Journal of Pharmaceutical Care and Sciences e-ISSN : 2828-4828 DOI :10. 33859/jpcs VOL 4 . 2024 : 239-250 | DOI: 10. 33859/jpcs. PENGARUH KOMBINASI BASIS KARBOPOL 940 DAN HPMC TERHADAP EVALUASI DAN STABILITAS SEDIAAN SPRAY GEL EKSTRAK DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera (L. Nor SyafaAoatul Uzma. Setia Budi. Rahmadani. , 1,2,3 Program Studi S1 Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Sari Mulia. Banjarmasin. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Submitted: 09-12-2023 Revised: 11-06-2024 Accepted: 01-07-2024 Ekstrak daun sembung dibuat sediaan spray gel, dengan variasi konsentrasi carbopol 940 dan HPMC. Spray gel dipilih karena memiliki keuntungan praktis digunakan, tingkat kontaminasi mikroorganisme relatif rendah, mudah kering dan mudah dicuci. Mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Karbopol 940 dan HPMC terhadap evaluasi fisik dan stabilitas sediaan spray gel ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan one shot case study. Ekstrak sembung diformulasikan menjadi 4 formula sediaan spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC berturut-turut yaitu . ,2:0,. ,4:0,. 6:0,. ,8:0,. Kemudian dilakukan uji stabilitas dengan metode cycling test selama 12 hari sebanyak 6 siklus dengan mengevaluasi sebelum dan sesudah cycling test , evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan pola penyemprotan, waktu kering dan ketahanan melekat. Hasil uji organoleptik adanya perbedaan warna dan konsistensi, uji homogenitas didapatkan sediaan homogen, uji pH dan viskositas formula menurun, uji daya sebar dan pola penyemprotan yang baik adalah formula i dan IV, uji waktu kering semua sediaan baik, uji ketahanan melekat yang baik adalah formula i dan IV. Variasi konsentrasi Karbopol 940 dan HPMC memiliki pengaruh terhadap sediaan sebelum dan sesudah uji stabilitas. Sediaan yang baik didapatkan pada formula i dan IV konsentrasi karbopol 940 dan HPMC sebanyak . 6:0,. ,8:0,. *Corresponding author Nor SyafaAoatul Uzma Email: Uzmayuyu24@gmail. Kata Kunci: ekstrak daun sembung. HPMC. Karbopol 940, spray gel. ABSTRACT Sembung leaf extract was made into spray gel preparations, with various concentrations of carbopol 940 and HPMC. Spray gel was chosen because it has the advantage of being practical to use, relatively low contamination of microorganisms, easier to dry and easy to wash. To determine the effect of varying concentrations of Carbopol 940 and HPMC on the physical evaluation and stability of Sembung leaf extract spray gel (Blumea Balsamifera (L. )). The method used is laboratory experimental with one shot case study. Sembung extract was formulated into 4 spray gel formulations with various HPMC . 2:0. 4:0. 6:0. ,8:0,. Then a stability test was carried out using the cycling test method for 12 days for 6 cycles by evaluating before and after the cycling test, the evaluation included organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability and spraying pattern, dry time and adherence Organoleptic test results showed differences in color and consistency, homogeneity test obtained homogeneous preparations, pH test and viscosity of the formula decreased, spreadability test and good spraying pattern were formula i and IV, dry time test of all preparations was good, good adhesion resistance test are formulas i and IV. Variations in the concentration of Carbopol 940 and HPMC have an effect on the preparation https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. before and after the stability test. Good preparations were found in formulas i and IV with concentrations of carbopol 940 and HPMC . 6:0. 