Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERTUNJUKAN SENI COWONGAN DI BANYUMAS Fadhila Mahrunisa1. Eka Mulyani2. Alief Budiyono3 Pascasarjana UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. Ahmad Yani No 40A. Purwokerto. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah 234120600030@mhs. id, 234120600050@mhs. alief@uinsaizu. 1,2,3 Abstract: The Cowongan performance held in Banyumas is a transformation of the Cowongan tradition carried out by farmers in ancient times. The Cowongan performance is an attempt to ask for rain when experiencing a prolonged drought. The purpose of this research is to find out the values of Islamic Religious Education contained in the performances held in Banyumas Regency. The research method used in this research is a descriptive qualitative field research method. The research results show that the Cowongan performance has values contained in it, including: Moral values which include the qualities of faith and piety, patience and helping. The value of worship, namely ghiru mahdah worship or worship through broadcasting religion, advising goodness, mutual cooperation and helping. Keywords: Values. Boys. Islamic Religious Education Abstrak: Pertunjukan Cowongan yang diadakan di Banyumas merupakan transformasi dari tradisi Cowongan yang dilakukan oleh para petani pada zaman Pertunjukan Cowongan merupakan sebuah usaha untuk meminta hujan Ketika mengalami kemarau yang berkepanjangan. Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam pertunjukan yang dilaksanakan di Kabupaten Banyumas tersebut. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penenlitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Dengan hasil penelitian yang diperoleh bahwa pertunjukan Cowongan memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain: . Nilai akhlak yang meliputi sifat beriman dan bertaqwa, sabar dan tolong . Nilai Ibadah yaitu ibadah ghairu mahdah atau ibadah dengan melalui cara mensyiarkan agama, menasihati kebaikan, gotong royong dan menolong antar Kata Kunci: Nilai. Cowongan. Pendidikan Agama Islam udaya lahir dari kebiasaan-kebiasaan merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan, setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing khususnya Jawa sebuah kebudayaan yang di laksanakan Tengah itu sendiri. Semua hasil karya, rasa. Masyarakat cipta yang di lakukan oleh masyarakat merupakan salah satu objek yang ada di dapat diartikan sebagai suatu kebudayaan, dalam suatu unsur kebudayaan. Indonesia 36 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 yang mana hal tersebut dapat melalui dari . dan irus . endok sayu. serta proses belajar. dipercantik seperti halnya seorang putri. Budaya Tokoh Cowongan biasanya diperankan oleh perempuan. Perempuan yang suci, mengekspresikan rasa cinta, kekaguman, yang tidak sedang menstruasi, pasca syukur yang ada pada jiwa manusia. Dalam melahirkan, atau baru saja berhubungan karya seni tradisional terdapat pesan. Ritual upacara adat Cowongan makna yang memang disampaikan untuk dilakukan pada saat kemarau panjang, jika masyarakat lain berupa pengetahuan, ide, memang sudah lama tidak turun hujan. kepercayaan dan nilai norma yang ada pada Ritual ini biasanya berlangsung pada akhir seni tersebut masa Hapat . asa yang dihitung menurut Banyumas merupakan kabupaten penanggalan Jaw. biasanya sekitar bulan yang mempunyai seni budaya yang masih September. Ritual upacara ini dilaksanakan setiap malam jumatdan dimulai pertama berbeda dari daerah lain di Jawa Tengah. kali pada malam jumAoat kliwon. Menurut Nilai-nilai seni dan budaya tradisionalyang