HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. Aromaterapi sebagai Intervensi Komplementer untuk Gejala Depresi dan Kecemasan pada Ibu Postpartum: Tinjauan Sistematis Penulis: Hillary Monica Victoria1 Novalia Widiya Ningrum 2 Ika Friscila 3 Dwi Rahmawati 4 Afiliasi: Prodi sarjana Kebidanan fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia1,2,4. Prodi sarjana Kebidanan fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia3 Korespondensi: victoria99@gmail. Abstrak: Periode postpartum merupakan fase adaptasi fisiologis dan psikologis yang kompleks bagi seorang ibu setelah melahirkan. Pada periode ini, perubahan hormonal dan emosional dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan psikologis seperti depresi postpartum dan kecemasan. Berbagai pendekatan nonfarmakologis mulai dikembangkan untuk membantu mengurangi gejala tersebut, salah satunya melalui penggunaan aromaterapi sebagai terapi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa basis data ilmiah, yaitu PubMed. Scopus. Web of Science, dan Google Scholar. Artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah artikel penelitian asli yang membahas penggunaan aromaterapi pada ibu postpartum dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Proses seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan serta melalui tahap penilaian kualitas artikel menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil penelusuran literatur menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan gejala depresi pada ibu postpartum setelah diberikan intervensi aromaterapi. Jenis minyak esensial yang paling banyak digunakan adalah lavender, yang diketahui memiliki efek relaksasi melalui stimulasi sistem limbik pada otak yang berperan dalam pengaturan emosi dan respons stres. Berdasarkan hasil sintesis literatur, aromaterapi berpotensi menjadi salah satu intervensi komplementer yang dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Namun demikian, penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas aromaterapi dalam konteks kesehatan mental ibu postpartum. Kata kunci: Aromaterapi. Depresi postpartum. EPDS. Postpartum. Terapi Pendahuluan Periode postpartum merupakan fase transisi penting dalam kehidupan seorang ibu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial setelah proses persalinan. Pada fase ini terjadi perubahan hormonal yang signifikan, khususnya penurunan kadar estrogen dan progesteron, yang dapat memengaruhi kestabilan emosi dan kondisi psikologis ibu. Perubahan tersebut dapat meningkatkan kerentanan ibu terhadap berbagai gangguan psikologis, termasuk kecemasan dan depresi postpartum (OAoHara & McCabe, 2. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. Depresi postpartum dan kecemasan postpartum merupakan gangguan psikologis yang cukup umum terjadi pada ibu setelah melahirkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa prevalensi depresi postpartum berkisar antara 10% hingga 20% pada ibu yang baru melahirkan di berbagai negara (Yim et al. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan psikologis ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hubungan antara ibu dan bayi, keberhasilan proses menyusui, serta perkembangan emosional dan kognitif anak pada tahap awal kehidupan (OAoHara & Wisner, 2. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan gangguan psikologis pada periode postpartum menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan maternal. Berbagai pendekatan telah digunakan untuk membantu mengatasi depresi dan kecemasan pada ibu postpartum, baik melalui terapi farmakologis maupun pendekatan nonfarmakologis. Terapi farmakologis seperti penggunaan obat antidepresan dapat membantu mengurangi gejala depresi, namun penggunaannya pada ibu postpartum memerlukan pertimbangan khusus, terutama bagi ibu yang sedang menyusui. Oleh karena itu, berbagai pendekatan nonfarmakologis mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif atau terapi komplementer yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu tanpa menimbulkan efek samping yang signifikan (Field, 2. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang semakin banyak digunakan dalam praktik kesehatan adalah aromaterapi. Aromaterapi merupakan metode terapi komplementer yang menggunakan minyak esensial dari tanaman aromatik untuk memberikan efek relaksasi serta meningkatkan kesejahteraan psikologis individu. Paparan aroma dari minyak esensial diketahui dapat merangsang sistem limbik pada otak yang berperan dalam pengaturan emosi dan respons stres (Herz, 2. Beberapa jenis minyak esensial seperti lavender, chamomile, dan rose dilaporkan memiliki efek menenangkan yang dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan, stres, serta gangguan suasana hati (Koulivand et al. , 2. Sejumlah penelitian telah melaporkan potensi manfaat aromaterapi dalam membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Namun demikian, hasil penelitian yang ada masih menunjukkan variasi dalam desain penelitian, jenis minyak esensial yang digunakan, serta hasil yang Selain itu, sebagian besar penelitian dilakukan dalam skala kecil dengan metode penelitian yang beragam sehingga diperlukan sintesis bukti ilmiah yang lebih komprehensif untuk memahami sejauh mana aromaterapi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan psikologis ibu pada periode postpartum. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu tinjauan sistematis yang mengkaji secara komprehensif hasil penelitian terkait penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran aromaterapi sebagai intervensi komplementer dalam membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Studi Literatur Aromaterapi pada Masa Postpartum Masa postpartum ditandai dengan perubahan hormonal drastis, terutama penurunan estrogen dan progesteron, yang berkontribusi terhadap fluktuasi serotonin dan peningkatan kerentanan terhadap gangguan mood (OAoHara & McCabe, 2. Dalam kondisi ini, intervensi non farmakologis yang aman bagi ibu menyusui menjadi sangat penting. Beberapa jenis minyak esensial yang sering digunakan pada ibu postpartum antara lain: Lavender (Lavandula angustifoli. Lavender merupakan minyak esensial yang paling banyak diteliti dalam konteks kecemasan dan depresi. Kandungan linalool dan linalyl acetate memiliki efek sedatif ringan dan anxiolytic (Koulivand et al. , 2. Uji klinis terkontrol menunjukkan bahwa inhalasi lavender selama 15Ae30 menit setiap hari selama 1Ae2 minggu dapat menurunkan skor depresi postpartum secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (Igarashi, 2013. Conrad & Adams, 2. Penurunan skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dilaporkan berkisar 2Ae6 poin setelah intervensi. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. Selain itu, penelitian oleh Uehleke et al. menunjukkan bahwa preparat lavender juga efektif menurunkan skor kecemasan pada gangguan kecemasan umum, yang memiliki mekanisme neurobiologis serupa dengan kecemasan postpartum. Bergamot (Citrus bergami. Bergamot diketahui memiliki efek peningkatan mood melalui regulasi sistem saraf otonom dan penurunan aktivitas simpatis (Han et al. , 2. Senyawa limonene dalam bergamot berperan dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan perasaan relaksasi. Citrus (Lemon/Orang. Minyak esensial citrus seperti lemon dan orange memiliki efek menyegarkan dan relaksasi ringan. Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa aroma citrus dapat menurunkan kecemasan situasional dan meningkatkan mood (Lehrner et al. , 2. Studi pada ibu postpartum menunjukkan bahwa aromaterapi lemon inhalasi selama tujuh hari efektif menurunkan skor kecemasan (Rahayu, 2. Chamomile (Matricaria chamomill. Chamomile memiliki efek sedatif ringan dan antiinflamasi. Kandungan apigenin berikatan dengan reseptor benzodiazepin di otak, memberikan efek relaksasi (Amsterdam et al. , 2. Meskipun penelitian pada postpartum masih terbatas, chamomile sering digunakan sebagai terapi pendukung untuk gangguan tidur dan kecemasan ringan. Bukti Empiris pada Ibu Postpartum Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa aromaterapi inhalasi lavender selama 15Ae30 menit per hari selama satu hingga dua minggu mampu menurunkan skor EPDS secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (Igarashi, 2013. Conrad & Adams, 2. Meta-analisis terbaru juga melaporkan bahwa aromaterapi memiliki efek moderat dalam menurunkan gejala depresi postpartum ringan hingga sedang (Shamsunisha et al. , 2. Efek ini lebih konsisten pada metode inhalasi dibandingkan aplikasi topikal, kemungkinan karena stimulasi langsung sistem olfaktori ke sistem limbik. Secara keseluruhan, literatur menunjukkan bahwa aromaterapi dapat menjadi terapi komplementer yang aman, murah, dan mudah diimplementasikan dalam asuhan kebidanan, terutama pada ibu postpartum dengan gejala postpartum blues dan depresi ringan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai penggunaan aromaterapi dalam menurunkan gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Proses peninjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guna memastikan transparansi dan reprodusibilitas proses seleksi artikel. Strategi Pencarian Literatur Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data ilmiah yang relevan dengan bidang kesehatan, yaitu Google Scholar. Portal Garuda. Mendeley, dan PubMed. Keempat basis data tersebut dipilih untuk memperoleh cakupan artikel nasional maupun internasional yang membahas penggunaan aromaterapi pada ibu postpartum. Proses pencarian artikel dilakukan menggunakan kombinasi kata kunci yang berkaitan dengan aromaterapi dan gangguan psikologis pada ibu setelah melahirkan. Kata kunci yang digunakan meliputi: A AuaromatherapyAy OR Auessential oilAy A Aupostpartum depressionAy OR Aupostpartum anxietyAy A Aupostpartum womenAy OR Aupostnatal womenAy This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. Kata kunci tersebut dikombinasikan menggunakan operator Boolean AND dan OR untuk memperluas hasil pencarian serta memastikan relevansi artikel yang diperoleh dengan topik penelitian. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi: Artikel penelitian asli yang membahas penggunaan aromaterapi pada ibu postpartum. Artikel yang meneliti pengaruh aromaterapi terhadap depresi postpartum, kecemasan postpartum, atau kondisi psikologis ibu setelah melahirkan. Artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah terindeks. Artikel yang tersedia dalam teks lengkap . ull tex. Sementara itu, kriteria eksklusi dalam penelitian ini meliputi: Artikel yang berupa tinjauan pustaka, editorial, atau laporan kasus. Artikel yang tidak secara spesifik membahas penggunaan aromaterapi pada ibu postpartum. Artikel yang tidak tersedia dalam teks lengkap. Proses Seleksi Artikel Proses seleksi artikel dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Tahap pertama adalah identifikasi, yaitu pencarian artikel melalui database Google Scholar. Portal Garuda. Mendeley, dan PubMed menggunakan kata kunci yang telah ditentukan. Pada tahap ini diperoleh sejumlah artikel awal yang berpotensi relevan dengan topik penelitian. Tahap kedua adalah screening, yaitu penyaringan artikel berdasarkan judul dan abstrak untuk mengidentifikasi artikel yang sesuai dengan fokus penelitian mengenai penggunaan aromaterapi pada ibu Artikel yang tidak relevan dengan topik penelitian kemudian dieliminasi pada tahap ini. Tahap ketiga adalah eligibility, yaitu penilaian kelayakan artikel berdasarkan teks lengkap . ull tex. sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Artikel yang memenuhi seluruh kriteria kemudian dimasukkan ke tahap akhir yaitu inclusion, yaitu artikel yang dianalisis dalam proses systematic Berdasarkan proses seleksi literatur, diperoleh 50 artikel awal dari berbagai basis data. Setelah melalui tahap screening dan evaluasi kelayakan, sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan digunakan dalam proses analisis systematic review. Penilaian Kualitas Artikel Kualitas metodologis artikel yang terpilih dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Instrumen ini digunakan untuk mengevaluasi kualitas metodologi penelitian yang direview, termasuk aspek desain penelitian, validitas data, serta konsistensi hasil penelitian. Penilaian kualitas artikel dilakukan untuk memastikan bahwa studi yang dianalisis memiliki kualitas metodologis yang