8:0. Keywords : Sembung leaves extract. HPMC. Carbopol 940, spray gel. PENDAHULUAN Antioksidan merupakan zat penghancur atau penangkal radikal bebas dan merupakan inhibitor proses oksidasi, bahkan pada konsentrasi yang relatif kecil. Oleh karena itu, untuk menangkal radikal bebas tubuh memerlukan pasokan antioksidan dari luar tubuh, berupa antioksidan eksogen atau antioksidan sekunder. Antioksidan tersebut dapat berasal dari makanan atau tanaman yang mengandung senyawa antioksidan. Salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa aktif flavonoid dan memiliki aktivitas antioksidan tinggi adalah Tanaman Sembung. Tanaman Sembung (Blumea balsamifera (L. merupakan spesies tanaman yang masuk dalam genus Blumea, famili Asteraceae. Salah satu bagian yang dimanfaatkan sebagai obat adalah daun (Kusumawati dan Yogeswara, 2. Gel atau hydrogel merupakan suatu sistem berbasis fase berair dengan setidaknya 10% sampai 90% dari berat sediaan, dan istilah semprot atau spray merupakan suatu komposisi yang dipercikkan, seperti terdiri dari tetesan cairan berukuran kecil atau besar, yang diterapkan melalui aplikator aerosol atau pompa Pengembangan sediaan spray gel dapat meningkatkan efektivitas serta memudahkan pemakaian dan stabil dalam penyimpanan (Aiyalu et al. , 2. Teknik spray memiliki keuntungan, dimana teknik spray memungkinkan sediaan yang dihantarkan ke kulit lebih cepat dan dapat mencakup area kulit yang besar dalam satu kali aplikasi tanpa kontak lebih lanjut dengan formulasi yang digunakan seperti gel. Spray gel ketika digunakan lebih mudah kering, tidak lengket di kulit dan memiliki kelebihan dibanding sediaan topikal lain, mudah dalam penggunaannya, aman dan lebih mudah dicuci (Hayati et al. , 2. Ketepatan dalam pemilihan gelling agent merupakan kunci utama dari formulasi spray gel, gelling agent sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap sifat fisik sediaan serta hasil akhir dari sediaan gel. Terdapat berbagai macam jenis gelling agent, salah satu yang sering digunakan adalah karbopol 940 dan HPMC. Karbopol 940 merupakan salah satu pembentuk sediaan gel yang banyak digunakan karena memiliki konsentrasi yang kecil sehingga dapat menghasilkan gel dengan viskositas yang tinggi. HPMC merupakan salah satu polimer semisintetik turunan selulosa, dapat menghasilkan sediaan gel yang netral, jernih, stabil pada pH 3 sampai 11, dan stabil dalam penyimpanan jangka lama serta memiliki resistensi yang baik terhadap serangan mikroba. Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya menyatakan bahwa menggunakan kombinasi basis Karbopol 940 dan HPMC memiliki kestabilan fisik yang baik, dan hasil yang didapatkan dikatakan stabil pada pengujian homogenitas dimana tidak terdapat partikel padat pada sediaan dan pada hasil pengukuran pH yang menggunakan karbopol 940 dan HPMC memiliki pH yang stabil yaitu dengan nilai pH 6 dan dikatakan sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5-6,5 (Tambunan dan Sulaiman, 2. https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. METODE Jenis Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium one-shoot case study. Percobaan ini membandingkan variasi konsentrasi basis karbopol 940 dan HPMC terhadap evaluasi dan stabilitas spray gel ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )). Sampel Pada penelitian ini sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )). Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Timbangan analitik (ACIS AD-300. ,hotplate (CIMAREC), viskometer stromer (NDJ-. , mortir, stemper, gelas ukur 100 ml (HERMA), beaker glass 50 ml (AGC IWAKI CTE. ,beaker glass 250 ml (PYREX), beaker glass 500 ml (PYREX), spatula, batang pengaduk, pipet tetes, sudip, botol semprot, kertas perkamen, kertas mika, plastik mika, pH meter (LUTRON) , stirrer, dan kaca arlogi. Oven (MEMMERT models 301. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )), karbopol 940. HPMC, triethanolamine (TEA), metil paraben, propil paraben, propilen glikol, aquadest. Prosedur Kerja Formulasi Spray Gel ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )): Sediaan spray gel dibuat menjadi 4 formula dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC. Karbopol 940 yang digunakan yaitu F1 0,2 gr. F2 0,4 gr. F3 0,6 gr . F4 0,8 gr dan konsentrasi HPMC yang digunakan yaitu F1 0,5 gr. F2 0,6 gr. F3 0,7 gr . F4 0,4 gr. Tabel 1 Formula Sediaan Spray Gel Ekstak Daun Sembung Bahan Ekstrak daun sembung Karbopol 940 HPMC Triethanolamine Metil paraben Propil paraben Propilen