Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. UPAYA MENUMBUHKAN PERILAKU HIDUP SEHAT MELALUI PEMBENAHAN DAN PENANANAMAN KEBUN GIZI La Ode Sirad1*. Anisa Madaniah2. Suryati3. Nurhalisa Wahab4. Anggraeni5. Nada Jahratul6. Rina7. Nur Rahmat8. Sarfin Syahir9 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas Sembilanbelas November Kolaka,Kolaka. Indonesia *laodesirad. usnkolaka@gmail. Abstrak Kebun gizi merupakan program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan buah dan sayur dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Desa Tanggeau yang terletak di Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka ikut mengimplementasikan program kebun Hasil obeservasi menunjukkan bahwa keberadaan kebun gizi dipekarangan desa dalam perawatan dan pemanfaatannya belum maksimal, sehingga tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka berinisiatif melakukan pembenahan dan penanaman kembali di kebun gizi. Kegiatan dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan perilaku hidup sehat melalui pemanfaatan kebun gizi dan sebagai acuan bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk membuat kebun gizi. Kebun gizi yang dibenahi dimulai dari pembersihan, penanaman dan perawatan memakan waktu sekitar satu bulan. Hasil yang diperoleh, tanaman yang ditanam di kebun gizi terpantau sudah mulai tumbuh dan berkembang. Selanjutnya proses pemeliharaan kebun gizi diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat dengan harapan dapat memanfaatkan hasil yang diperoleh dari kebun gizi yang dibenahi dan ditanami kembali oleh tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka. Kata kunci: Kebun Gizi. Perilaku Hidup Sehat. Abstract Utrition garden is a program that aims to meet the need for fruits and vegetables by utilizing yard land. Tanggeau Village, located in Polinggona District. Kolaka Regency, also implemented the nutrition garden program. The results of the observation showed that the existence of the nutrition garden in the village yard in terms of maintenance and utilization was not optimal, so the USN Kolaka community service team took the initiative to improve and replant the nutrition garden. The activity was carried out with the aim of fostering healthy living behavior through the utilization of the nutrition garden and could be a reference for the community to utilize their respective yard land to create a nutrition garden. The nutrition garden that was improved, starting from cleaning, planting and maintenance, took about one month. The plants planted in the nutrition garden were monitored to have started to grow and develop. Furthermore, the process of maintaining the nutrition garden was completely handed over to the community with the hope of being able to utilize the results obtained from the nutrition garden that was improved and replanted by the USN Kolaka community service team. Keywords: Nutrition Garden. Healthy Living Behavior. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 Edukasi terhadap gizi seimbang harus dilakukan berulang kali agar menjadi suatu hal yang dapat dikerjakan akibat dari seringnya mendapatkan informasi (Salim, 2. PENDAHULUAN Desa Tanggeau merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Polinggona. Kabupaten Kolaka. Sulawesi Tenggara. Luas Desa Tanggeau 3. 890 Ha terdiri dari tanah perkebunan 832 Ha, pertanian 13,80 Ha, pekarangan 3,06 Ha, pemukiman 95 Ha, dan lahan pengembangan 2914,14 Ha. Dalam melakukan upaya budidaya pertanian, masyarakat desa Tanggeau bergantung pada curah hujan dan air sungai untuk mengairi daerah Dalam mengoptimalkan dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami sayuran atau tumbuhan lain menjadi kebun gizi (Fitriani and Muawanah. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Bab Vi membahas masalah gizi, pasal 142, ayat 3 menyatakan bahwa pemerintah daerah dan/atau masyarakat bersama-sama menjamin tersedianya bahan makanan yang mempnyai nilai gizi yang tinggi secara merata dan terjangkau (UndangUndang RI, 2. Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan, juga pernah mengenalkan istilah Kadarzi (Kelarga Sadari Giz. Melalui Kadarzi diharapkan suatu keluarga dapat mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan gizi Kebun gizi program berbasis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan buah dan sayur pekarangan maupun media lain. Pembuatan kebun gizi dalam upaya pola hidup sehat mampu memberikan dampak dan manfaat yang positif kepada masyarakat mengenai periaku hidup sehat (Kurniasih and Adianto. Program Kebun Gizi mampu memberikan dampak dan manfaat yang positif untuk masyarakat khususnya mengenai perilaku hidp sehat berkaitan dengan kebiasaan makan sayur dan partisipasi masyarakat (Ilyas and Sugianto, 2. Perilaku tindakan yang nyata dalam kehidupan sehar-hari dari setiap orang. Perilaku setiap orang dapat dibentuk dari lingkungan sekitar baik dari lingkungan masyarakat sekitar (Hulukati, 2. Perilaku yang baik seperti pola hidup sehat, jujur, bertanggung jawab yang bersifat positif dapat menjadi karakter yang baik (Kurniawan, 2. Perilaku yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yang perlu diperhatikan tidak rumit dan merepotkan. Salah satu perilaku yang perlu dilakukan dan sangat penting untuk dilakukan adalah