TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Juni 2. : 77-98 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 08-11-2024 Accepted: 19-06-2025 Published: 30-06-2025 KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128: MEMBANGUN GENERASI POHON ZAITUN SEBAGAI RESPONS TERHADAP FENOMENA GENERASI STROBERI THE CONCEPT OF EDUCATION ACCORDING TO PSALM 128: BUILDING THE OLIVE TREE GENERATION AS A RESPONSE TO THE STRAWBERRY GENERATION PHENOMENON Sihar Daniel Manurung Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta. Indonesia manurung@gmail. ABSTRACT Seeing the mental development of today's young generation, known as the strawberry generation, prompted the author to conduct this research. Today's young generation looks beautiful, creative and charming to the eye like strawberries, but they are very fragile and not strong enough to face pressure, even tend to think about ending their lives. This is in stark contrast to the younger generation who are symbolized like the olive tree shots in Psalm 128. Olives are a symbol of strength, productivity and robustness that lasts for a long time. The concept of upbringing in the family is a determinant of a child's success. This research aims to explore the concept of upbringing that produces the generation of olive trees such as the advice of God's Word. Through a qualitative approach with literature review and hermeneutic techniques, it was concluded that the concept of upbringing that emulates the integrity of life fearing God, emulating work responsibility, and continuous education, brings the growth of a strong generation like an olive tree. Keywords: education. fear of the Lord. olive tree. strawberry generations. Copyright . 2024 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 78 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 ABSTRAK Melihat perkembangan mental generasi muda masa kini yang dikenal dengan istilah generasi stroberi, mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini. Generasi muda masa kini terlihat indah, kreatif dan menawan dipandang mata seperti halnya buah stroberi, namun sangat rapuh dan tidak kuat menghadapi tekanan, bahkan cenderung berpikir untuk mengakhiri Hal ini sangat kontras dengan generasi muda yang dilambangkan seperti tunas pohon zaitun dalam Mazmur 128. Zaitun merupakan lambang kekuatan, produktivitas dan kekokohan bertahan dalam jangka waktu yang Konsep didikan dalam keluarga menjadi penentu keberhasilan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep didikan yang menghasilkan generasi pohon zaitun seperti nasihat Firman Tuhan. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka dan teknik hermeneutika, diperoleh kesimpulan bahwa konsep didikan yang meneladani integritas hidup takut akan Tuhan, meneladani tanggung jawab pekerjaan, dan pendidikan yang berkesinambungan, membawa tumbuhnya generasi yang kuat seperti pohon zaitun. Kata-kata kunci: didikan. takut akan Tuhan. tunas pohon zaitun. PENDAHULUAN Kata didikan berarti cara mendidik. didik berarti memelihara dan memberi latihan . jaran, tuntunan, pimpina. mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. 1 Konsep didikan berbasis Alkitab selalu dimulai dari Keluarga merupakan landasan pendidikan dalam kehidupan bangsa Israel. Mazmur 128 merupakan puisi hikmat dengan ciri-ciri khas tulisan-tulisan bijak dan didaktis dalam Perjanjian Lama. Mazmur ini berbicara mengenai berkat atas rumah tangga. Bagian pertama Mazmur 128 . yat 1-. memiliki fokus pada berkat bagi keluarga dan kebahagiaan orang yang takut akan Tuhan. sedangkan bagian kedua . yat 4-. membahas mengenai berkat rumah tangga yang berhubungan dengan hal-hal di luar Hal yang menyatukan keduanya adalah takut akan Tuhan, yang disajikan dalam teks sebagai prasyarat untuk karunia Ilahi ini. Konsep didikan berbasis Alkitab yang menyerukan takut akan Tuhan menjadi landasan kokoh pendidikan termasuk kepada generasi milenial masa kini. 1 https://kbbi. id/didikan Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 79 Anak-anak dalam rumah tangga yang bahagia seperti tunas pohon zaitun yang potensial penuh dengan semua fitur kaya dari tanaman ini. Pohon zaitun adalah salah satu dari tujuh spesies yang diberkati di tanah Israel (Ul. Pohon ini selalu hijau bahkan ketika pohon lain telah layu dan menggugurkan daunnya dalam cuaca yang sangat panas. Semua fitur pohon zaitun ini dipahami dalam kiasan yang menggambarkan kekuatan dan kegagahan anak-anak dari orang yang benar. Penelitian pada masa kini menunjukkan bahwa pada masa kini anak muda mendapat stereotip generasi stoberi stroberi karena generasi ini tampak indah dan eksostis dari luar, tetapi begitu kena benturan, masalah, tekanan atau gesekan, maka akan dengan mudah koyak dan hancur. Menurut survei Kemenkes, dalam satu bulan terakhir sebanyak 61% generasi muda ini pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Berdasarkan survei dari Bilangan Research Center terhadap anak-anak muda Kristiani, menyatakan sebanyak 14% generasi muda pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya ketika mereka berhadapan dengan stres atau masalah yang tak kunjung selesai. 4 Generasi ini cenderung mengambil jalan pintas tanpa memikirkan efek yang ditimbulkan dan masa depan mereka. Generasi ini kontras dengan tunas pohon zaitun yang menggambarkan generasi yang kuat seperti ditulis dalam Mazmur 128. Generasi ini cenderung manja, mudah hancur digerus oleh kompetisi dan Generasi stroberi saat ini tumbuh di mana-mana yang disebabkan oleh konsep didikan pendidikan orangtua kepada anak-anak. Konsep didikan orangtua yang terlalu melindungi dan memenuhi kebutuhan anak . verprotective dan permissiv. , konsep didikan otoriter, dan pemberian apresiasi atau pujian yang berlebihan kepada anak menjadi faktor penyebab munculnya generasi stroberi. 