Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2024 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X DETERMINAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI 6 NEGARA ASEAN TAHUN 2018-2022 Determinants Of Economic Growth In 6 Asean Countries From 2018 To 2022 Saharani Neitha Sholati . Eni Setyowati . Maulidyah Indira Hasmarin . Email: saharanins@gmail. , es241@ums. Program Studi Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Yani. Mendungan. Pabelan. Kec. Kartasura. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah Abstract This study aims to investigate the factors influencing economic growth in Southeast Asia, focusing on government expenditure, the Human Development Index (HDI), foreign direct investment (FDI), labor, and international tourism expenditure on Gross Domestic Product (GDP) in six Southeast Asian countries (Indonesia. Singapore. Thailand. Malaysia. Vietnam, and the Philippine. during the 2014Ae2021 period. Economic growth in this region is influenced by various external and internal factors that need to be examined more deeply. The method used is panel data regression with the Common Effects Model (CEM). Fixed Effects Model (FEM), and Random Effects Model (REM) approaches. The estimation results indicate that the FEM model is the most appropriate, with a coefficient of determination (RA) of 0. meaning that 99. 93% of GDP variation can be explained by these variables. Government expenditure and FDI have a significant effect on GDP, while HDI, labor, and international tourism expenditure do not show a significant effect. These findings align with previous studies suggesting that government expenditure and FDI are the main factors influencing economic growth, while the impact of other factors is more limited. Keywords : Government Expenditure. Human Development Index. Foreign Direct Investment. Labor. International Tourism Expenditure. Gross Domestic Product. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara, dengan fokus pada pengeluaran pemerintah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM), investasi langsung asing (FDI), tenaga kerja, dan pengeluaran pariwisata internasional terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di enam negara Asia Tenggara (Indonesia. Singapura. Thailand. Malaysia. Vietnam, dan Filipin. selama periode Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal yang perlu dipahami lebih dalam. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effects Model (CEM). Fixed Effects Model (FEM), dan Random Effects Model (REM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa model FEM adalah yang paling tepat, dengan koefisien determinasi (RA) sebesar 0,9993, yang berarti 99,93% variasi PDB dapat dijelaskan oleh variabel-variabel ini. Pengeluaran pemerintah dan FDI memiliki pengaruh signifikan terhadap PDB, sementara IPM, tenaga kerja, dan pengeluaran pariwisata internasional tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan pengeluaran pemerintah dan FDI sebagai faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sementara pengaruh faktor lainnya lebih Kata Kunci : Pengeluaran Pemerintah. Indeks Pembangunan Manusia. Investasi Langsung Asing. Tenaga Kerja. Pengeluaran Pariwisata Internasional. Produk Domestik Bruto. PENDAHULUAN Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi negara-negara di seluruh Di kawasan Asia Tenggara, sektor pariwisata telah menjadi salah satu sektor unggulan yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian regional. Hal ini tercermin dalam perjanjian bebas visa antar negara ASEAN yang ditandatangani pada 25 Juni 2006, bertujuan untuk meningkatkan mobilitas wisatawan di kawasan tersebut. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dapat tercapai secara lebih efektif dan efisien, terutama bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara Maritim (Salsabila. Selama tiga dekade terakhir, perkembangan pariwisata internasional mengalami perubahan yang signifikan. Pariwisata internasional tidak hanya berperan sebagai sektor ekonomi yang penting, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) jangka panjang melalui berbagai mekanisme. Pertama, pariwisata berfungsi sebagai sumber devisa yang signifikan, yang dapat digunakan untuk membayar impor barang modal atau input yang dibutuhkan dalam proses produksi. Kedua, sektor ini mendorong investasi pada pembangunan infrastruktur