glikol Aquadest ad 0,18 0,02 Formulasi 0,18 0,18 0,02 0,02 Fungsi Bahan Zat aktif Gelling Agent Gelling Agent 0,5 Penetral Basis Gel 0,18 Pengawet 0,02 Pengawet Humektan Pelarut Pembuatan Spray Gel ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera (L. )): Karbopol 940 dimasukkan kedalam mortir kemudian ditambahkan dengan aquadest panas gerus menggunakan stamper hingga homogen dan ditambahkan trietanolamin sedikit demi sedikit hingga terbentuk massa gel yang transparan. Siapkan beaker glass masukkan ekstrak tanaman sembung. HPMC, propil paraben, metil paraben, propilen glikol, dan aquadest kemudian larutkan hingga homogen. Tambahkan karbopol 940 yang sudah digerus tadi kedalam campuran https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. ekstrak tanaman sembung diletakkan diatas hotplate dan aduk dengan menggunakan magnetic stirrer dengan suhu 30EE atur kecepatan pada 300 rpm, aduk hingga membentuk massa spray gel yang kental, jernih dan homogen. Dilakukan evaluasi dan uji stabilitas cycling test selama 6 Evaluasi Spray Gel Uji Organoleptik : Pengujian organoleptis pada sediaan spray gel dilakukan dengan melihat tampilan bentuk fisik sediaan secara kasat mata meliputi warna, bau, kejernihan, dan bentuk dari sediaan spray gel (Hayati et al. , 2. Uji Homogenitas: Pengujian homogenitas sediaan dilakukan dengan mengoleskan pada preparat kaca, kemudian diamati ada atau tidaknya partikel yang belum tercampur secara homogen (Wicaksono, 2. Uji pH: Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan pH meter, pH meter yang digunakan dikalibrasi menggunakan larutan buffer pH 4 dan pH 7. Uji ini dilakukan dengan mereplikasi sebanyak 3 kali pada masing-masing formulasi (Anindhita dan Oktaviani, 2. Uji Viskositas: Pengujian viskositas dilakukan dengan menguji sediaan spray gel sebanyak 50 ml dengan menggunakan viscometer stromer dan spindle no 3 dengan kecepatan 12 rpm. Sediaan dimasukkan kedalam gelas beaker kemudian dilakukan pengukuran viskositas dilakukan 3 kali replikasi (Hayati et al. , 2. Uji Daya Sebar dan Penyemprotan: Uji daya sebar dilakukan dengan menyemprotkan sediaan spray gel pada plastik mika dengan jarak 5 cm kemudian diukur dengan menggunakan penggaris, penentuan daya sebar berdasarkan luas lingkaran dengan parameter yang digunakan yaitu diameter. Setiap formula direplikasi sebanyak 3 kali (Hayati et al. , 2. Uji penyemprotan sediaan spray gel dilakukan dengan menyemprotkan sediaan dengan jarak 5 cm pada plastik mika mengikuti standar sebagai berikut: Sangat buruk : sediaan tidak dapat menyemprot keluar. Buruk : sediaan dapat menyemprot keluar, akan tetapi dalam bentuk tetesan/gumpalan. Cukup Buruk : sediaan dapat menyemprot keluar, namun ukuran partikel terlalu besar. Baik : sediaan dapat menyemprot keluar dengan ukuran partikel yang kecil dan seragam (Hayati et al. , 2. Uji Waktu Kering: Uji waktu kering dilakukan dengan cara menyemprotkan sediaan spray gel ke bagian bawah lengan. Kemudian hitung waktu yang dibutuhkan sediaan spray gel hingga dapat mengering. Uji waktu kering dilakukan 3 kali replikasi. Uji waktu kering yang baik untuk sediaan spray gel adalah kurang dari 5 menit (Hayati et al. , 2. Uji Ketahanan Melekat: Uji ini dilakukan dengan menyemprotkan sediaan spray gel ke bagian bawah lengan dengan jarak 3 cm pengujian dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Ketahanan melekat yang baik pada sediaan spray gel adalah tidak menetes setelah 10 detik disemprotkan (Hayati et al. , 2. https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. Uji Stabilitas: Uji stabilitas dilakukan dengan menggunakan metode cycling test. Metode cycling test dengan cara menyimpan sediaan pada 4EE selama 24 jam kemudian menyimpannya pada oven dengan suhu 40EE selama 24 jam. Peyimpanan pada dua suhu yang berbeda tersebut dianggap sebagai 1 siklus dan pengujian dilakukan sebanyak 6 siklus selama 12 hari (Noor et al. Kemudian diamati terjadinya perubahan fisik dari sediaan pada awal dan akhir pengujian yang meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, waktu kering, dan