kepercayaan mereka, datangnya hujan diwariskan kepada generasi mendatang adalah pertolongan bidadari Dewi Sri. dan diamalkan oleh masyarakat dalam Dewi Sri . ewi pad. merupakan simbol bentuk ritual adat, contohnya tradisi kekayaan dan kemakmuran. Melalui doa Lengger. Ebeg. Cowongan. Wayang Kulit. Begalan dan lain sebagainya. Kesenian sepenuh hati. Dewi Sri turun ke bumi tersebut mempunyai fungsi yang berbeda- melalui pelangi dan mendatangkan hujan. Datangnya hujan menandakan datangnya menjadi ajang pertunjukan hal ini juga rahmat Tuhan yang menjadi sumber menjadi ritual dan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di doa keselamatan maupun kesejahteraan untuk masyarakat di muka bumi. (Kamal, 2. Menurut Bapak Titut Edi Purwanto merupakan sesuatu yang sudah melekat seorang Budayawan Banyumas, adanya pada masyarakat Banyumas, seperti halnya kesenian tersebut berawal dari sebuah ritual pemanggil hujan atau biasa disebut tradisi yang dilakukan oleh para leluhur, dengan Cowongan. dengan seiringnya waktu tradisi tersebut Banyumas. Tradisi Kesenian Cowongan sudah mulai usang dan sudah tidak banyak upacara berdoa meminta hujan dengan Kecintaannya terhadap kesenian membuat 37 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 beliau sangat prihatin dan akhirnya beliau yang merupakan bagian dari sebuah iringan musik, gamelan, tari-tarian dll. Beliau ingin memperkenalkan kepada anak cucu bahwa nenek moyang kita bisa menciptakan sebuah karya yang hebat, didalamnya terdapat nilai sastra yang indah yaitu bentuk cinta kita terhadap Tuhan . ablum minalla. , bagaimana menjalin . ablum minanna. , dan bentuk komunikasi kita terhadap alam sekitar . ablum min alAoala. Selain Budayawan pak Titut juga mengampu METODE PENELITIAN Dalam informasi penulis menggunakan penelitian lapangan . ield researc. yag besifat menjelaskan dan menjawab terkait topik pemahasan di dalam penelitian. Dengan hal ini penulis mengambil sekumpulan dijadikan sebagai objek utama dalam memberikan gambaran kesenian tersebut. Penelitian deskriptif dilakukan bertujuan untuk menggambarkan suatu gejala atau peristiwa secara sistematis dan akurat (Wagiran, 2. Padepokan Seni Cowong Sewu yang HASIL DAN PEMBAHASAN bertempat di Desa Pangebatan. Kec. Kesenian Cowongan Menurut Budayawan Banyumas Karanglewas. Kab. Banyumas. Oleh karena itu peneliti mengulik kesenian Bapak Titur Edi Purwanto (Pawang Banyumas Cowonga. Cowongan dulunya pertama sebagai salah satu jenis kesenian yang kali dilaksanakan pada sekitar tahun 60- sangat tepat sebagai wahana pelestarian budaya lokal. Kesenian yang sampai digunakan sebagai sebuah ritual dalam sekarang masih sering diritualkanoleh memanggil hujan. Cowongan adalah salah masyarakat Banyumas. Fenomena tersebut satu sarana yang dijadikan sebagai suatu merupakan salah satu hal yang menarik pengungkapan keinginan masyarakat akan turunnya hujan agar berhasil dalam panen. perkembangan zaman yang sangat canggih Kata Cowongan berasal dari kata Aucowang ada sekelompok masyarakat yang masih cowengAy yang memiliki arti corat coret di setia untuk mempraktikkan bentuk ritual wajah boneka Cowong. Karena memang Cowongan kegiatan ini menggunakan sebuah boneka 38 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 cowong yang dicoret-coret pada bagian tradisi Cowongan. Salah seorang seniman Cowong adalah boneka yang yang ada di Banyumas Titut Edi Purwanto terbuat dari bathok kelapa dan diberi baju menganggap bahwa tradisi Cowongan yang terbuat dari jermai, rumput dan daun merupakan sebuah pertunjukan yang di kering atau kain dan dirias seperti layaknya saying baik