Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. PENGUKURAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL & FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dewa Rizky Saputra*. Rika Melati. Umul Karimah Fakultas Farmasi. Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur Jl. APT Pranoto. Kecamatan Gunung Panjang. Samarinda. Kalimantan Timur Korespondensi penulis: dewarizkisaputra@gmail. ABSTRACT This study measured the total flavonoid content of 70% ethanol extract and the ethyl acetate fraction of kaffir lime leaves (Citrus hystrix DC). The purpose of this study was to measure the total flavonoid content of the 70% ethanol extract and the ethyl acetate fraction of kaffir lime leaves (Citrus hystrix DC). Extraction of the chemical content of kaffir lime leaves (Citrus hystrix DC) was carried out by maceration and remaceration extraction processes using ethanol and to measure the metabolite flavonoids in total and separate other metabolites by a fractionation process,). Measurement of total flavonoid content of ethanol extract and ethyl acetate fraction by UV-Vis The results showed that the total flavonoid content of kaffir lime leaves (Citrus DChystrix DC) from the ethanol extract contained a total flavonoid content of 14,380 mgQE/g and the ethyl acetate fraction contained a total flavonoid content of 44,287 mgQE/g. Keywords: Kaffir lime leaves (Citrus hystrix ). Maceration. Fractionation. Total Flavonoids. UV-Vis Spectrophotometry. ABSTRAK Penelitian pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan fraksi etil asetat daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Tujuan penelitian ini untuk mengukur kadar flavonoid total dari ekstrak etanol 70% dan frasksi etil asetat daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Ekstraksi kandungan kimia dari daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dilakukan proses ekstraksi secara maserasi dan remaserasi menggunakan etanol dan untuk mengukur senyawa metabolit flavonoid secara total dan memisahkan senyawa metabolit lain dilakukan proses fraksinasi. Pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol dan fraksi etil asetat dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dari ekstrak etanol mengandung kadar flavonoid total sebanyak 14,380 mgQE/g dan fraksi etil asetat mengandung kadar flavonoid total sebanyak 44,287 mgQE/g. Kata kunci: Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). Maserasi. Fraksinasi. Flavonoid Total. Spektrofotometri UV-Vis. PENDAHULUAN Tanaman jeruk purut (Citrus hystrix DC) merupakan salah satu tanaman jerukjeruk dari familia Rutaceae. Penggunaan buah dan daun jeruk purut telah sejak dahulu dikenal luas sebagai obat tradisional. Pemeriksaan terhadap daun jeruk purut berbau, dan berasa pahit. Rasa yang demikian biasanya terdapat pada tumbuhan yang mengandung saponin dan flavonoid (Fitriyanti, 2. transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Selain terkenal ciri khas aromanya karena adanya kandungan seskuiterpen, jeruk purut juga mengandung senyawa kimia flavonoid. Flavonoid di dalam jeruk purut memiliki khasiat yang berbeda-beda karena terkait flavonoid total yang memiliki banyak jenis senyawa metabolit. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu, biru, dan sebagian zat warna kuning yang ditemukan hampir di seluruh bagian tanaman. Flavonoid mempunyai banyak efek yang baik terhadap kesehatan tubuh manusia. Salah satu golongan senyawa polifenol ini diketahui memiliki sifat sebagai penangkap radikal bebas, penghambat enzim hidrolisis, oksidatif, dan juga bekerja sebagai antiinflamasi (Aminah. Gambar 1. Struktur flavonoid Tanaman obat yang mengandung flavonoid telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antivirus, antiradang, antialergi, dan antikanker (Miller, 1. Senyawa flavonoid sangat bermanfaat dalam makanan karena senyawa ini yang bersifat antioksidan kuat. Banyak kondisi penyakit yang diketahui bertambah parah oleh adanya radikal bebas seperti superoksida dan hidroksil, dan flavonoid memiliki kemampuan untuk menghilangkan spesies pengoksidasi yang merusak ini. Oleh karena itu, makanan yang kaya flavonoid dianggap penting untuk penyakit-penyakit kanker dan penyakit jantung (Heinrich et. Pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol dan fraksi etil asetat dengan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan uraian tersebut untuk meningkatkan pemanfaatan daun jeruk purut sebagai sumber obat maka dilakukan penelitian pengukuran kadar flavonoid total dari daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Pelarut yang digunakan dalam maserasi dan remaserasi untuk mendapatkan senyawa penelitian digunakan larutan etanol 70% yang dipilih berdasarkan sifar kepolaran flavonoid (Heinrich et. , kemudian menggunakan pelarut etil asetat. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Penelitian Peralatan yang digunakan meliputi Alumunium foil, batang pengaduk (Pyrex iwak. , corong (Pyrex iwak. , gelas arloji (Pyrex iwak. , erlenmeyer (Pyrex iwak. Spektrofotometri UV-Vis (B one . , timbangan analitik (Acis. Waterbath (Memmer. , toples kaca, kain hitam, kuvet kaca, pipet tetes, pipet mikro 100-100 AAl, pipet mikro cawan porselen, blender, corong pisah, corong buchner. Adapun bahan yang digunakan yaitu Etanol 70%. Etil Asetat. Akuades. FeCl3. Kuersetin (Sigm. Alumunium Klorida (AlCl. Natrium Asetat 1 M p. Etanol a Metanol p. Pengambilan sampel dan pengolahan Sampel daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) diambil di pagi hari dengan cara di petik dan diperoleh dari koleksi pribadi peneliti yang berada di Jalan AW. Syahranie 4 Blok R Samarinda. Kalimantan Timur. Sampel daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dipetik lalu dilakukan proses sortasi yaitu dihilangkan dari kotoran yang menempel pada sampel, lalu sampel dicuci bersih menggunakan air mengalir, setelah sampel itu diangin-anginkan ditempat yang tidak terkena matahari secara langsung. Kemudian setelah kering sampel ditimbang dan dicatat bobot keringnya kemudian transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. sampel diserbukkan dengan cara diblender diusahakan untuk tidak terlalu halus, setelah itu ditimbang kembali berat sampel serbuk yang diperoleh dan sampel siap untuk diekstraksi Ekstraksi Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix DC) Sampel daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) yang sudah diserbukkan ditimbang sebanyak 500 gr lalu dimasukkan ke dalam toples kaca dan dan ditambahkan etanol 70% sebanyak 2,5 liter atau hingga merendam sampel. Serbuk direndam selama 3x24 jam terlindung dari cahaya Maserat dipisahkan dengan cara disaring menggunakan kertas saring. Kemudian dilakukan remaserasi selama 2x24 jam dan dilakukan penyaringan maserat dan filtrat. Maserasi ini dilakukan hingga warna filtrat mendekati jernih. Selanjutnya filtrat yang diperoleh diuapkan menggunakan cawan penguap di atas waterbath dengan suhu 40-55AC, hingga diperoleh ekstrak kental dari daun jeruk purut (Citrus hystrix ). Fraksinasi Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix DC) Fraksinasi yang dilakukan mengacu pada metode Can-ake . Sebanyak 10 gr ekstrak kental etanol daun jeruk purut (Citrus DC) menggunakan etanol 95% dan air . yaitu alkohol 40 mL sedangkan