Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus PENTINGNYA PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI BAGIAN DARI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA Fikri Anarta1. Rudi Saprudin Darwis2 1,2Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Padjadjaran Article history Received: 14 November 2024 Revised : 19 Desember 2024 Accepted: 25 Desember 2024 *Corresponding author Email : 1 fikri20005@mail. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Pengembangan desa wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia, perlu mempertimbangkan adanya peran partisipasi dari masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini, difokuskan untuk memberikan gambaran pentingnya pendekatan pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaannya Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini melibatkan analisis literatur atau literature review. Peneliti mencari literatur relevan, menyimpulkan, dan menyajikan data dalam artikel yang dibuat. Artikel ini membahas mengenai partisipasi masyarakat dalam pariwisata berbasis masyarakat serta manfaat yang didapatkan apabila dalam mengembangkan desa wisata dilakukan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Artikel ini menegaskan bahwa dalam mengembangkan desa wisata juga menjadi penting untuk mengetahui mengenai partisipasi masyarakat karena mereka dapat membantu dalam pengembangan desa wisata dengan cara memberikan informasi tentang potensi wisata lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta mengelola produk wisata Sehingga perlu ada upaya maksimal dari berbagai pihak dalam meningkatkan partisipasi agar berkembang menjadi desa mandiri. Kata kunci: Pariwisata Berbasis Masyarakat. Partisipasi Masyarakat. Desa Wisata ABSTRACT The development of tourist villages through a community-based tourism approach in Indonesia must consider the active participation of the local community. This study focuses on highlighting the significance of community-based tourism, which involves local communities in its implementation. This article employs a literature review approach, synthesizing relevant findings and presenting the data comprehensively. The article discusses the role of community participation in community-based tourism and the benefits gained when developing tourist villages by involving local communities. emphasizes that understanding community participation is crucial for developing tourist villages, as local communities can contribute by providing information about local tourism potential, promoting destinations, and managing tourism products. Therefore, comprehensive efforts from various stakeholders are necessary to enhance participation, enabling the development of self-sustaining Key word: Community Based Tourism. Community Participation. Tourism Village Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Indonesia adalah negara dengan luas wilayah yang membentang dan didukung oleh keberagaman sumber daya Hal tersebut haruslah bisa sebaik-baiknya meningkatkan perekonomian masyarakat Pariwisata dilakukan sebagai 0 Hal tersebut dilakukan dengan cara mengubahnya menjadi tempat wisata yang didatangi oleh banyak orang. Berbicara mengenai kondisi pariwisata di Indonesia, saat ini Indonesia sedang masuk ke dalam konsep yang berbeda dari Saat ini, menurut Pedoman Wisata Tahun 2023 masyarakat mulai menyukai wisata dengan gaya petualangan atau adventure tourism, seperti wisata yang menawarkan langsung pengalaman kepada wisatawan yang datang, misalnya wisata pedesaan atau village tourism. (Asri dkk. Tren perkembangan wisata pedesaan tersebut cocok dengan kondisi wilayah Indonesia yang memiliki banyak desa Perkembangan desa wisata di Indonesia semakin pesat ketika program Visit Indonesia pemerintah pada tahun 2007. Hal ini menjadi upaya yang dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia untuk menarik wisatawan agar datang (Prafitri & Damayanti, 2. Berbicara mengenai desa wisata, dapat diartikan sebagai sebuah wisata di mana pengunjung yang datang tinggal di sebuah desa, untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan dan lingkungan setempat. (Inskeep . dalam Maftucha & Wulandari . Desa ini juga memiliki potensi pariwisata yang mengembangkan sektor industri kreatif untuk meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan penduduknya. (Cendekia Jaya, 2. Desa wisata adalah suatu kawasan pedesaan