baru serta meningkatkan kompetisi antara perusahaan lokal dan internasional di sektor pariwisata. Ketiga, pariwisata memberikan dampak langsung, tidak langsung, dan induktif terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya. Keempat, sektor ini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan Kelima, pariwisata dapat menciptakan skala ekonomi yang positif di perusahaanperusahaan nasional, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing mereka di pasar internasional (Suciyanti, 2. Namun, untuk memahami lebih jauh bagaimana sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi, perlu diidentifikasi peran spesialisasi pariwisata dalam meningkatkan daya saing dan kinerja sektor ini. Spesialisasi pariwisata dapat berfungsi sebagai faktor pendorong yang memperkuat konektivitas antara sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini akan menghubungkan konsep spesialisasi pariwisata dengan variabel-variabel dalam model yang relevan, seperti investasi infrastruktur, daya saing industri, dan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian regional, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, khususnya negara-negara dengan karakteristik pariwisata maritim. Sumber: World Bank Grafik 1 Perkembangan International Tourism Expenditure dan Gross Domestic Product di Enam Anggota ASEAN Tahun 2019-2021 Berdasarkan Grafik 1 dapat dilihat bahwa perubahan International Tourism Expenditure akan diikuti oleh perkembangan perubahan Gross Domestic Product di masing-masing negara anggota ASEAN. Garafik 1 juga memperlihatkan bahwa International Tourism Expenditure dan Gross Domestic Product di masing-masing negara mengalami penurunan yang signifikan di tahun 2019-2020 secara berturut-turut dan membaik di tahun 2021. Negara yang memiliki perubahan signifikan adalah Singapura dimana ketika International Tourism Expenditure menurun dari tahun 2019 sampai 2020 yaitu sebesar 27,27 miliar dollar menjadi 7 miliar dollar diikut dengan penurunan Gross Domestic Product berturut-turut sebesar 66% menjadi 61,3%. Negara Singapura juga menjadi negara terburuk dalam hal selisih penurunan International Tourism Expenditure dari tahun 2019-2020, yaitu sebesar minus 20,27 miliar dollar, diikut oleh negara Indonesia -9,56 milliar dollar. Thailand -7,97 milliar dollar. Filipina -7,75 milliar dollar. Malaysia -7,62 miliar dollar dan yang terakhir Vietnam yang hanya 2,4 milliar dollar. Selain selisih menurunan International Tourism Expenditure yang paling sedikit. Vietnam adalah satu-satunya negara yang Gross Domestic Product-nya positif di tahun 2020. Jika negara lain seperti Indonesia yang megalami kontraksi dari tahun 2019 menuju tahun 2020 sebesar 0,3%. Malaysia dan Thailand 1%. Singapura 5% dan Filipina 0,2%. Vietnam positif dengan nilai sebesar 0,1%. Berbagai literatur menemukan bahwa Internasional Tourism Expenditure berpengaruh terhadap Gross Domestic Product (Mohd Nor et al. , . Wardhana et al. Priyono et al. , . Sementara. Nyasha & Odhiambo . dan Nwankwo et al. menemukan bahwa Government Expenditure berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Rizal & Erpita . dan Prawira et al. menemukan bahwa FDI berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, namun Mentari et al. menemukan bahwa FDI tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Eliza . dan Sari et al. , . menemukan bahwa tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian yang dilakukan oleh Muqorrobin & Soejoto . dan Safitri . berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurut Chiu & Yeh . , hubungan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi telah dianalisis dengan pendekatan hipotesis TLG (Tourism Led-Growt. Ketika kondisi pariwisata berubah dengan menggunakan tiga spesialisasi pariwisata, yaitu . rasio penerimaan pariwisata internasional terhadap GDP. rasio jumlah kedatangan wisatawan internasional dengan jumlah keberangkatan wisatawan internasional . asio wisatawa. rasio layanan perjalanan ekspor layanan komersial dengan layanan perjalanan impor layanan komersial . asio layanan perjalana. Tingkat spesialisasi pariwisata yang lebih tinggi, memiliki arti negara-negara menunjukkan lebih banyak melakukan pengembangan di bidang Peranan pariwisata menjadi keunggulan sektor baru di negara ASEAN membuat para investor tertarik untuk menanamkan modal sektor pariwisata di negara ASEAN. Investor asing sering membawa teknologi canggih dan pengetahuan bisnis yang dapat ditransfer ke perusahaan lokal. Hal ini meningkatkan kemampuan teknologi dan kualitas sumber daya manusia di negara penerima, membantu meningkatkan daya saing dan produktivitas industri. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendapatan nasional juga dapat Sementara itu, melalui Foreign Direct Investment (FDI), perusahaan dapat memproduksi barang dengan biaya yang lebih efisien dan meningkatkan kualitas produk. Hal ini mendorong peningkatan ekspor negara penerima, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan nasional (Putri & Nugrohowati, 2. Menurut Safitri . , upaya perbaikan kualitas pembangunan manusia tentunya akan menunjang peningkatan produktivitas dan usaha-usaha produktif yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan. Dimana semakin tinggi kualitas sumber daya manusia maka produktivitas masyarakat juga semakin tinggi sehingga dapat meningkatkan PDRB dan mencapai Gross Domestic Product yang tinggi. Penting bagi pemangku kepentingan pariwisata, terutama pemerintah dan manajer bisnis, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan daya saing pariwisata negara mereka untuk menyesuaikan dengan tepat sumber daya dan strategi pengelolaan yang tersedia dan menciptakan nilai bagi wisatawan. Karena ada kesenjangan di bidang daya saing pariwisata di negara-negara berkembang. Manfaat ekonomi lain yang diperoleh dari aktivitas pariwisata termasuk pendapatan pajak, pekerjaan dan sumber pendapatan tambahan. Oleh karena itu, pariwisata harus memiliki dampak pada ukuran kuantitatif perkembangan ekonomi yang sering digunakan, produk domestik bruto (PDB) (Salsabila, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Government expenditure. Human development. Foreign Direct Invesment. Labor Force, dan Internasional Tourism Expenditure Current terhadap Gross Domestic Product di enam negara Asia Tenggara (Indonesia. Singapura. Thailand. Malaysia. Vietnam, dan Filipin. tahun 2014-2021. Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai akan barang dan jasa yang mana dihasilkan oleh suatu negara tertentu dengan menggunakan faktor-faktor produksi milik warga negaranya dan milik penduduk di negara-negara lain. Serta GDP juga dapat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. Menurut (MuAoarif & Soebagyo, 2. pertumbuhan ekonomi merupakan cerminan dari perkembangan ekonomi suatu negara, bertambahnya kekayaan dan bertambahnya barang dan jasa disebabkan oleh proses dalam perekonomian karena pertumbuhan ekonomi. Biasanya dinilai menurut harga pasar dan dapat didasarkan atas harga yang berlaku dan harga tetap. GDP merupakan nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksikan dalam perekonomian selama kurun waktu tertentu. GDP merupakan ukuran mengenai besarnya kemampuan suatu negara untuk mengahasilan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu yang diwujudkan oleh faktor-faktor di dalam negeri . ilik warga negara dan orang asin. Untuk mengukur nilai uang yang berlaku dari output perekonomian disebut GDP nominal, sedangkan GDP riil mengukur output yang dinilai pada harga konstan. Deflator GDP mengukur harga output relatif terhadap harganya pada tahun dasar (Triyawan & Novitasari, 2. Pengeluaran pemerintah adalah seperangkat produk yang dihasilkan yang memuat pilihan atau keputusan yang dibuat oleh pemerintah untuk menyediakan barang-barang publik dan pelayanan kepada masyarakat. Total pengeluaran pemerintah merupakan penjumlahan keseluruhan dari keputusan anggaran pada masing-masing tingkatan pemerintahan . usatprovinsi-daera. Pada tahap awal perkembangan ekonomi, menurut mereka rasio-rasio pengeluaran pemerintah pada pendapatan nasional relatif besar. Tahap awal pemerintah harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana. Selanjutnya tahap menengah pembangunan ekonomi, investasi pemerintah tetap diperlukan guna memacu pertumbuhan agar dapat lepas landas. Bersamaan dengan itu pula posisi investasi pihak swasta juga meningkat (Raysharie et al. , 2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah salah satu indicator kunci dalam mengukur kemajuan suatu negara atau wilayah. Munurut (Widyaningsih & Arif, 2. Pembangunan manusia merupakan suatu proses untuk meningkatkan pilihan-pilihan yng dimiliki manusia, melalui Upaya pemberdayaan yang mengutamakan peningkatan kemampuan dasar manusia agar dapat