Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu ISSN 2656-7202 (P) ISSN 2655-6626 (O) Volume 3 Nomor 2. Juli-Desember 2020 DOI: https://doi. org/10. 35961/perada. ANALISIS HADITH DAAoIF DAN MAWDUAo DALAM KITAB TAAoLIM AL-MUTAAoALIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI Arwansyah Kirin Universiti Tun Hussen Onn Malaysia arwansyah@uthm. ABSTRAK Kitab TaAolim al-MutaAoalim yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan mengajar antara guru dengan murid. Kitab ini cukup terkenal di Nusantara khususnya Indonesia, karena ianya banyak dipelejari di pondok-pondok pesantren baik itu yang klasik maupun modren hingga ke hari ini. Shaykh al-Zarnuji banyak menggunakan hadits-hadits Nabi SAW sebagai sumber utama dan argumen . dalam kitab tersebut. Beliau juga memasukkan beberapa kategori hadits-hadits di antaranya adalah hadits DaAoif dan MawduAo. Permasalahannya adalah kitab ini mengandungi banyak hadits DaAoif dan MawduAo yang menjadi referensi dan panduan amal sehari-hari bagi umat Islam. Kajian ini amat penting untuk memahami aturan beramal dengan hadits DaAoif dan MawduAo terhadap umat Islam di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis hadits-hadits DaAoif dan MawduAo yang terdapat dalam kitab TaAolim al-MutaAoalim sebagai sumber hukum. Metodologi kajian ini adalah kualitatif melalui kaedah kepustakaan dan reka bentuk analisis kandungan kitab TaAolim alMutaAoallim. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap 40 hadits dalam kitab ini, hanya 30 % yang dapat digunakan dalam FadaAoil al-Amal sekiranya telah memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh para ulama. Oleh kerana itu, analisis tematik ini penting dilakukan untuk memastikan persentase hadits DaAoif dan MawduAo dalam kitab ini dan memastikan bahwa hadits DaAoif ini dapat dipraktikkan hanya dalam FadaAoil al-Amal. Abstract: The book of TaAolim al-MutaAoallim by Shaykh al-Zarnuji is a classic . book contains ethics and manners of learning and teaching between teachers and students. This book is wellknown and distributed in the Archipelago especially in Malaysia and Indonesia and it is widely used in pesantran and pondok today. Shaykh al-Zarnuji commonly used hadiths of prophet Muhammad SAW as the main source and argument . in TaAolim al-MutaAoallim book. He also included some other categories of hadith including daAoif and maudhuAo hadiths. The issue is this TaAolim al-MutaAollim books contains many daAoif and maudhuAo hadiths and referenced by Muslim and make it as Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo This study is very important to understand the method and rule of practicing of daAoif and maudhuAo hadiths. This study aimed to analyse the daAoif and maudhuAo hadiths contained in TaAolim alMutaAollim book. Methodology of this hadith is qualitative method and using content analysis of TaAolim al-MutaAollim book. Thus, the finding towards the analysis of 40 hadiths in this book found that only 30% hadith can be used as FadaAoil al-Amal if fulfilled the conditions by the ulamaAos. Hence, thematic analysis is important to be studied in order to ensure the percentage of daAoif and maudhuAo hadiths in this book and also to ensure daAoif hadith can be practiced only for FadaAoil al-Amal. Kata Kunci: TaAolim al-MutaAoallim. Shaykh al-Zarnuji. Hadith DaAoif dan MawduAo. FadaAoil al-Amal dan Nusantara. PENDAHULUAN Dunia Islam sangat kaya dengan ulama, cendikiawan dan intelektual dalam pelbagai bidang. Sumbangan mereka di dunia ilmu pengetahuan sangat besar untuk ummat Islam dari dulu hingga sekarang. Namun sebagian daripada sumbangan mereka belum disorot dan dikaji sebagai sumbangan akademik. Dengan demikian harta yang berharga ini akan tersembunyi bahkan akan hilang selamanya ditelan Untuk menghindari hal ini, maka pengkaji berusaha membuka kembali tabir keilmuan yang dimiliki oleh seorang ulama intelektual yang bernama Burhan al-Islam alZarnuji atau lebih dikenali sebagai Shaykh al-Zarnuji. Beliau dikatakan berasal dari kota Zarnuj, yang merupakan sebuah kota di Turki menurut pendapat al-Qarashi. Sedangkan Yaqut berpendapat bahwa kota Zarnuj berada di Turkistan di sebelah sungai Tigris. kedua-dua kota tersebut dulunya termasuk dalam kawasan Transoxiana. Ada juga pandangan lain yang mengatakan bahwa beliau berasal dari kota Zarand, yaitu kota yang berada di kawasan Persia pernah menjadi ibu kota Sidjistan yang terletak di Selatan Hera. 1 Untuk tahun kelahirannya tidak dapat diketahui, tetapi dipercayai bahwa beliau hidup sezaman dengan ulama Ao 1 Muhammad AoAbd al-Qadir Ahmad. TaAolim wa Muta allim Tariq al-TaAoallum (Mesir: University Cairo, 1. , h. besar bernama Tajudin NuAoman bin Ibrahim al-Zarnuji yang meninggal pada tahun 640 H/1242M. 2 Adapun tahun kematian Shaykh al-Zarnuji masih belum dapat dipastikan, karena terdapat beberapa catatan yang berbeda-beda yaitu: Ahmad FuAoad al-Ahwani mengatakan bahwa Shaykh al-Zarnuji meninggal dunia tahun 591 H/1195 M. Selain pandangan di atas, terdapat meninggalnya yaitu: pertama, tahun 591 H/1195 M. Kedua, mengatakan tahun 840 H/1243 M. 4 Manakala pendapat ketiga mengatakan bahwa beliau meninggal dunia pada tahun 591/593 atau 597 H. MENGENAL SHAYKH AL-ZARNUJI Shaykh al-Zarnuji cendikiawan muslim yang menghasilkan karya tulisan dikenali dengan kitab TaAolim alMutaAoallim hingga kini masih dipelajari di pondok-pondok pesantren Indonesia dan wilayah Nusantara lainnya. Kitab TaAolim alMutaAoalim merupakan satu-satunya karya 2 Al-Qurasyi, al-Jawahiru al-MudiAoah (T. tp: T. , h. 201, 212 dan 364. 