5 Generasi ini sebenarnya memiliki potensi yang lebih hebat dibandingkan generasi sebelumnya karena mereka telah terbiasa dengan teknologi, namun diperlukan pendidikan yang tepat sasaran untuk mengembangkan potensi mereka. 2 Rhenald Kasali. Strawberry Generation, 1st ed. (Jakarta: Penerbit Mizan, 2. 3 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Depresi Pada Anak Muda Di Indonesia, 1st ed. (Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. https://w. com/artikel/dinamika-hidup-generasi-mudakristen-indonesia 5 Syifa Aulia et al. AuStrawberry Generation : Dilematis Keterampilan Mendidik Generasi Masa Kini,Ay Jurnal Pendidikan, 237Ae44, https://doi. org/https://doi. org/10. 32585/jp. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 80 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 Penelitian mengenai generasi stroberi telah menjadi viral pada masa kini, namun penulis belum menemukan jurnal yang mengeksplorasi konsep didikan secara Kristiani untuk menghindari terbentuk generasi stroberi. Penelitian terdahulu mengenai pendidikan generasi stroberi dilakukan oleh Muhammad Fadli, yang menemukan bahwa generasi tangguh memerlukan peran orangtua dalam penanaman karakter yang baik sesuai dengan penanaman nilai-nilai Islami. 6 Penulis belum menemukan penelitian Kristiani yang membahas konsep didikan untuk menghasilkan tunas pohon zaitun yang kuat, produktif dan kokoh pada masa kini. Penelitian terdahulu membahas mengenai pendidikan anak dalam keluarga Kristen di masa 7 Penelitian-penelitian tersebut mengambil ayat pendukung dari Kitab Amsal atau kitab lainnya, dengan fokus pendidikan anak di tengah era globalisasi dan transformasi digital, namun tidak membahas pembentukan generasi muda yang kuat berdasarkan kebenaran Firman Tuhan untuk menghindari mentalitas stroberi yang telah menjadi fenomena masa kini. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep didikan di dalam Mazmur 128 yang menghasilkan tunas pohon zaitun dan implikasinya dalam pendidikan generasi stroberi pada masa kini, khususnya dalam pendidikan keluarga Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep didikan yang terdapat di dalam Mazmur 128, yang menghasilkan anak-anak sebagai tunas pohon zaitun di sekeliling meja. Hasil konsep didikan tersebut diharapkan dapat diimplikasikan untuk mendidik generasi muda pada masa kini, yang sering mendapatkan stereotip generasi stroberi yang mudah rapuh dan menyerah dengan tekanan. Walaupun generasi muda pada masa kini dicap dengan stereotip generasi stroberi, penelitian ini membuktikan bahwa konsep didikan berbasis takut akan Tuhan dalam Mazmur 128 yang dilakukan secara keteladanan hidup yaitu teladan dalam integritas dan teladan dalam tanggung jawab . ole mode. , hidup dengan integritas sesuai Firman Tuhan . , dan pendidikan di rumah yang terus-menerus dengan pendekatan personal kepada anak . ontinuous personal approac. , menjadikan generasi yang kuat, berguna, berbahagia, dan bernilai tinggi dalam kehidupan. 6 Muhamad Fadli. AuPendidikan Karakter Generasi Strawberry : Mengambil Ibrah Dari Kisah Ibrahim Dan Ismail,Ay Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan 5, no. : 2300Ae2309. 7 Yisai Tanikule. AuPendidikan Anak Dalam Keluarga Kristen Di Tengah Transformasi Dan Era Globalisasi,Ay Veritas Lux Mea: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. : 194Ae203. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 81 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti kualitas hubungan, aktivitas, situasi atau kehidupan masyarakat, perilaku, sejarah, fungsi organisasi, gerakan sosial atau hubungan 8 Pertama, penelitian ini mengeksplorasi konsep didikan yang menghasilkan tunas pohon zaitun di sekeliling meja menurut Mazmur 128 dari teks-teks, buku-buku dan referensi penelitian-penelitian yang ada. Kedua, penelitian ini melakukan pengkajian mengenai stereotip generasi stroberi yang melekat pada generasi masa kini dengan eksplorasi dari jurnaljurnal dan buku-buku terkini. Terakhir, penelitian ini melakukan implikasi konsep didikan dari kitab Mazmur 128 yang dapat diterapkan dalam mendidik generasi stroberi masa kini. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep didikan dalam keluarga sangat menentukan pembentukan kepribadian anak. Konsep didikan adalah tata cara mendidik dan memelihara serta membimbing keluarga, sebagai pengayom dan pembimbing dalam keluarga, orang tua harus meletakan dasar-dasar moral, etika dan perilaku yang baik pada anak-anaknya sehingga tercipta sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri, keluarga maupun masyarakat. Ada tiga konsep didikan dalam keluarga. Yang pertama adalah konsep didikan otoriter, yaitu menerapkan aturan kaku dalam mendidik anak-anak dengan hukuman, paksaan yang tidak mengenal kompromi. Konsep didikan kedua adalah konsep didikan demokratis, yang lebih bersahabat, dan anak bebas mengemukakan pendapat. Konsep didikan ketiga adalah konsep didikan permisif, yaitu memberikan kebebasan kepada anak tanpa kontrol, tidak menegur atau memperingatkan, sering memanjakan dan memenuhi kebutuhan anak. Konsep didikan yang otoriter dan permisif cenderung menghasilkan generasi stroberi yang rapuh dan mudah 10 Konsep didikan yang salah akan menghasilkan generasi stroberi yang rapuh. 8 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D, 25th ed. (Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung, 2. 