yang menampilkan berbagai ciri khas tertentu untuk dijadikan target untuk didatangi wisatawan. Masyarakat yang datang umumnya harus tetap menjaga keaslian dan kekhasan budaya dan sosial mereka yang relatif orisinal. Terlebih lagi, beragam elemen penunjang seperti kuliner khas, metode pertanian, dan struktur sosial turut menyumbangkan keunikan pada suatu desa pariwisata. Meskipun demikian, catatan perlu diambil bahwa keaslian alam dan kelestarian lingkungan juga tetap dijaga dengan cermat sebagai salah satu elemen kunci dalam menjadikan desa tersebut sebagai destinasi yang diminati oleh para wisatawan. (Pramono dkk. , 2. Dalam merawat desa wisata, tentunya diperlukan perbaikan dan peningkatan setiap waktunya. Berbagai pengembangan perlu dilakukan agar desa wisata itu bisa terus menjadi destinasi yang didatangi wisatawan yang berdampak kepada perputaran ekonomi di sana. Mengembangkan sebuah desa wisata artinya adalah suatu proses yang menitikberatkan pada metode untuk meningkatkan atau dengan kata lain membuat desa wisata menjadi desa wisata menjadi lebih maju. (Sidiq & Resnawaty. Secara lebih rinci, upaya untuk mengembangkan ini dapat dijelaskan sebagai upaya-upaya untuk meningkatkan dan memperbaiki sarana pariwisata dengan maksud memenuhi keperluan para pengunjung (Apriliani dkk. , 2. Pengembangan dari sebuah desa wisata tentunya membutuhkan partisipasi masyarakat lokal dalam berbagai langkah seperti langkah pengambilan keputusan, pemanfaatan, dan akhirnya langkah (Cohen, 1. Masyarakat yang ikut berpartisipasi tersebut dapat dianggap sebagai hal yang esensial karena diyakini bahwa pengetahuan masyarakat adalah kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam pengembangan sektor pariwisata tersebut. Hal ini karena masyarakat tersebut yang hidup dan beraktivitas di tempat tersebut. Berbicara mengenai partisipasi itu sendiri itu, dapat Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus dipahami sebagai hak bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses keputusan Selain hal tersebut, dalam partisipasi masyarakat perlu ada beberapa prasyarat partisipasi yang perlu dipenuhi. Slamet . dalam Theresia dkk. menyebutkan prasyarat partisipasi sangat ditentukan oleh tiga hal yaitu sebagai Peluang yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk terlibat. Niat anggota masyarakat untuk Kapabilitas anggota masyarakat dalam berpartisipasi. Salah satu jenis langkah dalam upaya mengembangkan sebuah desa wisata adalah pariwisata berbasis masyarakat. Langkah yang biasa dikenal juga sebagai Community Based Tourism (CBT) adalah contoh langkah yang bisa diterapkan dalam pengembangan sebuah desa wisata agar menjadi desa mandiri. Pariwisata berbasis masyarakat adalah sebuah konsep yang selalu menekankan masyarakat agar dapat mengelola serta mengembangkan tempat wisatanya secara mandiri (Ainun dkk. Konsep ini mampu memberikan kesempatan maksimal kepada penduduk desa untuk ikut serta dalam proses pembangunan pariwisata di desa tersebut. Pendekatan keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam perencanaan dan peningkatan destinasi pariwisata (Adikampana, 2. Melalui masyarakat, pariwisata memiliki potensi untuk memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat setempat. Untuk sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat melalui partisipasi, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh warga setempat. Oleh karena itu, dalam penerapan pariwisata berbasis masyarakat, elemen kunci dalam memajukan desa wisata adalah kontribusi aktif dari masyarakat lokal itu Pariwisata berbasis masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang relevan, di mana peran partisipasi masyarakat memainkan peran penting dalam pengembangan desa wisata. Oleh karena itu prasyarat partisipasi mulai dari kesempatan, kemauan, dan kemampuan menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan partisipasi Hal tersebut sejalan dengan pentingnya partisipasi masyarakat. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai keterlibatan masyarakat menjadi penting dalam proses pengembangan sebuah desa wisata yang dilakukan melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat. Berbicara mengenai partisipasi dilakukan oleh Maharani, dkk. partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah merupakan bagian penting dari keberhasilan proyek. Ini dibuktikan dengan partisipasi masyarakat dalam setiap program yang dilaksanakan dan peningkatan aksesibilitas bantaran. Tidak hanya dalam pariwisata dalam aspek lain pun partisipasi Masyarakat menjadi peranan penting. Hal tersebut dilakukan untuk membuka pandangan akan peran penting partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan partisipasi masyarakat dalam berbagai program, contohnya dalam program pengembangan desa wisata. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rusyidi dan Fedryansyah . , upaya dalam mengembangkan pariwisata bisa dilakukan melalui upaya pendekatan . ommunity Upaya ini penekanan terhadap adanya keterlibatan penuh masyarakat sekitar dalam upaya pengembangan pariwisata yang berjalan. Model pengembangan pariwisata di Pantai Rambak dan Pantai Rebo Kabupaten Bangka dapat dikembangkan dengan menggunakan pendekatan pengembangan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus Namun dalam penelitian kali ini lebih memfokuskan kepada desa wisata, alih-alih pariwisata secara keseluruhan. Tidak hanya itu, perspektif yang digunakan dalam memahami partisipasi masyarakat ini adalah pendekatan Community Based Tourism Tidak hanya itu, dalam penelitian yang dilakukan oleh Arianto, dkk. partisipasi dari masyarakat juga perlu dilibatkan secara lebih baik lagi dalam pengembangan desa wisata. Salah satu masyarakat akses yang lebih luas untuk berkontribusi kepada desa wisata dan tempat tinggalnya. Untuk mempersiapkan dan mempercepat kegiatan desa wisata, pemerintahan desa dan daerah terkait. Dalam proses pelatihan, perbedaan dalam pendidikan dan ekonomi juga harus Tidak hanya kedua aspek tersebut, dalam penelitian ini, budaya dan lingkungan di desa wisata menjadi hal penting yang perlu dilestarikan dalam partisipasi masyarakat. Dalam penelitian ini, difokuskan untuk memberikan gambaran pentingnya pendekatan Community Based Tourism, yang melibatkan masyarakat setempat dalam Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan sebuah desa wisata, perlu adanya perhatian terhadap partisipasi masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar proses pengembangan dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, meningkatkan kualitas produk partisipasi dan pemberdayaan masyarakat Hal tersebut dapat berujung kepada, pemerintah dan pelaku industri pariwisata dapat lebih mengupayakan partisipasi masyarakat dalam setiap aspek desa wisata yang dikembangkan. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini melibatkan analisis literatur atau literature review. Proses analisis literatur mencakup serangkaian kegiatan, termasuk mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur, membaca dan mencatat informasi yang relevan, serta mengelola bahan penelitian. (Zed . alam Juliangkary & Pujilestari, 2. Dengan kata lain, analisis literatur adalah salah satu jenis penelitian yang mencakup analisis terhadap literatur-literatur yang berkaitan dengan topik yang sedang Sebuah jenis studi menjelaskan bahwa analisis literatur dapat dilakukan dengan melakukan pengelompokan hasil dari penelitian sesuai dengan jenis dan karakteristik tertentu, misalnya dilihat dari metode dan fokus penelitian yang diteliti. Hal tersebut membantu dalam upaya merangkum hasil penelitian agar lebih sistematis (Nugraheni, 2. Tujuan dari analisis literatur merupakan upaya untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai topik penelitian. Sumber-sumber untuk tinjauan pustaka ini dapat berasal dari berbagai sumber yang tersedia. buku digital, artikel jurnal digital, sumbersumber berita yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan serta sumbersumber lain yang relevan untuk dipakai di dalam artikel pembahasan mengenai pentingnya partisipasi masyarakat sebagai bagian pariwisata berbasis masyarakat dalam proses agar desa wisata menjadi Untuk informasi artikel ini, peneliti mencari dan membaca literatur yang memang relevan dengan pembahasan yang akan ditulis, lalu penulis menyimpulkan serta menyajikan data - data yang sudah didapatkan ke dalam tulisan artikel yang sedang dibuat. Setelah dilakukan pengumpulan data melalui literature review menurut model Miles, et al. dalam Mouw, et . , peneliti perlu melakukan kondensasi data dengan menyaring Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus informasi yang tidak relevan dan mengambil informasi yang dirasa penting. Data yang telah dikondensasi kemudian dianalisis untuk menemukan bahasan yang sumber-sumber