JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED-COSTING SYSTEM DALAM PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT HUSADA UTAMA SURABAYA. Jalib Umar Latuconsina1 dan Hwihanus2 Alumni Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Ozy_latuconsina@yahoo. com1 hwihanus@untag-sby. ABSTRACT This study aims to determine how the application of the method of Activity-Based Costing in determining the tariff for inpatient hospital Husada Utama Surabaya and compared with a rate home services inpatient approved hospital with tariff services using Activity-Based Costing the approach of activity -aktivitas in providing products or services to determine the amount of the costs incurred. This research uses descriptive method. Research using primary data with a direct review of the research object, conduct interviews and make observations or direct observations. Inpatient services tariff calculation using the ABC method, performed in two stages. That is the first expense traced to the activity which raises the cost and the second stage charge activity to the product. While the rates obtained by adding the cost of hospitalization with the expected profit. The results obtained from the calculation of rates of hospitalization services using Activity-Based Costing namely to class Suite Rp. 1,434,298. Rp VVIP class. 1,141,516. VIP Rp. Class I USD. 706 888, class II Rp. 643 385, and class i Rp. So in the ABC method, has been able to allocate the cost of assets to each room is right by the consumption of each activity. From the results of this study using the assumption, researchers recommend that hospital is expected to reduce rates of hospitalization services in class suite. VVIP and VIP in order to attract patients to use the services of hospitalization. As for Class I. Class II and Class i, if the tariff wants to be maintained, it is recommended to class I order the tariff was increased to get a big profit, and for class II and class i is expected to add beds or full capacity. Keywords: Activity Based Costing. Hospitals. Rates services. Inpatient PENDAHULUAN jasa termasuk Rumah sakit. Rumah sakit Era globalisasi telah menciptakan ini merupakan salah satu organsisasi yang berorientasi nonprofit, tidak semata-mata sehingga semua perusahaan harus ber- untuk mencari laba dan lebih berkonsen- kompetisi dan berusaha mengembang- trasi pada pelayanan kesahatan, menjadi- kan kualitas produk dan jasa mereka guna kan sumber daya manusia sebagai asset untuk mendapatkan keuntungan. Hal ini yang paling berharga, karena semua bukan hanya berlaku untuk perusahaan aktivitas organisasi ini pada dasarnya manufaktur, tetapi juga dibidang usaha adalah dari, oleh dan untuk manusia. JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Walaupun demikian, organisasi yang Penentuan berorientasi nonprofit juga tetap berusaha merupakan suatu keputusan yang sangat akan meningkatkan penjualan dengan penting, karena dapat mempengaruhi tujuan menjaga kelangsungan operasional profitabilitas suatu rumah sakit. Dengan organisasi dan memberikan pelayanan adanya berbagai macam fasilitas pada jasa rawat inap, serta jumlah biaya sebaik-baiknya jenis usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan kesehatan. Tugas utama rumah sakit adalah memberikan jasa pengobatan, perawatan, dan pelayanan Kebutuhanpendudukmeningkat, penyakit semakin komplek, teknologi kedokteran serta perawatan semakin tinggi menuntut rumah sakit agar dapat memanfaatkan teknologi kedokteran, dan tenaga-tenaga transportasi yang dapat mendukung jasa pelayanan kesehatan sehingga rumah mampu memberikan pelayanan Dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan, rumah sakit memperoleh penghasilan dari overhead yang tinggi, maka Rumah sakit merupakan suatu Salah satunya adalah jasa rawat inap. Dimana pendapatan dari jasa tersebut didapat dari tarif yang harus dibayar oleh pemakai jasa rawat inap. ketepatan dalam pembebanan biaya yang Untuk Rumah sakit membutuhkan metode yang tepat dalam menentukan biaya agar dapat akurat berkenaan sesuai dengan biaya aktivitas pelayanannya. Dalam sistem overhead pabrik dibebankan ke pabrik atau cost pool departemental atau pusat biaya dan kemudian ke output produksi. Meskipun demikian, prosedur