9 Jurhadin. Jamaluddin Hos, and Suharty Roslan. Dampak Konsep didikan Orangtua Terhadap Perilaku Anak, 2022. 10 Aulia et al. AuStrawberry Generation : Dilematis Keterampilan Mendidik Generasi Masa Kini. Ay Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 82 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 Di dalam Perjanjian Lama, proses mendidik dilakukan di keluarga. Konsep didikan bangsa Israel dilakukan sesuai dengan Firman Tuhan dan berlangsung secara terus-menerus dengan memperkatakan kitab Taurat siang dan malam kepada seisi rumah. Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga, memimpin keluarganya menurut Firman Tuhan yang merupakan norma kehidupan rohani dan meletakkan dasar yang benar bagi pertumbuhan keluarganya. 11 Keluarga merupakan lingkungan utama pembentukan karakter anak-anak. 12 Firman Tuhan merupakan landasan hidup orang percaya yang memuat petunjuk dan tuntunan dalam menjalani kehidupan, termasuk di dalam pola mendidik anak. Fondasi pendidikan bagi masyarakat Israel adalah keluarga dan di dalam Perjanjian Lama. Anak berada dalam posisi sebagai pribadi yang memerlukan pengetahuan dan orangtua bertanggung jawab untuk mengajar anak-anak mereka. Keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab dari orangtua. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pola komunikasi otoriter dalam keluarga menjadi faktor utama remaja mengalami gangguan kesehatan mental. 13 Hal ini dikarenakan remaja merasa tertekan dan cenderung tidak memiliki pola komunikasi demokratis dalam keluarganya. Orang tua juga turut memiliki kekhawatiran dan larangan berlebih yang membuat anak mereka tumbuh sebagai anak yang penakut. 14 Implikasinya adalah karakter remaja yang tertutup, dan kurang mampu mengekspresikan Hal ini tentu tidak diinginkan dalam kehidupan orang benar yang mendidik anak-anaknya untuk bertumbuh menjadi seperti tunas pohon Penelitian membuktikan bahwa keluarga yang rukun, berkecukupan, sehat jasmani dan rohani, kudus, bersukacita, melayani Tuhan dan takut akan Tuhan menghasilkan anak-anak yang sehat fisiknya, memiliki kemampuan intelek yang baik, hidup dalam penguasaan diri, menjadi generasi berguna, mendapat jodoh tepat waktu, melahirkan generasi 11 Lasrida Siagian. Romeo Parlin, and Meldaria Manihuruk. AuMakna Berbahagialah Orang Yang Takut Akan Tuhan Menurut Mazmur 128 Dan Relevansinya Bagi Keluarga Kristen Di GKT Jemaat Sinai Batu,Ay Missio Ecclesiae 10 . : 138Ae54, https://doi. org/https://doi. org/10. 52157/me. 12 Elena Saba. Ezra Tari, and Rita. AuImplementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Melalui Gereja,Ay Bonafide: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 1, no. Wahy 2012 . : 218Ae33 https://doi. org/https://doi. org/10. 46558/bonafide. 13 Dyva Claretta. Farikha Rachmawati, and Atjih Sukaesih. AuCommunication Pattern Family and Adolescent Mental Health for Strawberry Generation,Ay International Journal of Science and Society 4, no. : 79Ae93, https://doi. org/10. 54783/ijsoc. 14 Kasali. Strawberry Generation. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 83 penerus, dan mampu menikmati hasil dari jerih payahnya bekerja. 15 Hasil penelitian ini membuktikan bahwa teladan dan konsep didikan dari orangtua sangat mempengaruhi kekuatan, keberhasilan dan kebahagiaan generasi penerusnya. Konsep didikan orangtua Kristiani dalam meningkatkan kemampuan spiritual anak melalui pendidikan anak perlu didasarkan kepada kebenaran Firman Tuhan. Penelitian Suwin dan Kornelia menunjukkan bahwa konsep didikan yang berorientasi pada teladan hidup memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekedar memberikan instruksi. 16 Dalam keadaan seperti ini, orangtua yang hidup sesuai dengan ajaran Firman Tuhan menjadi teladan yang baik bagi jalan hidup anak-anaknya. Generasi Stroberi Generasi stoberi merepresentasikan buah stroberi yang menawan namun ternyata sangat mudah rapuh dan hancur apabila dipijak atau mengalami tekanan. 17 Generasi stroberi adalah generasi yang penuh dengan ide kreatif dan inovatif, khususnya di bidang tekonologi dan sosial media, tetapi sangat rapuh dengan tekanan hidup, mudah menyerah, sakit hati dan mengalami gangguan emosional apabila mendapatkan tekanan sosial, teguran maupun kritikan. 18 Generasi ini berisikan jiwa muda dengan sikap yang egois, sombong, lamban, mudah menyerah, mudah menghindari kesulitan yang dihadapi dan selalu pesimis terhadap sesuatu. lebih tertarik dengan topik-topik yang menghibur dan membuat pikiran menjadi lebih adem dan santai, seperti musik, film dan komedi. 19 Generasi ini membutuhkan hiburan, liburan dan kegiatan santai lainnya sebagai penenang dalam menghadapi kesulitan hibur. 15 Sri Supena. AuAnak-Anak Yang Berhasil,Ay Jurnal Semper Reformanda 3, no. 21Ae29. 16 Suwin and Kornelia. AuPola Asuh Orang Tua Kristen Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak,Ay Proceeding National Conference of Christian Education and Theology . 138Ae46, https://doi. org/https://doi. org/10. 46445/nccet. 17 Aulia et al. AuStrawberry Generation : Dilematis Keterampilan Mendidik Generasi Masa Kini. Ay 18 Musyorafah. Muhammad Hasyim, and Andi Faisal. AuRepresentasi Gaya Hidup Generasi Stroberi Pada Instagram,Ay Jurnal Ilmiah Global Education 4, no. : 1717Ae 30, https://doi. org/https://doi. org/10. 55681/jige. 19 Hasanuddin Ali and Lilik Purwandi. AuGEN Z : MILLENNIAL 2. 0? Perbedaan Karakter Dan PerilakunyaAy (Jakarta, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 84 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 Generasi ini umumnya lahir di atas tahun 1990-an dan juga sering dikenal dengan generasi Z, yaitu generasi yang lahir antara tahun 19952010. 