Prive. Volume 4. Nomor 2. September 2021 http://ejurnal. id/index. php/prive Online ISSN 2615-7306 Printed ISSN 2615-7314 Pengaruh Good Corporate Governance Dan Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Pertambangan di BEI Periode 2017-2019 Bahril Ilmiddaviq 1 Universitas Islam Majapahit Ilmiddaviq@gmail. Abstract Effectivity of good corporate governance can improve company performance and benefit Good corporate governance practices can produce high-quality annual reports that will be provided to inventors, thereby increasing the credibility of the financial statements. The existence of good governance reflects that its financial performance is also good. The purpose of this research is to find out the effect of Good Corporate Governance, and financial performance on company value through secondary data sourced from the annual report data of mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2019 period. Purposive sampling method was chosen and used in this study and got 20 companies as samples. Data analysis using Partial Least Square software. The results of this study indicate that Good Corporate Governance has no effect on firm value. because the company has not all implemented the principles of Good Corporate Governance. Financial performance has an effect on firm because the returns taken are large, the stakeholders' welfare will also be guaranteed. It will make the value of the company increase Keywords: Good Corporate Governance. Financial Performance. Firm Value Abstrak Tata kelola perusahaan / Good Corporate Governance yang efektif bisa meningkatkan kineja perusahaan serta menguntungkan pemegang saham. Praktik tata kelola perusahan yang baik dapat membuat annual report berkualitas tinggi yang akan diberikan pada inventor, sehingga meningkatkan kredibilitas laporan keuangan tersebut. Adanya tata kelola yang baik merefleksikan bahwa kinerja keuangannya juga baik. Tujuan riset ini untuk mencari tahu pengaruh Good Corporate Governance, dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan melalui data sekunder yang bersumber dari data laporan tahunan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2019. Metode purposive sampling dipilih dan digunakan dalam penelitian ini dan mendapat 20 perusahaan sebagai Analisis data menggunakan software Partial Least Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Good Corporate Govenance tidak ada pengaruh pada nilai perusahaan. sebab perusahaan belum semuanya melaksanakan pinsip-prinsip Good Corporate Governance. Kinerja keuagan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. sebab return yang diambil banyak, maka stakeholder juga akan terjamin Hal itu akan membat nilai perusahaan meningkat Kata Kunci: Good Corporate Governance. Kinerja Keuangan. Nilai Perusahaan. Tanggal Submit : 2 September 2021 Tanggal Revisi : 29 September 2021 Tanggal Publish : 30 September 2021 A. PENDAHULUAN Dalam memaksimalkan nilai perusahaan, sering terjadi agency problem yang merupakan konflik kepentingan antara agent dan principal. Konsep Good Coporate Governance (GCG) diharapkan mampu mengkontrol mekanisme supaya meminimalisir konfik keagenan perusahaan. Mekanisme Good Corporate Governance (GCG) diharapkan dapat memonitor manajer perusahaan seefektif mungkin agar mampu menaikkan kualitas kerja dan nilai perusahan. Jika perusahan menerapan sistim tata kelola perusahaan yang baik, maka bisa meningkatnya kinerja perusahan. Kinerja perusahaan yang bagus mampu menaikkan nilai harga saham di perusahaan dan menjadi indikator nila perusahaan sampai nilai pada perusahan bisa terwujud (Wardoyo & Veronica, 2. Nilai perusahaan yang baik hendaknya diciptakan dan diupayakan meningkat semaksimal Peningkatan nilai perusahaan berimbas pada meningkatnya pemegang saham, hal ini dapat dipantau