JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 TRAUMATIC HEALING PASKA BENCANA PADA ANAK-ANAK TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SEMERU DI KECAMATAN PRONOJIWO LUMAJANG JAWA TIMUR Iif Hanifa Nurrosyidah1*. Danang Afi Kurniawan2. Dedy Murdianto3 Program Studi D3 Farmasi. STIKES Rumah Sakit Anwar Medika. Jalan Raya By Pass Krian KM 33 Sidoarjo Jawa Timur Fakultas Psikologi. Universitas Selamat Sri. Jl. Soekarno-Hatta KM 03 Kendal Jawa Tengah Founder Handarbeni Foundation. Jl. Nginden Intan Barat/Blok C4/10 Surabaya Email: iifhanifanurrosyidah@gmail. ABSTRAK Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2021 telah menyebabkan korban jiwa dan ratusan rumah rusak akibat semburan abu vulkanik. Peristiwa ini tentunya sangat meninggalkan trauma bagi warga yang terdampak terutama anak-anak. Anak-anak adalah generasi penerus Bangsa, kondisi trauma pada psikologisnya akan berdampak pada pertumbuhan dan berkembangannya baik secara psikis dan jasmaniah. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mengadakan kegiatan traumatic healing paska bencana pada anak-anak yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kegiatan ini dilakukan pada posko pengungisan di SMP N 2 Pronojiwo dan posko pengungsian yang ada di desa Supiturang dalam kurun waktu satu minggu. Metode traumatic healing yang digunakan adalah metode play therapy. Hasil dari metode play therapy bagi anak-anak paska bencana erupsi Gunung Semeru memberikan hasil yang efektif dalam mengatasi trauma pada anak-anak. Kata Kunci: Erupsi. Semeru. Pronojiwo. Traumatic Healing ABSTRACT The eruption of Mount Semeru which occurred on December 4, 2021, has caused fatalities and hundreds of houses were damaged due to volcanic ash bursts. This incident certainly left a lot of trauma for the affected residents, especially children. Children are the next generation of the Nation, their psychological trauma will have an impact on their growth and development both psychologically and physically. Therefore, in this community service activity, we held post-disaster traumatic healing activities for children affected by the eruption of Mount Semeru. This activity was carried out at the evacuation post at SMP N 2 Pronojiwo and the refugee post in Supiturang village within one week. The traumatic healing method used is the play therapy method. The results of the play therapy method for children after the Mount Semeru eruption disaster provide effective results in overcoming trauma in children. Key Words: Eruption. Semeru. Pronojiwo. Traumatic Healing PENDAHULUAN Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2021 sekitar 00 WIB menimbulkan sejumlah korban luka dan meninggal. Korban tewas karena erupsi Gunung Semeru semakin Berdasarkan data dari Posko Tanggap Darurat per 13 Desember 2021, tercatat ada 48 orang korban meninggal dunia, dan 18 orang mengalami luka berat 16 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 dan 12 orang mengalami luka ringan (Detiknews, 2. Kondisi ini memicu timbulnya trauma bagi warga terdampak dan terutama anak-anak. Trauma adalah suatu kondisi fisik atau emosional serius yang menimbulkan kerusakan substansial terhadap fisik dan psikologis seseorang dalam rentang waktu yang relatif lama (Weaver. Flannelly, dan Preston, 2003 dalam Rahmat dkk. , 2. Trauma juga merupakan satu kondisi psikologis yang berkembang setelah suatu menakutkan seperti bencana alam dan peristiwa tertentu yang membuat batin tertekan (Lawson, 2001. Kinchin, 2007. Rahmat dkk, 2. Trauma memiliki potensi untuk menjadi Post Traumatic Stress Disorder yang akan mengganggu korban tersebut. Post Traumatic Stress Disorder dipengaruhi oleh faktor peristiwa. Di samping itu, faktor yang lain yang memicu PTSD adalah ketidakberdayaan individu (Rahmat dkk. , 2. Trauma terhadap korban bencana alam tidak baik jika berlangsung dalam kurun waktu yang lama sehingga diperlukan terapi trauma/ pemulihan trauma . raumatic healin. Traumatic healing adalah salah satu kebutuhan utama bagi korban bencana. Dengan terapi traumatic healing diharapkan penyitas dapat sepenuhnya sembuh dari trauma yang dialaminya dan dapat menjalani kehidupan dengan normal kembali. Traumatic Healing sangat diperlukan di Indonesia yang merupakan Negara rawan bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa, gunung meletus dan lain Bencana alam tersebut banyak menimbulkan kesedihan dan trauma bagi yang terdampak. Bahkan tak jarang pula bencana alam menimbulkan trauma berat bagi yang terdampak. Ketakutan terhadap bencana adalah reaksi yang sangat umum dialami oleh korban bencana. Terkadang korban bencana mengalami pengulangan ingatan mengena bencana tersebut yang kemudian dapat berkembang lebih serius terhadap kondisi kejiwaan seseorang. Anak-anak adalah generasi penerus Bangsa. Kondisi mental atau psikologis mereka harus senantiasa terjaga dan sehat. Anak-anak rentan terhadap keadaan trauma paska bencana. Traumatic healing pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk melakukan traumatic healing pada anak-anak, misalnya melalui teknik play Dengan menggunakan play therapy pada anak akan diajak mengatasi traumanya melalui media permainan. Metode lain yang dapat digunakan untuk traumatic healing pada anak-anak adalah dengan tari. Melalui Gerakan tari, anakanak dapat mengekspresikan emosi yang ada di dalam dirinya. Hal