ketahanan melekat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Organoleptik Tabel 2. Uji Organoleptik Organoleptis Spray Gel Periode Pengujian Organoleptik F II F i FIV Warna Bening Khas Sembung Cair Jernih Bening Khas Sembung Cair Jernih Bening Khas Sembung Cair Jernih Bening Khas Sembung Cair Jernih Bening Khas Sembung Sedikit Kental Jernih Bening Bening Khas Sembung Sedikit Kental Jernih Bening Khas Sembung Sedikit Kental Jernih Khas Sembung Sedikit Kental Jernih Bau Konsistensi Kejernihan Warna H12 Bau Konsistensi Kejernihan Uji Homogenitas Tabel 3. Uji Homogenitas Formula Hasil Uji Homogenitas Homogen F II Homogen F i Homogen F IV Homogen Keterangan : : Konsentrasi Karbopol 0,2 gram dan HPMC 0,5 gram FII : Konsentrasi Karbopol 0,4 gram dan HPMC 0,6 gram : Konsentrasi Karbopol 0,6 gram dan HPMC 0,7 gram FIV : Konsentrasi Karbopol 0,8 gram dan HPMC 0,4 gram Uji pH Tabel 4. Uji pH Formula i 7,93 5,45 5,52 https://ejurnal. id/index. php/jpcs Replikasi 7,93 7,74 5,45 5,52 Rata-rata 7,93 7,74 5,45 5,52 7,75 7,51 5,57 5,66 Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. Keterangan : : Konsentrasi Karbopol 0,2 gram dan HPMC 0,5 gram FII : Konsentrasi Karbopol 0,4 gram dan HPMC 0,6 gram : Konsentrasi Karbopol 0,6 gram dan HPMC 0,7 gram FIV : Konsentrasi Karbopol 0,8 gram dan HPMC 0,4 gram Uji Stabilitas pH Formula 3 Rata-rata Formula 4 Formula 1 Formula 2 Gambar 1. Grafik Uji pH Uji Viskositas Tabel 5. Uji Viskositas Formula kecepatan H12 12 rpm 956,7 cPs 1176,7 mpa. 12 rpm 1669,3 cPs 1470 mpa. i 12 rpm 1966,7 cPs 1116,7 mpa. 12 rpm 2686,7 cPs 1526,3 mpa. Keterangan : : Konsentrasi Karbopol 0,2 gram dan HPMC 0,5 gram FII : Konsentrasi Karbopol 0,4 gram dan HPMC 0,6 gram Fi : Konsentrasi Karbopol 0,6 gram dan HPMC 0,7 gram FIV : Konsentrasi Karbopol 0,8 gram dan HPMC 0,4 gram Gambar 2. Grafik Uji Viskositas Uji Daya Sebar dan Pola Penyemprotan Tabel 6. Uji Daya Sebar dan Pola Penyemprotan Formula i Pola Penyemprotan Cukup Buruk Cukup Buruk Baik https://ejurnal. id/index. php/jpcs Formula i D rata-rata H0 D rata-rata H12 Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. Formula Pola Penyemprotan Formula D rata-rata H0 D rata-rata H12 Baik Keterangan : Sangat buruk :Sediaan tidak dapat menyemprot keluar. Buruk :Sediaan dapat menyemprot keluar, akan tetapi dalam bentuk tetesan/gumpalan. Cukup buruk :Sediaan dapat menyemprot keluar, namun ukuran partikel terlalu besar. Baik :Sediaan dapat menyemprot keluar dengan ukuran partikel yang kecil dan Gambar 3. Grafik Uji Daya Sebar Uji Waktu Kering Tabel 7. Uji Waktu Kering Formula Rata-rata waktu kering H0. Rata-rata waktu kering H12. i Keterangan : : Konsentrasi Karbopol 0,2 gram dan HPMC 0,5 gram FII : Konsentrasi Karbopol 0,4 gram dan HPMC 0,6 gram Fi : Konsentrasi Karbopol 0,6 gram dan HPMC 0,7 gram FIV : Konsentrasi Karbopol 0,8 gram dan HPMC 0,4 gram Uji Ketahanan Melekat Gambar 4. Grafik Uji Waktu Kering https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. Tabel 8. Uji Ketahanan Melekat Formula H0 . 9,20 9,53 i 32,01IV 34,36Keterangan : ( ) : Menetes (-) : Melekat H12. 9,31 9,54 33,7836,35- Gambar 5. Grafik Uji Ketahanan Melekat Pembahasan Pengujian organoleptis bertujuan untuk melihat tampilan fisik sediaan spray gel mulai dari tampilan bentuk, warna, bau, tekstur, kejernihan suatu sediaan gel, dan gelembung udara dalam sediaan (Anindhita dan Oktaviani, 2. Berdasarkan hasil uji organoleptis dari keempat formulasi dengan variasi konsentrasi basis Karbopol 940 dan HPMC didapat hasil yaitu sebelum cycling test menunjukkan formula I dan II berwarna bening, berbau khas sembung, konsistensi cair, jernih dan tidak terdapat gelembung udara dan pada formula i dan IV berwarna bening, berbau khas sembung, konsistensi kental, jernih dan tidak terdapat gelembung udara. Sedangkan hasil setelah cycling test menunjukkan formula I dan II berwarna bening kecoklatan, berbau khas sembung, konsistensi cair, jernih dan tidak terdapat gelembung udara dan pada formula i dan IV berwarna bening, berbau khas sembung, konsistensi sedikit kental, jernih dan