air 60 mL . Kemudian fraksinasi menggunakan pelarut etil asetat sebanyak 100 ml dimasukkan kedalam corong pisah, lalu dikocok kuat sehingga tercampur dan didiamkan hingga memisah antara fraksi etanol dan etil asetat. Khusus untuk partisi dengan pelarut etil asestat dilakukan berulang kali hingga asetat mendekati warna bening. Kemudian fraksi etil asetat diuapkan menggunakan cawan penguap di atas waterbath dengan suhu yang sudah diatur hingga didapatkan ekstrak kental fraksi etil asetat (EA). Analisis Kualitatif : Skrinning Fitokimia Sebanyak ekstrak kental daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) ditambah beberapa tetes Magnesium Sulfat (MgSO. dan Hidroclorida (HC. Reaksi positif mengandung flavonoid ditandai dengan terbentuknya warna merah magenta atau Penyiapan Larutan Pembuatan Larutan Kuarsetin . sebanyak 10 mg di timbang dan dilarutkan dalam 100 ml metanol sebagai larutan stok. Pengenceran Kuersetin Pengenceran kuarsetin dibuat dengan konsentrasi 20, 40, 60, 70, 80 dan 100 g/ml sebagai larutan Analisis Kuantitatif Kandungan Flavonoid Penetapan panjang gelombang () maksimun kuersetin. Penetapan panjang gelombang maksimum standar flavonoid kuersetin dilakukan pada daerah visibel yaitu pada panjang gelombang 400 Ae 450 nm. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan larutan standar kuersetin dengan konsentrasi 100 ppm sebanyak 100 ml. Hasil running menunjukkan panjang gelombang maksimum standar baku kuarsetin berada pada panjang gelombang yang tertinggi yang Panjang maksimum tersebut yang digunakan untuk mengukur serapan dari sampel ekstrak etanol dan fraksi etanol daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) (Eka al, 2. transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Penetapan kurva standar regersi linear kuersetin. Kuersetin . sebanyak 10 mg ditimbang dan dilarutkan dalam 100 ml metanol sebagai larutan stok. Kemudian Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. kuersetin dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, 100 AAg/ml sebagai larutan kuersetin Sebanyak 0,5 ml larutan pembanding . diencerkan dengan 1,5 ml metanol kemudian di tambahkan alumunium . klorida 10%, 0,1 ml Natrium asetat 1M dan 2,8 ml aquadest. Setalah diinkubasi selama 30 menit, absorbansi dari larutan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum yang sudah Masing masing larutan standar diukur tiga kali. Setelah diperoleh absorbansi dari masing-masing larutan pembanding, dibuat kurva kalibrasi dan diperoleh persamaan regresi linear. Penyiapan Serapan Blanko Pengujian dilakukan dengan mencampur 0,5 ml larutan metanol p. a dengan 1,5 ml metanol p. a, selanjutnya ditambahkan 0,1 ml AlCl3, 0,1 ml natrium asetat dan 2,8 ml Aquadest. Campuran dihomogenkan dan dibiarkan selama 30 menit pada suhu kamar. Larutan blanko sebagai sebagai kontrol yang berfungsi sebagai blanko untuk menyetel nilai absorbansi nol. Semua pekerjaan dilakukan pada ruang yang terhindar dari cahaya (Windasari, 2. Pengukuran Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). Sampel ekstrak etanol ditimbang 30 mg dan dilarutkan dalam 10 ml metanol p. sehingga diperoleh konsentrasi 3000 AAg/ml. Kemudian sebanyak 0,5 ml sampel uji ekstrak etanol dan fraksi etil asetat ditambahkan dengan 1,5 ml metanol, kemudian ditambahkan 0,1 ml alumunium . klorida 10%, 0,1 ml natrium asetat 1 M, dan 2,8 ml akuades. Setelah diinkubasi selama 30 menit. Absorbansi diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimal Sampel dibuat dalam tiga kali replikasi untuk setiap analisis dan diperoleh nilai rata-rata absorbansi. Pengukuran Kadar Flavonoid Total pada Fraksi Etil