dari tingginya angka kembalian modal kepada investor. Nila perusahaan mampu mempengaruhi persepsi para investor karena nilai perusahaan merefleksikan kinerja keuangan dan harga saham perusahaan tersebut (Susilawati, 2. Dalam riset ini, nilai perusahaan diukur memakai PBV dan TobinAos Q. PBV menjelaskan bagaimana pasat melihat angka buku saham dari Sedangkan, rasio TobinAos Q menjelaskan perbandingan nilai pasar perusahan yang ada di pasar keuangan dengan nila penggantian aset perusahaan (Susilawati, 2. Nilai perusahaan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan laba perusahaan. Bagi perusahaan yang sudah go public harus memiliki daya saing dan mampu memperoleh laba yang sebanyakbanyaknya. Dengan adanya laba yang besar maka perusahaan dapat membiayai segala jenis biaya operasional, membayar kewajiban, dan dapat meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham. Profitabilitas dijadikan indikator utama atas kinerja perusahaan dan juga merupakan indicator atas kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Menurut R. Agus Sartono . Auprofitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan total aktiva, penjualan, dan modal sendiriAy. Profitabilitas merupakan hal yang sangat penting bagi investor karena dapat digunakan sebagai indicator efisiensi dan efektifitas dalam mengolah modal yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam rangka memaksimalkan tingkat pengembalian pemegang saham. Kemampuan perusahan dalam menghasilkan laba ialah salah satu tolok ukur dari kinerja perusahaan (Wardoyo & Veronica, 2. Selain menjadi indikator kemampuan perusahan untuk memenuhi kewajiban bagi para pemilik modal, laba perusahaan juga menjadi elmen guna penciptaan nilai perusahan yang menunjukkan perusahan di masa depan (Wardoyo & Veronica. Profitabilitas ini merupakan sebuah indicator yang dapat digunakan sebagai ukuran dalam mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan. Saat mengukur kinerja keuangan perusahaan, investor terkadang merefleksikan dalam berbagai rasio. Retun on Equiti ROE). Returm on Aset (ROA) dan Ner Profit Magin (NPM). TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Stakeholder Pada dasarnya stakeholders bisa mengontrol ataupunmampu mempenggaruhi pengunaan sumber daya ekonomi yang digunakan oleh industri. Teknik atau strategi memelihara sebuah asosiasi dengan stakeholders perusahaan yakni melalui pengoperasian Coporate Social Responsibility(CSR). Saat dilakukan Corporate Social Responsibiity (CSR) diharapkan kebutuhan stakeholders mampu tercapai, maka terciptalah hubungan yang baik antar perseroan dengan Hubungan yang baik tersebut berdampak pada perusahaan agar bisa meraih sebuah kelanjutan atau kesejahteraanuntuk perusahaannya (Aryanto & Setyorini, 2. Good Coporate Governance (GCG) terhadap nilai perusahaan Good Coporate Govermance ialah sebuah pengendali serta pengelola perseroan yang tujuannya supaya memdapat nilai tambah. Saat kelola perseroan bagus jadi bisa mendorong pola kerja managemen yang baik (Feril et al. , 2. Good Coporate Governance (GCG) membutuhkan tata kelola perusahan yang baik. AuDengan tata keloa perusahaan yang baik bisa mengambarkan bagaimana manajemen mengelola adet serta modalnya dengan tepat guna menarik investor. Dalam jangka panjang, tata kelola perusahaan yang efektif bisa meningkatkan kineja perusahaan serta menguntungkan pemegang saham. Praktik tata kelola perusahan yang baik dapat membuat annual report berkualitas tinggi yang akan diberikan pada inventor, sehingga meningkatkan kredibilitas laporan keuangan tersebut. Oleh karena itu, bisa diperkirakan jika semakin baik practik tata klola perusahan yang dilakukan perusahaan, maka nila perusahan akan semakin tingiAy (Susilawati. Oleh karena itu dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan Kineja keuangan ialah perestasi perusahaan yang mencerminkan status keuangan perusahaan . eperti penggalangan serta penyaluran dan. , dan biasanya diukur dengan rasio. Kinerja keuangan ialah sebuah analitis yang tujuannya menghitung ratio keuangan untuk mengukur status keuangan perusahaan/perseroan. Rasio keuangan sebagai perbandingan risiko dan tingkat pengembalian dari perusahaan yang berbeda guna menbantu investor dan kreditur membuat keputusan investasi serta kredot yang wajar (White G. , 2. Evaluasi kinerja keuangan ialah cara manajemen guna memenuhi kewajibannya pada investor serta mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Kinerja keuangan yang baik akam berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. AuNilai perusahan yang baik bisa menarik invetor untuk menanamkan modalnya di perusahaan guna mendapatkan Oleh karena itu semakn ganyak investor yang menanamkan modalnya pada perusahan tersebut maka semakin tingi pula harga saham perusahaan tersebut, karena jika harga saham tiggi maka nilai perusahan tinggi pulaAy (Akmalia Alien & Nurul Hesty, 2. H2 : Kinerja Keuangan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Riset ini memakai perusahan tambang yang jadi sampel riset dengan perode pengamatan Sampel yang dipakai ialah perusahan yang ada di BEI totalnya 60 data dari 20 perusahaan degan 3 . Pendekatan kuantitativ digunakan di penelitian ini dengan metode Data sekunder riset ini didapat dari annual repot perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh peneliti dari situs resmi w. Peneliti menggunakan data kuantitatif yang berupa angka. Aplikasi untuk mengolah data menggunakan Smart PLS 3. Variabel Penelitian Varibel Dependen (Y) Nilai perusahaan merupakan suatu pemahaman dari seorang investor pada tingkat perusahaan sedang mengalami kinerja yang baik serta dikaitkan dengan harga saham Nilai perusahan ialah suatu angka jual pada perusahan ataupun suatu peningkatan pada nilai pengambil saham, lalu nilai perusahan itu akan terlihat di dalam harga pasar sahanya. Jika status harga saham pada perusahaan terjadi kenaikan, maka nilai perusahaan itu mampu menciptakan suatu kesejahteraan untuk parai pemegang saham(Setiarini et al. , 2. Variabel Independen (X) . Good Coporate Govermance (X. Good Coporate Govermance merupakan sebuah pengendali serta pengelolah perseroan yang tujuannya supaya memdapat nilai tambah. Saat kelola perseroan bagus jadi bisa mendorong pola kerja managemen yang baik (Feril et al. , 2. Kinerja Keuangan (X. Kinerja keuangan ialah sebuah analitis yang tujuannya menghitung ratio keuangan untuk mengukur status keuangan perusahaan/perseroan. Rasio keuangan sebagai perbandingan risiko dan tingkat pengembalian dari perusahaan yang berbeda guna menbantu investor dan kreditur membuat keputusan investasi serta kredot yang wajar (White G. , 2. Berikut ini merupakan tabel pengukuran variabel dalam penelitian: Tabel 1 Definisi operasional variabel Variabel TobinAos Q Price to Book Value (PBV) Dewan Komisaris Independen Dewan Direksi Komite Audit Return On Asset (ROA) Returm On Equiti (ROE) Net Profit Marjin (NPM) Definisi Perbandingan nilai pasar perseroan dengan nilai penggantian asset. Mengambarkan sberapa besar pasar dalam mengghargai nila buku saham suatu perusahan. Angota DK yang berasal dari luar Bertaggung jawab mengurus perseroan untuk kepentingan dan tujuan Membamtu dewan menjalankan fungsi terhadap kinerja Mengukur perusahaan dalam dana yang akan Mengukur memperoleh laba. Menjeskan profit bersih yang didapat perseroan di setiap Indikator Skala TobinAos Q = Rasio PBV = Rasio Rasio DWRD = Oc Anggota Dewan Direksi Nominal KMAU = Oc Anggota Komite Audit Nominal ROA = Rasio ROE = Rasio NPM = Rasio HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dari hasil olah data menggunakan software PLS 3. 