MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI STRATEGI PEMBELAJARN KOOPERATIF JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Reza Adi Prayogo1. Mohammad Iqbal Ulil Albab H. Prodi PAI FTIK Institut Agama Islam Negeri Jember adir6484@gmail. How to cite . n APA Styl. : Prayogo. Reza Adi dan Albab H. Iqbal Ulil. Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14 . , pp. Abstract: Education is a key role in that the development of a country, the quality of a country can be seen from the quality of an education It is in the country, as the 1945 bill commissioned it to be Enlightened national life. In shining the lives of nations is passed Through an arrangement of good national education. The educational arrangement Good ones can be good at learning. Success of the learning process Is shown with the high level of learning accomplished by But At this time there are many learners whose learning is less Islamic religious education subjects. This proves there's nothing wrong and there is That has not been properly accomplished in the learning of teaching. One is The underlying cause of the low learning result is the lack of strategy Or calculated methods so that learning has not been working properly. Then The authors in this study are trying to explore the role of coopathic strategy Jigsau in islamic education studies on results. The study It USES an approach to literature. The research activities are carried out in a manner Collecting informations and data with the aid of the various materials available on Libraries are like reference books, previous research of similar types, articles Notes, as well as journals that dealt with the problem that they wanted to solve. Which results from this study from learning participants in education Islam through jigsaw's coopathic strategies on junior and high schools Pronounced may increase the learning result of learners, this can be proved with the growing result of learning participants on each cycle. Keywords: a learning result. Islamic Religious Education. JigsawAos Cooprathic Abstrak: Pendidikan Merupakan suatu hal yang memegang peranan penting dalam kemajuan suatu negara, kualitas suatu negara dapat dilihat dari kualitas pendidikan yang ada di negara tersebut. Seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945, yaitu untuk mencerdasakan kehidupan bangsa. Dalam Mencerdaskan Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Peserta Didik melalui Strategi Pembelajarn Kooperatif Jigsaw pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kehidupan bangsa ditempuh melalui penyelenggaraan pendidikan nasional yang Penyelenggaraan pendidikan yang baik dapat meningkatkan Prestasi belajar. Keberhasilan proses pembelajaran ditunjukkan dengan tingginya prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Tetapi pada saat ini masih banyak di jumpai peserta didik yang hasil belajarnya kurang pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini membuktikan ada yang salah dan ada yang belum terlaksana dengan baik terhadap proses belajar mengajar. salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah kurangnya penggunaan strategi atau metode yang berpareasi sehingga pembelajaran belum berjalan dengan baik. Maka penulis dalam penelitian ini mencoba menggali tentang peran strategi Koopratif Tipe Jigsau dalam pelajaran Pendidikan agama Islam terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan. kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti buku referensi, hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Yang mana hasil penelitian ini hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui strategi Koopratif Tipe Jigsaw pada jenjang SMP dan SMA dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dapat dibuktikan dengan semakin meningkatnya hasil belajar peserta didik pada setiap Siklusnya. Kata kunci: Hasil Belajar. Pendidikan Agama Islam. Strategi Koopratif Jigsaw PENDAHULUAN Pendidikan Merupakan suatu hal yang memegang peranan sangat penting dalam kemajuan suatu negara, kualitas suatu negara dapat dilihat dari kualitas pendidikan yang ada di negara tersebut. Seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945, yaitu untuk mencerdasakan kehidupan bangsa, yang tertuang dalam alenia ke-4 yang berbunyi AuKemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban duniaA. Ay Mencerdaskan kehidupan bangsa ditempuh melalui penyelenggaraan pendidikan nasional yang baik. Pendidikan yang ada di Indonesia merupakan pendidikan yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945, dengan pendidikan baik di harapkan generasi milenial mampu untuk menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi, hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang- Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dan ketika tujuan pendidikan nasional tercapai maka dapat menghasilkan peserta didik yang mampu membangun dan memajukan negara. Peserta didik juga termasuk sebagai komponen dalam pendidikan oleh sebab itu peserta didik juga bertugas untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Reza Adi Prayogo. Iqbal Ulil Albab H. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 93-100 Menurut Asmara . Auprestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan dalam pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes dan hasil berupa nilai yang diberikan oleh guruAy. Hal tersebu juga di utarakan oleh Ernita prestasi belajar sebagai nilai yang merupakan bentuk perumusan akhir yang diberikan oleh guru terkait dengan kemajuan prestasi belajar siswa selama waktu tertentu. Keberhasilan proses pembelajaran ditunjukkan dengan tingginya prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik (Ernita, 2016: . Adapun jika prestasi belajar pada pesertadidik masih rendah berarti ada yang kurang atau salah dalam proses pembelajaran ataupun proses belajar peserta didik. Seperti yang diketahui masih banyak peserta didik yang hasil belajarnya kurang, hasil belajar peserta didik tidak hanya dipengaruhi dari dalam diri peserta didik saja tetapi juga dipengaruhi dari luar juga. Salah satunya yang paling berpengaruh yaitu tentang bagaimana seorang guru membuat strategi yang relevan dengan keadaan dan situasi pada peserta didik dan situasi pada saat pembelajarn yang harus diterapkan, dan juga bagaimana penyampaikan materi pembelajaran oleh guru. Hal itu sangat berpengaruh. Karena masih banyak dan sering ditemui peserta didik sulit untuk menangkap dari materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. Hal ini membuat ketidak pahaman dan ketidak tuntasan siswa dalam belajar sehingga prestasi belajar yang diperoleh juga kurang. kebiasan mengajar guru kebanyakan masih banyak yang menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru, strategi pembelajaran ekspositori berupa metode ceramah dan tanya jawab jarang menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga proses belajar mengajar di kelas itu pada peserta didik kurang aktif hanya mendengarkan saja apa yang di sampaikan oleh guru hasilnya siswa akan jenuh dan malas. Maka yang terjadi kepada siswa tersebut yaitu menurunya hasil belajar. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah: Bagaimana Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Strategi Pembelajarn Kooperatif Jigsaw pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan Intelektual yaitu faktor internal saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu tentang strategi yang digunakan guru untuk proses belajar mengajar di kelas. KAJIAN TEORI Prestasi Belajar Menurut Sudjana dalam Risky . belajar adalah Ausuatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorangAy. Dalam belajar orang akan mendapat sesuatu yang baru dari yang tidaak tau menjadi tau seperti yang di ungkapkan oleh Sugiyono dan Haryanto . 1: . bahwa Aubelajar adalah sebuah aktivitas untuk mendapatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan. Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Peserta Didik melalui Strategi Pembelajarn Kooperatif Jigsaw pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam memperbaiki perilaku dan sikap, serta mengukuhkan kepribadianAy. Menurut Irham dan Wiryani . , belajar merupakan Ausebuah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang diwujudkan dalam perubahan tingkah laku yang relatif permanen dan menetap disebabkan adanya interkasi dengan lingkungan belajarnyaAy. Prestasi belajar menurut Lawrence & Vimala Audiartikan sebagai ukuran pengetahuan yang didapat dari pendidikan formal dan ditunjukkan melalui nilai tesAy. Selaras dengan pendapat tersebut. Goods dalam Annes mendefinisikan Auprestasi belajar sebagai pengetahuan yang dicapai maupun keterampilan yang dikembangkan pada berbagai mata pelajaran di sekolah yang biasanya ditentukan oleh nilai ujian maupun dengan nilai yang diberikan oleh guru, atau keduanyaAy. Rita Eka Izzaty. Yulia Ayriza, & Farida Agus Setiawati, 2017. Jadi, pada intinya, prestasi belajar bisa didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh oleh peserta didik dari proses kegiatan belajarmengajar di sekolah yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian berupates. Cooperative Learning Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim. Slavin . alam Isjoni, 2011: . AuIn cooperative learning methods, student work together in four member teams to master material initially presented by the teacherAy. Dapat disimpulkan bahwa kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja pada kelompok kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru (Suprijono, 2009: . Secara umum pembelajaran kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru,dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang dimaksud. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas. Cooperative Learning Type Jigsaw Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu tipe strategi pembelajaran yang kooperatif dan fleksibel. Dalam Rusman . AuArti jigsaw dalam bahasa Inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang menyebutkannya dengan istilah puzzle yaitu sebuah teke-teki menyusun potongan gambarAy. Pembelajaran tipe jigsaw mengambil pola sebuah gergaji . , yaitu peserta didik melakukan kegiatan dalam proses pembelajar dengan cara bekerja sama dengan peserta didik yang lain untuk mencapai tujuan bersama (Tu Ramadhan, 2019: . Strategi type jigsaw ini didesain untuk membentuk Reza Adi Prayogo. Iqbal Ulil Albab H. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 93-100 karakter rasa tanggung jawab terhadap belajarannya sendiri dan juga pembelajaran dari orang lain. Type jigsaw ini dilakukan dengan cara guru membagi kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri 4 anggota sehingga setiap anggota dalam kelompok bertanggung jawab terhadap penguasaan materi setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik- baiknya. METODE Metode penelitian ini menggunakan metode pustaka. Menurut Milya Sari. Asmendri . 