Asetat Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC). Sampel ekstrak dan fraksi di timbang sebanyak 10 mg kemudian dilarutkan dalam 10 ml metanol sehingga diperoleh konsentrasi 1000 AAg/ml. sebanyak 0,5 ml sampel uji ditambahkan dengan 1,5 ml metanol, kemudian ditambahkan 0,1 ml alumunium . klorida 10%, 0,1 ml natrium asestat 1 M, dan 2,8 ml aquadest. Setelah diinkubasi selama 30 menit. Absorbansi spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang max kuersetin. Sampel dibuat dalam tiga kali replikasi untuk setiap analisis dan diperoleh nilai rata-rata HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan persiapan sampel diawali dengan proses sortasi atau pemilahan, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada daun jeruk yang kemudian dilakukan proses perajangan atau dipotongpotong kecil untuk mempercepat proses pengeringan sampel daun jeruk purut. Pengeringan dilakukan dengan sinar matahari secara tidak langsung atau dengan di angin-anginkan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air di dalam sampel daun jeruk purut agar tidak terjadi pembusukan yang disebabkan oleh bakteri. Pada . erendaman sampe. , pelarut akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif sehingga zat aktif akan larut. (Tifani, 2. Remaserasi sampel daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dilakukan untuk menaikkan efektivitas ekstraksi karena ada . elum terekstraks. dan mendapatkan zat aktif yang lebih banyak. Adanya senyawa yang tertinggal dikarenakan pelarut etanol 70% transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. yang digunakan untuk mengekstraksi telah mencapai titik jenuh, pelarut etanol 70% yang baru daya tarik atau daya serapnya akan lebih kuat menarik zat aktif pada daun sehingga zat aktif yang dihasilkan akan lebih banyak. Maserat hasil maserasi direndam kembali menggunakan etanol 70% selama 2x24 jam. Semua filtat disatukan lalu di kentalkan menggunakan Waterbath pada suhu 40-55AC sebagai suhu stabil untuk flavonoid sehingga senyawa flavonoid tidak hilang atau rusak (Suminar. Persen rendamen yang diperoleh untuk rendamen ekstrak etanol yaitu sebesar 4,236%. Fraksinasi sampel ekstrak etanol daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) dilakukan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang lebih murni dari ekstrak kental daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Proses fraksi didalam corong pisah selesai saat sampel berubah warna dari coklat menjadi bening atau sampai terpisah dua bagian dimana bagian bawah adalah etanol dan air sedangkan bagian atas adalah ekstrak cari fraksi etil asetat. Etil asetat digunakan untuk mendapatkan senyawa flavonoid murni karena flavonoid termasuk senyawa yang polar sehingga termetoksilasi cenderung larut dalam pelarut seperti etil asetat. Fraksinasi dilakukan hingga fraksinasi etil semipolar yang terkandung di dalam fraksi etanol sudah tertarik ke fraksi etil asetat. Selain itu, karena etil asetat merupakan pelarut dengan toksisitas rendah yang bersifat semi polar sehingga dapat lebih banyak menarik senyawa yang bersifat semi polar dari aglikon flavonoid. (Endah. Hasil rendemen fraksi etil asetat adalah 0,6481%. Tabel. Hasil Uji Skrinning Fitokimia Sampel Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Sampel Pereaksi Hasil Ekstrak Daun Jeruk Purut HCl Logam . Flavonoid. Fraksi Daun Jeruk Purut HCl Logam . Flavonoid. Hasil uji skrinning fitokimia menunjukkan bahwa baik pada ekstrak ataupun fraksi daun jeruk mengandung senyawa flavonoid. Penambahan pereaksi HCl menyebabkan kedua pereaksi tersebut mereduksi inti benzopiron yang terdapat dalam struktur flavonoid baik