pembebanan tradisional ini mendistorsi biaya produk atau jasa yang dilaporkan. Karena banyak sumber daya overhead yang digunakan dalam proporsi yang tiak sama dengan unit output yang diproduksi, sistem tradisional menyebabkan pengukuran biaya aktivitas pendukung yang digunakan oleh produk atau jasa individual menjadi tidak akurat. Untuk itu perlu diterapkan sistem penentuan harga produk berdasarkan aktivitasnya. JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Activity Based Costing (ABC) tidak berwujud yang dapat diukur dalam merupakan sistem pembebanan biaya satuan uang, yang telah terjadi atau akan yang berdasarkan aktivitas yang dilaku- terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. kan oleh perusahaan untuk menghasilkan Untuk memper- jelas konsep biaya dan ABC pertama-tama membeban- kan biaya sumber daya ke aktivitas yang dibentuk oleh organisasi. Kemudian biaya . , harga pokok . t cos. , dan pelanggan, dan jasa yang berguna untuk menciptakan permintaan atas aktivitas. Dalam pengelolaan perusahaan aktivitas sehari-hari, maka perusahaan atau organisasi tersebut telah mengorbankan . Misalnya, suatu manufaktur melakukan transaksi pembelian bahan baku, pembelian mesin atau alat pabrik, pelunasan . , kerugian . Mursyidi . Pembagian biaya dapat dihubungkan dengan suatu proses produksi dalm perusahaan industri baik yang mempunyai hubungan langsung maupun tidak langsung, yaitu berhubungan dengan: . Produk. Volume Produksi. Departemen Manufaktur. Periode Akuntansi utang usaha, membayar upah dan gaji. Menurut Armen dan Azwar . , membayar beban listrik dan air, mem- bayar beban telepon, dan lain-lain. Semua dikelompokan menjadi biaya tetap, biaya biaya atau beban yang dikeluarkan untuk variable, dan biaya semi variable. Menurut manfaat merupakan pengorbanan sumber daya ekonomi suatu perusahaan (Dunia dan Abdullah,2012:. Armen Azwar . untuk mengetahui lebih jelas apa dan dimana saja adanya pembiayaan, kita harus mengenal terlebih dahulu apa Tinjauan Pustaka Menurut Mursyidi . , biaya dapat diartikan sebagai pengor- banan sumber ekonomi, baik yang berwujud maupun yang disebut dengan pusat-pusat biaya . ost center. Terdapat tiga macam kelompok pusat-pusat biaya yaitu, pusat biaya yang tidak menghasilkan pendapatan . onrevenue-producing JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 center. , pusat biaya menghasilkan pen- dilakukan berdasarkan aktivitas-aktivitas dapatan . evenue-producing cost center. , yang ada di perusahaan. area pelayanan pasien . atient service Menurut Blocher. Stout, dan Cokins . Perhitungan Menurut Mursyidi . Sistem berdasarkan aktivitas (Activity Based biaya . ost syste. yang dimaksudkan Costin. disini adalah serangkaian kegiatan dalam perhitungan biaya yang membebankan rangka menentukan biaya produksi dan biaya sumber daya ke objek biaya seperti harga pokok produk dalam suatu proses produk, jasa atau pelanggan berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek Dalam arti sempit, sistem biaya Anggapan merupakan cara penentuan harga pokok perhitungan biaya ini adalah bahwa produk yang menekankan pada penggu- produk atau jasa perusahaan merupakan naan biaya sesungguhnya atau biaya yang hasil aktivitas dan aktivitas tersebut telah ditentukan dimuka atau biaya menyebabkan timbulnya biaya. Biaya bahwa sistem biaya hanya dipandang sumber daya dibebankan kepada aktivitas sebagai salah satu bagian dari sistem yang berdasarkan aktivitas yang menggunakan Batasan . enggerak biaya untuk konsumsi sumber Menurut Mursyidi . Dalam day. dan biaya aktivitas dibebankan ke suatu proses produksi terdapat elemen objek biaya berdasarkan aktivitas yang biaya, yaitu biaya bahan baku, biaya dilakukan untuk objek biaya . enggerak tenaga kerja dan biaya overhead. Biaya ini perlu dikumpulkan menjadi satu Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas sebagai biaya produksi. mengakui hubungan sebab akibat atau Wasilah hubungan langsung antara biaya sumber ABC (Activity Based Costin. daya, penggerak biaya, aktivitas dan objek biaya dalam membebankan biaya pada aktivitas dan kemudian pada objek Menurut Dunia JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Cost driver, adalah faktor-faktor sesuai untuk membebankan biaya tersebut ke produk