20 Generasi Z kini dihadapkan pada serbuan budaya instan, budaya pamer, dan berbagai pengaruh palsu yang membuat mereka terlalu cepat mengakses informasi dan pengalaman yang belum siap mereka cerna. Ketidakmampuan membedakan hal yang esensial dari yang semu membuat mereka rentan mengalami kebingungan identitas, sementara dalam dunia kerja mereka cenderung mudah bosan, cepat berpindah, dan kurang memiliki ketahanan mental untuk bertahan dan berkembang secara 22 Terdapat hal-hal yang menjadikan generasi stroberi, di antaranya faktor sosial dan lingkungan, perubahan teknologi yang begitu cepat, pergaulan bebas, efek sosial media dan tentu saja faktor didikan dalam keluarga. Kombinasi faktor-faktor tersebut mengakibatkan kerapuhan generasi anak muda pada masa kini. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, generasi stroberi muncul dikarenakan kesalahan konsep didikan orang tua, antara lain: pola asuh otoriter dalam keluarga, 23 pola asuh yang terlalu melindungi anak dan pemberian pujian yang berlebihan,24 mendidik dalam situasi yang lebih sejahtera dibandingkan generasi sebelumnya namun pola komunikasi orangtua kurang berpengetahuan, 25 serta sering membiarkan anak melakukan diagnosa terhadap diri sendiri di sosial media tanpa pendampingan orangtua dan ahli. 26 Pola didik orang tua memainkan peran penting dalam membentuk kecenderungan anak menjadi bagian dari generasi stroberi, terutama melalui ketidaktepatan konsep didikan orang tua berpotensi mengembangkan anak sebagai individu dengan kepribadian yang lemah, baik secara mental maupun fisik. Konsep didikan orangtua 20 Tracy Francis and Fernanda Hoefel. AuAoTrue GenAo: Generation Z and Its Implications for Companies,Ay McKinsey & Company, 2018. 21 Dingot Hamonangan Ismail and Joko Nugroho. AuKompetensi Kerja Gen Z Di Era Revolusi Industri 4 . 0 Dan,Ay Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5, no. April . : 1300Ae 1307, https://doi. org/https://doi. org/10. 54371/jiip. 22 Ismail and Nugroho. 23 Claretta. Rachmawati, and Sukaesih. AuCommunication Pattern Family and Adolescent Mental Health for Strawberry Generation. Ay 24 Aulia et al. AuStrawberry Generation : Dilematis Keterampilan Mendidik Generasi Masa Kini. Ay 25 Musyorafah. Hasyim, and Faisal. AuRepresentasi Gaya Hidup Generasi Stroberi Pada Instagram. Ay 26 Deddy Mulyana et al. AuMengungkap Tren Self-Diagnosis Gen Z: Motif Penggunaan Kalkulator Kesehatan Mental Di Media Sosial,Ay Jurnal Praksis Dan Dedikasi 7, 2 . : 196Ae205, https://doi. org/10. 17977/um022v7i2p196-205. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 85 dalam tumbuh kembang anak sangat mempengaruhi mentalitas anak Konsep didikan yang benar akan menghasilkan generasi stroberi yang kreatif. 27 Penelitian membuktikan bahwa pola literasi yang baik pada orangtua dapat membentuk kreativitas anak, yaitu dengan menyediakan waktu bermain, mencari tau minat bakat anak, berikan pengalaman baru, bertanya dengan pertanyaan terbuka mengenai kreatif, membantu anak untuk merumuskan asumsi dasar, bebaskan anak bereksplorasi dan Konsep didikan dan literasi yang baik akan menghasilkan kualitas anak yang kuat. Tunas Pohon Zaitun Mazmur 128 merupakan puisi hikmat untuk didikan yang membawa berkat atas rumah tangga. Seruan takut akan Tuhan menjadi prioritas dalam nasihat pasal ini untuk menghasilkan tunas pohon zaitun di dalam keluarga. Kehidupan orang yang takut akan Tuhan akan mengalami kebahagiaan dalam kehidupan anak-anaknya yang digambarkan seperti tunas pohon zaitun di sekeliling meja. Gambaran tersebut memperlihatkan pohon zaitun muda yang tumbuh dari batang induknya, segar, bersemangat, dan penuh Pohon zaitun merupakan lambang kekuatan dan vitalitas dalam Perjanjian Lama, dan tentu saja merupakan simbol ketahanan yang panjang karena pohon zaitun dapat bertahan dalam waktu yang lama. Pohon zaitun juga sangat produktif, minyaknya digunakan untuk banyak hal penting. Pohon zaitun di dalam Alkitab menggambarkan berkat individual kepada orang benar (Mzm. Minyak zaitun merupakan hasil komoditas yang bernilai tinggi sama halnya seperti gandum dan anggur. Zaitun dikenal karena umur panjangnya dan diyakini bahwa zaitun dapat mencapai umur sekitar seribu tahun. 28 Pohonnya bersinar dengan keindahan, terutama ketika penuh dengan buah. Orang Timur menganggap zaitun simbol kecantikan, kekuatan, berkat ilahi, dan kemakmuran. Daerah Betlehem. Hebron. Gilead. Lakhis dan Basan, semuanya terkenal pada zaman Alkitab karena kemakmuran berkat hutan-hutan zaitun. 29 Pohon zaitun hijau muda dalam perbandingan ini melambangkan kekuatan vital 27 Manha Sanika Rahmasari et al. AuPola Literasi Orangtua Melahirkan Sttawberry Generation Kreatif,Ay Jurnal Sosial Humanior Dan Keagamaan I . : 16Ae34. 28 Mary Jerome Obiorah. AuAo Like Olive Shoots Ao: Insight into the Secret of a Happy Family in Psalm 128,Ay Journal of Philosophy, no. February . : 62Ae72, https://doi. org/http://dx. org/10. 4236/ojpp. 29 Obiorah. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 86 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 dari anak-anak yang sedang tumbuh. Firman Tuhan menginginkan anakanak generasi dari orang benar menjadi seperti pohon zaitun yang bertumbuh kuat dan tahan menghadapi tantangan di setiap musim. Di dalam Mazmur 128, pemazmur menggambarkan kehidupan anakanak orang benar seperti tunas pohon zaitun. Jika dilihat secara kasat mata, tidak ada yang menarik pada pohon zaitun. Pohon ini tidak menjulang tinggi seperti pohon aras Libanon, kayunya tidak mahal, dan bunganya tidak cantik. Bagian terpenting dari pohon zaitun adalah akarnya yang panjang, tidak kelihatan di bawah tanah, namun dapat menembus jauh kebawah tanah dan yang menjadi rahasia ketahanan dan ketangguhan pohon zaitun. 