0 diperoleh data sebagaimana berikut: Analisis Statistik Dreskriptif Variabel Good Corporate Governance procksi dewan direksi punya nilai min 3,0, nilai maks 9,0, serta nilai mean 5,167. Proksi dewan komisari independen punya nilai min 0,14, nilai maks 0,6, dan nilai mean 0,391. Dan proksi komite audit punya nilai min 2,0, nilai maks 4,0, dan mean 3,117. Variabel kinerja keuangan procksi ROA punya nilai min 0,06, nilai maks 39,41, dan nilai mean 10,320. Proksi ROE punya nilai min 0,19, nilai maks 67,32, dan nilai mean 27,764, dan proksi NPM punya nilai min 0,17, nilai maks 31,66, dan nilai mean 10,793. Variabel nilai perusahaan proksi TobinAos Q punya nilai min 0,11, nilai maks 4,27, dan nilai mean 1,543. Proksi PBV punya nilai min 0,32, nilai maks 9,45, dan nilai mean PBV 2,280. Analisis PLS Ada 2 tahap menilai fit model di PLS ialah outer model dan model structural Model Pengukuran Terdapat 2 . jenis model pengukuran pada penelitian ini ialah model indikator refleksif seta model indikator formatif. Pengukuran Indikator Refleksif Di penelitian ini ada 2 . variabel yang diukur melalui indikator refleksif yaitu variabel Corporate Social Responcibility dan Good Corporate Govenance. Ada beberapa uji untuk mengukur indikator refleksif model pengukuran diantaranya. Validitas Covergent. Validitas Discriminant serta Reliabilitas. Validitas Covergent Tabel 2 Loading Factor Indikator Loading Factor Dewan Direksi GCG (X. Komite Audit sajian data di tabel 2 itu, dilihat jika semua indikator variabel penelitian pinya nilai loading factor > 0,7. jadi semua indikator disebut valid untuk dipakai penelitian dan dipakai untuk analisis selanjutnya. lalu perhitungan Average Varian Extracted (AVE) dari setiap konstruk. Jika nilai Average Variance Ektracted (AVE) punya nilai >0,50, maka konstruk dinyatakan valid. Tabel 3 AVE Average Variance Ektracted (AVE) GCG sajian data ditabel 3 itu, dilihat jika semua konstruk memiliki nilai Average Variance Ektracted (AVE) >0,50. Validitas Descriminant Tabel 4 Nilai Cross Loading GCG Kinerja Keuangan Nilai Perusahaan Dewan Direksi 0. Komite Audit 0. Pada sajian data dalam tabel 4 itu, dijelaskan jika nilai cross loading pada setiap indikator dari setiap variabel punya nilai lebih tinggi dibandingkan kolerasi indikator dari variabel lain. Dengan demikian dinyatakan bahwa setiap konstruk punya validitas descriminant yang baik. Tabel 5 Kriteria Fornell-Larcker GCG GCG sajian data pada tabel 5 itu, diketahui jika nilai Fornell-Larcker pada konstruk punya angka AVE lebih besar dibanding variabel laten lainnya, maka semua konstruk dinyatakan valid. Reliabitias Tabel 6 Nilai CronbachAos Alpha CronbachAos Alpha GCG sajian data pada tabel 6 itu, bisa dilihat jika nilaiCronbachAos Alpha mendapat nilai >0. 70 untuk semua konstruk. Untuk itu, tidak didapatkan masalah reliabilitas pada model yang dibentuk. Selanjutnya adalah perhitungan Composite Reliability semua konstruk. Composit Reliability diartikan punya reliabilitas yang tinggi saat nilainya >0. Tabel 7 Nilai Composit Reliability Composite Reliability GCG sajian data tabel 7 itu, diketahui jika nila Composit Reliability dapat nilai >0. 70 untuk semua konstruk. Untuk itu, tidak diperoleh rmasalah reliabilitas pada model yang dibentuk. Pengukuran Indikator Formasif Di formatif ada 2 . variabel ialah variabel kinerja keuangan serta varibael nilai perusahaan . Signifikan Weight sajian data pada tabel 8 itu, dilihat jika nilai signifikan weight ada yang punya nilai < 1. 