3 Ahmad fu'ad al-Ahwani, al-Tarbiyah Fi alIslam Fi Ra'yi al-Qabis (Misr: Dar al-Babi al-Halabi, 1. , h. 4 Abudin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003, hlm. 5 Ahmad Fu'ad al-Ahwani, al-Tarbiyah fi alIslam fi Ra'yi al-Qabis (Misr: Dar al-Babi al-Halabi, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo Shaykh al-Zarnuji yang masih ada hingga Walau bagaimanapun, bukan berarti tidak ada karya lain yang ditulisnya. Secara logikanya seorang alim dan cerdik pandai seperti beliau sudah tentu mempunyai banyak karya dan sumbangan Apalagi beliau banyak bergelut di dunia pendidikan dan pengajaran. Selain itu guru-guru dan kawan-kawannya pun banyak menulis buku. Jadi anggapan penulis mengatakan bahwa beliau ada karya lain, namun karyanya yang terkenal luas khususnya Indonesia adalah kitab TaAolim alMutaAoallim saja. Hal ini juga pernah diungkapkan oleh Plessner di dalam Ensiklopedia bahwa kitab TaAolim al-MutaAoallim merupakan satu-satunya karangan Shaykh al-Zarnuji yang masih wujud, tetapi kita tidak boleh menafikan karangan beliau yang lain mungkin saja ianya hancur disebabkan peperangan yang dilakukan oleh bangsa Mongol di 6 Haji Khalifah dalam bukunya Kashf al-Zunun Aoan AsamiAo al-Kitab al-Funun mengatakan bahwa antara 15,000 tajuk literatur yang dimuat sebagai karya penulisan pada abad ke-17, tercatat bahwa kitab TaAolim al-MutaAoalim merupakan satu-satunya kitab hasil karya Shaykh al-Zarnuji. 7 Kitab ini telah disyarah oleh Ibrahim bin IsmaAoil dengan tajuk TaAolim al-MutaAoallim Tariq alTaAolim yang diterbitkan pada tahun 996 H. Penerjemahan Kitab TaAolim al-MutaAoalim ke dalam bahasa lain seperti bahasa Latin telah dilakukan sebanyak dua kali oleh ROLAND pada tahun 1709 dan CASPARI pada tahun 1838 yang diberi tajuk Enchiridion Studiosi. Kitab ini terdapat hampir diseluruh perpustakaan di dunia pada Kitab TaAolim al-MutaAoallim dianggap sebagai karya monumental oleh Muhammad bin AoAbd al-Qadir Ahmad karena kesungguhan penulis dan sumbangannya pada dunia pendidikan. 9 Namun pandangan lain mengatakan bahwa ketiadaan karya lain Shaykh al-Zarnuji penyerbuan biadab (Invation Berbar. oleh bangsa Mongol yang dipimpin oleh Jengis Khan pada tahun . 0-1225 M) ke Persia. Membunuh umat Islam, membakar perpustakaan mengakibatkan karya Shaykh al-Zarnuji hangus terbakar. Karya Shaykh al-Zarnuji yang berjudul TaAolim al-MutaAoallim ditulis dalam bahasa Arab. Beliau merupakan seorang tokoh yang mempunyai kemampuan hebat dalam Bahasa Arab. Perkara ini telah menjadikan perbedaan pendapat tentang asal usul keturunan beliau adakah dia ini keturunan Arab atau bukan. Beberapa referensi telah dikaji oleh penulis, tidak ditemukan sumber yang mengatakan bahwa al-Zarnuji keturunan Arab. Pandangan ini boleh jadi benar, karena pada masa penyebaran agama Islam banyak orang Arab yang menyebarkan agama Islam di pelosok negri dan dunia, kemudian mereka menetap di tempat tersebut. Selain itu. Shaykh alZarnuji dikatakan sebagai seorang Filosof, karena terlihat dalam kitab TaAolim alMutaAoallim nilai-nilai falsafahnya mendekati pemikiran falsafah Imam al-Ghazali. Plessner Ensiklopedia bahwa Shaykh al-Zarnuji 6 Plessner, al-Zarnuji Dalam The Encyclopedia of Islam. Ed. IV (Leiden: E. Briil, 1913-1. , h. 7 Haji Khalifah. Kashf al-Zunun (Tahran: alMatbaAoah al-Islamiyah, 1360/1. , h. 8 Afandi Mukhtar. TaAolim wa MutaAoallim Tariq al- Ta allum Dalam Lecture (Cirebon: LKPPI, 1. , h. 9 Muhammad AoAbd al-Qadir Ahmad. TaAolim wa MutaAoallim Tariq al-TaAoallum (Mesir: Universiti Cairo, 1. , h. Muhammad Abd al-Rahman Khan. Sumbangan Umat Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (Bandung: Rosdakarya, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo seorang yang pakar dibidang fiqh dan juga seorang Filosof. 