pada ekstrak maupun fraksi daun jeruk purut sehingga terbentuk garam flavilium berwarna merah atau jingga. Gambar 2. Reaksi Logam Mg dan HCl pada Flavonoid. Penentuan total flavonoid dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV Vis. Panjang gelombang maksimum larutan standar flavonoid yaitu kuersetin dilakukan pada daerah visibel yaitu pada panjang gelombang 400Ae450 nm. Adapun panjang gelombang maksimum yang diperoleh yaitu pada 440 nm. Pengukuran flavonoid diukur dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Penentuan kadar senyawa flavonoid total pada sampel dinyatakan dalam gram ekuivalen kuersetin tiap gram subfraksi . /b QE) (Fadillah dkk. transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Hasil pengukuran absorbansi untuk larutan standar kuersetin dapat dilihat pada Gambar 3 dan Tabel 2. Tabel 2. Hasil Rerata Absorbansi Larutan Standar Kuersetin Perlakuan inkubasi selama 30 menit sebelum pengukuran absorbansi sampel di spektrofotometri UV-Vis agar semua reagen homogen dan reaksi berjalan sempurna, sehingga intensitas warna yang dihasilkan lebih maksimal (Aminah, 2. Kuersetin dipilih sebagai larutan Konsentrasi Rerata (PPM) Absorbansi 0,232 0,342 0,552 0,632 0,771 pembanding karena kuersetin menjadi senyawa penyebaran paling luas untuk setiap tumbuhan dan glikosidanya berada pada jumlah sekitar 60-75% dari flavonoid. Kuersetin juga merupakan salah satu senyawa golongan flavonoid yang bisa bereaksi dengan AlCl3 membentuk kompleks (Salmia, 2. Alumunium klorida ditambahkan bertujuan untuk membentuk kompleks dengan kuersetin sedangkan penambahan natrium asetat pada penelitian ini untuk menstabilkan pembentukan kompleks antara AlCl3 dengan kuersetin. (Eka, 2. Bobot Sampel 30 mg Gambar 3. Persamaan Regresi Linear Larutan Standar Kuersetin Hasil pengukuran larutan standar kuersetin dimasukkan ke dalam Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai kurva kalibrasi larutan standar kuersetin. Hasil yang diperoleh dari persamaan regresi linear pada larutan standar kuersetin yaitu y = 0,007x 0,045 dengan nilai koefesien korelasi dengan nilai R2 diperoleh sebesar 0,981 dan nilai R nya sebesar 0,990. Nilai R ini mendekati angka 1 yang menunjukkan persamaan regresi semakin baik dalam memprediksi nilai x dan y. Tabel 3. Hasil Pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol Absorbansi Absorbansi Kadar Ekuivalen Kandungan Total . Rata PPM setara . g/ L) Flavonoid . gQE/g ekstra. 0,324 0,326 0,393 0,347 43,142 mg/L 14,380 mgQE/g ekstrak Tabel 4. Hasil pengukuran kadar flavonoid total fraksi etil asetat transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. Bobot Sampel Absorbansi Absorbansi Rata 10 mg 0,325 0,351 0,391 0,355 Kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jeruk purut pada sampel sebanyak 30 mg diperoleh sebesar 14,3806 mgQE/g (Tabel . Sedangkan kadar flavonoid total fraksi etil asetat daun jeruk purut sebanyak 10 mg diperoleh sebesar 44,287 mgQE/g fraksi etil asetat (Tabel . Rantang kadar flavonoid total menurut FI IV berdasarkan nilai absorbansinya berkisar antara 0,2-0,8. apabila hasil absorbansi keluar dari rentang 0,2-0,8 tersebut memiliki tingkat kesalahan ketelitian alat yang tinggi sehingga hasil absorbansi harus masuk dalam range Nilai absorbansi berturut-turut yang didapatkan pada ekstrak etanol 70% sebesar 0,324, 0,325, dan 0,393. Dan Fraksi Etil asestat sebesar 0,325, 0,351 dan 0,391 Hasil yang diperoleh dari ekstrak etanol 70% dan Fraksi Etil Asetat mengandung kadar flavonoid. Proses pemisahan dengan teknik fraksinasi menunjukkan menggunakan pelarut etil asetat sangat mempengaruhi hasil dari kadar flavonoid total daun jeruk purut, dimana fraksi etil asetat memiliki kadar konsentrasi flavonoid total sebesar 44,287 mgQE/g, nilai ini lebih tinggi dibanding ekstrak etanol sebesar 14,3806 mgQE/g. Hasil berbeda ini karena sampel ekstrak etanol merupakan ekstrak kasar. Ekstrak yang belum murni masih mengandung senyawa-senyawa metabolit Rendahnya kadar flavonoid ekstrak etanol dikarenakan adanya zat pengotor yang terdapat dalam ekstrak masih tinggi. Penggunaan Kadar Ekivalen PPM setara . g/ L) Kandungan Total Flavonoid . gQE/g fraks. 