Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Eka Erina Rusady1. Luqi Darmawan2. Luqman Hadi3 1STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan 2STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan 3STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan ekaerinarusady01@gmail. com, luqidarmawan96@gmail. com, luqmanhadi811@gmail. Received: 07-03-2024 DOI: Accepted: 20-04-2024 Published: 30-04-2024 Abstrak: Management of the Islamic Religious Education Curriculum for Children with Special Needs at Punung Pacitan State Special School is an effort to learn Islamic Religious Education to increase the knowledge and faith of Children with Special Needs so that they can be applied in their daily The aims of this research are. Know the management planning for the Islamic Religious Education curriculum for children with special needs at the Punung Pacitan State Special School. Knowing the implementation . Evaluation activities. In conducting this research, descriptive research methods were used. The results of the research include: . Curriculum management planning is carried out through school principal meetings to prepare teaching tools and learning media . Implementation of the curriculum is divided into two, namely school level curriculum and class level curriculum. Evaluation of the Punung Pacitan State SLB curriculum is carried out first in the evaluation stage starting from preparatory activities such as forming an evaluation team, preparing a schedule plan, and compiling and preparing evaluation tools. Then the next stage is implementation, such as carrying out evaluations related to curriculum preparation and evaluations related to curriculum implementation. Keywords: Curriculum Management. Islamic Religious Education. Children with Special Needs Abstrak: Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Punung Pacitan merupakan upaya pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan Anak Berkebutuhan Khusus agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Tujuan dari penelitian ini adalah. Mengetahui Perencanaan manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Punung Pacitan. Mengetahui Pelaksanaannya . Kegiatan evaluasinya. Dalam melakukan penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian meliputi: . Perencanaan manajemen kurikulum dilaksanakan melalui rapat kepala sekolah mempersiapkan Perangkat ajar dan media pembelajaran . Pelaksanaan kurikulum di bagi menjadi dua yaitu kurikulum tingkat sekolah dan kurikulum tingkat kelas. Evaluasi kurikulum SLB Negeri Punung Pacitan dilakukan pertama tahapan evaluasi dimulai dari kegiatan persiapan seperti membentuk tim evaluasi. Menyusun rencana jadwal, dan menyusun serta menyiapkan perangkat evaluasi. Kemudian tahap berikutnya adalah pelaksanaan seperti melakukan evaluasi terkait penyusunan kurikulum dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan kurikulum. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum. Pendidikan Agama Islam,Anak Berkebutuhan Khusus PENDAHULUAN Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : April Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Pendidikan . secara semantik berasal dari nahasa Yunani paidagogia yang berarti pergaulan dengan anak-anak. Proses Pendidikan dimulai sejak manusia lahir hingga meninggal dunia. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan dalam hal ini khususnya di Indonesia haruslah sesuai dengan Undang - Undang dan Peraturan Pemerintah mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Sistem Pendidikan Nasional memberikan arah dan ramburambu dalam menjalankan Pendidikan baik menyangkut individu, kelompok, organisasi masyarakat dan msyarakat pada umumnya serta memandu demi tercapainya tujuan Pendidikan nasional. Dalam fungsinya Pendidikan nasional juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa agar peserta didik menjadi manusia beriman, berilmu, kreatif, cakap, mandiri dan bertanggung jawab. Pengakuan atas hak Pendidikan bagi Masyarakat Indonesia telah dijamin dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia, salah satunya pengakuan atas hak Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dimana menurut pasal 15 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, bahwa jenis Pendidikan bagi Anak berkebutuhan khusus adalah Pendidikan Khusus. Selain itu pada Pasal 32 . UU No. 20 tahun 2003 juga di jelaskan Batasan bahwa Pendidikan Khusus merupakan Pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik ,emosional ,mental, sosial dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat Istimewa. Pendidikan khusus adalah penyelenggaraa pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif . ergabung dengan sekolah bias. atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat Pendidikan dasar dan Salah satu bentuk dari hak tersebut terwujud dengan adanya lembaga- lembaga pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, salah satunya adalah Sekolah Luar Biasa (SLB) dimana dalam lembaga tersebut telah banyak layanan -layanan Pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus dari berbagai hambatan seperti hambatan penglihatan . una netr. , hambatan pendengaran . una rungu/wicar. , hambatan Intelektual . una grahit. , hambatan fisik . una daks. , dan Autis. Hal ini dimaksudkan agar nantinya tujuan dari pelayanan hak Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus dapat tercapai secara maksimal serta menunjukkan bahwa dalam hal pendidikan mereka juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak pada umumnya . Anak Berkebutuhan Khusus memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena memiliki kelainan secara fisik, emosional dan mental yang terkadang menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Namun bukan berarti secara keseluruan anak ABK tidak mampu mengikuti Disisi lain terdapat juga beberapa anak yang mampu mengikuti kegiatan pembelajaran baik dalam bidang akademik maupun non akademik, bahkan beberapa anak ABK justru memiliki kecerdasan serta bakat yang Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan KhususTahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Istimewa yang dapat menjadi keunggulan mereka. Dalam kegiatan belajar di sekolah Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu pembelajaran yang ada di kurikulum SLB. PAI tidak hanya diberikan kepada anak normal pada umumnya saja melainkan juga kepada anak yang mempunyai keterbatasan maupun kelainan secara fisik dan mental juga. Mereka mempunyai hak yang sama dalam memperoleh Pendidikan. Karena selain Pendidikan secara material anak berkebutuhan khusus tentunya juga membutuhkan Pendidikan secara spiritual dan mental juga. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi salah satu perhatian khusus bagi anak ABK dimana akses untuk mereka dalam dunia pedidikan belum sepenuhnya dapat Tidak semua paham dengan kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus di dalam pembelajaran PAI terutama dalam manajemen kurikulumnya. SLB Negeri Punung Pacitan merupakan salah satu sekolah SLB dengan status Negeri di Kabupaten Pacitan yang memberikan pelayanan khusus kepada anak berkebutuhan Khusus. SLB Negeri Punung Pacitan berdiri pada tahun 1986 dengan nama SDLB Negeri Punung. Dimana awal mulanya sekolah ini hanya memiliki layanan Pendidikan pada pada jenjang tingkat sekolah dasar saja. Sekolah ini beralamatkan di Jln. Punung-Gondosari No. 07 Punung Pacitan. Jawa Timur. SLB Negeri Punung terletak A 2 km dari Kantor Kecamatan Punung dan A 20 km dari Kabupaten Pacitan. Lembaga ini juga bersebelahan dengan Sekolah Dasar Umum yaitu SDN 4 Punung dimana siswa-siswinya terkadang juga ikut membaur dengan siswi SLB. Selain itu Lembaga ini juga bersebelahan dengan rumah warga tepatnya berada di sebelah utara dan timur serta sebelah Selatan merupakan jalan raya. Berdasarkan surat Pergubjatim/43/2018 Tanggal 07/10/2018 nama SDLB Negeri Punung berubah menjadi SLB Negeri Punung , dimana sekolah ini mulai membuka pelayanan pendidikan khusus mulai dari jenjang TKLB. SDLB. SMPLB, hingga SMALB. Hingga saat ini sekolah ini memiliki siswa dengan Hambatan Penglihatan (Tunanetr. Hambatan Pendengaran (Tunarung. Hambatan Intelektual (Tunagrahit. Downsyndrome. Hambatan Fisik (Tunadaks. dan Autis. Dimana dalam perkembangannya SLB Negeri Punung Pacitan pada Tahun Ajaran 2023/2024 ini memiliki siswa berjumlah 55 dengan jumlah 25 siswa pada jenjang SDLB, 14 siswa pada jenjang SMPLB, 16 siswa pada jenjang SMALB, dan pada Tahun Ajaran ini untuk jenjang TKLB tidak ada. Dengan peserta didik berkebutuhan khusus. SLB Negeri Punung mampu bersaing secara akademik maupun non akademik dan memiliki banyak prestasi luar biasa baik di Tingkat kabupaten ,bakorwil, maupun provinsi. Diantaranya adalah juara I lomba menar pada acara Mataram Art Festival di Madiun. Juara I O2SN Lari 100 m Tingkat kabupaten. Juara 1 FLS2N Melukis,Menyanyi. Komik Strip Tingkat Kabupaten Juara I LKSN Hantaran dan Tata Boga Tingkat Kabupaten. Juara Harapan I LKSN Hantaran Tingkat Provinsi, dan Juara Harapan I FLS2N Menyanyi Tingkat provinsi Jawa Timur. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Menjadi sekolah untuk anak berkebutuhan khusus tentunya SLB Negeri Punung sendiri mengalami berbagai bentuk dan cara beradaptasi secara lingkungan, dimana segala fasilitas Pendidikan serta kegiatan pembelajaran tentunya berbeda dengan sekolah pada umumnya terutama dalam hal kurikulum pembelajarannya, lembaga setidaknya harus melakukan banyak inovasi-inovasi dan manajemen yang baik agar semua proses belajar mengajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus dapat berjalan maksimal dan tercapai Pada praktiknya SLB Negeri Punung Pacitan masih memiliki beberapa kendala dalam pengelolaan manajemen kurikulumnya, terutama pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Salah satunya yaitu terkait dengan tidak tersedianya tenaga pendidik PAI dikarenakan baru saja dipindah tugaskan sebagai anggota ASN di sekolah lain sehingga di SLB Negeri Punung Pacitan saat ini tidak terdapat guru PAI yang linear baik PNS maupun Non PNS yang mengajar di sekolah. Kegiatan mengajar saat ini diampu oleh guru kelas masingmasing dimana latar pendidikannya adalah Pendidikan Luar Biasa. Psikologi. Bahasa Indonesia dan Pendidikan Sejarah yang tentunya tidak linear. Kendala yang kedua adalah buku panduan pembelajaran atau modul ajar PAI yang digunakan adalah buku PAI umum Dimana materi pembelajarannya tentu kurang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus dan perlu adanya penyesuaian materi susuai dengan masing-masing hambatan siswa. Selain itu kendala lainnya adalah di SLB Negeri Punung Pacitan dalam hal pembagian rombongan belajar atau kelas juga masih belum merata. Setiap rombongan belajar atau kelas masih terdiri dari kebutuhan khusus yang berbeda. Misalnya di kelas X SMALB terdapat 11 siswa yang memiliki hambatan berbedabeda. Ada 1 siswa dengan Hambatan Penglihatan, 2 Siswa Hambatan Pendengaran ,1 siswa Hambatan Fisik dan 7 siswa dengan Hambatan Intelektual sehingga hal ini tentunya akan membuat proses pembelajaran menjadi kurang efektif juga. Sekolah melalui kepala sekolah, kurikulum beserta guru selalu berupaya untuk selalu bekerja sama dalam mengelola manajemen Pendidikan pada bagian kurikulum di sekolah, terutama pada pembelajaran PAI bagi Anak Berkebutuhan Khusus, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Namun tentunya dengan kendala-kendala yang ada membuat peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana cara Lembaga melaksanaan manajemen kurikulum pada pembelajaran PAI dalam mencapai tujuannya. Tentunya selama proses ini peneliti berharap akan mendapatkan gambaran berbeda dimana sasarannya adalah anak berkebutuhan khusus yang tentunya berbeda dengan anak normal pada umumnya . Berdasarkan uraian latar belakang diatas, bahwa kegiatan manajemen kurikulum di Lembaga Pendidikan merupakan hal yang sangat penting demi tercapainya tujuan sekolah salah satunya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus, maka peneliti tertarik untuk mengambil judul AuManajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan KhususTahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Berkebutuhan Khusus d SLB Negeri Punung PacitanAy METODE PENELITIAN Jenis Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan data yang ada di lapangan dengan cara menguraikan dan menginterpretasikan sesuaatu seperti apa yang ada di lapangan dan menghubungkan sebab akibat terhadap sesuatu yang terjadi di lapangan pada saat penelitian dilaksanakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, peneliti melakukan penelitian langsung di lapangan untuk mencari data. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah,kurikulum, dan guru Sedangkan objeknya adalah kegiatan kurikulum di kelas X C. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Punung Pacitan Perencanaan manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Punung Pacitan dilaksanakan melalui rapat kepala sekolah bersama dengan kurikulum dan guru kelas yang mengajar Pendidikan Agama Islam mempersiapkan Perangkat ajar dan media pembelajaran yang nantinya akan diimplementasikan saat pembelajaran bersama siswa. Menurut Sukmanadita kurikulum . merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management juga mengemukakan tentang Planning bahwa perencanaan adalah pemilih fakta dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Ay Dari pernyataan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Menentukan segala sesuatu terlebih dahulu untuk melaksanakan kegiatan itulah yang disebut Perencanaan dilakuka jugan dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang Dan sebuah perencanaan kurikulum di suatu Lembaga merupakan hal yang perlu diperhatikan demi tercapainya tujuan sekolah tersebut. Dalam proses perencanaan kurikulum di SLB masih perlu adanya persiapan yang sangat matang dan ini menjadi tugas besar bagi kepala sekolah, kurikulum, dan guru kelas, karena pada saat ini di SLB Negeri Punung tidak ada guru PAI untuk sementara waktu sehingga dalam proses perencanaan masih Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. dilaksanakan secara spontan dan menyesuaikan kemampuan guru yang tidak linear dengan mata pelajarannya. Hal tersebut perlu jadi perhatian besar agar tujuan pembelajaran PAI bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Punung dapat dilaksanakan secara maksimal. Kurikulum Pendidikan nasional saat ini juga masih sangat menyulitkan bagi anak berkebutuhan khusus. Di SLB Negeri Punung Pacitan guru sebagai pelaksana kurikulum dituntut harus selalu kreatif dalam mengembangkan kurikulum bagi Anak Berkebutuhan Khusus, karena kebutuhan dari masing-masing siswa selalu bervariasi dan berbeda-beda. Peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah sangat diperlukan karena sekolah menjadi tempat Pembangunan karakter dan moral terutama bagi anak Berkebutuhan Khusus. Beberapa kendala yang relevan dengan penelitian-penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya mengenai Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus diantaranya adalah Sebagian besar guru PAI bukan berasal dari Pendidikan Luar Biasa (P. LB) sehingga tidak linear dan membuat guru PAI sendiri harus mengikuti berbagai kegiatan seperti workshop, seminar, maupun berbagai kegiatan pelatihan untuk guru PAI baik yang diselenggarakan di sekolah maupun di luar sekolah. Kemudian untuk kendala berikutnya pada kegiatan pembelajaran guru kesulitan karena tidak ada buku panduan khusus untuk anak SLB sehingga disini guru PAI dituntut untuk mengelola kegiatan pembelajaran se kreatif mungkin. Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Punung Pacitan Menurut George R. Terry dalam bukunya Principles of Management mengatakan bahwa penggerakan adalah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok agar supaya berkehendak dan berusaha dengan keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian dari pihak pimpinan. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tercapai tidaknya suatu tujuan tergantung bergerak atau tidaknya seluruh anggota manajemen dalam hal ini kepala, kurikulum, guru di sekolah. Semua kegiatan harus terarah pada sasaran agar tercapai Tercapainya tujuan dari manajemen itu juga tergantung dari Dalam pelaksanaan kurikulum PAI bagi anak ABK di SLB Negeri Punung sudah berjalan dengan baik meskipun tanpa adanya guru PAI. Melalui guru kelas kepala sekolah selalu berupaya untuk memotivasi guru untuk selalu pandai-pandai menyesuaikan materi, harus kreatif, inovatif dan belajar lebih mengenai Pembelajaran PAI walaupun agar pelaksanaan kurikulum PAI di SLB Negeri punung dapat dilaksanakan secara maksimal. Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan KhususTahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Khusus di SLB Negeri Punung Pacitan Dalam buku The School Curriculum, evaluasi dinyatakan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisa data secara sistematis, yang bertujuan untuk membantu pendidik memahami dan menilai suatu kurikulum, serta memperbaiki metode pendidikan George R. Terry juga mengemukakan bahwa evaluasi dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standard, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan apabila perlu melakukan perbaikan perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan standard . SLB Negeri punung menggunakan dua tahapan yaitu, tahapan evaluasi kurikulum dari kegiatan persiapan seperti membentuk tim evaluasi . Menyusun rencana jadwal, dan mnyususn serta menyiapkan perangkat evaluasi. Kemudian tahap berikutnya adalah pelaksanaan seperti melakukan evaluasi terkait penyusunan kurikulum dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan kurikulum. KESIMPULAN Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagaimana berikut: Perencanaan manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Punung Pacitan dilaksanakan melalui rapat kepala sekolah bersama dengan kurikulum dan guru kelas yang mengajar Pendidikan Agama Islam mempersiapkan Perangkat ajar dan media pembelajaran yang nantinya akan diimplementasikan saat pembelajaran bersama siswa. Pelaksanaan kurikulum Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri Punung di bagi menjadi dua yaitu kurikulum tingkat sekolah dan kurikulum tingkat kelas. Pada saat pelaksanaan di kelas guru menggunakan metode yang berbeda dengan sekolah reguler. Guru melihat dari karakteristik siswanya karena metode yang harus digunakan harus sesuai dengan kebutuhan siswa. Evaluasi kurikulum SLB Negeri Punung Pacitan dilakukan dengan dua tahapan Pertama tahapan evaluasi dimulai dari kegiatan persiapan seperti membentuk tim evaluasi. Menyusun rencana jadwal, dan mnyususn serta menyiapkan perangkat evaluasi. Kemudian tahap berikutnya adalah pelaksanaan seperti melakukan evaluasi terkait penyusunan kurikulum dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan kurikulum DAFTAR PUSTAKA Amka. Manajemen Pendidikan Khusus. Nizamia Learning Center. Sidoarjo. Amka . Manajemen Pendidikan Khusus (Sidoarjo: Nizamia Learning Center. Ariani. Riski Manajemen Kesiswaan dalam Pengembangan Bakat Siswa melalui Program Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Sambit Ponorogo. Ponorogo,2021. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Arikunto. Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakart. Daular. Haidar Putra dan Pasa. Nurgaya. Pendidikan Islam Dalam Mencerdaskan Bangsa. Rineka Cipta. Jakarta, 2012. Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Jakarta Pustaka, 2007. Ghony. Djunaidi dan Almanshur. Fauzan. Metode Penelitian Kualitatif . Ar-Ruzz Media, 2012. Gunawan. Heri. Pendidikan Islam Kajian Teoritis dan pemikiran Tokoh,. Remaja Rosdakarya. Bandung, 2014. Gunawan. Imam. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Bumi Aksara. Jakarta 2. Hamalik. Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. PT. Bumi Aksara. Jakarta 2008. Hamalik. Oemar. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. PT. Remaja Rosdakarya Bandung, 2009. Ibrahim Nasbi. AuManajemen KurikulumAy Jurnal Idaarah,Vol. I No. Desember Isorani. Farida AuPembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah InklusiAy Vol. No. Journal Of Emperical Research Islamic Education, 2019. MakniAoah. Perencanaan Pembelajaran Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Malik. Oemar. Manajemen Pengembangan Kurikulum. PT Remaja Rosdakarya. Bandung, 2008. Merdeka,Rizka Maria. Memahami Pengertian dan Fungsi Ilmu Manajemen Menurut George R. Terry, diakses dari https://greatdayhr. com/idid/blog/ilmu-manajemen-menurut-gr-terry/. Rahardjo. Mudjia Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif diakses dari https://uin-malang. id/r/101001/triangulasi-dalam-penelitiankualitatif. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan KhususTahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. Triwiyanto. Teguh. Manajemen Kurikulum dan Pebelajaran. PT Bumi Aksara. Jakarta, 2015. Saputra. Miswar dkk. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini. Aceh ,2021. Subroto. Suryo. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Rineka Cipta. Jakarta1997. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta. Bandung, 2004. Suhartono. Tony. AuManajemen Sekolah Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Studi Kasus di Sekolah K-Link Care Center JakartaAy. Tawazun : Jurnal Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor , 11. No. Desember, 2018. Sukmadinata. Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung, 2010. Suliswiyadi. Metodelogi Penelitian Pendidikan Pendekatan konsep dan aplikasi. Sigma . Yogyakarta, 2015. Sutopo. Metodologi Penelitian Kualitatif. UNS. Surakarta, 2006. Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Manajemen Pendidikan. Alfabeta. Yogyakarta, 2012. Umar Sidiq dan Moh. Miftachul Choiri. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Usman. Nurdin. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 2002. Wulandari. Apri Yani dkk. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Bagi Siswa Tunagrahita Ringan Kelas X SMALB di SLB N PKK Bandar LampungAy. Wahana Didaktika : Jurnal Terakreditasi SINTA. Februari 2024. Zaini. Mohammad. Manajemen Kurikulum Terintegrasi. Pustaka Ilmu,