11 Shaykh al-Zarnuji hidup pada zaman Rida al-Din al-Naysaburi yang hidup antara tahun 500-600H. 12 Pada waktu itu ilmu pengetahuan bertambah maju dan modren meskipun keadaan politik Daulah Islamiyah melemah seperti yang dijelaskan oleh Ahmad Amin. 13 Oleh itu nampak jelas bahwa Shaykh al-Zarnuji hidup ketika ilmu sedang jayanya hinggalah abad keempat belas. KITAB TAAoLIM AL-MUTAAoALLIM Kitab TaAolim al-MutaAoallim yang dikarang oleh Shaykh al-Zarnuji merupakan karya ilmiah yang dikategorikan sebagai kitab klasik popular dalam bidang pendidikan di Nusantara khususunya Indonesia. Keistimewaan buku adalah ditulis dalam Bahasa Arab dan isi kandungannya bercerita tentang pendidikan. Selain itu ianya banyak dijadikan rujukan dalam mendidik masyarakat Islam di Nusantara khususnya Indonesia dan mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama. Buktinya semenjak diterbitkan pada tahun 1268 M hingga sekarang, kitab ini masih dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah pesantren Indonesia. Kitab ini dikategorikan sebagai kitab akhlak . atau etika dan boleh juga disebut sebagai kitab tarbawi . ianya bersesuaian dengan judulnya TaAolim al-MutaAoallim . elajar dan Kitab ini berisi tentang nasehatnasehat tarbawiyah berdasarkan ayat-ayat alQurAoan, hadits Nabi SAW, perkataan para sahabat, kata-kata bijak para ulama dan hikayat mereka serta syaAoir-syaAoir yang 11 Plessner, al-Zarnuji Dalam The Encyclopedia of Islam. Ed. IV (Leiden: E. Briil,1913-1. , h. 12 Abudin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , h. 13 Ahmad Hasjmy. Sejarah Kebudayaan Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , h. mengandungi hikmah. Dalam kitab ini terdapat 40 hadits yang ditulis dalam bentuk lafaz maupun makna dan pelbagai hukumnya, ada yang sahih, hasan, daAoif dan mawduAo. HUKUM BERAMAL DENGAN HADITS DAAoIF DAN MAWDUAo Sebagaimana diketahui bahwa hukum hadits itu berbeda antara satu sama lain, maka dalam beramalpun ada juga perbedaan. Hadits Sahih dan Hasan merupakan hadits Maqbul yang diterima dalam berhujjah, sedangkan hadits DaAoif adalah hadith yang Ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini, adakah hadits DaAoif tidak diterima sebagai dalil dalam semua permasalahan atau hanya sebagian saja. Permasalahan itu boleh diringkas kepada lima perkara sebagai berikut ini. Pertama, di bidang akidah. ulama sepakat bahwa hadits DaAoif tidak dapat digunakan sebagai dalil dalam permasalahan Aqidah seperti maAorifatullah. Malaikat. QadaAo dan Qadar, permasalahan ghaib dan Bahkan sebagian besar ulama mensyaratkan dalam permasalahan Aqidah hanya boleh berhujjah dengan hadits Mutawatir, adapun Ibnul Qayyim dan ulamaulama lain mengatakan bahwa Khabar Ahad yang Sahih boleh digunakan sebagai dalil dalam permasalahan Aqidah. 14 Hal ini menunjukan bahwa dalam bidang Aqidah, hadits DaAoif bukanlah merupakan sandaran hujah dikalangan semua ulama. Kedua, bidang fadaAoil. Para ulama berbeda pendapat adakah hadits DaAoif boleh dijadikan hujjah dalam masalah FadaAoil alAoAmal. Targhib . jakan untuk mendapatkan pahal. dan Tarhib . ncaman mendapatkan Permasalahan ini sudah dibahas oleh 14 Abd al-Karim bin Abd Allah al-Khudayr, al- Hadith DaAoif wa al-Hukm al-Ihtijaj Bihi (Riyad: Dar alMuslim, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo para ulama sejak dahulu lagi, masing-masing mempunyai hujjah yang kuat. Dalam artikel ini penulis akan cuba menghuraikannya dengan ringkas tanpa meninggalkan aspekaspek penting yang terdapat dalam permasalahan itu. Ini disebabkan kitab ini merupakan kitab nasehat yang di dalamnya terdapat banyak hadits tentang Targhib dan Tarhib. Perkara yang dimaksudkan oleh para ulama tentang hadits DaAoif dalam permasalahan ini adalah hadits DaAoif yang masih boleh dikuatkan oleh hadits yang lain . aitu hadits yang di dalamnya terdapat perawi yang tidak dikenali atau Jahalah bil RawiAdan tidak terdapat di dalamnya syarat Dabit Rawi seperti hadits Mursal. MuAoallaq. MuAoadal dan sebagainya. Adapun hadits yang sangat lemah karena tohmahan terhadap AoAdalah RawiAmaka dia bukanlah termasuk dalam pembahasan ini, seperti hadits MawduAo. Matruk. Munkar dan lain-lain. Pendapat ulama dalam permasalahan ini ada tiga yaitu membolehkan, melarang dan ada yang membolehkan dengan syaratsyarat. Adapun di antara hujjah ulama yang membolehkan beramal dengan hadits DaAoif dalam FadaAoil al-AoAmal secara mutlak adalah hadits yang diriwayatkan daripada Nabi SAW : AII EN I AE A i N A AiN I EN OI I O N A AEAEA Artinya: AuBarang siapa yang sampai kepadanya keutamaan dari Allah SWT kemudian dia mengambil keutamaan tersebut maka Allah akan memberikan kepadanya apa yang telah 15 Umar bin Hasan al-Falatah, al-WadAou Fi alHadith (Dimasyk: Maktabah al-Ghazali, 1401H), h. 16 Ibn Abd al-Bar. Yusuf bin Abd Allah. JamiAo Bayan al-AoIlmi wa Fadlihi (Mesir: Ummu al-Qura li alTibaAoah. , h. dijanjikan walaupun orang yang menyampaikan hadits tersebut merupakan seorang pembohong. Ay Hujjah lain yang dikemukakan adalah bahwa hadits DaAoif lebih kuat daripada pendapat ulama sebab ianya dinisbahkan kepada Rasulullah SAW, pendapat ini disandarkan kepada beberapa orang ulama di antaranya : Muhammad bin al-MuAoin bin Muhammad al-Amin, al-Qadi Abu Bakar dan lain-lain. Sedangkan hujjah yang dikemukakan untuk melarang penggunaan hadist DaAoif karena . jumlah hadits Sahih dalam bidang FadaAoil. Targhib dan Tarhib sangat banyak, ianya sudah mencukupi bagi seorang muslim dalam malan agamanya. Sepatutnya dia tidak perlu lagi mengambil hadits DaAoif dalam masalah ini. hadits DaAoif hanya Zhan al-Marjuh . angkaan yang tidak kua. dan Rasul