3 SD, dimana mereka diharapkan mampu menerapkan kaidah tersebut dalam tulisan sehari-hari. Dalam proses pembelajaran menulis, siswa perlu mematuhi berbagai kaidah yang telah Penulisan dalam Bahasa Indonesia mengikuti pedoman yang tertuang dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) (Mulyati, 2. Pemahaman dan penerapan kaidah PUEBI diharapkan mampu membantu siswa menyusun kalimat yang baik dan benar, sehingga tulisannya tidak hanya sesuai dengan aturan, tetapi juga memiliki manfaat bagi pembaca. Ariyanti . menyebutkan bahwa sebuah kalimat yang utuh harus disusun berdasarkan kaidah PUEBI, termasuk di dalamnya terdapat aturan mengenai penulisan huruf kapital dan tanda Penulisan huruf kapital dan tanda baca membentuk kalimat yang jelas dan mudah Menurut Permatasari et al. , . penguasaan terhadap huruf kapital dan tanda baca perlu diajarkan sejak kelas rendah, guna memastikan pesan yang ingin disampaikan dalam kalimat dapat dipahami secara tepat. Pengabaian terhadap aturan ini dapat membuat tulisan sulit dipahami atau menimbulkan kesalahpahaman. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesalahan dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca berdampak pada kualitas tulisan siswa. Murtafiah dan Maknun . menyatakan bahwa siswa yang mengabaikan tanda baca cenderung menghasilkan teks yang ambigu dan membingungkan. Meskipun ketentuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca terlihat sederhana, pada kenyataannya banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menerapkannya secara tepat (Zebua. Hasil observasi yang dilakukan pada hari Senin, 27 Oktober 2025, serta wawancara dengan guru kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon menunjukkan bahwa keterampilan menulis permasalahan, khususnya dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Secara teori, siswa telah memahami konsep dasar melalui penjelasan guru, namun dalam praktik menulis mandiri masih ditemukan banyak kesalahan dalam penerapannya. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang dipakai guru masih menggunakan metode ceramah, dan siswa cenderung menulis dengan cara menyalin apa yang ditulis guru di papan tulis tanpa benarbenar memproses aturan penulisan tersebut, sehingga ketika diminta menulis sendiri tanpa contoh, kesalahan tetap muncul dan berulang. Kondisi pembelajaran yang berlangsung masih bersifat terpusat pada guru dan belum memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk berpikir, berdiskusi, merefleksi. Untuk tersebut, diperlukan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam memahami dan menerapkan aturan penulisan melalui kegiatan kolaboratif. Salah satu model pembelajaran yang sesuai adalah model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW). Model TTW melatih siswa untuk berpikir, mengomunikasikan hasil pemikiran secara lisan, dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Melalui tahapan tersebut, siswa didorong untuk aktif berpartisipasi mereka secara bertahap. Model pembelajaran Think Talk Write dikembangkan oleh Huinker dan Laugghlin, yang dibangun melalui berpikir . , berbicara . dan menulis . Model pembelajaran TTW merupakan Ausuatu menulisAy(Shoimin,2014:. Menurut Huda Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 . TTW adalah Austrategi yang memfasilitasi latihan berbahasa secara lisan dan menulis bahasa tersebut dengan lancarAy model pembelajaran Think Talk Write adalah membangun pemikiran, merefleksi, dan mengorganisasi ide, kemudian menguji ide tersebut sebelum siswa diharapkan untuk menuliskan idenya Desimyari & Manuaba . Kelebihan dari model TTW, yaitu mengembangkan pemecahan yang bermakna berkomunikasi dengan teman, guru, bahkan dengan diri mereka sendiri. Ada juga kelebihan yang lain dari model pembelajaran Think Talk Write yaitu siswa dapat berinteraksi dan berdiskusi dengan kelompok yang akan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar (Nuraeni. , & Luritawaty. , 2016. Elida. , 2012. Suminar. , & Putri. Harefa. Adapun sintak Model pembelajaran TTW ,yaitu Think . Talk . , dan Write . Berbagai menunjukkan bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Nuraeni dan Luritawaty . Elida . , serta Suminar dan Putri . menemukan TTW meningkatkan keaktifan siswa, memperbaiki struktur tulisan, dan