30 Pohon zaitun adalah pohon kesayangan bangsa Israel karena minyaknya yang berharga. Minyak zaitun menjadi bahan bakar yang menerangi rumah. Minyak zaitun juga bermanfaat dalam melindungi kulit dari sinar matahari, digunakan sebagai sabun, bahan dasar salep, merias rambut, obat, campuran makanan, minyak wangi dan berbagai kegunaan Demikianlah keberadaan anak-anak yang berhasil diharapkan seperti pohon zaitun yang memiliki banyak kegunaan, berdaya guna dan tidak rapuh seperti halnya buah stroberi. Pohon zaitun berkembang lebih lambat dibandingkan dengan pohon stroberi. Namun, ia bertahan lama dan kuata menghadapi berbagai musim kehidupan. Konsep didikan dalam Mazmur 128 Mazmur 128 dikategorikan sebagai Mazmur hikmat karena berisi pepatah, amsal dan nasihat bijaksana. 31 Mazmur 128 dipandang sebagai sebuah puisi hikmat klasik yang menceritakan berkat orang yang takut akan Tuhan. 32 Berdasarkan strukturnya, setiap orang yang berbahagia, khususnya laki-laki, mempunyai sikap menghormati atau takut kepada Tuhan secara terus-menerus sepanjang umur hidupnya. Konsep didikan yang menghasilkan tunas pohon zaitun di pasal ini menggambarkan kehidupan generasi yang dididik dalam nilai-nilai kebenaran dan takut akan Tuhan. Mazmur ini berisikan berkat yang diberikan kepada keluarga yang hidup dalam kesalehan, dan tunas pohon zaitun ditujukan pada anak-anak yang bertumbuh subur dan sehat, sama seperti pohon zaitun yang dikenal kuat 30 Supena. AuAnak-Anak Yang Berhasil. Ay 31 C. Hassel Bullock. An Introduction to the Old Testament Poetic Books, vol. 2 (Chicago: Moody Publishers, 2. 32 Amzallag Nissim and Mikhal Avriel. AuComplex Antiphony in Psalms 121 , 126 and 128 : The Steady Responsa Hypothesis,Ay Old Testament Essay 3 . : 502Ae18. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 87 dan berumur panjang. Pohon zaitun bagi orang Israel melambangkan kedamaian, berkat, dan kekokohan. Pemazmur mengharapkan generasi dengan didikan dalam takut akan Tuhan menjadi generasi yang kuat seperti halnya pohon zaitun. Ajaran hikmat yang mendasar, yaitu takut akan Tuhan merupakan titik awal bagi pemazmur untuk memakai kebenaran ini sebagai situasi konsep didikan pengajaran yang ideal di rumah tangga. 33 Takut akan Tuhan menjadi kunci utama dalam memperoleh kebahagiaan dan keberhasilan dalam rumah tangga, termasuk kepada generasi berikutnya. Rasa takut ini adalah rasa takut yang penuh hormat kepada Tuhan melalui ketaatan. Frasa takut akan Tuhan berasal dari kata "A( "o a iAyira. secara harfiah berarti takut,"tetapi dalam konteks ini memiliki makna yang lebih luas, mencakup rasa hormat, kekaguman, dan penghormatan yang mendalam terhadap Tuhan. Hal ini bukanlah ketakutan akibat gentar menghadapi sesuatu, tetapi rasa penghormatan dan kekaguman yang mendalam, yang mengakui kebesaran, kekudusan, dan otoritas Tuhan atas kehidupan manusia. Takut akan Tuhan dalam Mazmur 128 menggambarkan sikap hati yang tunduk kepada Tuhan dan hidup menurut perintah-Nya, yang merupakan dasar kebahagiaan sejati menurut ayat ini. Orang yang hidup dalam "yirat Adonai" memiliki kehidupan yang berpusat pada ketaatan kepada Tuhan dan menghindari kejahatan, sehingga ia beroleh berkat dan damai sejahtera. Takut akan Tuhan bukan ketakutan yang mengandung kecemasan, melainkan penghormatan yang mengarahkan hidup seseorang untuk berjalan dalam kasih dan kehendak Tuhan. Kebahagiaan adalah bagian orang yang mengerti takut akan Tuhan dengan ketaatan hidupnya. Kebahagiaan menjadi milik orang hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Ungkapan berjalan bersifat kiasan . erbandingan tersira. , tetapi ungkapan ini begitu sering digunakan sehingga menjadi ungkapan idiomatik. ungkapan ini menandakan semua aktivitas kehidupan. 35 Kata jalan juga menjadi ungkapan idiomatik yang membentuk perbandingan antara jalan atau cara dan arah kehidupan yang diungkapkan dalam Firman Tuhan. Berjalan di jalan Allah berarti hidup selaras dengan standar Allah. Mazmur 128 menunjukkan sebuah pola berkat yang mengalir kepada setiap laki-laki yang takut akan Tuhan, yaitu 33 Charles F. Pfeiffer and Everett F. Harrison. Tafsiran Alkitab Wycliffe Volume 3, 5th (Malang: Penerbit Gandum Mas, 2. 34 Allen P Ross. A COMMENTARY ON THE PSALMS, 3rd ed. (Michigan: Kregel Publications, 2. 35 Ross. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 88 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 berkat kepada diri sendiri, lalu kemudian kepada pasangan dan mengalir hingga kepada anak-anak. Di ayat pertama dan kedua di dalam Mazmur 128 ini menunjukkan bahwa kehidupan orang yang takut akan Tuhan akan berbahagia, yaitu orang hidup menghormati Tuhan secara terus-menerus dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Setiap orang, khususnya kepala keluarga akan mengalami kebahagiaan dengan hidup yang menunjukkan teladan sikap menghormati Firman Tuhan dan hidup dengan integritas melakukan kebenaran Firman Tuhan. Ayat ketiga menunjukkan gambaran dari istri orang benar seperti pohon anggur yang subur di dalam rumah. Inti dari perumpamaan tersebut adalah untuk mengatakan bahwa pasangan akan berkembang dan produktif, terlihat seperti pohon anggur yang subur. Gambaran tersebut juga menunjukkan keanggunan dan keindahan. Hal ini menunjukkan kehidupan istri orang benar dapat dilihat atau diteladani sebagai pohon anggur yang subur, berkembang dan produktif. Kehidupan seorang ibu yang seperti pohon anggur yang subur memberikan dampak besar terhadap kehidupan anak-anaknya. Seorang ibu yang hidup