unsur-unsur perwujudan dari seorang bidadari. (Dwi maupun terhadap alam. Dengan begitu ia Irawan et al. , 2. berusaha mengangkat kembali kesenian Oleh Banyumas. Cowongan diartikan sebagai pering, cemong atau therok yang artinya yang sudah hilang tersebut dengan sebuah seni pertunjukan yang unik dan menarik. Berdasarkan Dan sebagian dari mereka masih disampaikan oleh Titut, tradisi Cowongan melakukan ritual tersebut ketika terjadi tidak hanya dijadikan sebagai sebuah kemarau yang berkepanjangan atau yang pertunjukan, melainkan dijadikan sebagai sering disebut dengan mangsa ketiga bentuk upaya dalam mempromosikan hasil Hal ini dikarenakan karena para panen yang dihasilkan. Biasanya tradisi petani membutuhkan hujan untuk mengairi sawah yang dijadikan sebagai sumber Dari hasil panen tersebut, kemudian pokok untuk memenuhi kebutuhannya. Menurut Pemeran Banyumas melalui kesenian Cowongan ini Cowongan ini diantaranya yaitu pawang, dapat dijadikan sarana sebagai upata untuk boneka cowong, bidadari (Dewi Sr. , iblis meminta bantuan kepada Dewi Sri atau dan punggawa. Ketika selesai pertunjukan, dewi padi lambang kemakmuran dan hasil panen akan dijual kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau sehingga semua masyarakat dapat merasakan padi perkembangan zaman, kesenian ini mulai yang dihasilkan. Dengan begitu dengan hilang begitu saja. Hal ini disebabkan adanya tradisi cowongan ini diharapkan karena lambatnya respon tradisi Cowongan dapat dijadikan sebagai upaya dalam perubahan zaman. Selain itu, kurangnya Dengan pemahaman masyarakat mengenai proses Pada dasarnya tradisi Cowongan konkretisasi dan signifikansi sastra yang dan pertunjukan Cowongan ini memiliki 39 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Dimana terdapat perbedaan pada boneka Dalam yang digunakan, dalam tradisi Cowongan Cowongan, persiapan yang dilakukan boneka yang digunakan terbuat dari bahan tidak begitu serius seperti yang dulu Jerami, rumput dan dau kering sedangkan boneka yang digunakan dalam pertunjukan boneka dihias sedemikian rupa yang Tetapi dalam hal ini subtansi magis masih terasa dalam pertunukan. Dalam menggunakan baju kebaya yang berwarna tahap persiapan ini, para pemain akan hitam, rok batik, sanggul dan selendang. Upaya tersebut dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap pertunjukan digunakan ketika pertunjukan. Setelah Cowongan dan menghilangkan suasana persiapan selesai, akan dilakukan arak- yang berbau mistis. Perbedaan yang kedua arakan menuju lokasi pertunjukan. yaitu dalam pertunjukan Cowongan ini Dalam proses arak-arakan, bidadari terdapat pementasan tarian, sedangkan jika akan dibawa menggunakan tandu yang di dalam tradisi Cowongan itu sendiri tidak dibawa oleh para punggawa dan ada pementasan tambahan atau pendukung, pemain lainnya mengikuti dibelakang dikarenakan tradisi Cowongan dianggap sang putri. Ketika proses arak-arak sebagai ritual yang sacral dan tidak boleh dilangsungkan, setiap pemain berjalan dengan membaca penggalan kalimat Dan Cowongan. perbedaan yang mendasar lainnya yaitu musik, yang diaman ritual Cowongan tidak sulandanaAy dan membakar kemenyan. menggunakan music pengiring sedangkan Hal tersebut dijadikan sebagai pertanda dalam pertunjukan membutuhkan adanya dan memperkenalkan adanya sebuah sebuah musik yang dijadikan sebagai pengiring pelaksanaan pertunjukan. Dalam hal ini pengiring yang dumainkan biasanya Tahap pelaksanaan calung, angklung, gamelan dan lainnya. Dalam Pelaksanaan Pertunjukan Cowongan Cowongan Ausulasih Cowongan dimuali dengan adanya pembacaan Cowongan puisi yang berisikan tentang kehidupan