JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Implementasi Pengelolaan Kesiswaan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2022 Di MIN 1 Kota Bandung Fina Ariatpi, 2Mulyawan Safwandy Nugraha UIN Sunan Gunung Djati Bandung e-mail: fina. ariatpi@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of student management in an effort to improve the quality of education at MIN 1 Bandung City based on the Education Unit Accreditation Instrument (IASP) in 2022. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results showed that MIN 1 Bandung City has implemented student management in accordance with IASP 2022 standards, but there are still several aspects that need to be improved to achieve optimal education quality. Keywords: Student Affairs. Education Quality. IASP. Madrasahs PENDAHULUAN Harapan pendidikan adalah mampu mengantarkan peserta didik menjadi insan yang Pendidikan dikatakan berhasil saat para peserta didik mampu mengoptimalkan proses pendidikan yang dilalui sehingga menjadi insan yang bermanfaat sesuai tujuan pendidikan nasional. Kualitas pendidikan seharusnya tidak hanya dilihat dari output para lulusannya, namun juga proses yang dilalui dalam menempa mental dan daya juang. Karena pendidikan adalah menanamkan value yang baik, mewariskan nilai-nilai dan budaya yang baik. Sehingga value ini lah yang mneghasilkan karakter unik dan mengakar pada setiap peserta didik. Setiap langkah yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam mendampingi para peserta didik akan sangat berpengaruh pada hasil pendidikan. Maka proses pengelolaan yang dilakukan haruslah memenuhi unsur yang mampu menunjang keberhasilan dan proses perkembangan siswa secara utuh. Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan & Kebudayaan serta Kementrian Agama yang menaungi pendidikan secara langsung, memberikan standar yang cukup jelas dalam pengelolaan kesiswaan. Melalui instrument akreditasi IASP 2020 para lembaga pendidikan diberikan gambaran bagaimana implementasi pengelolaan kesiswaan yang seharusnya dilakukan sebagai upaya mendukung peningkatan potensi peserta didik. Instrumen ini merupakan jawaban dari JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 kebutuhan masyarakat terhadap dunia pendidikan yang telah banyak mengalami perubahan. Dengan menerapkan pendekatan baru dari penilaian berbasis administrasi . menuju penilaian berbasis kinerja . erformance base. atau dari rules to principles. Hal ini tentu dilakukan sebagai upaya untuk penjaminan mutu yang lebih substantif(Malik et al. , 2. Pengelolaan kesiswaan menjadi salah satu pijakan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan di sebuah Lembaga. Beberapa tahun terakhir masyarakat dikagetkan dengan maraknya kasus perundungan yang terjadi di lembaga pendidikan. Dari mulai level MI/SD. MTS/SMP. MA/SMA maupun perguruan tinggi. Bahkan di tahun 2023, kasus bullying menjadi perhatian serius. Tidak bisa dipungkiri bagi sebagian orang pendidikan belum mampu menyentuh hati. Sehingga potensi alamiah yang Allah anugrahkan belum dapat tersalurkan dengan baik. Muncullah para peserta didik yang belum faham siapa dirinya, apa peran penting yang akan dilakukannya serta bagaimana memanfaatkan potensi untuk kebaikan dirinya. Maka Pendidikan bukan hanya harus melahirkan generasi yang cerdas secara akademik namun juga cerdas emosi dan spiritual. Di tingkat dasar pengelolaan kesiswaan merupakan salah satu aspek krusial dalam manajemen Pendidikan. Proses ini mencakup serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan siswa sejak masuk hingga lulus dari lembaga pendidikan tersebut. Pengelolaan kesiswaan yang efektif tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memperhatikan perkembangan sosial, emosional, dan spiritual siswa sesuai dengan filosofi pendidikan Islam yang menjadi landasan MIN. Dalam konteks MIN, pengelolaan kesiswaan memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari sekolah dasar pada umumnya. Hal ini dikarenakan adanya integrasi antara kurikulum nasional dengan kurikulum keagamaan Islam yang menjadi ciri khas madrasah. Oleh karena itu, proses pengelolaan kesiswaan di MIN harus mampu mengakomodasi kebutuhan siswa baik dalam hal pengetahuan umum maupun pemahaman dan praktik keagamaan. Siswa dalam kamus Bahasa Indonesia berarti pelajar, atau murid. Secara etimologis siswa adalah siapa saja yang terdaftar sebagai peserta