memadai. Ekstraksi dan Analisis Data Data dari setiap artikel yang terpilih kemudian diekstraksi secara sistematis untuk memperoleh informasi penting yang berkaitan dengan penelitian. Informasi yang diekstraksi meliputi nama penulis, tahun publikasi, negara penelitian, desain penelitian, jumlah sampel, jenis aromaterapi yang digunakan, serta hasil utama penelitian terkait depresi atau kecemasan postpartum. Data yang telah diekstraksi selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif . arrative synthesi. untuk mengidentifikasi pola temuan dari berbagai penelitian yang direview. Hasil dari setiap penelitian kemudian dibandingkan dan disintesis untuk memberikan gambaran komprehensif This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. mengenai peran aromaterapi sebagai intervensi komplementer dalam membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan pada ibu postpartum. Hasil Proses seleksi literatur dilakukan secara sistematis dari 50 artikel awal hingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari penelitian nasional dan internasional. Artikel diperoleh melalui database Google Scholar . Portal Garuda . , serta Mendeley dan PubMed . Seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, screening, dan evaluasi kelayakan berdasarkan desain penelitian, karakteristik responden, instrumen yang digunakan, serta relevansi dengan topik pengaruh aromaterapi terhadap postpartum blues atau depresi postpartum. Kualitas metodologis dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil penilaian menunjukkan bahwa sebagian besar studi memiliki kualitas baik. Dari 9 penelitian quasieksperimental, 5 artikel memperoleh skor 100%, 1 artikel 88,8%, dan 3 artikel 77,7%. Sementara itu, 1 studi deskriptif analitik memperoleh skor 100%. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan pada aspek kontrol variabel perancu dan prosedur randomisasi, seluruh artikel memenuhi standar kualitas (>70%) dan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Berdasarkan hasil kajian literatur, sebagian besar penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan intervensi aromaterapi berupa inhalasi minyak esensial lavender, bergamot, atau sereh (Cymbopogon citratu. Instrumen yang paling banyak digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk mengukur gejala postpartum blues atau depresi postpartum. Tabel 1 Kajian Literature Penulis Jurnal (Tahu. 1 (Malahayati. Judul Penelitian Bahasa Sumber Artikel Tujuan Metode Hasil/ Temuan Aromaterapi Minyak Indonesia Google Esensial Bergamot Scholar Menurunkan Resiko Postpartum Blues Mengetahui pengaruh Quasi pemberian aromaterapi Experiment postpartum blues Berdasarkan skrining awal menggunakan kuesioner EPDS, dari 86 orang ibu postseksio sesar, 38 orang mengalami postpartum blues . ,18%). Selanjutnya 9 orang menolak berpartisipasi dalam penelitian dengan alasan alergi, tidak punya waktu dan dilarang suami. Hasil analisis penelitian disajikan dalam bentuk Didapati bahwa pemberian aromaterapi minyak esensial bergamot bermanfaat mengatasi postpartum blues. Terlihat dari penurunan score EPDS sejak pertama kali pemberian hingga hari 2 (Sari dan Pengaruh Aromaterapi Indonesia Google Widyaningrum. Minyak Sereh Scholar (Cymbopogon Citratu. Terhadap Pencegahan Postpartum Blues Pada Ibu Primipara Di RSUD Kabupaten Sokoharjo Mengetahui pengaruh Quasi minyak Experiment . ymbopogon pencegahan postpartum blues pada ibu primipara Adanya pengaruh aromaterapi aromaterapi minyak sereh (Cymbopogon Citratu. untuk mencegah postpartum blues pada ibu 3 (Rahman. F dan Penerapan Aromaterapi Indonesia Google Astutiningrum. Minyak Sereh Terhadap Scholar Diah. Pencegahan Gejala Post Partum Blues Pada Ibu Primipara Di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Mengetahui efektifitas Deskriptif pemberian aromaterapi Analitik minyak sereh terhadap postpartum blues pada Terbukti pemberian aromaterapi minyak sereh selama 3 hari dapat menurunkan gejala postpartum blues pada klien 1 sebesar 5 score lebih besar dari klien 2 sebanyak 1 score. 