yang dilakukan terdapat tahapan-tahapan seorang petani. Setelah pembacaan yang dilakukan baik dari tahap persiapan, puisi kemudian sang pawang akan pelaksanaan dan pasca pelaksanaan. masuk ke dalam tempat pertunjukan Tahap Persiapan dengan membacakan sebuah mantra Dalam 40 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 yang dipersembahkan untuk Dewi Sriagar dapat turun dan memberikan air hujan kepada para petani. Mantra menetralisir boneka cowong tersebut. tersebut berbunyi: Hal tersebut dilakukan sebagai upaya Sulasi Sulandana kukus menyan ngundhang dewa (Sulasih sulandana mengukus menyan mengundang dew. Ana dewa dening sukma widadari temuruna runtug-runtung kesanga (Ada dewa yang mengerahkan roh malaikat turun kerumunan Sembila. Sing mburi karia lima. Leng-leng (Hanya ada lima yang tertinggal bertahan bertahan dengan gelang Gulenge Pangebatan gelang-gelang (Bertahan hidup dengan gelang Ngleyoni putria ngungkung Cek incek raga balik Rog rog asem kamilaga (Melayani kembalinya tubuh rog-rogan asem kami leg. Reg-regan, rog, rogan Reg regan, rog (Reg rega, rog, rogan Reg regan. Setelah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha esa. Fungsi Manfaat Kesenian Dengan Cowongan Cowongan ini, membawa dampak baik bagi masyarakat sekitar, selain terdapat nilai seni dalam pertunjukan Cowongan ini juga terdapat nilai keindahan dan nilai kultur budaya yang dapat digunakan dalam meningkatkan sikap menghargai ciptaan leluhur dan dapat melatih seseorang untuk masyarakat lain. Jika dilihat dari sisi mengandung berbagai manfaat sebagai Hiburan Manfaat tersebut, kemudian bidadari akan turun Cowongan ini sebagai sarana hiburan, dan disambut oleh para petani dengan karena pertunjukan Cowongan ini sebuah persembahan. Dan bidadari memberikan sebuah kesenangan dan tersebut membantu manusia yang ada kebahagiaan dan setiap gerakan tarian dibumi bersama para punggawanya Bersama para petani yang ada di bumi. Tahap Pasca pelaksanaan Selesainya pertunjukan Cowongan akan ditandai dengan adanya tarian Dalam hal ini sang pawang 41 | e-ISSN: 2746-8062 Cowongan dijadikan sebagai ritual, namun pada saat ini hanya dijadikan sebagai sebuah hiburan yang memiliki edukasi budaya di dalamnya. Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Pendidikan Kebermanfaatan Cowongan ini dapat dijadikan sebagai Cowongan ini mengajarkan kepada generasi muda untuk selalu kreatif dan tau akan sebuah kesenian. Selain itu, juga mantra dalam pertunjukan ini dapat digunakan sebagai sarana dalam Pandangan Islam Dalam Tradisi Cowongan Pertunjukan seni Cowongan yang paling terlihat, atau ada adegan yang mengandung nilai keimanan, yang meliputi dua nilai yaitu keesaan Allah SWT dan wujud syukur kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa contoh dari nilai-nilai tersebut: mengenalkan alam kepada setiap anak. Dan di setiap pertunjukan Cowongan senantiasa mengangkat potensi sumber daya manusia yang ada sehingga dapat mempunyai daya seni dan kreasi seni. Wujud Ekspresi Artistic dilihat dari adanya simbol benda yang terdapat dalam pertunjukan Cowongan, menyangkut dengan keindahan seni, kreasi dan hiburan masyarakat. Cowongan perputaran ekonomi yaitu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membuka lapak usaha dalam hari Dengan pertunjukan Cowongan dapat dijadikan sebagai sarana untuk berdagang karena 42 | e-ISSN: 2746-8062 seni Cowongan ditandai dengan salah satu mantra yang di bacakan oleh Cowongan. Mantra pada baik ketujuh lakuning menyanAy yang menunjukkan gambaran bahwa orang yang selalu bersyukur dapat memberikan jalan kehidupan yang penuh dengan kasih