berpatisipasi penuh dalam segala bidang Pembangunan. Tingkat Pembangunan manusia yang tinggi sangat menentukan kemampuan penduduk dalam menyerap dan mengelola sumber-sumber pertumbuhan ekonomi (S. Sari & Setyowati, 2. IPM menggabungkan tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan taraf hidup, untuk memberikan gambaran yang holistik tentang kesejahteraan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan Gambaran menyeluruh mengenai tingkat pembangunan manusia di suatu daerah dan dampak kegiatan pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut. Perkembangan angka dari IPM yang akan menunjukkan kenaikan atau penurunan kinerja pembangunan manusia di suatu wilayah (Harsono et al. , 2. Investasi adalah suatu kegiatan dimana dana ditempatkan pada jangka waktu tertentu dan diharapkan memberikan manfaat. Investasi disebut juga dengan pembentukan modal, yaitu masuknya modal dan transfer teknologi pada sektor-sektor usaha di suatu negara tujuan Dana investasi tersebut digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang ada seperti pabrik, gedung pendidikan, infrastruktur, dan fasilitas kesehatan yang dapat meningkatkan indikator pertumbuhan, tingkat pendidikan, atau kekayaan rumah tangga (Fathia et al. , 2. Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja . erusia 15-64 tahu. atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi 43 barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Tenaga kerja . an powe. terdiri atas dua kelompok yaitu angkatan kerja . abour forc. dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja . abor forc. adalah tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara tidak bekerja, dan yang mencari pekerjan. Sedangkan Bukan Angkatan Kerja . nlabour forc. adalah tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan, yakni orang-orang yang kegiatannya bersekolah . elajar dan mahasisw. , mengurus rumah tangga . aksudnya ibu337 ibu yang bukan wanita kari. , serta menerima pendapatan tapi bukan merupakan imbalan langsung atas jasa kerjanya (Rofii & Ardyan, 2. Internatioanl Tourism Expenditure merupakan pengeluaran pengunjung keluar internasional di negara lain, termasuk pembayaran kepada operator asing untuk transportasi Pengeluaran ini mungkin termasuk pengeluaran penduduk yang bepergian ke luar negeri sebagai pengunjung pada hari yang sama, kecuali dalam kasus di mana ini cukup penting untuk membenarkan klasifikasi terpisah. Untuk beberapa negara, mereka tidak memasukkan pengeluaran untuk item transportasi penumpang (Suciyanti, 2. Teori Peacock dan Wiseman menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi menyebabkan pemungutan pajak yang semakin meningkat walaupn tarif pajak tidak berubah. meningkatnya penerimaan pajak menyebabkan pengeluaran pemerintah juga semakin Oleh karena itu, dalam keadaan normal, meningkatnya GDP menyebabkan penerimaan pemerintah yang semakin besar, begitu juga dengan pengeluaran pemerintah menjadi semakin besar. Maka pengeluaran pemerintah yang diklasifikasikan menjadi belanja langsung dan belanja tidak langsung jika meningkat maka menyebabkan GNP meningkat pula (Zahari, 2. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Nyasha & Odhiambo . bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Penelitian Nwankwo et al. juga menemukan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Foreign Direct Investment (FDI) melibatkan masuknya modal dari investor asing ke dalam negara penerima. Modal ini digunakan untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang membutuhkan investasi, seperti industri, infrastruktur, dan teknologi. Dengan adanya Foreign Direct Investment (FDI), aktivitas ekonomi meningkat, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan mendorong Gross Domestic Product secara keseluruhan (Putri & Nugrohowati, 2. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Rizal & Erpita . bahwa investasi asing berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Prawira et al. , juga menemukan bahwa investasi asing berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Dalam konsep tenaga kerja berhubungan dengan teori klasik Adam Smith . yang menjelaskan bahwa alokasi sumber daya manusia yang efektif adalah pemula pertumbuhan ekonomi. Hal ini dikarenakan sumber daya alam dan modal seperti mesin dan peralatan hanya dapat digunakan secara efektif apabila ada tenaga kerja yang memanfaatkan dan memprosesnya. Setelah ekonomi tumbuh, akumulasi modal . baru mulai dibutuhkan untuk menjaga agar ekonomi tumbuh. Dengan kata lain, alokasi sumber daya manusia yang efektif merupakan syarat perlu . ecessary conditio. bagi pertumbuhan ekonomi (Fiorentina & Galuh, 2. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Eliza . bahwa tenaga kerja berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Sari et al. , . , juga menemukan bahwa tenaga kerja berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Perkembangan pariwisata akan mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi. Dimana keduanya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan akan melakukan perbelanjaan, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa . ourism final deman. Selanjutnya, tourism final demand secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan baku . nvestment derived deman. , untuk beroperasi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Dalam usaha memenuhi permintaan pariwisata, diperlukan investasi dibidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan, industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan, dan lain sebagainya. Pemenuhan tersebut yang nantinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Yakup & Haryanto, 2. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Wardhana et al. bahwa International Tourism Expenditure berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Priyono et , . juga menemukan bahwa International Tourism Expenditure berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Pengaruh Indeks Pembangunan manusia terhadap Gross Domestic Product dapat dilihat dari hasil proses pembangunan manusia yang mendorong peningkatan kemampuan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan manusia mampu meningkatkan kemampuan tenaga kerja, kemampuan kewirausahaan, dan kemampuan manajerial penduduk. Peningkatan kemampuan penduduk dapat meningkatkan kapasitas penduduk dalam hal penguasaan teknologi, kemampuan adaptasi, riset dan pengembangan dalam negeri, serta inovasi yang menjadi kunci untuk menciptakan Gross Domestic Product (S. Sari & Setyowati, 2. Teori ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Safitri . bahwa Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Muqorrobin & Soejoto . juga menemukan bahwa Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. METODE PENELITIAN Menurut Gujarati . dalam Savitri et al. , . menyatakan data panel memberikan keuntungan dalam pemodelan akan menghasilkan degree of freedom yang lebih besar, sehingga dapat mengatasi masaah penghilangan variabel, selain itu juga dapat mengatasi bias dalam pengestimasian karena data cukup banyak. Untuk mengestimasi pengaruh Government expenditure. Human development. Foreign Direct Invesment. Labor Force, dan Internasional Tourism Expenditure Current terhadap Gross Domestic Product di enam negara Asia Tenggara (Indonesia. Singapura. Thailand. Malaysia. Vietnam, dan Filipin. tahun 2014-2021, penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan persamaan ekonometrika seperti pada Persamaan berikut : LogGDPit = 0 1GovExit 2HDIit 3FDIit 4TLFit 5INTEXit eit Di mana: GDP 1, 2, 3, 4, 5 GovEx HDI FDI TLF INTEX : Gross Domestic Product (Milliar Dollar US$) : Konstanta : Koefisien : Government Expenditure (Milliar Dollar US$) : Human Development Index (Perse. : Foreign Direct Investment (Milliar Dollar US$) : Labor Force (Oran. : International Tourism Expenditure current (Milliar Dollar US$) : Cross section . nam negara Asia Tenggar. : Time Series (Tahun 2014-2. : Residual Menurut Brooks . dalam Savitri et al. , . tahapan yang estmasi model regresi data panel meliputi pendekatan Common Effects Model (CEM). Fixed Effects Model (FEM), dan Random Effects Model (REM). Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow dan Uji Hausman. Model terbaik akan digunakan dalam mengestimasi pengaruh variabel independen terhadap dependen. Untuk menguji eksistensi model, uji F perlu dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel H0 pada uji F menyatakan bahwa 1 = 2 = 3 = 4 = 5, yang berarti seluruh koefisien regresi bernilai nol, sehingga Government expenditure. Human development. Foreign Direct Invesment. Labor Force, dan Internasional Tourism Expenditure Current secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Gross Domestic Product di enam negara Asia Tenggara. H0 ditolak apabila probabilitas F-statistik < . Kemudian, uji t perlu dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individu berpengaruh terhadap variabel H0 pada uji t menyatakan bahwa i = 0 . = 1-. , yang berarti masing-masing variabel independen tidak berpengaruh terhadap nilai valuasi fintech di enam negara Asia Tenggara. HA menyatakan bahwa i > 0 . = 1, 2, 3, 4, . yang berarti bahwa sehingga Government expenditure. Human development. Foreign Direct Invesment. Labor Force, dan Internasional Tourism Expenditure Current secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Gross Domestic Product di enam negara Asia Tenggara. HASIL DAN PEMBAHASAN Estimasi pada model regresi data panel dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu Common Effects Model (CEM). Fixed Effects Model (FEM), dan Random Effects Model (REM). Hasil estimasi data panel ditampilkan pada Tabel 1. Variabel Tabel 1 Hasil Regresi CEM. FEM, dan REM Koefisien Regresi CEM FEM 0,7541 7,2043 0,0001 0,0008 10,9649 1,2571 0,0049 0,0014 -0,0086 0,0053 0,0025 0,0018 0,9773 0,9993 0,0000 0,0000 REM 0,7541 GovEx 0,0001 HDI 10,9649 FDI 0,0049 TLF -0,0086 INTEX 0,0025 0,9773 Prob F-statistik 0,0000 Uji Chow Cross-section F. , . = 123,6919. Prob. F = 0,0000 Uji Hausman Cross-section random N2 . = 618,4598. Prob. N2 = 0,0000 Setelah regresi CEM. FEM, dan REM dilakukan, perlu dilakukan dua pengujian untuk menentukan model manakah yang terbaik digunakan dalam mengestimasi data panel. Pertama. Uji Chow dilakukan untuk menentukan model terbaik antara CEM dan FEM. Kedua. Uji Hausman dilakukan untuk menentukan mana yang lebih baik antara FEM dan REM. Ketentuan dalam Uji Chow adalah apabila probabilitas F-statistik < , maka H0 ditolak, yang artinya FEM adalah model yang lebih baik digunakan daripada CEM. Ketentuan dalam Uji Hausman adalah apabila probabilitas N2< , maka H0 ditolak, sehingga FEM lebih tepat digunakan dibandingkan REM. Tabel 1 menunjukkan probabilitas Cross-section F sebesar 0,0000< . Dengan demikian. H0 ditolak, yang berarti model yang lebih tepat digunakan adalah FEM. Uji Hausman menghasilkan probabilitas N2sebesar 0,0000 < . , sehingga model terpilih secara keseluruhan adalah FEM. Tabel 2 Hasil Regresi FEM LogGDPit = 7,2043 0,0008GovExit 1,2571HDIit 0,0014FDIit 0,0053TLFit 0,0018INTEXit . ,0. ** . ,4. ,0. ** . ,4. ,1. R2 = 0,9993. F-stat = 2815,165. Prob. F-stat = 0,0000 Keterangan: *koefisien signifikan pada 0,01. **koefisien signifikan pada 0,05. **koefisien signifikan pada 0,10 Berdasarkan pada Tabel 2, diketahui bahwa nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,0000 < . yang berarti H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa Government Expenditure. Human Development Index. Foreign Direct Investment. Labor Force dan International Tourism Expenditure current secara bersama-sama berpengaruh terhadap Groos Domestic Product pada 6 Negara ASEAN tahun 2018-2022. Koefisien determinasi (R. sebesar 0,9993 menunjukkan bahwa 99,93% variasi persentase Gross Domestic Product dapat dijelaskan Government Expenditure. Human Development Index. Foreign Direct Investment. Labor Force, dan International Tourism Expenditure current. Sisanya yaitu sebesar 0,07% dijelaskan oleh variabel lain di luar model terestimasi. Tabel 3 Effect dan Konstanta NEGARA Effect Konstanta Indonesia -0,9013 -0,1472 Malaysia 0,4519 1,2060 Thailand -0,2069 0,5471 Viet Nam -0,6482 0,1058 Singapore 1,9147 2,6688 Philippines -0,6101 0,1439 Berdasarkan tabel 3 menyajikan nilai konstanta setiap untuk enam negara ASEAN. Diketahui Negara dengan nilai konstanta terbesar yaitu Singapore dengan nilai konstanta sebesar 2,6688. Kemudian posisi ke 2 ada negara Malaysia dengan nilai konstanta sebesar 1,2060, posisi ke 3 ada negara Thailand dengan nilai konstanta sebesar 0,5471. Sedangkan negara dengan nilai konstanta terendah yaitu Indonesia sebesar -0,1472. Tabel 4 Hasil Uji t Variabel GovEx HDI FDI TLF INTEX Koefisien Prob. Kesimpulan 0,0008 1,2571 0,0014 0,0053 0,0018 0,0183 0,4585 0,0305 0,4069 0,1734 LGovEx berpengaruh nyata pada = 0,05 HDI tidak berpengaruh nyata pada FDI berpengaruh nyata pada = 0,05 TLF tidak berpengaruh nyata INTEx tidak berpengaruh nyata Tabel 4 menunjukkan bahwa Government Expenditure, dan Foreign Direct Investment secara singfikan terhadap presentase Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2017-2021. Sedangkan variabel Human Development. Labor