SAW mencela Zhan dalam salah satu haditsnya : A O EI AI EIA: ACE OE A AiE OOA Artinya: AuJauhilah sangkaan, sesunguhnya sangkaan adalah percakapan yang paling dusta. Ay Pendapat ini disandarkan kepada beberapa ulama di antaranya : Yahya bin MaAoin, al-Bukhari. Muslim. Ibn Hazm. Ibn al-AoArabi. Ibn Taymiyyah, al-Shawkani. Ahmad Muhammad Shakir dan al-Albani. Selain dari itu, ada juga ulama yang yang membolehkan menggunakan hadis 17 Abd al-Karim bin Abd Allah al-Khudayr, alHadith DaAoif wa al-Hukm al-Ihtijaj Bihi (Riyad: Dar alMuslim, 1. , h. 18 Umar bin Hasan al-Falatah, al-WadAou Fi alHadith (Dimasyk: Maktabah al-Ghazali, 1. , h. 19 al-Bukhari. Muhammad bin IsmaAoil. Sahih alBukhari. Kitab : al-Birr. Bab : Ma Yunha An Tahasud Wa al-Tadabur, jil. 5, nh. 5717, (Beirut: Dar Ibn Kathir, 1. , h. 20 Abd al-Karim bin Abd Allah al-Khudayr, alHadith DaAoif Wa al-Hukm al-Ihtijaj Bihi (Riyad: Dar alMuslim, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo daAoif dengan persyaratan. Ini merupakan kesepakatan ulama sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Nawawi. Hal ini karena banyak ulama besar yang tidak berpendapat seperti ini, sebagaimana yang telah disebutkan nama-nama mereka dalam pendapat pertama dan kedua di atas. Terdapat 3 syarat yang dikemukakan oleh para ulama21 yaitu : Bukan merupakan hadits yang sangat DaAoif. Dengan syarat ini, artinya hadits yang diriwayatkan oleh al-Kazzabun . , alMuttaham bil Kazzab . ang dituduh berdust. dan perawi yang sangat banyak kesalahannya tidak dapat diterima haditsnya, termasuklah di dalamnya hadith MawduAo. Hadits tersebut berada dalam landasan syarak yang diamalkan. Maksudnya ialah : hadits tersebut bersesuain maknanya dengan ayat al-Quran dan hadits yang Sahih. Beramal dengan hadits tersebut dengan niat memberi perhatian yang lebih agar mendapatkan keutamaan dan kelebihan. Maksudnya ialah ketika beramal dengan hadits DaAoif dalam permasalahan ini, bukan kerana kita meyakini bahwa hadits tersebut berasal daripada Rasul SAW, namun kerana kita berhati-hati dalam perkara agama, untuk mendapatkan pahala daripada hadits-hadits Targhib ataupun tidak mendapatkan dosa daripada hadits-hadits Tarhib. Sebagian ulama menambahkan syaratsyarat lain selain daripada tiga syarat ini, namun tidak dinyatakan di sini karena sebagian syarat tersebut sudah termasuk dalam tiga syarat di atas. Dalam permasalahan ini, penulis lebih menguatkan pendapat ketiga yaitu boleh beramal dengan hadits DaAoif dengan tiga syarat dengan al-Tahanawi. Ahmad al-Uthmani, t. QawaAoid Fi AoUlum al-Hadith (Beirut: Maktabah alMatbuAoah al-Islamiyyah. , h. Hadits yang digunakan oleh pendapat pertama sebagai dalil merupakan hadits MawduAo. Bolehnya mengambil hadits DaAoif secara mutlak akan mengakibatkan tersebarnya bidAoah dan khurafat, karena bidAoah dan khurafat banyak terdapat pada hadits yang sangat DaAoif. Pendapat kedua yang mengatakan bahwa hadits Sahih sudah mencukupi dan tidak perlu lagi kepada hadits DaAoif, ini memang suatu hal yang disepakati antara pendapat kedua dan ketiga karena di antara syarat yang mereka sebutkan bahwa hadits tersebut berada dalam landasan syarAoi yang diamalkan,bukan merupakan suatu hukum yang baru yang berdiri sendiri. Syarat beramal dengan niat ihtiyat . emberi perhatian yang lebih agar mendapatkan keutamaan dan kelebihan atau berhati-hati dalam mengerjakan ajaran agam. merupakan jawaban atas hujjah pengambilan hukum Auharus dan sunatAy daripada hadits yang Sahih, karena hadits DaAoif di sini hanya untuk ihktiyat sahaja, bukan sebagai landasan hukum. Ketiga, bidang akham. Ulama berbeda pendapat adakah hadits DaAoif boleh dijadikan hujjah dalam ahkam seperti penentuan halal dan haram atau sesuatu perkara itu wajib, sunat, harus, makruh dan haram. Perkara yang dimaksudkan oleh para ulama tentang hadits DaAoif dalam permasalahan ini adalah hadits DaAoif yang masih boleh dikuatkan oleh hadits DaAoif yang lain seperti perbahasan pada bab fadaAoil. Dalam permasalahan ini terdapat dua pendapat ulama, yaitu boleh beramal dan tidak boleh beramal dengan hadist daAoif. Di antara hujjah tentang kebolehannya karena hadits DaAoif merupakan sesuatu yang Muhammad Tahir al-Fattani al-Hindi. Tadhkirah al-MawduAoat (T. tp: T. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo disandarkan kepada Nabi SAW. Ia lebih kuat daripada qiyas dan pendapat para ulama dari kalangan ahli fiqih. 