sayang kepada ummat manusia dan dari Allah SWT maka diyakinkan Tuhan yang mana dalam pertunjukan selalu bersyukur atas segala nikmat Perputaran Ekonomi Yang Pertama wujud syukur kepada yang berbunyi AuSang langgeng jati Wujud ekspresi artisitik ini dapat dipertontonkan untuk orang banyak. Dikatakan sebagai sarana Pendidikan karena dalam pertunjukan Cowongan Allah SWT kenikmatan kepada manusia, namun ketika manusia ingkar kepadanya maka Allah SWT akan memberi azabnya di dunia dan diakhirat kelak. (Bahar. Kedua Tuhan yang mana dalam pertunjukan seni Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Cowongan ditandai dengan gerakan yang lurus dan tulus dalam buku ini, menengadahkan tangan serta wajah keatas, memegang kendi . adah ai. menyembah selain Allah SWT. Berdasarkan sambil membaca mantra atau doAoa. Ini Islam dibaratkan seseorang yang sedang memandang tradisi Cowongan sebagai memohon untuk datangnya hujan atau wujud syukur kepada Tuhan dan meng- setiap saat kita meminta rahmat dan Esakan Tuhan. Menjelaskan ungkapan karunia-Nya. Pada mengesakan Allah SWT sebagai wujud syukur atas segala yang diberikan oleh dengan konsep mengesakan Tuhan . Tuhan serta menjauhkan dari segala yang Hal ini dibuktikan dengan ciptaan tuhan karena hanya tuhan lah yang Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam mampu mengendalikan dan mengatur Tradisi Cowongan Hubungan alam danmanusiatidak dapat termasuk manusia dan segala sesuatu hanya boleh menyembah kepada sang sakral yang sangat tinggi yang dituangkan Apa yang ditunjukkan pada dalam ritual adat. Ritual adat berkaitan erat prosesi ini sejalan dengan pendapat dengan ritual keagamaan yang biasanya Sunardi dalam bukunya yang berjudul Mengesakan Allah bahwa pengakuan keagamaanyang dilakukan oleh suatu akan keesaan-Nya dengan kata lain, masyarakat itu berdasarkan kepercayaan. Hal nilai-nilai Ritual keesaan Allah SWT. manusiayang bertujuan mencari hubungan Manusia menerima keesaan Allah dengan dunia gaib penguasa alam melalui SWT melalui tauhid dengan beriman di berbagai tindakan atau ritual, contohnya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan di ritual keagamaan . eligious ceremonie. lakukan dengan kegiatan yang baik. dan adat istiadat lainnya. (R. , 2. Sehingga umat Islam yang beriman tidak Ritual adat Cowongan ini selain boleh menyembah selain Allah SWT, mempunyai konsep ulluhiyah sebagai Kemudian bentuk peng-Esaan kepada Alloh SWT, bertawakal dan bergantunglah kepada- juga disebutkan bahwa terdapat nilai-nilai Nya, percayalah kepada-Nya, memuja dan yang terkandung dalam pelaksanaan ritual mengagungkan-Nya. Sehingga terdapat tersebut, baik pelaksanaan maupun doa- mensekutukan-Nya. ciri-ciri individu yang memiliki keyakinan 43 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 tersebut dengan sabar dan dengan tetap berusaha melakukan ritual tersebut. Berdasarkan Saling Tolong-Menolong beberapa nilai akhlak pada seni Cowongan Seni Cowongan merupakan wujud tersebut, yaitu akhlak terpuji dan akhlak Akhlak terpuji meliputi beriman dewi sri yang menjadi bidadari turun dan bertaqwa, sabar, dan saling tolong- kebumi untuk membantu para petani Adapun penjelasan mengenai akhlak tersebut, sebagai berikut: pertunjukkan seni Cowongan juga Beriman dan bertaqwa merupakan bukti bahwa dengan adanya tolong-menolong. Selain Pertunjukan ini sempat menjadi sebuah bahan perbincangan, banyak yang mendatangkan penonton dan pedagang mengatakan seni Cowongan dikatakan yang sama-sama mempunyai manfaat sebagai perbuatan musyrik. Tetapi bagi siapa saja. Ini bukti bahwa sebagai manusia harus mempunyai hubungan