keseimbangan gizi yang dikonsumsi (Suharjana, 2. Kebutuhan manusia terhada gizi penting untuk menjadi Setiap disarankan konsumsi buah sayuaran setiap hari. Sayuran dan buahbuahan mengandung vitamin dan mineral yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh (DepKes RI. Berdasarkan hasil obeservasi tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka. Desa Tanggeau sudah memiliki kebun gizi yang ada di pekarangan desa, namun belum optimal dalam hal perawatan dan pemanfaatannya. Hal ini dapat terlihat dari jenis sayur-sayuran yang terbatas dan juga kurang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat kebun gizi. Olehnya tim pengabdian USN Kolaka bermaksud mengoptimalkan kembali kebun gizi yang sudah ada dengan melakukan pembenahan dan penanaman kembali kebun gizi di pekarangan Desa Tanaggeau. Dengan pembenahan dan penanaman kembali gizi ini dapat menumbuhkan perilaku hidup sehat bagi masyarakat Desa Tanggea. Vol. 8 No. November 2024 pekarangan desa tetapi dalam kondisi yang tidak tertata dengan baik. Kegiatan kebun gizi ini direncanakan dapat menghasilkan sumber pangan yang baik dan berkualitas bagi masyarakat. Kegiatan ini juga bisa menjadi contoh atau acuan bagi masyarakat untuk masing-masing yang pada akhirnya dapat menumbuhkan perilaku hidup METODE PELAKSANAAN HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan program pembenahan dan penanaman kebun gizi sebagai upaya menumbuhkan perilaku hidup sehat desa Tanggeau. Kecamatan Polinggona. Kabupaten Kolaka berjalan sesuai yang telah direncanakan oleh tim pengabdian. Dalam upaya menumbuhkan perilaku hidup sehat melalui pembenahan dan masyarakat desa tanggeau ada beberapa tahapan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanggeau. Kecamatan Pinggona. Kabuaten Kolaka. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus Ae September 2024. Pada awal rencana masyarakat di desa Tanggeau, tim pengabdian kepada masyarakat USN Kolaka telah menyepakati isu tentang perilaku hidup sehat. Sehingga pada awal proses pelaksanaan kegiatan dilakukan identifikasi masalah perilaku hidup sehat di desa Tanggeau. Setelah itu, mulai merancang kegiatan kegiatan yang dapat secara langsung memberi manfaat terhadap masalah perilaku hidup sehat yang masyarakat. Solusi yang disepakati oleh tim pengabdian kepada masyarakat adalah melalui pembenahan dan penanaman kembali kebun gizi yang pelaksanaannya Tanggeau. Pertama, beberapa rumah warga yaitu rumah kepala desa, perangkat desa serta beberapa rumah warga. Dalam diskusi pentingnya hidup sehat dan menumbuhkan perilaku hidup sehat. Setelah itu dilanjutkan dengan disukusi di Kantor Desa Tanggetada Kepala Desa perangkatnya serta masyarakat yang sempat hadir. Dari hasil diskusi diperoleh bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat kebun gizi di pekarangan masing-masing. Sebagai menanami kembali kebun gizi yang Sasaran kegiatan ini adalah agar perilaku hidup sehat. Pemilihahn lokasi pembuatan kebun gizi dilakukan berdasarkan pada observasi awal yang diperoleh bahwa desa Tanggeau sudah memiliki kebun gizi yang ada di Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sudah ada di pekarangan desa. Tim masyarakat untuk kembali kebun gizi yang ada di pekarangan desa sebagai acuan atau contoh untuk membuat kebun gizi di pekarangan masing-masing. Vol. 8 No. November 2024 Gambar 3. Pembersihan di Kebun Gizi Gambar 4. Penanaman di Kebun Gizi Gambar 1. Rapat Dengan Masyarakat Tanaman yang sudah ditanam telah tumbuh dan berkembang dengan Selama proses kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan, tim pengabdian kepada masyarakat secara aktif melakukan penyiraman air dan perawatan kebun gizi. Pelaksanaan pengabdian ini didampingi oleh kepala desa dan perangkat desa dan juga Dalam kegiatan pengabdian ini, masyarakat desa Tanggeau memberikan apresiasi kepada tim pengabdian kepada masyarakat yang telah melakukan pembenahan dan penanaman kembali kebun gizi. Harapan dari tim pengabdian kepada masyarakat agar kebun gizi dapat terus dimanfaatkan dengan optimal dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat agar membuat kebun gizi di pekarangan rumah masingmasing sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan perilaku hidup sehat. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan melakukan kebun pembuatan gizi akan memberikan manfaat bagi keluarga dikarenakan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dapat menujang kebutuhan hidup selamanya (Yusuf and Thoriq. Kedua, penentuan tempat lokasi dan waktu pelaksanaan pembenahan dan penanaman kebun gizi dengan melakukan diskusi dengan Kepala Desa dan perangkat desa serta masyarakat. Untuk lokasi penanaman kebun gizi disepakati di pekarangan kantor desa Tanggeau, karena di pekarangan tersebut sudah pernah dilakukan penanaman kebun gizi sehingga hanya perlu dibenahi dan ditanami kembali. Sedangkan waktu pelaksanaannya di bulan Agustus-Septemeber 2024. Gambar 2. Kondisi Awal Kebun Gizi Ketiga, setelah disepakati lokasi pengabdian melakukan pembersihan rumput dan semak-semak dengan menggunakan racun rumput. Kemudian setelah rumputnya mati, dilakukan penggemburan tanah. Dilanjutkan, dengan penanaman kebun gizi berupa sayur-sayuran. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 UCAPAN TERIMA KASIH