23 Di samping itu tidak terdapat hadits Sahih yang bertentangan dengannya dan tidak terdapat hadits lain dalam bab tersebut selain daripadanya. Pendapat ini dinisbahkan kepada beberapa orang ulama di antaranya Imam Abu Hanifah. Imam Malik. Imam Ahmad. Imam al-NasaAoi. Imam Abu Daud dan lain-lain. Sedangkan hujjah tidak boleh beramal dengan hadist daAoif dalam perkara ahkam di antarnya dikemukakan di antarnya: jumlah hadits Sahih yang sangat banyak dalam bidang ahkam sudah mencukupi Sepatutnya dia tidak perlu lagi mengambil hadits DaAoif dalam masalah ini. Hukum mubah dan sunat termasuk dalam hukum syarak yang lima yaitu wajib, sunat, harus, makruh dan haram. Kelima-lima hukum ini ditetapkan dengan hadits yang Sahih bukan dengan hadits yang DaAoif. Hadith DaAoif hanya memberikan faedah Zhan al-Marjuh . angkaan yang tidak kua. saja sedangkan Allah TaAoala mencela Zhan. Dalam masalah ini penulis lebih menyatakan bahwa tidak boleh beramal degan hadits DaAoif dalam masalah ahkam, alasannya adalah . hadits yang Sahih sangatlah banyak dan sudah mencukupi bagi seorang muslim dalam mengamalkan ajaran agamanya, . hukum syarak mesti ditetapkan dengan hadits yang Sahih bukan dengan hadits yang DaAoif, . pendapat pertama yang disandarkan kepada beberapa ahli fiqih, bukanlah nas perkataan mereka, namun ini diambil dari perhatian terhadap kitab-kitab karangan mereka, . adapun hadits-hadits yang mereka ambil sebagai hujjah bukanlah hadits yang terlalu lemah, akan tetapi hadits yang boleh naik derjatnya menjadi hadits Hasan Lighayrih. Keempat bidang tafsir dan qiraat. Semua ulama sepakat bahwa hadits DaAoif tidak boleh dijadikan dalil dalam menafsirkan al-Quran dan dalam pengambilan Ibn AoAllan berakata. Aumentafsirkan al-Quran tidak boleh kecuali dengan hadits Sahih dan HasanAy. 26 Shaikh Muhammad Husayn Zahabi berkata Auadapun tafsir al-Quran dengan al-Quran atau dengan sunnah yang Sahih, semua itu tidak ada khilaf dalam penerimaannya karena tidak ada kelemahan dan tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya. Adapun yang dinisbakah kepada Nabi SAW, dan terdapat kelemahan dalam sanad dan matannya, maka itu ditolak dan tidak diterima sedikitpun serta tidak benarlah penisbahannya kepada Nabi SAW. Ay27 Kelima, bidang Sejarah dan Perang Nabi. Mayoritas ulama tidak memperketat penerimaan hadits dalam bidang Siyar dan al-Maghazi, dan mereka hanya mensyaratkan supaya ulama tarikh tersebut seorang yang AoAdil dan Benar, sehingga dia dapat membedakan riwayat tarikh yang benar dan riwayat yang salah. Imam Ahmad berkata. AuIbn Ishaq seorang yang ditulis hadithnya dalam sirah, maghazi dan lainnya dan ketika datang permasalahan halal dan haram, maka yang kami inginkan perawi yang seperti ini kemudian beliau 23 al-Tahanawi. Ahmad al-Uthmani. QawaAoid Fi AoUlum al-Hadith, (Beirut: Maktabah al-MatbuAoah alIslamiyyah. , h. 24 Abd al-Karim bin Abd Allah al-Khudayr, alHadith DaAoif wa al-Hukm al-Ihtijaj Bihi (Riyad: Dar alMuslim, 1. , h. 25 Umar bin Hasan al-Falatah, al-WadAou Fi alHadith (Dimasyk: Maktabah al-Ghazali, 1. , h. 26 Muhammad Allan al-Siddiqi, al-Futuhat alRabbaniyah AoAla Azkar al-Nawawiyah (Mesir: MatbaAoah SaAoadah, 1. , h. 27 Muhammad Husayn al-Zahabi. Tafsir alMuffasirun (T. tp: MatbaAoah Dar al-Kutub al-Hadithah, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo mengepalkan jari-jari tangan beliau 28 . aksudnya perawi yang Thiqqa. Untuk beramal dengan hadits-hadits MawduAo sudah disepakati bahawa ianya terlarang dan tidak dibenarkan sama sekali sebab sudah jelas kedustaan yang diada-adakan kepada Nabi SAW. Wallahu AAolam. METODOLOGI KAJIAN Kajian artikel ini menggunakan metodologi kualitatif. Pendekatan metode kepustakaan digunakan untuk menganalisis hasil karya Shaykh al-Zarnuji terutama berkaitan tentang hadits-hadits yang terdapat TaAolim al-MutaAoallim. Pengumpulan data adalah metode yang paling umum untuk mendapatkan data atau fakta yang berkaitan dengan subjek kajian Sumber primer kajian ini adalah kitab TaAolim al-MutaAoalim hasil penulisan Shayk alZarnuji sendiri. Manakala sumber sekunder pula ialah merujuk kepada buku-buku, jurnal, majalah, makalah-makalah serta sumber lain yang berkaitan. Dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim terdapat 40 hadits bermula dari fasal 1 hingga fasal 13, dari kesemua hadits tersebut, ianya mengandungi pelbagai hukum hadits separti Sahih. Hasan. DaAoif. DaAoif Jiddan. MawduAo dan bahkan ada yang tidak ditemui sumbernya. Oleh itu kajian ini memfokuskan kepada kesemua hadith yang terdapat dalam kitab tersebut. HADITS DAAoIF DAN MAWDUAo DALAM KITAB TAAoLIM ALMUTAAoALLIM : SAMPEL KAJIAN Dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim terdapat 40 hadits, daripada jumlah tersebut terdapat pelbagai hokum hadits ada yang Sahih. Hasan. DaAoif. DaAoif Jiddan. MawduAodan TAKHRIJ 28 Abd al-Karim bin Abd Allah al-Khudayr, al- Hadith DaAoif wa al-Hukm al-Ihtijaj Bihi (Riyad: Dar alMuslim, 1. , h. ada yang tidak dikesan sumbernya sama Setelah dibuat kajian, didapati semua hadits DaAoif yang terdapat dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim ini adalah 14 hadits atau sekitar 35% dan 6 hadith MawduAo atau sekitar 15%. Mayoritas hadits-hadits dalam kitab tersebut lebih menitik beratkan kepada nasihat tarbawiyah dalam belajar dan mengajar. Selain itu didapati juga hadits-hadits yang mengandungi amalan sehari-hari. Di sini penulis ingin menghuraikan beberapa bentuk hadits DaAoif dan MawduAo yang dijadikan sebagai amalan keseharian yang terdapat dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim. Hadist