dalam kebenaran dan takut akan Tuhan akan menciptakan fondasi yang kokoh dalam mendidik anak-anaknya, sehingga anak-anak dapat meneladani kehidupan yang benar sesuai Firman Tuhan. Sejalan dengan apa yang dikatakan dalam ayat pertama, menjadi orang yang takut akan Tuhan berarti hidup menghormati Tuhan dan kehidupan yang penuh dengan integritas dan ketaatan. Berkat yang luar biasa kepada keturunan berupa diberikan kepada mereka yang menghormati Tuhan dan hidup dalam keteladanan dan integritas sesuai Firman Tuhan. Hal ini selaras dengan janji-janji literatur hikmat yaitu berkat atas kesetiaan dan ketaatan hidup. Meskipun mazmur ini bersifat kontemplatif, namun ada gagasan hikmat yang perlu diterapkan jika bagian ini diuraikan. Penekanan utama terletak pada tema takut akan Tuhan, karena tema tersebut ditemukan dua kali dalam mazmur ini. Ketaatan adalah bukti takut akan Tuhan, karena itu, orang-orang hidup dalam takut akan Tuhan jika menginginkan berkat Tuhan dalam hidup dan kehidupan generasi berikutnya. Tujuan penulisan puisi dalam kitab Mazmur ini bersifat historis dan instruksional, atau didaktik. Puisi-puisi ini juga bersifat instruksional karena mengajarkan manusia tentang hati Tuhan terhadap umat-Nya dan mengajarkannya bagaimana menanggapi kasih-Nya yang besar dengan Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 89 berbuat yang baik dan benar dalam kehidupan. 36 Dari rangkaian penjelasan tersebut, pemazmur mengamati bahwa orang yang saleh memiliki kebahagiaan sejati karena Tuhan mengganjar orang tersebut dengan kemakmuran dan keberhasilan sampai kepada anak-anak. Keberhasilan anak-anak tentu tidak terlepas dari konsep didikan yang diterapkan kepada anak tersebut. Mazmur 128 menuliskan bahwa takut akan Tuhan adalah dasar atau fondasi kebahagiaan dan kesuksesan keluarga orang benar. Orang yang hidup benar di dalam takut akan Tuhan akan menanamkan dan menurunkan nilai-nilai tersebut sebagai didikan kepada anak-anak melalui teladan hidup dan contoh perbuatan yang nyata. Orang yang hidup takut akan Tuhan akan mengajarkan juga anak-anaknya untuk menghormati, tunduk, dan taat kepada Tuhan dengan segenap hati. Mazmur 128 menunjukkan bahwa kehidupan takut akan Tuhan tidak hanya mendatangkan berkat untuk diri sendiri, tetapi juga kepada generasi Kehidupan orang yang benar akan berbahagia dan kebahagiaan itu akan terlihat dari kehidupan anak-anaknya yang kuat, produktif, dan kokoh seperti pohon zaitun. Takut akan Tuhan membentuk konsep didikan bagi orangtua untuk mendidik anak-anak dalam kelemahlembutan, penuh integritas dan dengan Anak-anak yang telah ditanamkan dengan nilai takut akan Tuhan menjadi berakar dan bertunas dalam nilai-nilai kebenaran. Karakternya kokoh, stabil, dan berbuah lebat dan membawa dampak positif kepad lingkungan sekitar mereka. Peran orangtua dalam mendidik anak sangat mempengaruhi keberhasilan anak tersebut dengan turut menanamkan nilai-nilai takut akan Tuhan kepada anak-anak mereka. Peran orangtua untuk membentuk anak menjadi seperti tunas pohon zaitun dapat terjadi dengan konsep didikan yang benar. Konsep didikan orangtua Kristiani dalam meningkatkan kemampuan spiritual anak melalui pendidikan anak yang didasarkan kepada kebenaran Firman Tuhan. 37 Penelitian Suwin dan Kornelia menunjukkan bahwa konsep didikan yang berorientasi pada teladan hidup memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekedar memberikan instruksi. Dalam keadaan seperti ini, orangtua hendaknya dapat hidup sesuai dengan 36 Gary H. Everett. The Book of Psalms, 1st ed. (London: Gary Everett, 2. 37 Suwin and Kornelia. AuKonsep didikan Orang Tua Kristen Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Anak. Ay Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 90 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 ajaran Firman Tuhan agar dapat menjadi teladan yang baik bagi anakanaknya. Konsep Didikan menurut Mazmur 128 Konsep didikan yang tepat akan membentuk generasi yang kuat. dalam kitab Mazmur 128 terdapat generasi yang kuat yang digambarkan seperti tunas pohon zaitun di sekeliling meja. Generasi yang kuat seperti tunas zaitun tidak muncul dengan sendirinya, tetapi dibentuk dari konsep didikan yang benar. Konsep didikan di dalam Mazmur 128 yang menghasilkan tunas pohon zaitun dapat digambarkan dalam tabel berikut: Tabel 1. Konsep didikan Menghasilkan Tunas Pohon Zaitun menurut Mazmur 128 Berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga konsep didikan yang menghasilkan generasi yang berkualitas seperti pohon zaitun. Konsep didikan pertama adalah teladan integritas hidup atau role model of integrity. Seorang anak akan meneladani kehidupan dari orangtua yang bertindak takut akan Tuhan dan berjalan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan di setiap aspek hidupnya. Seorang pemimpin rumah tangga yang memiliki keteladanan hidup akan menikmati berkat sampai kepada generasi berikutnya. Pemazmur menuliskan berbahagia setiap orang . ukan hanya ayah, tetapi juga ib. yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Integritas dilandaskan pada jalan kebenaran Firman Tuhan dan bukan berdasarkan jalan yang diinginkan manusia. Generasi yang kuat berjalan sesuai Firman Tuhan, bukan dikendalikan oleh perasaan dan emosi Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 91 Orangtua yang hidup takut akan Tuhan, tentu akan menanamkan keteladanan kepada anak-anaknya untuk hidup takut akan Tuhan juga. Di dalam ayat pertama di Mazmur 128 mencatat berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, dengan kata A( uuAka. merupakan bentuk kata benda maskulin tunggal konstrak, yang tidak hanya