di suatu lembaga pendidikan. Siswa, menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003, adalah anggota masyarakat yang dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Siswa atau Peserta didik adalah orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi dasar yang masih perlu dikembangkan(Hidayat et al. , n. Peserta didik merupakan salah satu sumber daya Pendidikan, bahkan Affinoxy menyatakan peserta didik adalah input utama . ahan menta. bagi proses pendidikan(Yelis Nurwahidah et al. Maka segala aktivitas yang dilakukan tujuan utamanya adalah untuk memberikan peluang dan JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 kesempatan sebesar-besarnya kepada peserta didik untuk menjadi generasi yang unggul. Kasus bullying menjadi salah satu bukti bahwa Pendidikan belum mampu menghasilkan generasi yang kokoh secara mental emosi. Lalu bagaimana kita harus mengelola para peserta didik agar kelak mereka mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal? Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui implementasi pengelolaan kesiswaan di Madrasah dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Adapun lokasi penelitian dilakukan di MIN 1 Kota Bandung. MIN 1 Kota Bandung merupakan salah satu Lembaga yang menjadi tujuan favorite warga Masyarakat Bandung Timur untuk menyekolahkan putra putrinya. Salah satu program unggulan Tahfidz menjadi daya Tarik tersendiri, bahkan MIN ini hampir disejajarkan dengan Sekolah IT di lingkungan sekitar. Program tahfidz ini menjadi salah satu keberhasilan yang sudah dilakukan sejak tahun 2014. Peningkatan mutu peserta didik melalui program tahfidz ini diharapkan mampu menjadi Solusi dalam menanamkan rasa kasih dan sayang terhadap makhluk. Dan program ini menjadi salah satu Upaya untuk menciptakan proses Pendidikan yang komprehensif, cerdas secara akademik, matang secara emosi dan berkarakter. Pengelolaan kesiswaan merupakan salah satu aspek krusial dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menjadi acuan baru dalam menilai mutu pendidikan di Indonesia, termasuk dalam aspek pengelolaan kesiswaan. MIN 1 Kota Bandung, sebagai salah satu madrasah unggulan di Jawa Barat, menjadi objek penelitian untuk menganalisis implementasi pengelolaan kesiswaan berdasarkan standar IASP 2022. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di MIN 1 Kota Bandung, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi terhadap dokumendokumen terkait pengelolaan kesiswaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan di MIN 1 Kota Bandung pada awal bulan Mei 2024. Subjek penelitian adalah Kepala Madrasah, para guru, orangtua dan siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan peserta didik merupakan tahap awal dan sangat krusial dalam proses pengelolaan manajemen peserta didik. Hal-hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan peserta didik (Eka Prihatin : 2. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Analisis kebutuhan peserta didik. Tahap awal adalah proses penentuan jumlah peserta didik yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan. Adapun Langkah-langkah yang dilakukan untuk tahapan ini adalah : Meramalkan jumlah peserta didik yang akan masuk . Memperhitungkan peserta didik yang masih aktif . Menentukan daya tampung atau jumlah peserta didik baru yang dapat diterima. Adapun factor lain yang harus dipertimbangkan dalam menentukan kebutuhan peserta didik adalah : a. Rasio murid-guru b. Ketersediaan ruang kelas c. Kebijakan pemerintah d. Anggaran yang tersedia. Rekrutmen Peserta Didik . Tahapan selanjutnya setelah analisis kebutuhan peserta didik adalah Proses pencarian, menentukan dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Adapun langkahlangkah yang harus dilakukan adalah : Pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru . Pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan peserta didik baru. Strategi rekrutmen yang dilakukan biosa berupa: a. Strategi promosi b. Strategi branding sekolah c. Kerjasama dengan sekolah/madrasah tingkat sebelumnya. Seleksi Peserta Didik. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan tersebut. Jenis-jenis seleksi: a. Seleksi berdasarkan nilai ujian akhir b. Seleksi berdasarkan hasil tes masuk c. Seleksi berdasarkan minat dan Adapun kriteria seleksi: a. Kriteria acuan patokan . tandard criterion referenc. Kriteria acuan norma . orm criterion referenc. Orientasi Peserta Didik Baru. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik menempuh pendidikan. Tujuan dari tahapan ini adalah: a. Mengenalkan lingkungan fisik sekolah b. Menjelaskan program pendidikan c. Mengenalkan staf sekolah d. Menjelaskan tata tertib sekolah. Adapun metode orientasi: a. Ceramah umum b. Wisata sekolah c. Dinamika kelompok d. Simulasi dan demonstrasi Penempatan Peserta Didik. Kegiatan pengelompokan peserta didik yang dilakukan dengan sistem kelas. Dasar-dasar pengelompokan: a. Berdasarkan kemampuan . bility groupin. Berdasarkan minat . nterest groupin. Berdasarkan campuran . andom groupin. Jenis-jenis penempatan: a. Penempatan berdasarkan prestasi b. Penempatan berdasarkan bakat c. Penempatan berdasarkan minat JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Proses Penerimaan Peserta Didik Baru Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MIN 1 Kota Bandung telah menerapkan sistem PPDB yang sesuai dengan IASP 2022. Berdasarkan data tahun ajaran 2022/2023, proses PPDB dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Sistem zonasi diterapkan dengan memperhatikan 90% kuota untuk siswa dalam zona dan 10% untuk siswa luar zona, sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. MIN 1 Kota Bandung saat ini berjumlah kurang lebih 670 siswa berdasarkan data EMIS . ut off 31 Desember 2. dan 26 rombel. Berdiri di tanah wakaf seluas A1. 400 m2 memiliki 15 ruangan kelas untuk melayani kebutuhan peserta didik dalam proses kegiatan belajar. Proses awal penerimaan peserta didik baru berdasarkan aturan pemerintah khusus untuk MI/SD hanya menggunakan jalur zonasi dan perpindahan tugas orang tua/wali saja. Meski di awal penerimaan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, namun MIN 1 Kota Bandung melakukan penyaringan/filter terhadap orangtua dengan melakukan kesepakatan di awal terkait dengan proses kegiatan secara keseluruhan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitment kerjasama yang dilakukan antara pihak Madrasah dengan orangtua wali. Kesepakatan itu terkait dengan kedisiplinan, proses pembelajaran dan programprogram utama yang wajib diikuti. Menurut Bapak Nanang Ahmad Aminudin. Pd. I selaku penanggung jawab harian kegiatan yang mewakili Kepala Madrasah, menyampaikan bahwa Madrasah merancang program berdasarkan kebutuhan-kebutuhan Masyarakat. Kesepakatan di awal sangat penting dilakukan untuk memastikan para orangtua memiliki ghiroh dan semangat yang sama dalam proses pembinaan yang dilakukan kepada peserta didik. Terutama di era saat ini dengan maraknya media belajar online dan akses informasi yang terbuka lebar mampu menghasilkan peserta didik yang mudah memahami materi . ecara intelektua. namun belum mampu bertanggung jawab. Dalam beberapa kondisi maraknya para peserta didik yang kehilangan nilai-nilai spiritual dalam pembinaan diri dan karakter membuat MIN 1 Kota Bandung menerapkan kesepakatan yang cukup ketat di awal. Sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasionalyang tertuang dalam UU Sikdiknas Tahun 2003 bahwa Pendidikan yang efektif akan terwujud jika melibatkan berbagai pihak secara aktif dalam proses penyelenggaraannya (Setyo et al. , 2. Pembinaan Kesiswaan Kegiatan Ekstrakurikuler MIN 1 Kota Bandung menyediakan 15 jenis kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup bidang akademik, non-akademik, dan keagamaan. Data partisipasi siswa menunjukkan tingkat keterlibatan yang tinggi, dengan 85% siswa mengikuti setidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaan Karakter dan Disiplin Siswa Program pembinaan karakter dan disiplin siswa telah diintegrasikan dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari. Survei kepuasan orang tua menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 85% terhadap perkembangan karakter dan disiplin siswa. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Pembinaan kesiswaan dilakukan melalui beberapa program, seperti pendampingan kematangan social emosi, pendampingan lifeskill dan karakter melalui program Pramuka. Peserta didik merupakan object sekaligus subject utama dalam proses Pendidikan. Mereka harus terlibat aktif dalam proses kegiatan belajar Hilgard dan Bower (Purwanto, 2008: . mengemukakan bahwa belajar merupakan proses perubahan tingkah-laku seseorang terhadap sesuatu tertentu yang di sebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. Chaplin (Syah, 2009:. mendefiniskan belajar dalam dua hal yaitu: . belajar merupakan proses perubahan tingkah-laku yang relatif sama atau menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. belajar merupakan proses mendapatkan respons karena latihan khusus. Penelitian yang dilakukan Suparno(Suparno, 2. menunjukkan bahwa siswa yang termasuk kategori cerdas memiliki sikap dan keterampilan ilmiah mencapai 25%, lingkungan belajar nonfisik yaitu interaksi antarsiswa 19%, mendidik dan memberi aturan melalui bagaimana sikap orangtua mendidik 24%. Indikator yang paling rendah adalah aktivitas pembelajaran. Sehingga para guru didorong untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran melalui program terstruktur. MIN 1 Kota Bandung menerapkan pola pembinaan kesiswaan melalui program-program ekstrakurikuler yang dilakukan baik di sela-sela kegiatan maupun program yang berjalan periodik per semester/tahun. Program pembinaan kesiswaan yang dilakukan dengan melalui beberapa tahap. Pertama, pembinaan karakter dan life skill melalui program-program rutin harian seperti pembiasaan sholat berjamaah. Kedua, penanaman rasa cinta terhadap diri dan agama melalui program Tahfidz yang wajib diikuti oleh seluruh siswa. Ketiga program penguatan kepribadian dengan kegiatan Selain program akademik yang mengusung Pendidikan cerdas dan berkarakter, pembinaan siswa melalui kegiatan-kegiatan seperti English club, olahraga upacara rutin dilakukan sebagai bentuk penguatan profil pelajar Pancasila sesuai kurikulum Merdeka. Untuk kegiatan pencegahan perundungan yang marak terjadi saat ini sosialiasi dan antisipasi sudah dilaksanakan secara berkala oleh pihak sekolah. Hal ini terlihat dalam beberapa program dan aktivitas yang berjala. Kegiatan untuk mencegah perundungan di sekolah/madrasah yaitu program sosialisasi anti perundungan bagi guru, siswa dan staf sekolah. Membuat media afirmasi dalam bentuk poster-poster anti perundungan Ada bentuk pembinaan di sekolah/madrasah untuk menangani masalah perundungan ini berikut sanksinya dengan memberikan edukasi dan pembinaan kepada seluruh stake holder yang terlibat dalam menyadarkan bahwa tindakan perundungan adalah sebuah kesalahan, kemudian dicari sebab akibatnya untuk menyelesaikan masalahnya. Namun sejauh peneliti melakukan observasi pada beberapa siswa dan lingkungan belajar, tidak ditemukan adanya indicator atau perundungan yang terjadi di MIN 1 Kota Bandung. Hal ini nampak dari antusias siswa dalam mengikuti kegiatan, proses hubungan yang terjadi antar siswa sangat alamiah sebagai siswa sekolah dasar. Ceria, bermain JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Bersama dan menyapa para rekan dengan hangat. Selain itu di setiap sudut peneliti menemukan siswa yang saling berkumpul mengerjakan project-project yang sedang ditugaskan oleh para guru secara Pengembangan Karakter dan Kedisiplinan di MIN 1 Kota Bandung Pengembangan karakter dan kedisiplinan merupakan salah satu fokus utama di MIN 1 Kota Bandung. Berikut adalah penjelasan mengenai program-program yang telah dilakukan serta data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Program Pengembangan Karakter Program Literasi dan Religi. MIN 1 Kota Bandung menyelenggarakan program literasi dan religi yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa. Program ini mencakup kegiatan membaca buku-buku cerita moral, ceramah agama, dan diskusi tentang nilai-nilai Program dilakukan setiap minggu dengan tingkat partisipasi: 100% siswa Narasumber: Guru agama dan ustadz local. Materi: Cerita-cerita moral, ajaran agama, dan diskusi nilai-nilai keagamaan Kegiatan Ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di MIN 1 Kota Bandung mencakup berbagai bidang seperti seni, olahraga, dan pramuka. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial, kerja sama tim, dan tanggung jawab siswa. Jenis kegiatan: Pramuka, olahraga . utsal, bulutangki. , seni . ari, musi. Dilakukan setiap minggu dengan tingkat partisipasi: 85% siswa terlibat dalam satu atau lebih kegiatan ekstrakurikuler. Adapun penghargaan yang pernah diraih : Prestasi di tingkat kota dan provinsi dalam lomba pramuka dan olahraga Program Sosial dan Kepedulian Lingkungan. Program sosial dan kepedulian lingkungan seperti kegiatan bakti sosial, pengumpulan donasi untuk bencana alam, dan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah dilakukan untuk menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab sosial siswa. Program dilakukan setiap semester dengan tingkat partisipasi: 90% siswa dan orang tua terlibat. Kegiatan: Bakti sosial, pengumpulan donasi, kegiatan kebersihan. Hasil: yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah peningkatan kesadaran siswa terhadap isu sosial dan lingkungan Program Pengembangan Kedisiplinan Sistem Reward dan Punishment. MIN 1 Kota Bandung menerapkan sistem reward dan punishment untuk mendorong kedisiplinan siswa. Siswa yang berprestasi dan berperilaku baik diberi penghargaan, sementara yang melanggar aturan dikenakan sanksi yang mendidik. Jenis penghargaan: Sertifikat, hadiah buku, pengakuan di depan teman-teman. Jenis sanksi: Teguran, tugas JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 tambahan, konseling. Dampak: Penurunan kasus pelanggaran disiplin sebesar 25% dalam setahun terakhir Program Piket dan Kebersihan Program piket dan kebersihan bertujuan untuk mengajarkan siswa tanggung jawab dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Setiap kelas memiliki jadwal piket harian untuk membersihkan kelas dan area sekitar. Dilakukan setiap hari dengan tingkat partisipasi 100% siswa terlibat secara bergilir. Dampak : Lingkungan sekolah yang lebih bersih dan nyaman Pemantauan dan Evaluasi Disiplin Guru dan staf sekolah secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kedisiplinan siswa. Laporan mingguan dibuat untuk menilai perilaku siswa dan memberikan masukan yang konstruktif. Dilakukan setiap minggu laporan berupa dokumentasi kasus disiplin dan tindakan yang diambil. Hasil yang dirasakan dalam program berjalan ini adalah peningkatan kedisiplinan siswa sebesar 30% dalam setahun terakhir Pengembangan karakter dan kedisiplinan di MIN 1 Kota Bandung dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan seluruh komponen sekolah. Data yang valid menunjukkan bahwa program-program tersebut efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kedisiplinan pada Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, program sosial, dan sistem reward dan punishment berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di MIN 1 Kota Bandung. Dengan upaya yang terus menerus dalam pengembangan karakter dan kedisiplinan, diharapkan siswa MIN 1 Kota Bandung tidak hanya berprestasi secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang baik dan disiplin yang tinggi. Monitoring Prestasi dan Aktivitas Siswa Terdapat tim khusus yang pada setiap kelas yaitu para wali kelas yang memantau kegiatan siswa dalam aktivitas sehari-hari. Termasuk jurnal kegiatan dan laporan kejadian. Para wali kelas ini memiliki catatan perilaku peserta didik dari awal hingga akhir masa tugasnya di kelas tersebut. Para wali kelas akan memberikan laporan jika terdapat aktivitas yang menyimpang. Pembinaan dilakukan real time kepada siswa dengan pendekatan personal serta pelaporan melalui media whaatsap kepada Setiap kelas memiliki grup khusus untuk memudahkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan harapan segala bentuk aktivitas siswa dapat ditindaklanjuti dengan tepat dan cepat. Baik itu berupa apresiasi atas kebaikan-kebaikan yang sudah dilakukan maupun pembinaan atau sanksi bagi siswa yang melanggar aturan. Pembinaan kesiswaan sebagai usaha yang diselenggarakan oleh sekolah secara efektif dan efisien untuk mengoptimalkan potensi siswa agar tumbuh dan berkembang secara utuh dalam berbagai aspek kehidupannya, baik di sekolah maupun diluar sekolah sehingga terbentuk individu siswa yang sesuai dengan tujuan(Taufik, 2. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Pembinaan Prestasi Unggulan Madrasah telah mengembangkan program pembinaan prestasi unggulan yang efektif. Dalam tiga tahun terakhir, siswa MIN 1 Kota Bandung telah meraih 25 penghargaan di tingkat kota, 10 di tingkat provinsi, dan 3 di tingkat nasional dalam berbagai kompetisi akademik dan non-akademik. Pelacakan Alumni Sistem pelacakan alumni telah diimplementasikan, namun masih perlu ditingkatkan. Data menunjukkan bahwa hanya 60% alumni yang terlacak dan terlibat dalam kegiatan madrasah dalam tiga tahun terakhir. Keterlibatan Orangtua Pada Program Pendidikan Orangtua terlibat penuh dalam proses Pendidikan anak-anak di dalam rumah. Peran orangtua juga sangat penting pada pelaksanaan program di madrasah. Layanan Bimbingan dan Konseling Madrasah telah