literatur yang ada. Data kemudian. Hasil analisis ditampilkan dan kemudian ditarik kesimpulan sehingga menjadi laporan yang HASIL DAN PEMBAHASAN Berbicara mengenai desa wisata di Indonesia itu sendiri, menurut data dari Jadesta . , saat ini desa wisata di Indonesia berjumlah 6044 desa. Desa- desa tersebut terdiri dari desa rintisan berjumlah desa berkembang berjumlah 992. maju berjumlah 314. dan desa mandiri Banyaknya desa wisata dikembangkan agar pada akhirnya bisa mencapai desa mandiri. Menurut definisi yang terdapat dalam Pasal 74 dari Undang - Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diuraikan bahwa Desa Mandiri dapat diartikan sebagai suatu desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap layanan dasar yang memadai, infrastruktur yang memenuhi standar, aksesibilitas/transportasi yang mudah dijangkau, pelayanan umum yang pemerintahan yang telah terkelola dengan sangat baik. Selain itu, menurut Pasal 78 UU Desa juga menyebut, desa mandiri juga perlu memiliki tujuan dalam pembangunan desanya, adalah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa dan kualitas hidup manusia. Selain itu, pembangunan desa bertujuan untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan memenuhi kebutuhan potensi ekonomi lokal, dan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan dengan cara yang berkelanjutan. Dengan kata lain desa mandiri bisa diartikan sebuah desa yang mampu memenuhi kebutuhan dari desanya sendiri, dan apabila kemudian terdapat bantuan dari pemerintah yang hadir bantuan yang ada tersebut sifatnya hanya perangsang. Oleh karena itu, desa wisata didorong agar bisa menjadi desa mandiri melalui berbagai produk dan layanan yang ditawarkan dari pariwisata yang hadir di desa tersebut. Melakukan pengembangan terhadap desa wisata memiliki potensi untuk memberikan sejumlah keuntungan kepada masyarakat, seperti peningkatan ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, dan peningkatan kapabilitas sumber daya Meskipun itu, guna mencapai target tersebut keterlibatan yang aktif dari pengembangan desa wisata menjadi suatu Masyarakat berpartisipasi acapkali dianggap menjadi hal yang tidak terlepas dari pemberdayaan sebuah masyarakat. Dalam partisipasi sering kali tidak dimaknai sebagai genuine participation atau partisipasi yang sebenarnya (Darwis, 2. Partisipasi ini dimulai oleh masyarakat lalu kemudian dijalankan oleh masyarakat itu sendiri, karena hal tersebut merupakan sasaran dalam suatu proses demokrasi juga. (Mikkelsen . dalam Sunaryo . Keberhasilan pembangunan desa wisata yang berkelanjutan tergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam proses Masyarakat tinggal di sana harus dilibatkan dalam setiap tahapan partisipasi dalam proses desa wisata menuju desa mandiri. Salah satu metode yang bisa diterapkan dalam upaya pengembangan desa wisata agar melibatkan partisipasi masyarakat setempat adalah dengan menggunakan pendekatan berbasis pariwisata berbasis Pariwisata masyarakat berkaitan dengan keterlibatan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus pariwisata mereka. Gambar 1 Aktor Kunci Tata Kelola Kepariwisataan yang Baik Sumber: (Sunaryo, 2. Dalam gambar mengenai stakeholder yang berhubungan dengan pengembangan pariwisata tersebut, kita bisa melihat masyarakat memiliki peran di sana. Partisipasi masyarakat menjadi suatu kewajiban ketika mengembangkan sebuah desa wisata menuju desa mandiri. Masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam pariwisata berbasis masyarakat terdiri dari dua sudut pandang, yakni keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan partisipasi. mereka dalam pembagian keuntungan yang diterima. Secara esensial, terdapat tiga prinsip kunci dalam strategi tersebut: Mengajak anggota komunitas untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Menjamin adanya kejelasan bagi masyarakat setempat mengenai manfaat yang diperoleh dari kegiatan pariwisata Memberikan pendidikan pariwisata kepada masyarakat setempat. (Sunaryo. Tentunya pariwisata berbasis masyarakat ada beberapa poin tambah mengapa pada akhirnya pendekatan ini bisa berdampak. Apalagi partisipasi masyarakat menjadi Keuntungan dari pendekatan pariwisata berbasis masyarakat sesuai apa yang disampaikan oleh Drake dan Paula . alam Andriani, 2. yaitu sebagai berikut: Melibatkan proses manajemen dan implementasi program agar mampu meningkatkan efisiensi dari program