ditujukan kepada lakilaki, tetapi kepada setiap orang. Kata ini dihubungkan dengan kata berikutnya yaitu A( o ayar. yang merupakan bentuk partisip aktif. Bentuk ini menyatakan kegiatan yang terus-menerus berlangsung. Hal ini menunjukkan integritas hidup, yaitu melakukan yang benar di waktu yang benar dengan cara yang benar. Integritas dalam konsep didikan anak adalah kesesuaian dan konsistensi antara komitmen dan perilaku orangtua. Integritas memiliki dampak dalam menyatunya keseluruhan pikiran, perkataan dan perbuatan orangtua sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Orangtua yang hidup dengan integritas sesuai Firman Tuhan maka anakanaknya akan menjadi seperti tunas pohon zaitun. Takut akan Tuhan berarti secara moral menghormati Tuhan melalui berpikir, berkata dan bertindak benar dalam kehidpuan ini. Konsep didikan kedua adalah teladan dalam hal tanggung jawab. Ayah yang takut akan Tuhan menunjukkan kinerja yang baik dalam Ibu yang takut akan Tuhan juga menunjukkan kehidupannya yang seperti pohon anggur yang berbuah. Teladan hidup yang menunjukkan tanggung jawab dalam keluarga menjadikan anak-anak memiliki lingkungan yang mendukung untuk bertumbuh. Di dalam bahasa Ibrani, kata hasil jerih lelah tanganmu dituliskan dengan lag A( oeoAlagi. Kata ini berarti kerja keras yang menghasilkan. Demikian juga dengan frasa pohon anggur yang subur, kata subur dituliskan dari kata A( iAps-ry-yA. yang artinya berbuah. Kedua peran orangtua dalam bekerja yang menghasilkan sesuatu yang berguna menunjukkan tanggung jawab dari ayah dan ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Teladan dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan sesuatu yang berguna menghasilkan pola pikir anak untuk mengikuti jejak dari kedua Ketangguhan ayah dalam berjerih lelah dan hasil buah yang subur dari sosok ibu menjadi teladan agar anak tidak menjadi rapuh menjadi menjalani hidup. Pohon anggur dalam Alkitab identik dengan kesuburan, sukacita, dan kehidupan yang berbuah banyak. Kehadiran ibu 38 Ahyani Radhiani Fitri and Ami Widyastuti. AuOrangtua Yang Amanah: Tinjauan Psikologi Indijinus,Ay Jurnal Psikologi Sosial 15, no. : 12Ae24, https://doi. org/10. 7454/jps. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 92 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 dalam rumah tangga menunjukkan sosok sentral yang memiliki peran untuk mengalirkan kasih sayang, sukacita, kehidupan yang berbuah, dan nilai-nilai rohani di dalam takut akan Tuhan. Seorang ibu yang hidup dalam hubungan erat dengan Tuhan, maka ia menghasilkan dampak yang baik serta teladan iman kepada anak-anaknya. Konsep didikan ketiga adalah pendidikan dengan pendekatan personal yang dilakukan secara terus-menerus . ontinuous personal approac. Anak-anak diibaratkan seperti tunas pohon zaitun, di sekeliling meja, artinya anak memiliki kedekatan dengan orangtua dan orangtua dapat memonitor pertumbuhan dari anak-anak secara berkelanjutan dari jarak Tunas pohon zaitun di sekeliling meja menunjukkan kedekatan konsep didikan orangtua dengan anak. Anak-anak memerlukan kedekatan secara fisik dan psikis dengan orangtua. Pemilihan kata meja di dalam Mazmur ini berfungsi spesifikasi untuk menandai kepemilikan tempat ini. Tunas pohon zaitun di sekeliling meja menandakan wilayah keluarga di mana anak dapat menjalani kehidupan yang memuaskan. 39 Anak-anak yang ayahnya terlibat secara positif dalam kehidupan mereka cenderung lebih unggul secara sosial, emosional, dan akademis. 40 Anak-anak sebagai tunas pohon zaitun diharapkan memiliki hubungan personal yang baik dengan Meja bagi orang Israel melambangkan pusat kebersamaan keluarga, tempat seluruh anggota keluarga berkumpul, berinteraksi, makan serta Orang Israel diajarkan untuk makan di meja makan, bukan di sembarang tempat seperti halnya generasi masa kini. Meja juga menggambarkan kedamaian dan kehangatan. Disinilah nilai-nilai, tradisi, dan kasih disampaikan oleh orangtua kepada anak-anak. Anak-anak diibaratkan seperti tunas di meja makan. Hal ini menggambarkan kedekatan dan kesatuan keluarga. Anak-anak berada di dalam jangkauan orangtua untuk dididik dan diberikan nilai-nilai sesuai kebenaran Firman Tuhan. Nilai-nilai didikan kepada generasi penerus tersebut tidak dapat diberikan sekaligus pada satu waktu, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Tunas pohon zaitun harus dipupuk, dipelihara dan dirawat dengan telaten sampai ia menjadi pohon yang kokoh. Tidak instan dan memerlukan waktu 39 Hendrik Viviers. AuThe Psychology of Place Attachment and Psalm 128,Ay Jurnal OTE: Old Testament Essay . 426Ae43, https://doi. org/http://dx. org/10. 17159/2312-3621/2019/v32n2a10. 40 Joi B Henry et al. AuFatherhood Matters : An Integrative Review of Fatherhood Intervention Research,Ay The Journal of School Nursing 36, no. : 19Ae32, https://doi. org/10. 1177/1059840519873380. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 93 yang panjang. Demikian halnya didikan kepada generasi muda, tidak dapat dilakukan hanya satu atau dua kali, tetapi didikan dalam rumah diberikan secara terus-menerus oleh orangtua. Pendidikan anak tidak bisa diterapkan dengan cara yang sama di segala umur dan zaman, tetapi konsep didikan juga terus-menerus bertumbuh mengikuti perkembangan usia, emosi dan mental sang anak. Seiring bertambahnya usia anak, konsep didikan dan hubungan dengan orangtua semestinya semakin berkurang dan sangat berbeda ketika mereka masih kecil. 