individual. AActivity Based Cost driver merupakan faktor CostingA merupakan cara yang tepat yang dapat diukur yang digunakan untuk untuk pembebebanan biaya ke produk membebankan biaya ke aktivitas dan dari Produk atau jasa perusahaan aktivitas ke aktivitas lainnya, produk atau dilakukan oleh aktivitas dan aktivitas yang dibutuhkan tersebut menggunakan Tahap satu dalam sistem ABC akan melalui prosedur berikut: . Mengidenti- fikasi kegiatan-kegiatan. Menentukan biaya atas kegiatan-kegiatan. Menge- aktivitas dibebankan ke objek biaya berdasarkan penggunaannya. Setelah itu memiliki karateristik yang sejenis dalam keputusan manajemen bisa dibuat terkait beberapa set yang relevan. Menen- dengan penetapan tarif jasa rawat inap. tukan cost pools dari hasil pengelompok- Berdasarkan penjelasan diatas, maka kan aktivitas. Menghitung tarif biaya dapat ditarik kerangka pemikiran sebagai overhead untuk masing-masing pool. aktivitas-aktivitas Sumber Menurut Mursyidi . Prosedur tahap dua merupakan tahap pembebanan overhead pabrik ke harga pokonkok produk, dengan formula tarif dikalikan dengan unit driver yang dikonsumsi oleh produk yang dihasilkan Untuk mengevaluasi profitabilitas lini produk yang berbeda, perlu untuk dilakukan penelusuran biaya overhead pabrik secara Meskipun demikian, karena biaya overhead pabrik berhubungan secara Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tidak langsung dengan produk akhir, maka kita harus menemukan dasar yang menggambarkan data yang diperoleh dan menganalisis data yang ada. Penelitian JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 deskriptif brtujuan untuk mendeskripsi- variable yang timbul di masyarakat, yang kan fakta yang saat ini berlaku. Didalam- menjadi objek penelitian berdasarkan apa nya terdapat upaya-upaya mendeskripsi- yang terjadi, kemudian membandingkan kan, mencatat, analsis, dan menginterpre- dengan kondisi, situasi ataupun variable tasikan kondisi-kondisi yang saat ini yang diterapkan oleh objek penelitian. terjadi (Tika,2006:. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan data periode lalu. Studi kasus Langkah-langkah yang dilakukan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai merupakan penelitian dengan karateristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi subjek yang diteliti dan interaksinya dengan lingkungan. Subjek . Melakukan Rumah Sakit saat ini. Menetapkan metode berdasarkan Activity Based Costing dengan langkah-langkah sebagai berikut: . Mengdentifikasi dan kominitas tertentu. Tujuan studi kasus adalah melakukan penyelidikan secara . Mengklasifikasikan aktivitas biaya ke dalam berbagai aktivitas. Mengidentifikasikan . lengkap mengenai subjek tertentu (Nur Menentukan tarif perunit cost driver. Indriantoro dan Bmbg Suporni, 2002:. Membebankan Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data berupa angka-angka laporan keuangan Rumah Sakit khususnya laporan laba rugi. Selain itu, data kuantitatif juga berupa data biaya-biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan jasa. Penulis menggunakan tarif cost driver ukuran . Membandingkan tarif rawat inap rumah sakit berdasarkan metode Activity Based Costing dengan realisasi. Menurut Hansen and Mowen . , biaya akivitas dibebankan ke deksriptif komparatif, yaitu menjelaskan, produk berdasarkan konsumsi masingmasing aktivitas produk. meringkas, berbagai kondisi, situasi dan JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Rumus : BOP = Tarif int cost driver X Pasien. Biaya Listrik dan Air. Cost Driver yag digunakan Biaya Kebersihan. Biaya Adminis- Dengan mengetahui BOP yang dibebankan pada masing-masing produk, maka dapat dihitung tarif jasa rawat inap . Biaya Bahan Habis Pakai. Biaya Penyusutan Gedung. Biaya Penyusutan Fasilitas. Biaya Laundry Menurut Mulyadi . perhi- Aktivitas-aktivitas tungan tarif masing-masing tipe kamar dikelompokan menjadi beberapa pusat aktivitas yaitu : . Aktivitas perawatan Activity Based Costing adalah : pasien: (-) Biaya perawatan. Aktitivi- Rumus : Tarif per kamar = Cost rawat inap Laba yang diharapkan tas pemeliharaan inventaris: (-) Biaya penyusutan gedung, (-) Biaya penyusutan fasilitas, (-) Biaya kebersihan. Aktivi- Hasil Dan Pembahasan tas pemeliharaan pasien: (-) Biaya kon- Didalam menentukan