Force. Internasional Tourism Expenditure current. Koefisien Government Expenditure sebesar 0,0008 berpengaruh positif dan memiliki hubungan log-lin artinya jika Government Expenditure naik sebesar 1 Milyar Dolar maka Groos Domestic Product akan naik sebesar 0,0008*100 = 0,0875 Milyar Dolar . Sedangkan. Foreign Direct Investment memiliki koefisien 0,0014 berpengaruh positif dan memiliki hubungan log-lin artinya jika Foreign Direct Investment naik 1 Milyar dolar maka Groos Domestic Product naik sebesar 0,0014*100 = 0,1425 Milyar Dolar. Penelitian ini sejalan dengan temuan Nyasha & Odhiambo, . meneliti tentang The Impact of Public Ependiture on Economic Growth: A Review of Internasional Literature dengan metode penelitian kuantitatif dengan tinjauan terhadap penelitian yang relevan dan evaluasi hasil. Ditemukan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Hasil yang sama ditemukan oleh Nwankwo et al. menemukan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Pengaruh Foreign Direct Investment terhadap Gross Domestic Product sejalan dengan temuan Rizal & Erpita . yang mengatakan bahwa investasi asing berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Ditemukan hasil yang sama pada penelitian Prawira et al. yang menemukan bahwa investasi berpenaruh terhadap Gross Domestic Product. Pengaruh Human Development Index terhadap Gross Domestic Product tidak sesuai dengan hipotesis. Hasil ini sesuai dengan temuan (Elistia, 2. yang menemukan bahwa HDI tidak berpengaruh terhadap Gross Domestic Product di enam negara di asia Tenggara. Sedangkan Pengaruh tenaga kerja dan Gross Domestic Product tidak sesuai dengan hipotesiis diawal yang mengatakan Labor Force berpengaruh terhadap Gross Domestic Product. Hal ini disebabkan oleh variabel pekerja ini diambil dari 2 sisi dari pekerja informal dan formal dimana pekerja informal tidak akan mempengaruhi Gross Domestic Product karena pekerja informal tidak mendapatkan pendapatan yang rendah dan ketidakpastian jaminan kesehatan. Menurut Bachtiar, . semakin tingginya tenaga informal akan mempengaruhi kualitas perekonomian suatu negara. Selain itu pengaruh International Tourism Expenditure current terhadap Gross Domestic Product tidak sejalan dengan hipotesis, hal ini disebabkan pada tahun 2019-2021 negara di asean terdampak dari adanya virus Corona. Bahkan dilansir dari Kompas . pandemi virus corona merugikan sektor pariwisata global 2,0 triliun dollr AS. Menurut (Dinan et al. , 2. pada saat covid-19 sektor pariwisata sangat terdampak dan terjadi pengurangan yng sangat besar. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan dengan tujuan akhir Pembangunan ekonomi bagi negara. Sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pada wilayah Asia Tenggara. Pada saat in banyak sektor wisata di Asia Tenggara menjadi tujuan wisatawan asing untuk menikati liburan atau menjadikan sebuah tour. Penelitian ini menggunakan data panel yang mencakup 6 negara Asia Tenggara (Indonesia. Singapura. Thailand. Malaysia. Vietnam, dan Filipin. dengan rentan waktu Pengujian data panel melewati 2 uji yaitu uji chow dan hausman. Dimana pada uji chow model terbaik yaitu FEM dan model terbak untuk uji hausman FEM. Dengan demikian Fixed Effect Model terpilih sebagai model terbaik dan digunakan dalam melakukan regresi. Hasil penelitian uji F menunjukkan bahwa Government Expenditure. Human Development Index. Foreign Direct Investment. Labor Force dan International Tourism Expenditure current secara bersama-sama berpengaruh terhadap Groos Domestic Product pada 6 Negara ASEAN tahun 2018-2022. Selain itu, uji t menunjukan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap Gross Domestic Product yaitu Government Expenditure dan Foreign Direct Investment. Sedangkan variabel Human Development Index. Labor Force, dan International Tourism Expenditure current tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Gross Domestic Product. Saran Berdasarkan penelitian ini, diharapkan pemerintah dari 6 negara dapat meningkatkan investasi guna bisa menaikkan Gross Domestic Product. hal ini sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi pada suatu negara. Pengeluaran pemerintah juga diharapkan tepat untuk penggunaannya seperti meningkatkan insfrakruktur agar negara lain melihat negara di Asia Tenggara dapat menjadi satu destinasi untuk Pengembangan ini diharapkan juga menarik wisatawan manca negara. DAFTAR PUSTAKA