tersebut. Program akan jauh lebih efektif apabila masyarakat diikutsertakan dalam keuntungan dari program tersebut. Menjadi bentuk pelatihan dan juga merupakan capacity building kepada masyarakat sekitar agar mampu memahami akan ekowisata dan perannya bagi sebuah Apabila melihat keuntungan yang didapatkan ketika mengimplementasikan pariwisata berbasis masyarakat dengan masyarakat, kita semakin memahami mengenai pentingnya partisipasi tersebut. Terdapat beberapa poin penting mengapa dalam mengembangkan sebuah desa wisata perlu melibatkan partisipasi masyarakat, yaitu sebagai berikut: Mengikutsertakan masyarakat dapat memegang peranan penting dalam melestarikan budaya dan lingkungan di desa wisata. Pengetahuan dan keahlian masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan dan program yang mendukung pelestarian warisan budaya dan lingkungan. Dengan terlibat dalam pengembangan desa wisata, mereka dapat memberikan masukan yang berharga dan saran tentang manajemen Dengan lingkungan setempat dapat tercapai melalui partisipasi aktif masyarakat. Berbagai memberdayakan masyarakat dalam sektor pariwisata yang berfokus pada keterlibatan masyarakat perlu dilakukan agar desa Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus wisata mampu berkembang. Dengan adanya masyarakat yang berpartisipasi aktif dapat meraih manfaat ekonomi, seperti peluang berusaha di sektor pariwisata dan lapangan kerja terkait. Dengan merasa memiliki peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan desa wisata, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan Partisipasi peningkatan kualitas produk dan layanan di desa wisata. Melalui masukan dan saran dari masyarakat setempat, produk dan layanan yang disediakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan wisatawan. Hal ini tidak hanya meningkatkan berdampak positif pada perkembangan desa wisata secara keseluruhan melalui peningkatan pemasukan dari produk dan layanan yang lebih baik. Membangun hubungan yang baik antara masyarakat setempat dan wisatawan adalah hasil dari pengembangan desa Dengan masyarakat, mereka dapat memahami kebutuhan dan keinginan wisatawan, memberikan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan berkesan. Pemahaman ini menciptakan hubungan yang positif antara kedua pihak, meningkatkan kepuasan mendukung keberlanjutan desa wisata Peran partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan desa Melalui pendekatan pariwisata berbasis masyarakat, desa wisata dapat berkembang menjadi entitas mandiri yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat Dengan partisipasi aktif mereka, masyarakat dapat merancang programprogram berkelanjutan untuk pelestarian budaya dan lingkungan serta mengelola desa dengan cara yang ramah lingkungan. Hal ini membawa dampak positif pada keberlanjutan desa wisata, sehingga memungkinkan untuk terus berkembang menjadi desa mandiri. SIMPULAN Keberagaman desa wisata yang ada di Indonesia adalah sebuah anugrah yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Hal ini didukung oleh pemerintah dengan adanya kategorisasi desa wisata mulai dari desa rintisan hingga desa mandiri. Oleh diberdayakan dan perlu didorong untuk pada akhirnya bisa menjadi desa mandiri. Dalam realisasinya tentu perlu adanya pendekatan yang tepat disana. Salah satu pendekatan yang ada adalah pendekatan masyarakat berbasis pariwisata atau Community Based Tourism. Pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan yang melibatkan masyarakat setempat dalam Berdasarkan hal tersebut, dalam mengembangkan sebuah desa wisata partisipasi masyarakat memiliki peran Dengan masyarakat yang berpartisipasi aktif, proses pengembangan dapat lebih disesuaikan meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat setempat. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dapat membantu melestarikan budaya dan lingkungan serta menciptakan suasana yang lebih ramah dan hospitable bagi Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri pariwisata harus mengupayakan Dengan masyarakat dilibatkan dalam proses pengembangan, masyarakat lebih merasa memiliki peran serta tanggung jawab dalam pengelolaan desa wisata, serta dapat memperoleh manfaat ekonomi dari Sehingga pada akhirnya pendekatan ini bisa menghasilkan dampak baik bagi masyarakat sekitar. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 212 - 220 Available Online at jurnal. id/focus DAFTAR PUSTAKA