41 Hal ini membawa dampak terhadap pertumbuhan mental dan kecerdasan anak. Implikasi Didikan Mazmur 128 kepada Generasi Stroberi Konsep didikan yang didasarkan pada prinsip Mazmur 128 ini, yaitu keteladanan hidup dalam hal integritas sesuai dengan Firman Tuhan dan keteladanan dalam hal tanggung jawab yang disertai dengan pendidikan secara personal yang berkesinambungan, merupakan tiga hal yang sering hilang dalam konsep didikan generasi milenial zaman ini. Anak-anak dibesarkan dengan uang, materi dan kebutuhan hidup dan tercukupi, tetapi mereka kehilangan akar konsep didikan yang kuat seperti yang ditanamkan dalam Mazmur 128 ini. Tabel 2. Implikasi Didikan Mazmur 128 kepada Generasi Stroberi Aspek Didikan Menurut Mazmur 128 Role Model of Integrity Pola Didikan Generasi Stroberi Implikasi Praktis Pola asuh otoriter dengan pemberian hukuman yang terlalu ketat kepada anak. Anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar, tunjukkanlah teladan hidup takut akan Tuhan melalui perkataan dan perbuatan yang baik dan benar di waktu yang benar dengan cara yang benar sesuai Firman Tuhan dan 41 Larry Hagner. The DadAos Edge - 9 Simple Ways to Have: Unlimited Patience. Improved Relationships, and Positive Lasting Memories, 1st ed. (Missouri: Larry Hagner, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 94 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 Aspek Didikan Menurut Mazmur 128 Pola Didikan Generasi Stroberi Role Model of Responsibility Pola asuh permisif yang memanjakan Continuous Personal Approach Pola asuh yang tidak sesuai dengan umur anak dan tidak Implikasi Praktis bukan dikendalikan oleh Berikan teladan menyelesaikan setiap tugas dengan baik walaupun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, maka anak akan terbiasa untuk menerima tugas dan tanggung jawab dimulai dari hal kecil. Mendidik anak ibarat membesarkan tunas pohon zaitun, terusmenerus bertumbuh mengikuti pertumbuhan anak, sehingga pertambahan usia perlu diiringi dengan peningkatan kekuatan fisik dan mental dalam menghadapai masalah Mazmur 128 memberikan nasihat hikmat dalam menghasilkan generasi yang kuat seperti tunas pohon zaitun. Hal ini dibangun oleh konsep didikan yang benar, yaitu: pola keteladanan hidup dengan integritas takut akan Tuhan sepanjang umur hidup dan hidup sesuai kebenaran Firman Tuhan dengan mengucapkan dan melakukan apa yang benar, di waktu yang benar dengan cara yang benar, bukan berdasarkan emosi. Anakanak akan dengan mudah meniru apa yang mereka dengar dan lihat walaupun tidak diajarkan secara formal. Dengan mendengar perkataan melihat perbuatan orangtua yang hidup benar dan takut akan Tuhan, maka Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. SIHAR DANIEL MANURUNG | 95 anak-anak di generasi muda akan mendengar dan melakukan yang benar sesuai keteladanan orangtua. Konsep didikan keteladanan dalam tanggung jawab juga menjadi fondasi penting dalam konsep didikan anak. Anak yang melihat teladan tanggung jawab dari ayah dan ibu akan menjadikan anak tersebut juga turut bertanggung jawab dalam setiap hal yang ditugaskan kepadanya. Anak akan belajar bertanggung jawab saat melihat kedua orangtuanya juga bertanggung jawab dalam semua hal yang menjadi perannya. Generasi stroberi memerlukan sosok teladan yang bertanggung jawab dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan sehingga mereka menyelesaikan setiap tugas dengan baik walaupun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan. Dengan melihat orangtua yang bertanggung jawab menyelesaikan tugas kecil dengan baik, maka anak akan terbiasa untuk menerima tugas dan tanggung jawab yang dimulai dari hal kecil. Konsep didikan keteladanan hidup tersebut, hendaknya disertai dengan pendidikan berkesinambungan secara personal kepada anak yang menyesuaikan didikan sesuai dengan usia, kondisi mental dan emosional Pengasuhan anak hendaknya disesuaikan dengan umur dan semakin bertambah usia anak, maka pemberian tanggung jawab dan aturan yang demokratis akan membentuk kekuatan mentalnya. Orangtua hendaknya mempersiapkan diri untuk mengubah konsep didikan ketika anak bertambah usia dan perkembangan zaman semakin maju. Semakin berkembang usia anak, maka perlu diberikan peningkatan didikan dan pengasuhan untuk menjadi kuat secara fisik dan mental menghadapi tantangan yang semakin sulit. Ketiga konsep didikan ini dapat diterapkan untuk menghasilkan generasi muda yang kuat. Keteladanan hidup melalui integritas hidup sesuai Firman Tuhan dan takut akan Tuhan, membawa generasi muda untuk bertindak benar dengan cara yang benar di waktu yang benar. Konsep didikan yang diharapkan dari kitab Mazmur juga diharapkan seperti membesarkan tunas pohon zaitun, terus-menerus bertumbuh mengikuti pertumbuhan anak tersebut sehingga pertambahan usia diiringi dengan peningkatan kekuatan dalam menghadapai masalah kehidupan. KESIMPULAN Konsep didikan di dalam keluarga menentukan keberhasilan anak di masa depan. Kitab Mazmur 128 memberikan didikan hikmat kepada pembacanya untuk memiliki konsep didikan yang menghasilkan generasi Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 96 | KONSEP DIDIKAN MENURUT MAZMUR 128 tunas pohon zaitun. Konsep didikan pertama, menanamkan keteladanan hidup yang penuh integritas yaitu takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Konsep didikan kedua, dengan keteladanan dalam tanggung jawab dalam pekerjaan juga menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter anak. Kedua pola keteladanan ini, yang disertai dengan pendidikan anak secara personal dan berkelanjutan di rumah akan membentuk kekuatan pola pikir anak. Konsep didikan inilah yang perlu diterapkan setiap keluarga untuk menghasilkan anak yang tidak mudah menyerah dengan tekanan dan benturan, seperti yang terjadi pada generasi stroberi masa kini. DAFTAR PUSTAKA