Pertama ACE EI EON EA O EI II I eOA AII E ANO ION O O iI u O A A i EONA Artinya: AuNabi SAW bersabda: Barang siapa mengajarkan satu ayat daripada kitab Allah kepada seseorang maka orang ini menjadi hamba sahaya baginya, oleh itu si hamba sahaya tidak semestinya merendahkan diri kepada tuannya. Ay Hadits ini diriwayatkan oleh Tabarani di dalam MuAojam al-Kabir, 29 disebutkan oleh al-Hindi dalam Kanz al-AoUmmal 30 daripada Abi Umamah. Hadits yang diriwayatkan oleh Tabarani daripada Abi Umamah ini hukumnya MawduAo karena terdapat seorang perawi hadits bernama AoUbayd bin Razin yang tidak jelas statusnya. Sepertimana yang dikatakan oleh al-Haytsami bahwa perawi ini 29 al-Tabarani. Abu al-Qasim Sulayman Ibn Ahmad, al-MuAojam al-Kabir. Jil. 8, n. 7528 (Iraq: Sharikah Makmal wa Matbaah al-Zahra' al-Hadithah al-Mahmudah, 1. , h. 30 al-hindi. AoAla' al-Din al-Muttaqi bin Hisam al-Din al-Hindi. Kanz al-AoUmmal fi Sunan al-Aqwal wa al-Afcal. Jil. 1, n. 2384 (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo tidak jelas identitas dirinya. 31 Ibn AoAsakir pula menukilkan perkataan Abu Ahmad bin AoAli al-Hafiz yang mana beliau menyebutkan bahwa AoUbayd bin Razin telah meriwayatkan hadits ini daripada IsmaAoil bin Iyas secara 32 Selain itu Penulis tidak dapat mengesan biodata AoUbayd bin Razin alLazaqi ini darimana-mana kitab rijal oleh itulah hadits ini disimpulkan MawduAo. Hadist ketiga A A I i A: AOO I EI iIN CEA. AEOE iAE II O i A cA AOEA Artinya: AuDiriwayatkan daripada Nabi SAW : sholat dengan bersiwak itu lebih afdal 75 derajat dibandingkan dengan solat yang tidak bersiwak. Ay Hadith dengan lafaz seperti di atas belum diketahui, tetapi ada beberapa mutabiAo yang maknanya sama dengan lafaz yang di atas, antaranya ialah : A A OE c IIA: ACE OE A Ai A c OEA Artinya. AuNabi SAW bersabda : solat dengan bersiwak itu lebih utama berbanding dengan tujuh puluh kali solat tanpa menggunakan siwak. Ay Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Mustadrak. 33 dan disebutkan oleh as-Suyuti dalam Durul Manthur fil Hadits al- 31 al-Haithami. MajmuAo al-Zawa'id wa ManbaAou al-Fawa'id, kitab al-Aoilm, bab Fi MaAorifah Haq al-AoAlim (Beirut: Maktabah MuAoassat al-MaAoarif, 1. , h. 32 Ibn AoAsakir. Thiqqah al-Din Abu al-Qasim AoAli bin al-Hasan bin Habat Allah al-ShafiAoI. Tahzib Tarikh Dimshaq al-Kabir (Beirut: Dar Ihya' Turath alAoArabi, 1. , h. 33 Hakim,Muhammad bin Abd Allah alHakim al-Naysaburi, al-Mustadrak AoAla Sahihayn. Kitab : al-Taharah (Fasal al-Siwa. (Beirut: Dar alQutub al-Ilmiyyah, 1. , h. Mushtaharah. 34 Hadits ini dihukum DaAoif disebabkan dalam sanad terdapat perawi bernama Ibn Ishaq. Menurut Bayhaqi dan Ibn Khuzaymah, hadits ini tidak didengar langsung oleh Ibn Ishaq dari al-Zuhri dan dia mentadliskannya. Selain itu terdapat perawi MuAoawiyah Ibn Yahya al-Sadafi dan dia didaAoifkan oleh ulama 35 . Hadits ini juga didaAoifkan oleh Imam Albani dalam DaAoif JamiAo al-Saghir. Hadist ketiga ACE EON EA OEI E O EI AIN ACA. a Artinya: AuRasulullah SAW bersabda: hindarilah sikap tamak kerana dengan tamak berarti kefakiran telah terjadi. Ay Hadits ini diriwayatkan oleh Tabarani dalam MuAojam Awsat, 37 al-Munziri di dalam Targhib wa al-Tarhib. 38 Semuanya dari Jabir bin AoAbd Allah. Hadits yang diriwayatkan oleh Tabarani ini dihukum DaAoif kerana terdapat perawi yang bernama Muhammad bin Abi Hamid. Namanya ialah Ibrahim alAnsari al-Zarqi dan diberi gelaran dengan Humad. Abu Dawud dan Darul Qutni mengatakan bahwa dia DaAoif. Ibn Hibban 34 As-Suyuti. Jalal al-Din AoAbd al-Rahman bin Abi Bakar, al-Durar al-Manthur (Beirut: MuAoassasat alRisalah. , h. 35 AoAjluni. IsmaAoil Ibn Muhammad. Kasf alKhafaAo wa Muzil al-Ilbas (Beirut: Dar al-Kutub alIlmiyyah, 1. , h. 36 Albani. Muhammad Nasr al-Din. DaAoif alJamiAo al-Saghir wa Ziyadatih. Jil . 7, n. 3519 (Beirut: Maktabah al-Islami, 1. , h. 37 At-Tabarani. Abu al-Qasim Sulayman Ibn Ahmad. MuAojam al-Awsat. Jil. 8, n. 7753 (Riyad: Maktabah al-MaAoarif, 1. , h. 38 Munziri. Zaki al-Din AoAbd al-cAzim bin AoAbd al-Qawwi al-Munziri. Targhib wa al-Tarhib min alAhadith al-Sharif. Tarhib Ma Ja'a fi Zammi al-TamaAo wa al-Targhib fi TaAoaffuf wa al-QanaAoah min Kasbi Yadihi. Jil. 1, n. 1221 (Beirut: Dar Ibn Kathir, 1. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo mengatakan bahawa tidak berhujah dengan Ibn AoAdi pula mengatakan bahwa dia telah diDaAoifkan terhadap apa yang 39 Dalam kitab Tahrir Taqribu Tahzib lil Hafiz Ibn Hajar,40 al-Zahabi di dalam Mizan,41 dan al-Haytsami di dalam MajmuAo al-Zawa'id mengisyaratkan bahwa Muhammad bin AoAbi Hamid telah disepakati DaAoif. 42 Oleh itu penulis memutuskan bahwa hukum hadits ini adalah DaAoif. Hadis keempat A iAE iOE iIA C EC eI IA: ACE A. Artinya : Nabi s. w bersabda : Amal ibadah ummatku yang paling afdal adalah membaca al-Qur'an dengan cara menyimak dan teliti. Hadits ini diriwayatkan oleh al-QudaAoi di dalam Musnad Shihab,43 Bayhaqi di dalam ShuAoabul Iman, 44 dan disebutkan oleh alMuttaqi al-Hindi di dalam Kanzul AoUmmal. 