membantu siswa menuangkan ide secara lebih sistematis melalui tahapan berpikir, berdiskusi, dan Harefa . juga menegaskan bahwa model TTW mendorong interaksi antarsiswa sehingga proses pembelajaran menulis menjadi lebih bermakna dan berpusat pada siswa. Meskipun demikian, penelitianpenelitian tersebut masih berfokus pada peningkatan kemampuan menulis secara umum dan belum secara spesifik mengkaji pengaruh model TTW terhadap keterampilan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas Oleh karena itu, penelitian ini Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 menghadirkan keterbaruan dengan mengkaji efektivitas model pembelajaran Think Talk Write dalam meningkatkan ketepatan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada siswa kelas i SD. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam pengembangan pembelajaran menulis yang lebih terarah dan Dari uraian - uraian diatas dapat penulis simpulkan bahwa seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas i SD Al Fatah 2 Ambon menunjukkan bahwa guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan pemberian contoh secara langsung di papan Akibatnya, siswa hanya menyalin apa yang ditulis guru tanpa benar-benar memahami cara menerapkan penggunaan huruf kapital dan tanda baca secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan kemampuan menulis siswa belum berkembang optimal, meskipun mereka telah mengetahui aturan dasar penggunaan huruf kapital dan tanda Mereka masih mengalami kesulitan ketika menuliskannya dalam kalimat yang utuh dan benar. Dari uraian teori juga dapat penulis simpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dipandang penting dalam upaya meningkatkan kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada siswa kelas i SD Al Fatah 2 Ambon. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas (PTK) ini diperlukan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan menulis siswa secara berkelanjutan melalui penerapan model TTW dalam siklus tindakan. Melalui langkah berpikir . , berdiskusi atau mengomunikasikan gagasan . , dan menuliskan hasil pemahaman secara mandiri . , model TTW memberikan kesempatan bagi siswa untuk membangun pemahaman secara bertahap dan mendalam. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan kognitif siswa dalam memahami aturan penggunaan huruf kapital dan tanda baca, tetapi juga meningkatkan mengemukakan pendapat, serta kemandirian dalam menulis. Dengan demikian, penerapan model TTW diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang terjadi, sehingga kualitas proses pembelajaran dan kemampuan menulis siswa dapat meningkat dari siklus ke Berdasarkan permasalahan di atas, penulis terdorong untuk mengadakan penelitian dengan judul AuPeningkatan Kemampuan Penggunaan Huruf Kapital Dan Tanda Baca Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) Pada Siswa Kelas i SD Al Fatah 2 Ambon". Penelitian ini kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca merupakan kompetensi dasar dalam keterampilan menulis yang masih rendah pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Apabila permasalahan ini tidak segera diatasi, siswa berpotensi mengalami kesulitan dalam memahami dan menyusun teks tertulis secara tepat pada jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran TTW meningkatkan kualitas pembelajaran menulis secara lebih aktif dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam beberapa siklus melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan. Penelitian dilakasanakan di SD Al Ae Fatah 2 Ambon Kecamatan Sirimau. Kota Ambon. Provinsi Maluku. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon yang dilaksanakan pada semester gasal . tahun pelajaran 2025/2026 mulai 27 Oktober Ae 6 November. Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran berupa Modul Ajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW), materi pembelajaran, serta instrumen Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan langkahlangkah model TTW, yaitu think, talk, dan write dalam kegiatan pembelajaran menulis. Tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa dan pelaksanaan pembelajaran selama tindakan berlangsung. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk menganalisis hasil tindakan dan menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. Pada penelitian ini data diperoleh melalui tes, observasi, wawancara, dan Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara terstruktur kepada guru kelas dan beberapa siswa kelas i, hasil wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data awal untuk mengetahui kondisi pembelajaran sebelum tindakan Metode tes melalui tes tertulis berupa soal uraian dan isian digunakan untuk memperoleh data mengenai hasil belajara siswa sebelum . ree-tes. dan sesudah . tindakan pembelajaran. Observasi juga digunakan untuk mengamati keterlibatan siswa dan pelaksanaan pembelajaran selama penerapan model Think Talk Write (TTW). Dan Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa hasil pekerjaan siswa dan aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran Think Talk Write (TTW) diterapkan melalui tiga tahapan, yaitu berpikir secara individu . , berdiskusi dalam kelompok . , dan menuliskan hasil pemahaman . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada setiap siklus, baik dari nilai tes maupun keaktifan belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif berpikir, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. HASIL DAN PEMBAHASAN Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 Hasil Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan berupa siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dan akan dipaparkan sebagai berikut : SIKLUS I Perencanaan Pada tahap ini peneliti menyusun rencana tindakan berdasarkan berbagai kesulitan yang di temukan siswa saat preetest, kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini meliputi : . Penyusunan modul ajar sebagai perangkat mengajar, . Menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan selama proses tindakan untuk mengetahui kondisi kegiatan pembelajaran. Menyusun tes untuk mengukur keberhasilan yang dicapai siswa dalam setiap dengan diterapkannya model Think Talk Write (TTW). Pelaksanaan Pada tahap ini, peneliti mulai melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rancangan tindakan yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Kegiatan belajar dimulai dengan peneliti memberi salam, mengajak siswa berdoAoa, melakukan ice pembelajaran, menertibkan kelas agar siap belajar, kemudian mengawali pembelajaran dengan apersepsi terkait materi penggunaan huruf kapital dengan benar. Peneliti menulis setelah itu menjelaskan tentang penggunaan hurf kapital, kemudian peneliti memberikan contoh tentang kalimat penggunaan huruf kapital yang benar. Siswa dibagi menjadi lima kelompok, setelah itu siswa diberikan LKPD untuk di isi Setelah mendiskusikan hasil pemikiran yang telah dituliskan masing Ae masing pada LKPD dalam Selanjutnya, masing Ae masing Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 perwakilan kelompok menuliskan hasil diskusi kelompok tentang penggunaan huruf kapital di papan tulis dan menjelaskannya. Pengamatan Observasi siklus I dilakukan untuk menggunakan model Think Talk Write (TTW) dan keterlibatan siswa selama kegiatan Peneliti sudah melaksanakan langkah pembelajaran sesuai modul ajar, tetapi aktivitas siswa belum maksimal. Sebagian siswa masih pasif saat diskusi dan cenderung mengandalkan teman dalam kelompok. Kesulitan siswa juga terlihat saat mengerjakan LKPD dan saat mengidentifikasi penggunaan huruf kapiatal yang benar dalam Hal ini dapat dilihat dari hasil posttest siklus I, dimana dari 29 siswa hanya 14 siswa . %) yang mencapai ketuntasan, sedangkan 15 siswa . %) belum tuntas. Hasil pembelajaran pada siklus I belum optimal sehingga perlu adanya perbaikan pada siklus II. Refleksi Berdasarkan observasi pada siklus I, peneliti melakukan refleksi terhadap seluruh kegiatan yang telah Hasil refleksi menunjukkan bahwa : . persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I masih di bawah KKM sehingga melanjutkan ke siklus II. pelaksanaan pembelajaran dengan model Think Talk Write perlu leboih di optimalkan di dalam kelas. SIKLUS II Perencanaan Perbaikan tindakan yang dirancang pada siklus II ini adalah : . Menyiapkan modul ajar yang dimana untuk siklus II materinya tentang tentang penggunaan tanda baca yang benar. Menyiapkan lembar observasi dan tes. Peneliti akan tetap menggunakan kelompok yang sama seperti siklus I. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus II dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil refleksi pada siklus I. Model pembelajaran yang digunakan tetap Think Talk Write (TTW), namun materi pembelajaran pembelajaran berbeda, yaitu tanda baca. Pembelajaran dimulai dengan memberi salam, mengajak siswa berdoa, ice breaking, menertibkan kelas agar siap belajar, kemudian mengawali pembelajaran dengan apersepsi terkait materi penggunaan tanda baca yang benar. Selanjutnya, pembelajaran masuk pada langkah Think Talk Write (TTW) seperti pada siklus I. Pada tahap think, siswa mengerjakan LKPD secara mandiri dengan menganalisi kesalahan tanda baca pada beberapa kalimat. Pada tahap talk, siswa memperbaiki kalimat yang telah di analisis. Kemudian, pada tahap write, perwakilan setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di papan tulis dan mempersentasikan hasil kerja mereka tenta tanda baca pada kalimat. Peneliti memberikan umpan balik dan penilaian terhadap hasil kerja kelompok. Setelah kegiatan diskusi dan presentasi selesai, peneliti membagikan lembar post-test kepada siswa secara individu sebagai tugas untuk mengukur kemampuan mereka setelah pembelajaran pada siklus II. Berdasarkan hasil post-test pada siklus II, terjadi peningkatan capaian belajar dibandingkan dengan siklus I. Dari 29 siswa, sebanyak 18 siswa . %) berhasil mencapai nilai ketuntasan, sedangkan 11 siswa . %) masih belum tuntas. Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan ketuntasan belajar sebesar 16% dari siklus I. Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi karena siswa mulai terbiasa dengan tahapan model Think Talk Write (TTW), khususnya pada tahap talk dan write, yang mendorong siswa untuk saling penggunaan tanda baca, serta menuliskan kembali kalimat secara lebih tepat. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam diskusi kelompok dan pemberian umpan balik oleh peneliti turut membantu siswa memahami kesalahan yang sebelumnya sering dilakukan. Dengan demikian, penerapan model Think Talk Write (TTW) pada siklus II dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam penggunaan tanda baca secara tepat dalam penulisan kalimat. Pengamatan Pada tahap II, keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran tetap di amati. Hasil menunjukkan bahwa aktifitas siswa memperoleh nilai 70. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan siklus I. Dengan demikian, sikap dan keterampilan siswa selama pembelajaran cukup baik, yang berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar pada materi menulis kalimat dengan penggunaan tanda baca yang tepat. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan dan observasi pada siklus II, maka diperoleh hasil sebagai berikut : . Persentase ketuntasan klasikal adanya peningkatan hingga mencapai . Peneliti sudah menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) sesuai tahap Ae tahapnya. Aktivitas siswa dalam kelompok memiliki peningkatan. SIKLUS i Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi pada siklus I dan siklus II, peneliti merencanakan pelaksanaan tindakan pada siklus i dengan model pembelajaran yang sama yaitu Think Talk Write (TTW), dengan tujuan untuk lebih meningkatkan hasil belajar Perencanaan ini berfokus pada pengembangan startegi pembelajaraan agar kemampuan menulis dengan penggunaan huruf kapital dan tanda baca semakin optimal. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus i dilakukan sebagai tindak lanjut dari refleksi pada siklus I dan siklus II dengan tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kalimat Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat. Model pembelajaran yang digunakan tetap Think Talk Write (TTW), dengan fokus pada penguatan materi agar siswa lebih aktif dan percaya diri. Kegiatan dengan peneliti memberi salam, mengajak siswa berdoa, melakukan ice breaking dan menyiapkan kelas agar siap mengikuti Peneliti kemudian melakukan apersepsi dengan melakukan pertanyaan pemantik megenai materi penggunaan huruf kapital dan tanda baca sesuai dengan pembelajaran sebelumnya. Siswa diminta untuk mengisi LKPD secara mandiri (Thin. Selanjutnya, siswa berdiskusi dalam Setiap membandingkan hasil pemikiran mereka dan bersama-sama memperbaiki kalimat yang Peneliti berkeliling pada setiap memastikan semua siswa