tidak terdapat gelembung udara. Sementara itu pada formula I dan II memiliki konsistensi yang lebih cair dibandingkan formula i dan IV hal ini karena perbedaan perbandingan konsentrasi antara HPMC dan Karbopol 940 yang digunakan. Homogen merupakan salah satu syarat sediaan gel. Syarat homogenitas tidak boleh mengandung bahan kasar yang bisa diraba. Homogenitas sediaan gel dapat dilihat secara visual dengan hasil pemeriksaan homogenitas sediaan spray gel dengan menggunakan preparat kaca menunjukkan formula I. II, i, dan IV menunjukkan hasil yang homogen baik sebelum cycling test maupun sesudah cycling test. Semua formula menunjukkan tidak ada partikel-partikel kasar atau gumpalan pada sediaan, dan spray gel tercampur secara merata serta terlihat persamaan warna yang merata. Hal ini sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya dimana semua formula tidak terdapat partikel padat yang terdapat di dalam gel serta tidak https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. terdapat pembentuk gel yang masih menggumpal atau tidak merata dalam sediaan (Puspita et , 2. Uji pH bertujuan untuk melihat derajat keasaman dari suatu sediaan dan keamanan pada saat penggunaan sediaan. Menurut (Anindhita dan Oktaviani, 2. pH yang baik untuk sediaan topikal harus sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5-7 jika terlalu asam dapat menimbulkan iritasi dan jika terlalu basar dapat membuat kulit bersisik. Pada uji pH didapatkan hasil pada waktu sebelum dilakukan cycling test untuk formula 1 mendapatkan nilai pH sebesar 7,75 lebih tinggi dari pH normal kulit, namun diharapkan masih dapat diterima kulit dan tidak akan menimbulkan kulit bersisik. Pada formula 2 memiliki pH sebesar 7,51 sedikit lebih tinggi dari pH normal kulit sehingga diharapkan masih dapat diterima kulit dan tidak akan menimbulkan kulit bersisik, formula 3 memiliki pH sebesar 5,57, dan formula 4 memiliki pH sebesar 5,66 sehingga sediaan sudah memenuhi persyaratan pH kulit. Hasil uji normalitas Shapiro-wilk didapatkan nilai signifikan pada masing-masing formulasi <0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi pH tidak terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikan >0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi pH keempat formula stabil. Data hasil stabilitas pH masing-masing formula dianalisis secara statistik. Diketahui hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan nilai signifikan pada masing-masing formula didapatkan nilai signifikan <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi pH tidak terdistribusi normal, karena salah satu data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan didapatkan hasil nilai signifikan <0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada masing-masing formula. Pengujian viskositas dalam sediaan spray gel untuk m. egetahui mudah tidaknya sediaan tersebut dapat dihantarkan melalui aplikator semprot (Anindhita dan Oktaviani, 2. Nilai viskositas yang baik untuk sediaan spray gel berkisar antara 500-5000 cPs, jika viskositas kurang dari 500 cPs maka sediaan yang disemprotkan akan menetes, apabila lebih dari 5000 cPs sediaan tidak dapat disemprotkan keluar dari aplikator semprot. Hasil pengujian viskositas sebelum dilakukan cycling test pada keempat formulasi spray gel dengan 3 kali replikasi didapatkan hasil yang berbeda, yaitu formulasi 1 dengan hasil viskositas rata-rata 956,7 cPs, formulasi 2 viskositas rata-rata 1. 669,3 cPs, formulasi 3 viskositas rata-rata 1. 966,7 cPs dan formulasi 4 viskositas rata-rata 2. 686,7 cPs. Hasil pengujian viskositas sesudah temperatur cycling test didapatkan hasil yang berbeda, yaitu formulasi 1 dengan hasil viskositas rata-rata 1. 176,7 cPs, formulasi 2 viskositas rata-rata 470 cPs, formulasi 3 viskositas rata-rata 1. 