4 (Nainggolan. Mengetahui Bahwa pemberian aromaterapi minyak esensial lavender bermanfaat mengatasi postpartum Terlihat dari penurunan score EPDS. Aromaterapi Minyak Indonesia Google Esensial Lavender Scholar Menurunkan Risiko Postpartum Blues pengaruh Quasi Experiment This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. 5 (Amin, et. Aromaterapi Lavender Indonesia Google Menurunkan Skor Scholar Edinburgh Postpartum Depression Scale Pada Ibu Dengan Postpartum Blues Mengetahui Quasi Experiment Quasi Mengetahui Experiment efektivitas aromaterapi menggunakan bergamot dengan minyak lavender pada postpartum blues. Penelitian ini menemukan adanya perbedaan yang signifika/bermakna pada skor EPDS kelompok perlakuan setelah pemberian terapi . =0,001< ). Hal ini berarti ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap skor EPDS. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa aromaterapi lavender dapat menurunkan skor EPDS pada ibu yang mengalami postpartum blues sehingga efektif untuk mengatasi kejadian postpartum blues. 6 (Malahayati, et. Effect Of Aromatherapy Inggris Using Bergamot And Lavender Oils Postpartum Blues Google Scholar 7 (Amin, et. Aromatherapy Oils Of Inggris Lavender (Lavandula Angustifoli. Inhalance Reduced Norepinephrine Levels Of Woman With Postpartum Blues Based On Edinburgh Postpartum Depression Scale Mendeley Mengetahui pengaruh Quasi pemberian aromaterapi Experiment mengurangi hormone Aromaterapi lavender efektif mengurangi hormone norepinephrine pada wanita postpartum blues, yang sebelumnya telah dilakukan terapi komplementer untuk pencegahan postpartum blues dari awal gejala sampai depresi. 8 (Kiyanpour Effect Of Lavender Scent Inggris Inhalation On Prevention Of Stress. Anxiety And Depression The Postpartum Period Mendeley Mengetahui aromaterapi Quasi lavender dengan metode Experiment inhalasi dapat mencegah kekhawatiran berlebih dan depresi postpartum. Aromaterapi lavender dengan metode inhalasi dapat mencegah rasa stress, kekhawatiran berlebih dan depresi postpartum. Dapat digunakan sebagai metode komplementer dalam mengatasi gejala. 9 (Shiravani Effect Of Lavender Oil Inggris Aroma In The Early Hours Of Postpartum Period On Maternal Pains. Fatigue. And Mood: A Randomized Clinical Trial Pubmed Mengetahui pengaruh Quasi aromaterapi pada jam- Experiment Aromaterapi lavender digunakan pada jam-jam pertama postpartum dan didapatkan hasil dibandingkan dengan tidak menggunakan Effectiveness Of Inggris Aromatherapy Treatment In Alleviating Fatigue And Promoting Relaxation Of Mothers During The Early Postpartum Period Pubmed Mengetahui perawatan Quasi dengan menggunakan Experiment meringankan kelelahan dan sebagai bentuk Penggunaan aromaterapi untuk mengatasi kelelahan pada ibu postpartum juga dapat memberikan rasa relaksasi pada ibu postpartum. 10 (Asazawa Penelitian ini menemukan adanya perbedaan yang signifika/bermakna pada skor EPDS kelompok perlakuan setelah pemberian terapi . =0,001< ). Hal ini berarti ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan bergamot terhadap skor EPDS. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa aromaterapi lavender dapat menurunkan skor EPDS pada ibu yang mengalami postpartum blues sehingga efektif untuk mengatasi kejadian postpartum blues. Pembahasan Hasil systematic literature review ini menunjukkan bahwa aromaterapi, khususnya lavender dan bergamot, secara konsisten menurunkan skor EPDS pada ibu postpartum. Namun, temuan ini perlu dianalisis tidak hanya dari sisi signifikansi statistik, tetapi juga dari aspek biologis, psikologis, dan konteks adaptasi maternal. Aromaterapi dalam Perspektif Teori Stres Menurut teori stres Lazarus dan Folkman, stres merupakan hasil interaksi antara individu dan lingkungannya, terutama ketika tuntutan yang dihadapi melebihi kemampuan koping individu. Masa postpartum merupakan periode transisi biologis dan psikososial yang kompleks, ditandai oleh perubahan This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. hormonal drastis, kurang tidur, adaptasi peran sebagai ibu, serta tuntutan menyusui (OAoHara & McCabe. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap postpartum blues dan depresi postpartum. Secara fisiologis, stres postpartum berkaitan dengan aktivasi aksis hipotalamus pituitary adrenal (HPA axi. dan peningkatan hormon stres seperti kortisol serta norepinefrin (Yim et al. , 2. Aromaterapi bekerja melalui jalur olfaktori yang terhubung langsung dengan sistem limbik, terutama amigdala dan hipokampus, yang berperan dalam regulasi emosi (Herz, 2. Komponen aktif seperti linalool pada lavender terbukti memiliki efek modulasi terhadap neurotransmiter GABA yang menekan aktivitas simpatis dan memberikan efek anxiolytic (Koulivand et al. , 2. Penelitian dalam kajian ini menunjukkan adanya penurunan skor EPDS setelah intervensi aromaterapi, bahkan salah satu studi melaporkan penurunan kadar norepinefrin secara signifikan (Amin et , 2. Hal ini memperkuat dugaan bahwa aromaterapi tidak hanya memberikan efek psikologis subjektif, tetapi juga memiliki dasar neuroendokrin yang terukur. Namun demikian, sebagian besar penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kontrol terbatas terhadap variabel perancu seperti dukungan sosial, riwayat gangguan psikologis, atau kualitas tidur. Faktor-faktor tersebut merupakan determinan penting dalam teori stres dan dapat memengaruhi outcome depresi postpartum. Oleh karena itu, interpretasi efektivitas aromaterapi perlu mempertimbangkan kemungkinan bias tersebut. Aromaterapi dalam Perspektif Teori Adaptasi Postpartum Dalam teori adaptasi maternal . aternal role attainmen. , masa postpartum merupakan fase penting pembentukan identitas dan peran sebagai ibu. Ketidakmampuan beradaptasi secara emosional dapat memicu postpartum blues sebagai respons transisi (Mercer, 2. Aromaterapi dapat dipandang sebagai intervensi yang mendukung proses adaptasi emosional ibu. Efek relaksasi, peningkatan mood, serta penurunan kecemasan membantu ibu mencapai kondisi psikologis yang lebih stabil, sehingga mempermudah proses bonding dan penyesuaian peran. Studi internasional menunjukkan bahwa aromaterapi juga menurunkan kelelahan dan meningkatkan kualitas relaksasi pada periode postpartum awal (Asazawa et al. , 2018. Shiravani et al. , 2. Hal ini penting karena kelelahan merupakan faktor risiko gangguan mood pada ibu nifas. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian dalam kajian ini memiliki durasi intervensi relatif singkat . Ae14 har. , sehingga belum dapat menjelaskan dampak jangka panjang terhadap adaptasi maternal. Selain itu, variasi metode pemberian . nhalasi, difuser, pijat aromaterap. serta jenis minyak esensial menyebabkan heterogenitas hasil yang cukup tinggi. Temuan yang konsisten menunjukkan bahwa aromaterapi berpotensi sebagai terapi komplementer yang aman, non-invasif, dan mudah diterapkan dalam asuhan kebidanan. Aromaterapi dapat digunakan sebagai intervensi promotif dan preventif pada ibu dengan skor EPDS borderline atau gejala ringan. Namun, intervensi ini tidak menggantikan terapi farmakologis atau psikoterapi pada depresi sedang hingga berat. Penerapannya perlu diintegrasikan dengan skrining rutin EPDS, dukungan keluarga, dan edukasi kesehatan mental maternal. Kesimpulan Systematic literature review ini menunjukkan bahwa aromaterapi, terutama minyak esensial lavender dan bergamot, secara konsisten berhubungan dengan penurunan skor depresi postpartum dan gejala postpartum blues berdasarkan instrumen terstandar seperti EPDS. Temuan ini mengindikasikan bahwa aromaterapi memiliki potensi sebagai intervensi komplementer berbasis mekanisme neurobiologis melalui modulasi sistem limbik dan respons stres maternal. Meskipun sebagian besar studi memiliki kualitas metodologis yang baik, dominasi desain quasieksperimental, ukuran sampel yang relatif kecil, serta heterogenitas jenis intervensi dan durasi pemberian membatasi kekuatan generalisasi dan inferensi kausalitas. Oleh karena itu, diperlukan randomized This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Volume : 5 | Nomor 1 | January 2026 | E-ISSN : 2809-9117 | DOI: https://doi. org/10. 47709/healthcaring. controlled trial (RCT) berskala besar dengan kontrol variabel psikososial yang lebih ketat untuk memperkuat validitas eksternal dan internal temuan. Referensi