0: . penelitian kepustakaan adalah Aukegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di perpustakaan seperti buku referensi, hasil penelitian sebelumnya yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkanAy. penelitian ini memiliki ciri yaitu: pertama penelitian berhadapan langsung dengan teks dan angka, kedua data bersifat siap pakai artinya penelitian tidak pergi kemana mana kecuali hanay data yang sudah ada di pustaka atau perputakaan. Ketiga data di perpustakaan umumnya adalah sumber data sekunder, dalam arti penelitian ini memperoleh data dari tangan kedua bukan asli dari tangan pertama di lapangan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan cara melakukan identifikasi dari buku buku, makalah atau artikel, jurnal, web . (Mestika Zed, 2014: 4-. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Strategi Kooperatif Jigsaw terhadap Hasil Belajar Strategi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan strategi di mana peserta didik dalam satu kelas besar di pecah menjadi kelompok- kelompok kecil oleh guru yang terdiri dari empat anggota setiap kelompok. Dari situ peserta didik diberi tanggung jawab untuk menguasai setiap subtopik. Selain penguasaan yang ditekankan pada strategi pembelajaran ini, ternyata peran Strategi Koopratif Tipe Jigsaw sangat penting untuk memacu peserta didik lebih semangat dan aktif aktif dalam belajar serta untuk memacu peserta didik dalam berprestasi. Penerapan stategi Koopratif Tipe Jigsaw menjadikan peserta didik lebih bersemangat dan antusias yang tinggi terlihat dari roman muka cukup ceria dan percaya diri pada saat persentasi dalam kelompok, saling berperan menyelesaikan tugas, bekerjasama, saling membutuhkan, dan sangat berbeda dari pada pembelajaran yang berpusat pada guru Selain itu dapat merangsang peserta didik kepada materi yang disampaikan sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang besar pada peserta didik (Maulana dan Novianti, 2015: . Strategi ini dinilai sangat berhasil dalam meningkatkan hasilbelajar pada peserta didik. Hal ini dapat dibuktikan dengan paparan gambar grafik hasil belajar yang di mulai dari pra siklus. Siklus I dan Siklus II pada sekolah menegah pertama. Meningkatkan Prestasi Hasil Belajar Peserta Didik melalui Strategi Pembelajarn Kooperatif Jigsaw pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Gambar 1 Grafik Hasil Belajar Pra Siklus. Siklus I. II & i Sumber: Olan. Ratika . Grafis di atas menunjukan bahwasanya pada pra siklus dimana masih banyak pesertadidik yang belum tuntas hal ini disebabkan pada pra siklus pembelajaran belum menggunakan strategi kooperatif tipe jigsaw dan pada siklus I pembelajaran sudah menggunakan strategi kooperatif tipe jigsaw tetapi kebanyakan peserta didik masih menyesuaikan terhadap strategi yang dianggap baru olehnya. oleh karena itu pada siklus I pembelajaran belum terlalu maksimal hal ini dibuktikan peserta didik yang belum tuntas masih banyak meskipun terdapat penurunan. Pada siklus II peserta didik mulai paham terhadap strategi ini dan peserta didik sudah dapat mengikutinya dengan baik, dan hasilnya terdapat penurunan yang signifikan terhadap peserta didik yang tidak tuntas. Berdasarkan tabel dan grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mengajar yang tuntas pada pra siklus 46% dan yang tidak tuntas 54%, sedangkan pada siklus I meningkat 17% peserta didik yang tuntas di siklus ini berjumlah 63%, dan yang tidak tuntas berjumlah 37%, selanjutnya mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 34% peserta didik yang tuntas, menjadi 97% dan yang tidak tuntas 3%, adalah peserta didik yang tidak tuntas. Strategi kooperatif tipe jigsaw juga bisa diterapkan bukan hanya di SMP juga diba diterapkan di SMA/SMK dan hasilnya juga terbukti berhasil. Seperti yang tertera di tabel rekap hasil belajar Peserta didik XII IPA. 1 SMA Negeri 1 Kutamakmur sebagai berikut. Tabel 2. Rekap Hasil Tes Sumber: Tu Ramadhan . 9: . Reza Adi Prayogo. Iqbal Ulil Albab H. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 93-100 Tes tersebut dilakukan kepada peserta didik berjumlah 25, terdapat 3 siklus dalam tes tersebut dan ditentukan untuk nilai KKM pada tes ini yaitu 74. Dimana siklus I presentase ketuntasan 40% yang memiliki nilai rata Ae rata 61 dan terdapat hanya 10 peserta didik yang tuntas, sedangkan pada siklus II sebanyak 16 siswa tuntas dengan persentase 64% dengan nilai rata- rata 71, dan pada mengalami peningkatan yang tinggi pada siklus i dimana semua peserta didik tuntas, dari 25 orang jumlah keseluruhan siswa dengan jumlah persentase 100%, dengan rata-rata nilai 82. Dengan hasil yang telah sebutkan di atas, maka hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui strategi Koopratif Tipe Jigsaw pada jenjang SMP dan SMA dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dapat dibuktikan dengan semakin meningkatnya hasil belajar peserta didik pada setiap Siklusnya pada grafik dan tabel di atas. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan strategi Kooperatif tipe jigsaw Pembelajaran PAI menggunakan strategi Kooperatif tipe jigsaw dikatakan berhasil karena melaui grafik dan tabel yang ditampilkan pada setiap siklusnya menunjukan peningkatan hal ini terjadi bukan hanya di jenjang SMP tetapi juga di jenjang SMA. Maka dari itu, hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui strategi Koopratif Tipe Jigsaw pada jenjang SMP dan SMA dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dapat dibuktikan dengan semakin meningkatnya hasil belajar peserta didik pada setiap siklusnya. DAFTAR PUSTAKA