menyediakan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif. Data menunjukkan bahwa rasio konselor dan siswa adalah 1:150, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Program bimbingan karir juga telah diimplementasikan untuk siswa kelas 5 dan 6, membantu mereka dalam persiapan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Keterlibatan orang tua dalam program pendidikan merupakan aspek penting yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. MIN 1 Kota Bandung telah menerapkan berbagai program untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Berikut adalah penjelasan detail terkait keterlibatan orang tua di MIN 1 Kota Bandung berdasarkan aktivitas yang telah dilakukan. Adapun program-program yang melibatkan orangtua di MIN 1 Kota Bandung adalah sebagai berikut. Pertemuan Rutin Orang Tua dan Guru. MIN 1 Kota Bandung secara rutin mengadakan pertemuan antara orang tua dan guru (Parent-Teacher Meeting. setiap Pertemuan ini bertujuan untuk membahas perkembangan akademik dan nonakademik siswa, serta mendiskusikan berbagai permasalahan yang mungkin dihadapi oleh siswa. Frekuensi kegiatan dilakukann Setiap semester . kali setahu. dengan tingkat partisipasi: Rata-rata 80% orang tua hadir dalam pertemuan ini. Serta topik yang dibahas: Perkembangan akademik siswa, masalah disiplin, rencana kegiatan sekolah, dan feedback dari orang tua. Program Parenting. MIN 1 Kota Bandung juga menyelenggarakan program parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara mendidik anak di rumah. Program ini meliputi seminar, workshop, dan diskusi kelompok yang menghadirkan narasumber ahli dalam bidang pendidikan dan psikologi anak. Jumlah sesi: 4 sesi per tahun. Narasumber: Psikolog anak, ahli pendidikan, dan praktisi Pendidikan. Tingkat partisipasi: Sekitar 75% orang tua ikut serta dalam program ini. Materi yang disampaikan: Teknik mendidik anak, memahami perkembangan psikologis anak, dan cara membantu anak dalam belajar di rumah. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 Kegiatan Ekstrakurikuler Bersama Orang Tua. MIN 1 Kota Bandung mengajak orang tua untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba kebersihan kelas, acara olahraga, dan kegiatan keagamaan. Keterlibatan orang tua dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan hubungan antara sekolah dan orang tua, tetapi juga memberikan contoh positif bagi siswa. Jenis kegiatan: Lomba kebersihan kelas, acara olahraga, kegiatan keagamaan. Frekuensi kegiatan : Setiap bulan dengan tingkat partisipasi: ratarata 70% orang tua terlibat dalam kegiatan ini Program Kemitraan Orang Tua dan Sekolah. Program kemitraan ini bertujuan untuk membangun kerja sama yang lebih erat antara orang tua dan sekolah dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa, seperti masalah akademik, kedisiplinan, dan kesejahteraan siswa. Frekuensi pertemuan: Setiap triwulan. Tingkat partisipasi: Sekitar 60% orang tua aktif dalam program ini. Topik yang dibahas: Perencanaan program sekolah, evaluasi kegiatan, penanganan masalah siswa. Keterlibatan orang tua di MIN 1 Kota Bandung memberikan dampak positif terhadap pendidikan siswa. Beberapa dampak positif tersebut antara lain: Peningkatan prestasi akademik siswa, perbaikan perilaku dan disiplin siswa, meningkatnya rasa percaya diri dan motivasi belajar siswa, terjalinnya komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua. Dengan berbagai program yang telah dilaksanakan. MIN 1 Kota Bandung berhasil mengajak orang tua untuk aktif berpartisipasi dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Partisipasi ini tidak hanya berdampak positif pada prestasi akademik siswa, tetapi juga pada perkembangan karakter dan kesejahteraan siswa secara Dengan adanya program-program yang melibatkan orang tua secara aktif, diharapkan kualitas pendidikan di MIN 1 Kota Bandung terus meningkat dan menjadi contoh bagi sekolahsekolah lainnya. KESIMPULAN DAN SARAN Implementasi pengelolaan kesiswaan di MIN 1 Kota Bandung secara umum telah sesuai dengan standar IASP 2022. Namun, beberapa aspek seperti pelacakan alumni masih perlu Rekomendasi untuk perbaikan meliputi pengembangan sistem informasi alumni yang lebih komprehensif dan peningkatan program pembinaan prestasi unggulan untuk memperluas capaian di tingkat nasional dan internasional. JURNAL MAPPESONA Program Studi Manajemen Pendidikan Islam IAIN Bone Vol. No. Oktober 2024 DAFTAR PUSTAKA