aktif terlibat, serta Setelah diskusi, perwakilan kelompok menuliskan hasil perbaikan di papan tulis dan mempresentasikan proses perbaikan kalimat. peneliti memberikan umpan balik dan penguatan bagi kelompok yang menunjukkan pemahaman baik. Berdasarkan hasil post-test pada siklus i, terjadi peningkatan hasil belajara yang signifikan dibandingkan siklus sebelumnya. Dari 29 siswa, sebanyak 26 siswa . %) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 3 siswa . %) masih belum tuntas. Peningkatan ketuntasan belajar pada siklus i mencapai 26% dibandingkan siklus II dan 42% dibandingkan siklus I. Perbedaan hasil pada setiap siklus dipengaruhi oleh perbaikan tindakan yang dilakukan secara bertahap. Pada siklus I, siswa masih belum terbiasa dengan penerapan model Think Talk Write (TTW) sehingga keaktifan dan pemahaman siswa belum optimal. Pada siklus II, siswa mulai memahami alur pembelajaran TTW dan lebih aktif dalam diskusi kelompok, namun Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 masih terdapat kesalahan dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Pada siklus i, pembelajaran difokuskan pada penguatan pemberian umpan balik yang lebih terarah, penggunaan huruf kapital dan tanda baca dengan lebih tepat. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Think Talk Write (TTW) secara berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Pengamatan Observasi pada siklus i dilakukan untuk melihat keaktifan siswa selama pembelajaran menggunakan model Think Talk Write. Hasil observasi menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa aktif mengikuti setiap tahap pembelajaran, mulai dari menganalisis kalimat secara mandiri (Thin. , berdiskusi dalam kelompok (Tal. , hingghasil perbaikan di papan tulis (Writ. Nilai observasi mencapai 90, termasuk kategori Sangat Baik, yang menandakan peningkatan Refleksi Berdasarkan observasi pada siklus i, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran telah berjalan efektif. Tingkat ketuntasan belajar siswa meningkat signifikan, yaitu 26 siswa . %) tuntas dan hanya 3 siswa . %) yang belum tuntas. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dibandingkan siklus II, baik dari segi penguasaan materi maupun keaktifan dalam pembelajaran. Refleksi ini menegaskan bahwa penerapan model Think Talk Write (TTW) pada siklus i berhasil memperbaiki keterampilan penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada kalimat. Selain itu, keaktifan siswa selama diskusi kelompok dan presentasi turut mendukung pemahaman mereka, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan Tabel 1. Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa pada Setiap Siklus Sikl Siswa Tuntas Persentas e Tuntas (%) Siswa Belum Tuntas i . %) . %) . %) Persentas e Belum Tuntas (%) . %) . %) . %) Tabel 2. Perbandingan Peningkatan Ketuntasan Antar Siklus Perbanding an Siklus Siklus I Ie Siklus II Siklus II Ie Siklus i Siklus I Ie Siklus i Persentase Ketuntasan (%) 48% Ie 64% Peningkatan (%) 64% Ie 90% 48% Ie 90% Pembahasan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SD Al Fatah 2 Ambon menggunakan tiga siklus dengan model pembelajaran tipe Think Talk Write (TTW). Alasan peneliti memilih model Think Talk Write (TTW) adalah untuk membantu siswa kelas i-A SD dalam meningkatkan kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Sintaks model pembelajarannya meliputi tiga tahap, yaitu berpikir (Thin. , kemudian berdiskusi (Tal. dan menuliskan hasil diskusi mereka di papan tulis (Writ. Model pembelajaran ini memuddahkan siswa memahami penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca di kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon. dari hasil yang terdapat pada siklus I, 14 siswa . %) berhasil mencapai KKM, sedangkan 16 siswa . %) masih dibawah KKM. Pada siklus II 18 siswa . %) mencapai KKM, sedangkan 11 siswa . %) masil dibawah KKM. Selanjutnya, pada siklus i, 26 dari 29 siswa . %) berhasil mencapai KKM sementara 3 siswa . %) masih dibawah KKM, dengan nilai rata-rata Hasil ini menunjukan peningkatan sebesar 52% dibandingkan siklus I. Berdasarkan hasil dari tindakan siklus I, siklus II, dan siklus i yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka terjadi perubahan peningkatan kemampaun penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada siswa. Hal ini dapat, dilihat dari jumlah nilai meningkat dari awal hasil siklus I sampai hasil akhir siklus i. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami Peningkatan keaktifan siswa memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Keaktifan siswa terlihat melalui think saat mengerjakan LKPD secara mandiri, tahap talk ketika berdiskusi dan menyampaikan pendapat dalam kelompok, serta tahap write saat menuliskan hasil pemikiran dan perbaikan kalimat. Kondisi ini membantu siswa lebih memahami kesalahan penggunaan huruf kapital dan tanda baca melalui proses berpikir, berdiskusi, dan menulis secara Dengan meningkatnya keaktifan siswa, pemahaman konsep menjadi lebih mendalam sehingga berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar dan ketuntasan siswa pada akhir siklus i yaitu 90%. Berdasarkan hasil diatas tewrbukti bahwa pembelajaran menggunakan model Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca semester ganjil tahun pelajaran Hasil penelitian ini sejalan dengan menyatakan bahwa model pembelajaran Think Talk Write (TTW) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa. Arista dan Putra . menyebutkan bahwa penerapan TTW mampu membantu siswa mengorganisasi ide secara sistematis melalui tahapan berpikir, berdiskusi, dan menulis. Harefa . juga menegaskan bahwa model TTW mendorong keaktifan siswa dan berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. Kesamaan hasil penelitian ini dengan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa model TTW Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 konsisten pembelajaran menulis, khususnya dalam meningkatkan ketepatan penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Pembahasan mengandung interpretasi dan analisis hasil Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menafsirkan hasil penelitian. Pertama, subjek penelitian terbatas pada satu kelas, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Kedua, waktu pelaksanaan peningkatan kemampuan siswa diamati dalam jangka pendek. Ketiga, penelitian ini hanya memfokuskan pada penggunaan huruf kapital dan tanda baca, sementara aspek keterampilan menulis lainnya belum dikaji secara mendalam. Keterbatasan tersebut dapat memengaruhi keluasan gambaran penerapan model Think Talk Write (TTW) dalam pembelajaran menulis di kelas. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan jumlah subjek yang lebih besar, waktu penelitian yang lebih panjang, serta cakupan aspek menulis yang lebih luas sangat disarankan. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan melalui tiga siklus, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) kemampuan penggunaan huruf kapital dan tanda baca siswa kelas i-A SD Al Fatah 2 Ambon. Peningkatan tersebut terlihat dari kenaikan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap siklus, serta meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Melalui tahapan think, siswa mampu memahami kesalahan penulisan secara mandiri. tahap talk membantu siswa memperbaiki pemahaman melalui diskusi kelompok. dan tahap write melatih siswa menuangkan hasil pemahaman ke dalam bentuk tulisan yang lebih tepat. Dengan demikian, model TTW tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara kuantitatif, tetapi juga mendukung proses pembelajaran Renjana Pendidikan Dasar - Vol. 6 No. 1 Februari 2026 menulis yang lebih aktif, sistematis, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang ditemukan, memberikan beberapa saran. Pertama, bagi guru, penerapan model Think Talk Write (TTW) perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberi waktu yang cukup pada tahap think agar setiap siswa dapat mengembangkan pemahaman awal secara mandiri sebelum diskusi kelompok. Hal ini penting mengingat keterbatasan waktu penelitian yang relatif singkat. Kedua, bagi siswa, keterlibatan aktif dalam setiap tahapan TTW perlu terus ditingkatkan agar kemampuan menulis, khususnya penggunaan huruf kapital dan tanda baca, dapat berkembang secara optimal. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melibatkan subjek penelitian yang lebih luas, memperpanjang durasi penelitian, serta mengkaji aspek keterampilan menulis lainnya agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas model TTW dalam pembelajaran DAFTAR PUSTAKA