39 Ibn Hajar al-AoAsqalani. Ahmad bin Hajar al AoAsqalani. Tahzib al-Tahzib (Beirut: Dar Ihya' Turath al-AoArabi. Bayrut,1. , h. 40 Bassar AoAwwad MaAoruf & Shaykh ShuAoayb al-ArnaAout. Tahrir Taqrib al-Tahzib (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1. , h. 41 Az- Zahabi. Muhammad Ibn Ahmad Ibn AoUsman. Mizan al-IAotidal fi Naqd al-Rijal, (T. tp: Dar alFikr al-AoArabi. , h. 42 Haisami. Nur al-Din AoAli bin Abi Bakar alHaisami. MajmaAo al-Zawa'id wa Manba'u al-Fawa'id, kitab al-Zuhud, bab Ma Ja'a fi al-TamaAo (Qahirah: Maktabah al-Qudsi, 1. , h. 43 al-Quda'i. Abi AoAbd Allah Muhammad bin Salamah al-Quda'i. Musnad al-Shihab al-Quda'i Jil. 1284 (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1. , h. 44 al-Bayhaqi, al-JamiAo ShuAoab al-Iman. Jil. 3, n. 1865 (Riyad: Maktabah al-Rusyd, 2. , h. 45 al-Hindi. AoAla' al-Din al-Muttaqi bin Hisam al-Din al-Hindi. Kanz al-AoUmmal fi Sunan al-Aqwal wa al-Afcal (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1. , h. 45 Ibn Hajar al-AoAsqalani. Ahmad bin Hajar al AoAsqalani. Tahzibu Tahzib (Beirut: Dar Ihya' Turath alAoArabi. Bayrut, 1. , h. 45Ibid, h. 45 Az-Zahabi. Muhammad Ibn Ahmad Ibn AoUsman. Mizan al-IAotidal fi Naqd al-Rijal (T. tp: Dar alFikr al-AoArabi. , h. Hadits yang diriwayatkan oleh al-QudaAoi ini daripada Ishaq bin AoAbd al-Wahid daripada al-MaAoafi bin AoImran bin AoIbad daripada Muhammad bin Juhadah daripada Salamah yakni Ibn Kahil daripada Hajiyah daripada al-NuAoman bin Bashir. Hadits ini dihukum DaAoif kerana dalam sanad terdapat perawi bernama AoIbad yaitu Ibn Katsir, jika dia AoIbad bin Katsir al-Tsaqafi maka dia Matruk dan jika dia AoIbad bin Katsir al-Ramali maka dia DaAoif. 46Bukhari mengatakan hendaklah kamu tinggalkan AoIbad bin Katsir al-Tsaqafi, ditambah lagi oleh Nasa'i yang mengatakan bahawa dia Matruk al-Hadits. 47 Ibn MaAoin. Abu Hatim dan Abu ZurAoah mengatakan bahwa dia DaAoif al-Hadits. 48 Selain itu terdapat lagi perawi bernama Ishaq bin AoAbd alWahid. Zahabi mengatakan bahwa dia Wahin. 49 Oleh itulah hadith ini disimpulkan menjadi DaAoif. Hadist kelima A II AI I EA N OOA: ACE A ACN OOCE UI N Oi iN Ou iyIA Artinya: AuRasulullah SAW bersabda : sesiapa yang solat sunat fajar di rumahnya, maka Allah lapangkan rezkinya, dicabut kesusahan antara dirinya dan keluarganya dan ditutup kehidupannya dengan keimanan. Ay Penulis tidak menjumpai sumber asalnya yang lain selain apa yang disebutkan oleh Sakhawi di dalam kitab al-Ajwibah al- 46 Albani. Muhammad Nasruddin Albani. DaAoif al-JamiAo al-Saghir wa Ziyadatih (Beirut: Maktabah al-Islami, 1. , h. 47 Ibn Hajar al-AoAsqalani. Ahmad bin Hajar al AoAsqalani. Tahzibu Tahzib (Beirut: Dar Ihya' Turath alAoArabi. Bayrut, 1. , h. 48 Ibid, h. 49 Az-Zahabi. Muhammad Ibn Ahmad Ibn AoUsman. Mizan al-IAotidal fi Naqd al-Rijal (T. tp: Dar alFikr al-AoArabi. , h. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo Muridiyah. 50 Dan ianya dihukum MawduAo oleh Sakhawi kerana hadits ini tidak ada asal dan Secara umum, dalam kitab TaAolim alMutaAoallim terdapat 40 hadits mulai dari fasal 1 hingga fasal 13 dan kesemua hadits tersebut difokuskan dalam kajian ini. Setelah dilakukan kajian terhadap kitab ini, dapat disimpulkan bahwa kitab TaAolim alMutaAoallim mengandungi hadits-hadits Sahih dan Hasan yang boleh dijadikan hujjah. Selain itu terdapat juga hadits-hadits DaAoif. DaAoif Jiddan. MawduAo dan bahkan ada yang tidak ditemui hukum dan sumber asalnya. Jumlah hadits DaAoif. DaAoif Jiddan dan MawduAo dalam kitab ini lebih banyak daripada hadits Sahih dan Hasan. Selain itu dalam kajian ini, penulis lebih memfokuskan kepada hadits DaAoif. DaAoif Jiddan dan MawduAo. Untuk lebih memperjelas kedudukan hadits-hadits DaAoif dan MawduAo yang dipergunakan dalam kitab ini, maka boleh diperhatikan dalam table di bawah ini : Hasil Kajian Hadits-Hadits DaAoif. DaAoif Jiddan dan MawduAo Dalam Kitab TaAolim al-MutaAoalim Bermula Fasal 1 Hingga Fasal 13 Fasal Hukum Hadith DaAoif MawduAo Jiddan DaAoif Jumlah Peratus (%) Dari tabel tersebut, terlihat beberapa hadis daAoif yang digunakan dalam di dalam kitab TaAoalim al-mutaAoallim dengan kategori daAoif sebanyak 12 hadist, sangat daAoif dua hadist dan mawduAo enam hadist. 50 Sakhawi, al-Hafiz Sham al-Din Muhammad bin AoAbd al-Rahman al-Sakhawi, al-Ajwibah alMurdiyah Fima Su'ila al-Sakhawi AoAnhu min al-Ahadith al-Nabawiyyah. Jil. 3, n. 247 (Riyad: Dar al-Rayyah, 1. , h. 51 Ibid. KESIMPULAN Shaykh al-Zarnuji sebagai salah seorang ulama yang masyhur pada masanya mempunyai karya-karya amat bermutu dan tinggi nilainya. Di antaranya ialah kitab TaAolim al-MutaAoallim yang menjadi sumbangan beliau bagi masyarakat dan kalangan pelajar agama sehingga senantiasa menjadi bahan bacaan dan rujukan hingga ke hari ini. Kitab ini bukan sekedar masyhur sebagai bahan bacaan dan rujukan saja, tetapi di dalamnya mengandungi banyak hadits-hadits Nabi SAW. Selain itu ada juga kata-kata hikmah. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo syaAoir-syaAoir Arab dan hikayat. Berbicara tentang hadits tentunya kita tidak terlepas daripada hukum hadit baik itu yang Sahih. Hasan. DaAoif. DaAoif Jiddan maupun MawduAo. Hadits Sahih dan Hasan sudah tentu boleh dijadikan hujjah baik itu hujjah untuk akidah mahupun ibadah. Sedangkan hadits DaAoif. DaAoif Jiddan dan MawduAo merupakan hadits Mardud yaitu hadits yang tertolak, tertolak untuk berhujjah dari segi akidah, namun ada sebagiaannya boleh dijadikan hujjah dalam FadaAoil al-Amal apabila telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh para Oleh itu dalam kajian ini penulis mengkaji sebanyak 40 hadits bermula dari fasal 1 hingga fasal 13, didapati sebanyak 12 hadits DaAoif . %), 2 hadits DaAoif Jiddan . %) dan 6 hadits MawduAo . %). Disimpulkan, bahwa lebih kurang 50 % hadits-hadits DaAoif dan MawduAo yang terdapat dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim. Didapati 37. 5% haditshaditsnya tidak boleh dijadikan hujjah dan rujukan kerana ianya Mardud dan tertolak. Hanya 30 % saja yang boleh dijadikan hujjah dalam FadaAoil al-Amal. Sedangkan sisanya 5% boleh dijadikan rujukan. DAFTAR RUJUKAN Al-Khudayr. Abdul Karim Abdullah. Hadis DaAoif wal Hukmul Ihtijaj Bihi (Riyad : Dar al-Muslim, 1. Nata. Abudin Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. Mukhtar. Afandi. TaAolim wa MutaAoallim Tariqut TaAoallum Dalam Lecture (Cirebon: LKPPI, 1. Al-Ahwani. Ahmad Fu'ad al-Ahwani, alTarbiyah Fi al-Islam Fi Ra'yi al- Qabis (Misr: Darul Babil Halabi. Hasjmy. Ahmad. Sejarah Kebudayaan Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1. al-AoAjluni. IsmaAoil Ibn Muhammad. Kasf al-KhafaAo wa Muzil al-Ilbas (Beirut: Darul Kutub Ilmiyyah, 1. al-Albani. Muhammad Nasruddin. DaAoif al-JamiAo al-Saghir wa Ziyadatih (Beirut: Maktabah Islami, 1410/1. MaAoruf. Bassar AoAwwad MaAoruf. Tahrir Taqribu Tahzib. (Beirut: MuAoassasah al-Risalah, 1417/1. al-Bayhaqi. Abu Bakar Ahmad Ibn Husayn, al-JamiAo ShuAoabul Iman (Riyad: Maktabah al-Rushd, 1423/2. Al-Bukhari. Muhammad bin IsmaAoil. Sahih al-Bukhari (Beirut: Darul Ibn Kasir, 1407/1. Az-Dhahabi. Muhammad Ibn Ahmad Ibn Usman. Mizan al-IAotidal fi Naqd alRijal (T. tp: Darul Fikr al-AoArabi. Haji Khalifah. Kashf al-Zunun (Tahran: MatbaAoah Islamiyah, 1360/1. Al-Hakim. Muhammad bin Abdullah alHakim Naysaburi, al-Mustadrak AoAla Sahihayn (Beirut: Darul Kutub Ilmiyyah, 1411/1. Al-Haytsami. Nur al-Din AoAli bin Abi Bakar al-Haysami. MajmaAoul Zawa'id wa Manba'ul Fawa'id (Qahirah: Maktabah al-Qudsi, 1414/1. Al-Haytsami. Nur al-Din AoAli bin Abi Bakar al-Haysami. 1406/1986. Ao Majmu l Zawa'id wa ManbaAoul Fawa'id (Beirut: Maktabah MuAoassat al-MaAoarif, 1406/1. Al-Hindi. AoAla'uddin al-Muttaqi bin Hisamuddin al-Hindi. Kanzul Ao Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al- Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada Arwansyah Kirin Analisis Hadis DaAoif dan MawduAo AfAoal (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1409/1. Ibn Abdil Bar. Yusuf bin Abdullah. JamiAo Bayan al-AoIlmi wa Fadlihi (Mesir: Ummul Qura lil TibaAoah. Ao Ibn Asakir. Tsiqqahuddin Abul Qasim AoAli bin Hasan bin Habattullah al-SyafiAoI. Tahzib Tarikhul Dimshaq al-Kabir (Beirut: Darul Ihya' Turats al-AoArabi, 1407/1. Ibn Hajar al-AoAsqalani. Ahmad bin Hajar al-AoAsqalani. Tahzibu Tahzib. (Beirut: Darul Ihya' Turats al-AoArabi, 1413/1. Ahmad. Muhammad AoAbdul Qadir. TaAolim wa MutaAoallim Tariqut TaAoallum (Mesir: Universiti Cairo, 1. Abdurahman Khan. Muhammad. Sumbangan Umat Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (Bandung: Rosdakarya, 1. Al-Hindi. Muhammad Tahir al-Fattani. Tazkiratul MawduAoat (T. tp : T. Al-Siddiqi. Muhammad Allan, al-Futuhat al-Rabbaniyah AoAla Azkar alNawawiyah (Mesir: MatbaAoah SaAoadah, 1. Al-Zahabi. Muhammad Husayn. Tafsir alMuffasirun (T. tp: MatbaAoah Darul Kutub Haditsah, 1. al-Munziri. Zakiyuddin AoAbdul AoAzim bin Ao Abdul Qawwi. Targhib wa Tarhib minal Ahadits Syarif, (Beirut: Dar Ibn Katsir, 1420/1. Plessner. Zarnuji Dalam The Encyclopedia of Islam. Ed. IV. (Leiden: E. Briil, 1913-1. Al-QudaAoi. Abi AoAbdullah Muhammad bin Salamah. Musnad Shihab al-Quda'i (Beirut: MuAoassasat al-Risalah, 1407/1. al-Qurasyi, al-Jawahirul MudiAoah, (T. pt, 1. As-Sakhawi, al-Hafiz Shamsuddin Muhammad bin AoAbdurahman, alAjwibatul Murdiyah Fima Su'ilas Sakhawi AoAnhu minal Ahadith Nabawiyyah (Riyad: Darul Rayyah. Al-Suyuti. Jalaluddin AoAbdurahman bin Abi Bakar, ad-Duraral Mantsur. (Beirut: MuAoassasat al-Risalah. At-Tabarani. Abul Qasim Sulaiman Ibn Ahmad. MuAojam al-Kabir (Iraq: Syarikah Makmal wa MatbaAoatu Zahra' al-Haditsah Mahmudah. At-Tabarani. Abul Qasim Sulaiman Ibn Ahmad. MuAojam al-Awsat (Riyad: Maktabah al-MaAoarif, 1. At-Tahanawi. Ahmad Usmani. QawaAoid Fi AoUlumul Hadits (Beirut: Maktabah al-MatbuAoah Islamiyyah. Al-Falatah. Umar bin Hasan, al-WadAou Fil Hadits (Dimasyk: Maktabah alGhazali, 1. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Juni 2020 http://ejournal. id/index. php/perada