ABC, data- . Aktivitas pelayanan pasien: (-) data yang dibutuhkan antara lain data Biaya listrik dan air, (-) Biaya adminis- biayarawat inap, data pendukung lama trasi, (-) Biaya bahan habis pakai, (-) hari pasien rawat inap, data pendukung Biaya laundry jumlah pasien rawat inap, data pendukung jumlah luas kamar rawat inap, data tarif Berikut ini akan dijelaskan mengenai elemen biaya diatas sebagai berikut: konsumsi tiap kelas, dan data biaya rawat inap dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Biaya perawatan pasien oleh perawat Dalam hubungannya dengan penetapan Penentuan Harga Pokok Rawat Inap menggunakan Activity Based Costing perawatan pasien oleh perawat secara tidak langsung turut mempengaruhi Berdasarkan hasil penelitian pada rumah sakit Husada Utama Surabaya, aktivitasaktivitas yang dimiliki rumah Sakit Husada Utama Surabaya . Biaya Perawatan. Biaya Konsumsi bagian rawat inap, maka aktivitas ini termasuk dalam kategori unit level activity cost. Untuk itu gaji sebesar Rp. 000 yang ddidapat dari jumlah perawat yang ada berjumlah 284 yang mendapatkan gaji masing43 JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 masing Rp. jadi perbulan Aktivitas ini dilakukan setiap hari keseluruhan perawat mendapat gaji dalam menjalani rawat inap pada Rumah sebesar Rp. 000, dan untuk Sakit Husada Utama Surabaya. Aktivitas pertahun, perawat mendapat gaji Rp. ini termasuk dalam kategori aktivitas perawatan, penyediaan tenaga listrik dan secara profesional pada setiap kamar. Berdasarkan Batch-related activity Biaya penggunaan listrik dan air Seluruh tipe kamar rawat inap rumah sakit memerlukan tenaga listrik untuk untuk penerangan kamar atau fasilitas yang ada dimasing-masing kamar, dan Biaya dikeluarkan sebesar Rp 1. termasuk kategori unit level activity cost, karena biaya berubah sesuai dengan perubahan KWH kamar yang Fasilitas yag mengkonsumsi listrik meliputi lampu. AC, tempat tidur otomatis, lemari es. TV, kamar mandi panas dan dingin, hair dryer, dan dispenser dan ditambah biaya air Rp. Jadi total keseluruhan untuk pemakaian listrik air dan juga biaya konsumsi Besar produksi yang diolah oleh fungsi Aktivitas ini tergantung Yaitu biaya administrasi. Berdasarkan Product-sustaining activity cost. Aktivitas ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk biaya-biaya mempertahankan produk agar tetap dapat dipasarkan. Namun aktivitas ini tidak ditemui dalam penentuan tarif jasa rawat inap pada rumah sakit Husada Utama Surabaya. Berdasarkan Facility-sustaining activity cost. Aktivitas ini berhubungan dengan Mengklasifikasikan Aktivitas Biaya fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan. kedalam Berbagai Aktivitas. Aktivitas Berdasarkan Unit-level activity cost kategori ini adalah biaya laundry. JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 penyusutan fasilitas. Volume 1. Nomor 1. April 2016 dihitung dengan menggunakan rumus TABEL 5. KLASIFIKASI BIAYA KE DALAM BERBAGAI AKTIVITAS ELEMEN BIAYA Unit level activity cost Biaya gaji perawat JUMLAH (R. Rp. Rp. Rp. Biaya listrik dan air Biaya konsumsi Batch-related activity cost Biaya kebehrsihan Rp. Biaya administrasi Rp. Biaya bahan habis Rp. Facility-sustaining activity cost Biaya laundry Rp. Biaya penyusutan Rp. Biaya penyusutan Rp. Tabel penentuan tarif per unit cost driver kamar rawat inap dengan Metdoe ActivityBased Costing. Membebankan baya ke produk dengan menggunakan tarif cost driver dan ukuran aktivitas. Dalam tahap ini, menurut Hansen and Mowen . biaya aktivitas Mengidentifikasi Cost Driver Setelah aktivitas-aktivitas masing-masing diidentifikasi sesuai dengan kategorinya. Pembebanan biaya overhead dari langkah selanjutnya adalah mengidenti- tiap aktivitas ke setiap kamar dihitung fikasi cost driver dari setiap biaya dengan rumus: Pengidentifikasian ini dimaksudkan dalam penentuan kelompok aktivitas dari tarif/unit cost driver. BOP yang dibebankan = Tarif/unit Cost Driver X Cost Drover yang dipilh Dengan mengetahui BOP yang Menentukan Tarif Perunit Cost Driver dibebankan pada masign-masing produk, maka dapat dihitung tarif jasa rawat inap driver, kemudian menentukan tarif per Menurut Mulyadi . per- unit cost driver. Karena setiap aktivi- hitungan tarif masing-masing tipe kamar tasnya