96 yaitu NPM. Untuk itu indikator tersebut tidsk diikutsertakan sebab tak valid dan dihapus, jadi dilakukan pembaharuan. Tabel 8 Nilai Signifikansi Weight Weight ROA ROE NPM Tobin's Q PBV Tabel 9 Nilai Signifikansi Weight Setelah Diperbaharui Weight ROA ROE Tobin's Q PBV Pada sajian data pada tabel 9 yang dilakukan pembaruan, dapat diketahui jika nilai signifikan weight semua indikator punya nilai > 1. jadi dikatakan indikator dari setiap variabel adalah valid. Multikolonieritas Tabel 10 Nilai Variance Inflation Factor (VIF) VIF ROA ROE Tobin's Q PBV sajian data pada tabel 10 itu, dilihat jika nila Variance Inflation Factor (VIF) memiliki nilai <10 atau <5. Sehingga bisa dikatakan indikator dari setiap variabel memenuhi kriteria yang direcomendasikan. Evaluasi Model Structural (Inner Mode. Sehabis uji model pengukuran . uter mode. terlalui, jadi setelahnya adalah uji untuk melihat nilai structural . nner mode. R-Square Tabel 11 Nilai R-Square Variabel R-Square Nilai Perusahaan Di sajian data pada tabel 11 ini, dilihat jika nilai R-Square untuk variabel nilai perusahaan sebesar 0. 449 yang berarti model bisa mengartikan sebesar 8% untuk variabel yang mempengaruhi nilai perusahaan dan mengidentifikasikan bahwa model moderate atau sedang. Effect Size f2 Tabel 12 Nilai Effect Size Effect Size GCG => Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan => Nilai Perusahaan Sajian Tabel 12 hasil effec size yang didapat variabel Good Corporate Governance (GCG) punya nilai effect size sebesar 0,021 termasuk kecil . kinerja keuangan punya nilai effect size sebesar 0,647 termasuk besar. Q2Predictive Relevance Pada R-Squar bisa dihitung nilai Q. Q-Square yang bagus punya nilai lebih besar dari 0. Q-Squar dihitung melalui rumus ini : Q2 = 1-. -R. = 1-. = 0. Pada perhitungan nilai Q-Squar itu, bisa dilihat jika model mempunyai predictive relevance yang bagus. Goodness of Fit (GoF) nilai GoF memakai cara manual pada rumus berikut: GoF = Lalu nilai GoF dari variabel Good Corporate Govrnance ialah sebagai berikut GoF = = 0. Dari rumus itu didapat hasil dari variabel Good Corporate Governance 439 yang artinya masuk kategori besar. Pengujian Hipotesis Sampel Asli Good Corporate Governance => Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan => Nilai Perusahaan Tabel 13 Nilai Bootstraping Rata-rata Standar Sampel Deviasi T Statistik P Value pengujian hipotesis perlu nilai t-statistic untuk perbandingan proces analisis hasil. Uji hipotesis terbukti berpengaruh saat T-Statistic >1. Hipotesis 1 Pengujian pengaruh Good Corporate Governance terhadap nilai perusahaan punya koefisien jalur 0. 114, dan angka t-statistic 0. 937, jadi tidak ada pengaruh diantara Good Coporate Governance pada nilai perusahaan. Hipotesis 2 Pengujian kinerja keuangan pada nilai perusahaan punya koefisien jalur 0. 637 dan angka t-statistic 8. 129, jadi ada pengaruh diantara kinerja keuangan pada nilai perusahaan. Pembahasan Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Dari pengujian ditemukan jika variabel Good Corporate Govenance tidak ada pengaruh pada nilai perusahaan. sebab perusahaan belum semuanya melaksanakan pinsipprinsip Good Corporate Governance. Hasil ini searah dengan penelitian Lastanti & Salim . yang menyebutkan jika Good Coporate Governance tidak ada pengaruh pada nilai Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dari pengujian ditemukan jika variabel kinerja keuagan berpengaruh terhadap nilai sebab return yang diambil banyak, maka stakeholder juga akan terjamin Hal itu akan membat nilai perusahaan meningkat. Hasil ini searah dengan riset harningsi et al. , . yang menyebutkan jika kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. SIMPULAN Dari hasil uji serta bahasan yang sudah dijelaskan, maka dapat diambil simpulan antara lain Variabel Good Corporate Governance tidak ada pengaruh terhadap nilai perusahaan. Dan variabel kinerja keuangan ada pengaruh terhadap nilai perusahaan. Batasan riset ini, direkomendasikan agar menambah jumlah sampel perseroan serta menambah tahun pengamatan, supaya dapat hasil yang REFERENCES