ini dikarenakan tari bersifat rekreatif (Edwin, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilakukan selama satu minggu yaitu mulai tanggal 25 sampai 31 Desember 2021, dengan tiga hari oservasi . urvey lapanga. untuk mengetahui kondisi di posko pengungsian. Metode yang digunakan pada traumatic healing pada anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru adalah teknik play therapy (Rahman, 2. Metode ini memiliki mekanisme menyembuhkan trauma dengan media permainan. Sebelum anak anak diajak melakukan beberapa permainan yang rekreatif dan edukatif, pertama tama dilakukan ice breaking terlebih dahulu untuk mencairkan suasana dan membangun 17 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 keakraban serta perkenalan. Kemudian dilanjutkan untuk mengajak anak-anak bermain dengan permainan yang rekreatif dan edukatif seperti, congklak, bola bekel, permainan membawa bola dengan tali, bermain bola, dan bermain lompat tali. Setelah bermain, anak anak diberi kertas dan pensil warna untuk menggambar apapun yang mereka inginkan. Hasil gambar yang dibuat akan dilakukan asesmen untuk mengetahui kondisi psikologis mereka. Setelah anak-anak tersebut puas bermain, kami membagikan selembar kertas dan pensil warna untuk mereka menggambar. Dari hasil gambar tersebut sebagai bahan asesmen untuk mengetahui kondisi psikologis mereka terkait trauma paska erupsi Gunung Semeru. Sebagian besar anak-anak menggambar Gunung Semeru dan rumah. Setelah dilakukan wawancara di hari pertama mengindikasikan adanya trauma pada mereka dan dari hasil asesmen dukungan secara mental terkait trauma paska erupsi Gunung Semeru. Namun setelah hari ke dua dan berdasarkan hasil wawancara tim kami bahwa perlahan trauma yang mereka alami mulai Hal ini dibuktikan dari hasil gambar bebas yang mereka buat yaitu sudah tidak menggambar gunung akan tetapi lebih beraneka ragam seperti menggambar kucing, pohon, rumah, bunga dan mobil . lat transportas. Gambar rumah dan pohon mengindikasikan terhadap sosok orang tua, di mana pohon mengintepretasikan sosok ayah dan rumah adalah sosok ibu. Berdasarkan hasil gambar ini menginformasikan bahwa peran orang tua untuk selalu mendampingi dan mendukung anak-anak setelah bencana alam sangatlah penting. Kegiatan traumatic healing yang dilakukan terhadap anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru di posko pengungsian SMP N 2 Pronojiwo dan posko Pengungsian di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo dapat dilihat pada dan gambar 2. Di bawah ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan traumatic healing yang telah dilakukan dari ulai tahap awal . ce breaking dan perkenala. berjalan dengan lancar. Anak-anak di posko pengungsian menyambut kedatangan kami dengan suka cita. Selama proses traumatic healing melalui media permainan diikuti dengan antusias oleh anak-anak tersebut. Akan tetapi ada sebuah kejadian yang tidak terduga yaitu ada banyak anak-anak yang tidak terdampak . nak-anak warga yang tinggal di sekitar posko pengungsia. yang juga ikut bermain di posko tersebut. Sehingga membedakan mana anak-anak penyintas dan anak-anak warga sekitar yang hanya sekedar bermain. Akan tetapi, kondisi ini segera kami sadari sehingga kami bisa lebih fokus terhadap anak-anak yang benar benar terdampak erupsi Gunung Semeru. Peristiwa ini menjada catatan yang penting bagi kami sebagai tim traumatic healing apabila hendak melakukan kegiatan traumatic healing berikutnya, sangat penting mengidentifikasi penyintas dan yang bukan pentintas. 18 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 Gambar 1. Kegiatan Traumatic Healing Kepada Anak-anak Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Posko Pengungsian SMP N 2 Pronojiwo. Lumajang. Jawa Timur. Kegiatan Permainan in door, . Kegiatan permainan out door Gambar 1. Kegiatan Traumatic Healing Kepada Anak-anak Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Posko Pengungsian Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo. Lumajang. Jawa Timur. Kegiatan Permainan in door, . Kegiatan permainan out door Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan traumatic healing terhadap anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru adalah. Kegiatan traumatic healing mulai tahap awal hingga akhir berlangsung dengan Anak-anak penyintas sangat antusias mengikuti seluruh kegiatan traumatic healing. Kita harus benar benar mengidentifikasi dengan cermat anak-anak yang benarbenar terdampak erupsi Gunung Semeru dengan anak-anak warga sekitar yang hanya sekedar bermain di posko pengungsian agar target tepat sasaran. Berdasarkan dari hasil asesmen melalui gambar yang dibuat oleh anak-anak terdampak erupsi Gunung Semeru menunjukkan ada beberapa anak yang membutuhkan pendampingan kusus untuk pemulihan paska bencana. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terimakasih kepada Handarbeni Foundation yang membantu dalam pendanaan program traumatic healing paska bencana erupsi Gunung Semeru, pak Tomo selaku relawan Semeru yang sudah menyediakan tempat tinggal selama kami di Pronojiwo, dan Pak Sugeng sebagai transporter selama kami di Pronojiwo. Lumajang. Jawa Timur. 19 | J o u r n a l o f C o m m u n i t y S e r v i c e Ae U n i v e r s i t a s A n w a r M e d i k a JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE VOL. 1/NO. 2/APRIL 2022 DAFTAR PUSTAKA