menolak dengan pendapat seperti itu, baik dengan sesama manusia lain . ablum minanna. Cowongan Cowongan sebuah usaha agar doa ataupun mantra Adapun terdapat akhlak terpuji yang yang dipanjatkan dapat dikabulkan ada pada seni pertunjukan Cowongan oleh Alloh SWT dan tetap melestarikan Selain itu pertunjukan seni budaya-budaya yang sudah menjadi Cowongan juga mengandung nilai ibadah kebiasaan didaerah sekitar. yaitu ghoiru mahdah atau mensyiAoarkan Sabar Sabar yaitu menahan, dalam ritual membantu antar sesama dan gotong Cowongan tersebut adalah bertujuan untuk meminta hujan, khususnya bagi Seni Cowongan yang pertama adalah mensyiarkan agama yang di tandai bahwa tujuannya untuk mensyiarkan agama dan Permohonannya kepada mengingat Tuhan dan sesama. Kedua Alloh SWT dengan rasa percaya adalah menasehati kebaikan yang ditandai dirinya bahwa dewi sri akan segera dengan selesainya pertunjukkan tersebut pawang akan akan menasehati untuk selalu hidup rukun antar sesama, ketiga gotong Masyarakat royong dan membantu antar sesama. Hal 44 | e-ISSN: 2746-8062 Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 Ainun Lathifah dalam bukunya yang berjudul menengadahkan tangan serta wajah ke atas Teruntuk Perempuan Beriman bahwa sambil memegang kendi . adah ai. ibadah ghairu maghdah merupakan ibadah sambil membaca mantra atau doAoa, ini yang tata cara pelaksanaannya tidak menunjukkan bahwa segala sesuatu harus ditetapkan dengan rinci. Selama ibadah itu karena Tuhan dan hanya tuhan lah yang mengandung kebaikan dan tidak ada dalil mampu mengendalikan dan mengatur alam yang melarang, maka ibadah itu termasuk ibadah ghairu maghdah. Contoh ibadah Kedua, nilai pendidikan akhlak dalam ghairu mahdah, antara lain, gotong royong, pertunjukan seni Cowongan berisi akhlak shadaqah, saling menolong antar sesama, terpuji yang ditunjukkan selama prosesi menyiarkan agama, menasehati kebaikan seni Cowongan meliputi, beriman dan dan lain-lain. bertaqwa, sabar ditandai dengan petani yang menunggu kedatangan dewi sri SIMPULAN karena dipercaya menjadi utusan bisa Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan penulis terkait Nilai Pendidikan Islam dalam Pertunjukan Seni Cowongan Kabupaten Banyumas, disimpulkan sebagai berikut: akidah yaitu dalam pertunjukan seni Cowongan berisi dua nilai akidah, yaitu sebagai bukti syukur kepada Tuhan. Hal ini ditandai dengan makna doa atau lagu yang disyairkan oleh pawang dalam pertunjukan seni Cowongan yang mempunyai makna tentang arti bersyukur tentang apa yang sudah diberikan oleh Allah SWT selama Selain mengesakan Allah SWT hal ini ditandai dengan gerakan yang dilakukan oleh pawang saat pementasan seni Cowongan 45 | e-ISSN: 2746-8062 tolong-menolong, penonton dalam pertunjukkan berlangsung dan membantu kebaikan di tandai dengan dewi sri yang membantu para petani yang Pertama, nilai pendidikan yang berupa membantu petani di bumi. Sikap saling sedang kesusahan di bumi. Ketiga, nilai pendidikan ibadah dalam pertunjukan Cowongan yakni nilai ibadah ghairu mahdah. Ibadah ghairu mahdah Cowongan meliputi mensyiarkan agama yang ditandai dengan memberitahukan tentang agama agar kita selalu mengingat Allah SWT dan sesama, gotong royong yang ditandai saling bantu-membantu secara sukarela atas dasar kesadaran sosial dan kepedulian sesama sebagai jiwa seniman yang baik, menolong antar sesama ditandai dengan Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 5 Nomor 1 April 2024 adanyakerja sama tim yang kompak, dan menasehati kebaikan ditandai dengan menyampaiakan pesan dan kesan untuk tercipta masyarakat yang rukun dan damai. DAFTAR PUSTAKA