116,7 cPs dan formulasi 4 viskositas rata-rata 526,3 cPs. Besarnya nilai viskositas dipengaruhi besar konsentrasi Karbopol 940 dan HPMC yang digunakan. Semakin besar konsentrasi Karbopol 940 yang digunakan maka semakin tinggi viskositas sediaan. Sama halnya dengan HPMC, semakin besar konsentrasi HPMC yang digunakan maka semakin tinggi viskositas sediaan (Humaira, 2. Data hasil stabilitas viskositas masing-masing formula dianalisis secara statistik. Diketahui hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan nilai signifikan pada keempat formula yaitu <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi viskositas tidak https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis didapatkan nilai signifikan >0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi viskositas keempat formula stabil. Data hasil stabilitas viskositas sebelum dan sesudah sebelum dan sesudah cycling test masing-masing formula dianalisis secara statistik. Diketahui hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan nilai signifikan pada keempat formula yaitu >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi viskositas terdistribusi normal, kemudian dilanjutkan uji homogenenitas menggunakan Levene didapatkan hasil signifikansi untuk keempat formula yaitu >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi viskositas terdistribusi homogen, setelah uji normalitas dan homogenitas dilanjutkan analisis parametrik menggunakan One Way Anova didapatkan nilai signifkansi sebesar >0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan dari hasil evaluasi viskositas setelah pengujian stabilitas terhadap keempat formula. Uji daya sebar bertujuan untuk menjamin bahwa sediaan dapat menyebar dengan mudah ketika digunakan. Uji daya sebar dilakukan dengan mengukur diameter pada sediaan yang sudah disemprotkan pada plastik mika. Menurut (Hayati et al. , 2. persyaratan daya sebar yang baik berkisar 5-7 cm. Hasil rata-rata daya sebar sebelum cycling test yang diperoleh pada penelitian ini didapatkan formula 1 sebesar 2 cm, formula 2 sebesar 1,2 cm, formula 3 sebesar 6,3 cm dan formula 4 sebesar 6,1 cm. Sedangkan hasil rata-rata daya sebar sesudah cycling test yang diperoleh pada penelitian ini didapatkan formula 1 sebesar 1,6 cm, formula 2 sebesar 1,7 cm, formula 3 sebesar 6,3 cm dan formula 4 sebesar 5,4 cm. Data hasil daya sebar masingmasing formula dianalisis secara statistik. Diketahui hasil uji normalitas menggunakan ShapiroWilk didapatkan nilai signifikan <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi daya sebar tidak terdistribusi normal, karena salah satu data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan didapatkan hasil nilai signifikan >0,05 yang berarti daya sebar masing-masing formula stabil. Data hasil daya sebar masing-masing formula dianalisis secara statistik. Diketahui hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan nilai signifikan <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi daya sebar tidak terdistribusi normal, karena salah satu data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan didapatkan hasil nilai signifikan >0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pada masing-masing Dari hasil pemeriksaan pola penyemprotan spray gel dinyatakan formulasi I dan II, memiliki kriteria pola penyemprotan yang buruk yaitu, sediaan dapat menyemprot keluar, akan tetapi dalam bentuk tetesan/gumpalan. Sedangkan hasil pemeriksaan pola penyemprotan spray gel pada formulasi i dan IV, memiliki kriteria pola penyemprotan yang baik yaitu, sediaan dapat menyemprot keluar dengan ukuran partikel yang kecil dan seragam. Adanya variasi pola penyemprotan yang terbentuk dari sediaan spray gel dipengaruhi oleh jarak penyemprotan serta viskositas dari sediaan (Suyudi, 2. Uji waktu kering merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan suatu sediaan untuk mengering pada kulit. Uji waktu kering yang baik untuk sediaan spray gel adalah kurang dari 5 menit (Hayati et al. , 2. Karena apabila waktu kering kurang dari 5 menit dapat meminimalisir pertumbuhan mikroorganisme, apabila lebih dari 5 menit kemungkinan mikroorganisme dapat tumbuh karena keadaan yang basah (Amrina, 2. Berdasarkan hasil yang didapatkan, sediaan spray gel ekstrak daun sembung yang dibuat sudah memenuhi standar waktu kering yang baik yaitu kurang dari 5 menit dengan rata-rata