44,287 mg/L 44,287 mgQE/g meningkatkan konsentrasi lebih tinggi, dimana terlihat dari hasil nilai rendemen fraksi etil asetat yang lebih kecil dibanding ekstrak etanol yang menandakan zat pengotor dalam ekstrak rendah yang artinya ekstrak fraksi etil asetat lebih murni. Ekstrak fraksi etil asetat memiliki kadar dikarenakan flavonoid dalam bentuk aglikon yang kurang polar cenderung lebih mudah larut dalam fraksi etil asetat. Etil asetat dapat melarutkan senyawa semipolar pada dinding sel seperti aglikon flavonoid. (Mangkasa dkk, 2. Etil asetat sendiri merupakan pelarut memiliki tingkat kepolaran yang tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol, dimana dapat menarik dan menghasilkan konsentrasi kadar yang lebih tinggi pada senyawa flavonoid total di daun jeruk purut dibandingkan hasil konsentrasi kadar senyawa flavonoid total dari ekstrak Pengukuran kadar flavonoid total daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) didapatkan dua hasil kadar flavonoid dalam menggunakan dua teknik pemisahan yaitu pemisahan secara maserasi dan fraksinasi, dimana pemurnian dengan fraksinasi menggunakan etil asestat lebih tinggi dibanding hanya ekstrak etanol. Nilai yang mendekati kadar flavonoid total sebenarnya adalah kadar fraksi etil asetat. Karena fraksinasi lebih murni yang membuat nilai kadarnya konsentrasinya lebih tinggi dari ekstrak etanol. Ekstrak etanol sendiri rendah karena banyak senyawa selain flavonoid yang terekstrak juga. Flavonoid sendiri di dalam dunia herbal sering digunakan untuk senyawa transform Vol. No. Oktober Year: 36-44 Journal of Sustainable Transformation Vol. 02 No. ISSN : 2963-5349 DOI : 10. 59310/jst. pencegahan kanker atau dikenal sebagai Berdasarkan (Erukainure, 2. bahwa semakin tinggi konsentrasi atau kandungan flavonoid total suatu bahan, maka semakin tinggi aktivitas Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat antioksidan karena memiliki kandungan membedakan adalah kadar konsentrasi flavonoid total fraksi etil asetat yang lebih tinggi dapat membuat aktivitas suatu khasiat farmakologi dan aktivitas biologik yang akan digunakan yaitu antioksidan semakin tinggi daripada ekstrak etanol, dapat dilihat dari hasil pengukuran bahwa konsentrasi fraksi etil asetat hanya menggunakan 10 mg hasil fraksi etil asetat menghasilkan konsentrasi 44,287 mgQE/g , sedangkan ekstrak etanol menggunakan 30 mg ekstrak hanya mendapatkan 14,3806 mgQE/g. Hasil menunjukkan fraksi etil asetat memiliki potensi lebih besar dalam khasiat yang ingin di cari yaitu antioksidan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Ekstrak etanol daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) mengandung kadar flavonoid total sebanyak 14,380 mgQE/g dan fraksi etil asetat daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) mengandung kadar flavonoid total sebanyak 44,287 mgQE/g. Kadar senyawa flavonoid total fraksi etil asetat memiliki konsentrasi lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol daun jeruk purut (Citrus hystrix DC). Fraksi etil asetat yang memiliki potensi lebih besar dalam khasiat yang ingin dicari yaitu DAFTAR PUSTAKA