memiliki cost driver dengan cara dengan metode ABC dapat dihitung membagi jumlah biaya dengan cost dengan rumus : Menurut Hansen and Mowen Tarif Per Kamar = Cost Rawat Inap . tarif perunit cost driver dapat Laba yang Diharapkan Setelah JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Untuk cost rawat inap per kamar memberikan hasil yang lebih kecil, di peroleh dari total biaya yang telah kecuali pada kelas I, kelas II dan kelas dibebankan pada masing-masing produk i. Dengan selisih Suite Rp dibagi dengan jumlah hari pakai. Sedang VVIP Rp laba yang diharapkan pihak manajemen Kelas I Rp. Kelas II Rp. Rumah Sakit Husada Utama Surabaya dan Kelas i Rp. Hal ini yaitu 15% untuk tiap kelas. dikarenakan karena terjadi subsidi silang Perbandingan Metode Penetapan Tarif Rumah Sakit Dengan Abc Dalam Penetapan Tarif Jasa Rawat Inap Tabel 5. 2 Perbandingan Tarif Jasa Rawat Inap Dengan Menggunakan Metode Abc 484. VIP Rp dalam penentuan tarifnya. Penentuan tarif bertujuan untuk menyeimbangkan penggunaan ekonomi lemah, karena mempertimbangkan pendapatan masyarakat dengan kelas SUITE. VVIP, dan VIP tarifnya di atas unit cost, agar dapat digunakan untuk mengatasi defisit atau menutupi kekurangan tarif yang ditetapkan pada kelas I. Kelas II dan Kelas i. Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan metode yang diterapkan oleh rumah sakit Sumber : Data diolah dan metode ABC, disebabkan karena Dari perhitungan diatas, dapat diketahui bahwa hasil perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode Activity Based Costing untuk kelas Suite Rp. 298, kelas VVIP Rp. 516, kelas VIP Rp. kelas I Rp. 888, kelas II Rp. masing-masing produk. Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktiva kesetiap kamar masing-masing aktivitas. Penelitian dan kelas i Rp. Dari hasil penelitian sebelumnya yakni penelitian Putri . tentang Analisis penggunaan metode yang ditetapkan Rumah Sakit. Metode Activity Based Costing sebagai maka metode ABC yang saya terapkan alternatif dalam menentukan tarif SPP JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 SMP-SMA pada YPI Nasima Semarang maka dapat ditarik kesimpulan sebagai tahun 2010 dan penenlitan Syaifun Anwar, program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya AuPenerapan Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC. Metode dilakukan melalui dua tahap. Yakni Activity pertama biaya ditelusur ke aktivitas Based Costing System Sebagai Alternatif yang menimbulkan biaya dan tahap Sistem Penentuan Tarif Rawat Inap pada Rumah Sakit Nashur kedua membebankan biaya aktivitas Ummah ke produk. Sedangkan tarif yang LamonganAy. Kedua penelitian ini berhasil diperoleh menambahkan cost rawat mengimplementasikan metode ABC pada inap dengan laba yang diharapkan. objek penelitan mereka dan hasilnya Metode Dari ABC tepat, dan mampu mengalokasikan biaya Costing masing-masing Suite Rp. VVIP Rp. 516, kelas VIP Rp. kelas I Rp. 888, kelas II Rp. Kesimpulan Pada bab ini akan dijelaskan tentang kesimpulan dari penelitian yang menggunakan metode Activity Based aktivitas ke setiap kaman secara tepat diketahui bahwa hasil perhitungan mereka dapat merenakan anggaran secara 385, dan kelas i Rp. Dari telah dilakukan penulis, dengan tujuan dibandingkan dengan metode yang untuk mengevaluasi tarif kamar rawat inap pada Rumah Sakit Husada Utama metode ABC yang saya terapkan Surabaya dengan penentuan tarif kamar memberikan hasil yang lebih kecil, yang menggunakan metode yang berbasis kecuali pada kelas I, kelas aktivitas (Activity Based Costin. kelas i. Hal ini dikarenakan karena Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh pada Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Rumah Sakit. II dan penentuan tarifnya. Dengan selisih Suite Rp 702. VVIP Rp 484. VIP Rp 142. Kelas I JEA17 JURNAL EKONOMI AKUNTANSI. Hal 37 Ae 50 Volume 1. Nomor 1. April 2016 Rp. Kelas II Rp. Daftar Pustaka dan Kelas i Rp. Perbedaan Islahuzzaman, 2011. AuActivity Based Costing-Teori dan AplikasiAy. Bandung Alfabeta pembebanan biaya overhead pada dalam metode ABC, telah mampu Firdaus Ahmad Dunia. Wasilah, 2012. AuAkuntansi BiayaAy Eidisi 3. Jakarta : Salemba Empat. mengalokasikan biaya aktiva kesetiap Indra masing-masing Sehingga konsumsi masing-masing aktivitas. Saran