waktu https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. kering sebelum temperatur cycling test masing-masing formula I. II, i , dan IV secara berturutturut sebesar 2,30 menit, 1,93 menit, 1,90 menit, dan 2,21 menit. Sedangkan, rata-rata waktu kering sesudah temperatur cycling test masing-masing formula I. II, i , dan IV secara berturutturut sebesar 2,26 menit, 2,00 menit, 1,93 menit, dan 2,04 menit. Dari hasil analisa uji normalitas dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk , didapatkan nilai signifikan <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil evaluasi waktu kering tidak terdistribusi normal, karena salah satu data tidak terdistribusi normal maka dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan didapatkan hasil nilai signifikan >0,05 yang berarti hasil evaluasi waktu kering masing-masing formula Dari hasil analisa uji normalitas dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk , didapatkan nilai signifikan pada keempat formula >0,05, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi secara Lalu, dari hasil analisa LeveneAos didapat nilai signifikan sebesar >0,05, hal ini menunjukkan bahwa data homogen. Selanjutnya data akan di analisis statistika dengan One Way Anova dengan hasil nilai signifikan >0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pada masing-masing formula. Pengujian ketahanan melekat pada sediaan spray gel dilakukan pada permukaan kulit dengan cara menyemprotkan sediaan ke bagian lengan atas dari jarak 3 cm. Setelah sediaan spray gel disemprotkan, hitung selama 10 detik dan diamati apakah sediaan dapat membentuk lapisan yang kuat menempel pada kulit dan tidak menetes (Cendana et al. , 2. Ketika tetesan spray gel menetes setelah 10 detik maka di evaluasi sebagai menetes, dan ketika tetesan spray gel tidak menetes setelah 10 detik maka dievaluasi sebagai melekat. Hasil dari rata-rata uji ketahanan melekat sebelum cycling test yaitu pada formula 1 sebesar 9,20 detik, formula 2 sebesar 9,53 detik, formula 3 sebesar 32,01, dan formula 4 sebesar 34,36 detik. Sedangkan hasil dari rata-rata uji ketahanan melekat sesudah dilakukan cycling test yaitu pada formula 1 sebesar 9,31 detik, formula 2 sebesar 9,54 detik, formula 3 sebesar 33,78, dan formula 4 sebesar 36,35 detik. Dari hasil analisa uji normalitas dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk , didapatkan nilai signifikan pada keempat formula <0,05, hal ini menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal. Kemudian data di analisis statistika dengan KruskalWallis dengan hasil nilai signifikan >0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada masing-masing formula. Dari hasil analisa uji normalitas dengan menggunakan uji Saphiro-Wilk , didapatkan nilai signifikan pada keempat formula >0,05, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi secara Lalu, dari hasil analisa LeveneAos didapat nilai signifikan sebesar <0,05 , hal ini menunjukkan bahwa data tidak homogen. Selanjutnya data akan di analisis statistika dengan Kruskal-Wallis dengan hasil nilai signifikan <0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada masing-masing formula. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC spray gel berpengaruh terhadap stabilitas sediaan seperti organoleptis, uji pH, dan uji viskositas, daya sebar dan pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Formulasi yang memenuhi evaluasi stabilitas untuk sediaan spray gel ekstrak daun Sembung (Blumea balsamifera (L. )) dengan variasi basis karbopol 940 dan HPMC yang dilakukan sebelum temperatur cycling test dan sesudah temperatur cycling test adalah formula 3 dengan https://ejurnal. id/index. php/jpcs Journal of Pharmaceutical Care and Sciences. E-ISSN: 2828-4828. Vol. No. Tahun. Pengaruh Kombinasi Basis Karbopol 940 dan HPMC Terhadap Evaluasi dan Stabilitas. konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,6 gram dan konsentrasi HPMC sebesar 0,7 gram, formula 4 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,8 gram dan konsentrasi HPMC sebesar 0,4 gram. DAFTAR PUSTAKA